Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 3)

 

Watashi3

Author : Kim MysHwa

Cast  : Jiyong, Yozora, NaEun, YooRa, Kenzo, Kim Woo Bin, Kim Hee Jin

Genre : Romance, funny

Disclaimer : this story is mine!!!

Maap kalau banyak typo.   

             HAPPY READING.🙂

 

 

 

Sang surya semakin gencar menajamkan cahayanya kemuka bumi. Panas semakin terik.

Terlihat seorang lelaki bertubuh tegap  yang bukan merupakan mahasiswa universitas Seoul itu, ia berdiri didepan perpustakaan.

“Tadi aku dengar, ada tiga cewek yang ngobrol didepan, mereka ngomongin tentang Zora yang takut sama tikus. Apa kamu yang bocorinnya. Karna yang tahu hanya kamu dan aku?”tanya namja itu penuh selidik. Ia  menghampiri Kenzo yang baru keluar dari perpustakaan.

“Pasti NaEun sama temannya. Tapi aku tak bermaksud ngebongkar kelemahan dia. Aku tak sengaja”bela Kenzo akan dirinya sendiri.

“Yaa, siapalah mereka. Aku tak peduli!! Yang aku tak suka kenapa kamu harus bilang ke mereka!”

 

“Yaak! Tak usah dilebihkan lah. Toh, Zora gak diapa-apain”ujar Kenzo santai.

“Apanya yang enggak, aku dengar tadi mereka ngerjain Zora. Ngunci dia ditoilet yang banyak tikus! kamu keterlaluan Ken! Apa mereka musuh Zora??”tanyanya emosi, Woo Bin nama lelaki itu.

“APA? aku tak tahu! aku gak nyangka mereka bakal lakuin itu”jawab Kenzo kaget.

“Dia pasti menangis ketakutan. Kamu bukan jagain dia malah jatuhin dia”

“Maap, mana aku tahu”ujar Kenzo menyesal.

“Yaa sudah, lain kali kamu jangan melakukan hal bodoh lagi”peringatkan Woo Bin.Kemudian berlalu seraya memasang kembali kacamata hitamnya.

“Kamu pasti akan melakukan apapun kan demi orang yang kamu cinta. Begitu pun aku.Bukan kah cinta memang harus rela berkorban. Heh!!”gumam Kenzo dihatinya seiring kepergian Woo Bin.

 

***

“Hiii, Kok sendiri??”sapa Jiyong yang menghampiri Zora lalu duduk disamping Zora yang sedang duduk dibawah pohon rindang. Zora hanya tersenyum kecut menanggapinya.

“Mencurigakan banget senyuman kamu!”ujar Jiyong lagi sembari mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

“Plaaaaakk..”belum sempat Jiyong menoleh kembali pada Zora. Sebuah tamparan telah hinggap dipipinya. Zora hanya tak suka karna kelemahannya diketahui oleh Jiyong.

“Kamu emang gak bisa diajak baik-baik yaa!”kata Jiyong emosi seraya mengacungkan jari telunjuknya kehadapan Zora.

“Haha…bisa marah kamu? kirain enggak!!Sorry, tanganku gatel bawaannya pingin mukul kamu “jawab Zora cekikikan karna baru pertama kali Jiyong semarah itu padanya. Biasanya Jiyong hanya kabur bila ia membalas perbuatan Jiyong yang jayus.

Jiyong tertegun, ia mengerutkan dahinya. Heran melihat Zora.Lalu berucap

“Kamu ketawa Ro?? Tumben!! biasanya marah”

Zora pun langsung terdiam mendengar ucapan Jiyong.

“Bodoh! kenapa aku tertawa. Benar juga kata Jiyong”gumam Zora dihatinya.

“Emm ,enggak. Aku lagi seneng aja soalnya namja yang aku suka bakal balik ke Korea”kilahnya.

“Ohh yaaaa? kamu juga bisa suka sama cowok???”

“JIYONGEE..”teriak Zora geram.

“Okay, peace!!aku kesini cuma mau nyerahin undangan ulang tahun aku. Kamu datang yaa!”ujar Jiyong menjelaskan maksudnya sembari menyerahkan sebuah undangan berwarna pink.

