Love Is Not Fade (Part 8)

 

LINF8

LOVE IS NOT FADE 5  (Sequel Docter, I LOVE YOU )

Cast:hanna

         Cho kyuhyun

         Kim jaejoong

Genre : romance,sad

Author : Lisma Sari

 

 

Annyeooong…ketemu lagi sama ff ku yg ancur dan amburadul ini,kalau ada kesamaan cerita mungkin itu hanya kebetulan saja,ini murni dari otakku…mian kalau banyak tipo dimana2 karna kalau sudah mengetik tak pernah ku baca ulang…semoga suka..

 

Langsung saja..

 

Masih dikamar hotel jaejong,

Hanna mulai jenuh dan beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju luar balkon,dihirupnya udara pantai yg saat ini mulai senja.sang mentari siap menenggelamkan cahayanya untuk berganti dengan sang rembulan,sungguh pemandangan yg indah melihat sunset di pulau jaeju ini.angin malam telah berhembus dan mulai terasa dingin hingga menembus kulit hanna yg putih susu hanya terbalut dress.dengan kedua tangannya yg dilipat didadanya,hanna pun kembali masuk kekamar tapi pada saat ia membalikkan badannya tepat dihadapannya telah berdiri sebuah dada bidang,yang tidak ada jarak sama sekali,malah hanna hampir menabraknya membuat tangan jaejong reflek memeluk pinggang hanna,

Lama mereka saling berpandangan hingga menembus kedua bola mata masing2,jantung jaejong mulai berdetak kencang yg larut akan pesona hanna,hingga ia sendiri tak dapat mengontrolnya dirinya.dengan perlahan jaejong  memiringkan wajahnya lalu mendekatkannya kewajah hanna,tepat pada saat bibir jaejong yg sudah hampir dekat dengan bibir hanna,tiba2 hanna dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping,

Membuat jaejong merasa malu lalu memjauhkan wajahnya dan segera melepaskan pinggang hanna”mianhae…” ucap jaejong,

Hanna menjawabnya hanya anggukan kepalanya saja,lalu berjalan masuk kedalam kamar yg diikuti jaejong,”ku lihat kau sudah membaik…jadi aku akan kembali kekamarku”ucap hanna sambil menggenggam tas medisnya,

“chakkaman…apakah kau lapar?”tanya jaejong yg sudah berada dihadapan hanna,

Hanna tersenyum tipis ia lupa akan rasa laparnya karna sejak ia sampai dipulau ini,langsung mengurusi jaejong.tak sempat mengisi perutnya,”dnee…”dengan sedikit rasa malu,

“baiklah,aku tunggu kau di lobby”ucap jaejong,
————————–

Kamar hotel hanna,

Sesampainya dikamar hanna langsung meletakkan tas medisnya,lalu diedarkan matanya keseisi kamar mencari2 hpnya yg tertinggal,tak lama hanna pun tersenyum melihat hpnya yg tergeletak di tempat tidur,lalu ia pun meraihnya dan matanya langsung terbelalak melihat pada layar hpnya sejumlah panggilan yg masuk,tubuh hanna langsung lemas dan menghempaskannya ketempat tidur”oettokhe…kyuh pasti marah”dengan wajah yg sedih karna hanna tahu kalau namjachingunya ini tak selalu memengang hp bila sedang sibuk,jadi bila kyuhyun menghubunginya ditengah2 kesibukannya itu suatu keberuntungan yg  jarang sekali ia dapatkan,

Tapi wajah sedihnya itu berubah menjadi ceria saat matanya melihat sebuah pesan,lalu dibuka dan dibacanya pesan dari namjachingunya,hanna sambil senyum2 gaje membacanya,”aishhh…dasar evil mengirim pesan saja pakai mengancam segala”gerutu hanna sambil bangun dari rebahanya menjadi duduk lalu hanna mulai mengetik pesan,

To:kyuhyun,

mianhae kyuh…tadi aku sedang merawat pasen,jadi hpnya tertinggal
jinjja esok lusa kau sudah cuti…aku jg sangat merindukanmu…
paii paii chagia,aku akan selalu menunggu mu…

send,

setelah mengetik pesan hanna merebahkan tubuhnya kembali ketempat tidur,sambil terus memandang langit2 kamar yg lama kelamaanya matanya terpejam tapi tidak dengan pikirannya.pikirannya melayang entah kemana,disaat pikirannya sibuk tiba2 hanna ingat kalau ia sedang ditunggu dilobby”omona…kenapa aku bisa lupa seperti ini”hanna langsung beranjak dari tidurnya dan segera berlari kecil menuju pintu,
—————–

lobby hotel,

jaejong yg menunggu hanna sambil membaca majalah,tak terasa sudah hampir lima buah majalah yg ia baca tapi hanna tak kunjung datang,jaejong pun mulai berpikir”apakah…dia lupa atau…”kata2 jeajong terhenti saat dilihatnya sosok yeoja cantik berdiri dihadapannya,

dengan nafas yg tersengal2”mianhae…aku telat karna…”ucap hanna yg sambil mengatur nafasnya akibat berlari tadi,

