//Baby Comeback to Me// (Part 3)

 

BCTM3

//BABY COMEBACK TO ME//PART 3

 

 

TITLE : BABY COMEBACK TO ME

LENGTH : Short Story

RATING : PG15

GENRE : Romance, Family

AUTHOR : @Miiawmiiuw93

CAST :

•Lee Minho

•Yoon Eunhye

•Jung Somin

•Jo Insung

•Park Yoochun (cameo)

•Other

 

Disclaimer : Semua karakter di atas adalah milik Tuhan, orang tua, agensi masing-masing dan para

fans. FF ini murni  dari imajinasi saya.

 

Notes : Ini adalah FF pertamaku, ada sedikit petikan lagu OSTnya Winter Sonata, My Memory-Ryu Siwon

tapi ini bukan songfic. Happy reading, don’t forget comment, sorry for typo, gaje,lebay, ngga banget

and sorry jika ceritanya kurang menarik dan membosankan.

 

 

 

Terima Kasih karena menunggu^^Happy Reading~

 

 

My memory…

At that moment I remembered it all, you’re far away. I can’t wait for these words of love to be said. I really was blame.Will I ever get to meet you again? I still love you and now I’ll confess that to you. I wanna love you forever, be with me forever. For a long time you’ve  been in my heart. Much time passes and still you’re far away but I will stay alive.

 

 

Lee Minho POV

 

PLAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK!!!

Tamparan itu mendarat mulus di pipiku, rasanya ada petir yang menyambar ke tubuhku. Lidahku kelu dan aku hanya diam berdiri mematung menatap punggung yang semakin menjauh itu.

“Gwaenchana Minho-ssi?” Bokman memberanikan diri mengeluarkan suara.

“Gwaenchana, tolong rahasiakan hal ini.Aku tidak akan mengungkit dan membuat tuntutan atas apa yang menimpaku!”, “Ne songmin. Kami permisi dulu, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan hubungi kami.

###########

 

Aku membanting tubuhku ke ranjang setelah kepergian Bokman dan Ahjung. Ini untuk kedua kalinya aku mendapat tamparan,keduanya benar-benar mengoyak hatiku.

 

(((((Flashback)))))

 

Seoul, Mei 2005.

 

Aku masuk ke dalam mobil yang sudah menungguku selama 30 menit di depan kampus.

“Deuro gashipsiyo doryeonim” Choi Ahjussi membukakan pintu untukku. “

“Wae irae?” Aku heran karena aku tidak meminta ahjussi menjemputku hari ini. “Ini perintah, sajangnim sudah menunggu anda” dia menjawab sekenanya.

Ini bukan jalan menuju ke rumah, ini terlalu jauh. Dan semua tanya hatiku terjawab begitu aku sampai di destinasi.

 

Incheon Internasional Airport, 5 p.m KST.

 

“Kau sudah sampai sayang? Maaf kalau begitu mengejutkanmu!” eomma mencium kening dan menyambut kedatanganku.

“Ige mwoya? Kenapa aku harus berada disini?”

“Minho-ya, kau harus ikut pergi denganku sayang, kita kembali ke New York sekarang. Appamu sedang kritis.” Eomma menjelaskan, “1 jam lagi kita akan terbang, Pak Choi akan menguruskan rumah dan kepindahanmu dari kampus.

“Mwo? Ini…ini terlalu mendadak! Aku tidak bisa pergi sekarang eomeonim, ada sesuatu yang harus aku uruskan!” Ini lelucon, aku hanya sedang bermimpi.

“Tinggalkan wanita itu! Bukankah dari awalaku tidak menyetujui hubungan kalian!”, “Jeosonghamnida eomeonim, berangkatlah dulu aku akan menyusulmu besok.”

“ANDWAE! Apa dia lebih penting dari appamu? Apa kau tidak membayangkan bagaimana perasaannya yang sedang menunggu putera tercintanya? Kau sanggup meninggalkan semua yang kau miliki hanya untuk bersamanya?”

“Eomeonim, jebal…”

PLAAAAKKKKKKKKKK!!

“Jika kau pergi, kau bukan anakku lagi Minho-ya! Aku tidak akan membenarkanmu hadir di pemakamanku atau appamu kelak! Pikirkanlah! Aku lebih baik tidak bisa hidup bersama dengan anak yang mendurhakaiku!”

=====Flashback=====

 

 

Yoon Eunhye POV

 

“Chagiya… gwaenchana? Apa kau sakit?” tegur pria yang sedang duduk di depanku.

