Our Love Like This (Part 4)

 

OLLT4

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT        : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
*Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
*Lee SungMin (SJ)
*Lee DongHae (SJ)
*Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
*Shin Yong Jie (OC)
*DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

 

 

HAPPY READING^^

 

 

 

CHAPTER 4

# AUTHOR POV #

“Jangan panggil aku tuan lagi! Cukup panggil namaku saja”

“…..”

“Namaku Lee Sungmin” Jawab pria itu sambil tersenyum.

“Lee Sungmin? Seperti itu?” Tanya hyejin dengan wajah yang sangat ragu ragu.

“Ndee”

“Itu sangat tidak sopan tuan”

“Haaaah, sudah kubilang berhenti memanggilku tuan” Hyejin hanya terdiam menunduk.

“Ah, baiklah baiklah. Sekarang begini saja, berapa umurmu?” Tanya sungmin lagi.

“23 tahun”

“Ya! Kau lebih muda satu tahun dariku, jadi kau panggil aku Sungmin Oppa? Ottokhe?”

Hyejin menatap pria itu, lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Nde.. Sungmin oppa”

“Cha, oh ya. Apa kau belum mengantuk? Sudah pukul setengah satu malam ternyata” Ujar sungmin seraya bangkit dari duduknya dan beranjak pergi dari ruang makan.

Hyejin pun hanya mampu menatapi punggung sungmin yang sudah menghilang dari hadapannya, lalu membereskan sisa sisa makanan mereka.

Setelah itu, hyejin pun beranjak pergi dari ruang makan dan berjalan menuju ruang tamu dan tak sengaja melihat sungmin sedang berbaring disofa sambil berusaha memejamkan matanya.

“Tuan, ehm. Sungmin oppa, kenapa kau tidur disini?” Tanya hyejin yang membuat sungmin membuka matanya lagi.

“Jadi? Kau ingin kita tidur satu ranjang? Iya begitu?” Jawabnya sambil tersenyum.

“Eh? Ani! Ani! Bukan begitu tapi..”

“Dirumah ini hanya ada satu kamar, jadi kau tidurlah dikamarku biar aku tidur disini” Ujar sungmin sambil menutup matanya lagi.

“Tidak bisa begitu oppa, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu. Jadi biar aku saja yang tidur disini”

“Kau itu perempuan, jangan suka membantah hyejin ah” Jawab sungmin dengan mata terpejam.

“Tapi….”

“Sudah kubilang. Aku tidak suka dibantah! Jadi cepatlah sana tidur!”

Mendengar nada suara sungmin yang sudah berbeda dan sedikit meninggi, hyejin pun mau tak mau menuruti kata kata sungmin itu dan perlahan melangkah masuk kedalam kamar sungmin dan mulai memejamkan matanya.

 

PAGI HARINYA…

# SUNGMIN POV #

Perlahan kukerjapkan beberapa kali mataku yang masih sangat ingin tertutup ini, namun mengingat pagi ini aku harus mengahadiri rapat direksi dikantor pun membuatku mau tak mau harus membuka mata selebar mungkin.

Kurasakan sesuatu yang hangat menutupi tubuhku, lalu aku tersenyum. Pasti dia yang menyelimutiku, gadis itu. Gadis yang kubeli dari seorang ahjumma penampung para gadis kampung yang akan ia jual sebagai pelacur. Entahlah kenapa aku mau membelinya, aku juga tidak tahu sampai saat ini. Tapi entah mengapa semalam hatiku berteriak untuk menolongnya, hyejin itulah nama gadis cantik dan polos itu.

Entah mengapa rasanya aku sangat menyukai wajahnya yang polos itu, apa mungkin? Aku menyukainya? Ah, benarkah? Secepat ini?

