I Miss You [part 1/2_HH couple]

 

IMY1Of

Title : I Miss You [part 1/2_HH couple]

Author : wentmawar

Pin : 21904D61

Fb : Mawar sarii

Twitt : @wentmawar

Cast : Song Hyo Won Lee Hyukjae Other

Genre : sad, romance, Twoshoot

Rate : PG +17

Disclaimer : semua cast di ff ini adalah milik sang pencipta, tapi ff ini hanya milikku. Don’t bash or copas ya chingu

 

Let’s Read!!!

|| meski aku tak mampu menyentuhmu, setidaknya melihatmu tersenyum sudah cukup mengobati rindu ini ||

 

@Neunggok-Gyeonggi, South Korea

Hyo won pov

“Wonnie.. Saranghae!”

“Waeyo?”

“Molla. Yang ku tau Lee Hyukjae mencintai Song Hyo won. Itu saja”

Akhirnya aku yang berumur 7 tahun itu tersenyum. Dia. Namja berumur 10 tahun itu telah berhasil mencuri hatiku saat itu. Membawa hatiku kemanapun yang ia mau. Bahkan ketika aku tak mampu melihatnya lagi untuk selamanya pun hatiku tetap bersamanya.

Hyukjae-a, mau kau bawa kemana lagi hatiku? Mungkinkah kau ingin membawanya ke surga? Kau tau itu tempat yang abadi, disana tidak akan ada rasa sakit yang akan membuatmu menangis. Aku ingin pergi kesana bersamamu suatu saat nanti.

.

.

.

“WONNIE!!!!!”

Kau berteriak. Hey, ada apa denganmu? Kau berlari tergesa menghampiriku saat itu. Kau datang dan lebih dekat denganku, kini bahkan kau memelukku. Hyukjae-a, pelukanmu adalah hal yang sangat aku suka selain matamu. Saat kau memelukku, kehangatan dan rasa nyaman itu menjalar ke seluruh bagian tubuhku. Rasanya aku ingin tidur dalam pelukanmu hyukjae-a. Bolehkah?

BRAAK

Hyukjae-a, apa yang terjadi? Aku merasakan tubuhku terdorong saat itu. Kau terjatuh tepat di atas tubuhku. Kau menatapku dan aku membalasnya. Mata indah itu kenapa berair? Kau menangis hyukjae-a, wae?

Kau tau? Melihatmu menangis adalah hal yang paling ku benci di dunia. Matamu akan terasa perih jika kau menangis hyukjae-a, dan hatiku akan terasa tersayat jika melihatnya.

“Wonnie.. Saranghae”

Kau selalu mengatakan itu hyukjae-a. Aku menyukainya. Meski aku belum mengatakan jika aku juga mencintaimu, tapi aku sangat menyukainya.

Hyukjae-a, matamu tertutup. Wae? Apa kau tidak mau melihatku lagi? Atau matamu terasa perih? Hyukjae-a buka matamu! Jangan membuatku takut! Hyukjae-a.. Hyukjae-a..

Brukk

Kepalamu jatuh terkulai di antara leher dan pundakku. Hyukjae-a, apa yang terjadi? Jawab aku hyukjae-a! Kau, tubuhmu melemas hyukjae-a. Katakan padaku apa yang terjadi! Jangan membuatku takut! Hyukjae-a, jawab aku! Hyukjae-a..

“Hyukjae-a…”

.

.

.

.

“Hyukjae-a..”Lirihku. Perlahan kubuka kedua mataku dan seketika itu sinar matahari menerpa indra penglihatanku. Silau. Ya sangat silau.

“Kau sudah bangun?”

samar-samar ku lihat siluet tubuh seorang namja tengah berdiri di samping jendela kamarku. Aku tak bisa melihat wajahnya, sinar matahri pagi ini benar-benar membuatku sulit untuk melihat wajahnya. Ia berjalan mendekatiku, perlahan tapi pasti ia menempatkan tubuhnya di depan wajahku menghalangi cahaya matahari yang mengganggu mataku.

