Love is L.O.V.E // Ficlet

 

LoveISLove

Author : Kim MysHwa

Genre : Romance

Cast : Min Woo, Seohyun

Length : Oneshot

Disclaimer : Mine is mine.

 

 

 

“Yayayaa…bullshit!!”celutuk Seohyun yang tak mau mendengar penjelasanku tentang mengapa aku terlambat menjemputnya. Begitulah dia, tak bisa mentolerer kesalahanku.

Ia hanya memasang muka masam dengan dua bola matanya yang berkaca-kaca. Aku tahu dia lelah karna menungguku yang telat hampir dua jam untuk menemuinya. Tapi tak bisakah ia mengerti??? Aku seorang dokter yang harus selalu siap bila ada pasien darurat, jam berapapun itu.

“Aku nunggu kamu disini!dipantai ini sendirian,kepanasan! apa kamu lupa hari ini apa?? kamu jahat!”tambahnya.

“Seohyun-ya, mian. Bukankah sudah kubilang tadi ada operasi. Aku juga capek setelah pulang kerja langsung menemui kamu. Mengapa kau tak coba mengerti?”

“Mengerti, mengerti untuk apa?”hardiknya seraya mengangkat sebelah alisnya.

 

“Cinta memang harus rela berkorban. Baru aku meminta waktumu sedikit untuk menungguku kamu sudah menggerutu seperti ini”tuturku sedikit kesal dengan sikap kekanak-kanakan yang melekat didirinya yang hanya ‘maunya dia’, dia cuma mau ditunggu tapi tak mau menunggu. Dia selalu ingin menang sendiri. Hanya mau untungnya. Entahlah aku tak habis pikir jadinya mengapa aku bisa jatuh hati padanya dari dulu dan sampai sekarang rasaku tetap sama padanya. Mungkin benar kata orang cinta itu buta hingga aku tak peduli dengan sifat buruknya.

Dia sebenarnya gadis manis nan ayu, Seohyun yang kukenal pertama kali sebagai pasienku. Dia mencoba bunuh diri dengan mencoba mengiris urat nadinya karna putus dengan tunangannya yang selingkuh.

 

Seminggu dia dirawat aku pun menaruh hati padanya,selain karna paras cantiknya juga karna kelemah lembutan sikapnya. Hingga aku coba mendekati mahasiswi Seoul jurusan hukum itu selama dia dirawat ditempatku bekerja, sampai-sampai dia curhat tentang perihal penyebab dia bunuh diri. Ahk, memang cinta mampu membuat gila!

Satu bulan aku dekat dengannya,walau dia sudah keluar dari rumah sakit kami tetap berkomunikasi karna hubungan kami telah menjadi ‘chingu‘.Aku pun memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan yang kupendam selama ini.

Pucuk dicinta ulam pun tiba.Ternyata ia juga merasakan hal yang kurasakan.

Satu hal yang tertutupi selama aku dekat dengannya adalah sikap manjanya yang semau dia mengaturku. Aku pun jadi berpikir kalau mantan tunangannya meninggalkannya karna sifatnya itu. Tapi tak sepantasnya juga Seohyun diperlakukan seperti itu. Bukankah cinta harus bisa menerima kekurangan??

 

“Kenapa diam?? apa kau mau putus dariku,heh?”tanyanya sedikit membentak namun dari dua sudut matanya keluar butiran bening.

“Memang, ternyata susah juga punya pacar kamu”jawabku hambar.

“Yaa sudah, gara!!!.Beginilah aku,memang seperti anak kecil”timpalnya sembari menunduk dan kulihat airmatanya langsung terjatuh kepasir tanpa penghalang. Aku hanya bisa menyunggingkan seulas senyum sembari menggeleng-gelengkan kepala lalu mendekapnya dalam pelukanku. Ia pun kaget melihat tingkahku yang ternyata malah memeluknya.

“Semudah itu kau menyuruhku pergi setelah dua tahun kita menjalin hubungan dan kita telah mengantongi restu?”tanyaku pelan. Membiarkan jubah putihku yang belum sempat kuganti dibasahi oleh airmatanya.

Dia hanya terdiam dan meneruskan tangisnya.

 

“Apa cintamu telah hilang?”tanyaku lagi, namun dia tetap tak merespon tapi dia mengeratkan pelukannya.

“Aku sangat menyayangimu, aku tak mau kamu tersiksa karna sikapku ini. Maka dari itu kurelakan kau pergi sebelum kau selingkuh!”ujarnya kemudian dengan nada lirih.

“Hanya itu? Ketahuilah, aku akan selalu mencintaimu bagaimana pun kamu”

“Benar?”tanyanya sembari mendongakkan kepalanya kewajahku.Aku pun menganggukkan kepala mantap seraya tersenyum.

“Min Woo,  love you more than anything else. Maapin aku.Aku janji akan merubah sikapku menjadi lebih baik”ujarnya lagi seraya mengeratkan pelukannya. Aku pun membelai lembut rambut lurus panjangnya.

“Jangan pernah kau ragukan cintaku!”kataku menegaskan.

 

Aku melepaskan pelukannya lalu mengambil sesuatu dari saku bajuku.

“Ini buatmu”kataku seraya memberikan kotak mungil berbentuk “love”.Dengan rasa penasaran ia pun membuka kotak itu.

“Cincin berlian, maksud kamu?”ujarnya dengan mata berbinar.

“Hari ini kan dua tahun kita jadian, aku mau melamarmu. Aku ingin menjadikanmu sebagai pendampingku. Apa kau mau menjadi yang terakhir dan tak akan tergantikan selamanya??”kataku menjelaskan, tampak sorot haru bercampur kebahagian dari matanya.

“Tak perlu ku jawab, kau pasti sudah tahu”sahutnya lalu kembali ku merengkuh ia dalam pelukanku.

 

 

Itulah cinta kita tak perlu bersikap keras jika pasangan kita bersifat keras, jika bertabrakan pastilah pecah yang menimbulkan pertikaian tanpa bisa satukan arah satukan rasa. Jangan memaksakan ego tapi bersikaplah lembut maka ia akan luluh. (^__^)

 

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s