Our Love Like This (Part 6)

OLLT6

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT         : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
*Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
*Lee SungMin (SJ)
*Lee DongHae (SJ)
*Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
*Shin Yong Jie (OC)
*DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

HAPPY READING^^

CHAPTER 6

‘Maaf nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, silahkan hubungi beberapa saat lagi’

# HYEJIN POV #

Ini sudah yang ke 15 kalinya aku mencoba menghubungi ponsel-mu sungmin oppa, tetapi jawaban tetap sama. Lagi-lagi hanya terdengar suara wanita operator itu yang selalu terdengar. Ada apa dengan-mu oppa?

Aish! Kau membuatku khawatir saja, kemana perginya dirimu yang selama ini selalu mengunjungiku setiap harinya? Bahkan kau lebih perhatian dari calon suamiku sendiri. Eh? Baiklah aku mengerti jika aku hanyalah istri sewaan dan pasangan kontrak hyuk jae. Aku cukup tau diri, harusnya aku tak perlu mengharapkan perhatiannya.

Lalu jika kau pergi menghilang seperti ini, siapa lagi yang memperhatikanku disini? Oppa jangan membuatku khawatir seperti ini, jebal~

DUA HARI KEMUDIAN, HARI PERNIKAHAN HYUK JAE DAN HYEJIN

 

# AUTHOR POV #

Hyejin terlihat sangat cantik hari ini, dengan balutan gaun pengantin berwarna putih susu tanpa lengan itu. Make up yang tak terlalu berlebihan membuat kecantikan alaminya lansung terpancar keluar.

Bahkan kecantikannya itu seakan menutupi semua rasa gugup yang menghinggapinya, perlahan gadis itu berjalan menuju altar dengan menggenggam erat erat tangan Jung soo. Sambil tersenyum lebar hingga akhirnya ia sampai dihadapan hyuk jae juga pastur yang sedang menunggu-nya.

Jung soo menyerahkan adiknya itu pada hyuk jae, lalu mendampingi keduanya mengucap janji sehidup semati dihadapan tuhan.

Sorak suara bahagia dan deruan tepuk tangan sangat membahana didalam gedung mewah yang mereka tempati itu, saat sang pengantin pria mencium sang pengantin wanita yang tampak sedang syok dengan apa yang suaminya ini lakukan, walaupun itu terbilang sangat wajar tapi nampaknya si gadis itu terlihat sangat belum siap dengan semua keadaan ini.

Hal itu pun dirasakan kedua pria yang sama, pria yang sama-sama menyukai dan mencintai hyejin. Pria yang sama-sama memiliki marga LEE, hati kedua pria itu rasanya sangat hancur.

Bahkan salah satu dari pria itu memilih meninggalkan gedung itu untuk sementara (*Kaya MV-nya K.Will yang Please don’t ya? hihihi) yaitu lee sungmin, pria yang beberapa waktu ini menghilang tiba-tiba muncul dengan sejuta penyesalannya karna dengan bodohnya menyerahkan gadis yang dia sukai kepada hyung-nya sendiri.

Sementara Lee donghae memilih untuk tetap bertahan didalam gedung itu, meskipun hatinya kini tengah tersayat-sayat. Tapi apa daya? Kini ia sudah tak punya hak apapun untuk kecewa pada kejadian ini karna kini disampingnya sudah ada seorang wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Ailee, dengan setia merangkul lengan suaminya itu dan tersenyum manis pada donghae seakan mengatakan untuk mengikhlaskan hyejin untuk selamanya.

>>>><<<<

# HYUK JAE POV #

“Cukkae hyejin ah” Seorang pria dan juga seorang wanita itu menghampiri kami dan memberikan selamat pada kami sambil tersenyum.

Tunggu! Aku seperti pernah melihat pria itu.

Ah, pria ini. Ini pria yang kemarin bersama hyejin dihalte bus itu, ternyata dia datang bersama wanita lain?

