Our Love Like This (Part 3)

 

OLLT3

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT         : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
                          *Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
                         *Lee SungMin (SJ)
                          *Lee DongHae (SJ)
                          *Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
                          *Shin Yong Jie (OC)
                          *DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu.
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

HAPPY READING^^

 

 

CHAPTER 3

 

SEMENTARA ITU

#AUTHOR POV #

Praaaaaaaaaaank *Suara Gelas Pecah*

Mata lelaki itu membulat, jantungnya berdetak kencang, perasaannya tak menentu, rasa khawatir yang begitu besar menghampiri hatinya.

Kepalanya menggeleng, seakan mengusir segala pikiran buruk tentang adiknya di Seoul sana.
Perlahan, tangannya terulur dan membereskan serpihan demi serpihan gelas kaca yang jatuh tak terbentuk dilantai.

“Aww” Telunjuknya terluka, terkena goresan pecahan kaca itu. Sekali lagi dan bahkan rasa takut itu begitu menguasai hatinya kini.

Perasaannya semakin tak karuan, entah mengapa airmatanya jatuh begiu saja. Jung soo menghawatirkan adiknya, jung soo takut kehilangan adiknya. Jung soo takut atas segala firasat buruk dalam hati nya itu menjadi kenyataannya.

“Hyejin ah~ ada apa denganmu? Apa yang terjadi?”

Jung soo termenung.

“Andwe! Andwe! Hyejin baik baik saja! Iya hyejin baik baik saja jung soo!” Jung soo melanjutkan akivitasnya, sembari memberikan tatapan positif pada hati dan pikirannya saat ini juga menghapus airmatanya.

“Anyeong… Hyejin ah, Hyejin ah, ini aku Donghae, Hyejin ah”

Suara pria dari balik pintu itu seakan membuyarkan pikiran jung soo saat ini, dan dengan perlahan ia membuka pintu rumahnya. Dan menemukan seorang pria muda yang sedang tersenyum dengan bahagia nya, sembari memegang sebuah kertas dan sebuak kotak ditangannya.

“Donghae ssi, ada apa heum? Kenapa kau terlihat sangat bahagia?” Tanya jung soo.

“Hyung! Ini, ini Hyung! Aku punya kabar baik untuk hyejin, aku.. aku diterima disalah satu universitas di Seoul” Jawab donghae sambil menunjukkan kertas yang dibawanya.

“Eoh, benarkah? Cukkae donghae ssi”

“Nde, Gomapta hyung. Oh ya, dan itu artinya nanti aku bisa bertemu Hyejin di Seoul sana. Dan dimana hyejin, hyung? Aku ingin sekali bertemu dengannya” Ujar donghae lagi tanpa melunturkan senyumannya.

“Hyejin? Apa dia tak memberitahu mu?”

“Memberitahu? Apa maksudmu hyung? Eh, jangan bilang?” Detik selanjutnya, senyuman donghae itu hilang begitu saja.

“Hyejin sudah berangkat sejak pagi. Kau terlambat donghae ssi”

Mendengar penuturan jung soo saat itu, seluruh tubuh donghae seakan melemas. Hatinya mencelos, ‘kenapa dia tak memberitahu ku?’

Wajahnya murung seketika, kertas yang sejak tadi ia genggam dengan penuh semangat kini sudah tergeletak indah dibumi, donghae menatap nanar kertas itu, kertas pemberitahuan jika ia diterima di Seoul University. Lalu sesekali menatap kotak hitam yang masih ia pegang.

“Sudahlah jangan sedih” Ujar jung soo sambil menepuk nepuk pundak donghae.

“Tapi hyung? Kenapa dia tak memberitahuku? Kenapa dia pergi begitu saja? Jika seperti ini, mana mungkin aku bisa bertemu dengannya? Seoul itu luas hyung” Mata donghae memerah begitu saja, menahan sejuta rasa kecewanya.

Jung soo menautkan kedua alisnya.

“Mungkin hyejin punya alasan tersendiri kenapa tak memberitahumu, Eh tunggu! Lagipula jika saat ini hyejin belum pergi kesana, apa kalian akan pergi kesana bersama heum? Atau kalian ingin janjian disuatu tempat? Kurasa itu tidak mungkin”

“Tidak hyung, aku ingin memberikan ini padanya” Dengan lemah, donghae memberikan kotak hitam itu pada jung soo.

“Eh? Apa ini?”

“Itu handphone hyung, tadinya aku ingin memberi itu padanya agar kita bisa saling berkomunikasi. Tapi sekarang? Kurasa itu sia sia saja. Dan itu untukmu saja hyung”

Setelah memberikan kotak handphone itu pada jungsoo, donghae pun hendak berjalan meninggalkan rumah hyejin.

