Trap In love – Ficlet / Oneshoot

 

TrapInLove

Trap in Love

Authors : Kim MysHwa

Cast  : Kim HeeChul, Park Yoo Jin

Genre : I don’t know what to say/ gaje..kkk….XD

Inspired by Missing U (Teen Top), Trap (Henry Lau)

This story is mine.

 

 

 

Kim HeeChul POV

Seorang yeoja sedang menungguku disebuah cafe, ia duduk membelakangiku saat aku melihatnya di pintu depan.Aku hanya melihat bagian belakangnya.

“ Maaf, membuatmu menunggu” sapaku, aku langsung memeluknya dari belakang, ia sedikit terkejut namun setelah mendengar itu suaraku ia kembali tenang. Setelah itu aku langsung mehadapnya, duduk didepannya. Ia tersenyum berkelip kearahku.

Ne, gwaenchanha oppa” jawabnya dengan lucu, caranya berbicara itu membuatku tertawa.

“Bagaimana tidurmu kemarin, apa nyenyak??” tanyanya, mungkin ia mengira, aku terlambat bangun penyebab telat menemuinya.

“Ah, yaa. Kau mau makan apa??”  tanyaku balik, tiba-tiba wajahnya berubah. Ia seperti sedikit kecewa dengan pertanyaanku itu, baiklah sepertinya aku salah berucap mungkin ia berharap aku bertanya yang lain. Ia menatap mataku, aku pun segera menghindarinya.

“Ohh yaa, bagaimana kabarmu hari ini?? Apa yang kau kerjakan semalam?” aku langsung mengubah topik sebelum ia menyadarinya.

“ Baik sekali, karna aku sudah melihatmu. Apa kau tahu karena kemarin kita tidak bertemu aku sampai memimpikanmu, kenapa kau selalu menghantuiku??” mata polos itu bersinar kembali, ia tertawa mengatakan itu, seakan tak ada beban.

Ah~, aku membenci diriku sendiri karna telah membuatmu seperti itu, tapi aku tidak punya cara lain.

Nado, aku juga sangat merindukanmu” Ahk~, sebuah kebohongan meluncur lagi dimulutku tanpa kusadari.

“Maaf, karna kau bertemu denganku kau mencintaiku, tentu tak mudah bagimu” sambungku. Ia tersenyum kecil kearahku, senyum yang indah.

“ Gwaenchanha, kau sudah seperti matahari bagiku, sinarmu menghangatkanku”  sekali lagi, mata polos itu memandangku dengan ketulusan, senyum cerah kembali mengembang di bibirnya. Hatiku tidak untuknya, itulah yang membuat aku merasa sangat berdosa padanya. Tidak ada kejujuran di cinta ini, aku memulainya dengan sebuah kebohongan.

 

Berpura-pura peduli padanya, berpura-pura menyukai dan jatuh cinta padanya. Hingga ia terperangkap kedalam jebakanku. Mungkin ia sudah menganggapku seperti udara baginya, ia takkan bisa jika tak bergantung padaku.

“Karena kamu bukan dia, aku kira aku akan merubahmu menjadi dia. Mianhae jeongmal, aku berharap kamu dapat menggantikannya. Tapi ternyata aku masih selalu memikirkannya. Aku hanya menginginkannya, Aku membenci diriku sendiri karena menjadi seperti ini tetapi aku tidak dapat menahannya” kali ini aku memberanikan diri berterus terang padanya, aku tak ingin terus membohonginya, meski begitu aku tahu dia tidak akan mudah menerimanya, aku rasa dia akan sedikit shock.

 

“ Na, gwaenchanha , buatlah aku semirip mungkin dengannya, jadikan sesuka hatimu” ucapnya tenang, tak ada kekecewaan didalam matanya.

Apa ini?? Aku pikir dia sudah gila!! Mengapa dia tak memarahi atau memukulku, ia malah tersenyum. Bagaimana ini?? Apa aku yang membuatnya gila??