“Gomawo donghae oppa, eo eonni apa kau sudah mengandung?” Tanya hyejin pada kedua makhluk dihadapanku ini, dan jadi ternyata pria ini juga sudah memiliki istri? Cih, kenapa kemarin dia dengan santai memeluk wanita lain eoh.

“Mwo? Hehe, belum kami saja menikah belum genap satu bulan hyejin ah”

Mereka berdua terus berbincang-bincang sementara aku terus sibuk mencari seseorang. Semoga Shin Yong Jie tidak hadir, meski aku telah melarangnya datang tapi tetap saja aku takut jika dia nekat datang ketempat ini, karna aku tau dia keras kepala.

Dan oh ya, mana adikku itu? Sungmin dia tidak terlihat sejak tadi.

“Kami pamit pulang dulu ne” Ujar pria ini lagi sambil tersenyum padaku.

“Eo, ne. Terima kasih sudah datang” Jawabku. Lalu pasangan itu pun pergi dari kadapan kami.

Sementara itu aku terus mencari dimana makhluk yang bernama Lee Sungmin itu. Baru semalam dia pulang kerumah sejak dua hari menghilang tanpa kabar, dan bahkan kini dia menghilang lagi.

“Kau mencariku hyung?” Kutolehkan pandanganku menuju pria disampingku ini yang sejak tadi memang aku cari-cari.

“Ye~ kemana saja kau?” Tanyaku, dia hanya tersenyum kecil.

“Bukan urusanmu. Eum, hyejin ah cukkae atas pernikahanmu” Kini bahkan dia mengabaikanku, dia malah memberi selamat pada hyejin, sementara tidak padaku. Dasar adik kurang ajar!

“Oppa~ kemana saja kau? Kenapa baru muncul? Ponselmu juga tidak aktif eum?” Pertanyaan hyejin hanya dibalas sebuah senyuman oleh sungmin, sungguh aneh anak ini. Tak biasanya dia seperti ini, ada apa sebenarnya?

“Kau baik baik saja sungmin ah?” Tanyaku menyelidik, sepertinya ada yang tidak beres padanya.

“Ne, gwenchana hyung. Ah aku lapar, aku makan dulu ye” Jawabnya santai lalu pergi begitu saja dari hadapan kami, bahkan raut wajah kecewa terukir jelas diwajah hyejin melihat sikap sungmin yang berubah hari ini.

Ada apa dengan anak itu? Sepertinya dia tidak suka dengan pernikahanku?

Ah entahlah.

>>>><<<<

# AUTHOR POV #

Seusai melewati seharian ini dengan tersenyum dan berdiri menyambut para tamu yang hadir dipernikahan mereka, kini pasangan pengantin baru itu sudah sampai dirumah baru mereka berdua didaerah distrik, seoul.

Hyejin dengan ponsel yang masih ia genggam ditangannya, seusai membersihkan tubuhnya. Gadis itu memang langsung mencari ponselnya dan menguhubungi kakaknya.

“Habis menelpon siapa?” Suara pria yang kini sudah menjadi suaminya itu menggema didalam kamar mereka berdua.

Hyejin langsung melihat kearah hyuk jae yang baru saja keluar dari kamar mandi, lalu menjawab pertanyaan suaminya itu.

“Jung soo oppa, dia bilang besok dia akan kembali ke Mokpo dan malam ini dia menginap di apartement bersama sungmin oppa” Jawabnya sambil terseyum lebar.

“Oh~” Hyuk jae hanya membalasnya dengan sangat singkat, yang membuat hyejin lagi lagi menelan ludah atas perilaku suaminya itu.

Setelah itu mereka terdiam, bahkan sedari tadi hyejin sedang berusaha memejamkan matanya yang sejak tadi terasa kantuk tetapi tetap tak mau tertidur.

“Hyejin ah, sudah siap memulai semuanya?” Pertanyaan hyuk jae itu membuat hyejin kembali membuka matanya lebar-lebar.

“Untuk?”

