Please, Care About Me

 

PleaseCare

Title: Please, Care About Me
Genre: Sad, Flat,Hurt
Rate : General
Cast:
Par Jung Ha atau Kim Jung Ha
Kim Jong Woon

Author: Sintya R Masella

 

Ini FF request-an dari uri chingu dengan akun facebook Susan Sheomebink K Loversz.Gomawo chingu sudah request ^^,mianhae lama share nya T.T
Story begin-

Aku hanya ingin membuatmu bangga…

“Kim Jungha, bacakan puisimu” ujar Kwon songsaenim
“mianheyo songsaenim, aku belum mengerjakannya” ujar Jungha
Kwon songsaenim mendengus kesal
“Bahkan puisi tentang keluargapun kau tak bisa?silahkan berdiri dilorong”ujar Kwon songsaenim

Siswa bernama Jungha pun berjalan dengan kepala tertunduk menuju lorong yang ada diluar kelas.Entah sudah keberapa kali ia berada dilorong itu, maksudku berada dilorong karena diusir dari kelas.

“Kalau begini terus aku tak bisa lulus, eotokhe? “pikir Jungha lalu mendengus kesal
“Sudahlah…” ujarnya lagi lalu mengeluarkan ponsel android-nya beserta headseat yang telah terpasang dari saku.Segera ia menekan aplikasi menggambar yang ada diponselnya sambil memutar lagu rock kesukaannya dengan volume keras.Kim Jungha menggambar tak tentu, ia hanya mengikuti apa yang jari-jarinya mau.Setidaknya hal itu bisa membuat Jungha senang walau hanya untuk sesaat.

Tak berapa lama bel pulangpun berbunyi, tapi ia tak mendengarnya.Ia terlalu terjerumus kedalam lembah kesenangannya,menggambar dan mendengarkan musik rock.

“I watch you crush and burn” ucapnya sambil menganggukan kepalanya berulang kali dan menghentakkan kakinya berulang kali.Bahkan beberapa siswa usil mengambil foto atau merekamnya.

Kwon songsaenim yang baru keluar dari kelaspun kaget melihat kelakuan Jungha.

“Aigoo, Kim Jungha!” ucap Kwon songsaenim keras tapi Jungha tak bergeming
“Kim Jungha!!” ucap Kwon songsaenim lagi, kali ini Jungha hanya mengelengkan kepala
“Kim Jungha aggashi!!” ucap Kwon songsaenim lagi.Jungha pun melepas headseatnya dan mencari sumber suara.
“Kim Jungha, aku tadi menyuruhmu untuk berdiri dilorong.bukan mendengarkan musik dilorong.kau dihukum membersihkan gudang sekolah”kata Kwon songsaenim lalu pergi
“Songsaenim, jebal songsaenim.jangan menghukumku lagi.jebal songsaenim”mohon Jungha sambil mengejar Kwon songsaenim.tapi Kwon songsaenim tak mendengarnya.

Sekali lagi Jungha mendengus kesal hari ini.Dengan malas Jungha-pun kembali menuju kelasnya untuk mengambil tas yang ia bawa hari itu.Dalam sekejap, sekolah yang tadinya ramai kini sudah sepi.Bel pulang memang memiliki hipnotis sendiri bagi para siswa untuk meninggalkan tempat yang disebut sekolah ini.Kini hanya tinggal Kim Jungha sendiri dengan peralatan untuk membersihkan gudang dan tasnya.

“Seorang Kim Jungha pasti bisa melakukan ini.Fighting Kim Jungha!”ucap Jungha lalu memutar kembali musik rock yang terhenti karena Kwon songsaenim tadi.
“Keep moving on yeah…”ucap Jungha lagi sambil mulai membersihkan gudang sekolah itu.

Lelah? pasti…tapi selama musik rock masih mengiringi, lelahpun tak dirasakan Kim Jungha.Dengan semangatnya, Jungha memaksakan tubuhnya yang telah lelah untuk terus membersihkan gudang sekolah.Hanyalah semangatnya yang mendukungnya hari ini, tak ada yang lain.

Hari mulai gelap, tugas Jungha-pun juga telah selesai
“Selesai juga.saatnya pulang”ujar Jungha lalu tersenyum lebar.Ia pun segera mengembalikan peralatan membersihkan gudang pada tempatnya dan bergegas pulang.Bukan bergegas pulang dengan mempercepat langkah seperti orang biasanya, tapi bergegas pulang dengan langkah santai.Ia lupa hari ini aebojinya pulang cepat, jadi ia melangkah dengan santai.

