FLOWER SHOP (FICLET)

 

Flowershop

title: Flower shop

 

author: ` suci `

 

cast:

 

Lee Eunhye

 

Park Yoochun

 

……****…….

 

sebelumnya FF ini pernah di publish dengan cast yang berbeda, hati hati typo bertebaran dimana mana. kritik dan saran sangat dibutuh kan😉

 

 

***

 

 

YOOCHUN  POV

 

At Flower Shop, 08.10 am

 

“Joheun Achim, Eunhye-ah !” Sapaku pada pemilik toko bunga ini.

 

“Joheun Achim! Kau mau membantuku lagi?” Tanya Eunhye.

 

Ya, aku akan membantu melayani setiap pembeli bunga disini. Eunhye adalah gadis cantik yang rajin. Aku sudah lama menyukainya, tapi entah kenapa sangat sulit untuk menyatakan perasaan ini padanya.

 

“Tentu saja. Aku akan membantumu dengan senang hati tuan putri.” Jawabku.

 

Eunhye tertawa sambil memukul pelan lenganku.

 

***

 

At Flower Shop, 08.00 pm

 

Tak terasa sudah seharian aku bekerja disini. Tapi eunhye, kenapa dia terlihat murung?

 

“Wae Eunhye-ah?” Tanyaku.

 

“Aniya, hanya saja.. Aku.. Hiks!” Dia menangis.

 

“Wae geurae? Cerita padaku!” Pintaku.

 

“Ah, ani. Aku harus pulang Yoochun-ah. Permisi.” Pamitnya.

 

Ada apa sebenarnya?

 

***

 

07.30 am

 

Pagi-pagi sekali aku bersiap untuk pergi ke toko bunga milik Eunhye. Semoga semua baik-baik saja.

 

Tapi ternyata, toko Eunhye belum buka. Baiklah, aku akan menunggu di kursi depan toko.

 

30 menit

 

1 jam

 

2 jam

 

3 jam

 

Sekarang sudah pukul 10, tapi Eunhye belum membuka tokonya. Atau aku mampir ke rumahnya saja? Ah, tidak! Aku kan tidak tau rumahnya dimana! Yoochun babo!!

 

***

 

Sudah dua hari aku tidak melihat Eunhye. Dia belum membuka tokonya. Terakhir kali kulihat dia sedang menangis. Tapi dia menangisi apa?

 

Aku keluar rumah dan berjalan-jalan di sekitar sungai Han. Hei, tunggu! Itu adalah Eunhye! Gadis yang sedang duduk di tangga itu Eunhye!

 

“Eunhye-ah!” Panggilku.

 

Dia menoleh. Aku menghampirinya.

 

“Yoochun?” Kagetnya.

 

“Kau kenapa? Sudah dua hari kau menutup toko. Dan ini hari ketiga. Kau ada masalah?” Tanyaku.

 

“Ne. Eommaku baru saja meninggal. Waktu malam itu aku menangis karna aku khawatir terhadap Eommaku yang sakit-sakitan. Dan sekarang beliau sudah tiada.” Tangis Eunhye kembali pecah.

 

Aku memeluknya dan mengelus rambutnya.

 

“Sabarlah. Aku akan ada di sisimu.” Hiburku.

 

“Gomawo Yoochun-ah. Kau sahabat terbaikku.” Balasnya.

 

“Sahabat?!” Aku mengerucutkan bibirku.

 

“Ne. Wae? Kau mau menjadi Appaku eoh?” Canda Eunhye.

 

“Aku mau menjadi namjachingumu.” Ucapku.

 

“Ahahahahah…!” Eunhye malah tertawa.

 

“Eunhye-ah! Aku serius. Saranghaeyo.” Kataku akhirnya.

 

Eunhye menatapku dengan tatapan tak percaya. Kemudian dia mengangguk.

 

“Nado saranghaeyo oppa.” Balasnya.

 

The End ~

Pict by: Young Ra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s