“Menjalani tugasmu sebagai seorang istri”

GLEK
Hyejin menelan salivanya susah, sebenarnya ia sungguh sangat belum siap, tapi karna sudah terlanjur janji yasudah. Menurutnya kini nasi sudah benar benar menjadi bubur.

“Bukan—kah? Ak, aku memang harus—harus selalu siap?” Jawab hyejin takut takut sambil menunjukkan sedikit kepalanya yang sejak tadi tenggelam didalam selimut tebal itu.

“Memang, lebih cepat lebih baik bukan?”

“Nee, maka akupun akan lebih cepat pergi dari sini oppa” Jawab hyejin lemah, entah mengapa hatinya selalu sakit jika membayangkan saat perpisahannya nanti dengan hyuk jae.

“Kau benar” Ujar hyuk jae sambil tersenyum.

Dan perlahan, hyuk jae mulai—

Ya pemirsah maafkan saya tidak bisa menyiarkan live report kejadian selanjutnyah, karna saya sudah diusir oleh hyuk jae oppah (*ala jeremy teti :D)

>>>><<<<

# HYEJIN POV #

Aku menggeliat kecil, merasakan sinar matahari yang langsung menerpa wajahku melewati celah celah ventilasi udara yang ada dikamar ini. Seakan menyuruhku untuk bangun karna hari memang sudah hampir siang.

Ketolehkan wajahku kesebelah kiri, kulihat pria itu sedang tertidur. Tapi sayang sekali karna ku tak bisa melihat wajahnya seperti apa jika pagi datang, karna dia tidur memunggungi-ku sejak semalam. Aku tersenyum, walau hanya dapat melihat punggungnya yang polos itu (*aigoooh >_<)

Kini kejadian semalam itu benar benar sedang memutari kepalaku, aku terseyum tapi entah mengapa hatiku begitu sakit. Airmata jatuh begitu saja melewati pipi-ku, hyuk jae mengambil semuanya. Sebenarnya itu memang haknya aku senang dan aku tak mempermasalahkan itu, tapi kenapa harus orang yang tak mencintaiku yang mengambilnya? Tuhaaan, jujur aku sudah mulai mencintai hyuk jae tapi apa hyuk jae mencintaiku? Oh, tidak mungkin.

Shin Yong Jie.
Gadis beruntung yang dapat merebut hati hyuk jae oppa, aku iri pada-mu.

Kuremas selimut putih ini yang sejak semalam membungkus tubuhku, ku gigit bibirku sendiri agar hyuk jae oppa tak terbangun karena tangisanku ini.

Sudahlah hyejin ah, sadarlah kau ini siapa? Aish, sudahlah.

Kuhapus airmata ini, lalu memungut pakaian yang semalam kugunakan dan berjalan menuju kamar mandi.

Aku sibuk menata sarapan yang baru saja kubuat untuk suamiku, kulihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi tapi sepertinya tak ada tanda-tanda jika makhluk itu sudah bangun dari mimpinya. Maka dari itu aku berjalan menuju kamarku dilantai dua dan berusaha membangunkannya.

Saat sampai dikamar, ternyata dia sudah tak ada dikasur. Apa dia sedang mandi? Oh mungkin saja,

Sambil menunggunya akupun beranjak membereskan tempat tidur kami. Namun, tak berapa lama terdengar seseorang yang keluar dari kamar mandi aku yakin dia hyuk jae oppa.

“Kau sudah mandi? Oh, setelah itu turunlah aku sudah menyiapkan sarapan untukmu” Ujarku lalu berjalan menuju pintu, sungguh sakit seperti ini. Tak ada jawaban sedikitpun darinya, bahkan mengangguk pun tidak, oh tuhan ini kah resikonya?

Kulangkahkan kaki-ku dengan malas menuju ruang makan, sambil menunggu-nya bersiap-siap.

