Seoul (Shoot1) // Twoshoot

seoul1

Titlle : Seoul

Cast : Cho Kyuhyun, Park Hye Mi (OC) Other

Genre : Romance

Rated : PG+15

Leght : 2 Shoot

Shoot : 1 Of 2

Author : VioletTa

Annyeong~ xd sebelumnya pemberitahuan buat chingudeul yang membaca FF ini, jadi FF ini adalah FF lama ku, jamannya dulu pertama kali nulis mian kalo masih banyak typo. xd berhubung FF baruku hampir semuanya Ryeo Wook jadi deh aku post FF lama, takutnya pada bosen ama Ryeo Wook. u,u oke sekian pemberitahuan. happy reading^^

Park Na Ri POV

“Na Ri-ya.” Sapa seseorang dari luar kamarku. Aku menoleh dan tersenyum melihat eomma ku yang sedang berdiri mematung didepan pintu kamarku.

ne eomma? Gwaenchanayo?” tanyaku saat melihat wajah eomma yang sedikit serius.

appa mu ingin bicara. Cepatlah temui dia dimeja makan.” ucap eomma sambil berlalu. Aku mengikuti eomma dan duduk di bangku sebelah appa yang sedang membaca koran dengan ditemani secangkir teh.

“ah Na Ri-ya.” apa meletakkan koran nya saat melihatku duduk di sampingnya.

appa ingin bicara apa denganku?” tanyaku dengan nada khawatir. Tidak biasanya appa memanggilku untuk mengatakan sesuatu. biasanya langsung saja.

“bagaimana pekerjaanmu?” tanya appa sepertinya ingin berbasa-basi denganku.

“baik appa.” jawabku tak bersemangat. Tentu saja appa tahu pekerjaanku baik-baik saja. Bukankah aku juga bekerja diperusahaannya? Aigo, benar-benar terlalu bertele-tele.

“ah, apa kau merindukan seoul?” Tanya appa yang tentu membuatku terdiam beberapa saat.

Nah aku jelaskan, aku memang berdarah korea, tapi sejak kecil aku tinggal diNew York, dan sekolah disini, sudah hampir 5 tahun aku tidak mengunjungi SEOUL, aku merindukannya? Ah, aku tidak tahu aku merindukannya atau tidak, tidak ada yang menarik disana, bahkan seorang temanpun aku tidak punya disana, setiap liburan aku datang kesana, hanya untuk mengunjungi rekan bisnis appa dan itupun hanya beberapa hari, jadi aku tidak bisa mengatakan kalau aku merindukan SEOUL

 

“kenapa appa bertanya seperti itu?” tanyaku memandang appa.

“ah, appa hanya ingin tahu. Kebetulan nanti siang appa dan eommamu ingin mengunjungi seoul.” kata appa yang tentu membuatku bertanya-tanya kenapa tiba-tiba? “kau pun harus ikut appa ada janji dengan teman appa disana.” ucap appa yang tentu membuatku semakin bertanya-tanya.

ne.” jawabku pasrah. Aku tidak bisa melawan mereka, biasanya appa bertanya “apa kau mau ikut?” tentu aku bisa memilih tapi ini “kau pun harus ikut” seolah memang aku harus ikut dan wajib ikut.

——- SEOUL ——-

Pukul 7 pagi tepat waktu seoul aku menginjakkan kakiku di bandara Incheon, aku menghirup udara Seoul yang dingin. Ini musim dingin, sungguh aku datang diwaktu yang buruk. Kami berjalan kearah pintu keluar bandara. Appa berhenti, sepertinya dia mencari seseorang. Aku tak berani bertanya salah, tepatnya aku malas bertanya.

ottoehke?” eomma menatap appa yang masih bingung “apa sudah terlihat?” tanya eomma .

“sepertinya belum, kita tunggu disini saja.” jawab appa dan duduk diruang tunggu.  Aku mengikuti mereka dan duduk. 15 menit berlalu, kami masih menunggu seseorang yang seharusnya datang menjemput kami, aku mulai bosan ku putuskan untuk pergi membeli sesuatu.

appa, aku haus boleh aku membeli minum diluar?” tanyaku .

ne, hati-hati chagi” jawab appa, sepertinya mulai bosan juga.

Aku berjalan mencari letak penjual minuman, nah ketemu, ada diluar bandara, letaknya disebelah selatan bandara dan aku harus berjalan beberapa langkah disekitar jalan raya yang cukup basah karena hujan. dan ‘busshhh’ sesuatu membasahi bajuku. Sebuah mobil lexus melewati sebuah jalan yang berair dan menyipratkan air itu di bajuku. Aku menoleh ke arah mobil itu yang berhenti di depan bandara. Aku dekati mobil itu, dan tak lama seorang namja memakai kacamata hitam dan topi keluar dari mobil itu, aku mendekatinya dengan garang.

