Ice Cream (Part 1)

 

IC1

Title : Ice Cream

 

Author : min “Evil Trap”

 

Cats :

– Cho Kyu Hyun

– Park Han Mi

– Lee Dong Hae

– Park Han Mi

– Park Yun Na

– and other

 

Genre : Romantic , angst

 

Rating : Teen

 

Happy Reading^^~~

 

 

“ Aku selalu merasa Ice Cream itu sama denganmu , Manis tapi begitu dingin , Beku tapi gampang mencair , Maka dengan begitulah aku mulai menyukai sosok dingin nan bekumu karena kau begitu cepat luluh dan bersikap manis”

 

 

Pagi telah datang , mentari pun mulai menyebarkan jarum putih menyilaukannya .Akupun mulai beranjak dari tempat tidur yang melenakan . Usai mandi dan berpakaian kulihat pantulan tubuh mungilku di cermin datar . kuraba perlahan mata pandaku yang turut sembab, ada luka perih disana . setelah sekian lama berganti seragam aku pun bergegas turun ke bawah dan menyegerakan diri berangkat menuju tempat yang kubenci untuk sekarang sampai1 tahun mendatang.

Dimana lagi kalau bukan sekolahku. Tempat yang membuatku mengenal rasanya dibully dan di caci hanya karena segala kelemahan dan ketidak berdayaanku terhadap apapun yang mereka anggap mudah untuk mendapatkannya , tapi bagiku butuh keajaiban agar aku bisa memperolehnya. Satpam sekolah menyambut kedatanganku dengan senyum khas miliknya. Aku pun turut tersenyum menyambu niat baiknya. Kulangkahkan kakiku memasuki kelas Social 2.1 kelasku yang lebih tepatnya kurasakan sebagai tempat pengasingan.

Tidak berapa lama mata pandaku melihat kedatangan sosok sempurna dari seorang Cho Kyu Hyun. Namja tampan dengan perawakan tinggi , kulit seputih susu, pipi yang tirus, rahang tegas dan  hidung mancung sempurna  yang  membuatnya begitu menawan. Belum lagi prestasinya yang gemilang sebagai peraih medali emas di olimpiade matematika.Membuatnya begitu mudah untuk dicintai. Seperti aku yang menggilainya bagai beast mengharapkan handsome.

Hanya saja sosoknya yang begitu sempurna itu tidak di imbangi dengan sifatnya yang baik . Cho Kyu Hyun terkenal bertemperamen tinggi dengan kelebihannya mengolah kata – kata makian menjadi sangat pedas dan menyakitkan . Tapi apalah arti semua kekurangan itu jika mata sudah tertutupi oleh yang namanya cinta .Semenjak melihat keahliannya menyanyi saat ujian kesenian tahun lalu , secara perlahan namun penuh kesadaran aku mulai menyukai sosok angkuh nan dingin itu.

Songsaenim memulai pelajaran hari ini dengan menjelaskan berbagai kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi yang sukses membuatku menguap ngantuk karena bosan dan tidak paham akan apa yang dikatakan dan dijelaskan olehnya . untunglah bel istirahat  mulai terdengar pertanda berakhirnya mata pelajaran yang menjenuhkan ini .

Akupun mulai membuka account twitter dan menuliskan mention ucapan selamat siang dan mengingatkannya bahwa sekarang waktu makan siang.Tentu saja aku mengirimkan mention itu ke Kyu Hyun orang yang telah menarik perhatianku kurang lebih satu tahun ini. Memang aku menyadari mengharapkan sekedar replay darinya itu adalah suatu hal yang mustahil apalagi sebuah foll back.

Biarlah toh aku melakukan ini atas dasar aku mencintainya dan berharap dia selalu menjaga kesehatannya bukan sekedar ingin meminta foll back darinya.

 

“ Han Mi-ssi !“ bentak Park Yun Na

 

“ I .. iyaa Yun Na “ jawabku gugup sembari menunduk .bukan karena tanpa alasan aku begini .  Park Yun Na adalah anak kepala sekolah dan berperan penting dalam hal membuatku tidak merasakan kenyamanan di sekolah ini.