Setelah beberapa saat, akhirnya dia pun sampai diruang makan dan duduk dihadapanku. Aku sedikit terkejut dengan kostumnya hari ini, menggunakan kemeja kuning dan celana jeans sungguh rapih dan tampan. Bukankah ini hari minggu? Mau kemana dia? Ah sudahlah.

Sejak tadi tak ada yang berniat membuka suaranya, aku hanya bisa diam dan terus memakan sarapan pagiku dan sesekali meliriknya yang sedang sibuk dengan ponselnya bahkan sesekali kulihat dia terseyum bahagia saat menatapi ponselnya itu.

Shin Yong Jie..
Pasti gadis itu yang sudah membuatnya tersenyum pagi pagi begini, dan aku yakin jika yong jie jugalah yang akan ia temui hari ini. Sekali lagi aku iri padamu yong jie ah.

“Oppa, kau mau kemana?” Tanyaku yang melihatnya tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh bahkan sarapannya pun masih tersisa banyak.

“Pergi sebentar” Jawabnya tanpa menolehkan sedikitpun wajahnya untuk menatapku.

Sabar hyejin ah, ini mungkin ujian untukmu. Sabarlah dan cukup tanggapi semuanya dengan senyuman.

# AUTHOR POV #

Satu bulan berlalu sejak pernikahan kontrak hyuk jae dan hyejin terlaksana, tapi sepertinya sama sekali tak ada keceriaan yang tercipta. Rumah mereka hanya diselimuti kecanggunggan dan juga kesunyian, pemilik rumah itu hanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Hyejin sedikit berlari menuju pintu rumahnya bergegas membukakan pintunya, jam menujukkan pukul 7 malam. Dia berharap jika yang datang itu adalah suaminya.

“Sungmin oppa” Desis hyejin, saat membukakan pintu-nya. Ia tersenyum walau hatinya sedikit kecewa, selalu begini. Setiap malam sungmin tak jarang bermain kerumahnya hanya sekedar menemani hyejin yang kesepian, karna hyuk jae selalu pulang larut malam.

“Kau memasak lagi untuknya?” Tanya sungmin saat mereka sudah sampai diruang makan, hyejin hanya bisa mengangguk. Entah mengapa selera makannya selalu berkurang, jika tak bersama hyuk jae.

“Haah, babo! Untuk apa heum? Bukankah dia yang mengatakannya sendiri padamu untuk tidak memasakkan makanan untuknya lagi heum? Ini hanya sia-sia, sudah berapa banyak makanan yang kau buang setiap harinya?” Ujar sungmin pada hyejin yang sedang menunduk menangisi nasibnya.

“Ani oppa, ini bukan untuk hyuk jae. Tapi ini untukmu” Jawab hyejin sembari menunjukkan senyumannya yang jelas terlihat sebuah senyum ‘Terpaksa’

“Cih, kau tidak pandai membual arraseo? Kau tau, aku menyesal menjodohkan kalian jika begini ceritanya” Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan hyejin yang sedang mati-matian menahan tangisnya itu.

“Oppa, bisa kau temani aku sebentar? Ke sungai Han?” Hyejin menghapus airmatanya dan berjalan membuntuti sungmin sampai keruang tengah.

Sungmin hanya bisa menatap gadis yang sedang berpura-pura tersenyum dihadapannya itu dan menuruti gadis yang diam diam ia cintai itu.

Sungai Han…

# SUNGMIN POV #

Hatiku selalu begini, berdebar dengan kencang saat disampingnya. Bahkan saat melihat senyumannya seperti ada yang ingin meledak dari jantungku. Apa lagi saat seperti ini, saat aku bisa membuatnya tersenyum dan melupakan masalahnya itu. Aku memang sudah gila karna diam diam mencintai istri hyungku sediri, hah tapi apa boleh buat? Semuanya sudah terlanjur, jika saja waktu bisa diulang kembali pasti aku yang akan menikahi hyejin bukan monyet itu.

Kami berjalan beriringan menyusuri pinggiran sungai han sambil sesekali membuat lelucon yang menurutku sama sekali tidak lucu, tapi entah mengapa sedari tadi hyejin tertawa mendengar leluconku itu.

