First Love (첫사랑) #Part3 -End

FLV3

 

Tittle : First Love (3)

Author : nanakoreans

Twitter : (?)

Genre : Religy, Sad

Rated: T

Length : Threeshot

Main Cast:

*Lee Donghae

*Han Seun Ja

*Ain Corliess

 

Sub Cast :

*Lee Hae In

*Kim Hyun Ra

*Kim Sun Young

*Lee Sungmin

 

@Disclaimer : this is nana’s ff. don’t like, don’t read.J.

 

 

#Quotes

 

Yang hitam belum tentu hitam..

Yang putih belum tentu putih..

2 warna itu bisa saja berubah sewaktu-waktu menjadi warna lain seperti  yang kita kehendaki.

Begitu juga hati Manusia. Semua perasaan cinta yang tercipta itu juga bisa berubah sewaktu-waktu. berganti menjadi biasa, seiring bergulirnya sang waktu. Dan seiringnya senja menghilang di waktu petang.

 

 

~SeunJa POV~

 

“seunja~ya..” Dia tak henti-hentinya melirih menyebut namaku. Aku mendengar. Tatapan yang begitu sayu meski wajah tampannya tak pernah berubah sejak dulu. Aku melihat sorot matanya yang memancarkan sebuah rasa bersalah dan kehilangan. Aku tak  tahu apa saja yang telah terjadi selama Aku pergi, hatiku… ada apa ini?. Kenapa Aku tak merasakan perasaan apapun padanya. Ya Allah. Tolong jelaskan!. Anak yang ku gendong ini. Apakah ini Putrinya?.

“Appa..” Gadis ini bertriak Appa                ? . dugaanku tepat. ternyata benar. Wajahnya pun begitu sama dengan seseorang, mungkinkah dugaanku benar lagi?. Diapun memeluk Putrinya begitu sayang. HyunRa memegang bahuku begitu erat memberi kekuatan. Mungkin Dia berfikir Aku merasa sesak dengan semua ini. Kau salah HyunRa~ya.. Aku tak apa.

“Putri cantik!. Appamu sudah ketemu, Ahjumma dan teman Ahjumma permisi dulu. Eoh?” ucapku halus  menghampiri  Putri kecilnya.

“Ahjumma!. Nanti saja pulangnya, kita makan saja dulu disana.” Ucapnya begitu lucu sambil menunjuk restoran yang terletak tak jauh dari tempat ini.

“aniyo. Gomawo… kita sedang terburu-buru sayang” Hyunra menjawab duluan sebelum Aku. Mungkin dia tahu apa yang akan Aku jawab. Sedangkan Pria itu, hanya diam dan tak henti-hentinya menatapku. Dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sebegitu anehkah Aku?. Entahlah.. Aku tak tahu takdir apa lagi yang sedang Allah perlihatkan satu persatu. Yang terpenting. Semua masa lalu buruk 7 tahun lalu, sudah bisa Aku terima dengan begitu lapang. Meski setelah semua itu, Aku harus hidup begitu sulit.  itu tak apa bagiku. Hidupku milik Allah. Semua tergantung padanya. Tidak ada lagi yang perlu di  persalahkan.

~Donghae POV~

Takdir apa lagi ini?. Benarkah itu Dia?. Mengapa kejadian tadi begitu sulit Aku cerna. Bahkan Dia lebih cantik dan sangat anggun dengan hijab yang tergerai di kepalanya. dan Begitu banyak hal yang ingin Aku ucapkan. Tapi mengapa raut wajahnya memancarkan sikap biasa terhadapku?. Itu membuatku bingung mencari tahu. Apakah Dia membenciku?. Ataukah mencintaiku?.

 “Appa!. Waeyo?”ucap  Hae in menarik-narik kemejaku.

“Appa! memikirkan Ahjumma tadi kan?. Iyakan?.” Timpalnya begitu manis.

Anak ini benar-benar mengganggu lamunanku.  Dia selalu tahu apa yang sedangku lamunkan.

