Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 2)

 

Watashi2

Author : Kim MysHwa

Cast  : Jiyong, Yozora, NaEun, YooRa, Kenzo, Kim Hee Jin

Genre : Romance, funny

Disclaimer : this story is mine!!!

Maap kalau banyak typo.

HAPPY READING.🙂

 

 

“Ji…bangun sayang. Ini sudah jam sembilan pagi. Masuk kuliah kapan?”ucap seorang wanita paruh baya saat membangunkan Jiyong seraya menggerak-gerakkan tubuh Jiyong yang masih lelap tertidur.

“Huwaam, masih ngantuk, kuliahnya ntar siang jam sepuluh  mom”jawab Jiyong yang masih menutup matanya.

“Siang???? itu sebentar lagi. Ayo cepat mandi. Kamu kan baru disini. Gak mau jalan-jalan apa”ujar beliau lalu semakin keras menggoncang tubuh Jiyong.

“Iyaa, nie bangun”kata Jiyong sembari bangkit dan membuka matanya lebar-lebar.

“Lagian Males ahk ma jalan-jalan. Kalau ke Jeju sih ayo aja” tambah Jiyong seraya mengambil handuk lalu masuk kekamar mandi.

Eomma nya hanya menggeleng-menggeleng kan kepala melihat tingkah anak semata wayangnya itu.

Yang sepertinya masih belum siap menjadi pengganti ayahnya sebagai direktur diperusahaan mereka.

o”Yasudah, eomma berangkat kerja dulu. Sarapan sudah di siapin di meja”ujar beliau pamit.

Take care mom. Big hug for you“sahut Jiyong penuh kasih.

Eomma nya segera meninggalkan kamar Jiyong.

Beliau adalah seorang ibu yang sangat menyayangi dan selalu berusaha melimpahkan semua perhatiannya hanya untuk anak tunggalnya itu.

Meski ditengah kesibukan beliau tetap mengurus anaknya yang sudah kelewat dari remaja itu.

Apalagi sekarang beliau juga berperan sebagai ayah untuk Jiyong.

Dan alasan Jiyong sebenarnya ia pindah kuliah di Seoul bukanlah untuk membantu eomma nya. Malah dia merepotkan. Kim Hee Jin, begitulah orang menyebut nama eomma nya

Mungkin karna Jiyong sering dimanja makanya ia tak bisa jauh dari orang tuanya. Hingga menggunakan berjuta alasan agar mamanya mengijinkan dia pindah kuliah.

##|##

 

“Keluar kamu!!” seru seorang yeoja seraya mengetuk-ngetuk kaca mobil Jiyong yang baru saja datang.

Jiyong hanya diam, tak berniat sedikit pun membukakan kaca mobilnya.

Malah ia memasang earphone ditelinganya.

“KELUARRR…atau aku pecahin kaca mobil kamu!!!”perintahnya dengan nada tinggi.

Sampai-sampai Jiyong mendengar suaranya.

Ia pun melepas earphone nya.

“Kamu mau ketemu aku Zoro??I don’t believe it!!”goda Jiyong setelah membuka kaca mobilnya.

Itulah Jiyong, membuat marah dara keturunan Jepang itu adalah hobinya.

“Hueekkk!!kalau enggak bukuku dipinjem. Aku gak bakal nemuin kamu. Sini bukuku!!!

“Idiih,  kamu emang cowok kali yaa kasar banget ngomongnya. Bentar, aku keluar dulu”sahut Jiyong. Zora sedikit menjauh memberi ruang untuk Jiyong keluar dari mobilya.

“Hehe..tersanjung aku. Pagi-pagi disambut oleh cowok secantik kamu”kata Jiyong sembari mengibaskan poninya.

“COWOK?  kamu emang buta!”protes Zora atas ucapan Jiyong.

“Iyaa,  kamu pikir dong mana ada cewek sesadis kamu. Okay Zoro!!”jawab Jiyong santai.

“Terserah kamu deh! aku maleess ngomong sama cowok tuli macam kamu. Aku cuma mau ngambil bukuku, MANA?”ujar Zora gemas. Ia meninggikan suara di akhir kalimatnya

Entahlah , ia tak tahu lagi apa yang harus ia jelaskan pada Jiyong agar pria itu memanggilnya dengan nama yang benar.

Dari dulu sampai sekarang hanya “Zoro” yang  Jiyong ucap untuk menyebut namanya.

“Haha..gak lucu tahu cowok ngambek. Nih bukumu. Makasih yaa tapi ternyata aku gak sempat ngapain-ngapain buku kamu tuh”jawab Jiyong sekenanya seraya menyodorkan sebuah buku.

Zora pun segera mengambilnya dengan penuh emosi. Ia sangat muak dengan ucapan Jiyong. Ingin sekali ia buat lebam wajah ganteng yang sok itu.

Ia segera berbalik badan setelah mengambil buku itu. Hanya diam, menatap Jiyong dengan penuh amarah. Seperti biasa, Jiyong hanya cekikikan melihat Zora seperti itu.

