You hurt Me

 

Youhurtme

Author: Echa Pumkinsparkyu

Title : You hurt Me

Genre : Tentukan sendiri

Cast : – Goo hye sun -Lee min ho – Kim hyun joong

 

Anyeong Chingudeul… Cha balik lagi nih bawa ff ambrul adul namun karya sendiri.kekkekk..

#cerita ini di ambil berdasarkan kisah nyata seorang yeoja yang hanya dianggap dongsaeng dan tidak pernah lebih. Hikkss.. walaupun sedikit di dramatisir dan banyak penambahan cerita di sana sini tetap saja ini di ambil dari kisah nyata. yang pernah ngalamin pasti bisa ngerasain gimana kalo jadi hye sun. Soo… langsung di baca aja deh. Warning..!!! Miss typo beterbangan

 

Author POV

Gyeonggi Sunday 07 january 2013

Sinar mentari menemani langkah seorang yeoja yang hendak menemui namjachingunya memberi semangat untuk mempercepat langkahnya agar ia tidak tertinggal kereta yang akan membawanya ke kota seoul. di dalam kereta senyumnya tak henti mengembang sambil mengetik tombol di phonselnya hingga ia tidak menyadari bahwa kereta yang ia tumpangi telah berhenti di stasiun seoul. Setelah 15 menit menunggu akhirnya lee min ho namja berpostur tubuh tinggi bak tiang listik yang mempunyai senyuman mematikan kini sudah berada di depan hye sun dengan mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan, “Anyeong oppa… bagaimana kabarmu?” sapa hye sun namun min ho tidak menjawab sapaan hye sun ia seolah tidak mendengar bahkan ia membuang muka ke segala arah> “ oppa..” teriak hye sun “emm.. wae?” “kau sedang mencari seseorang..??” “Ahh.. ania, kajja masuk ke mobilku” Di dalam mobil mereka berdua tidak mengeluarkkan sepatah katapun, hye sun mengarahkan wajahnya ke luar jendela menikmati pemandangan kota seoul sedangkan lee minho sangat fokus menyetir. “sepertinya akan turun hujan, apa sebaiknya kau pulang saja” ucap minho

“mwo… tapi kita baru saja bertemu oppa,” protes hye sun “kalau begitu kita tidak usah jalan2 ne..? kita ke apartementku saja” “Nde…” hye sun kembali menatap jalanan kota seoul sampai tiba di apartement Lee min ho Author POV end Hye Sun POV Entah apa yang sekarang aku rasakan, apakah aku harus senang karena bertemu dengannya atau aku harus bersedih ada apa dengannya, dia berubah sepertinya dia sudah tidak perduli lagi padaku sampai di apartementnya aku masih saja memikirkan hal ini. aku tidak boleh seperti ini.. anio.. anio anio anio…

“kau kenapa..??” tanyanya padaku “Gwenchana oppa”

kami berdua berbincang sambil menonton tv, min ho memberikan sebuah kotak padaku. “Untukku..??” “ne,,” “tapi.. hari ini bukan hari ulang tahunku oppa” “apa oppa harus menunggu sampai hari ulang tahunmu untuk memberikan ini” “tidak seperti itu oppa.. ” “apa kau tidak ingin mengetahui isi kotak itu” “jangan-jangan isinya bom” celetukku yang berhasil membuat tangan min ho mencubit pipiku “Aiissshh.. kau ini… kajja buka kotak itu” “Nde…” Isi kotak itu adalah dres tanpa lengan dengan motif bunga dibagian atas berwarna merah muda, benar-benar terkesan feminim. “Mwo.. apa ini?? Ini sama sekali bukan gayaku” Ucapku dalam hati “Gomawo oppa… “ ucapku sambil tersenyum kearahnya hanya ucapan terima kasih yang bisa keluar dari mulutku karena sebenarnya aku sama sekali tidak menyukai baju pemberian dari min ho “Ne chagii, apa kau suka dengan baju ini” tanyanya “suka apanya.. ada dia tidak tau kalau aku sangat tidak suka dengan yang namanya dres” Rutukku dalam hati. aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau aku sama sekali tidak menyukai dres itu. lagipula aku tidak ingin membuatnya kecewa, aku tau yang dia lakukan adalah untuk membuatku senang. ya.. walaupun caranya salah. aku sudah merasa sangat senang bisa bertemu dengannya aku sama sekali tidak membutuhkan hadiah apapun darinya, bagiku melihat senyumnya menatap kedua matanya dan mendengar suaranya secara langsung sudah membuatku sangat senang.

