Poor Prayer // Oneshoot

PoorPrayer

Tittle : Poor Prayer

Author : nanakoreans

Twitter : (?)

Genre : Religy, Conflic, Sad

Rated : PG-17

Length : Oneshot

Main Cast :

*Cho Kyuhyun

*Park Jung Soo/Leeteuk

*Ain Corliess

 

Sub Cast

*Han Seun Ja

*Ain’s Family

*Cho’s Family

 

Disclaimer : 

 

 

>HAPPY READING…

 

 

 

#QUOTES.

 

“Barangsiapa yang bertakwa

kepada Allah niscaya Dia akan

menjadikan baginya kemudahan

dalam (semua) urusannya” (QS.

ath-Thalaaq:4)

Dengan dzikrullah segala

kegalauan dan kegundahan dalam

hati akan hilang dan berganti

dengan kegembiraan (Taisiirul

Kariimir Rahmaan: 417)

Ain POV

 

 

Pagi ini cuaca di Seoul begitu indah dan dingin. Butir-butir salju pun dengan indahnya turun dipermukaan tanah di halaman rumahku. Ya.. karena sekarang musim dingin sudah datang. saat ini Aku tengah santainya duduk di kursi halaman rumahku dengan berbalut mantel tebal yang Aku kenakan. Dari luar Aku juga bisa melihat beberapa orang berlari-lari kecil menghindari salju yang turun pagi ini. Tanpa Aku sadari bibirku saat ini begitu saja menyunggingkan sebuah senyuman. Aku tersenyum. Aku menyukai salju. Tapi orang-orang yang ku lihat tadi justru berlari-lari menghindari butirannya. Aneh sekali.

“Hyunsoo~ya..” teriakku pada Anak laki-laki berusia 5 tahun itu, Dia begitu lucu dan tampan. Sangat lincah. Begitu menggemaskan sekali.

“jangan berlari-lari terus. Kemarilah. Makan dulu sarapannya.” Timpalku sambil berteriak. Ya Anak itu benar-benar susah untuk makan di pagi hari. Setiap harinya inilah kebiasaanku.

“shilooo Eomma!” jawabnya berteriak dengan logat khas anak kecil yang tak begitu lancar mengucapkan huruf R itu. Eomma?. Ya.. Anak kecil itu adalah Anakku. Anak yang dulu tak ku harapkan kehadirannya karena kebencianku. Tapi sekarang Dia adalah hidupku. Alasanku bertahan atas apa yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Apa yang telah terjadi 6 tahun terakhir ini benar-benar sulit ku hapuskan dari ingatanku.pernikahan yang Aku anggap terkutuk dalam hidupku. Kebencian dan rasa jijik yang selalu bersemayam di hatiku pada Lelaki yang tak pernah ku harapkan itu. Lelaki iblis yang ternyata malaikat. Lelaki iblis yang begitu besarnya mencintaiku. Memilikiku dengan menghalalkan segala cara. Bahkan Ia rela menghiati sesorang yang lebih dari seorang sahabat baginya. Sulit dimengerti. Tapi memang itulah yang terjadi. Ulu hatiku masih saja ngilu mengingatnya. Menyakitkan.. hatiku sakit saatku membaca isi suratnya. Aku lebih memilih kiamatku sendiri. Dibandingkan kau mengatakan Aku pembunuh. Itulah serpihan kata dari surat yang Ia tulis untukku. Aku adalah wanita jahat. Menghijabi hati dan kepalaku untuk terhindar dan menghindari dosa. Tapi justru tanpa Aku sadari.. mulutku begitu tajam mengiris sarap-sarap hatinya. Bahkan cinta besarnya padaku Aku putuskan dari akar-akar hatinya. Begitulah jahatnya bibirku untuknya.

Author POV

 

#Flashback ON

6 Years Ago…

Seorang Namja tinggi dan tampan berusia 23 tahun itu dengan mempesonanya berjalan di campusnya dengan baju putih dan celana jeans yang robek di sana-sini itu. Meski terlihat urakan. Semua Yeoja di campus itu begitu tergila-gila padanya. Bahkan beberapa Yeoja itu pun nyaris pingsan jika Namja itu menyapa mereka. Cho Kyuhyun. Begitulah pesona dahsyat yang ada padanya.

“Hyung” sapanya pada Leeteuk sahabatnya. Ya.. karena Leeteuk yang lebih tua darinya itu. Terpaksa Ia panggil Hyung karena Leeteuk yang menyuruhnya.Kyuhyunpun menghampiri Leeteuk dan dengan santainya merebut minuman yang sedang Leeteuk pegang. Dengan snatainya Ia pun duduk begitu saja tanpa rasa canggung. Sedangkan Leeteuk hanya diam saja. Baginya tingkah Kyuhyun seperti itu sudah biasa baginya. Meski begitu banyak perbedaan yang ada pada diri mereka satu sama lain. Itu bukanlah hambatan menurut mereka. Kyuhyun yang adalah anak konglomerat di Korea ini. Sifatnya yang urakan dan seenaknya, playboy. Hah masih banyak sekali keburukan yang ada padanya. Meski begitu Dia adalah Namja yang berhati malaikat dan sangat cengeng sekali. Ia mudah sekali menangis karena hal-hal yang menurutnya menyedihkan. Sedangkan sahabatnya. Leeteuk adalah seoarang Namja lembut tapi begitu kuat karena kerasnya garis hidup yang Ia lalui. Ya.. hidup Leeteuk tak seperti Kyuhyun yang penuh dengan kemudahan. Namja itu hanyalah seorang pedagang kimchi di salah satu pasar yang ada di Korea. Bahkan Ia bisa kuliah hingga kini karena Kyuhyun yang membiayainya. Tentu saja bukan karena dia memanfaatkan Kyuhyun. Kyuhyunlah yang memaksanya. Mereka bersahabat sudah 4 tahun ini karena dulu Leeteuk menolong Kyuhyun yang kehabisan uang di supermarket yang tak jauh dari tempat tinggal Leeteuk. Leeteuk pun membayari belanjaan yang Kyuhyun beli. Meski uangnya tak begitu banyak dan susah payah Ia dapatkan dari hasil berjualan. Dengan tanpa ragunya Leeteuk merelakan uangnya untuk Kyuhyun dan sejak saat itulah mereka bersahabat. Bagi Kyuhyun Leeteuk adalah malaikat. Sedangkan bagi Leeteuk. Kyuhyunlah yang malaikat. Setiap harinya mereka selalu menghabiskan waktu berdua di manapun. Meski pacar kyuhyun begitu banyak tak terhitung. Kyuhyun selalu lebih memilih Leeteuk di bandingkan dengan koleksi pacarnya itu. Bahkan tak sedikit orang mengira mereka berdua tak normal. Tapi tak mereka pedulikan. Karena kenyataannya tak seperti itu.