“Tunggu”ucap Jiyong lalu ia langsung melepaskan ikat rambut Zora yang ia kuncir. Hingga terurai rapi.

Membuat Zora semakin terlihat cantik.

Ia pun kaget dengan kelakuan Jiyong.

Mengetahui hal itu, namja jayus itu segera berlari beberapa meter.

Hii gril, you are look so cute. haha.. gak ada kerikil jadi kamu gak bisa nimpuk aku.kkkk” seru Jiyong dengan tawa penuh kemenangan telah membuat marah Zora.

“JIIIIII..”teriaknya.  Emosinya telah terpancing.Ia pun berlari mengejar Jiyong dengan rambut masih terurai karna ikat rambutnya dibawa kabur oleh Jiyong.

Dengan cekatan Jiyong pun berlari, setelah berapa lama Zora pun berhenti mengejar Jiyong karna tertinggal jauh.

 

“Braaakkk”karna tak melihat kedepan Jiyong menabrak seseorang yang baru saja keluar dari perpustakaan.

Seorang cowok yang berkaca mata.

Mian, aku gak lihat”ucap Jiyong merasa bersalah lalu mengulurkan tangan membantu pria yang ia tabrak berdiri.

Ada sesuatu yang menarik dari wajah pria itu sehingga Jiyong memandangnya lekat-lekat.

Neoooo…neo!…”ucap Jiyong tertahan sembari mengarahkan telunjuknya pada pria di depannya.

“Kamu Jiyong kan??”sahutnya

“Wuih, kamu kok tahu nama aku.Kamu siapa yaa?”tanya Jiyong heran

Glek! pria itu hanya bisa menelan ludahnya, ia pikir Jiyong mengenalnya makanya Jiyong memandang aneh pada dirinya.

“Kok diem?? kamu tahu aku dari siapa?”

“Kita sekelas, yaa jelas lah aku tahu”paparnya seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Ohh, sorry. Aku kan baru.hehe.. ireumi mwoyeyo??”

“Aku Kenzo, btw tadi ngapain kamu kayak aneh gitu lihat aku??”

“Hehe…enggak kok. Aku tadi cuma mau bilang, kamu keturunan Jepang apa enggak, soalnya wajah kamu mirip orang Jepang” ungkap Jiyong,menjelaskan kata yang tadi tertahan.

“Ohh, jadi cuma itu.kirain kamu kenal sama aku. Iyaa,aku keturunan Jepang”

“Wew, pinter dong”puji  Jiyong

“Ahk, enggak. Biasa aja kok”jawab Kenzo merendah.

“Sama dong dengan sii Yozora Mitsuda itu. Sii cwek sadiisss”cekamutuk Jiyong

“Hehe…aku sepupunya. dulu siih dia gak begitu”

“HAA..benarkah? jangan bilang ke dia yaa ucapan aku tadi.hehe….”

Btw, kamu mau gak ngajarin aku, soalnya Zora makai bahasa Jepang biasanya kalau marah-marah sama aku, aku kan gk ngerti. Kalau Inggris sih aku bisa. Aku bayar deh”lanjut  Jiyong sekenanya.

Kenzo terdiam,ia terlihat berpikir.

“Sebulan 5 juta deh”ucap Jiyong lagi namun Kenzo tak memberi respon.

“Okay, tambah mobil deh. Kamu silahkan pilih,mau ferrari kek” celutuk Jiyong dengan angkuhnya.

Sorry, aku gak butuh”jawab Kenzo tegas.

“Plliss dong, aku kan gak ngerti sama sekali”kata Jiyong memelas.

“Kenapa gak ngambil private aja di tempat kursus. Kan sekarang banyak”

“Yaah, apa kata Zora aku ikutan seperti itu, gengsi dong”

“Hmm….” Kenzo hanya menarik nafas.

“Hmm.gimana kalau kita sahabatan? sahabat lebih dari segalanya”usul Kenzo member solusi.

“Serius kamu? gak nyangka masih ada orang kayak kamu .Okay” jawab Jiyong mantap lalu merangkul bahu Kenzo.

“Makanya kamu jangan nilai orang dengan materi semata”

“Hehe.. sorry. Kita kekelas yuuk. Bentar lagi kan masuk”balas Jiyong.

Ia merasa senang mendapatkan sahabat baru yang tak pamrih seperti teman-temannya yang mengaku sahabat waktu di AS.

##||##

“Kenzo…”seru NaEun ketika lelaki itu lewat didepan matanya.

“N.n…na.???”sahut Kenzo tergagap. Ia tak percaya, cewek pentolan di kampus itu memanggilnya.

Sebenarnya ia sudah sangat lama mengagumi wanita itu. Makanya tiba-tiba saja jantungnya bergetak tak sewajar biasa, panah asmara telah menghujam jiwanya.

“Iyaa, emangnya nama Kenzo disini ada yang selain kamu”kata NaEun sembari berjalan menghampiri Kenzo.

“Enggak, tumben aja kok. Ada apa yaa?”