“arraso…tidak usah kau jelaskan,kajja…”ajak jaejong,tapi sejenak jaejong diam sesaat memperhatikan penampilan hanna,”mianhae…apakah kau tidak membawa pakaian?…”pertanyaan jaejong blom sempat dijawab oleh hanna”aishhh…aku lupa kalau kau tidak membawanya”sambung jaejong kembali,
————————

Department store,

“pilihlah yang mana kau suka”ucap jaejong pada hanna yg sudah berada dalam ruangan penuh pakaian yeoja,”pastikan tidak ada tamu yg datang dan suru keluar pengunjung yg ada disini”perintah jaejong pada pelayan tokonya karna department store ini adalah kepunyaannya,

Hanna yg pada saat itu masih berdiri disamping jaejong”andwee…jangan seperti itu biarkan mereka berasa disini…toh mereka pun tak menggangu kita”sergah hanna,

“memang mereka tak mengganggu tapi aku hanya merasa kurang nyaman saja”jelas jaejong

“justru aku yg merasa tidak nyaman bila kau usir para pengunjung”ucap hanna,

“baiklah bila keinginan mu seperti itu”ucap jaejong”teruskan pekerjaan mu”perintahnya kembali pada pelayan tokonya,

Lalu hanna tersenyum dan mulai mancari2 dress yg kira2 cocok untuknya,tak memakan waktu lama untuk hanna memilih pakaian,lalu hanna masuk keruang ganti untuk mengganti pakiannya yg sedari pagi ia kenakan,

Setelah berganti pakaian hanna keluar dari ruang ganti,mata jaejong terbelalak saat melihat hanna mengenakan dress berwarna pict menambah anggun penampilan hanna,lalu jaejong pun berjalan menghampiri hanna”kau cantik sekali dokter”ucap jaejong,

“gomawo…”

“mana saja pakaian yg telah kau pilih?”tanya jaejong,

“ige?…”jawab hanna sambil menujukan pakaian yg ia pilih,

“mwoo…ige…hanya dua saja?” tanya jaejong kembali sambil jari telunjuknya menujuk pakaian yg telah hanna pilih,

“kajja…”jaejong menggandeng tangan hanna,lalu mengambil berapa buah pakaian dan diberikannya kepada pelayannya,”ige…bungkus”perintah jaejong,lalu menggandeng tangan hanna kembali dan berjalan menuju ruang lain,tapi masih lantai yg sama,ruang ini penuh dengan pakaian dalam wanita,sambil melepas gandengannya”pilihlah,aku akan meninggalkan mu,agar kau lebih leluasa memilihnya”ucap jaejong yg lalu berjalan meninggalkan hanna,

Hanna yang diam hanya memandangi punggu jaejong yg sudah hilang dibalik gantungan2 pakaian dalam,”kenapa kau harus memperhatikan hal sekecil ini,sampai aku sendiri saja tak memikirkannya(aishhh kau jorok sekali hanna  #plak…lanjut)pastinya kau dulu sering memperhatikan yeojachingu mu seperti ini…kau memang orang yg penuh perhatian…aishhh…hanna apa yg kau pikirkan ingat kau sudah punya kyuhyun… perfect namja    ”ucap hanna dalam hati sambil memukul2 kepalanya dengan telapak tangannya,lalu hanna mulai memilih pakaian dalam yg pas dengan ukurannya,
——————–

Hotel,

Setelah menikmati makan malamnya,hanna dan jaejong berjalan menuju kamarnya yg ditemani pelayan hotel yg membantu hanna membawa beberapa bungkusan yg berisi  pakaian yg ia beli,

Sampai dikamar hanna,sang pelayan meletakan semua bungkusan itu dikursi hotel,”gomawo…”ucap hanna pada pelayan hotel yg sebelumnya telah diberi tip oleh jaejong,

“istirahatlah…besok aku akan pergi kekantor cabang untuk mendatangani kontrak dengan infestor asing,jadi kau boleh bebas pergilah kepantai…dan ini”jaejong memberikan sebuah kado yg lumayan besar”pakailah besok saat kita dinner”ucapnya,

“mwoo…dinner?”ucap hanna aga kaget,

“dnee…besok malam kita terakhir dipulau ini,sudah besok kau pakai saja…aku akan kembali kekamarku”ucap jaejong yg berjalan  menuju pintu yg diikuti oleh hanna”