“yak! Tuan, apa anda memiliki SIM?” tanyaku tanpa basa-basi. Namja itu menatapku – sepertinya aku tidak bisa melihat matanya-

“apa maksudmu nona?”  balasnya dengan sikap angkuhnya. Sudah bisa kupastikan pasti dia namja yang sangat arrogan.

“lihat ini akibat perbuatanmu.” aku menunjuk bajuku yang kotor dan basah “mobilmu menyipritkan air disana sampai kena bajuku” ucapku semakin kesal.

Kulihat bibirnya membentuk sebuah senyum. sungguh aku benci melihat senyumnya, seperti meremehkanku. Di melepas kacamatanya dan menatapku. Kini aku bisa melihat mata namja itu yang bening dan indah untuk ukuran namja.

mianhae.” ucapnya lirih sambil tersenyum, masih senyum yang sangat melecehkan “kau marah?” tanyanya melihat ekspresiku yang kesal.

Aigo~ babo tentu saja aku marah, kenapa masih bisa bertanya seperti itu aku kesal sekali padanya

yak! Masih berani kau bertanya seperti itu?” aku semakin menatapnya, ada sedikit raut kaget di wajahnya.

“kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa Eoh?” dia terlihat kaget memandangku. Ck dia pikir dia siapa?

“aku tidak tau dirimu dan tidak mau tahu tentang dirimu, sekarang aku minta kau bayar ganti rugi atas kotornya pakaianku.” aku menatapnya garang. Ku lihat dia sedikit ternganga mendengar ucapanku.

“Na Ri-ya  kau sedang apa disana?” suara eomma meneriakiku dari jauh.  Namja didepanku itu segera memakai kembali kacamatanya dan berlalu.

yak! yak! aku belum selesai denganmu, yaak! namja air comberan.” Gerutuku, aku benar-benar kesal padanya, Isssh awas saja kalau kita bertemu lagi.

—-ooo—-

Akhirnya kami sampai di rumah kediaman keluarga Cho- sahabat appa– kami menggunakan Taxi dari Incheon, orang suruhan keluarga Cho tidak datang, sangat menyebalkan. Tuan dan Nyonya Cho menyambut kedatangan kami hangat, appa memeluk Tuan Cho dan Eomma memeluk nyonya Cho. mereka kini memandangku dan tersenyum.

“Na Ri-ya kau sudah besar kau cantik sekali.” ucap Nyonya Cho lalu memlukku hangat.

“benar kau sangat cantik Na Ri-ya” tuan Cho ikut memujiku, aku hanya tersenyum.

“khamsahamnida.” Ucapku membungkuk.

“jadi kalian tidak bertemu dengan Kyuhyun?” tanya Tuan Cho kaget setelah mendengar cerita kami.

anni, kami tidak bertemu dengannya” appa ku menikmati minuman dihadapannya.

aigo~ kemana anak itu, selalu saja buat masalah.” Ucap nyonya Cho sambil memandangku dan tersenyum “apa kau ingat dengan Kyuhyun, Nari-ya?” tanya Nyonya Cho yang ada di hadapannku.

Aku menggeleng pelan, lalu disambut tawa kecil dari eomma disampingku “tentu saja dia tidak ingat, terakhir kali mereka bertemu saat masih kelas 5 SD bukan?”  tanya eomma lalu tertawa bersama appa, tuan& nyonya Cho. Aku mendengus(?) kesal sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.

Hampir setengah jam kami mengobrol di ruang keluarga Cho, tiba-tiba aku ingin buang air kecil. “mianhae ahjumma, boleh aku ikut ke toilet?”

“ah, tentu, kajja ahjumma antarkan.” Ahjumma mengantarkanku ke toilet, lalu aku masuk ke Toilet dan Ahjumma kembali ke ruang keluarganya.

KYUHYUN POV~

Aisshh sangat menyebalkan! ku pukul keras setir mobilku sesaat setelah mendapat telepon dari Eomma. Bisa-bisanya aku menunggu hampir 30 menit di bandara, sedangkan orang yang aku tunggu sudah berada di rumah? apa-apan mereka? tidak sopan sekali. Apa mereka tidak tahu, aku mengorbankan waktuku untuk menjemput mereka? aku segera memacu cepat mobilku, ingin rasanya aku mengomeli eomma.

eomma.” aku segera masuk dan berteriak seperti biasa, namun aku lekas menutup mulutku saat mendapati 2 orang tegah duduk bersama eomma dan appaku, aku tersenyum pada mereka. “mianhae.” ucapku lirih lalu membungkuk dihadapan mereka.

“Kyuhyun-ah?” ucap seorang Yeoja yang sedang duduk dihadapan eomma.