Langkah kaki hyejin terhenti, kurasakan tangannya bergetar. Tatapannya lurus kedepan, ku ikuti arah pandangannya itu lalu betapa terkejutnya aku. Dan tanpa pikir panjang kutarik hyejin kedalam pelukanku.

Hyejin terdiam, tak berkutik. Dapat kurasakan jika kini kemejaku sudah basah karna airmatanya. Kulihat lagi pemandangan itu, sungguh! Hyuk jae hyung, betapa tak tau malunya dia berciuman dipinggiran sungai han ini.

Aku sangat mengerti keadaan hyejin  saat ini, pasti hatinya sangat terpukul melihat suaminya sendiri asyik berciuman dengan kekasihnya. Sementara hyejin sejak tadi sedang menunggunya pulang, oh hyuk jae andai kau bukan hyung-ku pasti ku yakin kau hanya tinggal nama saja.

“Gwenchana?” Tanyaku saat perlahan dia menjauhi tubuhnya dari pelukanku.

Dia hanya mengangguk.

“Oppa, aku mau pulang. Bisa kau antar aku pulang?” Jawabnya lagi lagi sambil tersenyum. Oh hyejin, demi tuhan aku benci senyuman yang dibuat-buat seperti itu.

>>>><<<<

# HYUK JAE POV #

Lagi lagi, saatku sampai dirumah kulihat hyejin sedang tertidur disofa. Akh, wanita ini sungguh keras kepala sudah kubilang tak usah lagi menungguku pulang, tapi dia tetap saja tak mengindahkan perkataanku dan kini kuyakin pasti sudah banyak makanan yang tersedia dimeja makan aku yakin.

Kupandangi lama, lalu aku melihat kejanggalan yang tak biasanya. Apa itu? Disudut matanya? Airmata? Dia menangis? Ada apa? Ah sudahlah mungkin dia hanya sedang rindu dengan oppa-nya itu.

Akupun berjalan hendak menuju kamar, tapi entah mengapa sejak melihat airmatanya. Rasanya hatiku seperti teriris? Ada apa ini, kenapa aku merasa bersalah padanya? Ah sudahlah.

Tapi, maafkan aku hyejin ah. Aku tak bisa bersikap layaknya seorang suami sungguhan padamu, karna aku tak bisa melakukannya entah mengapa. Sekali lagi mianhae…

Entah mengapa rasanya kepalaku ikutan menjadi sakit, akh apakah ini efek berlama-lama jika menghabiskan waktu malam hari dipinggir sungai han? Kurasa aku masuk angin (?)

>>.<<

# AUTHOR POV #

Hyejin berjalan perlahan mendekati ranjang tidur yang semalam ia tinggalkan itu, ia duduk disamping ranjang sembari menatap lekat-lekat suaminya yang masih betah menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut. Tangannya terulur untuk menyentuh tubuh suaminya itu, tapi tiba tiba ia menarik tangannya lagi saat bayang-bayang suaminya itu sedang berciuman dengan kekasihnya itu muncul lagi.

Hyejin tersenyum miris, ia berusaha menepis semuanya dan berusaha melupakan kejadian itu. Dia harus berusaha dan bersikap seperti semula, menjadi istri yang selalu tersenyum meski suaminya menganggapnya tak pernah ada.

“Oppa, sudah siang. Apa kau tak berangkat kekantor?” Hyejin kini berani menggucang2 tubuh hyuk jae pelan.

Tak ada jawaban, tak ada respon. Itu sudah sangat biasa bagi hyejin.

“Oppa, ireona. Ireona kajja” Dengan lembut hyejin menyingkirkan selimut yang sejak tadi menutupi tubuh suaminya itu.

Mata hyejin membulat begitu saja, saat melihat suaminya sedang mengigil didalam selimut itu.

