//Baby Comeback to Me// (Part 2)

 

BCTM2

//BABY COMEBACK TO ME//PART 2

TITLE : BABY COMEBACK TO ME
LENGTH : Short Story
RATING : PG15
GENRE : Romance, Family
AUTHOR : @Miiawmiiuw93
CAST :
•Lee Minho
•Yoon Eunhye
•Jung Somin
•Jo Insung
•Park Yoochun (cameo)
•Other

Disclaimer : Semua karakter di atas adalah milik Tuhan, orang tua, agensi masing-masing dan para fans. FF ini murni dari imajinasi saya.

Notes : Ini adalah FF pertamaku, ada sedikit petikan lagu OSTnya Winter Sonata, My Memory-Ryu Siwon tapi ini bukan songfic. Happy reading, don’t forget comment, sorry for typo, gaje, lebay, ngga banget and sorry jika ceritanya kurang menarik dan membosankan^^HAPPY READING~

My memory…
At that moment I remembered it all, you’re far away. I can’t wait for these words of love to be said. I really was blame. Will I ever get to meet you again? I still love you and now I’ll confess that to you. I wanna love you forever, be with me forever… For a long time you’ve been in my heart. Much time passes and still you’re far away but I will stay alive.

Jung Somin POV

Aku lari terbirit-birit meninggalkan kamar itu, kurasakan bahwa namja tadi benar-benar marah atas apa yang telah aku lakukan padanya. “Bagaimana bisa dia mencoba berbuat kurang ajar padaku?”
“Ha…ha…hahahaha!” Aku tertawa membahana menutupi rasa maluku.
Kuatur nafasku yang ngos-ngosan , bagaimanapun jantungku masih berdebar kencang. Cepat-cepat aku mengambil segelas air putih dari dispenser kemudian meneguknya sampai habis, saat ini aku berada di loker pekerja.
“Apa lelaki kurang ajar itu akan memperpanjang masalah ini? Dia akan mempermalukan dirinya sendiri jika sampai mengadukan perbuatanku pada pihak hotel!”, “Masih ada 2 kamar lagi yag belum aku bersihkan, semua ini gara-gara lelaki mesum itu!” gerutuku.
Saat aku beranjak tiba-tiba Nari datang menoyor kepalaku.
“Yaa paboya! Deo michiseyo? Apa kau sudah bosan hidup?”, “Nari-ya waeyo?” Seribu tanda tanya muncul di kepalaku begitu Nari datang dan ngomel-ngomel padaku.
“Ikutlah denganku dan temui Lee Bokman! Kemudian bersiaplah, dia akan mengirimmu ke lembah kesengsaraan!” jelasnya.
Aku menarik tangan Nari saat dia akan pergi, “Yaa, apa ada masalah?” aku paling malas berurusan dengan orang bawel itu.
“Kaulah sumber masalahnya!”
##########

Sepanjang perjalanan Nari hanya diam saja, dia terlihat cemas. “Yaa Nari-ya, bicaralah! Kau sedang tidak berjalan sendirian, jangan membuatku penasaran!”
“Masuklah dan aku akan menggantikan tugasmu kali ini!” Nari mendorong tubuhku mendekat ke kamar itu.

Terlihat 2 orang security berdiri menjaga di sana.
“Jadi lelaki kurang ajar itu ingin memperpanjang masalah ini, baiklah aku tidak akan berbelas kasihan kali ini! Aku adalah korban dan aku tidak akan menutupi semuanya! FiGHTING!!” aku mengepalkan kedua tanganku.

Saat aku memasuki kamar tersebut sepasang mata menyelidik tajam menatapku, aku bergidik melihatnya.