Sekarang aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tampan. Ya, dia sangat tampan. Ditambah seulas senyum manis yang terukir dibibirnya membuatnya semakin terlihat mempesona.

“Morning..”Sapanya lembut. Kau tau? Tuhan telah mengirimkan 1 malaikatnya untuk selalu menemaniku. Dan kini malaikat itu tepat ada dihadapanku, tersenyum dan selalu tersenyum padaku.

“Oppa.. Kau datang?”tanyaku membuka suara. Aku mendudukkan diriku di atas tempat tidurku. Dan kemudian ia duduk disampingku.

“Eum. Aku datang untuk menjemputmu..”Jawabnya. Entah untuk kesekian kalinya ia datang dan mengatakan ingin menjemputku. Oppa, aku ingin disini. Selalu disini. Aku ingin menunggunya, menunggunya membawaku pulang ke surga. Aku ingin menunggunya oppa.

“Oppa..”Rengekku. Tapi lihatlah! Ia menggeleng. Apakah ia akan memaksaku ikut bersamanya kali ini?

“Wonnie, oppa tidak ingin membiarkanmu sendiri lagi di Neunggok. Kau akan ikut oppa ke seoul..”Tegasnya. Oppa tak bisakah aku tetap disini?

“Sekarang kau bersiaplah, semua pakainmu sudah oppa rapihkan di koper..”Ujarnya lagi lalu beranjak berdiri. Saat dia akan pergi, aku menahan tangannya.

“Oppa..”Lirihku memohon.

“Cukup Song Hyo Won! Sudah 15 tahun kau seperti ini. Oppa tidak akan membiarkanmu terus-terusan seperti ini. Bersiap-siaplah, atau oppa akan memaksamu..” Dia pergi. Dia mungkin telah lelah dengan sikapku. Oppa, mianhae. Kau pasti menderita memiliki adik sepertiku. Aku adik yang tak berguna. Ya, aku memang tak berguna dan membuat semua orang di sampingku menderita.

Hyukjae-a.. Haruskah aku pergi? Hyukjae-a.. Kau tidak akan marah jika aku pergi bukan? Aku ingin membuat oppaku bahagia hyukjae-a, setidaknya sebelum kau menjemputku.

***IMissU***

@Seoul

Hyukjae-a, rumah oppaku sangat indah dan luas. Banyak kaca-kaca besar yang berdiri kokoh menjadi dinding rumah ini. Waahh.. Aku bisa melihat pemandangan di luar rumah dengan leluasa. Warna cat rumah ini putih hyukjae-a, ini warna kesukaanku. Putih. Suasananya sangat tenang Hyukjae-a, tidak berisik. Benar-benar suasana favoritku. Hyukjae-a, aku suka. Aku suka semua yang ada di rumah ini, aku sangat suka.

“Wonnie..”

Itu suara oppaku memanggil. Aku menoleh ke arahnya, dia baru saja turun dari lantai atas rumah melalui tangga. Hyukjae-a, oppaku terlihat sangat tampan. Aku tau kau akan marah jika aku mengatakan ini, kau memang selalu iri dengan ketampanan oppaku dan akan sangat marah jika aku mengakuinya. Tapi Hyukjae-a, oppaku benar-benar sangat tampan saat ini.

Oppa berjalan menghampiriku, setelah dekat denganku ia menarikku kedalam pelukannya. Hangat dan nyaman, itulah yang aku rasakan. Tapi, pelukanmulah yang paling aku inginkan Hyukjae-a. Ada perasaan lain yang ku rasakan saat kau memelukku Hyukjae-a, aku merindukannya.

“Oppa pergi kerja dulu, kau baik-baiklah di rumah. Jika membutuhkan apa-apa, panggil Yoon ahjumma..”Oppaku berpesan saat ia masih memelukku. Dia akan pergi bekerja, aku ingin sekali ikut dengannya tapi itu akan merepotkannya. Coba kau disini Hyukjae-a, kau yang akan menemaniku pergi berjalan-jalan.