“Hyung! Ah tolong Aku eoh?. Appa menyuruhku kekantornya nanti malam, untuk meeting dengan Presdir dari mesir Hyung” keluh Kyuhyun panjang lebar.

“terus?’ jawab Leeteuk sambil tersenyum dan bertanya. Karena ucapan Kyuhyun masih belum begitu lengkap.

“hehehe. Aku ada janji juga dengan Seunja. Untuk makan malam bersama dan menonton film Hyung. Tapi Appa bisa marah padaku. Jadi Hyung saja yang menggantikanku untuk bersama Seunja. jebbal” ucap Kyuhyun dengan nada merayu.

“shireooo!” jawab Leeteuk sakartis. Ya.. tentu saja Ia menolaknya. Ia juga punya janji dengan Ain. Seorang Yeoja muslim berhijab keturunan mesir yang sangat Ia cintai itu. Meski mendapatkan penolakan keras dari Ayah Ain.

“tidak bisa Kyu!. Hyung ada janji dengan Yeojaku.” Timpal Leeteuk begitu lembut berbeda dengan ucapannya tadi. Ia berbicara begitu karena tak enak melihat raut wajah kecewa kyuhyun.

“Yeoja itu lagi Yeoja itu lagi. Aku penasaran sekali pada Yeojamu itu Hyung. Sebegitu pentingkah Dia dibandingkan Aku?” ucap Kyuhyun dengan nada imut yang Ia buat-buat sendiri.

“Kau juga pasti tahu. Kau dan Dia itu sama-sama penting bagiku.” Ucap leeteuk sambil memukul lengan kyuhyun dan dengan tanpa salahnya tertawa lepas.

“yakkkk. Hyung benar-benar menyebalkan!” ucap kyuhyun pura-pura marah dan berlalu begitu saja.

“yakkk!. Kau mau kemana kyuhyun~ya” teriak leeteuk sambil terus saja tertawa tak berhenti melihat raut wajah kyuhyun yang begitu lucu menurutnya.

Kyuhyun POV

 

“haishhhh menyebalkan sekali.” Ucapku sambil menendang-nendang batu kecil yang tak berdoasa itu. Saat ini Aku menuju tempat tinggal Seunja yang tak begitu jauh dari campus. Seandainya leeteuk hyung mau menggantikanku bersama Seunja mungkin Aku tak akan sepusing itu. Yeojakku?. Cih.. gadis itu benar-benar. Memangnya dia sedahsyat apa sehingga begitu penting untuknya. Bukannya Aku cemberu. Hanya saja kenapa selalu dia yang Hyung ceritakan padahal namanya saja Aku tak tahu. Bisa-bisa Aku jadi tuli jika harus mendengarkan curhat yang tak pentingnya itu. Gara-gara Aku menggrutu tak jelas Tanpa aku sadari aku sudah sampai didepan rumah Seunja. Dan dengan lancangnya Aku masuk saja kerumahnya, membuka kamarnya begitu saja. Tentu saja tak ada yang memarahiku. Karena Aku sudah biasa begini dirumah Seunja. Setelah membuka pintu kamarnya. Aku melihatnya dengan cantiknya tiduran di kasurnya sambil membaca majalah fashion yang sedang Ia bolak-balikan tak jelas itu.

“oh Oppa!” teriaknya setelah melihatku yang tak jauh dari tempatnya. Dengan cepatnya Ia menghampiriku dan mencium bibirku singkat.

“Oppa tak lama. Langsung saja. Nanti malam kita batalkan saja acara kita. Oppa ada meeting di kantor Appa. Kau tak apa kan?” ucapku begitu tenang dan santai. Tentu saja meskipun dia cantik dan seorang ratu di campusku. Tetap saja aku tak begitu cinta padanya. Bagiku semua perempun hanyalah koleksi cantik dalam hidupku.

“andwae. Oppa sudah janji mana bisa begitu. Aku tak mau tahu. Yang jelas nanti malam kita tetap pergi” ucapnya egois.cih.. apa-apaan yeoja ini?. Dengan seenak jidatnya bersikap begitu. Dia pikir penting apa?. Itu salah besar. Yeoja sperti ini pantasnya Aku putuskan saja. Hah benar-benar memuakan.

“terserah. Aku lebih takut pada Appa dibandingkan dengan Yeoja tengil sepertimu. Sekarang kita putus saja. Permisi” ucapku begitu santai tanpa rasa salah. Ya.. untuk apa Aku bertahan lama-lama dengan Yeoja murahan ini.

“MWO?. Ani ani. Oppa!” jawabnya sambil berteriak karena Aku perlahan-lahan berlalu dari kamarnya. Tak ku hiraukan teriakannya padaku. Aku pun terus saja melangkah dan berlalu dari rumahnya.

Ain POV

 

 

Malam ini Aku punya janji dengan Leeteuk Oppa. Aku senang sekali akan bertemu dengannya. Meski 4 tahun ini Ayah masih belum bisa menerimanya untuk menjadi Suamiku Aku tak akan menyerah untuk hubungan Aku dengannya. Walaupun Oppa begitu tulus berpindah agama demi Aku sejak 2 tahun lalu. Tetap saja Ayah tak menyetujuinya juga. Aku bingung dengan apa yang Ayah fikirkan. Padahal Leeteuk Oppa sudah seiman denganku. Tapi kenapa Appa tak menyetujuinya. Entahlah apa yang ada di fikirannya. Yang jelas Aku tak bisa berkutik apapun jika Ayah sudah marah. ah sudahlah. Yang jelas aku seang malam ini akan bertemu dengannya di taman tempat kesukaan kita berdua. Tak henti-hentinya sedari tadi Aku terus saja berkutat di didepan kaca riasku sambil terus-menerus membenahi hijab yang menurutku masih berantakan ini. Padahal tidak juga.