Kugelengkan kepala ku berkali kali. Lalu berjalan menuju kamarku lalu membukanya perlahan, aku tak menemukannya diatas ranjang, apa ia sudah bangun? Lalu akupun memeriksa kamar mandi dan hasilnya pun sama tidak ada! Kemana gadis itu? Ah sudahlah, tak perlu memikirkannya yang jelas saat ini aku ingin mandi dan bersiap berangkat kekantor.
>>>>>

Akupun sudah rapih dan bersiap untuk berangkat kekantor, tapi aku tak kunjung menemui gadis itu. Dimana dia? Apa dia?

Eh tunggu, aroma apa ini? Seperti makanan? Karna penasaran akupun berjalan menuju dapur dan mendapati hyejin sedang menata makanan dimeja makan.

“Hyejin ah, sedang apa kau?”

“Oh, Oppa. Hehe, maafkan aku jika sebelumnya aku tak izin terlebih dahulu padamu. Aku memasak makanan untukmu”

Hyejin kau benar benar begitu sopan, mana mungkin aku melarangmu memasak makanan hah? Hahah. Kau sungguh polos hyejin ah.

“Oppa?”

“Eh, nde. Tak apa, anggaplah ini juga rumahmu. Jadi tak perlu canggung, perlakukanlah rumahku ini seperti kau memperlakukan rumahmu. Dan satu lagi, tak perlu meminta izin padaku jika kau ingin melakukan sesuatu disini, arraseo?” Ujarku panjang lebar yang hanya dibalas sebuah anggukkan dan senyuman yang seakan membuat hatiku damai melihat senyumannya.

“Emm oppa kau rapih sekali, apa kau ingin pergi bekerja?” Tanyanya, aigoo hyejin kau pikir aku ingin pergi kepasar dengan pakaian seperti ini?

“Tentu, kau pikir?” Jawabku.

“Oh, hehe. Yasudah kalau begitu kau harus sarapan terlebih dahulu oppa, kajja cepatlah makan. Nanti kau bisa telat pergi kekantor” Ujarnya, dan akupun hanya bisa menurut dan duduk dibangku.

“Oppa, sebelumnya mianhae jika masakanku rasanya tidak enak dilidahmu”

Akupun mengabaikan katakatanya itu dan dengan cepat memasukkan makanan ini kedalam mulutku.

Aku terbelalak, rasanya begitu enak. Bahkan lebih mirip dengan masakan dihotel hotel bintang lima. Oh GOD! Hyejin ah, kurasa aku benar benar menyukaimu setelah menghabiskan masakanmu.

“Ottokhe oppa? Anehkah?” Tanyanya dengan wajah cemasnya.

“Emmm, Mashitta. Jeongmal Mashitta” Jawabku, lalu kulihat sebuah senyuman terhias indah diwajahnya menambah kecantikan dirinya.

Lalu kamipun makan bersama seperti semalam.

“Oh ya hyejin ah, untuk sementara waktu kau tinggal diapartement ku dulu. Maaf aku belum bisa mengirimmu kembali ke Mokpo, karna sesuai perkataan kau semalam, kau akan membantuku bukan?”

“Nde.. benar, lalu apa yang harus kulakukan?”

“Emm, kau harus mengurus apartementku”

“Apa hanya itu?”

“Entahlah, mungkin ada lagi yang lain, tapi aku belum bisa memastikannya”

“Baiklah” Hyejin pun tersenyum.

“Hyejin ah, nanti malam aku akan pulang kerumah orang tuaku. Dan kemungkinan aku akan sering menginap disana, tapi sesekali mungkin aku akan menengokmu kemari, yaa hanya sekedar untuk memastikan pekerjaanmu. Dan masalah gajimu, aku akan memberinya perbulan”

“Mwo? Bahkan setelah menolongku, kau masih ingin membayar pekerjaanku oppa?”

“Nde, waeyo?”

“Sudahlah oppa, kau terlalu baik padaku. Jangan membayar ku”

“Jika aku tak membayarmu, bagaimana bisa kau melunasi semua hutang hutang orang tuamu itu heum?” Hyejin terdiam, kurasa ia tak tau untuk menjawab apa.