Oppa melepas pelukannya lalu mencium keningku. Hyukjae-a, kau jangan marah ne! Oppa hanya mencium keningku saja, itupun sebatas kakak dan adik.

“Bye..” Oppaku pergi. Sekarang tinggal aku sendirian di rumah sebesar ini. Hyukjae-a, disini terlalu membosankan. Aku ingin pergi bermain air ke sungai seperti yang sering kita lakukan dulu, tapi disini tidak ada sungai Hyukjae-a.

“Ahjumma, kau mau kemana?”Ku lihat Yoon ahjumma juga akan pergi dengan sebuah keranjang di tangannya. Apa dia mau berbelanja?

“Saya mau ke super market agashi..”

***IMissU***

@super market

Hyukjae-a, aku sedang berbelanja dengan Yoon ahjumma saat ini. Ini cukup menyenangkan! Walaupun disini sangat bising, tapi aku menyukainya. Waaahh.. Bukankah ini suatu kemajuan? Aku bisa pergi ke tempat seramai ini tanpa dirimu Hyukjae-a.

“Agashi, kajja kita ke kasir..”

Yoon ahjumma mengajakku ke tempat pembayaran setelah mengambil banyak bahan makanan tadi. Aku mulai bosan Hyukjae-a, antriannya sangat panjang.

“Agashi, kau cantik!”

Hyukjae-a salah satu dari 2 namja berpenampilan aneh ini menggodaku, mereka berdiri di depankku dan Yoon ahjumma. Penampilan mereka sangat menakutkan Hyukjae-a, mereka seperti teroris.

“Yak! Kau berani menggoda agashi, huh! Dasar bocah nakal! Tidak sopan!” Yoon ahjumma memarahinya seraya memukul lengan namja itu. Aku takut dia menggodaku lagi Hyukjae-a.

“Yak! Yak! Ahjumma! Aku tidak menggodanya, tapi aku memujinya. Dia memang cantik!”

“Kau, kau menggoda agashi lagi, huh?” Yoon ahjumma memarahinya lagi. Namja itu terlihat meringis kesakitan. Lalu temannya menolongnya, ia melerai tangan Yoon ahjumma.

“Jeongsohamnida ahjumma, temanku ini memang sedikit kurang waras..” Hyukjae-a, namja yang menggodaku tadi sekarang terlihat lucu. Matanya membulat sempurna saat temannya mengatainya. Mungkin jika mulutnya tak terhalangi masker, aku bisa melihat mulutnya menganga besar saat ini.

“Mwo?”

“Sudahlah Hyukie, kajja! Kau ingin ketahuan eoh?” Teman namja itu tak memperdulikan raut tak terima namja yang menggodaku tadi, ia lebih sibuk menariknya keluar super market. Kebetulan mereka sudah selesai melakukan pembayaran.

“Ckck.. Anak muda jaman sekarang memang tidak sopan!” Yoon ahjumma terlihat mengumpat kesal sekarang. Lalu dia beralih menatapku.

“Agashi, gwaenchanaseo?” Aku menggeleng pelan sebagai jawaban jika aku baik-baik saja.

***IMissU***

@Song’s home

Aku sedang melihat-lihat album photo oppaku sekarang. Hyukjae-a, oppaku seorang aktor sekarang. Dia sangat terkenal. Jika kau ada disini, kau pasti tidak mau kalah darinya. Dia juga terlihat semakin tampan hyukjae-a. Terkadang aku tidak menyadari, jika oppa benar-benar namja yang tampan.

Hyukjae-a, saat kau bertanya kepada semua orang : siapa Song Jongki? Mereka akan menjawab: ooh, dia aktor terkenal yang sangat tampan itu!

Hyukjae-a, begitulah oppa sekarang. Aktor terkenal yang sangat tampan.

“Wonnie..” Dia datang. Dia masuk ke kamarku dan duduk di sampingku. Tapi ada yang aneh, raut wajahnya terlihat panik dan khawatir.

“Gwaenchana?” Aku menatapnya bingung. Ia menangkupkan kedua tangannya dipipiku. Hyukjae-a, ada apa dengan oppaku?