“jangan lupa minumlah obat mu”pinta hanna saat pada jaejong yg posisinya sudah berada diluar kamar,jaejong pun mengangguknya kepalanya,
———————–

Malam pun tiba,

Hanna mencoba membuka bungkusan yg kemarin jaejong berikan untuknya,dengan hati2 hanna membukanya,mata hanna membulat melihat isi dari kado itu adalah sebuah gaun tanpa lengan dengan hiasan didadanya menyerupai batu permata sangat terlihat mewah dan elegant.hanna mulai memakainya,

Dengan berdiri didepan cermin hanna masih tak percaya apakah ini dirinya,memakai gaun seindah ini.pastinya gaun ini bernilai mahal”kenapa bisa pas dibadan ku…kapan dia membelinya”hanna sibuk menerka2,pikirannya pun buryar saat mendengar,

“dretttt…dretttt…”sebuah nada pinggil,

“yeobseyo”sapa hanna,

“dokter,kau sudah siap?”tanya seseorang dari balik tlpn,

“dnee…sudah”jawab hanna kembali,

“nee…nanti akan ada seorang pelayan hotel menjemput mu”suara dari didalam tlpn,

“dnee…”ucap hanna,yg sama2 mematikan panggilannya,
——————–

Hanna yang berjalan mengikuti pelayan hotel dari belakang,dengan langkah yg berirama asal dari suara higheelsnya,hanna dan sang pelayan terus berjalan menyelusuri lorong2 hotel hingga sampai pada tempat yg ditujunya.tepatnya dipinggir pantai,lalu sang pelayan pun pergi meninggalkan hanna,

Hanna diam terpaku melihat suasa disekelilingnya,penuh dengan bunga2 dan lampu2 kecil yg menghiasi jalan dimana ia sekarang berdiri sampai ketempat sebuah meja dengan dua buah kursi,benar2 suasa yg belum pernah ia dapati seumur hidupnya.hanna yg masih terharu dengan suasa seperti ini tiba2 pandangan berpindah pada seseorang yg berjalan mendekatinya,seseorang itu adalah jaejong.sekarang ia sudah berdiri dihadapan hanna,sesaat jaejong memandangi wajah hanna yg saat ini memang benar2 terlihat cantik dengan gaun yg ia berikan dan tatanan make up tipis serta rambut yg diikat asal tak mengurangi kecantikan hanna pada malam itu,

“kau…cantik sekali”ucap jaejong yg masih menatap hanna,

“mhh…gomawo”ucap hanna yg terlihat sedikit malu,

Perlahan jaejong menadahkan telapak tangannya kehadapan hanna.hanna yg aga ragu2 akhirnya menyambutnya juga.dengan bergandengan tangan mereka pun berjalan menuju meja makan yg berbentuk bundar,merekan pun duduk saling berhadapan.tak begitu lama seorang pelayan datang dengan membawa meja dorong yg berisikan makanan yg tentunya sudah dipesan sebelumnya,

Disaat yg pelayan masih sibuk menata makanannya dimeja begitupun dengan jaejong,ia sibuk jg menatap wajah hanna dengan pandangan mata yg seakan2 ingin memeluknya dan tak akan melepaskannya lagi.hanna yg merasa terus dipandangin akhirnya membuang pandangannya kepantai yg  terlihat terang karna sinar rembulan,

“dokter…”panggil jaejong,

Hanna pun langsung menoleh”dnee…”

“cha…makanlah…kau tidak punya masalah dengan berat badankan dok?”tanya jeajong dengan nada menggoda,

“annia…”jawab hanna sambil memegang sendok dan garpu,

Mereka pun mulai menyatap makan malamnya tanpa percakapan seolah2 sibuk dengan kunyahan yg ada dimulut masing2,benar2 makan malam yg kaku dengan suasana yg romantic.hanya suara sendok dan garpu yg bertabrakan saja yg terdengar serta suara desiran ombak yg seperti alunan musik mengiringinya  malam ini,

Makam malam pun berakhir dengan tuangan anggur kedalam gelas yg berbentuk payung terbalik,tanpa tos hanna memenggang leher gelas lalu membawanya kebibirnya sesaat hanna menghirup aroma anggur lalu meminuman,walau pun hanna sedikit hanna meminumnya tapi memang terasa beda dilidahnya sungguh nikmat minuman para bangasawan ini,

“gomawo…dokter sudah mau memenuhi undangan ku”ucap jaejong,yg memulai pembicaraan,

“annia…seharusnya aku yg  mengucapkan itu”jawab hanna,yg masih sama2 saling berhadapan,