“Changkaman donghae ssi”

Donghae menghentikan langkahnya.

“Eum? Ada apa hyung?”

“Untuk apa kau memberi ini padaku?”

“Itu, handphone itu. Agar aku bisa menelponmu saat di Seoul nanti” Jawab donghae lalu tersenyum ringan.

“Oh, Gomapta donghae ssi. Jika aku punya uang banyak, aku akan membayarnya”

“Tak usah hyung, anggap saja itu hadiah dariku”

“Benarkah?”

Donghae menganguk.

“Terima kasih banyak hae, dan oh ya tunggu sebentar” Jung soo mengambil sebuah amplop berwarna biru titipan hyejin pagi tadi padanya.

“Ini untukmu, hyejin pagi tadi menitipkannya padaku. Dia bilang ini untukmu” Ujar jung soo lagi sambil menyerahkan surat itu pada donghae.

Donghae menyerngitkan dahinya, lalu menatap jung soo.

“Cepatlah pulang, dan baca isi surat itu baik baik. Apa kau tidak penasaran? Aku saja sangat penasaran, tapi sungguh aku tak membuka surat itu sedikitpun”

“Heum, baiklah hyung. Aku pulang dulu, Jaljayo hyung” Donghae tersenyum simpul, lalu berlari pergi meninggalkan rumah hyejin.

“Nee, Jaljayo donghae ssi”

 

>>>>

 

# DONGHAE POV #

Setelah sampai dirumah, dengan segera kuberlari menuju kamarku yang berada dilantai 2 rumah.
Lalu dengan segera kurebahkan tubuhku diranjang besarku ini, dan perlahan mulai membuka amplop yang kata leeteuk hyung isinya surat dari hyejin untukku.

Kubuka lipatan demi lipatan sisi kertas berwarna biru muda yang senada dengan amplop itu, baru terlihat bagian atas suratnya saja sudah membuat wajahku seakan enggan berhenti tersenyum. Entah mengapa rasanya aku sangat  bahagia melihat tulisan tangannya yang sangat rapih itu.

Dan kini akupun mulai membacanya.
(*Backsound : Seo in guk feat Eunji A-Pink – Our Love Like This*)


Anyeong DongHae Oppa
J
Sedang apa kau sekarang? Apa kau sedang memikirkanku eoh?
Apa kau sudah mulai merindukanku?

Hahah pertanyaan macam apa ini? Abaikan saja oppa😀

“Abaikan? Hahah kau fikir aku bisa mengabaikanmu?” Akupun mengomentari kalimat pembuka suratnya itu.
Baiklah oppa, aku akan memulainya mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah sampai di Seoul..
Pertama-tama, aku sangat meminta maaf padamu.
Maafkan aku tak memberitahumu jika pagi ini, aku berangkat ke Seoul.
Kau tau kenapa aku tak memberitahumu soal itu?
Karna jujur saja, aku paling tidak bisa mengucapkan yang namanya ‘Selamat Tinggal’
Kau taukan oppa? Aku sangat membenci sekaligus menakuti kata kata itu.


“Aku sangat tahu akan hal itu hyejin ah, tapi? Tak bisakah kau ucapkan itu sekali saja padaku? Walaupun aku pasti tak pernah merelakan kepergianmu” Tanpa sadar, airmataku sudah meluncur bebas sejak tadi.

Maafkan aku oppa, mungkin aku bukanlah teman yang baik untukmu.
Aku selalu menyusahkanmu selama ini, bahkan saat semalam aku juga masih menyusahkanmu.
Memaksamu untuk menemaniku menaiki bukit itu,

“Kau tak pernah menyusahkanku bodoh!”

Kau maukan memaafkan sahabatmu yang cantik ini? Hehe.
Kau pasti memaafkanku kan oppa? Aku yakin itu!

“Kenapa kau percaya diri sekali Park Hyejin?”

Aku tau, kau itu namja tampan yang sangat baik hati. Jadi aku percaya jika kau akan memaafkanku
Hehehehehe.
Oh ya oppa, lalu selanjutnya aku ingin mengucapkan Terima Kasih banyak atas kebaikanmu
Selama ini padaku,
Terima kasih karna selama ini kau selalu membantuku.
Kau memang namja paling baik yang pernah kukenal selain Jung soo oppa dan Juga ayahku sendiri pastinya.

“Hyejin ah~” Ujarku saat melihat setetes noda seperti air yang sudah mengering ditengah tengah bagian surat ini, aku yakin ia menangis menulis surat ini.