At Kim Jungha house-

“Aboeji belum pulang”ujar Jungha sedetik setelah melepas sepatunya
“Aboeji sudah pulang”ujar Jongwoon yang tak lain dan tak bukan adalah Jungha aboeji sambil keluar dari balik dinding
“Kenapa uri aegy datang terlambat eoh? “ungkap Jongwoon ketus
“Kwon songsaenim,guru sastra korea itu menghukum mu lagI?”ujar Jongwoon lagi

Belum sempat Jungha menjawab Jongwoonpun mulai menyerang dengan kata-katanya lagi

“Kali ini apa kesalahanmu? tidak mengerjakan tugas lagi?sekarang apa alasanmu? aigoo, kenapa eomonim-mu melahirkanmu eoh? lagipula aku ini dosen sastra korea nomor satu di semenanjung korea.kenapa aegy-nya bahkan dihukum karena tak mengerjakan tugas sastra korea?aigoo, sudah sebagai hukuman kau, Kim Jungha tidak boleh mendapat makan malam”ujar Jongwoon panjang lebar
“Ne aboeji”ujar Jungha lesu sambil menundukkan kepala
“Sekarang silahkan kau menuju kamarmu”ujar Jongwoon lalu menuju meja makan
“Bahkan dosen sastra korea nomor satu dikorea tak mau membantu aegy-nya yang kesusahan dibidang sastra korea”ucap Jungha dalam hati

Dengan lesu, Jungha menuju kamarnya yang ada dilantai atas.Saat ia sampai didepan pintu kamarnya, Jungha melihat kelantai bawah, ia melihat aboejinya makan sendiri.

“Bahkan ia tak mengijinkan aku makan” ujar Jungha dalam hati lalu memasuki kamarnya,setidaknya kamar itulah yang paling mengerti dirinya disegala keadaan

Jungha melepaskan tasnya sembarangan dan menghempaskan badannya keatas tempat tidurnya sembarangan.Tempat tidur itu bagai eomonim kedua baginya, ditempat tidur itu ia menceritakan harinya, bantal bagaikan pundak eomonim-nya, guling bagaikan badan eomonimnya yang selalu ia peluk tiap waktu.
Bicara tentang eomonim,Jungha eomonim atau Jongwoon anae telah meninggal 4 tahun lalu,beliau meninggal karena mendonorkan jantung miliknya untuk Jungha.4 tahun lalu Jungha mengalami kecelakaan hebat saat mengikuti kegiatan sekolah yang membuat paru-paru dan jantungnya tak berfungsi.

Flashback on-

4 tahun yang lalu

In doctor office,Gangnam hospital
“memang dilihat sekilas pasian ini tak mengalami luka yang parah,tapi setelah kami periksa ia mengalami kerusakan serius pada paru-parunya,ia harus segera mendapat donor paru-paru dari orang yang baru meninggal dan harus dari korban kecelakaan bukan dari orang yang sakit”ujar dokter,baru saja ia akan melanjutkan perkataannya tapi Jungha eomonim sudah keluar dari ruangan itu dengan wajah pucat .
“Uri Jungha yang malang”ujarnya menangis
“Aku harus menyelamatkanmu”ujarnya lagi lalu berlari keluar rumah sakit.
Ia mengambil ponsel miliknya dan menelepon seseorang yang bertuliskan Yeobo didaftar kontaknya.
“Yeobo…mianhae aku tak bisa menjadi anae yang baik untukmu,mianhae aku tak bisa menjadi eomonim yang baik untuk uri aegy,mianhae aku mudah marah padamu” ujar Jungha eomonim sambil mulai berjalan menuju ajalnya
“…”
“Jaga Kim Jungha,yeobo…saranghae…jeongmal saranghae-yo,sampaikan kepada Jungha bahwa eomonimnya meminta maaf atas segala hal,dan katakan bahwa nan jeongmal saranghanda.segeralah menuju kedepan rumah sakit setelah aku tak bersuara lagi,disana akan ada donor paru-paru untuk uri aegy.yeobo…gomawo” ujar Junghae eomonim tepat sebelum sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya.
Jongwoon yang merasakan ada yang tak beres dengan anae-nya pun segera menuju depan rumah sakit.Ia telah menemukan anaenya terkapar diatas kasarnya jalan aspal dengan bermandikan darah.
“yeobo,bangun…”ujar Jongwoon menangis
Tanpa pikir panjang,Jongwoon langsung mengangkat anaenya menuju emergency unit atau UGD.Beberapa detik kemudian Jongwoon menerima pesan masuk.

