Our Love Like This (Part 2)

 

OLLT2

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT         : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
                          *Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
                         *Lee SungMin (SJ)
                          *Lee DongHae (SJ)
                          *Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
                          *Shin Yong Jie (OC)
                          *DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

HAPPY READING^^

 

 

CHAPTER 2

#AUTHOR POV#

Para gadis desa itu pun memulai latihan mereka menggunakan Highells dengan wajah yang sungguh sumringah begitu pula dengan hyejin, bayang bayang menjadi model terkenal pun kini sedang mengitari pikirannya.

Beberapa kali mereka terjatuh karna kurangnya keseimbangan tubuh mereka, tapi itu semua tak menyulutkan semangat mereka untuk terus menggunakan sepatu itu.

Canda tawa terdengar nyaring diruangan asrama tersebut,
Tiba tiba hyejin tertegun, entah mengapa kini perasaannya menjadi gusar. Nyeri sedikit menjalar ke ulu hatinya, perasaan gelisah semakin mengendalikan tubuhnya. Namun dengan cepat ia menepis perasaan itu semua, tapi tetap saja ia begitu khawatir dengan perasaannya kini.

‘Oppa? Ada apa ini? Apa yang terjadi padamu teukki oppa?’ batin Hyejin sembari mengatur nafasnya agar tetap rilex.

 

***

Malam harinya..
Seorang gadis cantik nan mungil kini sedang memandangi tubuhnya dicermin kamarnya, sambil sesekali menarik-narik ujung dress pink ketatnya. Tangannya tak henti hentinya menarik-narik beberapa bagian dress itu yang sedikit mengekspose bagian atas dan bawah tubuhnya.

Hyejin sangat merasa tidak nyaman dengan ini semua, terlebih Make up yang terlalu berlebihan pada bagian bibir. Sungguh ia merasa jika bayangan dicermin itu bukanlah dirinya.

“Aku terlihat seperti badut jika memakai lipstick berwarna merah menyala ini. Isssh! Untuk apa semua ini? Apakah semua model profesional itu tidak malu jika memakai pakaian kurang bahan sepeti ini eoh?” Gerutunya.

Walaupun lipstick tebal itu membuat bibirnya agak sedikit tebal, tapi tetap tak mengurangi kecantikan dari seorang Park Hyejin.

“Hyejin ah, palliwa. Kang ahjumma dan lainnya sudah menunggu dibawah” Teriakan seorang yeoja yang tak lain adalah Choi Gyuri itu terdengar dari balik pintu, hingga akhirnya dengan ragu ia pun berjalan keluar kamar.

“Gyuri ah~ apa tak ada lipstick lain eoh? Ahjumma itu mendandani kita terlalu berlebihan kita seperti badut” Hyejin terus menggerutu sembari menuruni anak tangga.

“Kita tidak seperti badut hyejin! Mana ada badut secantik kita eoh? Haha” Balas Gyuri.

“Yaaa~ Gyuri akh!”

“hhhh, sudahlah kajja” Gyuri pun dengan cepat menarik tangan hyejin agar berjalan lebih cepat

 

. ***

Dentuman keras suara musik diruangan itu begitu kentara, ditambah penerangan yang hanya berasal dari beberapa lampu sorot. Bau alkohol begitu menyengat menambah kesan ‘Liar’ nya tempat itu, tanpa malu beberapa orang orang itu menari dengan erotisnya dengan beberapa penari yang disediakan Club tersebut.
12 gadis canik nan polos itu kini sedang berdiri mematung didalam tempat yang mungkin baru pertama kali mereka datangi itu, mereka melongo, hati mereka terus mencelos, bayang bayang menjadi model terkenal pun sirna begitu saja dari pikiran mereka.

Detak jantung mereka tak henti hentinya bergerak cepat menunggu sebuah kepastian akan nasib mereka selanjutnya, rasa menyesal tumbuh dengan cepat dihati mereka semua tak terkecuali hyejin.

Mereka tertipu! Mereka menyesal berada di seoul dan mengikuti semua saran palsu dan iming iming yang diberikan oleh Ajumma Kang dulu.

“Hyejin ah!! Ottokhe? Kita… kita terjebak! Aah, tuhaaaan” Gyuri terus merutuki nasibnya sambil terus menangis memeluk hyejin.

“Gyuri ah, aku tidak tau jika nasib kita harus seperti ini! Aku tidak mau menjadi liar seperti mereka” Jawab sembari menatapi orang orang itu.

Dengan gusar hyejin memberanikan diri menghampiri ahjumma kang dan meminta penjelasan mengapa mereka bisa dibawa ke dalam Club ini.