Tapi? Kenapa semalam kau menjadi nakal eoh?
Kau menciumku! Kau! Mencuri ciuman pertamaku oppa!
Kau tau tidak?

“Benarkah? Itu? Semalam itu yang pertama untukmu? Jadi aku? First kiss mu? Oh” Entah mengapa aku sangat bahagia saat membaca kalimat yang itu.

Haaah, tapi tak apalah. Aku mengikhlaskannya saja untukmu oppa.
Aku yakin sekarang kau sedang tersenyum bahagia bukan?

Ah sudahlah, jangan bahas kejadian semalam lagi.
Karna itu hanya membuat hati kita sakit saja.

Lalu yang terakhir…
Maafkan aku, karna mungkin nanti dihari pernikahanmu.
Aku tidak bisa hadir, aku benar benar minta maaf.

Semoga pernikahanmu berjalan lancar, dan berjanjilah padaku..
Sayangi dan cintai Ailee yang sebentar lagi akan menyandang gelar Ny.Lee Donghae.
Lupakan semua rasa cintamu untukku.
Cintailah Ailee sebagaimana kau mencintaiku, Oke? Arraseo oppa?

“Hyejin, kenapa kau bisa sekali mengaduk aduk perasaan orang heum? Setelah tadi kau membuatku terseyum, lalu kini kau membuatku menangis lagi” Kulihat lagi setetes noda bening itu dipinggiran kertas.

Haaaah, mungkin segitu saja yang bisa kutulis untukmu.
Walaupun masih sangat banyak yang ingin aku katakan padamu,
Tapi aku sudah mulai mengantuk, karna kau tau oppa?
Sekarang sudah pukul setengah tiga pagi.

Baiklah, aku ingin tidur dulu oppa.
Jaga dirimu baik baik. Jangan suka menyiksa dirimu sendiri oke?
Istirahatlah yang cukup, dan patuhi kedua orang tuamu.
Dan satu lagi, aku ingin memberitahumu jika aku..
Aku tak pernah melupakan kenangan indah selama ini bersamamu aku akan selalu mengingat rekaman indah itu dipikiranku.

Saranghae Lee DongHae Oppa…….
Sampai bertemu lagi
J

~Park Hye Jin~

 

Kupejamkan mataku erat erat, sambil mendekap surat ini. Membiarkan airmatakku jatuh begitu saja.
Kau tau hyejin ah, aku sangat menyayangimu, aku sangat mencintaimu, dan kini aku sangat mengkhawatirkanmu.

Lalu? Kau menyuruhku melupakanmu begitu saja? Dan menyuruhku mencintai Ailee.
Itu pasti sangat susah untukku, tapi? Akh! Baiklah aku akan mencoba mengikuti perintahmu hyejin ah.

 
(BACK TO HYEJIN)

# AUTHOR POV #

Didalam mobil, hyejin hanya bisa terdiam sambil berdoa jika pria ini adalah pria baik baik.
Sesekali ia mengusap usap kedua lengannya karna rasa dingin yang begitu menusuk kulit putihnya.
Bahkan tanpa ia sadari, pria itu memperhatikan hyejin sejak tadi.

“Kau kedinginan? Ah, baiklah pakai ini” Ujar pria itu sembari melepaskan tuxedo-nya tanpa menghentikan kegiatan menyetirnya.

“Eh? Tidak usah tuan”

“Jangan membantah, kau ini perempuan. Lagi pula aku tau kau sangat risih menggunakan baju itu, benarkan?”

“Eh? Nde..ee” Jawab hyejin sambil menunduk malu dan memakai tuxedo itu ditubuhnya.

Lalu setelah itu, keadaan pun berubah menjadi sangat hening.

>>>>>>
“Kita sudah sampai” Ujar pria itu, lalu keluar dari mobilnya yang langsung disusul oleh hyejin.

“Apa kau bisa berjalan?” Tanya pria itu lagi.

“Nde, tentu” Balas Hyejin dengan cepat, karna ia tak mau menyusahkan pria itu lagi.

“Baiklah Kajja” Pria itu mengenggam tangan hyejin, yang membuat hyejin beku seketika.

Hyejin pun berjalan dengan tertatih sambil dibantu oleh pria tadi, perlahan dan akhirnya mereka sampai didepan sebuah kamar yang tidak jauh dari lift apartement.

“546474” Ujar pria semabri memencet angka itu ditombol yang tersedia disamping pintu.

“Apa itu?” Tanya hyejin.

“Kode rumah ini, jadi jika kau ingin masuk tinggal tekan tombol sesuai password yang kusebutkan tadi arraseo?”