“Idiiiiiih, kamu banci yaa?? Masa undangan warna pink. Kayak cewek aja juga pake undangan segala.heh!!”cibir Zora.

“Udah, kamu jangan banyak protes Zoro! Ini sebagai balas budi karna tadi aku nolongin kamu. So, kamu harus datang. Kalau gak aku bakalan bocorin kesemua orang kelemahanmu!! tapi syaratnya untuk cewek harus memakai dress pink dan cowok memakai jas hitam.Hanya itu”

“APA?? kamu gila kali yaa. Aku anti warna pink!!”

 

“Yozora”sapa seseorang yang baru datang menghentikan perdebatan mereka.

Oppa“sahut Zora bahagia. Ia pun berdiri bersiap menyambut kedatangan Woo Bin.

“Hii bro, aku Jiyong..”ucap Jiyong. Ia bergerak cepat ketika Woo Bin akan memeluk Zora. Ia memeluk Woo Bin.

“Apaan sih kamu, kamu orang penting ya?? Heh!”ujar Woo Bin kesal lalu melepaskan pelukan Jiyong.

“Kita kan belum kenal jadi aku mau kenalan.hehe…”

“Minggir kamu!”perintah Woo Bin.

Sekali lagi, ketika Woo Bin akan memeluk Zora, Jiyong menghalanginya dengan memeluk Woo Bin.

Woo Bin pun mulai kesal begitupun Zora.

“Maksud kamu apa??? kamu suka oppa ku??”

“Hmm, sorry aku normal. Supaya dia tahu aja siapa aku”jawab Jiyong santai sembari mengibaskan poninya ala bintang iklan shampo.

“Udah akh, kita cabut aja Ra”ajak Woo Bin lalu meraih tangan Zora.

“Ingat yaa! kalau kamu tak datang, awas saja!!”teriak Jiyong seiring kepergian mereka.

“Bodo……!”sahut Zora, ia sama sekali tak memalingkan wajahnya kearah Jiyong.

##||##

 

“Dia, siapa???”ujar Woo Bin ketika mereka makan siang disebuah restoran mewah.

“Siapa??”

“Cowok yang ditaman. Pacar kamu??”

“Ohh, bukanlah. Dia cowok ngeselin yang pernah kukenal”

“Yaa, asal jangan ntar kamu suka sama dia. Gak lucu kan”ucap Woo Bin sambil membelai lembut poni Zora.

“Hehe…Ne, oppa

O’iyaa, Kok gak bilang kalau mau datang”

“Kenapa kangen yaa?”

“Ihh, geer deh. Cepatan makan deh”jawab Zora tersipu.

“Lima tahun yaa kita gak ketemu. Berubah banget kamu, pakai hitam-hitam kayak Zoro tau gak”

“Tuh kan, sama aja kayak Jiyong manggil aku Zoro!”ujarnya cemberut.

“Hehe…tapi walau kamu jadi Zoro tetap cantik kok”gombal Woo Bin. Ia terdiam sejenak.

“Tapi kemana Zora ku yang dulu, yang selalu ceria. Dia yang manis dan lucu. Yang ramah dan gak jutek.Yang dulu kesukaannya warna pink tapi tadi oppa dengar dia anti warna pink”lanjutnya dengan senyum tipis.

“Nyindir  yaa?”

“Mungkin, apa karna kejadian itu kamu berubah?”

Zora terdiam karna pertanyaan Woo Bin. Ekspresi wajahnya berubah murung.

“Udah,  sekarang kamu tak perlu takut lagi. Kaka akan selalu ada disampingmu. Sekarang senyum!”

Zora tetap diam, ia menatap Woo Bin dengan tatapan sayu, lalu sebuah senyum kecil merekah dibibirnya.

“Tahu tidak, aku kecewa sama oppa. Aku sakit ketika oppa pergi ke Canada. Alasanku mengapa aku berubah! Oppa sudah buat aku bergantung tapi oppa ninggalin aku. Oppa lah yang memaksa aku kuat disaat aku lemah dan tertatih. Aku benci sama oppa tapi aku tak bisa melakukannya karna kebaikanmu dulu”jelas Zora. Kini ia bersuara.

Tatapan matanya buram karna airmata yang berurai menutupi pandangannya.

