Our Love Like This (Part 5)

 

OLLT5

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT         : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
*Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
*Lee SungMin (SJ)
*Lee DongHae (SJ)
*Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
*Shin Yong Jie (OC)
*DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

HAPPY READING^^

 

 

 

CHAPTER 5

# AUTHOR POV #

“Tak ada pilihan lain” Ucap hyuk jae seusai puas menatapi wajah hyejin yang kini hanya dapat menatap tak mengerti.

Sungmin menyunggingkan senyumnya, entah mengapa ada sedikit rasa ‘Tidak Rela’ dalam hatinya, padahal dia sendiri yang menawarkan hyungnya itu. Entahlah, tapi kini sungmin berusaha menepis semua perasaan yang kini hadir dihatinya itu.

“Hyejin ah, apa kau siap?” Tanya sungmin.

“Siap? Untuk apa?” Jawab hyejin masih dengan wajah polosnya itu.

“Menjalankan tugas kedua-mu” Ucap sungmin santai sambil terus menyatap makan malamnya itu.

“Tentu, bukankah aku harus selalu siap?” Hyejin berbalik tanya pada sungmin.

“Lalu apa tugasku selanjutnya? Apa aku harus mencuci semua bajumu?” Lanjut hyejin lagi.

“Ani, kau hanya harus menjadi istri hyung-ku ini”

“Uhuk, uhuk” Hyejin tersendak dalam makannya, dan dengan cepat sungmin menyodorkan air putih pada hyejin.

Sementara hyuk jae hanya sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan hyejin yang sedang tersendak hampir mati mendengarnya.

“MWO? Ap..apa? haha, lelucon mu sungguh bagus oppa. Heheh”

“Lelucon? Kami sungguh-sungguh” Balas sungmin.

“Tapi? Bagaimana bisa aku—“

“Ayolah hyejin, lagipula kau tak selamanya menikah dengan monyet ini” Ujar sungmin sembari menatap hyungnya itu yang tengah sibuk berkutat dengan ponselnya.

“Ha? Maksudmu oppa?” Lagi lagi hyejin tak mengerti.

“Jadi… kau hanya perlu menikah dengannya sampai kalian memiliki anak. Dan sampai anak kalian berumur 3 tahun, setelah itu kau bisa langsung bercerai dengannya” Ucap sungmin santai sambil sesekali mengunyah makanan dimulutnya.

Sementara hyejin hanya melongo mendengarnya ‘bagaimana bisa ada orang sekejam ini’ umpatnya dalam hati.

“Opaa! Kau pikir aku—“ Hyejin sedang berusaha menolaknya tapi hasilnya nihil.

“Kau tenang saja, aku akan tetap menafkahimu setelah kita bercerai nanti. Asalkan kau harus merelakan jika hak asuh anak itu jatuh ketangan ku” Ujar hyuk jae dengan tatapan datarnya dan hanya dibalas tatapan lebih tak percaya dari hyejin.

“Eh? Mana bisa begitu! Aku bukanlah seorang wanita yang kejam oppa! Lalu, dengan semua ini tujuan kalian hanyalah memanfaatkan rahimku? Iya begitu?” Balas hyejin sembari menghempaskan sumpitnya begitu saja diatas meja.

“Ya~ hyejin ah! Apa kau lupa perkataanmu kemarin malam? Jika kau tak akan menolak apapun tugasmu nanti?” Sungmin mencengkram hyejin dengan tatapan tajamnya yang membuat hyejin lagi lagi tak bisa berkutik.

“…..”

“Kau mau menolaknya?”

“…..”

“Baiklah, sekarang tinggal pilih. Kau ingin menjadi pelacur atau? Menjadi nyonya lee sementara waktu?” Hyejin hanya melotot mendengar hyuk jae mengatakan kata kata itu.

‘Dari mana dia tau jika aku hampir menjadi pelacur?’ batin hyejin.

“Aku sudah tau semuanya, tentang asal usulmu. Jadi sekarang kau tinggal pilih” Ujar hyuk jae lagi dan kini sambil menatap hyejin lekat lekat.

“Ta..Tapi, apa orang tua kau mau menerima ku oppa?” Tanya hyejin takut-takut karna mereka adalah anak orang kaya pikir hyejin.

“Mereka pasti menerima-mu tenanglah” Jawab hyuk jae santai.