From : Uri Anae
Yeobo,paru-paru itu tak akan bertahan lama.Segera berikan kepada uri Jungha.Yeobo,saranghae.

“Yeobo kenapa kau melakukan ini?transplantasi bisa dilakukan jika pendonor masih hidup”ujar Jongwoon frustasi
Akhirnya Jongwoon-pun melakukan seperti yang anaenya katakan.

Flashback off-
Back to the present-

Dengan malas,Jungha segera menuju toilet yang ada dikamarnya.Untuk apalagi jika tidak untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena hukuman tadi.Tak berapa lama Jungha keluar dari toiletnya.Dengan rambut yang masih basah,Jungha menyalakan komputernya dan membuka blog pribadinya,ia menceritakan kehidupan sehari-harinya diblog pribadinya itu.Sebagian besar menceritakan kejadian pilu dan sedih dalam hidupnya,lainnya tentang impiannya sebagai orang pekerja seni,yang tak pernah disetujui oleh aboejinya.Aboejinya selalu menekankan agar Jungha menjadi seorang sastrawan bahasa korea yang hebat kelak.
“Bahkan aku sangat payah dibidang sastra korea,bagaimana ia menjadi seorang sastrawan bahasa korea”ujar Jungha jika mengingat kata-kata aboejinya
Tapi ia selalu memaksakan dirinya untuk unggul dibidang sastra korea agar aboejinya bangga,tapi hasilnya sia-sia.Ilmu sastra malah hanya lewat saja diotak Jungha.Miris?memang,hidup Jungha memang miris.Tak perlu kau katakan itu,hidup yeoja satu ini memang miris.Berusaha tanpa mendapat sebuah anggapan memang menyakitkan.Kita sudah berusaha dengan keras tapi orang lain tak mau menganggap kerja keras itu,sakit?jelas.
Setelah selesai dengan blognya,Jungha-pun mematikan komputernya dan menghempaskan tubuhnya lagi diatas eomonim kedunya(tempat tidurnya).Ia merasakan perutnya berbunyi tapi Jungha memaksakan matanya menutup dan melupakan rasa laparnya.