“Kyuhyun-ah, ini nyonya Park dan Tuan Park, palli beri salam pada mereka.” ucap eomma langsung kuturuti, Tuan Park memelukku dan juga nyonya Park.

“kau ini bagaimana Kyu? bukankah sudah appa bilang untuk segera pergi kebandara, pergi kemana sebenarnya kau ini?” ucap appa mengomeliku.

“aku juga ke bandara appa, hanya saja ahjumma dan ahjussi sudah tidak ada.” jawabku membela diri.

gwaenchana, kan sekarang sudah bertemu.” ucap Park ahjussi membela ku, sepertinya aku harus berterima kasih padanya.

gomawo ahjussi, aku kedalam dulu .” ucapku sopan lalu berjalan meninggalkan mereka menuju kamarku. Kamarku ada di belakang ruang tamu ini, sehingga aku harus berbelok dan BRUGH aku menabrak sesuatu.

yaks appo” ku dengar suara seorang yeoja merintih di hadapanku. Dia terduduk di depanku, aku tidak bisa melihat wajahnya yang tertutup rambut panjangnya.

mianhae, aku tidak melihatmu.” ujarku lalu membantunya berdiri. dia menyibakkan rambutnya dan aku bisa melihat wajahnya.

“Kau??” ucapku dan dia serempak kaget

yak! namja comberan sedang apa kau disini.” ucapnya seraya menyibakkan tanganku yang masih di bahunya, dia yeoja yang ku temui tadi di bandar menatapku garang.

mwo? apa kau bilang namja comberan?” aku mengerutkan keningku mendengarnya memanggilku ‘namja comberan’ “yak! yeoja babo! seharusnya aku yang bertanya padamu, apa kau begitu menginginkan ganti rugi sampai harus ke rumahku.” ucapku kesal padanya.

ku lihat dia menganga mendengar perkataanku “rumahmu?” tanyanya dengan tampang babonya, ‘aissh dia memang benar-benar babo’.

“sudahlah tidak perlu bertele-tele, kau ingin apa? tanda tangan? foto bersama? pelukan? atau ciuman dariku?” *PLAK* dia menampar pipiku tidak terlalu sakit, sebenarnya bukan menampar, lebih ke ‘mengelus’ cih, dasar yeoja aneh, mau memakai cara apapun aku bisa tau kau ini fans ku.

“kau fikir kau ini artis? cih mimpi” ucapnya lalu berdiri dan meninggalkanku.

“chamkaman” aku mencegahnya, dia berbalik menatapku.

“apa lagi? aku tidak mau berurusan dengan namja gila sepertimu” dia menjulurkan lidahnya ke arahku, Aissh sangat menyebalkan.

“kau belum menjawab pertanyaanku, sedang apa kau disini” tanyaku mendekatinya.

“Gwaenchanayo” eomma dan appa serta tuan Park dan Nyonya Park datang.

“eomma dia siapa?” tanyaku menatap eomma.

“ah, Kyuhyun-a, kau melupakannya? dia Nari, putri tuan dan nyonya Park” ucap eomma sukses membuatku termangu, jadi dia putri dari keluarga Park?

“kajja kita duduk, ada yang ingin appa bicarakan pada kalian” mereka mendahuluiku berjalan kembali ke ruang keluargaku ku lihat eomma dengan sayang memeluk yeoja yang ternyata bernama Nari itu.

kami duduk berhadapan di ruang keluarga.

“jadi sebenarnya maksud dari kedatangan keluarga Park ke rumah kita ini untuk menjali silaturahmi” ucap appa membuka pembicaraan.

“dan, silaturahmi itu akan lebih baik bila dilanjutkan dengan sebuah pernikahan” aku tersentak mendengar perkataan tuan Park begitupun Nari yang ada di hadapanku.

“oleh sebab itu kami sudah memutuskan” eomma sengaja menggantungkan kata-katanya membuatku semakin curiga

“untuuk” kini giliran Nyonya Park yang berbicara “menjodohkan kalian berdua” lanjutnya sambil tersenyum.

“mwooo?” aku dan Nari tersentak bersama dan saling menatap kesal “SHIREO” ucap kami bersama.

———-oooOOOooo———-

NARI POV~

aku menyisir rambutku dengan kasar, aku masih kesal pada mereka, bisa-bisa nya mereka menjodohkanku dengan namja sombong sepertinya? Aigo~ Tuhan, ku mohon ini hanya mimpi, sungguh aku tidak bisa membayangkan jika harus menikah dengannya.