“Dan, jika kau menerima tawaran dari kami. Aku jamin lusa semua hutang2 keluargamu itu lunas! Dan kakakmu itu akan hidup sangat layak di Mokpo sana. Jadi, ottokhe? Masih mau menolak nona Park?” Ujar sungmin tegas dan menambahkan smirk andalannya itu diakhir kalimat.

Hyejin sendiri hanya bisa mengigit bibirnya sendiri, ia bingung harus berbuat apa. Matanya tak henti hentinya terpejam, seakan mencari jawaban didalamnya.

 

>>>>>

 

“Oppa, ottokhe?” Ucap hyejin malu malu saat ia keluar dari kamar ganti yang tersedia dibutik itu dengan menggunakan dress simpel selutut yang berwarna hijau muda itu.

Namun tak ada jawaban dari pria itu, Lee sungmin hanya diam, hatinya bergetar melihat hyejin dihadapannya saat ini. Matanya seakan tak mau menyipit sepeerti semula, bahkan bibirnya tak mau terkatup sejak ia melihat seorang gadis muncul dihadapannya saat itu.

“Oppa? Hey? Kau kenapa?” Tanya hyejin lagi.

“Eh? Eum, hehe ani. Ah, emm baiklah ambil yang itu saja” Jawab sungmin gugup sambil menggaruk samping keningnya yang sepertinya sama sekali tidak gatal itu.

Lalu hyejin pun kembali memasukkan (?) dirinya kedalam ruang ganti itu, dan mengganti bajunya seperti semula.

Setelah itu, mereka berdua berjalan memasukki sebuah restaurant untuk makan siang bersama.
@Restaurant

“Oppa, aku ketoilet dulu” Ucap hyejin yang langsung dibalas anggukan oleh sungmin, mungkin karna memang sudah tidak tahan (?) hyejin pun mempercepat langkahnya agar sampai ditoilet dengan cepat.

Tapi tiba tiba

BRUUUUK

Tanpa sengaja hyejin menabrak seorang wanita yang membuat mereka berdua terjatuh didepan toilet wanita.

“Ah, mianhae ahjumma. Jeongmal mianhae” Ucap hyejin berkali kali sambil membantu wanita itu berdiri lagi.

“Jeongmal, mianhae. Aku memang ceroboh ahjuma, mianhae” Ucap hyejin lagi sembari membungkukkan badannya berkali kali pada wanita itu.

“Ah, agashi. Tak usah seperti itu, aku juga salah” Balas ahjumma itu sambil tersenyum manis pada hyejin.

“Ani ahjumma, sudah jelas jelas aku yang salah. Tapi kau tidak papa kan?” Tanya hyejin memastika jika ahjumma dihadapannya itu baik baik saja.

“Nde, agashi. Aku baik baik saja, justru bagaimana denganmu?”

“Ah, gwenchana. Sekali lagi aku sungguh meminta maaf padamu ahjumma”

“Hemm, oh ya. Kalau boleh tau siapa namamu agashi?”

“Namaku? Emm, park…” Belum sempat hyejin melengkapi jawabannya tapi suara handphone ahjumma itu sudah berdering dengan kencang.

“Yeobseo? Oh? Ne,ne tunggu sebentar aku kesana sekarang” Ucap ahjumma itu saat menerima telepon.

“Ah, agashi. Maaf, aku permisi dulu ne” Ujar ahjumma itu lagi dengan terburu-buru lalu berjalan meninggalkan hyejin.

“Ne~ hati hati ahjumma” Balas hyejin yang disertai dengan respon anggukan dari ahjumma itu.

Lalu dengan segera hyejin memasuki salah satu ruang didalam toilet tesebut.

Setelah itu, ia kembali lagi menghampiri sungmin yang telah menunggunya sejak tadi.

 

>>>><<<<<

 

MALAM HARINYA..

Seorang gadis mungil nan cantik turun dari sebuah mobil mewah bak seorang ratu, dia Hyejin. Park hyejin.
Gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan dress sederhana berwarna hijau muda yang siang tadi ia beli bersama sungmin.

Memang, seharian ini hyejin hanya menghabiskan waktunya di mall dan di salon. Ia di rombak habis habissan oleh sungmin akibat suruhan dari hyuk jae yang malam ini akan membawa hyejin kehadapan orang tuanya dan diperkenalkan sebagai kekasih barunya itu.

“Oppa..” Ucap hyejin sembari menarik lengan hyuk jae yang berjalan disampingnya.

