Love Is Not Fade (Part 7)

LINF7

LOVE IS NOT FADE 5  (Sequel Docter, I LOVE YOU )

Cast:hanna

         Cho kyuhyun

         Kim jaejoong

Genre : romance,sad

Author : Lisma Sari

 

Hai…ketemu lagi sama ff ku yang ancur dan amburadul ini,bila ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan saja.ini murni dari hasil otakku,mian kalu masih banyak tipo bertebaran dimana-mana karna aku kalau sudah mengetik tidak pernah ku koreksi lagi,semoga suka….    

Happy Reading ………

 

Masih diruangan dokter shin,pembicaraan yg begitu alot melibatkan dua orang dokter dan satu orang penguasa.walau pun yg akhirnya pemenangnya adalah tetap sang penguasa,

Sepeninggal nyonyakim dan dokter shin,hanna masih diam terpaku pandangannya kosong jari jemarinya masih meremas2 ujung jas putih yg ia kenakan,”kenapa tuhan…kenapa harus seperti ini…ini sangat bertolak belakang dengan keinginan ku”lirih hanna sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. dengan langkah yg pelan hanna menyelusuri lorong rumah sakit untuk menuju ruangan prakteknya,

Segera hanna duduk sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi,setelah sampai di dalam ruangan prakteknya.kedua bola matanya ia edarkan kesekeiling ruangan prakteknya,ruangan dimana ia mendengar keluh kesah para pasennya. Seakan tak percaya ia akan segera meninggalkan ruangan ini,dengan mata yg berkaca2 hanna berusaha menerima perintah sang penguasa,
————————–

Kediaman jaejong,

Jaejong yg saat ini sedang merebahkan badannya ditempat tidur,badannya benar2 lemah karna sejak hanna memutuskan untuk tidak menjadi dokter pribadinya,ia tak penah mau diperiksa dengan dokter lain dan juga tidak meminum obatnya secara teratur tentu saja ini sangat mempengaruhi  kesehatan jantungnya,

 Disisi lain dengan berat langkah hanna mulai menapaki kakinya memasuki rumah mewah ini,seberat apapun tugas itu harus ia jalani walau pun dikirim kemedan perang ia harus siap.itulah tugas seorang dokter tidak bisa memilih siapa pasen  kita atau dimana tempat tugas kita,

Hanna terus melangkahkan kakinya memasuki ruangan tengah menuju lantai dua dimana kamar jaejong berada dengan ditemani ahjuma.sesampai didepan pintu kamar hanna pun masuk tanpa ditemani ahjuma,

“annyeong…”ucap hanna dengan senyum terpaksa,

Jaejong yg saat itu sedang memejamkan matanya sambil melipatkan tangannya sebelah diatas kening,mendengar suara hanna segera jaejong membuka matanya lalu membetulkan posisi tidur menjadi duduk.hanna langsung melangkah mendekati jaejong yg sebelumnya sempat membungkukkan badannya,

Hanna segera mengeluarkan alat2 kedokterannya dan memulai meriksa jaejong,sebelumnya jaejong telah berbaring,

“gomawo…”ucap jaejong

“wae?… “hanna sempat menghentikan tangannya sejenak dari dada jaejong lalu melanjutkannya kembali,

“karna…kau sudah mau menjadi dokterku kembali”ucap jaejong yg dua bola matanya tak henti2nya menatap wajah hanna yg tepat duduk disampingnya,

Tak banyak kata yang hanna ucapkan ia hanya mengangguk sambil senyum keterpaksaan,jujur walau didalam hati ada rasa sakit yg menyelimutinya.sebisa mungkin ia harus bersikap ramah,

setelah selesai memeriksa jaejong,segera hanna memasukkan alat2 kedokterannya,

“boleh ku lihat obatmu?”tanya hanna,

“dne…”jaejong langsung membetulkan posisi tidurnya menjadi duduk,lalu tangannya meraih laci meja yg ada disampingnya,dan memberikannya pada hanna,