Terdengar beberapa suara yang cukup berisik dari luar, kutengok dari dalam kamar yang sudah keluarga Cho siapkan untukku terlihat beberapa orang tengah berada disana, ini adalah malam perunanganku dengan namja yang baru kukenal pagi tadi, yah Cho Kyuhyun, yang baru ku ketahui, ternyata dia seorang member salah satu BOy Band di Korea yang cukup terkenal, tapi tetap saja aku tidak mengenali mereka.

“yak! yeoja babo” ucap seseorang mengagetkanku, ternyata si namja setan itu aku meliriknya sekilas tak bersemangat.

“wae, aku tidak ingin berbicara denganmu” ucapku ketus, ku dengar suara derap langkahnya mendekatiku.

“ck, kau pikir aku sudi berbicara denganmu? tanda tangani ini” ucapnya seraya menyodorkan selembar kertas padaku, aku mengambilnya dan menatapnya.

“apa ini?” tanya ku tak mengerti.

“itu peraturan perundang-undangan selama kau tinggal disini nanti” ucapnya membuatku teringat kata-kata dari orang tuaku dan orangtuanya tadi.

FLASHBACK

“aku tidak mau dijodohkan dengannya” ucap namja menyebalkan itu sambil menunjuk kearahku “bagaimana kalau sampai ELF tau appa?” tanyanya pada appanya, ELF? siapa itu? yeojachingunya?

“tenanglah Kyuhyun-a, pertunangan kalian akan disembunyikan. kami hanya memberi tahu beberapa keluarga, dan kaupun tidak perlu memberi tahu Hyung hyung mu, tunggulah sampai nanti kalian menikah” ucap ahjumma tenang. aku semakin tidak mengerti, memangnya dia mempunyai berapa Hyung? aisshh

“tetap saja appa, eomma” dia merajuk seperti anak kecil Astaga dia sungguh kekanak-kanakan.

“aku juga tidak mau dijodohkan dengannya appa” ucapku pada appaku, appa hanya tersenyum.

“begini” ahjussi mengambil alih kendali ” kalian akan bertunangan malam ini, dan setelah itu Nari akan tinggal disini selama 100 hari, dan selama 100 hari itu kalian melakukan proses pendekatan” ucap Ahjussi membuatku kaget.

“mwo? tinggal disini? selama 100 hari? tapi aku punya banyak pekerjaan di New York ahjussi”

“tenang Chagi, appa sudah mengaturnya” ucap appa sambil tersenyum.

“dan kau Kyu, kau juga harus tinggal di rumah, tidak boleh tinggal di Dorm, eomma sudah meminta ijin pada Le Soo Man untuk membiarkanmu tinggal di rumah sementara” ku lihat Kyuhyun mengacak rambutnya Frustasi.

“tapi eomma”

“tidak ada tapi-tapian!” Cho ahjussi membentak Kyuhyun ” besok kalian akan tinggal serumah” ucap Cho ahjussi kembali tenang namun tegas.

FLASHBACK END

aku mulai membaca kertas itu dengan seksama tertulis di pasal 1 *Cho Kyuhyun tidak pernah melakukan kesalahan* mwo? aku melirik dia sekilas, dia tersenyum sambil memandang ke atas langit-langit kamar. lalu ku lanjutkan membaca pasal 2 *jika Cho Kyuhyun bersalah, ingat pasal 1* ini benar-benar keterlaluan.

“yak! apa-apaan ini. aku tidak mau menandatanganinya” ucapku menyerahkan kertas itu padanya.

“kau harus mau” dia tetap memaksaku

“Shireo, darimana ada peraturan seperti itu pokoknya aku tidak mau”

“yak! kau harus mau, jika tidak aku akan membuatmu menyesal” dia mengancamku eoh? dasar namja setan.

“aku tidak takut padamu Cho Kyuhyun” aku berlalu dari hadapannya.

“yak! Park Nari aku belum selesai bicara! yak kau…” aku masih bisa mendengar gerutunya dari belakangnku.

ck, dia pikir aku sebodoh itu?

—–000—–

Setelah acara pertunangan itu selesai, keluarga ku dan keluarga Kyuhyun berkumpul didepan rumah. Aku tidak tahu apa maksud mereka akan meninggalkanku hanya berdua dengan Kyuhyun, sangat menyebalkan.

“eomma, ayolah, haruskah eomma kembali malam ini juga?” aku merajuk(?) menggandeng tangan eomma manja.

“gwaenchana chagi, Kyuhyun pasti akan menjagamu” ucap eomma membuatku merinding, yang benar saja, mana mungkin namja sepertinya bisa menjaga orang lain, menjaga dirinya sendiri saja tidak bisa ‘huft’

“Kyu, kau harus menjaga Nari baik-baik, eomma dan appa pergi tidak akan lama, jadi kalian baik-baiklah dirumah” Cho ahjumma membelai kepala Kyuhyun lalu memelukku. Aku masih tidak bisa mengerti kenapa tiba-tiba ahjumma dan ahjussi akan pergi? Mereka bilang ingin menemui Ahra eonnie di Canada, sungguh keputusan yang mendadak.