saat aku sedang melamun tiba-tiba dia sudah berada di sampingku dan mulai mendekatkan wajahnya ke bibirku dan beberapa saat kemudian #Chuuu tanpa aba-aba mataku terpejam menikmati ciuman pertamaku dengan min ho. min ho menghentikan ciumannya karena mendengar bunyi bell apartementnya sementara aku masih terpaku menatapnya yang sedang berjalan menuju pintu. Saat pintu terbuka betapa terkejutnya aku karena yang datang adalah teman min ho yang bernama il woo, ia membawa 3 yeoja masuk ke apartement minho. dan minho terlihat sangat akrab dengan ke 3 yeoja itu mereka saling berpelukan, hal itu benar2 membuatku sakit, “min ho-ah.. siapa yeoja ini? ” Ucap yeoja bernama hyuna “Dia.. yeoja chinguku” jawab min ho “apa kau tidak salah memilih yeoja chingu” ejek hyuna “oppa.. aku ingin istirahat” ucapku pada min ho aku berlari menuju kamar min ho aku sangat berharap ia mengejarku tapi itu tidak terjadi min ho sama sekali tidak mengejarku sekarang dia benar2 menacuhkanku. kalau saja di luar tidak hujan aku sudah pergi dari sini “oppa.. kau menyakitiku” tangisku di kamar min ho. dia mungkin tidak mendengar tangisanku karena sibuk dengan teman2nya “yaaakkk.. go hye sun lihatlah dirimu, kau sangat berbeda dengan ke tiga yeoja itu. mereka terlihat cantik dengan dres diatas lutut rambut yang panjang terurai sepatu yang tingginya sampai 10cm, mereka sangat sempurna. sedangkan kau… berpakaian seperti preman pasar hanya memakai kaos dan kemeja rambut hanya di kuncir ekor kuda dan sama sekali tidak bisa memakai sepatu berhak tinggi jangankan 10cm 5cm saja aku tidak akan bisa.” Rutukku di depan cermin #19:45 “chagiia.. “ terdengar suara namja membangunkanku namun mataku masih berat untuk terbuka kurasakan ia mulai menggoyangkan tubuhku ternyata aku tertidur sejak 2 jam yang lalu. “ada apa oppa” “Kajja.. kita makan, aku tunggu di ruang makan” ucapnya seraya mengusap lembut rambutku “Nde..” Aku sama sekali tidak mengerti dengan semua ini … disaat kita hanya berdua dia begitu penuh perhatian tapi saat dia bersama dengan temannya, dia mengacuhkan dan sama sekali tidak peduli denganku. apa dia malu mempunyai yeoja chingu sepertiku, sikapmu membuatku salah mengartikan perasaanmu yang sebenarnya oppa.

“oppa jebaalll… jangan samakan kedudukanku dengan yang lain karena itu membuatku sadar bahwa aku bukanlah siapa2 di hatimu” Ucapku dalam hati “chagiiia..” “ahh.. ne oppa, wae..?” “kau baik2 saja? ” tanyanya “Gwenchanayo” Setelah selesai makan aku langsung kembali ke kamar min ho, karena hanya ada satu kamar di apartement ini kami terpaksa tidur dalam satu kamar. Jujur saja itu membuatku risih karena bagaimanapun kami belum resmi menjadi suami istri. Apalagi kalau sampai eommaku tau, habislah aku … walaupun eommaku dan eomma min ho adalah teman sejak kecil dan sudah menyetujui hubungan kami tapi dalam masalah seperti ini mereka tidak mau kami terjebak dalam pergaulan bebas. Tubuhku dan min ho hanya di batasi oleh dua bantal guling, aku berbaring membelakangi tubuh min ho. otakku masih saja berfikir dan hatiku masih terus bertanya-tanya.. apa min ho benar-benar mencintaiku atau hanya menuruti kemauan eommanya untuk berpacaran denganku.