 

“ Nanti gantikan aku piket seperti biasa , dan jangan membantah! atau aku akan membuat matamu yang sembab itu menjadi buta ! arra?“ bentaknya sembari menarik kerah seragamku .

 

“ Nan Arraseo Yun Na“ jawabku masih sambil menunduk .

 

Sepeninggalannya aku hanya bisa menangis sesenggukkan di kelas belakang kamar mandi namja yang sudah lama kehilangan fungsinya sebagai tempat belajar mengajar, karena suatu insiden yang cukup berbau mistik. Namun suasana lembap dan sunyi yang diberikan tempat ini membuatku tenang tanpa menimbulkan rasa takut sedikitpun . Setelah merasa tenang akupun kembali ke kelas melanjutkan pelajaran yang begitu menguras fikiran ini .

 

 

Aku adalah sesosok mungil yang selalu terombang – ambingkan panas dan dinginnya masalah ,Kelemahan dan ketidakberdayaan adalah kombinasi yang menjadi Tuhan bagiku memerintah dan mengatur hidupku menjadikanku kian tersiksa “

 

 

Sepulang sekolah akupun mulai melaksanakan tugas membersihkan kelas yang seharusnya pada hari ini adalah bukan waktuku untuk mengerjakannya . Sekarang di kelas ini hanya ada aku dan Kyu Hyun dia sedang asyik memainkan psp di tangannya, dilihat dari jarak berapun wajah tampannya begitu terlihat mempesona .

 

“ Betapa indahnya ciptaan tuhan terhadapmu Kyu“ batinku dalam hati .

Hingga tanpa sadar aku menggunakan tangan polosku untuk membersihkan goresan tinta diwhite board

“ Rupanya sekarang tanganmu sudah beralih fungsi dari bantal meja menjadi penghapus kelas ya? Cih!“ ujarnya sembari melewati tubuh mungilku menuju pintu kelas.

 

Aku tersentak kaget, rupanya Kyu menyadari jika sedari tadi aku terlalu mengagumi wajahnya hingga tanganku lah yang kugunakan untuk menghapus white board. Namun, ada lagi hal yang membuatku makin kaget bagaimana mungkin Kyu Hyun yang cuek itu bisa mengetahui kebiasaanku tidur di kelas?, seingatku tempat duduknya berada jauh di depan sedangkan tempatku ada di pojok kelas bagian belakang. Mungkinkah selama ini Kyu Hyun memperhatikanku ? Andwae! bantah hati kecilku ,mungkin ini hanya kebetulan saja dia mengetahuinya .

 

Akupun bergegas menyelesaikan pekerjaanku agar lekas pula aku pulang ke rumah .Dengan selesainya menghapus white board ini, maka selesai pula tugas piketku, aku pun beranjak menuju pintu kelas .

 

” 0mona!, pintunya terkunci, bagaimana ini ?” jeritku panik begitu mengetahui pintu telah terkunci .

 

Entah siapa yang melakukannya, berteriak pun percuma sekolah sudah sepi. Kulihat jendela masih menganga terbuka, namun melompat juga tak mungkin kelas ini berada di tingkat 2. Aku pun menengokkan kepala ke bawah gedung berharap ada orang yang bisa membantuku. Untunglah aku melihat sesosok namja memakai helm berwarna hitam sedang akan mengendarai motor sport miliknya.

 

“hei , siapapun kau! Jeball tolong aku! Aku terkunci di sini!” teriakku padanya. Untunglah dia mendengar dan mulai melangkah tepat di bawah jendela kelasku ini .

 

“ Turunlah dari sana aku akan menangkap tubuhmu dari sini !“ ujarnya padaku .

 

“ Andwae! mana mungkin aku melompat? Kalau kamu tidak tepat menangkap tubuhku, aku bisa jadi gundukan tanah besok!“ ..

 

“ Ya sudah kalau tidak mau, aku pun tidak rugi apapun“ jawabnya seraya berbalik hendak pergi.

 

“ Ba  baiklah aku mau“ ujarku sembari menahan takut yang menghampiri.