“ne, eomma, sampaikan salamku untuk Ahra nonna” ucap Kyuhyun lalu memeluk kedua orang tuanya. Aku pun memeluk eomma dan appa, berat sekali berpisah dengan mereka, apalagi ditinggal bersama seorang yang baru saja aku kenal.

Kami melambaikan tangan sesaat setelah mobil keluar dari halaman rumah keluarga Cho, aku masuk terlebih dahulu meninggalkan Kyuhyun.

“yak! Yeoja babo” Kyuhyun berlari dan kini sudah ada disampingku, aku meliriknya sekilas dengan malas “kau belum menandatangani surat perjanjian itu” ucapnya membuatku menghentikan langkahku.

“ck, kau pikir aku akan menandatanganinya? Jangan harap namja comberan” aku mempercepat langkahku, namun dia ternyata lebih gesit dan kini ada dihadapanku.

“arasheo, kalo begitu kita buat yang baru” dia menyeret tanganku menuju kamarnya.

Aku tercengang ketika masuk kekamarnya, Aigo~ ini kamar atau tempat main game? Ada sebuah LCD besar di kamarnya, di tambah beberapa perlengkapan PSP tergeletak dimana-mana, belum lagi dengan CD yang berserakan dilantai. “apa kau membuka tempat Playstation eoh?” tanyaku heran.

Tak ada jawaban darinya, dia malah menghidupkan komputernya. “cepat duduk disini” dia meletakkan satu kursi didepan meja komputernya. “sekarang kita mulai membuat peraturannya” dia duduk disampingku “kau yang mengetik” ucapnya seraya meraih sebuah PSP dari samping meja komputernya.

“gaere, apa yang harus ku tulis?” tanyaku menatapnya yang sudah asik berkutat dengan PSPnya, “so, apa yang harus aku tulis Cho Kyuhyun?” tanyaku sedikit mengeraskan suaraku.

“terserah kau saja, yang penting tidak merugikanku”ucapnya masih sibuk dengan PSP ditangannya.

Aku mulai bosan padanya, ku rebut PSP nya “yak! Apa yang kau lakukan, kembalikan PSPku” dia menggapai-gapai PSP yang tengah aku angkat.

“Shireo, sekarang cepat katakan perjanjian seperti apa yang kau maksud, baru aku akan mengembalikan PSPmu ini” ucapku menyandera PSPnya. Dia terlihat sangat frustasi.

“oke, kita mulai dari pembagian wilayah” dia terlihat berfikir, meskipun aku tidak tahu apa dia punya otak atau tidak? “begini, ‘rumah ini milik Cho Kyuhyun, karena itu semua bagian dari rumah ini adalah miliknya, dan dia bebas melakukan apapun, dimanapun didalam rumah ini’” aku mulai menulis yang dia ucapkan “dan karena Park Nari hanya menumpang disini”

“yak! Apa yang kau katakan” ucapku menyela kata-katanya “aku tahu aku hanya menumpang, tapi tidak perlu harus menulisnya seperti itu, kau ini benar-benar menyebalkan” issh bocah ini membuatku naik darah.

“sudahlah tulis saja” dia mendorong kepalaku pelan aku meninju(?) perutnya dengan sikut tanganku “yak! Appo” cih dia seperti anak kecil merengek seperti itu, tak ku hiraukan dia, aku kembali menulis apa yang dia katakan “dia hanya boleh memiliki kamarnya dan dapur” ucapnya tapi tak lantas aku tulis, aku berfikir sejenak.

“maksudmu, aku hanya boleh menguasai kamar dan dapur?” aku melihat ada raut mengejek diwajahnya. Aissh sangat menyebalkan.

“ne, kau hanya boleh tidur dan memasak, tidak boleh ke kamarku, dan tidak boleh ke ruang TV” Mwo? Apakatanya? Tidak boleh keruang TV?.

“yak! Andwae, kenapa seperti itu, itu sama sekali tidak adil, Shireo” aku bangkit “aku tidak mau meneruskannya” aku hendak pergi namun dia menarik tanganku hingga terduduk kembali.

“baiklah, kau juga boleh menonton TV, selama aku tidak dirumah, tapi selama aku dirumah, kau tidak diperkenankan menonton TV arasheo?” aku masih tidak terima dengan perjanjian ini, sungguh menyebalkan.

Akhirnya setelah berfikir cukup keras dan lama, surat perjanjian bodoh itu selesai di cetak, aku dan dia menandatanganinya diatas sebuah materai.

