Ice Cream (Part 3)

 

IC3

 

Author: min “Evil Trap”

 

Cats:

– Cho Kyu Hyun

– Park Han Mi

– Lee Dong Hae

– Park Eun Rin

– Park Yun Na

– and other

 

Genre: Romantic , angst

 

Happy Reading^^~~

 

“Saranghae Han Mi-ya” ucapnya tegas menyaingi petir yang entah sejak kapan mulai bergemuruh.

“Wae? Waeyo baru sekarang Cho Kyu Hyun? Kemana saja kau selama setahun lalu? Pabo! Pabo-ya !” teriakku lemah, kata-katanya malah semakin membuatku terisak dalam.

 

Kulepaskan tangannya yang menangkup daguku, kubiarkan tubuhku mulai terguyur derasnya air hujan, berlari menjauh dari sosoknya.

 

“Oh Tuhan, kenapa nasib selalu mempermainkanku?”

 

Ice Cream part 3 Start~

 

 

 

Saat kabut telah menyelimuti senja, kupautkan kepastian cinta pada daun tak bertulang, mengalir tanpa bisa dihentikan batuan karang,  maka sudikah dirimu mengambilnya dan menjadikannya sandaran hatimu?

 

 

Terbaring lemah di tempat tidur karena demam dan sakit hati yang tidak kunjung turun, inilah keadaanku sekarang. Tiada kupedulikan bahwa sang raja pagi telah menampakkan dirinya melalui celah-celah sang awan,yang kupedulikan hanyalah bagaimana caranya aku dapat pergi dari vonis menyakitkan sang dewa cinta.

“Tok tok!” terdengar pintu kamarku diketuk.

 

“Eonnie, ada temanmu datang menjenguk!” suara adikku Park Re Rain terdengar setelahnya.

 

“ . . .” aku hanya diam, tidak ingin menemui mereka untuk saat ini, dapat kupastikan yang datang adalah Eun Rin, Dong Hae, dan Kyu Hyun, aku masih belum siap bersandiwara didepan mereka.

 

“Sepertinya eonnie masih tidur, dia tidak merespon”

 

“Cih! Dasar yeoja pemalas !” dapat kudengar dengan jelas cibiran Kyu Hyun.

 

“Yak! dasar bocah setan! Beraninya memaki ku!” batinku kesal.

 

“Kyu-ah, kau tidak boleh berkata seperti itu, Han Mi sedang sakit tau!” kali ini suara Eun Rin yang terdengar.

 

“Benar chagie, Han Mi sakit dan pasti butuh istirahat, kajja kita pulang saja!” dapat kupastikan dengan benar ini adalah suara Dong Hae oppa, sakit! Hatiku masih sangat begitu sakit mendengarnya memanggil Eun Rin dengan sebutan chagie.

 

Kubalikkan tubuhku kesamping kanan, menghadap tembok,berharap dunia mimpi akan menjemputku. Membiarkanku pergi sejenak dari pesakitan cinta.

 

Mataku mengerjap tidak percaya, di depanku terpampang pemandangan yang  begitu menyejukkan mata. Pohon-pohon kelapa menjulang dengan tingginya, air laut berlarian dengan teratur dan tenang,mengundangku untuk masuk kedalamnya berenang. Tanpa berpikir panjang aku menceburkan diriku ke dalamnya, menenggelamkan tubuh mungilku. “Dingin!” air ini begitu dingin, aku tidak kuat mengarunginya, kugerakkan badanku mencoba menggapai tepi. Namun betapa terkejutnya diriku saat manik hitamku melihat ombak besar datang akan menggulungku.

 

“Byur!” ombak itu benar-benar menghantam, membuatku jatuh teperosok ke dalam, kendaliku hilang, dadaku sesak dan pandanganku kabur. “Tolong, tolong aku!” jeritku sebisa mungkin, kurasakan ada tangan hangat yang menggenggam tangan mungilku. Ditariknya tubuhku, dengan pandangan yang berkabut dapat kulihat sosoknya yang abstrak dengan rambut coklatnya yang basah. Saat pandanganku sudah normal, dapat kulihat jelas siapa sosok itu, “Cho Kyu Hyun” desisku tidak percaya.

 

“Aku di sini” indra pendengaranku menangkap suara milik bocah setan itu, kubuka perlahan mataku.

 

“Sialan !” rupanya aku hanya bermimpi batinku, dan parahnya sepertinya aku tadi benar-benarmenyebutkan namanya, sedangkan pemilik nama itu tepat ada di sampingku duduk dilahan kosong tempat tidurku.