Author POV

Kamar 102, 7.45 a.m KST

“Dokter, apa suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit?” Minho sengaja bertanya begitu mengetahui kedatangan yeoja itu.
“Saya sudah menyuntikan antibiotic untuk mencegah kuman masuk dan luka ini sudah dibalut dengan baik. Silahkan mengganti perban sebanyak 3 kali sehari”,“Ne, kapan luka ini akan sembuh? Apa tidak akan menyebabkan bekas?” Minho melirik ke arah Somin.
“Kemungkinan dalam seminggu. Untuk bekas saya rasa tidak perlu dikhawatirkan, walaupun ianya tidak sampai mengenai tulang. Tapi ini juga tidak termasuk luka ringan mengingat lukanya begitu dalam. Jika dalam 3 hari luka ini tidak kunjung membaik, silahkan hubungi saya,” jelas dokter Kim memberikan kartu nama. “Jangan rupa menebus resep, jika tidak ada pertanyaan saya permisi dulu, palli hwebok haseyo.”, “Ne, gamsahamnida”

“Jeongmal joesonghamnida Minho-ssi, kami benar-benar tidak menyangka bahwa kejadian seperti ini akan menimpa anda.” Lee Bokman angkat bicara sambil memberi kode pada Somin untuk mendekat, “cepat minta maaf!” bisiknya. “Kenapa aku harus minta maaf?” Somin membalas tanpa suara.
“Jeongmal joesonghamnida Minho-ssi, pihak hotel akan menanggung semua biaya perawatan sampai tuan sembuh.” Bokman membungkuk dan matanya melotot seakan melompat keluar memberi isyarat sekali lagi pada Somin yang tidak kunjung mengeluarkan bahkan sepatah kata.
“Bokman-ssi, bagaimana bisa anda menyuruhku minta maaf pada lelaki kurang ajar itu?” celetuk Somin membuat Minho dan menagernya menganga.

Lee Minho POV

Gadis di depanku ini benar-benar keras kepala dan hilang kewarasan, dia masih kekeuh dengan pendapat bahwa dia tidak bersalah. Luka gigitan ini tidak sebepa sakit asalkan bisa membuatku bertemu dengan ‘wanita’ itu.

(((((Flashback)))))

“Kau harus menolongku! Anggap saja ini untuk menebus kesalahanmu karena sudah menerobos masuk kamar mandiku.” Tapi sebelumnya aku ingin menolongmu…
BYURRRRRRRRRR!!! AAAA…ARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH!! “NAAAGAAAAAAA! Ya, yeoja michiseyo!! NAGAAAAAAAAAAA!”
Sebetulnya aku bukan tipe lelaki yang suka berbuat kasar tertawa pada seorang wanita, tapi kai ini aku terpaksa melakukannya. Aku berusaha mendorong gadis di hadapanku, dia mengigit tanganku tepatnya di bagian celah antara ibu jari dengan jari telunjukku dengan kuat.
Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh gadis ini, tidak hanya itu bahkan sebelumnya dia sudah mengguyurku dengan segelas orange juice dari trolli sarapan pagiku.
=====Flashback End=====

Author POV

“Siapa yang kau maksud lelaki kurang ajar Somin-ssi?” Bokman heran mendengar penuturan Somin yang menurutnya mengada-ngada itu.
“Dia! Lelaki itu mencoba memegang daerah sensitiveku!” tangannya menunjuk Minho yang sedang berbaring di ranjang. “Bagian sensitive?” Bokman mengerutkan alisnya, “Daerah mana yang kau maksudkan?”
“Yaa aggashi! Jadi kau berfikir bahwa aku sengaja ingin memegang buah dadamu?” Minho terlonjak dari tempat tidur mendengar penuduhan atas dirinya. “Jika tidak, kenapa tangan anda mengarah ke bagian ini?”
Minho berjalan mendekat ke arah Somin, gadis itu mundur beberapa langkah saat mengetahui pergerakan Minho. Dan dengan sigap ia meraih tangan Minho yang sekali lagi mengarah ke dadanya dan memutarnya ke belakang.
“Aaaaaaaauwwwwwww, aaaaa…aaaaauwwwwww!”
“Apalagi yang akan kau lakukan!”
Bokman dan Kim Ahjung berusaha menghentikan kelakuan Somin.
“Yaa, deo michiseyo!! Apa kau akan coba mematahkan tanganku setelah tidak berhasil menggigitnya!” bentak Minho membuat Somin ciut seketika. “Dengar baik-baik aggashi! Dari awal aku sama sekali tidak berniat apalagi berusaha melakukan pelecehan seksual seperti dugaanmu! Aku hanya ingin memberitahu, bahwa…
Minho menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan kata-katanya, “Aku ingin memberitahumu bahwa papan namamu JUNG SOMIN| Housekeeper Team, terbalik cara pemakaiannya! Bagaimana bisa kau tidak menyadari dan meneliti penampilanmu sebelum bekerja?”
Somin serasa terkena ledakan bom atom saking malunya, Bokman sang manager dan Ahjung sang ketua pengurus housekeeping tertawa mendengar penjelasan Minho kemudian meneliti penampilan Somin dari ujung rambut sampai ujung kaki.
***