TING TONG TING TONG

*bunyi bel cerintanya*

“cepat kau buka pintu” dia menyuruhku seperti pembantu. Ish bocah ini.

“kau saja, ini kan rumahmu” ucapku berlalu kekamar’ku’, ku dengar dia mengendus(?) pelan. Ck rasakan kau Cho Kyuhyun. Aku merebahkan tubuhku dan bernafas panjang ‘lelah sekali hari ini, dari perjalanan ku, sampai harus bertunangan dengan namja setan itu, Tuhan, ku mohon ini cepat berakhir’ kututup mataku dan berharap mimpi segera datang.

“Nariiiiiiiiiii” teriakan seseorang berhasil membuatku terduduk di tempat tidur ‘omo~ suara apa itu? Aku mimpi seram sekali’ pikirku lalu menatap jam disampingku ‘jam 23.32, mwo? Jadi aku baru 1 menit tertidur? Lalu itu?’

“Nariiii…. yeoja babo, cepat turuun” aku kembali mendengar terakan dari si namja setan itu, ‘ada apa? Kenapa dia berteriak sekencang itu?’ aku teringat suara bel tadi? ‘mwo? Siapa yang datang? Jangan-jangan?’ aku berlari keluar kamar dan menuruni tangga.

Kyuhyun terlihat sibuk menidurkan seseorang di sofa ruang keluarganya.

“Nuguya?” tanyaku saat sudah ada didekatnya. Seorang namja dengan keadaan yang cukup memprihatinkan tengah menutup matanya, namun bau alkohol menyeruak masuk kehidungku.

“cepat bantu lepas sepatunya” ucap Kyuhyun yang kini tengah membuka kancing baju paling atas namja ini.

“yak! Kenapa kau menolak cintaku eoh? Apa kau tidak tahu aku sangat mencintaimu?” ucap namja tadi dengan mata yang masih terpejam.

“hyung sadar, kau mabuk” Kyuhyun terlihat begitu khawatir. ‘Hyung?’ apa dia ‘hyungnya?’ “cepat ambilkan air hangat” aku segera berlari kedapur mengambil segelas air hangat, lalu menyerahkannya kepada Kyuhyun.

“ini” dia membantu namja itu dudu dan membantunya minum.

“hyung, sadarlah, sebenarnya apa yang terjadi?”

“Kyu, kenapa kau banyak sekali, 1 2 3 4” namja itu menunjuk-nujuk ke arah Kyuhyun, Kyuhyun segera membantunya berdiri “aisssh diam Kyu aku sedang menghitungmu” dia terus mengoceh tidak jelas.

” yak! pabo, cepat bantu aku” serunya padaku yang masih menatap heran namja di samping Kyuhyun, aku membantu Kyuhyun membawa namja ini kekamarnya.

“sebenarnya dia siapa?” tanyaku memberanikan diri sesaat setelah namja itu terbaring ditempat tidur Kyu.

“Sungmin hyung” dia mengusap pelan dahi Sungmin yang berkeringat.

—–ooo—–

Aku terbangun saat matahari mencoba masuk lewat celah-celah kaca kamar yang ku tiduri, ku buka mataku perlahan ‘ini dimana?’ aku mengedarkan pandanganku kepenjuru kamar yang cukup asing dimataku ‘bukan kamarku’ aku masih berputar-putar mengingat ‘aissh, benar, bukankah aku sedang dirumah keluarga Cho? pabo, kenapa bisa lupa?’ aku merutuki diriku sendiri.

“sudah bangun rupanya!” aku tersentak mendengar suara seorang namja di kamarku. ku lihat dia, si namja evil itu sedang duduk di sebuah sofa di kamar ini, dia tersenyum evil ke arahku.

“yak! sedang apa kau disitu setaan” bentakku segera ku tutup tubuhku dengan selimut, aku baru ingat aku memakai baju tidur yang cukup transparan.

“ck, tidak perlu menutupi tubuhmu seperti itu, lagipula aku tidak bernafsu padamu” ucapnya benar-benar mebuat pipiku memerah “cepat buatkan sarapan untukku, aku lapar” dia berdiri dan meninggalkanku.

‘isssh menyebalkan sekali namja itu’ aku segera bangkit dan menuju kamar mandi.

“Kyu, kepalaku pusing sekali” seseorang keluar saat aku tengah memasak didapur, aku membalikkan badanku melihat namja berada di belakangku. “ah, siapa kau? apa kau pembantu barunya Kyuhyun?” tanyanya membuatku sedikit menaikkan alis mataku ‘cih, masa ada pembantu secantik diriku?’ ucapku dalam hati, tiba-tiba ide evil bergelayut di fikiranku.

“annio oppa, aku bukan pembantu baru Kyuhyun, aku tunangannya” ucapku ternyata berhasil membuatnya tercengang.