“Yoon ahjumma bilang tadi ada yang menggodamu, benar begitu?”

Hyukjae-a, apa kau juga akan sepanik dan sekhawatir ini jika Yoon ahjumma melaporkannya padamu? Tapi tidak hyukjae-a, ini berlebihan. Bahkan namja tadi tidak menyentuhku seujung rambutpun.

“Oppa, nan gwaenchana. Namja itu hanya memujiku, dia bilang kalau aku cantik..”Jelasku seraya mengelusa tangannya yang berada dipipiku. Jongki oppa menghembuskan nafasnya lega, lalu mengusap kepalaku.

“Istirahatlah, kau pasti lelah..” Oppa mengambil album photo itu dari tanganku, lalu menuntunku untuk berbaring. Ia mengecup dahiku lalu tersenyum hangat padaku.

“Night!”Ucapnya. Setelah itu oppa pergi keluar kamar.

Hyukjae-a, setiap malam aku selalu berharap jika besok pagi aku akan melihatmu menjemputku.

***IMissU***

Pagi ini aku pergi ke beberapa butik bersama Songhyun eonni, dia kekasih oppaku Hyukjae-a. Dia sangat canti dan baik. Aku menyukainya.

Sekarang aku ada di sebuah butik, Songhyun eonni menyuruhku mencoba beberapa gaun. Karena besok adalah hari ualng tahun oppa dan ia akan merayakannya. Hyukjae-a, gaun-gaun disini terlihat cantik, aku suka.

“Wonnie, kau coba ini! Gaun ini sangat cantik!” Songhyun eonni memberiku gaun yang sangat cantik. Gaun di atas lutut yang berwarna putih, tak banyak ornamen yang dimiliki gaun itu. Gaun yang simple namun terkesan elegan dan cantik.

“Eum..” Aku segera pergi ke bilik untuk mencoba gaun itu. Hyukjae-a, gaun ini sangat cantik. Aku ingin sekali kau melihatnya saat aku memakai ini. .

.

.

“Kau tunggulah disini, eonni akan mengambil mobil..” Songhyun eonni memintaku menunggunya didepan butik. Sedangkan ia pergi mengambil mobilnya yang di parkir cukup jauh dari butik.

. .

Hyukjae-a, ada 3 namja di seberang jalan sana. Mereka memperhatikanku dari tadi. Mereka terlihat menakutkan. Hyukjae-a, aku sendiri sekarang. Apa yang harus ku lakukan? Aku takut.

Mereka mendekat! Mereka menghampiriku! Hyukjae-a, aku takut!

Aku pergi dengan tergesa, tapi mereka terus mengikuti. Hyukjae-a, apa yang mereka mau dariku?? Mereka terus mengikutiku, haruskah aku berlari? Ya, mungkin mereka tidak akan mengejarku jika aku berlari. Aku berlari semampuku, tapi lihatlah kini mereka mengejarku dengan seringaian yang menakutkan. Mereka seperti ingin memakanku hyukjae-a, aku takut. Bisakah kau menjemputku sekrang hyukjae-a, aku benar-benar takut.

.

.

Buntu, sepi dan gelap. Hyukjae-a, aku terjebak di gang sempit yang buntu dan sepi ini. Eottokhae?

Hyukjae-a.. Hyukjae-a.. Hyukjae-a..

“Hahaha.. Kau tidak akan bisa kabur lagi nona manis..” Salah satu namja, ah ani tapi dia seorang ahjussi. Dia menyeringai dan mendekatiku. Keringat dingin membanjiri tubuh menggigilku sekarang. Hyukjae-a, aku benar-benar takut.

“Kajja, kita bersenang-senang sebelum kau mati dan hartamu menjadi milikku..”

Hyukjae, mereka akan membunuhku. Jemput aku Hyukjae-a sebelum mereka membunuhku!

“Hahahaha..”

Kau dengar Hyukjae-a? Mereka tertawa. Bahkan tangan ahjussi keparat itu kini membelai pipikku. Aku menepisnya, tapi tangannya menahan kedua tanganku. Wajahnya, dia.. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku hyukjae-a! Tolong aku!!