“Zora…maapin Oppa.Itu bukan kemauan oppa

“Mengapa minta maap?? Aku senang kau disini”sahutnya mencoba tersenyum kembali.

“Kamu selalu membuatku merasa bersalah”kata Woo Bin kemudian memeluk Zora dari belakang yang masih duduk dikursi.

Tanpa peduli kalau disekitar orang-orang memandang mereka aneh.

 

Zora, Woo Bin dan Kenzo adalah sahabat sejak kecil.

Diantara mereka Woo Bin yang paling tua, umurnya 2 tahun lebih tua.

Karna Woo Bin yang paling tua, maka dari itu Woo Bin lah yang selalu melindungi mereka terutama Zora putri kecilnya yang berhati lembut.

Tapi ketika akan memasuki SLTA Woo Bin terpaksa pindah ke Canada ikut orang tuanya.

Dengan berat hati terpaksa ia meninggalkan putri kecilnya yang beranjak dewasa itu juga Kenzo sahabat terbaiknya.

Mau tidak mau, ia dipaksa harus mau.

Dan sekarang ia sangat senang bisa kembali menginjakkan kakinya ditempat kelahirannya. Dengan begitu ia bisa bertemu putri cantiknya.

“Emm, udah ketemu sama Kenzo??”ujar Zora mencairkan suasana. Keadaan sudah kembali seperti semula.Woo Bin kembali duduk dikursinya.

“Iyaa udah, tadi ketemu dia duluan sebelum kamu. Aku juga telpon dia sebelum kesini tapi tak aku izinin kasih tahu ke kamu”

“Tu kan curang!!

“Udah, jangan cemberut lagi. Jelekk tahu!”ujar Woo Bin lalu menyuapkan makanannya ke mulut Zora dengan lembut.

Zora pun tertawa kembali.

Pikirannya kembali menerawang masa lalu ketika Woo Bin sangat sering melakukan hal itu padanya, apalagi sewaktu ia sakit.

Woo Bin rela tak main seharian dengan Kenzo dan teman-teman cowoknya yang lain hanya demi merawat dirinya.

Seulas senyum kembali menghiasi wajahnya.

 

##|||##

Jam masih menunjukan pukul 9 malam tapi dentingan suara jarum jam semakin nyaring, mengisi kesunyian malam disebuah rumah mewah.

 

Eomma mau bicara”ujar eomma Jiyong dengan wajah serius, mencegat Jiyong yang hendak masuk kekamar tidur.

“Apa mom?”

“Duduk sini dekat eomma“ajak beliau lembut. Jiyong hanya mengerutkan sebelah keningnya lalu duduk di sofa berwarna ungu muda itu, ia duduk didekat ibunya.

“Mau bicara apa mom? Apa mau ngirim aku lagi keluar negeri??”katanya dengan nada tak suka.

“Bukan sayang, tapi eomma mau menjodohkan kamu dengan anak sahabat eomma

MWO??”pekik Jiyong kaget, memandang eomma nya aneh.

“Jadi ini yang eomma bilang serius, mom jangan kono deh”sambungnya.

“Jiyong, tapi kalian akan kenalan dulu kok. Dia itu wanita yang cantik dan baik pula. Kamu juga belum punya kekasihkan?”papar tante Laily.

“Ohh, jadi hanya karna itu mau jodohin aku?? maaf mom, aku gak bisa meskipun aku beklum mempunyai pacar”

“Jiyong, kapan sih eomma meminta kamu. Eomma hanya ingin yang terbaik bagimu. Patuhi peritah eomma Besok malam eomma akan kenalin kamu sama dia”

“Akh eomma, kenapa sih ngambil keputusan sepihak. Tapi mau gimana kalau aku ngelawan eomma pasti sedih. Ohh,Tuhan semoga seperti di film-film, wanita itu adalah orang yang kusuka”gumam Jiyong dihatinya.

“Jadi gimana?”tanya sang eomma memastikan.

“Yaa terserah eomma lah, aku ngikut aja”jawab Jiyong dengan seulas senyum. Kemudian memberi ciuman hangat dipipi eommanya, sang belahan jiwanya.

“Nite mom…”ucapnya lalu melangkah menuju kamarnya tanpa semangat.