“kau ini. Jangan berisik. Nanti Eomma dengar. Ushhh” ucapku sambil menutup mulut Hae In dengan telunjukku.

“kkkk. Mian. Hae In lupa Appa!” Hae In tersenyum sambil menutup mulutnya sendiri.

“hehehe Kamu nakal sekali. Kalau Eomma tahu pasti Dia akan banyak tanya sama Appa.” Aku pun  mencubit pipi gemuknya begitu gemas.

Aku tak bisa terpejam. Di hati ini begitu banyak sekali yang mengganjal. Aku harus bertemu dengannya lagi. Dan menjelaskan apa yang selama ini ingin Aku jelaskan.

“Hae~ah. Kau belum tidur?. Ada apa hemmm” tanya Ain begitu lembut sambil mendudukan posinya yang semula berbaring. Aku harus menjawab apa?. Apa Aku jujur saja kalau kemarin itu Aku bertemu Seun Ja. Aku takut Ain salah paham.

“Aku… maksudku. Kemarin Aku bertemu SeunJa” ucapku terbata sambil menunduk . semoga Ain tak marah padaku.

“Aku sudah tahu.” Ucap Ain begitu singkat dan tenang.

‘n-ne” Aku menjawabnya begitu kaget. Ain tahu. Tahu darimana?.

“kkk.. kenapa kau tegang Hae~ah…” Ain terkekeh dan memegang tanganku erat. Sedangkan Aku bingung dan bertanya-tanya Dia tahu dari mana.

“Hae In menceritakan semuanya padaku Hae~ah. Tak apa. Justru Aku senang. Setidaknya Aku sudah menemukan seseorang untuk  untuk kalian berdua.tsk. walaupun Aku tak menyukainya.” ucap Ain panjang lebar sambil melepas hijabnya dan semakin erat memegang tanganku. Aku pun memeluknya menyalurkan kekuatan untuknya. Aku sangat tak suka jika Ain membahas itu lagi.

Author POV

“Aku menyukaimu.” Ucap Sungmin begitu tenang pada HyunRa. Gadis itu tak merasa kaget sama sekali akan pernyataan hati Lee Sungmin. HyunRa sudah mengetahuin itu sejak beberapa tahun lalu dari sepupu Sungmin. Dulu Ia begitu kaget. Tetapi dia lebih memilih untuk pura-pura tidak mengetahuinya. Karena Ia tak mau Sahabat baiknya terluka karena kenyataan yang sebenarnya. Ya.. Kim Sun Young. Sahabat baiknya itu ternyata sama-sama memiliki perasaan yang sama terhadap Dosennya itu. Meski begitu HyunRa lebih memilih mundur dan mengubur dalam perasaannya demi sahabat terbaiknya itu. Meski begitu sesak. Ia tak pedulikan.

“Seonsaengnim!. Aku sudah tahu. Dan sebenarnya Aku pun tak ingin tahu” jawab Hyun Ra menatap Sungmin.

“maksudnya?” ucap Sungmin begitu bingung. Ia sepertinya tak mengerti ucapan yang keluar dari bibir HyunRa.

“sudahlah. Jangan bahas ini lagi jika Kita bertemu lagi. Aku harus pergi.” HyunRa memakai tasnya dan dengan cepatnya melangkah meninggalkan Sungmin.

“HyunRa~ya!” panggil Sungmin begitu pelan tapi masih bisa terdengar oleh HyunRa. Hening… tesss. Butiran air mata itu pun tak terasa terjatuh dari mata teduh Pria malang Yang patah hati karena cinta itu. yang selama ini Pria itu jaga untuk HyunRa.

***

“yak! kembalikan tasku Namja tengil~” teriak Sun Young seraya berlari sekencang mungkin mengejar Pria yang mengganggunya setiap hari di kafe milik Eommanya itu.