“Oppa, kau kenapa?” Ujarnya lagi sambil menempatkan punggung tangannya pada kening hyuk jae yang sangat panas itu.

“Tubuhmu panas sekali” Dengan cekatan, hyejin menyambar ponselnya dan menghubungi dokter choi, dokter yang selama ini mengurusi kesehatan para keluarga lee.

“Tunggu sebentar oppa, bertahanlah. Choi uisa segera datang” Ujar hyejin lagi sambil mengelus-elus kening hyuk jae dan menggenggam erat tangan hyuk jae yang sangat dingin saat ini.

Sementara hyuk jae hanya bisa menatapi wajah istrinya yang sangat panik itu dibalik matanya yang hanya bisa terbuka setengah saja, terbesit rasa begitu bersalahnya dia pada hyejin. Mungkinkah ini hukuman untuknya dari tuhan karna sudah membuat istrinya itu merasakan sakit yang sangat dalam?

++++

“Hyuk jae hanya terlalu letih dan juga terserang demam ringan juga asam lambungnya yang sedikit naik, maka dari itu nyonya lee tolong perhatikan makanan suamimu. Baiklah aku permisi dulu, nanti biar asistenku yang mengantarkan obatnya” Ucap uisa choi sambil membenarkan selang infus dilengan hyuk jae.

“Ne, Khamsahamnida choi uisa” Jawab hyejin.

“Ye~ aku permisi dulu” Lalu dokter choi beserta asistent nya itu pergi meninggalkan hyuk jae dan hyejin.

Hyejin menatap suaminya yang kini tengah tertidur, tangannya berjalan dengan sendirinya menuju kening hyuk jae mengusapnya penuh kasih sayang, bahkan tak terasa jika airmatanya itu sudah terjatuh mengenai pungung tangan hyuk jae.

Lalu hyejin pergi menuju dapur berniat membuatkan bubur untuk suaminya itu. Sementara hyuk jae? Dia terbangun saat merasakan sesuatu menyentuh keningnya, ia dapat merasakan cinta dan kasih sayang hyejin untuknya. Bahkan saat air mata hyejin turun tepat dipunggung tangannya, rasanya sangat menyakitkan untuknya. Ingin sekali rasanya ia menghapus airmata hyejin saat itu, tapi apa boleh buat? Ia terlalu malu untuk melakukannya, terlebih saat sungmin mengiriminya sms semalam jika hyejin menangis melihatnya yg sedang berciuman dgn yong jie.

“Mianhae hyejin ah” Ujarnya lemah saat melihat sosok itu sudah pergi menghilang dibalik pintu.

Beberapa saat setelah itu, hyejin kembali menemui suaminya dengan semangkuk bubur dan juga sebuah plastik yang berisi obat-obatan untuk hyuk jae.

Hyejin tersenyum melihat hyuk jae yang sedang sibuk dengan ponselnya, ia berjalan mendekati hyuk jae duduk ditepi ranjang dan meletakan obat-obatan itu diatas nakas yang tak jauh dari posisinya kini.

“Oppa, ayo makan. Setelah itu minum obatmu” Ucap hyejin sangat lembut dan membuat hyuk jae sedikit menyingkirkan ponselnya itu dari depan wajahnya.

“Biarku bantu” Hyejin meletakkan mangkuk berisi bubur itu dan membantu hyuk jae bangkit dari tidurnya dan membuatnya duduk bersandar pada dinding besi ranjang tidurnya.

Setelah itu ia menyambar kembali mangkuk bubur itu dan menyendoknya sedikit lalu meniupnya, karna memang buburnya masih sangat panas. Lalu perlahan, tangannya bergerak menuju mulut hyuk jae-hendak menyuapinya-

Hyuk jae tak kunjung membuka mulutnya, bahkan kini ia malah sedang asyik memandangi layar ponselnya.

“Buka mulutmu, ayolah oppa sedikit saja” paksa hyejin agar hyuk jae membuka mulutnya, tapi hyuk jae tak kunjung membukanya.