“Aku akan mencari kerja disekitar sini oppa, tapi aku tetap tak akan melupakan kewajibanku untuk mengurus apartementmu”

“Aniyo! Tidak boleh! Apa kau tidak takut jika terjebak untuk yang kedua kalinya heum? Hyejin dengar aku! Seoul berbeda dengan Mokpo! Banyak orang jahat disini” Ucapku sebisa mungkin menakut nakutinya.

Hyejin hanya bisa terdiam, dan kuyakin ia percaya dengan perkataanku tadi. Haha mianhae hyejin ah, aku menakut nakutimu.

“Kau cukup berdiam diri disini, sampai aku memberikan pekerjaan selanjutnya padamu. Arraseo?” Ucapku sembari berdiri hendak berjalan pergi bekerja.

“Arraseo oppa”

“Yasudah, aku pergi dulu”

“Nde, hati hati oppa. Jangan ngebut bawa mobilnya” Seperti ada yang aneh pada hatiku ini, apa ini? Kenapa aku begitu senang? Padahal ia hanya mengatakan hati hati? Ah sudahlah.

 

SORE HARINYA..

# AUTHOR POV #

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, namun hyejin belum kunjung bangun dari tidurnya sehabis membereskan seluruh sudut apartement sungmin yang sesungguhnya tidak terlalu berantakan.

Tapi entah mengapa sepertinya hyejin begitu lelah, apa karna semalam ia hanya tidur beberapa jam saja.

“Tch, gadis ini. Kenapa sepertinya ia lelah sekali? Apa yang dia lakukan seharian ini?” Ujar sungmin yang ternyata sudah hadir disamping hyejin yang sedang terlelap disofa.

“Hyejin ah, ireonna. Ireonna kajja ireonna” Ucap sungmin lagi sembari menguncang-guncangkan tubuh hyejin.

Perlahan hyejin pun menggeliat, lalu mengerjapkan matanya berkali kali hingga tersadar sepenuhya.

“Eum? Oppa? Kau disni? Sejak kapan? Bukannya kau bilang…”

“Ndee, aku kemari hanya ingin memberi ini padamu” Jawab sungmin sembari memberi dua buah tas belanjaan itu kepada hyejin, dan beranjak menuju pintu.

“Apa ini?”

“Lihatlah sendiri, aku ingin pulang dulu” Jawab sungmin lalu benar benar menghilang dibalik pintu.

“Ya oppa! Kenapa kau aneh sekali? Iss, apa ini?” Gerutunya sembari membuka tas tas belanjaan itu.

Matanya membulat, mulutnya terbuka lebar saat menemukan beberapa pakaian dalam wanita disalah satu tas belanjaan itu.

“Ige Mwoya? Dia yang memilihnya untukku? Jinja? Dia membeli ini sendiri? Oh tuhaaaaan” Ujar hyejin sembari terus membuka tas yang satunya lagi.

Dan mendapatkan beberapa pakaian wanita seperti shirt dan juga celana yang cukup banyak. Dan rata rata semua baju itu pas dengan ukuran badannya.

“Kenapa semuanya pas sekali? Apa semalam dia mengukur besar tubuhku eoh?” Ujar hyejin masih tak percaya.

Lalu ia menemukan secarik kertas yang tertempel pada dinding tas kardus itu.

Hyejin ah, ottokhe? Apa semua baju itu pas ditubuhmu heum?
Dan apa kau menyukainya?
Mianhae jika kau tak menyukainya, karna itu bukan aku yang memilihnya karna aku tak tau seleramu.
Maka dari itu, aku menyuruh sekertarisku yang ukuran tubuhnya tak beda jauh darimu.
Aku yang menyuruhnya membeli semua perlengkapamu,
Lalu, jika kau tak menyukainya maka kau boleh memarahi sekertarisku itu.
Heheheheh…

-Sung Min-
“Haahahaah, kupikir kau sendiri yang membelikan pakaian itu oppa. Haha pantas saja” Hyejin terkikik geli, lalu berjalan kekamar dan hendak mandi.