“wahahaha! Kejar saja. Jika Kau bisa Gadis tengil” jawab Pria itu menarik nafasnya terengah-engah karena kelelahan.

“awas kau yakkkkkk!” Sun Young begitu kesal dan terus berlari-lari tak mengitari kafe dengan penuh kekesalan.

“yakk! Kalian. Berhentilah. Aishhh kepalaku pusing melihatnya. Yakkkkk..” teriak Eomma Sun Young yang merasa jengah pada kedua Anak tengil itu.

“Ahjumma!. Aku tak salah. Anakmu itu yang menyebalkan.” Jawab Pria itu tak sopan.

“aishhhh.. jinjjayaaaaa!” teriak SunYoung sambil melempar piring yang ada di depannya.

***

~Author POV~

@Han River

Sore hari ini begitu cerah dengan senja yang sebentar lagi akan tiba. Meski begitu 2 Anak manusia itu masih diam satu sama lain. Hanya senyumlah yang mewakili dari diri mereka masing-masing. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar sedari tadi. Angin sore itupun semakin kencang berhembus. Membuat Hijab merah muda yang Gadis itu kenakan pun berliuk karena angin. Sedangkan mata sang Pria itu tetap terfokus menatap sungai tenang nan indah di depannya.

“SeunJa~ya!” Pria itu pun akhirnya berucap mengawali pembicaraan pokok tujuan mereka datang ke tempat ini.

“ye!” ucap Gadis itu begitu singkat.

“7 tahun lalu.. Aku..” ucap Pria itu sulit.

“tak apa Donghae~ssi. Semua itu. Jangan di bahas lagi, semua itu bukan kesalahanmu” ucap Gadis itu begitu formal.

“Anakmu begitu cantik. Dia mirip Ibunya.” Timpal Gadis sambil menebak  mengalihkan pembicaraan. Ya.. Gadis berhijab merah muda itu sepertinya ingin tahu apa yang tak di ketahuinya. Ia pun berusaha melupakan semua yang terjadi 7 tahun lalu. Dimana Donghae meninggalkannya sendirian di taman kota dulu. Yang membuatnya hampir saja ternoda oleh Preman-preman, dan kematian kedua orang tuanya akibat kecelakaan karena mencarinya yang keluar rumah se-enaknya. Seandainya saja dulu Gadis itu mematuhi ucapan sang Ayah mungkin ceritanya akan berbeda.

Nasi sudah berubah menjadi bubur. Sekuat apapun Ia menepis dan selalu menyesalinya. Semua itu sudah Takdir. Yang tak bisa di ganggu gugat oleh Manusia manapun.

“ne. Kau benar. Dia memang cantik seperti Ibunya.” Donghae menjawab seraya menolehkan wajahnya memberi senyum ketulusan pada SeunJa. SeunJa pun membalas senyuman itu penuh keteduhan. Tak ada kebencian menghiasi hatinya. Hanya raut ke ikhlasanlah yang tergambar lewat cermin wajah cantiknya yang terhias hijab itu.

#Quotes

Once in a while You are in my mind I think about the days that we had And i dream that these would all come back to me If only you knew every moment in time Nothing goes on in my heart Just like your memories How I want here to be with you

Once more You will always gonna be the one And you should know How I wish I could have never let you go Come into my life again Oh, don’t say no You will always gonna be the one in my life So true, I believe i can never find Somebody like you my first love Once in awhile Your are in my dreams I can feel the your warm embrace And I pray that it will all come back to me If only you knew every moment in time Nothing goes on in my heart Just like your memories And how I want here to be with you Once more..

You will always be inside my heart And you should know How I wish I could have never let you go Come into my life again Please don’t say no Now and forever you are still the one In my heart So true, I believe I could never find Somebody like you My first love

You will always gonna be the one And you should know How I wish I could have never let you go Come into my life again Oh, don’t say no You will always gonna be the one So true, I believe I could never find Now and forever…

END.

2 thoughts on “First Love (첫사랑) #Part3 -End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s