Keesokan harinya-

Hari ini sampai satu minggu kedepan sekolah Jungha libur. Jungha memilih untuk menetap dirumah.Ia menyalakan komputernya awalnya berniat untuk melihat apakah ada balasan dari para pembaca blognya.Entah kenapa ia malah membuka email miliknya.Jungha melihat ada beberapa email masuk,ia membukanya satu persatu dan terhenti disatu email masuk.Email itu menyatakan bahwa Kim Jungha memenangkan kompetisi blog yang ia ikuti beberapa bulan yang lalu.Dengan berlari ia mencari sosok aboejinya
“Aboeji aboeji aboeji”kata Jungha sambil menggoyangkan tangan Jongwoon yang sedang membaca koran
“Wae?”ujar Jongwoon datar
“Aku memenangkan kompetisi blog aboeji”ujar Jungha
“Jinjja?”ujar Jongwoon datar
“Nde aboeji”ujar Jungha semangat menunggu tanggapan aboejinya
Jongwoon meletakkan koran yang ia baca
“Kau,hentikan semua kegiatan tak bergunamu itu.Kau harus fokus dengan ini…sastra korea”ujar Jongwoon sambil memberikan buku tentang sastra korea
“Lagipula menjadi pemenang kompetisi seperti itu sangat mudah.apa yang perlu dibanggakan?Itu tak berguna sama sekali.Kau harus jadi sastrawan bahasa korea.arraseo?”ujar Jongwoon lagi
“Nde aboeji”ujar Jungha menunduk lalu menuju kamarnya sambil membawa buku sastra korea yang Jongwoon berikan
“Bahkan aboeji menganggap apa yang kulakukan tak berguna sama sekali”ucap Jungha dalam hati
“Emonim,kenapa aboeji tak pernah menganggap semua usahaku?”gumam Jungha lagi
Disatu sisi ia senang disatu sisi ia merasa sedih.
“Neo,ne neo…Kim Jungha.Kau harus kuat,seperti batu karang yang dihempas ombak.arraseo?”ujar Jungha sambil melihat cermin,ia memang sering berbicara pada dirinya sendiri.Ia jarang bicara dengan aboejinya,kalaupun pernah ia hanya menjawab dengan kata “ne” , “nde” , dan “ehm” saja.Aboejinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan gelarnya sebagai dosen sastra bahasa korea nomor satu disemenanjung korea.Ia lupa bahwa ia memiliki seorang aegy yang butuh perhatian.Jungha terduduk disebelah tempat tidurnya,ia meratapi hidupnya sambil sesekali mengacak-acak rambut panjangnya.Sebenarnya Jungha tak menyukai rambut panjangnya itu,tapi karena aboejinya menyuruh Jungha untuk memanjangkannya jadi Jungha terpaksa memanjangkannya.
Jungha melihat kecermin yang ada disebelahya lagi
“Kau bukan manusia,kau hanyalah boneka aboejimu”ujarnya pada diri sendiri
“Eomonim,kenapa kau melahirkanku jika aku hanya digunakan untuk obsesi aboeji saja?wae?wae eomonim?”ujar Jungha menatap foto eomonimnya yang sedang tersenyum lebar
“I need some rock music” ujar Jungha
Ia mengambil ponsel android-nya lalu memasang headseat ponselnya lalu memasangnya dikedua telinganya,dan memutar lagu rock kesukaannya dengan volume keras.Telinga rusak? Ia tak peduli,yang penting untuk saat ini dia merasa lebih tenang.Tak lama ia menerima sebuah pesan masuk
From : Aboeji
Jung-ie aboeji ada proyek dengan dosen-dosen sastra korea didaerah Gyeonggi.Aboeji akan pulang 2 hari lagi.Jangan lupa pelajari sastra bahasa korea

“Jangan lupa pelajari sastra bahasa korea? Bahkan aboeji yang waras saja menyuruh aegynya untuk makan,bukan untuk mempelajari sastra korea”kata Jungha meletakkkan ponselnya lagi dengan kasar
“tunggu,ke Gyeonggi?2 hari?aku bisa melakukan hal yang kusuka.It’s my time dad”ujar Jungha lalu tertawa
“Pertama,potong dulu rambut ini,rock style tak seperti ini”kata Jungha lalu memotong rambutnya sendiri
“Ini lebih baik.Rock style babe”ujar Jungha setelah memotong rambutnya dan mengibaskan rambutnya
“Karena aboeji tak pernah bilang aku harus makan makanan yang sehat,kukira mie instan tak masalah”kata Jungha lalu menuju dapur dan memasak satu porsi mie dan mempostingkan kejadian ini diblognya

Ditempat lain,Gyeonggi-

“Kau sedang apa Gong gangsa?”ujar Jongwoon duduk disamping kenalannya ketika melihat kenalannya itu sedang asik dengan ponselnya
“Eoh?aku sedang membaca sebuah blog.Aku menyukai postingannya”kata Gong gangsa,kenalan Jongwoon
“Apa bagusnya membaca sebuah blog?”ujar Jongwoon
“Aigoo,kau ini.kau tidak boleh meremehkan kemampuan menulis para penulis dunia maya”ujar Gong gangsa kesal
“Wae?memangnya aku salah?”kata Jongwoon
“Nde,jelas kau salah.Sekarang aku bertanya,memangnya kau pernah membaca postingan disebuah blog?”tanya Gong gangsa
“Ani,mereka itu tak bisa memanfaatkan waktu dengan benar karena itu mereka memposting sesuatu yang tak penting diblog mereka”ujar Jongwoon
“Aigoo,kau bicara tanpa melihat hasil mereka dulu?Aku tak mengerti jalan pikiranmu.Ini kau baca dulu postingan diblog ini,kudengar dia memenangkan kompetisi blog dan namanya Kim Jung Ha”ujar Gong gangsa lalu memberikan ponselnya
Jongwoon-pun membaca salah satu postingan diblog itu