“sepertinya sudah cantik.” Ucapku pada diri sendiri. Akupun berdiri dan melngkah kenakas yang terletak tak jauh dariku untuk mengambil tasku. Aku pun mengambil tasku dan memakainya begitu saja.dengan riangnya Aku menuruni anak tangga satu-persatu tanpa ras ragu. Sepertinya Ayah dann Ibuku belum pulang. Ya suadahlah aku harus cepat-cepat kesana. Pasti Oppa sudah menunggu lama.

“mau pergi kemana.” Ucap Ayah yang tiba-tiba saja pulang dari kantornya. Dibelakangnya pun ada Ibu yang berjalan sambil membawa tas kerja milik Ayah.

“Ayah tahu kau akan menemui Pria itu.” Timpal Ayah dengan berbicara bahasa mesir. Karena Ayah tak begitu lancar berbahasa korea.

“Ayah.” Lirihku. Aku takut. Kenpa Ayah selau tahu apa yang Aku lakukkan. Bahkan berbohong pun Aku tak bisa. Dan belum pernah sama sekali. Ayah sangat menakutkan jika Ia sudah marah dan merasa dibohongi.

“Ayah. Kali ini saja. Aku sudah janji, mana mungkin Aku tak tepati itu.” Timpalku sambil menunduk takut.

“MASUK!” teriaknya padaku. Demi apa. Aku sakit sekali Ayah membentaku seperti itu. Sedangkan Ibu hanya diam saja karena begitu takut pada Ayah.

“bawalah. bawa masuk Ain kemarnya” timpal Ayah menyuruh Ibu membawaku masuk. Mana bisa begitu, Aku sudah bersiap dari tadi harus batal?. Terlebih Akulah yang membuat janji untuk bertemu  Oppa. Mana mungkin Aku mengingkarinya.

“dan besok. Jangan kemana-mana. Ayah akan mengenalkanmu pada Anak rekan bisnis Ayah.” Timpal Ayah lagi sambil melangkah dengan santainnya. Tanpa Aku sadari dadaku begitu berdetak ngilu tak tertahankan. Aku tak menangis. Hanya getaran ngilulah yang sekarang menjalari hatiku. Sebenarnya rencana apa yang sedang Ayah buat untukku?. Ini benar-benar jahat. Bukankah Aku anak bungsunya? Tapi mengapa apa yang Aku mau tak pernah Ia dengar. Sedangkan kedua kakak perempuanku selalu di dengar kemaunnya. Apa karena Leeteuk Oppa namja yang sangat miskin?. Jika memang begitu. Aku tak menyangka sekali Ayah berfikiran seperti itu. Bukankah dari kecil Aku di didik untuk tidak membeda-bedakan orang lain. Lalu kenapa Ayah bertindak begini padaku?.

Sudah 4 hari semenjak kejadian itu. Aku tak pernah lagi bisa bertemu Leeteuk Oppa. Beberapa hari ini aku di kurung di rumahku sendiri. Bahkan Ayah mengancam membawaku ke mesir. Negara asalku. Jika Aku tak menikah dengan Anak rekan bisnisnya itu. Ya.. beberapa hari lalu Aku diperkenalkan dengan Namja pilihan Ayahku. Lebih tepatnya Aku di jodohkan. Aku heran dan tak habis fikir dengan apa yang ada di isi kepalanya sehingga menjodohkanku dengan Namja urakan seperti itu. Dan paling parahnya. Sepertinya Namja itu begitu senang di jodohkan denganku. Sakit sekali rasanya. Tapi meski begitu sekali pun. Aku tak pernah menangis. Aku ingin sekali seperti manusia lainnya. Jika mereka sedih. Lalu menangis dan merasa lega. Sedangkan Aku dari kecil sesakit apapun itu Aku tak bisa menangis. sekalipun Leeteuk Oppa yang sangat ku cintai. Bahkan Aku tak bisa mengasinya. Hari-hari yang ku lalu begitu malas Aku jalani. Aku hidup. Tapi seperti mati. Dadaku naik turun mengeluarkan nafas berat dari ronggaku. Aku lelah dengan semua ini. Tapi kelelahan tak sebanding dengan rasa kesalku pada Namja yang akan menikahiku itu. Kabar yang Aku dengar kemarin dari Ibu. Bahwa Namja itu sudah berpindah agama atas perintah Ayah. Semurah itukah agama Namja itu?. Aku sangat kesal pada Namja itu. Walaupun Ayahkulah dalang dibalik rencana gila ini. Tetap saja rasa kesal dan jijikku ini lebih dominan untuk Namja urakan itu. Apa Dia tak punya pendiriankah ?. sebab apa Dia dengan begitu mudahnya berganti Agama seperti itu. Untuk uangkah?. Atau takut pada Ayahnya seperti Aku?. Atau Dia menyukaiku?. Aku berfikir seperti itu karena tatapan yang kulihat pertama kita bertemu. Jika memang begitu. Rasanya tak mungkin dan sulit ku percayai. Mana mungkin Namja urakan itu menyukai Yeoja selalu berpakaian tertup rapat dengan berhijab panjang sepertiku. Tak masuk akal sekali. Jika Leeteuk oppa yang menyukaiku Aku tak begitu heran. Ya Oppa sama sepertiku. Semua yang ada padanya selalu sama denganku. Dari sifatnya, kebiasaannya, bahkan wajah kitapun begitu sama. Bukankah itu berarti Leeteuk oppa memang di takdirkan untukku?. Dan lebih tragis lagi bulan depan Ayah sudah menentukan tanggal pernikahanku dengan Namja tengil itu. Ya Tuhan. Demi apapun Aku lebih memilih menghilang saja dari bumi ini. Di bandingkan harus menikah dengan Namja baru pertama kali Aku temui dan yang sama sekali tak tahu apa-apa tentang islam. Bukankah menyedihkan?. Jika kita harus menikah dengan Namja yang tak kita ketahui kepribadiannya.