“yak! apa yang kau katakan ” ku dengar suara Kyuhyun berteriak dari luar dapur dan sedetik kemudian dia sudah berada tepat didepanku disamping Sungmin oppa.

Aku tersenyum evil kepadanya, dia menatapku garang “wae? bukankah kita sudah bertunangan, lihat cicin ini” aku mengangkat tangaku memamerkan cincin yang sejak semalam terpasang dijari manisku.

dia menarikku kasar menjauh dari Sungmin oppa, sedangkan Sungmin oppa masih bingung menatapku.

“yak! kau lupa kalau pertunangan ini harus disembunyikan! pabo! kau pabboya! bagaimana kalau sampai media tahu? hancur reputasiku sebagai maknae Sper Junior, kau juga pasti akan dibunuh para ELF” ucapnya menatapku garang.

“apa peduliku dengan reputasimu, kau pikir aku rela hyungmu itu menganggapku pembantu barumu” aku mempoutkan bibirku kesal.

“bwahahaha, kau memang lebih pantas menjadi seorang pembantu” dia tertawa cukup keras dihadapanku, segera ku sumpel mulutnya dengan lap meja yang sempat ku bawa tadi. “bhppuuh” dia memuntahkan lap yang aku sumpelkan ke mulutnya. aku terkekeh pelan ‘rasakan kau Cho Kyuhyun’ “babo! kau ingin membunuhku” dia terlihat sangat marah sekarang. nyaliku tiba-tiba menciut melihat tatapan garangnya.

“apa yang sedang kalian bicarakan?” aku menoleh ke sumber suara yang ternyata Sungmin oppa, dia sedang berkacak pinggang menatapku dan Kyuhyun. “kalian benar sudah bertunangan eoh?” dia menyipitkan matanya menatap Kyuhyun dan diriku bergantian.

“hyung, tolong jangan salah faham” Kyuhyun mendekati Sungmin oppa, aku mengikutinya “tolong jangan beritahu hyung yang lain, ini semua rencana orangtuaku dan orang tuanya”

“ne, kalo begitu, ceritakan selengkapnya” Sungmin oppa menarik lengan Kyuhyun sedangkan aku kembali kedapur.

20 menit kemudian

“makanaan selesai” teriakku dari dapur dan tak lama 2 namja datang, Sungmin oppa dan Kyuhyun segera duduk di meja makan.

“wah, Bulgogi? I Like This” ucap Sungmin oopa langsung menyomot Bulgogi yang aku masak tadi. “hmmmm delicious” dia memberikan 2 ibu jarinya didepan ku “masakanmu sangat enak Nari-a”.

“ah biasa saja” ucap Kyuhyun sambil terus memakan masakanku ‘cik, dasar bocah ini selalu mengajakku bertengkar, aku mendekatinya segera ku ambil piring di hadapannya. “yak! apa yang kau lakukan eoh? kemarikan apa kau tidak lihat aku sedang makan”

“masak saja sendiri, kau bilang masakanku biasa saja bukan? jadi masak sendiri saja” aku duduk disamping Sungmin oppa yang tertawa geli melihat Kyuhyun.

“cih, ku pikir aku tidak bisa masak, baiklah aku akan masak sendiri” ucapnya lalu bergegas ke dapur. ‘rasakan kau Cho Kyuhyun’ aku tertawa avil dalam hati.

“kau ini, tega sekali pada tunanganmu sendiri” ucap Sungmin oppa terkekeh sambil menghabiskan sisa makanannya.

“biar saja, aku paling tidak suka pada orang yang tidak tahu cara berterimakasih” ucapku tersenyum manis pada Sungmin oppa yang ternyata neumo neumo Yeppeo.

TINF TONG TING TONG

suara bel rumah Kyuhyun terdengar, Kyuhyun segera berlari mendahuluiku yang tengah bersiap membukakan pintu. ‘kenapa anak itu?’ aku kembali duduk di samping Sungmin oppa yang masih memakan Bulgogi buatanku.

tidak lama beberapa namja yang ‘uaaah menggoda iman’ masuk ke dapur, ‘semuanya tampan’

“hyung, cepat masakan sesuatu untukku, aku sangat lapar” Kyuhyun menarik manja seorang namja yang sangat imut *itu suami Author, wookie oppa*XD

“ne, ne” mereka menatapku kini.

“siapa dia Kyu?” ucap seorang namja yang yang berambut warna-warni.

“dia anak tetanggaku hyung, orang tuanya keluar negeri dan mereka menitipkannya di rumahku” ucap Kyuhyu yang kini tengah berada di dapur bersama namja imut yang tadi dia seret.

“apa kau seorang ELF?” tanya namja bermata sipit yang kini duduk di meja makan pula, semua namja yang berjumlah 7 orang itu kini duduk di meja makan Kyu yang memang cukup besar.

