I love you My neighbors (Part 6)

ILUMN6

Part 6
Judul : I love you My neighbors

Cats :
Cho Kyuhyun
Song Hye Sun

Author : Oira Sie Twing Twing


Disclaimer :

Annyoeng haseyooooo……..
Jumpa lagi dengan epep GAJE buatan saya…
Epep ini terispirasi dari sebuah novel jadi harap dimaklumi kalo ada kata” yg hampir sama namun. Meskipun begitu yg lain adlah hasil pemikiran saya jadi Meskipun nich epep tak layak untuk dibaca tapi ini murni hasil kerjakeras otak saya…

Tanpa banyak cap cip cup kembang kuncup lagi..

Hapyyy reaadiiinggggg.

“sekarang kita mau kemana kyu.?” Tanya hye sun setelah mereka keluar dari restoran. Kyu tak menjawab pertannyaan hye sun. Ia langsung menarik lengan hye sun untuk kesuatu tempat. Hye sun yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam menatap sikap kyu dan mengikuti keman kyu akan membawanya pergi. Kyu yang seolah bisa membaca fikiran hye sun pun segera memberi tahuanya. “sudahlah kau ikut saja nanti kau juga akan tau sendiri.” Kata kyu yang masih menggenggam tangan hye sun.

Next part

Author pov

Diliriknya kyu yang saat ini tengah berdiri di samping hye sun. Setelah cukup lama berdiri didepan restoran hye sun memberanikan diri untuk bertanya padanya. “sekarang kita mau kemana kyu-ssi.?” Sambil dilirik sekilas wajah kyu. Nampaknya ia sedang berfikir. Entah apa yang difikirkannya saat ini. Hye sun pun hanya bisa diam menunggu jawaban kyu.

Betapa terkejutnya hye sun saat mendapati sebuah tangan yang tengah melingkar indah dipergelangan tangannya. Pemilik tangan yang tak lain dan tak bukan adalah cho kyuhyun namja yang sedang bersamanya saat ini. Hye sun hanya tersenyum melihatnya. Tak lama setelah itu kyu menarik hye sun untuk ikut bersamanya.

Hye sun hanya diam mengikuti kemana kyu akan membawanya pergi. Saat ini banyak sekali pertanyaan yang berlalu lalang di benak hye sun. Sebelum akhirnya kyu angkat bicara. “sudahlah kau ikut saja nanti kau juga akan tau sendiri” kata kyu yang seolah-olah bisa membaca fikiran hye sun.

Setelah perjalanan yang bisa dibilang lumayan. Akhirnya mereka pun sampai di sebuah tempat bermain. Di tatapnya sekilas wajah kyu namun disaat yang bersamaan kyu juga menatapnya. Kyu hanya mengangguk dan menarik lengan hye sun untuk masuk kedalam.

Sesampainya didalam mereka pun mencoba semua wahana satu persatu. Mulai dari yang biasa-biasa hingga yang ekstrim. Tak peduli seekstrim apa wahana itu, namun saat wahana yang terakhir yaitu roller coster terlihat perubahan wajah hye sun yang menegang.

“kajja hye sun-ssi.” Kata kyu dengan menarik lengan hye sun. Namun hye sun tak berheming dari tempatnya. “wae hye sun-ssi.?” kyu kembali bertanyak dengan nada sedikit khawatir.

“……” Tak ada jawaban dari hye sun.

“jangan bilang kau takut untuk naik itu” tebak kyu dengan menunjuk wahana roller coster.

‘sial.. kenapa dia tau apa yang sedang kufikirkan saat ini.’ Rutu hye sun dalam hati namun ia bersikap biasa saja. Agar kyu tak melihat raut wajah hye sun yang sedang ketakutan.

“mwo.. apa katamu TAKUT. Seorang SONG HYE SUN TAKUT DENGAN itu.” Katanya sombongnya dengan menekan kata TAKUT yang tak terima dengan ucapan kyu. Padahal sebenarnya ia sangat kata. “god.. help me”batinnya.

Kyuhyun pov

Semua wahana sudah aku dan hye sun coba satu persatu. Tinggal satu yang bekum ku dan hye sun coba yaitu wahana roller coster. “kajja hye sun-ssi” kataku dengan menarik lengannya. Namun dia tak bergeming sama sekali.

“wae hye sun-ssi.?” kyu kembali bertanya dengan nada sedikit khawatir

“……” Tak ada jawaban dari hye sun.