Saat baru masuk SMP, aku salah masuk bus sehingga aku tersesat.Aku menelepon uri aboeji untuk menjemput,tapi ia mengatakan bahwa ia sedang sibuk dan tak ada waktu.Aku ingin menelepon uri eomonim,tapi uri eomonim telah meninggal jadi aku tak bisa meneleponnya.Aku tak tahu dimana itu,aku bertanya kepada beberapa orang dewasa tapi mereka bilang “Mianhaeyo aku sedang sibuk” sama seperti uri aboeji.
Dengan usahaku sendiri,akhirnya aku menemukan bis yang benar dan sampai dirumah larut malam.Aboeji yang sudah ada dirumah memarahiku.Ne,ia memarahiku tanpa mendengarkan pembelaan dariku.Aku yang sudah lelah,uang jajan yang habis dan baju yang kotor-pun terkena hukuman,aku tidak boleh mendapat jatah makan malam untuk hari ini dan uang jajankupun dikurangi olehnya.Aboeji,aku hanya anak kecil…kau bahkan tak menolongku saat aku memintamu untuk menjemputku.Tak bisakah kau memberiku cinta dan kasih sayang?

Jongwoon yang penasaranpun membaca postingan lainnya

Hari ini aku mendapat email yang terduga,email itu mengatakan bahwa aku menang kompetisi blog se-Korea.Aku yang benar-benar gembirapun berlari mencari uri aboeji untuk memberitahukannya.Tapi ketika aku memberitahukannya,ia berkata bahwa apa yang kulakukan itu tidak ada gunanya sama sekali.Ia juga mengatakan bahwa untuk jadi juara dikompetisi blog itu mudah dan menyuruhku untuk lebih giat lagi belajar tentang sastra koea,agar bisa menjadi dosen sastra korea nomor satu disemenanjung korea.Aku yang sedih dibuatnya hanya bisa berkata “Ne aboeji” dan kembali kekamarku.
Aboeji,tidak semua aegy memiliki potensi yang sama seperti yang kau inginkan.Apakah aku ini adalah sarana investasi untukmu?Aboeji,jebal tak bisakah kau mendengarkan aegymu ini.Aku lelah menjadi boneka-mu,Aku lelah menjadi seperti ini,Aku kesepian aboeji…
Aku kehilangan sosok aboeji didalam hidupku,aboeji hanya panggilan untukmu.Jebal aboeji,kembalilah seperti dulu.Kembalilah seperti saat eomonim bersama kita.Akan kulakukan apapun agar kau kembali seperti dulu.Uri aboeji yang sekarang bukan aboeji yang dulu,aku ingin aboeji yang dulu…
Aboeji yang ada disampingku,aboeji yang selalu membelaku saat salah,aboeji yang selalu melindungiku,aboeji yang menjadi benteng terakhirku dari dunia luar.Aboeji jeongmal bogoshopiyo…

“Jungha…Kim Jungha”ujar Jongwoon lalu mengeluarkan kristal bening dari matanya
“Yak!!Kim Jongwoon.Gwencana?”ujar Gong gangsa cemas
“Aku aboeji yang gagal.bahkan aku tak bisa mendidik uri aegy dengan benar”ujar Jongwoon
“Nugu?” kata Gong gangsa
“Kim Jungha,uri aegy”ujar Jongwoon masih menangis
“Jadi kau aboejinya?aigoo,Jongwoon-ah jeongmal paboya.Kau mengendalikan aegymu dengan seluruh obsesimu dengan sastra korea?bichaso.Kau ini aboeji macam apa eoh?aigoo aigoo,kau tak merasakan betapa menderitanya aegymu itu eoh?bahkan kau tak memberikan kata chukkae padanya ketika ia mendapat juara kompetisi blog?aku tak percaya pernah berkenalan denganmu,dosen sastra korea nomor satu disemenanjung korea”ujar Gong gangsa lalu mengambil ponselnya dan meninggalkan Jongwoon yang masih menangis
“Mianhae Jungha,mianhae…”ujar Jongwoon sambil memukul kepalanya sendiri
Gong gangsa yang iba melihat Jongwoon-pun kembali
“Hentikan…”ujar Gong gangsa sambil menolong aJongwoon untuk berdiri
“Aku bukan aboeji yang baik Gong-ah”kata Jongwoon masih menangis
“Aku tahu”ujar Gong gangsa
“Kau harus segera meminta maaf dan memperbaiki hubunganmu dengan Jungha,ia aegy yang pintar.Kudengar ia mengikuti seleksi beasiswa seni diKorea.Jongwoon-ah,kau tak boleh mengendalikan aegy seperti boneka.Mereka manusia dan tiap manusia memiliki kelebihan dibidang yang berbeda.Jungha tak sama sepertimu.Ia melakukan hal yang tak ia sukai demi apa?Ia hanya ingin melihatmu bangga atas dirinya.Ia sudah berusaha kau tak menghargainya.aku tak tahu harus bicara apalagi”ujar Gong gangsa
“Jung-ah,mianhae….mian….”ujar Jongwoon
“Sudah,rapat menunggu kita”ujar Gong gangsa lalu mengajak Jongwoon keruang rapat