 

 

 

 

Leeteuk POV

 

 

 

Sudah beberapa hari ini Aku begitu sulit menemui Ain. Handphonenya pun tak aktif, beberapa surat yang Aku kirimpun tak di balas sekalipun olehnya, bahkan Aku juga berkali-kali mendatangi rumahnya. Tapi justru pengusiran kasarlah yang kuterima dari anak buah suruhan Ayahnya. Sebegitu hinakah dan rendahkah Aku di mata keluarganya. Sehingga sudah 4 tahun ini masih tetap saja tak bisa merestui hubunganku dengan Ain?. Ya Allah tolonglah hambamu yang tak berdaya ini. Meski Aku berpindah agama. Itu bukan karena siapapun. Tapi itu memang karena Allah. Meski melalui Ain. Tapi sekalipun Ain tak pernah menyuruhkun untuk sepertinya. Karena Ain selalu bicara. Setiap takdir Tuhan itu pasti ada jalan keluarnya suatu saat nanti. Ucapan Ain selalu ku ingat dan Sejak saat itulah Aku mencari tahu tentang islam itu seperti apa. Dan tanpa rasa sengaja itulah Aku begitu merasa nyaman dan tentam. Dan setelah setahun berlalu. Dengan tekad yang kuat Aku memberanikan diri mengambil keputusan untuk menjadi seorang muslim. Dan selama 2 tahun itu pun Aku tak pernah memberi tahu Ain tentang statusku sebagai muslim. Ain mengetahuinya ketika kita tak sengaja bertabrakan memasuki pintu Central Mosque Seoul. Saat itu Aku benar-benar kaget. Begitupun sebaliknya. Dan sejak saat itulah Aku memberi tahu semuanya.

“Ah ya Aku lupa”  ucapku sendirian. Ya.. Aku lupa bahwa hari ini aku ada janji dengan Kyuhyun untuk mendengarkan bercerita tentang seorang Gadis yang benar-benar Ia sukai. Awalnya Aku tak yakin Dia bisa juga punya rasa suka pada Yeoja. Ya aku tak percaya playboy tengil sepertinya bisa juga jatuh cinta. Kyuhyun bilang Yeoja itu begitu unik dan beda. Dan katanya sangat cantik. Bahkan dia pun berani bertaruh bahwa Yeojanya jauh lebih cantik dibandingkan Ainku. Kkkk playboy tengil itu benar-benar sangat lucu dan menggelikan bukan?. Dia fikir Ain itu apa bisa seenaknya di banding-bandingkan begitu. Ah sudahlah Aku harus kesana sekarang. Jika tidak yang ada Dia akan marah lagi dan terus merajuk tak tak henti-hentinya. Walaupun Aku begitu malas karena Aku juga memiliki masalah yang sulit. Tetap saja Aku harus tetap ada untuk Kyuhyun. Dia bukan hanya sahabatku. Tapi dia juga sudah Aku anggap sebagai sodara bagiku. Aku pun membuka pintu flatku yang kecil lalu menutupnya kembali dan melang berjalan menuju tempat pemberhentian Bus menuju kediaman mewah milik Sahabatku Cho Kyuhyun.

Kyuhyun POV

 

 

“lama sekali kau Hyung!” ucapku pada Leeteuk sahabat terbaikku. Tentu saja ucapanku tak mengandung kemarahan. Aku memang suka sekali mengomel padanya sambil merajuk egois. Dan beruntungnya. Dia itu orang yang sangat baik dan tak pernah sekalipun marah pada orang lain. Apalagi padaku.

“mian Kyu. Tadi Hyung sedikit lupa kkk” jawabnya sambil terkekeh dan mendudukan tubuhnya ke kasur besar yang sedangku tiduri.

“dasar Tua! Kkkk.” Ucapku mengatai dengan tanpa sopan padanya. Sedangkan Dia dengan cekatan mengambil bantal dan melemparnya kearahku. Sial. Lemparan itu dengan tepatnya mengenai wajahku.

“hahahaha” tawanya begitu puas. Rasanya senang sekali bisa melihatnya tertawa begitu lepas. Sahabatku itu begitu malang hidupnya Ia tumbuh besar di sebuah panti asuhan. Dan setelah berusia 9 tahun Ia pun di adopsi oleh Ny.Park. Tatapi 7 tahun lalu hidupnya berubah semenjak kematian Ny.park. Dia terpaksa banting tulang untuk hidupnya. Dan karena kehidupannya itu pun Aku dengan senag hatinya membiayai kuliahnya. Menurutku sayang sekali orang secerdasnya harus berhenti kuliah kareana biaya kuliah yang begitu mahal. Ya karena kebaikannya padaku jugalah yang membuatku begitu sayang pada sahabat yang seperti Hyung kandungku sendiri.

“katanya kau ingin bercerita. cepat ceritakanlah. Hyung harus balik lagi ke Campus. Tiba-tiba saja Seonsaengnim memanggil Hyung” ucapnya panjang.

“haishhhh Hyung tega sekali terburu-buru begitu.” Ucapku padanya.

“begini Hyung. Aku senang sekali akan di nikahkan dengan Anak rekan bisnis Ayah. Dia Yeoja muslim berhijab panjang yang sangat suka warna hitam Hyung!. Cantik sekali. Untuk pertama kalinya jantung berdegup lebih kencang di banding biasanya. Aku pun bertekad harus menjadikannya Yeojaku. Dan kemarin Aku sudah berpindah agama sama sepertimu Hyung!.” Tuturku panjang lebar.