Hyejin hanya mengangguk yang pertanda jika ia mengerti.
Lalu setelah pintu terbuka, mereka pun masuk kedalam apartement itu.

Hyejin hanya diam mematung melihat isi apartement pria itu yang sangat rapih itu dan juga dekorasi yang indah bahkan mewah ada didepan matanya. Yang bahkan baru pertama kali ia lihat itu.

“Hey, nona hyejin. Sampai kapan kau ingin melamun disitu?” Suara pria itu membuyarkan semua lamunannya.

“Em, Mi..Mianhae, aku aku hanya sedikit takjub dengan apartementmu tuan” Balas hyejin dengan polosnya yang membuat pria itu menahan tawanya.

“Haha, sudahlah. Bersihkan tubuhmu itu, Kau gunakan saja kamar mandi yang ada didalam kamarku dan pakailah bajuku untuk sementara”

Sekali lagi hyejin hanya bisa mengangguk.

“Dan kamarku ada disana” Pria itu menunjuk sebuah pintu didekat ruang tivi, dan hyejin pun dengan cepat memasukki kamar itu dan membersihkan tubuhnya.

Kini hyejin sudah benar benar menghilang dibalik pintu itu dan terdengar suara pintu yang dikunci. Pria itu tersenyum mendengarnya.

“Sungguh, gadis yang sangat polos. Namun cantik” Gumam pria itu sembari melepas dasi yang sejak pagi mencekik lehernya.

Lalu ia duduk sambil merogoh kantung celananya dan mengambil sebuah benda persegi panjang yang disebut Handphone itu dan menekan beberapa tombol yang tersedia.

 

>>>>>>>

Hyejin perlahan melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar pria itu, dengan menggunakan kaus milik pria itu yang sedikit agak kebesaran ditubuhnya dan juga menggunakan celana boxer yang pastinya juga milik pria itu.

Ia berjalan mendekati pria itu yang kini sedang sibuk menata makanan cepat saji dimeja makan, namja itu mengetahui jika hyejin sudah ada didekatnya. Ia pun menoleh dan menatap hyejin yang polos tanpa make up yang ternyata jauh lebih cantik dari pada sebelumnya.

Namja itu terpana.

“Ekh, tuan? Kenapa menatapi aku seperti itu? Ada yang salah denganku?” Tanya hyejin yang langsung membuat namja itu mengalihkan pandangannya.

“Ah, em ani. Ani. Oh ya kau pasti belum makan kan?”

Hyejin mengangguk ragu.

“Kalau begitu makanlah, aku sudah memesankan makanan ini untuk kita” Ujar pria itu sembari mendekati hyejin dan memengang pundaknya. Lalu berjalan meninggalkan hyejin.

“Emm, tuan? Kau mau kemana? Kenapa kau tidak makan?” Tanya hyejin yang membuat pria itu menghentikan langkahnya.

“Aku ingin mandi, kau makanlah lebih dulu. Tak usah menungguku” Jawabnya dan berjalan lagi meninggalkan hyejin yang masih terdiam.

Hyejin menolehkan kepalanya melihat sudah tidak ada siapa2 dibelakangnya dan itu tandanya jika pria itu sudah benar benar masuk kedalam kamarnya.

Lalu hyejin pun perlahan mendudukkan tubuhnya dikursi yang ada didepan meja makan dihadapannya, dan memperhatikan makanan didepannya.

“Apa aku harus memakannya terlebih dahulu? Aku sudah sangat lapar!” Ujarnya sembari memposisikan sumpitnya didepan mangkuk nasi itu.

“Eits, tapi? Jika seperti ini aku benar2 seperti orang yang tidak sopan! Pria itu yang sudah membelinya saja belum menyentuh makanannya sedikitpun” Lalu hyejin pun mengurungkan niatnya walaupun semua cacingnya sedang berdemo sekarang.

Hyejin memutuskan untuk menunggu pria itu dan makan bersamanya.

10 menit…

15 menit…

20 menit…

25 menit…

Pria itu tak kunjung datang, hyejin pun sudah terlihat sangat pasrah. Lalu ia pun mendongakkan kepalanya yang sejak tadi ia rebahkan diatas meja makan.

Ia menatap lagi makanan dihadapannya, semua nya itu makanan enak dan mahal. Tiba tiba saja ia ingat Jung soo kakaknya.

“Jung soo Oppa, apa kau sudah makan malam? Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Lalu apa para lintah darat itu mendatangimu lagi heum? Jung soo oppa” Ujarnya lemah sambil membiarkan airmatanya turun begitu saja.

“Jung soo? Nuguya?” Hyejin segera menghapus airmatanya dengan kasar lalu berdiri dari duduknya.