Mata hanna langsung tercengang melihat jumlah obat yg masih utuh tak berkurang sama sekali”mianhae…apakah kau selama ini tak meminum obat mu?”ucap hanna yg masih memegang botol obat,

“annio…”ucap jaejong singkat,

“wae?…apakah kau tidak ingin sembuh?”tanya hanna selembut mungkin,

“apakah kau mengharapkan kesembuhan ku?”ucap jaejong sambil tersenyum sinis,

“nee…tentu saja,itu harapan semua dokter dan pastinya pasen juga”jelas hanna yg dengan sesekali bola matanya melihat wajah jaejong,

Mendengar itu jaejong hanya tersenyum sinis lalu membuangan pandangannya kesamping,”baik…hari ini berapa butir yang harus aku minum?”dengan pandangan tak melihat hanna,

“seperti biasa dua butir,tiga kali sehari”hanna berusaha sesabar mungkin,hanna langsung memberikan obat ketelapak tangan jaejong lalu meraih segelas air putih yg sudah berada diatas meja dan diberikanya kepada jaejong,
———————-

Tak terasa sudah dua minggu hanna merawat jaejong,begitu pun dengan keadaan jaejong yg kian membaik.ia sudah mulai melakukan aktifitasnya sebagai pipinan perusahan kim corp yg hampir satu bulan ia tinggalkan.tentu saja hal ini membuat nyonyakim merasa senang atas kemajuan kesehatan anaknya,serta puas atas kinerja hanna.tak jauh beda dengan hanna,ia juga merasa lega karna dengan begitu ia bisa cepat kembali kerumah sakit.

Pagi hari yg cerah dimana sang mentari sudah menampakkan sinarnya serta warna langit yang biru lengkap dengan awan putihnya sungguh indah ciptaan yg maha kuasa,sepeti hari sebelumnya hanna melangkahkan kakinya memasuki rumah yang memang benar2 megah.kali ini langkahnya benar2 beda begitu ringan tanpa kerpaksaan atau tekanan,karna sejak hanna merawat jaejong sikapnya sedikit demi sedikit berubah tak lagi tak lagi dingin,cuak dan kasar.malah sebaliknya sikap jaejong menjadi sosok yg lembut dan penurut.disaat hanna akan menaiki tangga langkahnya terhenti karna dilihatnya jaejong dengan stelan jasnya berjalan menuruni tangga,lalu menghampiri hanna,

“kau sudah datang…apakah kau sudah sarapan?…kajja ikut aku?”serentet pertanyaan jaejong seolah tidak memberikan kesempatan hanna untuk menjawabannya,lalu tangan jaejong menarik dan berjalan menuju ruang makan,

Hanna yg tangannya ditarik hanya pasrah dan mengikuti langkah jaejong,tak lama genggaman jaejong pun lepas saat tepat berada didepan meja makan,jaejong menarik sebuah kursi makan dari tempatnya untuk hanna duduki,

“cha…silakan duduk dokter” ucap jaejong yg tangan ikut mempersilakan,

“nee…gomawo”ucap hanna sambil menaruh bokongnya dikursi makan,

Jaejong pun duduk didepan hanna,tangannya mengambil bimbimbab lalu menaruhnya piring hanna”makan lah”pintanya,

“gomawo…tapi aku sudah sarapan”ucap hanna,

“makanlah…jangan menolak rejeki”ucap seseorang yg tiba2 datang dari arah belakang hanna,

Hanna pun langsung menoleh dan berdiri sambil membungkukan badannya”annyeong nyonyakim”sapa hanna sambil tersenyum

“duduklah…tak perlu sungkan”ucap nyonyakim sambil duduk dikursi makan,tak lama hanna pun mengikutinya,

“chagia,sebaiknya hari ini kau tidak usah ikut rapat…biar eomma saja yg pergi”ucap nyonyakim disela2 sarapannya,