“MWO?. Kau bercanda Kyu. Kau itukan begitu jijik dan tak suka Yeoja muslim dimanapun.bahkan kau lebih baik mati jika harus ditakdirkan menikah dengan Yeoja muslim. Mana mungkin kau menjilat lidahmu sendiri.” Jawabnya begitu panjang. Ya dia memang benar. Aku memang pernah bicara begitu, tapi sungguh ini karma atau apa apa tak tahu. Yang jelas wanita berhijab itu begitu mengagumkan bagiku. Belum pernah Aku mengalami perasaan sejuk pada seorang Yeoja seperti ini.

“molla Hyung!. Aku juga tak tahu kenapa hatiku begini.” Jawabku sambil menerawang keatas langi-langit kamarku.

“ ya sudahlah apapun itu. Hyung berharap Yeoja itu bisa membawa perubahan baik untuk hidupmu.” Jawabnya sangat bijak.

“Kyu~ya!. Hyung harus pergi sekarang masih ada tugas campus yang belum selesai.” Timpalnya padaku.

“aishhh ya sudahlah. Pergilah nanti dosenmu yang galak itu memarahimu.’ Ucapku sedikit mengusirnya. Ya.. tentu saja Aku tak mau Dia terkena masalah karenaku.

“ya sudah Hyung pergi ne?” ucap ragu sambil melangkah keluar.

“eoh.” Ucapku pelan tapi biasa didengar olehnya. Dia pun melangkah sambil mengangguk padaku.

Author POV

 

3 Week Later…

 

 

Seorang Yeoja cantik berhijab putih panjang dengan begitu sayunya. berjalan malas. Selangkah demi selangkah kaki jenjangnya berjalan menyusuri jalan menuju flat kecil tempat tinggal seseorang. Tangan cantiknya tak henti-hentinya meremas sebuah undangan pernikahan ditangannya. Hatinya begitu sakit dan ragu untuk menemui seseorang yang sangat Ia cintai itu. Batinnya berkecambuk penuh bimbang atas langkahnya saat ini. Sungguh sepertinya dia tak kuasa menghentikan rencana gila yang sangat konyol dan seenaknya ini. Dia hanyalah seorang Anak yang begitu takut durhaka pada Orang tuanya.

“bismillah!” ucapnya pada sendiri. Ya.. hanya satu kalimat suci itulah menurutnya yang mampu meringankan ketakutan dan kebimbangannya saat ini. Tentu saja takut. Ia tak ingin orang yang amat Ia cintai itu terluka karena perintah Ayahnya yang konyol itu. Baginya ini adalah awal neraka hidupnya. Dan setelah lama berjalan. Akhirnya Gadis berhijab putih panjang itu pun suadah sampai di depan pintu flat seseorang yang Ia tuju. Dengan tangan bergetar. Ia pun memberanikan diri mengetuk pintu flat kecil yang terlihat tak layak itu.

“Assalamualaikum!” hening tak ada jawaban sepertinya.

“Assalamualaikum. Assalamualaikum. Oppa. Leeteuk oppa” teriaknya sedikit kencang. Dan teriakannya pun membuahkan hasil. Seseorang yang tinggal diflat itu pun melangkah menuju pintu flatnya.

“bukankah itu suaranya Ain.” Ucap Namja bernama Leeteuk itu. Namja itupun begitu terburu-buru berjalan untuk membukaan pintu untuk Ain.  Gadis yang hampir 1 bulan ini tak bisa Ia temui.

“Ain~ya” lirihnya setelah mendapati sosok Ain yang tengah berdiri di depan pintu flatnya itu.

“Oppa!, igeyo.” Ucapnya Ain tanpa basa-basi sambil menyerahkan undangan pernikahanya yang sudah lusuh karena remasannya tadi. Tangan cantiknya bergetar hebat dan begitu dingin hanya untuk sekedar memberikan sebuah undangan saja.

“apa ini?. Maksudnya apa” tanya Leeteuk kebingungan.

“baca saja. Aku harus pergi sekarang, Ayah bisa marah lagi padaku” ucap Ain sambil menggigit bibir bawahnya karena menahan rasa ngilu di ulu hatinya. Ain pun melangkahkan kakinya dengan sedikit berlari kecil sambil memegangi hatinya yang terasa sakit itu.

“Ain~ya!.” Teriak Leeteuk. Berkali-kali Ia berteriak memanggil Ain. Ain tetap saja berlari dan tak mendengarkan teriakan Leeteuk padanya. Tanpa sadar buliran-buliran airmata begitu saja membanjiri wajah tampan Leeteuk. Namja itu dengan cengengnya menangis meraung-raung tak terkendali tanpa berniat untuk membaca undangan itu terlebih dulu. Leeteuk yakin undangan yang diberikan dari Ain itu adalah undangan pernikahan Ain sendiri. Setelah merasa cukup menangis tangannya pun dengan penuh ragu akhirnya membuka dan membaca undangan itu.

“AIN CORLIESS dan CHO KYUHYUN” ucap Leeteuk penuh penekanan pada undangan yang sedang Ia baca itu. Hatinya begitu sakit dan terkejut melihat 2 nama orang yang Ia ketahui dan sangat Ia sayangi itu. 2 orang yang begitu penting dan berarti.

“tidak mungkin Cho kyuhyun. Itu tidak benar. Ini kebetulan saja” ucapnya pada diri sendiri dan kepalanya pun menggeleng-gelengkan beberapa kali. Ia ingin tak mempercayai ini. Tapi kenyataanlah yang membenarkan dan menyakinkan hatinya. Ya.. karena tanggal pernikahan yang ada di undangan Ain itu sama dengan tanggal pernikahan yang Kyuhyun beri tahukan padanya. Dan bodohnya Leeteuk tak pernah bertanya nama calon istri Kyuhyun itu. Dengan penuh amarah Leeteuk dengan cepat berlari untuk menemui kyuhyun dan meminta  penjelasan dan kebenaran tentang apa yang ada difirirannya itu saat ini.

“Hyung ada apa?. Kenapa tiba-tiba ingin bertemu di jam meetingku Hyung!. Aku sedang sibuk.” Ucap Kyuhyun yang merasa aneh  dengan sikap Leeteuk saat ini.

“langsung saja. Aku tanya ini undangan pernikahanmu kah?.” Ucap Leeteuk menyerahkan undangan pernikahan itu pada Kyuhyun sambil menahan amarahnya.