“Hmm?” Balasnya dan langsung menatap hyejin yang sangat cantik malam ini.

“Bagaimana, jika.. jika orang tua-mu itu menanyakan asal usulku dan juga keadaan keluarga ku?” Tanya hyejin lemah sembari menatap hyuk jae ragu ragu.

“Katakanlah yang sebenarnya” Jawab hyuk jae lalu menggaet tangan hyejin agar berjalan lagi menyamakan langkah mereka.

“Lalu? Apa aku harus mengatakan jika aku juga seorang korban human traficking?”

“Andwae, untuk yang itu kau harus menutupnya rapat rapat”

Hyejin terdiam, lalu berjalan lagi memasukki rumah mewah yang ada dihadapannya.

 

Saat ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah mewah keluarga Lee, hyejin dibuat kaget karna banyak sekali pelayan yang sedang menyambutnya dan membungkukkan badan pada mereka berdua. Lalu dengan refleks hyejin pun membalas salam mereka.

Hyuk jae hanya bisa tersenyum aneh melihat tingkah konyol hyejin.

Mereka terus melangkah hingga tepat mereka berhenti diruang makan yang cukup besar, dan lagi lagi hyejin hanya bisa berdecak tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini. Semua makanan lezat ada dihadapannya dengan porsi yang sangat banyak pastinya.

“Anyeong, eomma appa” Kata hyuk jae sembari membungkuk memberi salam pada kedua orang tuanya yang sudah duduk manis menunggunya sejak tadi.

Lalu orang tuanya itu hanya bisa tersenyum dan mengamati gadis yang kini hyuk jae bawa kehadapan mereka.

“Anyeong, eomma appa” Hyejin mengikuti jejak hyuk jae lalu terseyum manis pada kedua orang tua hyuk jae.

“Nee, anyeong. Cha, duduklah” Ujar appa hyuk jae itu.

Lalu hyuk jae dan hyejin duduk bersebelahan dan kini posisi mereka berhadapan langsung dengan orang tua hyuk jae itu.

“Siapa namamu?” Tanya appa-nya hyuk jae lagi.

“Naneun Park Hyejin Imnida” Jawab hyejin yang selalu ditambah senyuman manisnya.

“Tunggu, bukankah? Kau gadis yang tadi siang ditoilet itu?” Tanya eomma hyuk jae ragu ragu, sementara hyuk jae hanya bisa memandangi hyejin yang terlihat sedang mengenali seseorang.

“Ah, nee. Jadi? Ahaha, eomma itu ahjumma yang siang tadi aku tabrak ya? Aigoo, kita bertemu lagi” Jawab hyejin santai yang langsung membuat eomma hyuk jae itu ikutan tersenyum.

“Nee, jadi kau? Kekasih lee hyuk jae? Oh, aku akan merestui kalian berdua! Kapan kalian menikah?” Ucap eomma hyuk jae sembari memamerkan senyuman 3 jarinya itu.

“Jadi? Dia gadis yang kau ceritakan itu istriku?” Tanya appa hyuk jae pada istrinya.

“Ne, yeobo! Benarkan dia cantik dan sopan? Ah, kalau jodoh memang tak akan kemana kan yeobo?” Jawab eommanya itu sembari tak henti hentinya tersenyum.

Sementara hyuk jae? Oh! Dia hanya bisa mematung dan bertanya tanya dalam hati sebenarnya sihir apa yang dipakai hyejin hingga kedua oranng tuanya itu dengan cepat merestui hubungan mereka.

“Ne, kau benar istriku. Dan bagaimana jika pernikahannya kita laksanakan bulan depan?”

“Mwo? Secepat itu?”

“Hey! Hyuk jae untuk apa berpacaran lama lama heum? Sudahlah kau hanya tinggal berjanji dihadapan tuhan saja, biar semuanya eomma yang mengatur”

“Eum, mian tapi? Tapi kalian belum tau seluk beluk keluargaku” Ucap hyejin ragu ragu.

“Baiklah cagiya, ceritakanlah seluk beluk keluargamu, palli” Jawab eomma hyuk jae penasaran.

Lalu dengan ragu, hyejin pun menceritakan semua keadaan keluarganya saat ini dengan seksama. Dan hyejin pun harus sedikit berbohong masalah ia bisa sampai diseoul, karna dia bilang jika ia bisa berada diseoul karna diajak temannya mencari kerja.

“Jadi seperti itu, lalu apa kalian masih tetap mau menerimaku?” Tanya hyejin dengan polosnya.