 

 

SEMENTARA ITU.

(Ceritanya disini sungmin lebih muda dari pada hyuk jae)

Dengan santai sungmin memasukki rumah kedua orang tuanya itu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Hyungnya itu sedang dimarahi oleh kedua orang tuanya diruang tengah.

Sungmin hanya bisa menyaksikan Hyung-nya itu diam tak berkutik.

“Yak! Lee Hyuk Jae! Sudah eomma bilang berkali kali, putuskan Shin yong jie kekasihmu itu” Ujar seorang perempuan paruh baya yang biasa dipanggil eomma itu oleh sungmin.

“Tapi eomma, aku mencintainya” Balas pria itu yang sejak tadi dia tak berkutik.

“Hyuk Jae ya! Dia bukan wanita baik baik, dengar itu!”

“Tapi eomma, kau tak bisa menuduh yong jie seperti itu”

“Apa kau bilang heum? Hey hyuk jae, appa mendengar dan melihat sendiri Yong Jie-mu itu memaki maki eomma-mu di Mall siang tadi” Pria peruh baya itu ikut memarahi anaknya itu.

“Mwo? Benarkah? Haha, hyung jadi benar dugaanku. Jika yong jie itu bukan wanita yang baik” Sungmin yang terdiam sedari tadipun kini ikut mengeluarkan suaranya.

“Eh? Sungmin? Sejak kapan kau datang?” Tanya eomma nya itu.

“Sejak tadi eomma” Jawab sungmin dan langsung mendudukkan tubuhnya disebelah hyuk jae hyung satu satunya itu.

Lee hyuk jae hanya bisa memandang adik nya itu lalu kembali membela kekasinya yang bernama Shin yong jie itu.

“Tapi eomma, appa, jebal. Restui aku, bukannya kalian menyuruhku untuk menikah secepatnya? Agar Lee Corporation segera memiliki penerus? Iyakan?” Bela hyuk jae lagi.

“Ndee, benar. Kami menyuruhmu untuk menikah secepatnya tapi tidak untuk gadis tak tau sopan santun seperti yong jie itu! Arraseo hyuk jae ya!” Bentak eomma nya itu.

“……” Hyuk jae terdiam.

“Untuk apa kau menikah dengan gadis cantik dan kaya seperti yong jie, tapi sama sekali tak memiliki sopan santun. Lebih baik kau menikah dengan gadis kampung yang benar benar memiliki sopan santun dan tata krama yang baik. Camkan itu hyukjae dan itu juga berlaku untukmu Sungmin ya” Ujar eommanya itu lagi.

“Benarkah? Bukankah jika orang kaya seperti kita juga harus bersanding dengan wanita kaya pula?” Tanya sungmin polos.

“Hey! Dengar kami anakku. Kita sudah memiliki segalanya, jadi untuk apa kalian meminang gadis yang kaya pula heum? Kami tak menginginkan kekayaan menantu kami sayang, yang kami inginkan hanyalah menantu yang memiliki sejuta kesopanan” Jawab appa-nya itu. (*Aigooo, andaikan ada orang tua yang nyata seperti ini. Pasti author yang akan ditunjuk terlebih dulu buat jadi menantu mereka. *Eh apa ini? #Plaaak abaikan :D)

“Jadi kau dengar itu Lee Hyuk Jae sayang. Putuskan yong jie, carilah wanita yang jauh lebih baik darinya” Ujar eomma-nya lalu pergi meninggalkan kedua anaknya itu yang disusul dengan appa-nya juga.

Hingga kini hanya tinggal mereka berdua Lee Bersaudara yang ada diruang keluarga itu.

“Hyung, memangnya eomma dan appa sudah bertemu dengan yong jie?” Sungmin buka suara.