“Ahjumma! Kenapa kau membawa kami kemari heum? Jelaskan!” Teriak hyejin karna memang jika ia bicara pelan pasti suaranya tidak akan terdengar oleh ahjuma kang yang sedang berdiskusi dengan seorang lelaki dimeja bar.

“Sudahlah, kenapa kau menanyakan hal ini heum? Katanya ingin dapat uang banyak! Turuti saja aku” balasnya

“MWO? Memang! Aku ingin mendapatkan uang ahjumma, tapi tidak dengan cara seperti ini”

“Ckckck, kau fikir dengan ijasah SMA mu itu kau bisa bekerja halal disini? Babo!”

“Jadi benar kau akan menjual kami HAH?”

“Kalau iya kenapa? Kau mau menolak hah? Anak kampung!”

“Ahjumma bukankah kau akan membuat kami menjadi model hah?” hyejin meneteskan air matanya dan berharap ini adalah mimpi disiang bolong.

“Kau sudah terlambat Babo, dan hey! Aku tak pernah mengatakan jika kalian akan menjadi model! Hahah, Lalu Kau fikir aku akan melepaskan kalian hah apalagi kalian masih Virgin. Hahaha, setelah kau menghasilkan uang yang banyak untukku dan sampai kau sudah keriput, aku baru akan melepaskanmu”
Hyejin kini hanya bisa mematung menerima kenyataan, ternyata semua firasat jung soo itu benar adanya bukan hanya halusinasi belaka.

“Sampai kapan kau akan berdiri dihadapanku bodoh? Cepat kembali bersama teman temanmu itu, dan tunggu sampai ada tamu yang akan menyewamu!”

Hyejin mengepalkan tangannya menahan segala emosinya yang sudah memuncak sampai keubun ubun, perlahan ia memundurkan langkahnya dan kembali bersama gyuri yang terus menangis sejak tadi.

Ia terdiam, memikirkan sesuatu.
Ia tak boleh seperti ini.

 

# HYEJIN POV #

Ingin sekali rasanya aku menampar wanita itu!
Wanita brengsek yang tega menipu kami semua dengan cara seperti ini, kami akan dijual! Kami korban Human Traficking!

Aku teringat pada perkataan jungsoo oppa tempo hari mengenai firasat buruk nya pada ahjumma kang, dan ternyata benar saja.
Haaaah, tapi apa boleh buat? Sekarang nasib kami sudah benar benar diujung tanduk.

Sedari tadi airmataku rasanya tak mau mengering, malah semakin terus mengalir mendengar Choi gyuri terus berteriak meminta maaf kepada orangtua nya yang bahkan tidak akan mendengar jeritan anaknya disini.

Segera ku hapus airmata ku, sebuah ide muncul begitu saja. Melihat beberapa bodyguard kang ahjumma sedang menikmati Soju dimeja yang berada tak jauh dari posisi kami.

“Gyuri-ah, kita harus pergi dari tempat maksiat ini” bisikku padanya.

“Bagaimana caranya hyejin ah?”

“Kau lihat bukan? Ahjussi itu sedang asyik meminum soju mereka”

“Lalu?”

“Ish! Babo! Kita harus cepat berlari pergi, dan kau lihat? Dipintu keluar tidak ada anak buah kang ahjumma”

Gyuri menatap jalan menuju pintu keluar tempat maksiat itu lalu tersenyum padaku.

“Lepaskan sepatu ini, agar kita bisa berlari dengan kencang! Arraseo?” Instruksiku lagi padanya.

“Arraseo! Tapi bagaimana dengan ahjussi itu?” Tanya gyuri padaku sembari menatapi seorang bodyguard kang ahjumma yang sedang menarik narik seorang gadis, yaitu teman kami sendiri yang berasal dari mokpo.

“Dia sedang sibuk mengurusi gadis itu, sudah kajja! Sebelum semuanya menyadari jika kita ingin kabur” Jawabku sembari melepaskan sepatu bodoh ini.

Posisi kami yang paling belakang dari urutan para gadis gadis yang lainnya pun seakan memberikan kesempatan jika kami harus benar benar kabur dari tempat ini sebelum akhirnya nasib kami sia sia diatas ranjang.

Gyuri menatapku lalu mengangguk seakan memberi kode inilah saatnya.
Akupun mengangguk, lalu perlahan kami berjalan mengendap endap seperti pencuri yang takut tertangkap basah.

 

Ya! Pintu keluar sedikit lagi, Gyuri tak henti hentinya menggenggam tanganku. Dapat kurasakan tangannya sangat gemetar dan dingin, sepertinya dia sangat takut sama sepertiku.