Eomma dan Appa hyuk jae hanya bisa tersenyum mendengar cerita dari calon menantunya itu.

“Tentu, latar belakang keluargamu sungguh tidak ada manfaatnya bagi kami”

“benarkah eomma?”

“Nee, dan oh ya nanti oppa-mu itu akan kami bawa keseoul saat hari pernikahan kalian”

Hyejin dan hyukjae hanya bisa tersenyum pasrah menerima semuanya.

 

>>>><<<<<

 

“APA? Lusa? LUSA KAU MENIKAH?! Oppa kau!” Teriakan yeoja itu terdengar menyakitkan ditelinga hyuk jae.

“Yaa~ cagiya, tak ada pilihan lain. Aku terpaksa! Aku janji setelah semuanya selesai, aku akan menikahimu walau orang tuaku melarangnya” Hyuk jae berusaha menenangkan kekasihnya yang sedang dirundung panas akibat kekasihnya akan menikah sebentar lagi dan itu bukan dengannya.

“Tapi? Issh! Harus berapa lama aku menunggu hah”

“Sampai kami memiliki anak, dan anak itu berusia 3 tahun”

“Kenapa sampai menunggu anak itu berusia 3 tahun oppa!!”

“Yak! Karna jika masih berusia dibawah 3 tahun, hak asuh anak tentu tak akan jatuh ditanganku nanti. Pengadilan tak akan mengabulkan gugatan itu cagiya”

“SHIT! Tapi kau janji oppa!”

Hyuk jae hanya bisa menganggukkan kepalanya lemas -_-

 

SEMENTARA ITU.

# HYEJIN POV #

Hari sudah semakin sore, bahkan matahari seakan enggan menampakkan dirinya lebih lama disini.

Kusenderkan tubuhku pada dinding kaca yang ada dihalte bus ini sembari menunggu bus itu datang, hari ini aku sengaja keluar rumah untuk mampir sebentar ke perpustakan nasional yang tidak jauh dari apartement sungmin oppa. Karna aku jenuh jika harus mengurung diri setiap hari disana, apalagi jika hanya berdiam diri seperti itu aku pasti memikirkan Leeteuk oppa, bagaimana keadaannya saat ini? Apa dia baik baik saja? Walaupun sungmin oppa sudah membayarkan semua hutang-hutang keluargaku dan juga menanggung biaya hidup leeteuk oppa di mokpo, tapi entah mengapa rasanya aku hanya menghawatirkannya sekarang. Karna memang hanya dialah keluargaku satu satunya..

“Hyejin…? Park hyejin?” suara lelaki itu, membangunkanku dari dunia perlamunan (?) tapi sepertinya aku kenal dengan suara itu.

Kutolehkan wajahku kesamping mencari orang yang memanggilku barusan.

“Mwo? Do..Donghae oppa? Kau?” Jawabku saat melihat seorang namja yang juga selama ini aku rindukan, lalu tanpa pikir panjang aku langsung menghambur kepelukannya.

“Aku merindukanmu, sangat” Ujarnya sambil mengusap usap rambut panjangku.

“Nado oppa, aku juga sangat merindukanmu” Balasku.

Perlahan, kulepaskan pelukanku lalu menatap dalam pria dihadapanku ini. Sebulan tak bertemu dengannya sepertinya dia banyak berubah, mulai dari warna rambutnya yang sedikit kecokelatan dan juga pakaiannya. Kemeja berwarna biru itu sangat menambah kesan tampan diwajahnya.

“Sedang apa kau disini?” Tanyanya.

“Aku? Hahah, jelas sedang menunggu bus oppa. Kau ini” Jawabku, sambil mengerucutkan bibirku karna pertanyaannya yang sangat simpel itu.

Kulihat dia hanya bisa terkikik geli disampingku.

“Eo, oppa? Kenapa kau ada di Seoul? Lalu? Pakaianmu?” Tanyaku heran sembari memperhatikan tubuhnya dari atas sampi kebawah.

“Aku disini sedang meneruskan pendidikan S2 ku, sembari membantu donghwa hyung mengurus perusahaan keluarga kami disini” Jawabnya santai sambil terus menatapku sejak tadi.