“kau tahu dokter…malam ini aku sangat bahagia sekali…apakah kau jg sama?”tanya jaejong dengan menatap wajah hanna,

Lama hanna menjawab apakah dirinya harus memberi dua buah pilihan jawaban kejujur atau kebohong,”jujur saat ini aku tak bahagia mungkin akan lain ceritanya bila dihadapanku adalah kyuhyun,dan tentu nya bukan jawaban itu yg ingin didengar oleh mu tuan?”ucap hanna dalam hati”dnee,aku bahagia…walau pun bohong mungkin jawaban itu akan membuat dirimu puas”sambungnya dalam hati,

“dokter…goenchana?”tanya jaejong kembali karna saat ini hanna sedang melamun,

“ohh…dhee,aku bahagia”ucap hanna yg merasa bersalah karna telah berbohong,jaejong pun tersenyum lebar mendengarnya,

“ige,untuk mu”jaejong memberikan kotak kecil yg ia ambil dari saku jasnya,di letakannya kotak itu dihadapan hanna,

“untuk ku…annia,aku tidak sedang berulang tahun?”hanna kembali bertanya karna aga kaget dan sedikit heran,untuk apa jaejong memberinya  hadiah,

Mendengar pertanyaan hanna jeajong kembali tersenyum,senyum yg mungkin selama hanna merawat jaejong,belum perna ia lihat.hanna memperhatikan senyuman itu,”teruslah tersenyum seperti itu tuan?…itu akan membuat hatimu  bahagia,dan tentunya akan membantu penyebuhan penyakitmu”ucap hanna dalam hati,

“hahaha…kau ini dokter membuat  aku ingin tertawa saja,apakah ada larangan untuk memberikan hadiah diluar hari ulang tahun eoh?”ucap jaejong sambil menyodorkan hadianya kembali,”ige…terimalah”pintanya,

Tentu saja itu bukan masalah baginya untuk memberikan hadiah kapanpun,hanna tak bisa berpikir panjang,pantas atau tidakkah ia menerima hadiah ini,yg jelas ia tak bisa menolaknya karna jaejong akan kecewa dan tentunya itu akan mengganggu pemulihan  penyakitnya.perlahan tangan hanna meraih kotak kecil berwaran merah yg sedari tadi sudah berada dihadapannya,”gomawo”ucap hanna yg saat ini tangannya sudah memegang kotak itu,

Saat hanna akan membuka kotak itu tiba2”dokter…jangan dibuka dihadapanku,kau boleh membukanya saat kau sudah kembali keseoul”pinta jaejong,tanpa kata2 hanna hanya menurut saja,
———————–

Seoul,

Hanna dan jaejong dijemput dengan sopir pribadinya,hanna yg pikirannya masih tertuju pada hadiah itu,bukan pada isi kado itu tetapi pada ucapan jaejong kenapa yg mengharuskan ia membukanya setelah sampai diseoul.tak terasa mobil jaejong sudah sampai didepan  parkiran apartement hanna,

“gomawo”ucap hanna sambil menuruni barang bawaannya dari bagasi mobil yg dibantu oleh sang sopir,

“dokter…besok kau tak usah datang istirahat saja dulu,karna ku tahu sewaktu dijaeju kau kurang tidur”ucap jaejong dari dalam mobil dengan kaca mobil yg terbuka,

Hanna menjawab hanya anggukan saja,mobil jaejong pun melaju setelah hanna membungkukan badannya.dilihatnya mobil jaejong yg sudah menjauh,hanna pun melangkahkan kakinya masuk kedalam apartementnya,

Hanna menaruh barang bawaan nya disembarang tempat ,setelah sampai didalam aparmentnya.lalu ia menghempaskan tubuhnya ditempat tidur yg beberapa hari ini tak ia tempati dengan memeluk guling kesayangannya,lama ia dengan posisi seperti ini hingga terlintas dipikirannya.

Tangan hanna merogoh  tas yg berisi pakaian,mencari2 hadiah yg jaejong berikan.tangannya terus saja menyelusup diantara lipatan2 pakaian,dan akhirnya tangannya meraih kotak kecil yg ia cari,

 

 

TBC,

 

 

Mian…kalau tambah GAJE aja nii ff,kalau mau jujur sebetulnya autor ga suka ada orang ketiga tapi mau bagaimana lagi memang alurnya harus seperti ini…kira2 hanna mendapatkan hadiah apa ya rieder?…kajja like and comentnya,  

 

 

 

 

7 thoughts on “Love Is Not Fade (Part 8)

  1. cincin yahh…
    bner kan??
    knp hanna gg ngasih tw ajha qlo dy ud pux pcar sihh…
    ntr si evilnyaa ngamuk lohh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s