Hyejin menatap suaminya itu, dan menghela nafasnya panjang. Lalu meletakkan sendok itu didalam mangkuk buburnya lagi.

“Makanlah, supaya kau cepat sembuh. Dan maka dari itu kau bisa cepat pergi berkencan lagi dengan yong jie” ucap hyejin sembari tersenyum getir walaupun hatinya sangat amat sakit saat melontarkan kata-kata itu.

Hyuk jae mendongak, ia menatap hyejin yang sedang menunduk sambil mengigit bibirnya sendiri. Lagi-lagi rasa bersalah itu menghampirinya. Lalu hyejin mengangkat wajahnya, membalas tatapan hyuk jae lalu tersenyum.

“Baiklah jika itu mau mu oppa” Ucap hyejin tiba-tiba dan langsung merampas ponsel hyuk jae dari genggamannya mengetikkan sesuatu sembari ternyum kecut, sementara hyuk jae hanya bisa menatap bingung perilaku istrinya itu.

Beberapa saat kemudian hyejin kembali meletakkan ponsel hyuk jae disampingnya dan juga meletakkan mangkuk bubur itu disamping nakas lalu berdiri dan beranjak pergi.

Hyuk jae menahan lengan hyejin yang akan berjalan menjauh.

“Apa maksudmu?” tanya-nya yang tidak mengerti sikap hyejin barusan.

“Tunggulah, sebentar lagi kekasihmu itu datang” jawab hyejin dan lagi lagi sambil tersenyum lalu berusaha melepaskan genggaman tangan hyuk jae dari lengannya. Tapi hyuk jae kembali menariknya.

Lalu menatap hyejin penuh tanya. Hyejin hanya menghela nafasnya sambil menahan perih dihatinya.

“Aku tau oppa, kau tak mau kusuapi. Maka dari itu aku mengirimi yong jie pesan agar dia datang kemari dan menyuapimu agar kau bisa cepat sembuh” genggaman tangan hyuk jae melemah, dia menundukkan kepalanya. Dan kesempatan itu dimanfaatkan hyejin untuk melanjutkan kegiatannya tadi ‘meninggalkan hyuk jae’.

Hyejin berlari menuju kolam kecil yang tersedia ditaman rumahnya itu dan menangis sejadi-jadinya. Hyejin menangisi nasibnya, perasaannya yang sangat terabaikan itu. Dia meremas bajunya dibagian dada sebelah kiri, kini ia benar-benar merasakan nyeri yang menjalar keseluruh tubuhnya.

“Jika seperti ini, apa bedanya aku dengan para pelacur itu? Hiks, segitu hina-nya kah aku dimata-mu oppa? Hingga hanya seperti menyuapimu saja aku tak bisa. Hiks, bahkan kau memanggilku hanya disaat aku menjalani ‘tugas’ menjadi istrimu. Kau tau? Aku sungguh lelah seperti ini, tuhan bisa kau ambil nyawaku saat ini juga? Kumohon”

Hyejin terus menangisi nasibnya, lengannya digunakan untuk memeluk kedua kakinya yang dia tekuk dan menenggelamkan kepalanya dilipatan kakinya itu..

TBC…
RCL PLEASE.

Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya J terima kasih *BOW

18 thoughts on “Our Love Like This (Part 6)

  1. Sumpah ya thor NYESEK BGT!!
    Kya.. Hye Jin kau tak p’lu iri dgn Yong Jie, pasti suatu saat Hyuk Jae bakalan nyesel telah mengabaikanmu dan dia juga bakalan cinta mati sama kamu #hope
    Next part cpt d lanjut thor, bsok d publish😀

  2. hello author? aq raeder baru disini,,
    suka bgd sama fanfiction yg ini!!!
    hyukppa? kapan u berubah nya? kasian hyejin eonnie,,
    kaya nya hyejin udah bener” cinta sama hyuk deh!
    thor part slnjt nya jgn kelamaan yah,,ditunggu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s