“Hmm, kamu kan sepupu sekaligus sahabatnya Zora. Kamu tahu banyak dong tentang dia”

“Yaa, begitulah”jawab Kenzo singkat, entah mengapa dihadapan wanita itu mulutnya serasa kaku hingga tak mampu banyak berucap.

“Hmm, apa kamu tahu  yang Zora takutin atau yang dia gak suka??”

“Kenapa kamu tanya begitu?”

“Yaa adalah, cuma mau tahu kok. Pliss”NaEun memelas, tentu saja Kenzo tak tega melihatnya.

“Emm, dia gak takut semua bintang. Baik ular, ulat, kecoa atau pun buaya. Tapi satu binatang yang ia sangat jijik kalau melihat apalagi bersentuhan”terang Kenzo.

“Apa itu?”tanya NaEun penasaran.

“……………………….”

##|##

Setelah kelas  usai Zora berjalan menuju toilet untuk mencuci mukanya. Ia rasa hari ini sangat melelahkan.

Setelah  selesai mencuci muka ia segera menuju pintu lalu memutar knop pintu.

Namun alangkah sialnya pintu terkunci dari luar.

Ia pun mulai kaget, dan menggedor-gedor pintu.

Dan yang lebih mengejutkan tiba-tiba saja tikus-tikus got berkeliaran dari dalam toilet.

Zora semakin panik dan mulai berteriak histeris.

Entah mengapa ia sangat membenci hewan itu.

“Bukaa..buka…jangan jadi pengecut. Kalau mau berhadapan dengan aku bukan gini caranya!!”teriaknya histeris serta tak henti memutar knop pintu.

“Pengecut kamu yang ngerjain!”kecam nya lagi seraya menggedor-gedor pintu dan berjingkit karna tikus-tikus semakin dekat dengannya.

 

“Siapa didalam?”sapa seseorang dengan suara khasnya.

“Siapapun diluar, pliss cepetan bukain pintu. Pintunya terkunci.”pinta Zora dengan penuh harap.

“Okay, kamu minggir dari depan pintu. Aku bakal dobrak”perintahnya.

Zora pun berpindah dari depan pintu dengan masih berjingkit serta sedikit menutup matanya karna jijik melihat tikus-tikus yang dekat dengannya.

“Hana..dul…set”

braaak…! pintu terbuka. Terpampanglah wajah Jiyong didepan pintu dan langsung saja Zora berlari kearah Jiyong lalu memeluknya erat.

Jiyong pun kaget melihat pemandangan yang aneh. Banyak tikus-tikus berkeliaran ditoilet yang bersih dan yang lebih aneh Zora ketakutan dengan hal itu dan memeluknya.

“Akh, kurasa dunia kiamat..!”gumam Jiyong dihati.

“Aku jijik, sama tikus-tikus didalam”ujar Zora seraya terisak.

“Tenang..tenang..ada aku kok”jawab Jiyong sembari mengelus rambut Zora yang hitam berkilau. Sungguh indah.

Zora pun tersadar ternyata orang yang menolongnya adalah sang ‘enemy’. Ia pun segera melepas pelukannya.

“Hah, neo??”ujarnya kaget.

“Yee, gak nyadar yaa di peluk sama orang ganteng”

“Bodo ahk “sahut Zora ketus seraya berlalu. Saat ini ia tak ingin berdebat dengan namja itu.

Jiyong tak tinggal diam, ia mengejar Zora dan berhenti tepat dihadapannya.

“Ada satu pertanyaanku. Kamu takut sama tikus sampai nangis gitu??”tebak Jiyong sekenanya.

“Bukan urusan kamu!!”sahutnya jutek.

Mwo??? Calon dokter takut sama tikus? Gawat dong!!. Padahal nanti kita akan berhadapan sama tikus mulu. Kita bakal belah perutnya terus memeriksa organ-organnya.Kita…”

“DIAMMM!!!” potong Zora tajam pada ucapan Jiyong karna merasa jijik membayangkannya.

“Aku bukan takut, aku hanya jijik!! tau kan bedanya takut sama jijik. Lagiankan bukan tikus itu yang nantinya kita pakai”jelas Zora.

Jiyong terdiam, ia memandangi tajam dan aneh wajah Zora lalu tertawa terpingkal.

“Hahaha..gak nyangka. Cewek macam kamu takut sama tikus.kkkk..”

“Awass, kalau orang tahu hal ini!!”ancam Zora seraya menarik kerah kemeja yang dipakai Jiyong.

“O..oww..sadisss…”ledek Jiyong.

“Aku bukan takut sama kamu, tapi aku ngehargain kamu sebagai cewek. Jadi kamu jangan seenaknya denganku”sambung Jiyong sembari mengangkat sebelah alisnya serta melepaskan tangan Zora dari kerahnya

“Cewek yang aneh”bisik Jiyong dihati sembari berlalu dengan gaya coolnya sambil merapikan kerah kemejanya.

Bullshit!!!”ujar Zora seraya tersenyum sinis.

Yaa, itulah yang Kenzo katakan pada NaEun, Zora takut pada tikus, terlebih itu tikus got.

##||##

 

TBC

 

4 thoughts on “Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s