“oh ini?. Iya Hyung. Hyung mendapatkannya dari mana?. Aku tak pernah memberi undangan ini. Aku hanya memberi tahu secara langsung tentang pernikahanku Hyung!. Ini dari siapa?” tanya kyuhyun panjang lebar. Ia merasa bingung Leeteuk menemuinya hanya untuk bicara tentang undangan pernikahannya.

“bughhhh” dengan penuh amarah leeteuk memukul Kyuhyun dengan membabi buta. Kyuhyun yang kaget itupun tersungkur tanpa perlawanan.

“HYUNG!” teriak kyuhyun menghentikan pukulan Leeteuk berkali-kali di wajahnya.

“Hyung! kenapa Hyung begini. WAE?”  kyuhyun pun ikut emosi karena pukulan yang berkali-kali diwajahnya.

“kenapa?. Kau bilang kenapa Kyu?.” Jawab leeteuk pelan. Dan pukulannya pun melemah dari wajah kyuhyun.

“kau jahat sekali. Dia yeojaku. Yeoja yang 4 tahun ini selalu aku ceritakan padamu. Ain corliess. AIN CORLIESS!” teriak Leeteuk di wajah Kyuhyun.

“MWO?” kyuhyun begitu kaget dengan apa yang sahabatnya itu ucapkan. Tanpa Kyuhyun sadari Leeteuk saat ini menangis sambil terisak. Kyuhyun mendengar isakan leeteuk. Hanya saja Namja itu masih diam membisu ditempatnya. Kyuhyun berusaha mencerna apa yang baru saja keluar dari mulut Leeteuk.

“jahat sekali. Geundae. Aku berharap semoga kalian bahagia. Aku cukup tahu diri. Dan tak akan mungkin bisa menghentikan acara pernikahan kalian” ucap leeteuk begitu pelannya. Nyaris tak terdengar. Dengan begitu lemah leeteuk berjalan melangkah keluar dari ruang kerja kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun masih saja betah dengan ribuan tanya atas apa yang Ia dengar itu.

Kyuhyun POV

Semenjak kejadian itu. Sudah 9 hari ini aku tak menemui Leeteuk hyung.aku tak membencinya. Ini bukan salahnya. Hanya saja aku juga sama sepertinya. Sama-sama mencintai Ain. Dan 3 hari lalu Ain secara sah sudah menjadi istriku. Aku bahagia. Tapi rasanya sangat mengganjal sekali. Mungkin karena hasrat egoisku untuk memiliki Ain dan merebutnya dari Leeteuk Hyung. Sudahlah. Aku yakin dia orang baik. Dan suatu saat nanti Ia bisa mengerti hasrat egoisku ini.

‘Ain~ya. Cho Ain. Kau belum tidur?” tanyakuku padanya. Sedangkan Ia hanya menggeser-geser tubuhnya terus menerus dari kasur kami. Karena berusaha jauh dari tubuhku. Ya..  sifatnya sealu begini padaku. Dingin dan begitu jijik padaku. Aku tak menyangka yeoja alim berhijab sepertinya ternyata begitu angkuh dan sangat tajam  bibirnya. Ucapan yang selalu keluar dari bibirnya begitu kasar dan menyayatku. Terserah. Peduli apa dengan semua itu. Aku yakin. Suatu saat nanti Ia akan menyesal jika terus-menerus bersikap angkuh padaku.

“bukan urusanmu. Dan jangan memanggilku dengan marga terkutuk itu. Aku jijik. Aku sangat jijik padmu. Namja yang begitu murahnya berganti agma seenaknya sepertimu. Kau fikir agamku itu mainan?. Yang seenaknnya dan dengan mudahnya kau anut tanpa terlebih dahulu mengetahui dan mempelajarinya hah” teriak begitu tajam penuh penekanan. Sakit. Sakit sekali. Dia memang benar. Ucapannya sangat benar. Aku berpindah agama hanya untuk bersamanya. Tapi bisakah Dia juga mengerti dan membimbingku untuk menjadi baik. Bukannya hinaan dan tatapan jijik yang selalu Ia berikan untukku. Aku juga sama-sama manusia bukan?. Aku juga sama ingin seperti Leeteuk hyung. Tapi Ain tak pernah bisa sekali saja bersikap baik padaku.

2 Month Later…

Author POV

 

 

culik namja ini. Dan bunuh dia tanpa jejak. Mengerti” suruh seorang yeoja dengan dress hijau selutut sambil menyerahkan sebuah foto namja yang pernah Ia cintai begitu dalam itu pada 7 anak buah suruhannya itu. 7 orang suruhannya itu pun melangkah berlalu untuk melaksanakan perintah bosnya itu. Dan tanpa mereka sadari. Seorang namja tanpa sengaja melewati taman campusnya dan mendengar semua pembicaran yeoja cantik itu pada anak buahnya.

“Kyuhyun~ya” lirih namja itu dengan apa yang Ia lihat dan ia dengar itu. Leeteuk. Dialah namja yang tak sengaja menguping pembunuhan berencana itu. Dengan menahan amarahnya Leeteuk pun langsung saja bergegas untuk mencegah pembunuhan itu.

Leeteuk terlambat 7 orang suruhan yeoja yang bernama Han seunja itu sudah lebih dulu menyekap Kyuhyun di sebuah kapal tua yang tak terpakai itu.

“jangan sakiti Dia. Jika kalian ingin membunuhnya. Bunuh aku dulu.” Ucap leeteuk yang tiba-tiba muncul karena sedari tadi mengikuti Kyuhyun yang di culik ke 7 orang jahat itu. Kyuhyun melihat Leeteuk. Tapi mulutnya terbungkam oleh kain dengan ikatan yang sangat kencang itu. Tanpa kyuhyun sadari. Airmatanya terjatuh. Kyuhyun begitu terharu mendengar ucapan yang baru saja leeteukn ucapkanuntuk ke 7 orang yang menculiknya itu. Kyuhyun fikir leeteuk membencinya karena pernikahan dengan Ain. 7 orang yang menculik kyuhyun itu tak menghiraukannya. Dan salah 1 dari ke 7 orang itupun dengan santainya membuka sebua pisau tajam dari tangannya.