“Hmmmm, gwaenchana chagi.” Kulebarkan senyum menutupi perasaanku yang sedang kacau.

“Apa ada masalah? Dari tadi kau hanya asyik melamun dan mengaduk-aduk makananmu.” tambahnya.

“Insung-ah, bolehkah aku pergi sekarang?”, “Yaa, apa kau akan pergi begitu saja tanpa makan apa-apa? Apa sedang melakukan diet sebelum mencoba gaun pengantinmu?” ejeknya.

“Aniyo chagi, hanya saja ada beberapa dokumen yang harus aku selesaikan! Kalau begitu aku pergi dulu, nikmati makan malammu. Na ganda!” aku mencium pipi kanan Insung sebelum pergi.

“Jamkanman, aku akan mengantarmu!”, “Ani,selesaikan makanmu dan hati-hati ketika balik! CUPPPPP~ aku berbalik dan mencium pipi sebelah kirinya.

##########

 

Malam ini aku berencana tidur di hotel, kejadian tadi pagi benar-benar mengacaukan moodku. Ada beberapa laporan juga yang harus aku selesaikan. Lagi pula aku akan sendirian di rumah karena ‘Little Hyemin’ menginap di rumah lain. Baru 1 hari tidak melihatnya aku sudah begitu merindukannya.

“Apa yang sedang dia kerjakan? Apa yang dia makan hari ini?” Tapi aku benar-benar tidak punya nyali walu hanya sekedarmendengar suaranya!

***

Aaaaaa…aaaahhhh…aaaaaaaaaa!!Sekuat tenaga aku menahan kesakitan ini, butiran keringat membasahi kening danwajahku.

“Eunhye-ya bertahanlah! Kita akan segera sampai dan semuanya akan baik-baik saja!” katapria di sampingku mencoba untuk menenangkanku.

Aaaaaa….aa..aaaaaaaaaaa….huuhhhhhhhhhhhh…aaaaaaaaaaa…!!!Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya dari mulut.

“BertahanEunhye-ya, kita akan segera sampai di rumah sakit!” tangannya mengelus-elusbelakang kepalaku.

 

Tililitlilit lilit lilit

Tililitlilit lilit lilit

Dia merogoh saku dan menjawab panggilan itu setelah melihat display handphonenya.

“Neeomeonim, kami sedang dalam perjalanan!” tuturnya.

“Buang dia kemudian! Jangan pernah berharap untuk membesarkannya! Aku akan melakukannya untukmu jika kau tidak sanggup melakukannya!” perintah wanita di seberang sana.

 

Tiiiinnnn…tiiinnn…tiiinnnnnnnnnnnnnnnnnn…tinnnnnnnnnnnnn

Ckiiiiiiittttttttttttttttttt,braaaaakkkkkkkkkkkkk! Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnn…

Mobil itu keluar jalur menghantam sebuah pohon besar di pinngir jalan setelah berhasil menghandari sebuah truk kontainer di depannya.

 

“Kau pembunuh, kau pembunuh! Kau yang menyebabkan kematian puteraku! Kau pembunuhhhh!!!

***

 

Hosh…hoshh…hoshhh…hosh….

Nafasku tersengal-sengal. Rupanya aku tertidur di meja kerjaku, pukul 2 a.m, kejadian itu datang lagi di mimpiku. Aku mematikan lampu dan tidur di sofa dengan ditutupi selembar selimut.

 

 

Author POV

 

Kesibukan hotel kembali di mulai pagi ini. Dari kejauhan terlihat seorang laki-laki tengah asyik melakukan push upnya dengan tangan mengepal dan begitu ringan mengangkat tubuhnya naik turun. Dia berdiri dan menyapu keringatnya dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya, kemudian meneguk sebotol penuh air mineral membuat pekerja-pekerja wanita tak kunjung mengalihkan pandangan dan perhatiannya.

Dari kejauhan ada sepasang mata sedang memperhatikan aktivitas laki-laki berjaket biru tersebut.

 

“Sooomiinnnnn-ssi, annyeong haseyo,” Minho berteriak saat melihat gadis yang sedang kepayahan mendorong trolli bak plastikitu, “Apa perlu bantuan?” Minho menghampiri menawarkan bantuan.

“Aniyo songmin, nan gwaenchana.” tolaknyahalus.

“Yaa, jangan begitu kaku, tegang dan formal kepadaku. Panggil saja ‘Minho’ arra?”

“Tapi…?” Somin tidak menghabiskan kata-katanya saat Minho beralih mendorong trolli bak plastik besar yang dibawa gadis itu, membuat para pekerja wanita yang melihat tontonan itu menjelingkan matanya.

