Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana – Ficlet

 

Aku Ingin

Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana

 

Author : Kim MysHwa

Main Cast : Kim Min Ah , Jung Yong

Sub cast : Eun Gi, others

Genre : Romance

 

Miannnn, kalau cerita ini seperti curhatan. Memang adannya begitu, sedikit pengalaman pribadi yang dimodifikasi.kkkkk…XD (curhat mode on) lupakan!!

 

Apapun itu, ini Cuma cerita.hehe

***Happy Reading.🙂

 

 

“Ketika kau mulai menyukai seseorang, maka kau akan merasa besar rasa.

Kau akan merasa setiap tingkahmu diperhatikan olehnya dan kau merasa seakan mendapat feedback darinya. Atau kau akan berbuat apa saja untuk mencuri perhatiannya, termasuk seakan acuh padanya”

 

###**###

“Perasaan ini apa namanya? ku takut tuk menyebut namanya bukan karna kutakut salah tetapi kutakut benar apa yg kurasa”. Aku memang pengecut yg tak biasa biarkan diriku terluka,aku terlalu takut bila cinta mengalahkanku” Begitulah aku ,aku terlalu takut jika perasaan yangg kurasa ini benar cinta, kutakut salah jatuh cinta pada pemain cinta yang akhirnya menuaikan suara kecewa dihati tunggalku.

 

Tapi aku tak bisa dustai hati dan tak bisa kupungkiri, akal sehatku berhenti kala menatap indah matanya hingga melumpuhkan jiwa, dia mencuri perhatian dan sayangku. Semua ini berawal ketika kesalahan caraku memandangnya. Saat pandangan kami bertemu,sejak itu ada yang aneh dipalung jiwa ini. Aku mulai sering memperhatikannya, senyumnya, gayanya, cara bicaranya Aku menyukai setiap caranya.

 

2010, awal kami bertemu saat masa orientasi, ia bernyanyi dihadapan semua orang dengan percaya dirinya, ia menyanyikan lagu Lies milik BigBang dengan petikan gitarnya yang lihai, yaa kurasa dia cukup berbakat, apalagi dengan suara merdunya itu. Dan saat ia menyanyikan bait pada reff lagu itu, ia menatap kearahku atau kebelakang orang yang dibelakangku, yang jelas pandanganku dan dia bertemu, ada yang bergetar di lubuk hatiku, seperti terkena electric shock. Tapi kami tak pernah satu kelas, jadi aku hanya menyukainya dalam diam. Namun sekarang kami sudah di kelas XII, kesempatan itu tiba aku satu kelas dengan namja itu, Jung Yong Hwa.

##|##

“Hii, kekantin yuuk?”ajak sahabatku saat istirahat sekolah.

“Tidak, aku masih kenyang”

“Ohh yasudah, kami tinggal yaa”sahut sahabatku yang lain kemudian meninggalkanku tanpa sempat ku menjawab. Kini,tinggallah aku sendirian dikelas karna murid-murid yang lain juga telah keluar kelas. Kemudian aku keluar kelas sembari membawa sebuah novel dan duduk dibangku panjang didepan kelas, lalu mulai membaca novel yang kubawa.

 

“Sendirian saja,yang lain kemana?”sapa seseorg dengan suara rada ngebass dan duduk disampingku, ketika aku baru mulai membaca. Yaa, aku tahu itu suara Yong Hwa, yang tidak lain adalah orang yang kusuka secara diam-diam selama ini.

“Kantin..”jawabku cuek tanpa menatapnya.

“Baca apa?”tanyanya lagi.

“Novel”lagi-lagi aku menjawabnya dengan singkat.

“Ohh, ehh..aku tinggal juga yaa”ucapnya kemudian berlalu dan sempat memberikanku sebuah senyum manis. Sebuah senyum yang kusuka darinya namun tak ku balas.

Ohh,Tuhan! wajarkah sikapku padanya??? bukan inginku begitu. Hanya saja lidahku kelu untuk menjawab lebih panjang pertanyaanya dan bibirku kaku ketika akan membalas senyumnya. Aku tak bisa bersikap biasa dihadapannya.