“jangan ikut campur.” Ucap salah satu dari 7 orang itu. Sedangkan kyuhyun begitu ketakutan dengan apa yang sedang terjadi. Namja gemuk yang begitu besar dari ke 7 orang yang menculik kyuhyun itu pun langsung sajaakan  menusukan pisau tajam kearah kyuhyun. Sedangkan Leeteuk tatap saja berusah memberontak dari ke 6 orang yang memegangi tubuhnya. Leeteuk berusaha berusaha sekuat tenaganya untuk menghentikan orang yang akan menusukan piasau tajam itu ketubuh kyuhyun.

“ANDWAE” teriak leeteuk  yang terlepas dari pegangan ke 6 orang itu. Tanpa ragunya ia melindungi kyuhyun dari pisau tajam itu.

“jlebb” dan pisau tajam itu akhirnya tertancap dalam di tubuh leeteuk. Dengan tanpa berdayanya karena tusukan pisau yang sangat dalam itu. Leeteuk lemah tak berdaya. Dan ke 7 penjaha itu pun begitu saja kabur entah pergi kemana.

“laillaha~illaallah~muhammad~rosulallah.” Ucap Leeteuk begitu lemah sambil menutup kedua matanya.

“HYUNG!” teriak kyuhyun sambil menagis meraung-raung. Kyuhyun dengan penuh amarah melepaskan tali yang terikat ditangannya. Dan kyuhyun menghampiri tubuh leeteuk yang sudah tak bernyawa itu. Kyuhyun pun dengan cerobohnya memegang pisau yang tertancap di perut leetuk.

“datanglah kesini. Suamimu telah membunuh sahabatnya. Leeteuk” Ain membuka sms yang tak ia ketahui dari  siapa. Dengan begitu kagetnya. Ain pun tergesa-gesa menuju alamat yang yang ada di sms tadi.

“tidak mungkin. Itu tidak benar.” Ain menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Meski Ain begitu benci pada kyuhyun. Tapi Ain tak percaya jika suaminya bisa berbuat sehina itu. Ain sudah tahu jika kyuhyun adalah sahabat baiknya Leeteuk. Dan kebenciannya pada kyuhyun pun semakin dalam bersemayam dihatinya.

“Oppaaa!” lirih Ain dengan apa yang tengah dilihatnya. Matanya membulat sempurna melihat kyuhyun memegangi pisau yang sudah berlumuran darah itu. Kyuhyun begitu kaget melihat Ain yang tiba-tiba ada dihadapan.

“PEMBUNUH!” teriak Ain. Tanpa terlebih dulu mendengar penjelasan kyuhyun Ain merogoh handphonenya dan menelfon polisi untuk menangkap suaminya sendiri.

“Polisi! Tolong datang kesini. Ada pembunuhan. Tolong kesini” ucap Ain pada sambungan telpon yang ia hubungkan kekantor polisi.

“Ain~ya itu tidak benar. Tidak benar” ucap kyuhyun sambil menggerleng-gelengkan kepalanya.

“Ain~ya” lirih kyuhyun berkali-kali hingga suaranya nyaris habis. Dengan 2 tangannya yang saat ini telah terborgol oleh polisi. Dengan suara yang tersisa kyuhyun berusaha menyakinkan Ain. Bahwa bukan dirinyalah yang membunuh leeteuk. Sedangkan Ain tak menggubrisnya. Ain memeluk tubuh erat leeteuk. Bahkan hijab putihnya pun kini berubah menjadi warna merah. Ain tak henti-hentinya menguncang-guncang tubuh leeteuk yang sudah dingin itu.

“KAU PEMBUNUH CHO KYUHYUN!” teriak Ain pada kyuhyun yang tengah di tarik polisi itu.

1 Month Later…

 

Hari ini adalah hari ekskusi mati yang di tepatkan untuk hukuman pembunuhan yang di timpakan untuk kyuhyun. Namja itu terus saja menagis. Setiap harinya kyuhyun selalu menangis dalam sholatnya sambil memegangi Alqur’an berwarna merah muda milik Ain. Ny.cho ambil dari tas milik Ain. Lalu memberikannya pada Kyuhyun. Setelah selesai dari sholatnya Kyuhyun pun mengambil buku dan pulpen. Lalu menulis surat untuk Ain. Ya.. nanti malam adalah eksekusi mati atas kasus yang bukan kesalahannya itu. Kyuhyun meminta eksekusi matinya setelah ba’da isha. Karena kyuhyun ingin bersembahyang isha untuk terakhir kalinya.

“kenapa kau tak mempercayaiku Ain~ya. Cho Ain.” Lirihnya tak terdengar sambil tangan terus menulis kata demi kata di surat yang kyuhyun tulis untuk Ain.

“huekkk.huekk” tak hentinya Ain muntah sejak tadi pagi. Tubuhnya begitu lemah dan merasa pusing. Sejak kejadian itu. Ain tak pernah mau menemui kyuhyun di penjara. meski pengadilan telah memutuskan eksekusi mati pada kyuhyun. Ain tetap saja bersikukuh tak mau menemuinya. Bahkan memaafkanpun tak pernah sekalipun terbersit di hatinya.

“kau kenapa Ain~ya” ucap Ny.cho yang tiba-tiba datang menghampiri Ain yang sedang muntah.

“Aku tak apa. Jika Eomma kemari untuk membujuk bertemu pembunuh itu. Lebih baik Eomma pulang” ucap Ain tak sopan pada ibu mertunya itu.

“sudahlah. Jangan banyak bicara.” Ucap Ny.cho sambil memaksa Ain berjalan menuju rumah sakit.

“Eomma mau membawaku kemana?” ucap Ain.

“rumah sakit.” Ucap Ny.cho singkat.