Hyuk jae mengangguk lemas.

“Nee, siang tadi saat aku makan siang bersamanya dimall”

“Lalu? Apa benar kata appa tadi jika yong jie memaki eomma?”

Hhhh, hyuk jae menghela nafasnya yang rasanya begitu berat, lalu menceritakan kronologi kesialan yang siang tadi menimpanya.

 

*FLASH BACK*

Pria bertubuh kurus itu sedang mengurus pembayaran makanan yang tadi ia makan bersama kekasihnya itu dikasir seorang diri, sementara kekasihnya sedang menunggunya didepan pintu masuk restaurant yang letaknya tak begitu jauh dari posisinya kini.

“Yak! Ahjumma! Kau punya mata tidak?!” Suara melengking seorang perempuan yang sangat ia kenal itu, kini menggema disekitar restaurant dimana hyuk jae berada.

Dengan cepat, setelah mendengar suara kekasihnya yang sedang marah, hyuk jae pun menghampiri kekasihnya itu yang ternyata sedang memaki seorang wanita paruh baya yang sudah sangat tidak asing bagi hyuk jae, yaitu eomma-nya sendiri namun hyuk jae langsung menghentikan langkahnya hingga kini ia tak berada begitu dekat dengan mereka.

“Mianheyo agashi, sudah dibilang istri saya tidak sengaja” Ujar pria paruh baya disampingnya.

“Ndee.. Jeongmal mianheyo” Wanita paruh baya itu mengeluarkan tissue nya dan berusaha membersihakan tangan yong jie yang basah terkena coffelate yang ia bawa.

“Yak! Kau tidak lihat eum? Bajuku basah! Mana mungkin dengan meminta maaf bajuku bisa kering? Hah! Dasar ahjuma bodoh” Cerca yong jie terus menerus tanpa mengetahui jika yang sedang dia maki adalah calon mertuanya sendiri.

“Yaaa` agashi, jaga ucapanmu” Balas appa hyuk jae.

“Ahjussi! Sepertinya kau harus membawa istrimu itu kedokter mata! Arraseo?” Bentak yong jie lagi.

“Yong jie! Guemanhae!” Ucap hyuk jae sambil menghampiri mereka.

“Hyuk jae? Kau mengenal gadis ini eoh?” Tanya eommanya itu dengan dahi yang bekerut.

“Nde, eomma” Jawab hyuk jae sambil menatap yong jie yang sedang kaget sempurna mendengar kekasihnya itu memanggil wanita yang sudah dimakinya itu dengan sebutan ‘eomma’

“Eomma? Jadi? Mereka?” Ucap yong jie terbata.

“Nde.. kami orang tua hyuk jae. Waeyo?” Balas Appa hyuk jae.

“Eoh, mi-mianhae.. eomma, appa. Aku—aku” Belum sempat yong jie melanjutkan kata katanya, tetapi eomma-nya hyuk jae itu dengan cepat memotongnya.

“Siapa wanita ini hyuk jae? Jangan bilang?”

“Ndee, eomma appa. Dia kekasihku, mianhamnida maafkan dia” Ujar hyuk jae dengan nada yang memohon.

“Yee, maafkan aku. Aku hanya terbawa emosi tadi, mianhae” Kini wajah yong jie berubah, yang tadinya merah menahan marah kini berubah menjadi merah menahan Malu.

“Hahaha, Yeobo kajja kita pergi” Ujar eomma hyuk jae lagi sembari menatap penuh arti pada anaknya itu, lalu pergi berlalu dari hadapan anaknya yang sedang diam mematung karna kejadian tadi.

*FLASH BACK OFF*

“Haaaah, hyung! Kau benar benar babo!” Tuduh sungmin begitu saja saat mendengar penuturan kronologi kejadian siang itu.

“Ya! Kenapa kau mengataiku?”