“Hyejin ah, kita sampai dipintu keluar, palli sedikit” Ujar Gyuri.

Akupun hanya mengangguk dan berjalan lebih cepat,

 

“Hei! Kalian mau kemana? Kembali” Suara lelaki itu seakan membuat jantungku ingin copot seketika, gyuri melotot menatapku lalu mengangguk seakan mengisyaratkan inilah saatnya untuk ‘Berlari sekencang kencangnya’

Tanpa basa basi lagi, kami pun segera berlari dengan cepat dan berhasil keluar dari tempat biadab itu.

“Kembali bodoh! Kembali! Kalian ingin mati HAH?!” teriakan seorang perempuan itu seakan menjadi penyemangat kami untuk terus berlari kencang. Hingga tautan tangan kami terpisah.

 

Suara deruan langkah kaki yang terus mengejar ngejar kami membuat hatiku sakit dan takut, terlebih saat tak ada satu orang pun yang perduli dengan kami yang sedang dikejar kejar sambil terus menangis meminta tolong.

Gyuri berlari mendahuluiku, sungguh kekuatannya begitu hebat. Dibandingkan aku yang sangat tidak ahli untuk hal olahraga seperti lari ini.

“Eomma! Appa! Tolong akuuuuuuuuu! Oppa! JUNGSOO OPPA DONGHAE OPPA TOLONG AKU!!!!!” teriakku sekencang mungkin.

“BODOH! KEMBALI KALIAAAAN! SIALAAAAAAAAAN!” Suara kang ahjuma semakin dekat,

Aku sudah tidak sanggup, sudah lebih dari tiga tikungan kami lewati tapi sepertinya Gyuri tidak terlihat lelah, berbeda denganku yang seakan sudah payah untuk berlari.

Airmata masih setia menghiasi wajah kami, dan kami sungguh sudah tidak memperdulikan lagi wajah kami sekarang seperti apa.

Dipikiran kami hanya lah bagaimana caranya agar bisa menghilang dan tidak tertangkap lagi oleh komplotan biadab itu!

 

BRUKKK.

 

Kurasa kakiku sudah benar benar lemas, hingga rasanya tak kuat lagi berlari.

Aku terjatuh,

Gyuri berhenti lalu menatapku, dan membantuku yang hendak berdiri.

“Gyuri ah, pergi cepat! Pergi! Jangan hiraukan aku! Cepat pergi, sebelum mereka mendekat” Perintahku padanya.

“Tapi.. Bagaimana denganmu?”

“Jangan khawatirkan aku! Cepat LARI!” Ujarku sembari menengok kearah belakang. Dan melihat mereka sudah mendekat.

Gyuri pun berlari lagi, tapi sebelum itu ia berkata sesuatu kepadaku.

“Mianhae hyejin ah, aku.. aku tak bisa membantumu”

Setelah itu gyuri berlari lagi, aku semakin terisak! Tapi aku tak akan menyerah, aku bangkit berdiri lagi dan berlari sekuat tenagaku.

Berlari lagi dengan kecepatan yang berkurang, tidak seperti tadi.
Awww. Perutku terasa perih, aku sadar jika aku belum makan malam. Tapi aku tak akan berhenti aku terus berlari dengan mata yang sesekali terpejam merasakan perihnya perutku saat ini.

 

BRUUKK!

 

Kurasa aku menabrak seseorang dan terjatuh lagi bersama orang itu, airmata ku terus mengalir. Hatiku terus mencelos mendengan suara teriakan dan deruan langkah kaki itu semakin mendekat.

“Mianhae, jeongmal mianhae” Ucapku lemah pada orang itu yang ternyata seorang namja.

Ia tidak menjawab, ia malah tersenyum dan membantuku berdiri sembari merapihkan lagi tuxedo nya.

“Kenapa menagis?” Tanya nya yang mungkin heran melihat wajahku yang sudah sembab.

“Tuan, tolong aku tuan jebal! Orang orang itu akan menjualku, tolong aku tuan jebal” Jawabku sambil terus menangis dan berharap namja ini bisa membantuku, karna jujur aku sudah sangat tidak kuat untuk berlari.

“Haah?” Serunya kebingungan.

“Tuan kumohon, bantu aku tuan” Entah mengapa rasanya tubuhku sudah tidak kuat untuk berdiri hingga melorot begitu saja dihadapnnya hingga aku terduduk disamping kakinya.

“Yak! Hyejin ah. Mau kemana lagi kau sekarang bodoh! Cepat kembali, sudah ada yang memesanmu!” Seru kang ahjuma yang kini sudah ada didepanku bersama kedua bodyguardnya.