“selamat ya. Ahgassi akan menjadi seorang ibu. Kandungan sudah memasuki bulan ke 2. schukkae” Ucap sang Dokter begitu ramah pada Ain. Ny.cho yang mendengar itupun tersenyum bahagia sambil memeluk Ain.berbanding terbalik dengan Ain’ Ain dengan tanpa permisinya keluar sambil berlari dari ruangan dokter itu. Ny.cho pun mengikutinya keluar. Membuat sang dokter begitu bingung.

“Aku tak mau bayi dari pembunuh itu. AKU TIDAK MAU. ANDWAE!.” Teriak Ain sambil memukul-mukul perutnya yang masih rata itu.

“CHO AIN!’ teriak Ny.cho pada Ain. Hatinya sangat sakit mendengar ucapan jijik yang terlontar dari mulut menantunya itu.

“dengar. DENGAR!.” Teriak Ny.cho. sedangkan Ain terus saja tak berhenti memukul-mukul perutnya. Sampai mengalami pendarahan. Darah seagar keluar dari selangkannya.

“Anakku bukan pembunuh. Han seunjalah yang merencanakan itu semua. Kyuhyun tak salah Ain~ya. Dan Leeteuk adalah kakak kandung kyuhyun. Leeteuk adalah anak kandungku yang aku titipkan kepanti asuhan sewaktu bayi. Karena kebangkrutan perusahaan suamiku saat itu  Ain~ya” Timpal Ny.cho emosi. Dan menceritakan semuanya yang baru saja terungkap. Tentang leeteuk yang ternyata anak kandungnya. Ny.cho tahu dari panti suhan asal leeteuk tinggal.Dan tak menyadari darah segar keluar dari tubuh Ain. Ain mendengar itu semua tapi Ain tetap tak percaya dan terus memukul-mukul perutnya terus-menerus. Ain pun terjatuh pingsan dengan darah yang mengalir deras dari selangkangannya.

“AIN~YA” teriak Ny.cho begitu khawatir.

Ain terduduk lemah dengan selang infus ditngannya. Wajah pasinya begitu terlihat kasihan. Perlahan-lahan Ain membuka matanya. Dan menggerakan tubuhnya pelan.

“eunghh”

“kau sudah siuman?.” Ucap seorang yeoja cantik disampingnya. Ain mengangguk. Dan tersenyum datar.

“suamimu tak bersalah. Akulah yang merencanakan semuanya” ucap Han seunja sambil terisak. Sedangkan Ain hanya diam kebingungan dengan ucapan Seunja.

“terserah kau mau percaya atau tiadak. Sekarang aku harus pergi dan menghentikan hukaman mati kyuhyun. Permisi” seunja pun melangkah pergi. Sedangkan Ain mematung beku tanpa tangisan seperti kebanyakan orang lakukan jika merasa sesak. Ulu hati Ain begitu sesak sangat sesak. Dengan tubuh lemahnya Ain begitu saja  melepas infus di tangannya. Ain memakai hijabnya sembarangan tak rapih Ain berlari dengan tenaga lemahnya. Ain berjalan kearah jalan raya tanpa alas kaki yang melindungi kaki cantiknya. Mata bulatnya mengarah kekanan-kiri mencari sebuah taxi menuju kantor polisi. Tempat kyuhyun di penjara hampir sebulan ini.

“dorrr” peluru panas itu sudah menembus kepala kyuhyun tepat di otaknya. Seunja dan semua orang disana terlambat menghentikannya. Dengan mengucapkan syahadat terlebih dahulu. Akhirnya kyuhyun meninggal karena eksekusi itu.

“Kyuhyun~ya!” lirih Ain terjatuh sambil memegangi hatinya yang nyeri itu. Ya.. Ain berusaha mencegah semuanya. Dan memberi tahu kehamilannya. Meski kandungannya nyaris tak tertolong karena perbuatannya sendiri. Tapi sayang semua itu terlambat. Ny. Cho yang ada disana itupun pingsan. Semua orang menangis melihat Kyuhyun yang sudah tak bernyawa lagi.

‘yeobo~. Ireona” lirih Ain tak terdengar. Kaki jenjangnya yang lemah itu perlahan-lahan menghampiri mayat kyuhyun. Ain memeluk erat tubuh kyuhyun yang sedikit hangat. Ain mencium kening, 2 mata dan terakhir bibir pasi kyuhyun.

Dear Ain…

Aku tak akan bicara banyak. Aku hanya mengungkapkan sedikit saja yang paling perlu kau ketahui.

Maaf. Aku minta maaf. Aku mencintaimu dengan cara seperti ini. Aku minta maaf. Tapi satu hal yang perlua kau ketauhui. Aku menyayangi leeteuk hyung. Aku bukan pembunuh. Lebih baik aku memilih kiamat sendiri di bandingkan harus mendengarku mengatakan aku seorang PEMBUNUH. Ain~ya. Cho Ain. Aku sangat mencintaimu.

Surat dari kyuhyun yang Ain baca itupun luruh begitu saja dari genggamanya. Tangannya tak henti-hentinya memukul-mukul hatinya yang sangat ngilu itu. Dan untuk pertama kalinya buliran airmata keluar menangisi Cho Kyuhyun suaminya. Namja yang Ain anggap iblis tapi ternya adalah seorang malaikat.

#Flashback OFF.

 

 

 

Ain POV.

 

 

“HAP” ucapku sambil menangkap Hyunsoo yang terus berlari. Hyunsoo.. aku memberi nama itu karena 2 namja kakak beradik itu. Kyuhyun dan jungsoo. Hyunsoo.

‘Ain~ya!. Bawa Hyunsoo masuk cuaca semakin dingin sayang” ucap Ibu merttuaku.

‘ne Eomma!” jawabku dan langsung menggendong hyunsoo masuk kedalam rumah mewah kami.

 

 

#Quotes

 

 

 

 

 

“Karena itu,ingatlah kalian

kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)

kepada kalian..”

(Al-Baqarah:152).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END.

3 thoughts on “Poor Prayer // Oneshoot

  1. ksihan leeteuk oppa,ud dr kcil hdup susah,g bs mggapai cinta ny lg
    author nya jahat ksihan kan teuk oppa..
    smpe ngis ak bcny. . .
    os keren bgt thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s