“Tch, memang seperti itu! Harusnya, saat itu kau segera pergi dari tempat itu”

Pletak! Satu jitakan mulus mendarat dikening sungmin itu.

“Aw, yak? Wae hyung?”

“Sepertinya kau yang bodoh! Jika seperti itu, yong jie akan memutuskan-ku segera” Jawab hyuk jae dengan tatapan frustasinya.

“Eh? Bukankah itu baik? Jadi kau tak perlu lagi berurusan dengan gadis jahat itu”

“Yong jie bukan gadis yang jahat”

“Haaah, whatever lah hyung. Sepertinya kau benar benar sudah terjebak oleh permainannya”

“Entahlah, aku bimbang sekarang. Apa yang harus kulakukan? Sungmin ya?”

“Yaaa, kau harus menuruti perintah mereka. Segera menikah dengan gadis baik baik, dan cepat cepat berikan mereka cucu” Balas sungmin sambil menepuk nepuk pundak hyungnya itu dengan senyuman meremehkan.

“Menikah dengan siapa? Yong jie saja tak direstui oleh mereka” Jawabnya hyuk jae frustasi, sebenarnya hyuk jae juga sudah ingin sekali menikah mengingat umurnya yang sudah menuju 28 tahun.

“Hey hyung! Banyak gadis yang baik diluar sana, cepatlah cari sebelum eomma dan appa benar benar akan menjodohkanmu dengan gadis kutu buku yang kemarin main kesini bersama orang tuanya itu hahahah”

“Yak! Sungmin ah, jangan mentertawakanku. Harusnya kau membantuku! Carikan gadis yang mereka inginkan” Hyuk jae sangat kesal dengan adiknya ini, harusnya ia membantu bukan malah mengejek hyuk jae seperti ini.

“Baiklah, aku tau siapa orangnya” Jawab sungmin sambil menyungingkan senyumnya itu.

“Nuguya?” Tanya hyuk jae penasaran.

“Namanya Hyejin”

“Lengkapnya?”

“Entahlah, aku hanya tau nama panggilannya. Karna aku baru mengenalnya seharian ini” Jawab sungmin santai.

“Mwo? Kau gila! Baru bertemu sekali, sudah yakin jika dia gadis baik hahah aneh”

“Hyung! Aku yakin dia gadis baik baik! Pegang omonganku” Balas sungmin mantap, lalu hyuk jae hanya menatapnya penuh curiga.

“Besok pergilah ke apartementku, gadis itu ada disana” Lanjut sungmin lagi.

“Mwo? Jadi? Jadi kau menyembunyikan wanita diapartemenmu? Hah! Anak nakal” Ejek hyuk jae yang langsung berhasil mendapatkan tatapan kesal dari adiknya itu.

“Kami tak melakukan apapun” Balasnya.

“Jinjayo?” Hyuk jae terus menggoda adiknya itu.

“Terserahmu hyung” Balas sungmin yang sama sekali tidak terpancing godaan hyungnya itu dan pergi menuju kamarnya.

 

 

# HYEJIN POV #

Kulihat jam menunjukkan pukul lima sore, semua pekerjaanku sudah selesai sejak pagi tadi karna memang tak ada yang perlu kubereskan disini. Semuanya sudah tertata rapih, haaah. Aku bosan, apakah sungmin oppa akan datang menemuiku? Aku sudah memasak makan malam untuk kami, semoga masakanku tidak terbuang sia sia.

Semoga saja dia datang menemuiku, sambil menghilangkan rasa bosanku maka kuambil remote tivi dan menontonya mencari tayangan yang semoga saja bisa menghiburku disaat seperti ini.

“Hyejin ah” Itu, suara sungmin oppa. Dengan segera kutolehkan wajahku menghadapnya yang kini ada dibelakangku. Aku bangkit dari posisiku dan berjalan menghampirinya.

“Oh, oppa kau datang?” Tanya ku senang dan karna itu berarti makananku malam ini tak terbuang sia sia.