##||##

 

“Gimana selama di Canada??”tanya Kenzo dengan Woo Bin seraya mengiris-ngiris makanannya.

Mereka makan malam disebuah cafe bersama Yozora tentunya.

“Yaa, awalnya sih sulit beradaptasi tapi lama-lama nyaman kok”

“Lalu, kenapa balik ke Korea kalau udah nyaman disana?”ujar Zora dengan nada sinis.

“Kamu sensitif yaa sekarang!”jawab Woo Bin sembari mencubit gemas pipi putih cerah Zora yang duduk disampingnya.

“Mana nih oleh-oleh buat kami. Masa pulang dengan tangan kosong”ujar Kenzo sekenanya.

“Tenang, nih buat kamu dan  ini buat kamu”kata Woo Bin sambil menyerahkan kado kepada mereka.

“Wuahh, jam tangannya pasti mahal banget. Limited edition nih”kata Kenzo girang saat membuka kado dari Woo Bin yang berisi sebuah jam tangan bermerk.

Zora hanya diam tanpa ekspresi ketika melihat kadonya.

“Gak suka yaa? maaf, kupikir kamu masih suka warna pink”ujar Woo Bin menyesal.

“Ohh, engga. Gaun ini bagus banget kok. Pasti mahal nih”sanggah Zora.

“Tapi aku tengsin kali makainya”gerutu Zora dihatinya.

“Yaudah, besok malam dipakai yaa. Masih ingatkan besok tanggal berapa?”

“Iyaa, tau deh, ternyata kamu ngasi kado biar kami kasih kado besok malam.hehe…”ujar Kenzo cekikan.

“Kyaaa..gimana ini. Besok malam Jiyong ulang tahun dan besok malam Woo Bin oppa juga ultah. Kalau aku gak datang ke ultah Jiyong pasti dia bilang rahasiaku. Dia ember lagi.huh! Tapi kalau aku tak datang ke ultah Woo Bin oppa,pasti oppa kecewa”ucap Zora dihatinya.

“Emm, iyaa pasti akan kupakai ke ultah oppa“ucap Zora mantap.

“Yaudah,sekarang makan jangan ngobrol lagi”kata Woo Bin.

Mereka pun makan dengan tenang, sementara Zora terus memutar otaknya bagaimana ia bisa datang didua pesta ulang tahun dengan jam sama.

“Akh, aku kan bukan orang sakti!!”gumam Zora dihatinya.

****

 

Matahari terbenam diperaduan, senja telah tenggelam.Bulan menampakkan cahayanya.Tepat jam 10 malam acara dimulai.

“Kalau kamu gak datang. Lihat apa yang bakal aku lakukan buat ngerjain kamu!”janji Jiyong dihatinya sembari memperhatikan arlojinya.

“Jiyong, sini nak”perintah eommanya lembut, beliau bersama seorang wanita cantik. Jiyong pun menghampiri eommanya.

“Dia mom??”ujar Jiyong kaget.

“Kalian saling kenalkan? Eomma tahu kok”

“Iyaa tante,  kami kan satu fakultas”sahut wanita itu dengan tersipu.

“Iya, sangat kenal mom.Yaa kan NaEun?”jawab Jiyong datar.

“Baguslah, kalau begitu.Yaudah kalian nikmati pesta ini. Kalian kumpul sama teman-teman sana”

“Iyaa mom..”

“Permisi tante”kata NaEun ramah. Lalu menggandeng tangan Jiyong.

“Musibah nih!”gerutu Jiyong dihatinya.

“Gak nyangka yaa. Kita bakal dijodohin. Aku senang banget saat dengar dijodohin sama kamu”

“Ohh..”jawab Jiyong dingin.

“Heii, kamu udah dengarkan kemarin tentang Zora yang terkunci ditoilet itu aku loh yang ngerjain. Kebuktikan aku berani ngerjain dia”Ujar NaEun girang sembari menyerahkan minuman pada Jiyong.

“Thanks, ohh jadi kamu. Tapi sayang cara kamu kampungan. Bukan gitu caranya ngerjain”

“Loh kok gitu? Tapi yang penting aku bisa membuktikan ucapanku”protes NaEun karna Jiyong meremehkan usahanya.