“Tu..Tuan? Sejak kapan anda disi..sini?” Tanya hyejin gugup, takut takut pria itu mendengar semua perkataannya.

“Sejak… Kau menyebut nyebut ‘Jung Soo Oppa’..” Jawabnya lalu duduk dikursinya.

“Benarkah? Jadi anda?”

“Nde.. aku mendengarnya. Wae?”

“Ah, emm. Ani” Jawab hyejin.

“Duduklah, dan kenapa kau belum makan heum?” Tanya pria itu yang melihat nampan makanan hyejin masih utuh seperti punyanya.

“Aku.. emm. Aku”

“Bukankah tadi sudah kubilang tak usah menungguku?”

“…..”

“Sudahlah cepat makan, nanti kau bisa sakit”

Lalu dengan cepat mereka menyantap makanan cepat saji itu, suasana begitu hening. Sejak percakapan tadi, kini suasana begitu sunyi. Mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing.

“Hyejin ah, sebenarnya siapa jung soo oppa itu? Lalu ada apa dengan lintah darat itu?” Tanya pria itu dengan tatapan ragu ragu. Setelah selesai menyantap makanan mereka.

“Jung soo oppa, dia.. dia kakakku. Dan lintah darat itu? Kau pasti tau apa pekerjaan mereka iyakan tuan?”

“Apa karna mereka kau bisa sampai disini? Bisakah kau ceritakan sedikit kronologi kenapa kau bisa terjebak dan menjadi korban Human Traficking?”

Hyejin mengangguk.

“Nde.. Awalnya aku sudah sangat tidak kuat melihat jung soo oppa menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh anak buah para lintah darat itu, mereka selalu memukuli jung soo oppa setiap kali kami tak bisa mencicil hutang hutang orang tua kami yang sudah menjadi dua kali lipat”

Entah mengapa hyejin merasa tak ada beban saat menceritakan semua masalahnya pada pria itu, dan pria itupun dengan seksama menyimak cerita hyejin.

“Lalu, aku tak sengaja bertemu dengan ahjumma itu dipasar saat aku sedang membantu jung soo oppa bekerja dipasar sebagai kuli panggul,”

“Mwo? Kau pernah menjadi kuli panggul dipasar? Benarkah?” Tanya pria itu kaget, karna melihat tubuh mungil hyejin.

“Nde, tapi hanya sekali. Karna jung soo oppa selalu melarangku membantunya dipasar”

Pria itu mengeleng-gelengkan kepalanya dan menatap kasihan pada hyejin.

“Ahjumma itu menawarkanku, dia bilang di Seoul ada pekerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak. Lalu dengan bodohnya aku tergiur tawaran ahjumma itu. Entahlah mungkin karna keinginanku untuk segera melepaskan diri dari para lintah darat itu begitu besar, hingga dengan mudah aku menerima tawaran ahjumma itu untuk ikut dengannya”

“Lalu? Oppa-mu itu mengizinkanmu?”

“Awalnya dia menolak, tapi setelah aku menjelaskan keinginanku. Akhirnya ia mau melepaskanku, walau aku tau sampai sekarang dalam hatinya ia masih tak mengizinkanku pergi kesini, dan aku menyesal tak mendengarkan perkataannya dulu”

Airmata hyejin turun begitu saja, kini ia benar benar menyesal.

Dengan mudahnya tangan pria itu terulur untuk mengapus airmata dikedua pipi hyejin. Hyejin terdiam, lalu ia mengigit bibirnya sendiri agar tangisannya tak terdengar.

“Gomawoyo, jeongmal gomawoyo. Tuan…?”

“Sssst..” Pria itu mendaratkan telunjuknya tepat didepan bibir hyejin.

“Jangan panggil aku tuan lagi! Cukup panggil namaku saja”

“…..”

“Namaku Lee….”

 

 

Lee siapa hayoooooo? Kajja ditebak :p

 

TBC…
RCL PLEASE.

Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya . terima kasih *BOW

 

 

13 thoughts on “Our Love Like This (Part 3)

  1. Kyaa!!
    Ceritanya bikin meleleh (?) thor..
    Next thor dh penasaran nih ^_^

    mungkinkah itu Lee Hyuk Jae, atau malah Lee Sungmin??

  2. Namaku Lee Hyuk Jae. Iya khan? i yadong? iyalah. kkkkkkkkk

    Aduh, penasaran dengan kelanjutannya. Kalau bisa next partnya lebih panjang.

  3. hahaha..itu Donghae baca suratnya lucu..Sedih tp liat donghae nya…TBC nya dpt banget dech itu pas bagiannya..Nama ku Lee Hyuk Jae *sok tau*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s