“Nee, bersama hyung-ku” Jawabnya sembari menatap kearah pintu dan muncullah seorang pria bertubuh tinggi dan sedikit kurus, garis wajahnya yang begitu tegas membuat point plus baginya yang memang sudah tampan.

Pria itu menatapku, lalu kenapa jantungku seperti ini? Berdetak lebih cepat dua kali lipat. Ada apa denganku? Apa aku menyukai pria ini? Oh god! Aku baru bertemu dengannya sekali, kenapa perasaan ini muncul begitu cepat?

“Ekkhm” Pria itu berdeham, membuat semua lamunanku pergi begitu saja.

“A-anyeong tuaan?” Ucapku sambil membungkuk memberi salam.

“Jangan panggil dia tuan. Panggil dia monyet saja” Ujar sungmin oppa.

“Eh?” Ucapku terkejut.

“Jangan dengarkan dia! Namaku Lee Hyuk Jae” Balas pria ini sembari menyodorkan tangannya.

Jantungku semakin tak karuan, aku gugup!

“Nee, Hyuk jae oppa. Na-namaku Park Hyejin” Jawabku sembari membalas jabatan tangannya.

Kami saling menatap satu sama lain, tapi kenapa sedari tadi aku tak melihatnya tersenyum? Apa dia tak menyukaiku? Benarkah? Oh sudahlah, jangan terlalu banyak berharap hyejin ah! Kau ini hanya gadis kampung. Dengar itu.

“Hyejin ah, kau memasak ini untuk kami?” Teriak sungmin oppa yang ternyata sudah ada disapur sejak tadi.

“Oh, nde oppa. Aku, memasaknya untuk kita” Jawabku sambil berjalan menghampiri sungmin oppa dan meninggalkan pria itu sendiri, hah biarlah.

Tapi ternyata pria itu mengikutiku sampai didapur, dan duduk dengan santainya dikursi sebelah sungmin oppa tanpa ada sepatah katapun yang terucap dari mulutnya itu.

“Hyung, kau harus mencobanya. Ini enak sekali” Ujar sungmin oppa sambil terus memasukkan bibimbap buatanku tadi kedalam mulutnya.

Lalu kulihat hyuk jae pun langsung mengikuti jejak adiknya itu lalu mengangguk pada sungmin oppa.

“Mashitta” Ucapan yang sesederhana itu, entah mengapa rasanya begitu membuatku melayang.

“Hyung otthoke? Kau berniat bersamanya tidak?” Ucap sungmin oppa sembari melirikku, apa? Berniat apa? Ada apa ini, kenapa rasanya aku menjadi takut? Apa yang akan mereka perbuat padaku?

 

Tuhan? Apa yang mereka rencanakan? Tolong jangan jual aku lagi.

Kini hyuk jae oppa sedang menatapku dalam dalam, itu sungguh membuatku risih. Baiklah, lebih baik kutundukkan kepalaku saja sambil berkonsentrai pada makanan dihadapanku ini.

“Jangan tundukkan kepalamu” Deg! Apa? Oh tuhan aku semakin takut dengan kedua pria ini.

Mau tak mau aku pun mengangkat kepalaku dan menatapnya.

 

 

 

TBC…
RCL PLEASE.

Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya J terima kasih *BOW

16 thoughts on “Our Love Like This (Part 4)

  1. Tebakanku salah. Kirain yg menolong HyeJin itu HyukJae, ternyata Sungmin.

    Kayaknya bakal ada kisah cnta segitiga atau segiempat dengan DongHae jg?

  2. Walah,,,Sungmin toh ternyata,,kirain Hyuk Jae..btw..ini kocak Hyuk jadi hyungnya..muka emg imutan sungmin sih *lol
    Bakalan cinta segi brp ini hyejin,,ada Donghae, trus Sungmin suka jg,,trus klo jadi nikah sm Hyukjae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s