 

###**###

 

Hari berikutnya aku mencoba untuk tetap bersikap biasa padanya, tapi tak bisa. Aku selalu pura-pura acuh didepannya, padahal diam-diam aku perhatian padanya. Sampai aroma parfumnya pun aku mengenalnya.

“Ehh,kemana nie ntar kalau lulus?”tanya temanku pada Yong Hwa saat ia berada didekat tempat duduk kami.

“Mungkin kedokteran”jawabnya singkat namun dengan tatapan tajam kearahku, aku tak mengerti apa maksudnya itu.

 

Akh,sial.Mengapa pandanganku lagi-lagi bertemu. Aku membenci ini, aku membenci caranya yang telah menawan hatiku. Aku melemparkan pandangan keluar jendela,menghindari tatapan matanya yang telah membidikkan panah asmara kejantung hatiku.

 

“Kalau kamu Kim, udah punya planning?”tanyanya mengagetkanku.

“Sama,aku ingin masuk kedokteran”sahutku datar.

“Sama apa nyamain?”godanya.

“Hah, enak aja aku nyamain.Gak deh”jawabku seraya menggidikkan bahu. Memang, dari dulu aku bercita-cita menjadi dokter, sama sekali tidak mngikutinya. Aku senang mendengar jawabannya yang sama denganku, membayangkan kami akan sama-sama mengenekan jubah putih, sungguh menyenangkan!!!

Dan baru kali ini dia mengajakku bercanda, menyenangkan!!

“Haha..yaudah yaa, aku mau kumpul ma temen-temen yang lain”sahutnya sembari terkekeh,lalu berlalu.

Kemudian cewek-cewek dikelasku mengerubunginya dan bercanda dengan nya.

 

Wajar saja dia disukai banyak orang.

Memiliki kulit putih terawat tak seperti cowok-cowok lain, memiliki mata sipit namun dengan tatapan yang setajam elang, hidung yang mancung dan tubuh yang kekar. Terlebih dia pandai dan tajir.

“Yaa Tuhan, ku mohon akhirilah rasa ini. Aku tak ingin selalu memendamnya. Sakit!!!”gumamku dihati.

 

***

“Kim, udah dengar gosip terbaru gak??” sambut sahabatku setelah aku sampai dikelas.

Ani, wae?”tanyaku bingung.

“Yong Hwa pindah ke Eropa, ikut orang tuanya, tak ada orang yang paling keren lagi deh di sekolah kita”sahut Eun Gi lemas.

“Jdddrrrrrrrrrrrrrrr” seperti sebuah petir mengenai hatiku, atau mungkin sebuah bom atom telah meledak dihatiku mendengar pernyataan Eun Gi. Maldo Andwae, mengapa ia melakukan ini padaku, ia pergi begitu saja?? Memang, tak ada yang perlu ia jelaskan padaku karna kami bukan apa-apa bahkan untuk komunikasi saja kami jarang, bagaimana bisa aku menyangka ia juga menyukaiku??

“Ohh, bagus dong! jadi dia tidak terpisah dengan kedua orang tuanya”jawabku biasa.

padahal didalam jiwaku seperti ada yang melayang.

 

Yaa, kepergiannya membuat ruang kosong dihatiku.

Membuat teka teki tentangnya.

Aku tak bisa menebak atau membaca tentangnya.

Tentagnya yang selalu membuatku bertanya.

Dia misteri yang mainkan rasaku.

Tak mengerti arti dari tatapannya, senyumannya dan sapaannya padaku.

Atau memang caranya begitu pada setiap wanita???

Dadaku terasa sesak dengan semua pertanyaan tentangnya.

 

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api ,yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Mungkin seperti itulah aku, tanpa ku tahu bagaimana hatinya. Dan tanpa ia tahu isi hatiku.

Andaikan aku terlahir sebagai anak indigo tentu akan mudah bagiku membaca pikirannya namun aku hanya manusia awam yang tak bisa mengertikan setiap caranya menangkap hatiku.

END.

 

Apa pendapat kalian ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s