“Jika sudah menyadari kesalahannya berundur dan uruslah, panggilkan General Manager hotel kemari!”, “Joesonghamnida Minho-ssi, anda bisa menyampaikan keinginan anda kepada saya selaku manager di sini.” rayu Bokman.
“Anda hanya manager bukan GM di sini, apa kau selalu menolak permintaan tamumu? Aku belum melupakan kejadian ini dan aku tidak akan berdamai jika kau yang menguruskannya! Apa kau siap berhadapan denganku di pengadilan, hotel ini akan mengalami kerugian jika aku melakukan tuntutan!” tantang Minho.
“Joesonghamnida Minho-…
“Eottokhe? Hanya karena kebodohan seorang pekerja nama baik hotel ini akan tercemar, pertemukan aku dengan kwajangnimmu, aku akan mempertimbangkannya dan satu lagi yang harus anda ketahui, aku bukanlah seorang penyabar untuk masalah seperti ini!” tambahnya.

Jung Somin POV

Aku menyadari kebodohanku saat mengatakan ‘daerah sensitive’, orang yang mendengarnya akan berfikir negative dan menilaiku begitu bernafsu. Dan satu lagi kebodohan besar yang aku lakukan adalah bekerja tanpa meneliti penampilanku terlebih dahulu bahkan aku menjadi bahan tertawaan tamu dan atasanku . Aku juga tidak memberi kesempatan bicara pada orang yang tadinya berniat mengingatkan keteledornku.
Setelah menggingit tangan kanannya, aku bahkan mencoba mematahkan tangan kirinya dan mengatakan dengan lantang bahwa dia ‘seorang lelaki kurang ajar’, sungguh keterlaluan. Parahnya dia mengancam Bokman-ssi untuk membawa masalah ini ke pengadilan jika dia tidak dipertemukan dengan kwajangnim. Itu berarti kematian akan lebih cepat menghampiriku.
Aku pergi meninggalkan kamar itu setelah Ahjung-ssi mempersilahkanku, tatapan Bokman-ssi yang seakan-akan ingin mengulitiku hidup-hidup mengiringi kepergianku.
##########

Aku berjalan lesu menuju lokerku, keadaan di sini masih sepi karena rekan-rekanku akan siap melakukan pekerjaannya pada pukul 9 a.m, masih ada 5 menit. Seketika air mataku tercucur deras tak terbendung sehingga menyebabkan maskara yang kupakai luber kemana-mana. Wajah manisku hilang disapu oleh kemuraman!
“Eonnie, huuuaaaaaaaaaaaaaaaaa! Hiksss…hikksss! sruuuupppppppppppp!” Aku menyadari kedatangan orang lain.
“Haa…haa…haaa…haahaahaahaa! Gadis bodoh, lihat mukamu! Haahaahaahaa!” Gina eonnie tertawa terbahak-bahak melihatku. “Eonnieeeeee! Huaaaaaaaa…huaaaaaaaaaaa!” aku semakin menaikkan suaraku.
BLUUPPPPPPPPP, dia membekap mulutku.

Yoon Eunhye POV

Pusat lalu lintas Gangnam, 8.40 a.m.

Tiiinnn…tiiinnnn…tiinnnn…tinnnnnnnn…
Bunyi klakson bersahut-sahutan di pusat lalu lintas jalan raya Gangnam, memekakkan telinga setiap pendengarnya. Aku melirik jam tanganku di atas kemudi 8.40 a.m, hari ini aku begitu terlambat karena harus mengantar ‘Little Hyemin’ terlebih dahulu ke daerah Apgujeong. Apartmentku berada di daerah Cheongdamdong dan aku bekerja di daerah Seongnamdong, inilah rute yang wajib aku lewati setiap hari Senin-Rabu.