“Benarkah? Oh, jadi kau sekarang adalah seorang direktur? Waah, cukkae oppa”

“Yah, bisa dibilang begitu”

“Tapi..? Seorang direktur menyempatkan menaiki bus kota itu adalah hal sangat langka dan unik oppa” Ujarku sambil melihat kesekitar jalan dan benar tak ada mobil satupun yang terparkir disini.

“Hahaha, mobilku sedang dibengkel dan tadi sebenarnya aku naik taksi lalu aku melihatmu disini dan aku turun menghampirimu”

“Benarkah? Aku tidak yakin” Ujarku sambil berusaha menggodanya.

“Aissh! Kau ini”

“Eo, oppa cukkae atas pernikahanmu. Mianhae aku tidak bisa datang” Senyuman manisnya itu luntur begitu saja saat mendengarku memberikan ucapan selamat atas pernikahannya itu.

“Kau tau aku sudah menikah?” Jawabnya kaget.

“Itu..” Matanya mengikuti arah telunjuk tanganku yang sedang menunjuk jari manis kanannya yang sudah terlingkar jelas sebuah cincin pernikahan.

“Oh, hehe. Kamsahamida. Eum, hyejin ah aku sudah mendengar semua musibah yang menimpamu saat kau pertama kali datang di seoul ini” Mataku membulat, keningku berkerut. Darimana dia tau?

“Jangan heran begitu, minggu lalu aku kembali ke Mokpo dan bertemu dengan leeteuk hyung dan menceritakan semuanya termasuk jika ehm, sebentar lagi kau menikah” Lanjutnya sambil menundukkan wajahnya, aku tau oppa kau cemburu.

Memang benar, beberapa waktu lalu aku mengirimkan surat untuk yang pertama kalinya untuk leeteuk oppa dan disurat itu aku menceritakan semuanya. Yang terjadi padaku saat itu.

“Ah, pria itu. Tak bisa menjaga rahasia rupanya hahha” Ujarku berusaha sesantai mungkin.

“He’um. Oh ya hyejin ah” Ucap donghae oppa sambil merogoh sesuatu disakunya, yaitu handphone miliknya lalu memencetnya beberapa kali lalu menempelkan handphonenya itu ditelinga-nya.

“Yeobseo, hyung!! Kau harus mendengar ini” Ucapnya bersemangat dengan ponsel yang masih setia ditelinganya itu, lalu tersenyum padaku dan menyerahkan ponselnya itu padaku.

“Bicaralah” Suruhnya, dan akupun hanya menurutinya.

“Yeobseo…” Ucapku.

“Mwo? Hyejin ah” Suara balasan itu seakan membuat hatiku berbunga-bunga aku sangat hapal dengan suaranya. Jung soo oppa.

“Oppa? Jung soo oppa? Leeteuk oppa? Ah, bogosippo” Ujarku dengan suara yang sangat bahagia karna akhirnya setelah selama sebulan terpisah akhirnya aku bisa mendengar suaranya lagi.

“Yaa~ nado cagiya. Oppa juga sangat merindukanmu sayang”

“Oppa. Ah, aku bahagia sekali bisa mendengar suaramu lagi oppa”

“Ye~ cagiya, oppa pun begitu. Oh ya? Kau sudah bertemu dengan donghae?”

“Ye~ pria tampan itu sekarang sedang ada disampingku. Ternyata setelah sebulan tak bertemu dengan ikan ini, rasanya ia bertambah tampan oppa, eh? Tapi sayang dia sudah memiliki seorang istri, heheh” Kulihat donghae oppa hanya bisa menunduk sambil tersenyum malu menyembunyikan wajahnya yang kuyakin sudah memerah karna kugoda barusan.

“Haha, hyejin ah, mian oppa sedang sibuk pelanggan bertambah banyak”

“Eh? Pelanggan?”

“Ne, calon suamimu itu yang memberikan oppa rumah makan dipinggir laut ini. Dan berkatnya kini oppa sudah hidup dengan sangat layak sayang”

DEG!
Hyuk Jae oppa? Dia melakukan itu semua? Benarkah? Baik sekali kau oppa, aku tak menyangka.

“Ye~ hyejin ah, sudah dulu ne. Sampai jumpa lusa nanti”

“Ne, oppa”

Sambungan telepon pun terputus, lalu senyuman terus mengembang diwajahku. Etah mengapa rasanya aku sangat bahagia bisa mendengar suara leeteuk oppa lagi.

“Oppa, gomawoyo ne” Kusodorkan kembali ponselnya itu padanya.