 

“Yak! Kenapa kau disini hah? Siapa yang menyuruhmu masuk ke kamarku?” bentakku marah.

 

“Aku eonnie, aku yang menyuruhnya masuk, dia memaksa ingin melihat keadaanmu, aku tidak tega dan membiarkannya masuk”

 

“Aish, Re Rain-ya! Kau ini,argh~ !” makiku kesal.

 

“Waeyo? Bukannya tadi kau menyebut namaku? Rupanya aku hadir di mimpimu eoh? Bagaimana aku di sana? Pasti tampan kan !” ujarnya percaya diri dengan smirk andalannya.

 

“Cih !” aku mendengus kesal.

 

“Demammu sudah turun rupanya” ujarnya lembut, disentuhnya keningku.

 

“Tumben” batinku heran

 

“Itu berkatmu oppa!” celetuk Re Rain, membuatku bingung mendengarnya.

 

“Kyu Hyun oppa memilih tidak ikut pulang bersama Eun Rin eonni dan Dong Hae oppa, dia sedari tadi mengompres keningmu eonnie, dan dia juga yang membantuku menjagamu saat aku membuatkan bubur untukmu” jelas Re Rain kepadaku begitu melihat raut kebingunganku atas celetukkannya tadi.

 

“Sekarang apa yang kaurasakan?” tanyanya lembut, membuatku bertanya-tanya dalam hati benarkah ini Cho Kyu Hyun jelmaan iblis berbentuk manusia.

 

“Dingin” jawabku, sedari tadi setelah mimpi yang aneh itu tubuhku memang mulai menggigil dingin.

 

“Oh ya? Bagaimana kalau begini?” tanyanya sambil membaringkan tubuhnya tepat di sebelahku dan memelukku erat dari samping, dikalungkannya kedua tangannya itu pada lingkar pinggulku, membuatku kaget karena tindakan spontannya.

 

“Emmm, ini sudah jauh lebih hangat” jawabku jujur, tubuhnya yang besar melebihi tubuhku membuat dekappannya benar-benar terasa pas, dan aromanya yang manly menguarkan rasa hangat dan nyaman.

 

“Tidurlah” perintahnya pelan, seakan seperti sebuah bisikkan.

 

Kupejamkan manik hitamku, mencoba menggapai mimpi yang jauh lebih indah mungkin. Namun setengah jam berlalu rasa kantuk tidak juga membawaku ke dunia mimpi. Aku tidak bisa tidur lagi, mungkin karena baru saja terlelap jadi masih akan terasa sulit untuk terlelap kembali.

 

“Kyu~” panggilku lembut, untuk pertama kalinya.

 

“ . . .” tidak ada respon! Rupanya malah dia yang tertidur.

 

“Dasar bocah evil !” ucapku pelan takut membangunkannya, kuusap lembut punggunnya, detakkan jantungnya dapat kurasakan dengan jelas. Entah sejak kapan tapi rasa kantukku akhirnya datang juga, dan akupun ikut terlelap dalam pelukkan hangatnya.

 

Saat membuka mata kurasakan lahan disebelah tempat tidurku telah kosong, dan tidak kutemukan sosoknya disegala penjuru kamar.

 

“Kemana bocah setan itu? Sudah pulangkah dia? Kenapa tidak menungguku bangun, aku bahkan belum

berterima kasih” gumamku kecewa.

 

Kulangkahkan kakiku keluar kamar, tubuhku sudah sehat total rupanya. Aku tersenyum geli mengingat apa saja yang Kyu Hyun lakukan hingga membuatku sembuh, “Namja evil itu selalu penuh dengan misteri”  batinku.

 

“Kyu Hyun-ah!” seruku gembira saat melihat sosok tinggi itu tengah berada di sudut ruang makan yang merupakan tempatku memajang koleksi hasil lukisanku.

 

“Kau sudah sehat?” ujarnya heran begitu melihatku tengah berjalan menuju tempatnya berdiri.

 

“Sudah, berkatmu dan gomawo!” jawabku lembut sambil tersenyum manis.

 

“Cheonma” diacaknya rambut hitamku. Membuatku mempoutkan bibir berpose seraya merajuk.

 

“Kajja kita makan, tadi aku sudah membeli sukiyaki, baik untuk memulihkan staminamu setelah sakit” dituntunnya tubuhku menuju meja makan.