 

“ Oke, aku akan menghitung sampai tiga, pada hitungan ketiga melompatlah, dan aku akan menangkap tubuhmu ,arra?“

 

“ arraseo“ jawabku singkat , sesingkat hidupku mungkin jika namja berhelm ini tidak tepat menangkap tubuh mungilku ini

 

“ Satu , dua , tiga ! “  . . .

 

Mendengar kata tiga disebutkan akupun mulai menutup mata dan meyakinkan diriku untuk mempercayai namja ini

 

Dan . . . .

 

“ Hap !“

 

dengan tepatnya namja ini menangkap tubuh mungilku.

 

“ Jeongmal gomawo telah menolongku“ucapku sembari membungkuk bow.

 

” Ne cheonma, bukankah setiap manusia itu wajib saling membantu ?” ujarnya lembut , perkenalkan Lee Dong Hae imnida” ujarnya sembari tersenyum setelah melepas helm yang sedari tadi di pakainya .

 

” Ah, ne sekali lagi gomawo DongHae-ssi, naneun Park Han Mi imnida!” jawabku sambil membungkuk dan berlalu pergi menuju jalan pulang .

 

Selama perjalanan pulang aku hanya teringat akan wajah dan betapa baiknya Lee Dong Hae kepadaku. Wajahnya yang begitu tampan dan polos, bila dari dekat terlihat seperti wajah bayi, benar – benar mengagumkan. Belum lagi sifat dan tutur katanya yang begitu halus. Sempurna! batinku terkesima, tapi tunggu! Kenapa aku malah memikirkannya? Apa mungkin aku sekarang mencintainya? fikiranku terus berkecamuk tak menentu .

Kau begitu jauh untuk di capai , dan kau begitu dingin untuk di sentuh . Jangan salahkan aku jika rasa hangat akan cintaku perlahan surut karena dinginnya hatimu

                Esok harinya ketika jam istirahat ku beranikan diri untuk menghampiri Dong Hae yang tengah terduduk pegal sehabis bermain sepak bola .

 

” Annyeong oppa ! ” sapaku .

 

” Nado annyeong Han Mi-ssi ! “jawabnya sembari tersenyum .

 

” Ini untukmu oppa , hitung – hitung sebagai ucapan terimakasih ku atas pertolongan oppa kemarin” ujarku seraya menyerahkan sekotak bekal makan siang buatanku .

 

” Astaga , kau repot – repot sekali HanMi , seharusnya tak perlu !”

 

” Gwaenchana , di makan yaa!” ucapku sambil berlalu pergi dari hadapannya. Berusaha sebisa mungkin menyamarkan rasa gugupku yang mendera. Gugup? Ini pertama kalinya aku merasakan kegugupan didepan namja selain di depan Kyu Hyun.

Entahlah ,sepertinya aku benar – benar menyukai Lee Dong Hae oppa , senyum polosnya ,mata sayunya , dan tuturnya yang begitu halus dan ramah benar – benar berbanding terbalik dengan cara Kyu Hyun berbicara . Hatiku bergetar setiap mengingat awal kami bertemu .

 

Perlahan namun pasti aku mulai mengakui bahwa cintaku pada Kyu Hyun mulai luntur, namun perasaanku  masih tak menentu  sering kurasakan bahwa yang kini menjadi magnet bagi pandangan dan fikirku adalah namja dengan mata sendunyaa itu, namja dengan nama Lee Dong Hae. Sedangkan Kyu Hyun, walaupun telah hampir dua tahun bersama dalam satu kelas, percakapan kemarin adalah satu-satunya komunikasi yang pernah kami lakukan.

 

Sepulang sekolah ,ketika baru saja kakiku melangkah keluar dari pintu kelas dengan tiba-tiba YunNa dan kelompoknya sudah menahan tubuh mungiku di tembok . Keringat dingin dan peluh sudah mulai menghujamku, takut membayangkan apa yang diinginkannya dariku untuk kali ini.

” Han Mi-ssi ! Sebelum kau pulang kerjakan dulu tugas hukuman ku dari Lee songsaenim ! Satu jam harus sudah selesai ! Bawa padaku dan kuserahkan ke Lee songsaenim ! Arra? ” bentaknya sembari menarik kerah bajuku , seperti biasa .