Hii bro, happy brithday. Maaf nih, aku gak bisa lama soalnya aku mau keultahnya Woo Bin juga”sela Kenzo akan perbincangan Jiyong dan NaEun.

“Woo Bin” kata Jiyong refleks. Ia teringat sosok lelaki kemarin yang memiliki nama yang sama.

“Kenapa. Kamu kenal sama dia?”tanya Kenzo heran melihat ekspresi wajah Jiyong.

“Ohh,enggak. Yaudah,take care” jawab Jiyong seraya menepuk pundak Kenzo.

Kenzo tersenyum tipis lalu menoleh kearah NaEun. Namun NaEun malah membuang pandangannya.

“Sebenarnya aku ingin lama-lama disini. Ingin lebih lama menatapmu. Kamu terlihat sangat cantik malam ini”ujar Kenzo direlungnya kemudiam berlalu.

Sementara tatapan Jiyong mengitari sekitarnya sedari tadi.

 

Tak lama setelah kepergian Kenzo, tiba-tiba pesta itu menjadi sunyi tak terdengar sepatah kata pun ketika sesosok wanita yang cantik jelita berada diambang pintu. Lekuk tubuh anggunnya bagai sang dewi. Cantik parasnya seakan melebihi bidadari.

Wanita itu melangkah dengan anggunnya meski memakai high heels, dengan gaun berwarna merah muda dihiasi bunga-bunga lembut. Membuat ia terlihat sangat feminim.

Yaa, dia Yozora. Semua mulut terbungkam ,entah merasa aneh atau kagum.

Jiyong segera menghampirinya dengan tawa geli.

“Kirain kamu pengecut ternyata punya nyali kamu!hehe…”

“Sialan kamu! kamu ngerjainkan? kamu bilang wanita wajib memakai gaun pink ternyata, gak ada tuh yang memakai gaun pink.Awas aja kamu!”bisik Zora pada Jiyong seraya mengepalkan tangannya menahan geram.

Enjoy the party“balas Jiyong, tak peduli dengan kemarahan Zora.

“O’iyaa, rambut kamu dilepas aja deh. Masa masih saja dikuncir. Kayak ekor kuda aja”tambah Jiyong sembari melepaskan ikatan rambut Zora hingga terurai rapi. Zora hanya diam karna tak mungkin ia menghajar Jiyong ditengah orang banyak.

“Lihat aja kamu. Selamat udah berhasil buat aku malu”bisik Zora lagi.

Semua mata tertuju pada mereka.

Okay everybody, enjoy the party“teriak Jiyong mengalihkan perhatian.

Lalu ia menatap Zora dengan senyum menyeringai dan berlalu untuk menghampiri NaEun.

“Ngerjain tuh seharusnya seperti ini. Bukan secara sembunyi-sembunyi”jelas Jiyong seraya mengerutkan sebelah alis matanya.

“Kamu gak tau sih gimana sadisnya Zora. Mana mungkin aku berani terang-terangan”sahut NaEun.

“Profesional dong”ucap Jiyong seraya merapikan kerah jas nya.

 

Jam 12 teng berbunyi, acara peniupan lilin dimulai.

Zora hanya diam dipojokan.Ia sangat tak menikmati pesta itu. Setelah acara memotong kue Zora pun pulang tanpa pamit. Ia pulang dengan hati kesal dan marah.

Yaa, tujuan Jiyong mengadakan pesta itu hanyalah untuk mengerjai Zora, ia bahkan belum pernah mengadakan pesta seperti itu karna ia kurang suka dengan gemerlapnya pesta, tapi kali ini ia punya maksud tertentu, ia hanya ingin membuat Zora terlihat normal dimata orang lain, bukan gadis galak dan sadis yang ditakuti oleh orang-orang. Ia tahu Zora pasti memiliki sisi lembut.

 

TBC

 

 

Link cerita sebelumnya :

Chapter 1 :https://www.facebook.com/notes/komunitas-pecinta-drama-korea/watashi-no-ai-de-anata-ga-daisuki-nano-yochapter-1-fanfic/637798906231041

 

Chapter 2 : https://www.facebook.com/notes/komunitas-pecinta-drama-korea/watashi-no-ai-de-anata-ga-daisuki-nano-yo-chapter-2-fanfic/638735109470754

One thought on “Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s