 

Kamipun mulai makan dengan tenang, hingga dia yang memulai pembicaraan . .

 

“Enak bukan?”

 

“Yup, karena ini bukan buatanmu, jika buatanmu dapat kupastikan sakitku akan datang kembali” jawabku sambil menjulurkan lidah, mengejeknya.

 

“Yak! Dasar nappeun, asal kau tahu setiap orang butuh kekurangan, aku tampan, pintar dan begitu mempesona jadi wajar jika aku tidak bisa masak, bagaimanapun aku butuh kekurangan agar hidup dengan normal!” kilahnya dengan begitu cerdas mengelak ejekanku.

 

“yah yah terserah padamulah” ujarku malas memperpanjang obrolan yang hanya akan membuatnya tambah besar kepala.

 

“Oh ya, rupanya kau berbakat jadi pelukis yah!” lanjutnya sambil memandang salah satu hasil karyaku yang memang terpajang di ruang makan ini.

 

“Yeah, sama seperti Dong Hae oppa juga kan” jawabku tidak sadar memancing emosinya.

 

“Brak !” Kyu Hyun menggebrakmeja dengan kasar.

 

“Kenapa harus selalu DongHae hyung yang kau sebut Han Mi-ya? Kenapa? Tidak pernahkah kau dapat melihat sosokku sekali saja?” bentaknya mulai murka.

 

“Mi, mianhae KyuHyun-ya, aku tidak bermaksud”

 

“Tidak bermaksud apa?” ujarnya marah memotong ucapanku

 

“Tidak bermaksud membandingkan antara aku dan Dong Hae hyung begitu? Yang jelas-jelas akan membuatku tampak tidak ada apa-apanya! Dia yang ramah, pandai bergaul dan dapat dengan mudahnya membuatmu mencintainya hingga kau menolak cintaku? Begitu Han Mi-Ya?” lanjutnya masih berteriak emosi.

 

Sedangkan aku hanya bisa menunduk menangis, merutuki kebodohanku yang malah menyebut nama Dong Hae oppa.

 

“Rupanya namaku sudah benar-benar hilang dari hatimu, apalagi cintamu yang dulu” ujarnya dengan nada yang mulai melemah.

 

“Asal kau tahu HanMi-ya, aku selalu memperhatikanmu sejak pertama kali kita dipertemukan di kelas yang sama karena itulah aku tahu kau suka tidur saat pelajaran, tubuhmu yang mungil, sorot matamu yang lembut semua itu membuatku tertarik, dan betapa hatiku melonjak senang setiap kali kau mementionku, mengingatkan makan, mengucapkan selamat tidur, semua itu menbuatku tahu kau adalah pribadi yang care” jelasnya panjang lebar, semakin membuatku menangis mengetahui bahwa terlambat sudah dia mengatakan ini semua.

 

“Lalu, betapa herannya aku saat tidak lagi mendapat mention-mention darimu, semuanya terjawab sudah saat aku melihatmu berada di gendongan Dong Hae hyung, membuatku sadar bahwa aku mulai tergantikan dihatimu, tapi sekarang aku mulai mengerti bahwa aku tidak hanya tergantikan, tapi sudah terlupakan!” desisnya menusuk sambil menatapku tajam.

 

“Aku pulang, terimakasih buat hari-hari yang dulu!” ucapnya mengakhiri, dia mulai beranjak dari kursi meja makan, berbalik menuju pintu keluar. Kulihat sosok punggungnya yang mulai menghilang di balik pintu.

 

 

“Keyakinan diriku tidak lagi ada, hanya penyesalan atas penundaan pernyataan hatiku yang terus menghantui. Menyisakan cerminan atas bodohnya diriku. Jika pun kau kembali, aku perlu satu alasan untuk menjemput keyakinanku yang telah habis terbakar penyesalan”

 

 

Esok harinya saat jam istirahat, aku dan Kyu Hyun saling duduk berhadapan dengan kebisuan. Aku sibuk mengaduk-aduk jus alpukatku tanpa berniat meminumnya, sedangkan Kyu Hyun sibuk memainkan psp kesayangannya.

 

“Kalian kenapa?” tanya DongHae oppa menyadari kebisuan kami.

 

“Gwaenchana” jawab kami singkat bersamaan.

 

Dong Hae dan Eun Rin saling memandang kami dengan tatapan bingung.

 

~xXx~~

 

“Cring !” di akhir pelajaran Handphone ku berbunyi, ada new message.