Keesokan harinya-

At Kim House-

“Untung sekolah libur ,jika tidak Kwon songsaenim pasti sudah menghukumku sekarang jadwalnya ia mengajar”ujar Jungha sambil melihat jam diponselnya
“Injung menelepon?yeoboseo?”ujar Jungha
“…”
“arraseo.chakkaman”ujar Jungha lalu segera keluar rumah
“Injung-ah waeyo?”ujar Jungha pada sahabatnya
“Uri aboeji sakit”ujar Injung
“Kau mau meminjam uangku?”ujar Jungha
“Aniyo,aku sudah terlalu sering meminjam uang padamu,sebenarnya aku ingin mengajakmu mencuri”ujar Injung memelankan suara
“Bichaso,kau pinjam uangku saja ne?”ujar Jungha
“Andwae,aku sudah banyak berhutang padamu.jebal Jungha-ya”ujar Injung
“Arranda,tapi kita harus menyamar seperti namja ok?”ujar Jungha
“Arraseo,gomawo”ujar Injung lalu memeluk Jungha
Tak berapa lama dua sahabat ini-pun sudah berdandan layaknya namja
“Let’s do it now”ujar Injung
“Kau yakin tak mau meminjam uangku saja?”ujar Jungha lagi
“Ani”ujar Injung singkat
Merekapun mencari mangsa diantara banyaknya orang dan merekapun memilih seorang halmeoni tua yang memiliki kalung emas dilehernya untuk jadi mangsa.Dengan cepat Injung mengambil kalung itu dari halmeoni tua itu.Kejar-kejaranpun tak terelakkan.Kali ini kalung itu ada ditangan Jungha.Jungha yang tak tegapun kembali ke halmeoni tadi untuk mengembalikan kalungnya
“Halmeoni,ini kalungmu”ujar Jungha lelah
“Apakah ini yang mencuri kalungmu halmeoni?”ujar salah satu orang
“Ne,dia yang mencuri”kata halmeoni itu
Setelah mendengar kata itu orang-orang yang ada disekitar halmeoni dan Jungha-pun memukuli Jungha,mereka tak tahu jika Jungha itu yeoja.Jungha yang jelas kalah jumlahpun hanya diam saja.Dilain tempat Injung juga tertangkap.Jungha dipukuli,ditendang hingga tersungkur sampai ponselnya-pun terjatuh dan tak sengaja menekan tombol video call kepada aboejinya.Jongwoon yang sedang melakukan perjalanan pulangpun kaget melihatnya
“Yak!!hentikan”ujar Jongwoon melihat aegy-nya dipukuli
“ Yak!!Aku akan segera kesana.Aku mengenal tempat itu” ujar Jongwoon lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat dimana Jungha berada.
Beberapa saat kemudian Jongwoon datang,karena tempat itu memang dekat dengan tempat Jongwoon berada tadi
“Yak!!hentikan!!”ujar Jongwoon lalu memeluk aegynya yang sudah tak karuan
“Nuguya?”ujar salah satu orang
“Aboeji,aboeji-nya.kalian telah memukuli yeoja!!”ujar Jongwoon kesal
“Jeongmal?itu pantas ia telah mencuri kalung halmeoni ini”ujar orang itulagi
“Mworago?kenapa kau mencuri?”ujar Jongwoon pada aegynya
“ Injung aboeji sakit,membutuhkan uang”ujar Jungha
“Aku sudah melaporkannya kepolisi.Mereka akan tiba beberapa menit lagi”ujar halmeoni tua itu
“Jebal halmeoni,lepaskan dia.Ini terjadi karena aku yang tak bisa mendidiknya.Aku selalu memarahinya dan menghukumnya tanpa mendengar alasannya.Jebal halmeoni,berikan aku kesempatan untuk mendidik aegyku dengan benar.jebal halmeoni.Jebal”ujar Jongwoon memohon
Jungha yang mendengarnya hanya bisa terdiam.Tak berapa lama polisipun datang
“Jebal halmeoni lepaskan dia,jebal”ujar Jongwoon memohon sambil melihat polisi yang mendekat
“Jebal halmeoni”ujar Jongwoon lagi
“Kalau begitu bilang saja aku yang mencurinya,jebal”ujar Jongwoon sambil menyiapkan kedua tangannya untuk diborgol
“Ani halmeoni,bilang aku yang mencuri”ujar Jungha mengikuti gerakan tangan aboejinya
“Jebal halmeoni katakan aku yang mencuri.Jungha kau diam saja”ujar Jongwoon.Polisi makin mendekat
“Aku saja halmeoni”ujar Jungha
“Aku saja halmeoni”ujar Jongwoon
Halmeoni tua itu bingung melihat Jungha dan Jongwoon yang bersikap begitu.Polisipun akhirnya sampai disebelah halmeoni
“Anda halmeoni yang mengaku kehilangan kalung?”tanya polisi
“Ani,kalungku sudah kutemukan.Tadi taerjatuh”ujar halmeoni yang membuat semua orang kaget
“Kau tidak boleh bermain-main dengan menelepon polisi halmeoni.sekarang ikut kami kekantor polisi untuk kami minta keterangan”ujar polisi itu
“Sebentar aku ingin bicara dengan mereka”ujar halmeoni sebelum pergi
“Kau harus memperbaiki kesalahanmu”ujar halmeoni itu pada Jongwoon
“Kau juga” ujar halmeoni lagi pada Jungha
“Lalu halmeoni?”ujar Jongwoon
“Gwencana,aku hanya ditanya beberapa pertanyaan”ujar halmeoni sebelum pergi bersama polisi
“Halmeoni,gomawo jeongmal gomawoyo”ujar Jongwoon berdiri lalu membungkukkan badannya
“Jungha-ya,aku sudah membaca blog-mu.Mianhaeyo aku sudah menjadi aboeji yang buruk untukmu”ujar Jongwoon memeluk Jungha
“Ne aboeji”ujar Jungha
“Mulai sekarang kau boleh menjadi pekerja seni,atau apapun itu dan chukkae untuk juara kompetisi blog milikmu”ujar Jongwoon
“Gomawo aboeji”ujar Jungha
“Tapi kita harus pulang,dan membersihkan lukamu ini”ujar Jongwoon.