Sudah hampir satu tahun kami berpacaran namun baru sekali ini aku bertemu dengannya, kami menjalani hubungan jarak jauh, bahkan min ho menyatakan perasaannya hanya melalui telpon. tapi sebelumnya kami sudah berteman sejak di bangku SMA walaupun kami hanya berpacaran di dunia maya namun min ho selalu menyempatkan waktu untuk sekedar menanyakan ke adaanku di sela-sela kesibukannya, itulah yang membuatku yakin bahwa dia benar-benar tulus mencintaiku. Namun setelah semua kejadian yang aku alami hari ini aku ragu akan perasaanya padaku, dalam hati kecilku terselip satu keyakinan bahwa dia tidak pernah tulus mencintaiku. Min ho tidak bisa menerimaku apa adanya.

Saat min ho masih tertidur aku bersiap untuk pulang sendiri karena aku tidak mau merepotkannya lagi, namun saat aku beranjak dari kamarnya tiba-tiba saja kedua tangannya telah melingkar di pinggangku tentu saja hal itu membuatku sangat terkejut. “apa kau berniat untuk meninggalkanku saat aku tertidur” ucapnya seraya memeluku erat “Lepaskan aku oppa..!!” aku berusaha melepaskan pelukannya yang semakin erat “Shireo..” tolaknya “oppa.. aku mohon jangan seperti ini” “ada apa denganmu .. apa kau sudah tidak mencintaiku lagi..??” “bukan aku, tapi kau yang tidak pernah mencintaiku..” “bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu” “semua sudah cukup jelas oppa, jangan pernah membohongi perasaanmu sendiri” “apa maksudmu..??” “sudahlah aku ingin pulang, kau tidak perlu mengantarku” ucapku seraya menghempaskan kedua tangan min hoo, kali ini min ho membiarkan aku terlepas dari pelukannya “Dan satu lagi oppa… aku ingin mengakhiri hubungan ini”

min ho hanya mematung mendengar ucapanku dan saat aku mulai berjalan menjauh darinya, sebuah kata maaf keluar dari bibirnya membuat langkah kakiku terhenti. “Mianhe hye sun, aku sangat menyayangimu tapi rasa sayangku ini mungkin hanya sebatas rasa sayang oppa kepada dongsaengnnya… tidak lebih” Dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk membalikkan tubuhku dan memberanikan diri untuk menatap wajahnya walaupun perasaanku saat ini hancur, aku berusaha kuat di hadapanya “Ne.. gwenchana oppa” ucapku lirih Setelah aku berhasil keluar dari apartementnya, air mata ini sudah tidak bisa lagi di bendung menjadi aliran deras membasahi ke dua pipi chubyku. aku menyandarkan sejenak tubuh mungilku ke dinding mencoba menenagkan fikiranku yang saat ini sangatlah kacau. “Sudah ku duga, dia memang tidak pernah mencintaiku.. yakkk.. dasar yeoja pabo.. pabo, pabo, pabo” Ucapku sambil memberi pukulan pukulan kecil ke kepalaku sendiri Tiba-tiba saja di sampingku telah berdiri seorang namja tampan tersenyum geli melihat tingkah bodohku yang sedang bersandar dan memukul kepalaku sendiri di depan apartementnya. namja yang sudah tidak asing lagi bagiku, ia adalah kim hyun joong artis papan atas di korea selatan. Hal itu membuatku sangat malu karena aku melakukan hal bodoh di depan artis favoritku, aku hanya menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya sama sekali tidak gatal. “nouna.. apa yang sedang kau lakukan..??” “ah.. anio. Bukankah kau kim hyun joong..?? tanyaku sedikit ragu “Syukurlah jika kau sudah mengenalku, jadi kita tidak perlu berkenalan lagi” Ucapnya sambil tersenyum menunjukan gigi ratanya “dia tersenyum padaku, aigoo.. senyumnya, apa aku bermimpi..?? kim hyun joong benar-benar seorang artis yang rendah hati.” Ucapku dalam hati “Siapa namamu,,??” tanyanya “Go hye sun imnida” “Senang bisa bertemu denganmu, apa kita bisa menjadi teman..??” “Ahh,, ne.. tentu saja” Kami berdua duduk di taman dekat apartement dan saling bertukar cerita satu sama lain, kebetulan hari ini hyun joong sedang tidak ada jadwal apapun jadi dia bisa mengobrol dengan ku sangat lama itu membuatku melupakan rasa sakit dihatiku.