“annia…eomma,aku saja…karna aku sudah lama juga tidak mengecek perkembangan perusahan kita yg di jaeju”jelas jaejong,

Hanna hanya mendengar pembicaraan sepasang ibu dan anak,sambil menikmati sarapannya yg sesungguhnya hanya ia lihat2 saja dengan sesekali mengaduk2nya,berusaha cuek aja yg mereka bicarakan,

“tapi chagi…eomma masih khawatir dengan keadaan mu yg belum sepenuhnya sembuh”larang nyonyakim,

“annia…eomma,aku sudah baikan…aku janji nanti setelah sampai disana aku akan banyak beristirahat dan meminum obat secara teratur”rayu jaejong sambil menyudahi sarapannya,

“kyaa…kau kira eomma percaya akan ucapanmu!kecuali…”kata2 nyonyakim berhenti sambil melirik hanna.hanna yg pada saat itu masih mengaduk2  sarapannya merasa tanggap apa yg nyonyakim katakan,segara melepaskan sumpit yg ia pegang sambil membalas lirikan nyonyakim,”dokter…ku harap kau bisa ikut dengan jaejong,karna dengan kau ikut serta perasaan ku menjadi tenang”pinta nyonyakim,

“eomma…”serga jaejong,

“nee…kalau kau tidak mau,ya sudah kau tidak usah pergi”ucap nyonyakim dengan tegas,

“annia…bukan itu maksud ku,tapi apakah dokter hanna bersedia ikut dengan ku?”jelas jaejong yg pandangannya menatap bola mata hanna,

Hanna yang sedari tadi hanya diam dengan bola mata yg berpindah menatap mata jaejong dan eommanya,begitu pun dengan pasangan ibu dan anak keduanya menatap hanna menanti jawaban dari bibir dokter cantik ini,

“nee..tentu saja ia bersedia,iyakan dok?”pinta nyonyakim,

Hanna tak langsung menjawab,ia berpikir sejenak apakah ini sebuah permintaan atau kah sebuah paksaan,yg jelas saat ini hanna tak dapat menolaknya, “dnee…aku bersedia”ucap hanna dengan jelas walau pun ada sedikit keraguan didalam hatinya,
—————-

Pulau jeaju,

Pulau yang indah dan unik,dimana terdapat hamparan bebatuan dan pepohonan karna pulau ini jarang sekali dituruni salju walau pada musim dingin sekalipun,hingga tanaman2 bisa tumbuh subur dipulau ini.
disepanjang perjalanan dari seoul sampai hotel dimana hanna dan jaejong menginap,hanna tak banyak bicara hanya jawaban singkat saja itupun bila jaejong bertanya,

Hanna menghempaskan badannya ditempat tidur karna lelah setelah melakukan perjalanan,tanpa merapihkan bawaannya karna yg ia hanya membawa satu tas itupun berisi alat2 medisnya.setelah ia menyetujui keikut sertaannya bersama jaejong,nyonyakim tak mengijinkan hanna untuk pulang sekedar mengambil beberapa pakaian,

Hanna berjalan mendekati  balkon,digesernya pintu kaca lalu ia melangkah keluar.matanya terbelalak melihat hamparan pasir dan laut yg berwarna biru”woow…maeu areunmdappda”ucapnya seakan2 tak percaya apa yg ia lihat,perlahan hanna memejamkan kedua matanya karna hembusan angin laut yg menerpa wajahnya serta rambutnya yg tergerai ikut menari2,

Disisi lain tapi ditempat yg sama jaejong pun sedang berada dibalkon,ia sedang menikmati keindahan pulau ini.tak sengaja matanya melihat hanna karna kamar mereka yang bersebelahan,mata tak berkedip disaat rambut hanna yg tertiup angin hingga terlihat leher jenjang hanna,”DEG”dada jaejong berdetak dengan cepat,tangan nya memegang dadanya lalu matanya terpejam sesaat dan dibukanya kembali,