“Aniyo, ahjumma. Jebal jangan jual aku seperti ini hiks, aku mau pulang ahjumma hiks” jawabku lemah.

“Hahaha, sudah kubilang! Kau tidak bisa pulang sebelum kau menghasilkan aku uang yang banyak! Apa kau TULI hah?”

“Tuan! Bantu aku jebal tuan” Ucapku lagi sembari mengoyak kaki pria yang belum aku tau namanya itu.

Tapi percuma, karna pria itu hanya melongo terdiam melihat sebuah drama menyedihkan dihadapannya.

“Cepat tarik dia! Dan mana Gyuri?”

Aku menggeleng sambil terus menangis meratapi nasib burukku ini, yang kuyakin jika malam ini akan hilang semua kehormatanku.

“Ahjussi kumohon jangan seperti ini!” Ujarku memohon pada bodyguard kang ahjumma.

“Ajumma! Jebal! Aku tidak ingin menjadi pelacur!”

“Jangan berisik! Cepat jalan! Sudah ada yang menunggumu bodoh!” Jawab ahjumma sambil menarik kasar tanganku.

Tubuhku sungguh lemah untuk melawan, aku menoleh kearah pria itu yang sedang menatapku iba.

“Tuan Tolong aku” Ujarku lemah sembari menatapnya.

Tapi ia masih diam seakan memikirkan sesuatu, hah bodoh kau hyejin mana mungkin namja itu akan menolongmu, kenal denganmu saja tidak! Hah kau memang bodoh!.

 

Aku pun berjalan dengan segala kekuatan yang kumiliki saat ini. Dan bertumpu pada tangan dua ahjussi yang terus memegangiku sejak tadi.

“Lepaskan dia!”

 

DEG!
Apa aku salah tak salah dengar? Namja itu, dia berteriak seperti itu? Oh tuhan, semoga namja itu benar benar akan menolongku.
Langkah kaki ahjuma kang terhenti, begitu juga dengan aku bersama kedua ahjussi ini.

“Kau tuli ahjumma? Kubilang lepaskan dia sekarang!” Seru namja itu lagi, yang membuat kami semua kembali menatap namja itu.

“Apa hakmu hah?” Jawab ahjumma santai.

“….” Namja itu terdiam.

“Apa kau mau menyewa-nya tuan muda?” Ahjuma tersenyum, seakan meremehkan pria itu. Dan sementara aku? Masih terus berdoa agar bisa terlepas dari semua ini.

“Tidak” Jawabnya, aku melotot. Pupus sudah harapanku untuk terlepas dari ini semua.

“Haha. Lantas? Untuk apa kau menyuruhku melepaskannya? Apa kau keluarga nya hah? Atau……. kau ini seorang polisi HAH?!”

“Ani, aku bukan seorang polisi. Dan aku juga bukan keluarganya”

“Lalu apa maumu? Hah sudahlah, menghabiskan waktu saja bicara dengan anak muda sepertimu”

Namja itu terdiam, lalu ahjuma kang berjalan lagi. Dan mau tak mau akupun mengikuti arah tarikan yang mencengkram tanganku. Sambil terus menangis. Kupikir namja itu benar benar akan menolongku, tapi nyatanya?

 

“Aku akan MEMBELINYA!”

Hatiku mencelos lagi. Apa? Apa dia bilang? Dia ingin membeliku? Benarkah? Itu berarti? Ah tuhaaan, semoga saja ini bukan mimpi.

“Apa? Haha! Lelucon apa lagi ini?” Tanya ahjumma sembari berjalan menghampiri namja itu.

“Aku tidak bercanda ahjumma! Katakan sekarang! Berapa yang kau inginkan dariku, asal kau melepaskan wanita itu” Jawab namja itu sembari mengeluarkan selembar kertas dari tas kerjanya.

Kulihat, kang ahjumma hanya bisa membuka mata dan mulutnya lebar lebar.

“Cepat tulis disini! Lalu berikan wanita itu padaku”

“Ja..jadi? jadi kau? Salah satu pewaris Le..Lee Corp itu?” Tanya kang ahjumma sembari menujukkan ekspressi kaget luar biasa.

Pewaris tunggal Lee Corp? Apa itu? Apakah itu sebuah perusahaan? Ah entahlah!

“Kalau iya memangnya kenapa? Cepatlah tulis berapa uang yang kau butuhkan! Aku tidak banyak waktu” Balasnya ketus.

Dengan cepat ahjumma kang meraih lembaran kertas itu lalu menuliskan sesuatu diatasnya, setelah itu ia menyuruh bodyguardnya untuk melepaskan ku.