“Kamu masih tidak tahu, kamu dapat memiliki badanku tetapi kamu tidak dapat memiliki hatiku

Aku menyerah. Aku minta maaf. Tolong mengerti karena aku tidak mampu mengatakan aku cinta kamu”  Aku berusaha menyadarkan kegilaannya, meski dia berusaha seperti apapun aku takkan bisa ia miliki sepenuhnya.

 

Dia masih tenang, ia tak menanggapiku. Ia asyik mencoba makanannya. Aku rasa aku sudah benar-benar berdosa membuatnya seperti itu.

“Dia tidak dapat sama denganmu, karena aku masih memikirkannya. Kamu tidak akan bisa menjadi dia. Maaf, aku yang terlalu egois” tuturku lagi agar ia berhenti berharap, kalau hubungan yang kami jalani hanyalah sebuah kebohongan yang kuciptakan.

 

Park Yoo Jin POV

Ia terus berbicara, ia sangat ingin melemparkanku. Tapi itu takkan berhasil!! Aku bahkan tidak mampu menggerakkan tubuhku, aku telah tersudut dihatinya.

 

Dari awal aku bertemu dengannya, aku sudah curiga ia mengubahku seperti seseorang, entah seseorang seperti apa orang itu hingga begitu istimewa bagi Kim HeeChul. HeeChul selalu memilihkan baju dan sepatu yang akan aku pakai, membelikan parfum juga dia mengubah gaya rambutku menjadi bob . Entah sihir apa yang ia pakai hingga aku hanya diam saja diperlakukan seperti itu, aku sama sekali tak melawan, aku hanya menerima, seperti patung. Benar, aku telah terperengkap dihatinya.

 

Diriku semakin terlupakan olehnya, benar! Aku menggila.Terkadang lelah menyambangiku saatku sadar aku hanyalah bonekanya, namun meski ia telah membangunkanku, menyadarkanku. Aku tak bisa lari darinya, aku telah terperangkap, aku terperangkap.

“Kau pikir semudah itu?? Sekarang kau ingin melepaskanku? Setelah yang kau lakukan padaku, sekarang aku bahkan kehilangan diriku sendiri karna kau telah mengubah semuanya yang ada padaku. Aku tak akan membiarkanmu” jawabku dengan congkak, meski ia terluka karna impiannya menjadikan aku menjadi “dirinya” tak berhasil tapi menurut sudut  pandangku akulah yang lebih terluka karna menjadi korban oleh ulahnya.

 

“ Yoo Jin-ah, kembali ke akal sehatmu, kau hanya akan semakin terluka”

“HeeChul-ah, kembali ke akal sehatmu, kau hanya akan semakin terluka” ujarku menirukan kalimatnya, ia mengangkat sebelah alisnya.

“Berhentilah mengharapkan dia, orang itu siapa dia?? Dia mantanmu yang sudah meninggal. Benarkan??” tebakku, ekspresi wajahnya berubah, memerah.

“Biarkan kita seperti dulu, saat kita sama sekali tak mengenal” jawabnya dengan mudahnya.

“Meski ia sudah tiada, tapi aku masih merindukan dia dan masih menginginkannya”

“ Seperti halnya kamu, aku menginkanmu seperti kau menginkan dia” ucapku tegas, ia terlihat gusar. Mungkin ia bingung apa yang harus ia buat lagi agar aku melepaskannya. Sebenarnya inginku melupakannya, membiarkannya terbang jauh, membiarkannya pergi. Aku juga ingin merasakan kebebasan tanpanya. Tapi sekali lagi aku telah terperangkap, tersudut didalam hatinya.

“Aku tak ayal seekor burung dalam sangkar kecil yang kau tinggalkan. Terbang jauhpun, aku tak bisa. Begitulah aku jika kau tinggalkan setelah keserahakan tanpa ujungmu yang telah kau lakukan padaku”

 

Hening! HeeChul sama tak menjawab. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing, mencari cara untuk mendorong dan bertahan.

 

END~

 

Gajeeeee kan??? haha.. tadinya mau bkin yang ada sangkutan ama ultahnya Heepa, ehh tiba-tiba setelah separo ide melayang, jadi lah bkin cerita gaje ini.haha…XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s