Begitulah,akhirnya Jungha mendapatkan ijin untuk menjadi pekerja seni.Beberapa hari kemudian ia mendapat berita bahwa ia berhasil mendapat beasiswa seni di Universitas seni Korea.Jongwoon kini lebih banyak meluangkan waktunya untuk aegynya.Mereka merencanakan liburan bersama di Yunani.Oh iya,jika kau bertanya tentang Injung ia akhirnya dilepaskan setelah ada orang yang menjelaskan dan aboejinya selamat dari sakitnya.Semua berakhir bahagia,tapi yang terpenting Jungha bisa mendapat kasih sayang abooejinya lagi.

The End-

Catatan kaki :
Aegy = Anak
Abeoji = Ayah
Ne/nde = Ya
Gangsa = Dosen
Gomawo/Gomawoyo = Terima kasih(non formal)
Halmeoni = Nenek
Eomonim = Ibu

Mohon komentar,saran,dan kritik atas fanfiction saya ini ^^.
Mohon jawab :

1.Bagian mana yang paling chingu suka?
2.Pesan apa yang bisa chingu ambil dari cerita saya ini?
3.FF ini bisa dibilang FF dengan genre sad nggak?

Dan iya,aku rekomendasiin film Im not stupid too untuk ditonton dan lagu Simple plan-perfect untuk didengar.Karena 2 hal ini yang menginspirasi..
Mianhae chingu kalo nggak sesuai harapan,typo,kesalahan penulisan,dll,aku hanya penulis junior–

 

One thought on “Please, Care About Me

  1. Waktu bagian akhir itu yg paling ngena, aku bacanya merinding.. Terus berkarya!! Ne~ Ceritanya bagus, apalagi untuk seumuranku.

    Tapi kok ceritanya mirip film “I’m not Stupid 2” yg bagian akhir2. Tapi hanya mirip, atau author nyari inspirasi dari film itu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s