“wae…perasaan ini datang kembali?ku kira rasa ini telah padam ternyata tidak…aku tahu kau dua orang yg berbeda,tapi kenapa perasaan ini sama disaat aku sedang memandanginya?…tuhan apakah kehadirannya itu kau utus untuk menggantikan sosoknya yg dulu kau ambil?”lirih jaejong dalam hati,semakin dalam jaejong  berfikir hatinya semakin sakit.sakit yg mulai menyerang  jantungnya karna berderup dengan kencang dan cepat,jaejong mencoba untuk bertahan sambil memegangi dadanya Sementara tangan yg  satunya mencengkram kuat pagar balkon ”brukk”akhirnya jaejong ambruk jg,

Mendengar suara itu hanna langsung menoleh,dilihatnya sebuah tangan yg masih memegangi pagar balkon,tanpa berfikir panjang hanna langsung berlari keluar kamar,yg tangannya sempat mengambil tas medisnya,
————————

Kamar jaejong,

Hanna mulai memeriksa jaejong yang sudah merebah ditempat tidur, sebelum ia sempat meminta pertolongan pelayan hotel untuk menggotong tubuh jaejong ketempat tidur.dengan telitih hanna mencoba memeriksa tekanan darahnya serta denyut nadi jaejong,lama hanna memeriksa jaejong yang akhirnya,

“tolong jangan tinggalkan aku”suara jaejong dengan mata yg mesih terpejam,hanna yg pada saat itu sedang memengan pergelangan tangan jaejong merasa kaget dan melepaskanya tapi  dengan cepat tangan jaejong menggenggam tangan hanna”tolong jangan tinggalkan aku”ucap jaejong kembali dengan mata yg masih terpejam,

Tak banyak yang hanna lakukan,ia berusaha melepaskan genggaman tangan jaejong,tapi semakin ia berusahan melepasnya semakin kuat tangan jaejong menggenggamnya.akhirnya hanna hanya diam dan pasra sambil duduk ditepi tempat tidur,sambil matanya menatap wajah jaejong yg terlihat pucat,sejujurnya hanna merasa hibah dan kasihan bagaimana pun jg tidak akan ada satu orang pun yg rela bila orang yg kita cintai pergi untuk selamanya,pandangan hanna pun pindah keluar jendela sambil pikirannya menerawang kenamjachingunya.”kyuh…wae sampai sekarang kau tak memberi kabar…aku rindu…”lirih hanna dalam hati,hanna yg masih sibuk dengan lamunannya tak menyadari saat ini jaejong telah sadar dari pingsannya,

Dengan mata yg mengejap2,jaejong berusaha untuk membuka matanya dengan lebar,setelah matanya terbuka sepenuhnya.jaejong baru menyadari kalau tangannya telah menggenggam tangan hanna,tapi ia tak segera melepasnya malah ia memandangi wajah hanna.lalu jaejong tersenyum tipis”kau tahu dokter… aku ingin tetap seperti ini menggenggam tangan mu lebih lama”lirih jaejong,

Hanna yg masih sibuk dengan lamunannya baru menyadari genggaman jaejong sedikit mengendur tak sekuat sebelumnya,segera hanna menoleh dilihatnya mata jaejong yg sedang memandanginya,

“kau sudah siuman?”tanya hanna sambil menarik tangannya dari genggaman jaejong,

“nee…sudah berapa lama aku pingsan?”ucapnya yg berusaha bangun posisi tidurnya menjadi duduk,

“mhh…kira2 satu jam”ucap hanna yg tangan nya meraih obat dan memberikannya pada jaejong”ige,minumlah”jaejong langsung menampaninya dan segera meminumnya dengan segelas air putih yg diberikan oleh hanna,