” Jeongmal mianhae Yun Na , aku harus pulang cepat , nae saengie sakit dan hanya aku yang merawatnya ,. “jawabku sebisa mungkin sambil menunduk takut .

 

” Apa kau bilang ! Beraninya menolak perintahku ! dasar yeoja murahan ! ” makinya murka . Didorongnya tubuhku ke tanah , kepalaku terbentur tembok dan pelipisku mengeluarkan darah .
” Appo~ ” ujarku kesakitan karena ulahnya .

” Masih berani menolak hah ! ” kali ini Yun Na mengepalkan tangannya bersiap memukul wajahku , aku hanya bisa menutup mata , tanpa bisa melawan .

 

Namun . . .

 

” Hentikan Yun Na ! Aku sudah merekam apa yang kau lakukan terhadap yeoja itu ! Jika kau tidak segera pergi dan tidak berhenti menindasnya , aku tidak akan segan – segan memberikan rekaman ini pada appa ! ” kata seorang yeoja berambut panjang bergelombang yang entah datang darimana .

 

” Cih ! Awas kau ! ” ujar Yun Na dengan muka merah karena menahan marah padaku .

 

” Neo gwaenchana? Maafkan nan eonnie nee.. ” ucapnya lantang tapi sarat penyesalan .

 

” ani , nan gwaenchana ” jawabku berbohong sambil tersenyum .

 

“ Park Eun Rin imnida, panggil saja Eun Rin, dan kau?“

 

“ Park Han Mi imnida, bangapseumnida Eun Rin-ssi, gomawo telah menolongku“

 

“ Aniya! harusnya aku yang benar – benar minta maaf atas perlakuan kakakku, dia begitu karena terlalu dimanja oleh ayahku, tapi tenanglah kupastikan ke depannya kau tidak akan diganggu lagi olehnya“ ucapnya sambil menunjukkan senyum yang manis,

 

“ Yeppeo“ gumamku dalam hati takala melihat dengan jelas mata lebar dan hidung mancungnya yang membuat wajahnya tampak manis dan ramah.

 

“ Gwaenchana  Eun Rin-ssi, jeongmal neo saengie dari Yun Na? bukankah setau ku kalian satu angkatan ? “ tanyaku tak dapat menyembunyikan rasa heranku

 

“ Nee jeongmal Han Mi-ya, memang Yun Na eonnie lebih tua setahun dari aku tapi Yun Na eonnie pernah tinggal kelas selama satu tahun itulah yang menyebabkan kami sekarang satu angkatan“ jawabnya menghilangkan rasa heranku.

 

“ Arraseo, senang mengenalmu Eun Rin-ya !” ucapku tulus dan tersenyum.

 

“ Nado Han Mi-ya !“

 

“Mau kah kau menjadi temanku?” ucapaku sembari mengulurkan tangan berjabat.

 

“Tentu Han Mi-ya!” jawabnya mengabaikan tanganku dan malah memelukku erat. Hangat, pelukan yang hangat dan baru kali ini aku merasakannya. Kamipun beranjak pulang, Eun Rin menggenggam tanganku sembari menyusuri jalan menuju rumah masing-masing. Tepat di persimpangan jalan kami berjalan dengan arah berbeda, saling mengucap salam dan tersenyum manis.

 

Mengapa disaat aku menemukan sosok putih yang begitu hangat aku harus mengetahui bahwa aku ditengah persimpangan antara cinta atau kasih sayang , berat memilihnya karena keduanya adalah arteri dan vena dalam tubuhku

 

Saat fajar mulai menyapa kicau burung, aku pun segera beranjak menuju sekolahku yang entah mengapa hari ini terasa begitu istimewa, mungkinkah karena kemarin aku baru saja mendapatkan pahlawan sekaligus teman?, gumam ku pelan. Park Eun Rin, yeoja dengan tubuh tinggi dan senyum manis itu begitu baik, berada di pelukannya kemarin membuatku merasakan ketenangan yang dalam.

 

TBC^^~~

4 thoughts on “Ice Cream (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s