“Apa yang ada di dalam ember sebesar ini Somin-ssi? Dan kemana kau akan membawanya?” tanya Minho penasaran.

“Ember ini berisi sarung bantal-guling, seprai dan selimut kotor, aku akan membawanya ke tempat laundry.

“Apa kau selalu mendorongnya sendiriansetiap hari?”, “Ani, temanku sedang berjuang di kamar mandi karena sakit perut!” jawaban itu membuat Minho terkikik.

 

 

Lee Minho POV

 

“Gamsahamnida Minho-ssi.”

“Apa pekerjaanmu sudah selesai Somin-ssi? Apa sekarang adalah waktu luangmu? Maukah kau menemaniku minum secangkir kopi?” Aku bertanya hati-hati, “Jangan salah paham, aku tidak berniat jahat padamu!” jelasku.

“Minho-ssi…” Aku buru-buru menarik tangan gadis ini dan membawanya pergi sebelum dia menolak. Kami duduk di bagian dalam “Coffe Cafe”  di seberang hotel, ini atas permintaan Somin karena dia takut ada pekerja hotel yang melihatnya dan menciptakan scandal.

 

Pesanan kami dating, secangkir espresso dan segelas juice alpukat. “Apa kau tidak ingin minum kopi Somin-ssi?” aku bertanya membuka keheningan, suasana kami masih begitu kaku dan aku mengerti itu.

“Karena ‘maag’ aku tidak mengkonsumsi kopi Minho-ssi.” DEGG!! Seseorang pernah mengatakan seperti itu padaku.

“Ehmmmm, mianhae atas kejadian kemarin Somin-ssi. Aku tidak bermaksud untuk mempermalukan dan menyusahkanmu!” Aku benar-benar tulus mengucapkannya.

“Gwaenchana Minho-ssi, gamsahamnida karena tidak memperpanjang masalah ini. Jeosonghamnida karena saya tidak memberikan pelayanan yang baik.” Gadis itu begitu lancar mengucapkan kata-kata tersebut.

“Apa kau sudah lama bekerja di hotel ini Somin-ssi?, “Aniyo, baru 3 tahun.”

“Kwajangnimmu, apa dia sudah ada saat kau mulai bekerja? Bukankah hotel ini milik Presiden Park?” jawaban ini yang paling aku butuhkan. “Ne, kwajangnim dia sudah ada sejak pertama kali aku memasuki hotel ini. Presiden Park sudah tentu adalah pemilik hotel ini.”

Uhukkk…uhuukkkk…uhuuuukkkkkkkk!! Hampirsaja aku menyemburkan kopi yang belum habis kutelan ini. “GwaenchanaMinho-ssi?” Somin berdiri dari tempat duduknya dan menepuk-nepuk punggungku.“Anjayo, gwaenchana!”

 

My love kiss kiss kiss

Dugeundugeun naege

So sweet sweet sweet

Dalkoman hage bureowah

Nahanaman sarang haejwo

Wanna kiss me kiss me

 

Aku menahan tawaku yang hampir meledak saat mendengar ringtone itu.

“Aku harus kembali Minho-ssi! Terima kasih untuk juice ini, lain kali aku akan mentraktirmu.” Somin malu setengah mati saat handphonenya berbunyi dengan ringtone yang bernafsu itu.

 

Kiss kiss kiss

Sesangedan hansaran

Sweet sweet sweet

 

Hahaha…hahaha…hahaha…….

Tawaku meledak begitu gadis itu pergi,dia begitu polos atau mentah! Semua pengunjung bahkan melihatku sekarang.

###########

 

 

Jo Insung POV

 

Vera Wang Bridal, Cheongdamdong 3 p.m KST.

 

Hari ini kami bertemu di sini karena sebelumya sudah berjanji akan bertemu Presiden Jang Miri untuk memilih gaun pengantin. Yoon Eunhye adalah wanita yang sangat aku cintai, kami sudah berpacaran selama 5 tahun dan aku akan menikahinya bulan depan. Seorang wanita yang akan aku terima apa adanya, yang bahkan aku rela memberikan semua yang aku miliki, semua yang aku bisa lakukan untuk kebahagiaannya.

“Mianhae chagi, aku terlambat!” Eunhye tergesa-gesa menghampiriku, baru 2 hari kami tidak bertemu dan aku begitumerindukannya.