“mianhae…aku merepotkan mu”ucap jaejong setelah menelan abis obatnya,

“annia…memang sudah kewajiban ku untuk menolong mu”jelas hanna,yg beranjak dari duduknya”istirahatlah…aku akan kekamar ku sebentar”sambung hanna,

“chakkaman…tidak bisakah kau tetap disini”pinta jaejong dengan wajah polosnya,

“aku hanya sebentar saja”ucap hanna,sambil membalikkan badannya tapi pada saat hanna akan melangkah tiba2 jaejong,

“akkhhh…”teriak jaejong sambil memegangi dadanya,

Sontak membuat hanna menghampirinya”ku bilang istirahatlah biarkan jantung mu itu relax sejenak”sambil membantu jaejong merebahkan tubuhnya kembali,

“nee…tapi ku harap kau tetap disini”pinta jaejong untuk yg kesekian kalinya,

“dnee…”dengan berat hati hanna mengucapkannya,
——————-

“dretttt…dretttt”suara hp hanna yg tertinggal didalam kamarnya,

Disisi lain kyuhyun yg terus mengulang2 panggilan pada hpnya”aishhh…kajja hanna jawab”entah yg keberapa kali kyuhyun mengulangnya”hanna…kenapa kau tidak menjawabnya,sesunggunya kau kemana?”gerutu kyuhyun,akhirnya kyuhun pun mengirim pesan,

To:hanna,

     Hanna…kenapa kau tidak menjawab panggilan ku?…apakah kau sesibuk itu hingga tak sempat
menjawabnya?…apakah kau tahu rinduku sudah menggunung dan akan segera ku ledakkan
bila berjumpah dengan mu…apakah kau tidak rindu dengan ku?…mianhae aku baru sempat
menghubunginmu…mungkin esok lusa kita sudah bisa bertemu karna semua member
mendapatkan cuti dan tentu saja aku akan memperhitungkan kesalahan mu ini,…paii paii chagia,
jeongmal bogo sipeosseoyo…

Send,
—————

Kamar hotel jaejong,

Jaejong yg sedari tadi sudah merebahkan badannya ditempat tidur yg sangat empuk,ia tak sepenuhnya tidur sesekali matanya dibuka sedikit untuk melihat hanna yg sedang duduk dikursi sambil matanya menatap keluar jendela,

“mian…dokter,aku berbohong karna aku ingin kau tetap berada disini…kau tahu dengan kau berada disisiku…hati ku merasa tenang dan hangat”lirih jaejong,

Hanna mulai jenuh dan beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju luar balkon,dihirupnya udara pantai yg saat ini sudah mulai senja.sang mentari siap untuk menenggelamkan cahayanya untuk berganti dengan sangrembulan,sungguh pemandangan yg indah melihat sunsat dipulau jaeju.angin malam mulai terasa dingin hingga menembus kulit hanna yg putih susu hanya berbalut dress,dengan kedua tangannya yg dilipat didadanya,hanna pun kembali masuk kekamar tapi pada saat ia membalikkan badannya  tepat dihadapannya sebuah dada bidang telah berdiri yang  tidak ada jarak sama sekali,malah hanna hampir menabraknya sembuat tangan jaejong reflek memeluk pinggang hanna,

Lama mereka saling berpandangan hingga menembus kedua bola masing2,jantung jaejong berdetak kencang larut dalam pesona hanna sehingga ia sendiri tak dapat mengotrol dirinya,dengan perlahan jeajong memiringkan wajahnya lalu mendekatkan wajahnya kewajah hanna….

TBC,

Mian…kalau tambah GAJE aja nii ff,dalam sejarah aku menulis ff part 7 ini paling lama sampai memakan waktu 2minggu karna pikiran ku terbagi dengan tiket ss5 yg waktu itu belom dapat jg(ga ada yg nanya tor…hehehe)kajja like and comentnya….kira2 hanna jadi sama siapa?…

6 thoughts on “Love Is Not Fade (Part 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s