#Dug… “aaiisshh appo..” rintihku aku terbangun karena kereta yang berhenti dan membuat kepalaku terpentok jendela, aku sempat heran karena saat ini aku berada di dalam kereta, ternyata aku tidak benar-benar bertemu kim hyun joong karena itu hanya sebuah mimpi, yang aku sesali kenapa aku harus terbangun di saat sedang mimpi indah. #Flash back Setelah aku berhasil keluar dari apartementnya, air mata ini sudah tidak bisa lagi di bendung menjadi aliran deras membasahi ke dua pipi chubyku. “Hye sun aku akan mengantarmu pulang..” teriaknya dr dalam apartement Kupercepat langkahku menjauh dari apartementnya walaupun aku masih mendengar teriakkannya dr dalam apartement aku terus saja berjalan tanpa memperdulikan ajakannya yang ingin mengantarku pulang. Di dalam bis yang menuju stasiun aku hanya melamun menatap ke arah jalan tanpa mempedulikan phonselku yang terus berdering, sampai akhirnya aku dapat kereta paling pagi dan tertidur karena terlalu lelah. #Flash back End “Yaakk… ternyata itu hanya mimpi, menyebalkan..” Gumamku pandanganku masih kabur karena mataku belum terbuka dengan sempurna, samar – samar aku melihat namja yang tengah memejamkan kedua matanya dengan headset yang menempel di kedua telinganya, mataku langsung terbuka lebar saat menyadari bahwa yang sekarang ada di hadapanku adalah kim hyun joong dan ini bukanlah mimpi. “Namja itu… bukankah dia kim hyun joong..??” teriakku cukup keras membuat kim hyun joong terbangun dari tidurnya “kau.. bisakah kau kecilkan suaramu, kalau sampai seisi gerbang ini tau aku ada di sini semua bisa panjang urusannya” “Nde.. araseo, tapi bagaimana kau bisa ada di sini bukankah ini sangat berbahaya, bagaimana kalau sampai ada netizen” “ itu tidak mungkin.. aku sudah menyamar” “Mwo… menyamar..?? kau sama sekali tidak cukup pandai untuk melakukan penyamaran, aku saja bisa langsung tau kalau itu kau kim hyun joong” “Jeongmal.. ?? kalau begitu aku harus lebih hati2” “Ne.. bajumu sangat mencolok tuan kim dan jika kau hanya menggunakan kaca mata, itu sama sekali tidak mempan untuk mengelabuhi orang” “kau benar2 hebat.. di stasiun sama sekali tidak ada yang mengenaliku,” “itu berarti kau kurang terkenal tuan kim. Hehehe , anio.. anio.. aku hanya bercanda mungkin mereka terlalu sibuk jadi tidak memperhatikanmu” “ne.. mungkin benar apa yang kau katakan, apa kau salah satu fansku..??” “Tentu saja.. aku ini seorang Triples dan aku juga tidak pernah telat menonton sinetronmu” “senang bertemu denganmu… kau sangat lucu, apa kita bisa menjadi teman..??” “Tentu saja tuan kim” “Jangan memanggilku tuan kim… panggil aku hyun joong, araseo..?? “Nde… araseo, go hye sun imnida” “heeiii.. aku belum menanyakan namamu, kenapa sudah kau jawab..???

#End..

 

#Note: Percayalah, tuhan akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik dari orang yang meninggalkan kita. So.. tetap semangat tuk menjalani hidup ini meskipun pahit di awal tapi akan terasa manis di akhir. *Mianhe kalo ceritanya ngawur dan gk cocok sama judulnya, maklumlah saya bikin nie ff Cuma buat ngisi waktu luang. Hehe.. lagipula saya masih newbie jdi harap di maklumi.* *No bash.. no copas.. and dont silent reader* (kasih masukan supaya saya bisa bikin ff yang lebih baik lagi) #Gomawo udh nyempetin baca…

4 thoughts on “You hurt Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s