Eh ralat! Lebih tepatnya menyerahkan ku pada pria itu.
Entah apa perasaan yang ada dihatiku saat ini, yang jelas kini aku sedikit lega karna akhirnya aku tak akan menjadi seorang ‘Pelacur’

Lalu, ahjumma dan kedua bodyguard nya itu pergi meninggalkanku yang tengah terduduk lemas dengan namja ini begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Neo gwenchana?” Tanyanya lembut padaku.

Aku tersenyum getir, dengan keadaanku yang sudah tidak kuat berdiri ini ia masih bisa menanyakan jika aku baik baik saja? Oh! Sungguh aneh pria ini. Tapi, aku sangat berterima kasih padanya.

“Oh, mianhae. Mana mungkin kau baik baik saja? Iya kan?”

Aku mengangguk lemah.

“Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida tuan. Mungkin, jika tak ada kau, aku sudah kehilangan semua kehormatanku malam ini” Airmataku kembali turun membasahi pipiku.

“Hemm, cheonma. Apa kau masih bisa berjalan?”

“Entahlah”

“Kurasa tidak, baiklah kalau begitu. Kau jangan kaget ne” Ujarnya lalu dengan mudahnya merengkuh tubuhku ini kedalam gendongan tubuhnya.

DEG!
Hatiku berdegub dua kali lebih cepat saat ia menggendongku, Dia tampan! Sangat tampan!

 

Tanpa kusadari, kini aku dan dia sudah berada didalam mobil yang mungkin adalah mobil miliknya. Perlahan, ia menarik lenganku yang sedikit memar ditambah luka kecil karna terjatuh tadi dan juga akibat cengkraman bodyguard ahjumma kang tadi.

“Mungkin sedikit perih, tahan sebentar” Ujarnya lembut sembari mengusapkan kapas yang sudah diberi alkohol kelenganku.

“Aww, appo” Aku sedikit merintih, sebenarnya bukan hanya lenganku saja yang perih tetapi lambungku juga sangat perih.

“Ah, mianhae”

“Gwenchana” Ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya.

____

“Tuan, kenapa kau ingin menolongku? Sampai sampai kau rela membeliku?” Namja itu tetap pada aktivitasnya, menutup lukaku dengan plester.

“Entahlah, aku juga bingung kenapa aku bisa menolongmu seperti itu” Balasnya tanpa menatapku sedikitpun.

“Ah, sekali lagi terima kasih banyak tuan. Aku janji akan mengembalikan uangmu” Eh? Mengembalikan? Dasar bodoh kau hyejin! Uang dari mana? Bahkan ongkos untuk kembali ke Mokpo saja kau tidak punya.

“Kau tak perlu mengembalikannya”

“Apa? Benarkah?”

Namja itu tersenyum, lalu mengangguk dan menatapku.

“Ya! Tapi kau harus membantuku”

“Aku. Aku bersedia membantumu, bahkan menjadi pembantumu aku rela, asalkan itu bisa menebus semua kebaikanmu padaku”

“Benarkah? Apapun itu kau tidak akan menolaknya?”

Aku mengangguk mantap.

“Baiklah, kalau begitu. Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang” Tanya nya sembari menyalakan mesin mobilnya.

“Eh? Rumahku? kau benar ingin mengantarkan ku pulang?”

“Ye, memangnya kenapa?”

“Rumahku di Mokpo”

“Apa? Mokpo? Jauh sekali, kenapa bisa sampai kesini?”

“Apa kau lupa tuan? Aku ini korban Human Traficking” Jawabku lemah, sembari terus menahan perihnya perutku. Dengan menahannya menggunakan tangan kiriku.

“Aigoo, aku lupa. Baiklah, kalau begitu kau tinggal di apartement ku saja ottokhe?”

“Tak ada pilihan lain tuan”

Mau tak mau akupun harus ikut dengannya, karna jika tidak maka aku pasti akan menjadi gelandangan disini.

“Eoh tuan, apa yang harus kulakukan agar bisa menebus semua kebaikanmu?” Tanyaku lagi.

“Entahlah, akupun juga belum bisa memastikan nya” Jawabnya sembari terus terpaku pada jalanan seoul dihadapanya.

Kurasa, aku belum bisa bernafas lega sebelum mengetahui apa yang harus kulakukan untuknya. Karna aku tak ingin terjebak untuk yang kedua kalinya.

 

 

 

TBC…
RCL PLEASE.

Gimana? Gaje kan?😀
Haha, Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya J terima kasih *BOW

 

 

10 thoughts on “Our Love Like This (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s