“Hyukjae-a!!!!!!”

Aku berteriak memanggilmu Hyukjae-a, dengan mata terpejam menahan takutku. Bisakah kau menjemputku sekarang, sebelum mereka menyentuhku?!

Bruk

“Yak! Brengsek! Beraninya keroyokan!!” Tubuhku luruh ke tanah, ahjussi itu telah melepaskanku. Hyukjae-a, aku mendengar suara itu. Mungkinkah kau datang menyelamatkanku? Hyukjae-a.. Semuanya gelap.

***IMissU***

Perlahan aku membuka kedua mataku. Dimana ini? Tempat ini sangat asing. Dan, kenapa di sekelilingku namja semua? Mungkinkah mereka teman-teman ahjussi tadi. Mataku seketika membulat, tubuhku kembali menggigil dan peluhku bercucuran. Aku takut,mungkinkah mereka akan menyakitiku.

“Tenang agashi, kami tidak akan menyakitimu..” Salah satu dari 7 namja ini menenangkanku. Hyukjae-a, dia terlihat manis. Rasanya tidak mungkin jika dia akan menyakitku.

“Ternyata benar, kau sangat cantik..”Kini namja jangkung di sebelah namja manis itu yang angkat bicara. Hyukjae-a, apa dia namja baik? Aku takut. Dia melihatku dengan begitu detail, aku benar-benar takut.

“Eunhyuk-ah, dia sudah sadar!!” Suara ini, aku ingat. Aku pernah mendengarnya saat di super market kemarin. Dia teman namja yang menggodaku kemarin. Mungkinkah dia benar-benar orangnya?

Tak lama seorang namja cukup jangkung masuk ke dalam kamar ini. Di wajahnya terlihat banyak luka memar. Dia kemudian duduk di pinggiran tempat tidur yang aku tiduri. Ia menatapku dengan tatap khawatirnya. Hyukjae-a, ia memiliki mata yang indah seperti matamu. Benar-benar indah. Hanya dengan menatap matanya, itu cukup menenangkanku.

“Gwaenchana? Apa kau terluka? Mian aku sedikit terlambat, tapi untunglah kau belum di sentuh ahjussi brengsek itu..” Dia cerewet sekali Hyukjae-a. Mungkinkah dia orang yang kau kirim untuk menolongku?

“Hey, kenapa kau tak menjawabku?” Aku menatap wajahnya. Aku semakin menatap wajahnya, matanya, hidungnya, bibirnya, Hyukjae-a.. Semuanya persis seperti milikmu. Kenapa bisa seperti ini Hyukjae-a? Mungkinkah dia..

“Agashi siapa namamu?”

“Hyo won. Song hyo won” dia nampak mengangguk-anggukan kepalanya saat aku menyebutkan namaku. Ini pertama kalinya aku berbicara dengan orang asing setelah 15 tahun ini. Tapi, dia seperti bukan orang asing, Hyukjae-a.

“Ah.. Song Hyo won. Baiklah Hyo won-ssi, tadi aku yang menolongmu. Kau bisa memanggilku Eunhyuk. Kau tenang saja, sekarang kau berada di drom kami. Drom super junior, kau tau super junior?”

Tidak. Kau tidak pernah memanggilku seperti itu Hyukjae-a. Kau selalu memanggiku dengan nama kecilku. Dia bukan dirimu. Ya, dia benar-benar bukan dirimu Hyukjae-a.

“Ck.. Kau diam lagi. Sepertinya kau tidak tau super junior. Baiklah, akan aku kenalkan kau pada saudara-saudaraku”

Aku menunduk. Aku kecewa hyukjae-a. Aku sangat berharap jika namja di hadapanku ini adalah kau. Tapi bukan, dia bukan dirimu hyukjae-a. Dan bodohnya, kenapa mataku kini berair? Hyukjae-a mataku perih, bahkan hatiku jauh lebih perih sekarang. Apa yang harus ku lakukan? Hyukjae-a.. Hyukjae-a..