“Eo, ne” Jawabnya sambil memasukkan kembali ponselnya itu kedalam saku celananya itu.

“Dimana rumah-mu?” Tanyanya lagi.

“Aku tinggal di apartement yang 4 tikungan dari sini”

“Oh ye? Ah, berarti kita satu arah. Eh, itu bus datang. Kajja” Donghae oppa mengenggam tanganku dan menarikku pelan agar menyamai langkahnya menuju sebuah bus yang  baru saja datang didepan kami.

 

>>>><<<<

 

Senyumanku seakan enggan luntur sedari tadi semenjak bertemu dengan donghae oppa dan juga bisa mendengar suara leeteuk oppa lagi, bahkan saat tadi didalam bus kami sempat bertukar nomer ponsel agar kami bisa saling berkomunikasi lagi seperti dulu.

*Bip bip*
Kudorong perlahan pintu apartement ini dan berjalan santai memasukkinya lebih dalam, tapi kulihat televisi sedang menyala. Ah, apakah ada orang yang datang?

Kuberjalan mendekati sofa itu, dan kulihat ada hyuk jae oppa sedang tertidur. Apa yang dia lakukan disini? Tak biasanya dia datang kemari? Ah sudahlah, apa peduliku? Dia saja tak pernah memperdulikanku.

Setelah melihatnya, kini kumeneruskan langkahku menuju kamar tidurku.

“Dari mana saja kau?” Langkah ku terhenti, oh ternyata dia tidak tidur hanya berpura-pura. Huh dasar!

“Eum? Dari perpustakaan nasional oppa. Wae?” Jawabku sambil menatapnya yang masih memejamkan matanya itu.

“Benarkah? Hahah. Kau pintar berbohong ya rupanya?” Ujarnya sambil tersenyum tetapi masih dengan posisinya tadi.

“Ha? Berbohong? Maksudmu?”

“Sudahlah hyejin ah, aku tau kau baru saja pergi berkencan dengan kekasihmu itu kan?”

DEG! Demi tuhan! Aku tak mengerti dengan apa yang orang ini bicarakan, kini hyuk jae oppa sudah membuka matanya dan menatapku dingin.

“Kekasih? Aku tak punya kekasih oppa”

“Ow, lantas pria tadi? Dihalte bus? Yang memelukmu itu? Ah, sudahlah lupakan. Tak ada gunanya juga aku mengetahui semua hubunganmu ya? Haha”

Jadi? Dia melihatku tadi bersama donghae oppa? Isssh, apa apaan orang ini? Menuduh sembarangan, dan menyuruhku melupakan kata-katanya barusan. Tch, dan lihatlah sekarang dia malah berdiri dari tidurnya lalu berjalan menuju pintu. Sungguh pria aneh, aku menyesal menyukaimu.

“Oppa, sebenarnya ada apa kau kemari?” Tanya ku yang sukses menghentikan langkahnya itu.

“Aku kemari sebenarnya untuk mencari sungmin, tapi ternyata dia tak ada disini”

“Sungmin oppa?”

“Ne, sejak pagi aku tak menjumpainya dikantor. Lalu ponselnya juga tidak aktif, dan kukira dia sedang ada disinni”

“Ada apa dengannya? Sejak kemarin, dia tak pernah datang kemari” Desisku sambil mengingat sesuatu yang mungkin saja membuatnya marah padaku, mungkin sajakan dia tiba-tiba menghilang dan menjauhiku.

Aishh, ada apa denganmu oppa?

“Ya, hyejin ah. Mengapa melamun? Sudahlah, aku mau pulang” Ujarnya tiba-tiba dan meneruskan langkahnya.

“Ye, oppa. Hati-hati dijalan” Jawabku.

Sambil mencari ponselku ditas dan mencoba menghubungi sungmin oppa….

 

 

 

Nah loh? Kemana si sungmin tuh?

 

 

 

TBC…
RCL PLEASE.

Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya J terima kasih *BOW

14 thoughts on “Our Love Like This (Part 5)

  1. Daebak!!
    d part ini bikin senyum2 sendiri, entahlah apa saya t’lalu mendrama tisir atau apa (?) #ngoceh😀
    Next part ditunggu thor!!
    Cepetan #maksa

  2. Hyuk galak banget dech..tp diem2 mulai cemburu liat Hyejin dipeluk Donghae..Sungmin kyknya lagi menetramkan (?) diri untuk menerima pernikahan hyungnya *sok tau* lanjut next part😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s