 

From: Eun Rin

Han Mi-ya, sepulang sekolah datanglah ke gudang belakang sekolah, ada hal penting yang ingin kutunjukkan😀

 

“Hal penting?” gumamku bingung, tapi aku membalas message darinya dan menyanggupi permintaanya.

 

For: Eun Rin

 

Ne, Eun Rin-ya🙂

 

Seperti janjiku, sepulang sekolah kulangkahkan kakiku menuju gudang belakang sekolah kubuka perlahan pintu gudang, membuatnya berdencit memekakkan telinga. Manik hitamku menegang sempurna saat melihat sosok Cho Kyu Hyun ada di dalam sana juga, duduk bersandar di lemari tua bekas penyimpanan alat-alat olah raga. Dapat kulihat Kyu Hyun sama terkejutnya denganku, dia mulai bangkit menuju pintu, hendak keluar.

 

“Yak! Kenapa pintu ini terkunci !” jeritnya seketika membuatku panik.

 

“Mwo-ya?”

 

“Cring !” handphone ku berrbunyi, segera kubuka new message yang muncul di layarnya, begitu juga KyuHyun rupanya dia juga mendapatkan new message.

 

From: Eun Rin

Han Mi-ya, maaf mengunci kalian berdua di dalam sana, pintu hanya akan terbuka jika kalian sudah menyelesaikan masalah kalian, kami tidak ingin kalian terus-terusan bermusuhan seperti ini, tenanglah kami hanya melihat gerak-gerik kalian dari layar cctv, hehe tapi kami tidak bisa mendengar pembicaraan kalian,. Jadi jangan malu mengungkapkan apapun okeh? Good luck^^

 

Kami saling bertatapan setelah membaca pesan dari Eun Rin dan pesan dari Dong Hae yang ditujukan untuk Kyu Hyun, rupanya ini rencana mereka berdua. Seperempat jam kemudian kami hanya saling duduk berhadapan dengan kepala menunduk dan tangan mendekap lutut.

 

“Mianhae, mianhae tiba-tiba membentakmu dan membuatmu menangis kemarin” ucap Kyu Hyun memulai pembicaraan sambil masih menunduk, menatap kubikel ubin yang tertutup debu.

 

“Aku juga minta maaf, atas apapun sikapku yang membuatmu sakit hati” ucapku pelan.

 

“Maukah kau memaafkanku Han Mi-ya?” ujarnya lembut sambil mendongakkan wajahnya, membuat ketampanannya jauh lebih terlihat.

 

“Tentu Kyu Hyun-ya, dan maukah kau menerimaku menjadi yeoja chingumu sembari membantuku belajar untuk kembali mencintai dan menggilaimu seperti dulu?” kuraih tangan hangatnya, dan kutatap lembut sorot matanya yang menyiratkan keraguan atas perkataanku barusan.

 

“Jinjayo?”

 

“Jeongmal Kyu Hyun-ya, neomu jeongmal”

 

“Beri aku satu alasan mengapa kau mau menerimaku”

 

“karena kau seperti Ice cream”

 

“Mwo? Ice cream?” Tanyanya heran

 

“Iya, aku selalu merasa Ice Cream itu sama denganmu , manis tapi begitu dingin, beku tapi gampang mencair, Maka dengan begitulah aku mulai menyukai sosok dingin nan bekumu karena kau begitu cepat luluh dan bersikap manis” jawabku akhirnya, kukecup singkat bibirnya yang merah menggoda itu, membuatnya memasang tampang kaget luar biasa. Namun pada akhirnya dia tersenyum dan menarikku dalam pelukkannya.

 

“Tentu aku menerimamu Han Mi-ya” dipereratnya pelukannya pada tubuh mungilku.

 

Namun . .

 

Dengan spontan Kyu Hyun memutar posisi kami, dan tepat saat dia membalikkan tubuhku sebatang besi sebesar balok kayu jatuh menimpa kepalanya, membuatnya terbaring di ubin dengan kepala yang telah mengucurkan darah segar.

 

“Kyu Hyun-yaaaaa” jeritku memekik tragis melihat tubuhnya telah terdiam tidak bereaksi.

 

“Jebal irreona, jebal !” pintaku dengan suara parau  berurai air mata memeluk tubuh bisunya.

 

The End

 

Nb : oh ya sekedar info ini ff udah pernah mimin share di FB at page lain dan kebanyakan minta sequel ,. jadi ini FF ada sekuelnya dan kalau ga ada halangan mulai besok udah bisa mimin post disini🙂 ,.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s