“jangan bilang kau takut untuk naik itu” tebak ku dengan menunjuk wahana roller coster bermaksud untuk memancingnya.

“mwo.. apa katamu TAKUT. Seorang SONG HYE SUN TAKUT DENGAN itu.” Katanya sombongnya dengan menekan kata TAKUT yang tak terima dengan ucapan ku.

Aku hanya terkekeh pelan saat berhasil memancingnya. ‘yes,,. Aku berhasil’ batin ku senang yang telah berhasil membuat hye sun.

sudah lama sekali aku tak mencoba wahana ini setelah 6 tahun yang lalu. Setelah kepindahanku ke jepang. “kau sudah siap hye sun-ssi.?” Tanyaku meyakinkan nya saat kami akan meluncur. Namun tak ada jawaban darinya ku putuskan untuk menengok kebelakang saat ku melihatnya ia hanya mengangguk.

Hana

Dul

Set

“aaaaaaaaaaaaaaaa…” teriak ku yang cukup keras saat roller coster yang kami naiki meluncur dengan gesitnya. Namun deg deg.. jantung ku berdetak lebih cepat seolah ingin lompat keluar dari sarangnya. Namun itu bukan berarti ia takut melainkan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dari belakang seolah-olah tak ingin melepaskannya.

Entah mengapa tanpa aku sadari terukir seulas senyum tersungging dibibirku. Sekali lagi ku lirik tangan mungil itu dan meraihnya untuk merapatkan pelukannya.

“yuuuuhuuuuuuuuuuuuuu…” teriakku sambil kurentangkan kedua tangan ku ke udara untuk menikmati sensasi yang ekstrim ini.

Kyuhyun pov end

Hye sun pov

Rasanya tubuhku bergetar dan debaran jantungku yang tak karuan saat aku sudah diatas rolller coster yang sudah siap untuk meluncur bak pesawat yang hendak lepas landas.

“Aaaaaaaaaa…” terdengar suara teriakan kyu yang membahana yang juga diikuti dengan meluncurnya roller coster. Saat ini aku benar-benar ketakutan sampai aku tak sadar bahwa kini aku tengah memeluk kyu dengan kencang. Tak ku pedulikan tanggapan kyu tentang diriku. Karena yang ku butuhkan saat ini adalah pegangan yang erat agar aku tak jatuh. Tak berapa lama ku rasakan sebuah tangan menarik tanganku untuk mempererat pelukanku.

Selama wahana ini masih meluncur dengan kencangnya tak sekali pun ku buka mataku. Jantungku berdetak tak karuan menahan rasa takut yang teramat sangat.

Ku rasakan Semua berhenti bergerak. Sampai ku putuskan untuk membuka mataku secara perlahan-lahan dan benar saja kini semuanya sudah berakhir. Betapa leganya aku saat ini. “akhirnya selesai.” Samar-samar kudengar suara kyu yang seolah-olah ingin meyakinkan ku. “eoh sudah selesai ya.” Tanyaku sekali lagi untuk meyakinkan diriku sendiri. ‘fiuhhhh… Akhirnya aku bisa bernafas lega’ batinku.

Kurasakan ada sepasang mata yang kini telah menatapku. Ku dongakkan kepala ku pada sosok yang menatapku. “wae.?” Tanyaku sinis, namun tak ada jawaban. Kyu hanya menatap tanganku. Aku pun ikut beralih menatap tanganku. Dengan cepat ku hempaskan tanganku yang masih memegang pinggangnya.

“mianhae.” Kata ku dengan wajah yang masih merunduk karena malu. Aiss pasti wajahku sudah seperti kepiting rebus saat ini. Dasar hye sun pabo..pabo.. rutu ku kesal melihat sikap bodohku. Saat ini badan ku masih bergetar meskipun tak sedahsyat tadi.

“hye sun-ssi wae.?” Terdengar suara kyu yang khawatir. Namun tak ku hiraukan perkataan kyu.

Kurasakan ada sebuah tangan yang menggenggam jari-jariku. “eoh.. tanganmu dingin sekali hye sun-ssi” tanya kyu dengan meraba jariku yang masih membeku. “sepertinya kau sangat ketakutan hingga tangan mu membeku seperti gumpalan es.” Sepertinya kyu begitu menghawatirknku.