“apa itu ELF?” tanyaku dengan muka polos. terlihat mereka tercengang dengan pertanyaanku.

“kau tidak tau ELF?” tanya seorang namja yang memakan bulgogi dari piring Sungmin oppa. aku menggeleng.

“Aigo~ jangan-jangan kau juga tidak tahu kami?” ucap seorang namja yg lain. akupun menggeleng, aku memang tidak tahu siapa mereka.

“kau orang Korea bukan?” aku mengangguk.

“tapi aku dari kecil tinggal di New York” jawabku sambil tersenyum tipis pada mereka.

“pantas saja” ucap salah seorang dari mereka .

“perkenalkan kami semua adalah SUPER JUNIOR” salah seorang dari namja yang berada disekelilingku berdiri dan membungkuk ke arahku, ‘ouuh, jadi ini Super Junior’ “aku uri leader disini, namaku Leeteuk” lanjutnya dan mengulurkan tangannya kepadaku, aku menyambutnya.

“ah, Park Nari imnida”

“Kim Heechul”

“Kim Joong Woon, tapi panggil saja Yesung”

“Shindong”

“kau sudah tahu namaku bukan?” Sungmin oppa tersenyum kearahku, aku mengangguk.

“Lee Hyuk Jae, member paling tampan di super junior” namja yang memiliki rambut warna-warni itu tersenyum puas mengenalkan dirinya.

“Lee Donghae” dia tersenyum ‘omo~ kenapa senyumnya manis sekali’

“Siwon”

“Kim Ryeowook” namja yang bersama Kyuhyun kembali dengan membawa sepiring Bulgogi

“dan aku Maknae Super Junior, Cho Kyuhyun, namja paling Tampan se Korea” ucapnya yang langsung dapat jitakan dari Eunhyuk oppa.

“kau ingin bersaing dengan ku Kyu? mimpilah” ucap Eunhyuk oppa. aku tersenyum memandang namja-namja tampan yang berada disekelilingku, ‘sungguh aku sangat beruntung’ aku bersyukur.

—ooo—

aku membereskan beberapa piring yang berserakan di meja makan, ‘issh kenapa pembantu si evil itu harus cuti, jadi kan aku seperti pembantu disini’ omelku kesal sekali, padahal kemarin pembantunya masih ada, tapi setelah acara pertunanganku malam tadi pembantunya sudah tidak ada, apa ini rencana orang tua ku dan orangtua si evil itu? cih sangat menyebalkan.

“apa kau perlu bantuan?” tanya seorang dari sampingku, aku menengoknya dan tersenyum.

“tidak perlu, Khamsahamnida” ucapku sedikit Jaim, aku tidak yakin dia akan membantu bukankah dia seorang artis??

“tidak perlu sungkan, biar aku bantu” dia mengambil piring yang ada ditanganku lalu membawanya ke westafel “biar aku yang menyabuni(?) dan kau membersihkannya” ucanya ramah.

“ah, ini merepotkanmu oppa” aku sedikit lupa namanya, jadi aku tak memanggil namanya.

“gwaenchana, aku tidak bisa melihat seorang yeoja melakukan hal berat” ucapnya tersenyum. nah aku ingat sekarang, senyumnya. Lee Donghae, aku tersenyum dan segera membantunya.

“hyung, kau sedang apa?” tanya seseorang dari belakang kami, aku dan Donghae oppa membalikkan badan kami. Si evil sedang berdiri mengamati kami berdua.

“aku membantunya Kyu, kasihan dia, memangnya pembantumu kemana?” tanya Donghae oppa kembali kepekerjaannya.

“aku tidak tahu, sudahlah hyung, biarkan saja dia sendiri yang melakukannya, kajja kita harus latihan” ucap Kyuhyun dan dia berbalik meninggalkan kami.

“Gwaenchana oppa, aku bisa melakukannya sendiri, oppa pergilah” ucapku mencoba seramah mungkin.

“mianhae, aku tidak bisa membantumu lebih banyak, semoga kita bisa bertemu lagi Nari-a” ucapnya tersenyum manis, yang membuatku hampir meleleh “aku pergi dulu, Hwaiting” dia mengacak rambutku lalu berlalu.

ya Tuhan ada apa ini? kenapa hatiku berdebar seperti ini? Aisssshh aku kembali berkonsentrasi pada piring-piring kotor dihadapanku.

TBC

2 thoughts on “Seoul (Shoot1) // Twoshoot

  1. Wah… daripada nari sama Kyuhyun.. mendingan Nari sama donghae aja..
    kyuhyun LoL.. emang ada ya peraturan kayak gitu ??!
    Lanjut lanjut thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s