What’s your name? What’s what’s your name?
Lalalalalala, Ireumi mwoyeyo? Mwo mwoyeyo?
Lalalalalala, What’s your name? What’s what’s your name?
Lalalalalala, Mwoyeyo? Mwoyeyo? Ireumi mwoyeyo?

Aku menggerayangi tas di jok sebelahku mencari sumber suara tersebut. “Yeobseo?” jawabku ketika menemukan I-Phone5ku.
“Mianhae, aku terlambat hari ini. Wae? Aku akan mengurusnya, gidariseyo!”

Author POV

Eunhye menghela nafas panjang setelah menerima panggilan itu. “Kenapa pagi ini begitu kacau!” gumamnya.
30 menit kemudian Eunhye sampai setelah berhasil menembus kemacetan. Seorang lelaki sudah menunggu untuk menyambut kedatangannya, “Anda begitu terlambat sehingga masalah bisa terjadi kwajangnim!”, “Gomawo, karena sudah mengingatkanku! Oo iya, tuan tidak perlu repot-repot menjemput kedatanganku. Aku akan lebih senang jika kau melakukannya rutin setiap hari!” telak Eunhye.

“Chakkaman Bokman-ssi! Apa masalah begitu besar sehingga kau menelepon dan memerlukan bantuanku?”, “Aku akan naik sebentar lagi!” kemudian meninggalkan lelaki itu.
“Aku tidak akan membiarkanmu terus-terusan memandang rendah padaku!”
###########

Minho bahkan tidak berkedip ketika melihat sosok yang berjalan masuk itu semakin dekat, kemudian terlihat Bokman-ssi berjalan mengiring di belakangnya.
“Minho-ssi, perkenalkan ini kwajangnim hotel ini.” Bokman memecahkan ketenggangan. Minho berjalan mendekat ke arah ‘wanita’ yang disebut kwajangnim itu.
“Bangapseumnida kwajangnim,” Minho menggulurkan tangannya tetapi tidak ada sambutan.
“Kwajangnim…kwajangnim?” Ahjung berbisik setengah menyadarkan kwajangnimnya.
“Eottokhe, apa anda sudah merubah keputusan setelah bertemu denganku Minho-ssi?” Eunhye menatap tajam manik mata Minho. “Bisakah kalian meninggalkan kami berdua?” hanya perkataan itu yang keluar dari mulut Minho.
“Waeyo Minho-ssi? Mereka tidak sepatutnya keluar, bukankah anda akan menyampaikan kabar gembira? Mereka tentunya akan sangat gembira jika mendengarnya langsung.”
“Apa itu yang kau mau kwajangnim?”
“Tentu saja, apa kau senang setelah bertemu denganku? Bagaimana jika kita menganggap masalah ini sudah selesai? Anda akan untung, karena kami akan menanggung semua biaya pengobatan dan menganti rugi. Ettokhe? Bukankah ini tawaran yang bagus?” Eunhye masih memberikan tatapan tajamnya.

“Bagaimana bisa pekerjaku menggigit tanganmu, hanya karena anda ingin memberitahu bahwa papan namanya terbalik! Apa itu masuk akal? Bukankah anda bisa mengatakannya saja tanpa mempunyai maksud untuk memegang bagian dadanya? Itu akan jadi lebih mudah!” kata-kata pedas itu meluncur begitu bebas.
“Geumanhae Eunhye-ssi!
“Silahkan jika anda ingin membawa masalah ini ke jalur hukum, tapi bersiaplah menanggung malu!”
“Geumanhae! Jebal geumanhae!”
“Aaa, aku ingat bahwa selama ini anda tidak tinggal di Korea, jadi aku bisa memahami bagaimana bebasnya kehidupan seks di lingkungan orang sana.”

CUUPPPPPPPPPPP, sebuah ciuman mendarat menutup bibir Eunhye…

TBC…
Jangan lupa tinggalkan jejak^^

4 thoughts on “//Baby Comeback to Me// (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s