“gwenchana kyu.” Ku coba untuk meyakinkan kyu.

“jinjja.” Nampaknya ia tak percaya dengan ucapanku. Ku anggukkan kepalaku untuk meyakinkannya sekali lagi.

“eoh..kajja,” katanya dengan menarikku.

“kita mau kemana lagi kyu.?” Tanyaku lirih.

“sudah ikut saja.” Katanya yang terus menarikku . sampai langkah kami terhenti tepat didepan kotak yang lumayan besar dan terdapat bermacam-macam boneka dengan warna yang beraneka ragam. “apa kau mau mencobanya.?” Tawarnya pada ku dengan menyodorkan beberapa koin. Kuraih koin itu dan kumasukkan kedalam lubang kecil dan kumulai memilih boneka-boneka dengan menggunakan sebuah alat untuk mengambilnya. Kugrakkan ke kanan dan kekiri dngan sangat hati-hati supaya bonekanya tidak jatuh. Namun saat akan ku angkat boneka itu tiba-tiba boneka itu jatuh kebawah.

“aissss” desisku kesal saat kudapati tak berhasil mengangkat boneka itu. Aku pun tak menyerah kucoba sekalilagi untuk melakukan hal yang sama namun kali ini lebih berhati-hati. Namun hasilnya masih sama. Dan kali ini adalah koin terakhir aq tak yakin bisa melakukannya kali ini. Kulirik kyu yang tengah berdiri disampingku. “ini adalah koin terakhir kyu.” Kataku yang bermaksud memberikan koin pada kyu. Nampaknya ia masih tak mengerti dengan maksud ku. Kutarik alis ku keatas sambil kusodorkan koin padanya.

“cobalah” kataku singkat. Kulihat kyu meraih koin dari tanganku dan memasukkannya kedalam lubang kecil dengan mantapnya. Ia pun memulai aksinya.

“awas kyu pelan-pelan,, hati-hati jangan terburu-buru nanti bisa jatuh. Sedikit lagi kyu” kataku heboh dengan ekspresi yang bisa dibilang lebay.

“yeeeeeeee…” teriakku kegirangan saat kyu berhasil mendapatkan boneka. “kau berhasil kyu.” Kataku dengan loncat-loncat seperti anak kecil. Kulihat kyu pun tak kalah hebohnya denganku ia juga ikut loncat-loncat tanpa kami sadari kami berpelukan karena sangking senangnya.

Hye sun pov end

Author pov

Mereka begitu menikmati kebersamaan yang terjalin saat ini. Sepertinya mereka sangat nyaman satu sama lain.

Malam ini cuaca kota seoul tampak begitu suram. Malam yang terlihat gelap dari malam-malam sebelumnya tanpa adanya sinar bulan dan taburan bintang yang menghiasinya. Itu pertanda akan turun hujan malam ini.

Kyu dan hye sun pun mempercepat langkah kakinya. “kajja kyu ssebelum turun hujan.” Tutur hye sun saat merasakan ada secarcik air yang menetes dari atas langit yang berhasil mengenai rambut indahnya.

“ne” kata kyu singkat dengan menambah volume kecepatan melangkahnya dan di ikuti juga oleh hye sun dari belakang. Namun semakin lama butiran itu makin banyak yang terjatuh dan membuat keduanya berlari agar tak kehujanan dan sampai di apartemen lebih cepat lagi. Dan kini mereka telah sampai diapartemen.

“fiuuhh. Untung kita sudah sampai.” Lega hye sun yang tak kehujanan.

“ne untung saja.” Kata kyu dengan mengelap wajahnya dengan punggung tangan akibat percikan gerimis yang mengenai wajahnya.

Mereka pun berjalan beriringan menuju apartemen atas. Tanpa ada sepatah katu pun dari mereka. Mereka sibuk mengelap beberapa anggota tubuh yang basah. Hingga terdengar suara yang membahana.

Cetarrrrrrrrrrr

TBC
Yakkkk yakkk Gimana-gima nich makin lama kok makin jelek dan GAJE kayak gini…..
Yak mohon dimaklumilah saya kan belum pernah bikin epep dan ini jg epep pertma saya…. jadi kalo jelek bikin diare, muntah-muntah…… ya mohon dimaklumilah…
Jadi demi kemajuan saya jadi sangat dibutuhkan RCL dari kalian..

One thought on “I love you My neighbors (Part 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s