 

Kami naik ke lantai 2 untuk memilih jas dan gaun yang akan kami kenakan nanti. Aku memilih sebuah jas warna hitam dan rompi berwarna senada dengan kombinasi list putih natural pada bagian krah dan bibir badan. “Waaooowwww, anda sangat tampan dan gagah Insung-ssi!” puji seorang pria yang kemayu asisten Presiden jang ini.

Aku berdiri di sebuah cermin besar yangmemperlihatkan seluruh tubuhku. Aku tetap tampan dan gagah di usiaku yangmenginjak 31 tahun ini! Hahahahahaha!

 

‘Insung-ssi??” aku menoleh ke belakang ketika suara Presiden jang memanggilku. Seorang wanita keluar dari balik tirai besar itu dan berjalan mendekatiku. Gaun pengantin dengan lace rapat di bagian bahu, dada dan pinggang, dengan bagian bawah yang kelihatan ringan tanpa meninggalkan kesan feminim itu benar-benar membuat Eunhye kelihatan anggun danbegitu menawan.

 

“Eottokhe Insung-ssi?” tanyanya formal kepadaku. Dan aku hampir saja memeluknya jika Presiden Jang tidak berada diantara kami. Kami sempat mengambil foto atas permintaan Presiden Jang.

“Wanitamu benar-benar memiliki potongan badan yang bagus meski dia sudah pernah ‘melahirkan’, tubuhnya sangat terjaga. Dan kalian berdua adalah pasangan yang serasi, aku akan menyimpan foto ini dan menghubungimu jika sudah mencetaknya.” puji Presiden Jang.

 

 

Author POV

 

Eunhye segera pulang begitu mendapat telepon dari Presiden Park, dia membatalkan acara makan malamnya dengan Insung untuk menemui sajangnimnya itu.

“Kenapa kau berlarian kwajangnim? Aku tidak akan memarahimu jika kau terlambat karena habis berkencan!” sindirnya.

“Jeosonghamnida sajangnim karena membuat anda menunggu.” Eunhye terlihat masih terengah-engah.

“Aaaa Hyemin, dia sedang mengelilingi hotel ini bersama Bokman-ssi. Mari ke ruanganku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. “Ne sajangnim.”

 

Minho keluar dari lift begitu pintu terbuka, dia berencana turun untuk makan malam. “Park Sajangnim?”, “Minho-ya!” Presiden Park mendekat dan memeluknya.

“Jal jinaeseyo sajangnim? Anda tetap cantik seperti dulu.” puji Minho. “Yaa anak nakal! Bagaimana bisa kau pergi tanpa memberi kabar padaku!”

“Jeosongeyo Sajangnim, aku masih belum matang saat itu.” jawabnya setengah melirik ke arah Eunhye.

“Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Apa kau sudah makan Minho-ya?”, “belum sajangnim, apa anda akan mentraktirku malam ini?”

“Geure, sudah lama aku tidak mengobrol denganmu. Melihatmu seperti melihat Yoochunku… Dan anak nakal jangan terus-terusan memanggilku sajangnim, arra?”, “Waeyo sajangnim…”

Aaaaawww…aaawwwwww…aaaawwwww! “Arrata, arraseyo ahjummanim.” Minho menggosok telinga yang merah sedangkan Presiden Park menggelayut di lengan Minho dengan Eunhye berjalan mengikut di belakangnya.

###########

 

Cornerstone, Park Hyatt Seoul Hotel 8 p.mKST.

 

Kami duduk dan mengobrol (lebih tepatnya hanya Minho dan Presiden Park) sambil menunggu pesanan datang.

“Minho-ya, kenalkan ini Eunhye istri Yoochun!” Presiden Park memulai obrolan.

“Lee Minho”, “Yoon Eunhye”

“Bangapseumnida Eunhye-ssi.” tambah Minho,“Nado”

“Apa kalian tidak saling mengenal? Apa Yoochun tidak pernah mempertemukan kalian? Kalian sama-sama belajar di Universitas Konkuk,  berarti kalian sunbae dan hoobae? Bagaimana bisa kalian tidak saling mengenal?”

 

Minho dan Eunhye menatap satu sama lain. Kemudian hidangan datang.

 

“Ahjumma saat aku berada di New York kenapa aku tidak bisa menghubungi Yoochun? Dia bahkan tidak pernah membalas email-email yang kukirim. Bahkan aku belum pernah melihatnya di hotel?”

 

“Eommaaaaaa………”

“Halmoniiiiiiiiii………..”

Uhuuukkkkkk…uhuukkkkkkk…uhuuuukkkkkkkkkkk…!!

 

 

 

 

TBC…

Jangan lupa tinggalkan jejak^^

One thought on “//Baby Comeback to Me// (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s