“Dia-”

“Hyukjae-a..”Tanpa sadar aku memanggil namamu. Aku sangat merindukanmu Hyukjae-a. 15 tahun, aku merindukanmu tanpa mampu menyentuh dan melihatmu. Apa yang harus aku lakukan agar rasa rindu ini sedikitnya berkurang, Hyukjae-a?

“Hyukjae-a, eottokhae??”

“Ne??”

Aku tidak peduli jika kini mereka semua menganggapku gila. Aku sudah terlalu merindukanmu hyukjae-a, aku sangat merindukanmu. Hyukjae-a..

“Hyukjae-a..”

“Agashi, kau tau nama asliku? Kenapa kau terus-terusan memanggilku?”

Mwo? Kau dengar hyukjae-a? Dia bilang aku memanggil nama aslinya. Dia, dia bernama Hyukjae sama sepertimu. Bagaimana ini bisa terjadi, wajahnya, matanya, hidung dan bibirnya persis sepeti milikmu dan sekarang ia memiliki nama yang sama denganmu. Apa yang sebenarnya terjadi, Hyukjae-a?

“Agashi, kau diam lagi. Baiklah aku perjelas, namaku Lee Hyukjae. Tapi aku lebih di kenal sebagai Eunhyuk si lead dance dari super junior” Hyukjae-a, kau kah itu? Tapi kau tak mengenalku? Wae? Apa yang terjadi Hyukjae-a?

“Hahhh.. Sayangnya kau tidak tau siapa super junior. Hey, agashi. Mulai sekarang, kau cari tau lah tentang kami. Setelah kau tau siapa kami, kau akan sangat merasa beruntung karena pernah berada di tengah-tengah kami..”

Eottokhae? Kau benar-benar tidak mengenaliku hyukjae-a. Aku, aku ingin berteriak senang karena kau masih bernafas. Tapi, ini menyakitkan Hyukjae-a. Kau tidak mengenaliku, bagaimana ini? Apa ini balasannya? 15 tahun aku percaya jika kau telah pulang ke surga, apa kau marah karena aku mempercayainya? Kau masih hidup Hyukjae-a, tapi 15 tahun aku menganggapmu telah mati.

“Hyo won-ssi, kau menangis lagi. Yak, kau benar-benar takut pada kami? Tenanglah Hyo won-ssi, kami tidak mungkin menyakitimu..”

Mataku berair lagi. Rasanya sangat perih, sangat sangat perih. Air nya keluar begitu banyak Hyukjae-a, ini sangat perih.

“Tenanglah, kami tidak akan menyakitimu..”

Hyukjae-a, kau memelukku? Pelukan ini bahkan masih terasa sama seperti 15 tahun yang lalu. Hangat, nyaman dan jantungku akan bedegup dengan sangat kencang saat kau memelukku. Aku merasakannya sekarang. Aku merasakannya.

“Hyukjae-a..”

“Eum..” Kau bergumam saat aku memanggilmu dalam pelukanmu. Kau tau banyak yang ingin aku katakan padamu Hyukjae-a, tapi ini sulit. Kau tak mengenaliku, ani kau tak mengingatku.

“Hyukjae-a..” Apa yang harus aku lakukan? Ini membuatku bingung.

“Teruslah panggil namaku jika itu bisa membuatmu tenang..”

“Hyukjae-a..” Aku merindukanmu.

“Hyukjae-a..” Aku… Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu.

TBC

Huaaahhh.. Akhirnya TBC. Dari awal sampe TBC ini nama HYUKJAE gue sebut-sebut mulu, sampe pegel ini mulut nyebutin nama itu terus. Semoga aje si Kyukyu kagak cemburu gua bikin epep soal si Eunhyuk.. Hehe..

Ini ff TwoShoot pertamaku tentang si Lee Hyukjae yang keren. Semoga tidak mengecewakan dan memuasakan hehehe.. *pyoong~~^^

 

2 thoughts on “I Miss You [part 1/2_HH couple]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s