//Baby Comeback to Me// (Part 1)

BCTM1

//BABY COMEBACK TO ME//PART 1

TITLE : BABY COMEBACK TO ME
LENGTH : Short Story
RATING : PG15
GENRE : Romance, Family
AUTHOR : @Miiawmiiuw93


CAST :
•Lee Minho
•Yoon Eunhye
•Jung So min
•Jo Insung
•Other

Cameo : Park YooChun

Disclaimer : Semua karakter di atas adalah milik Tuhan, orang tua, agensi masing-masing dan para fans. FF ini murni dari imajinasi saya.



Notes
:Ini adalah FF pertamaku, ada sedikit petikan lagu OSTnya Winter Sonata, My Memory-Ryu Siwon tapi ini bukan songfic. Don’t forget comment, sorry for typo, gaje, lebay, ngga banget and sorry jika ceritanya kurang menarik dan membosankan^^

 

HAPPY READING~

My memory…
At that moment I remembered it all, you’re far away. I can’t wait for these words of love to be said. I really was blame. Will I ever get to meet you again? I still love you and now I’ll confess that to you. I wanna love you forever, be with me forever… For a long time you’ve been in my heart. Much time passes and still you’re far away but I will stay alive.


Lee Minho POV

Incheon Internasional Airport, Juni 2013, 8 p.m KST.

Hiruk-pikuk keramaian suasana bandara kembali kurasakan setelah 3 bulan aku tidak melalukan perjalanan bisnis karena kematian eommaku. Sekarang aku seorang yatim-piatu, appaku meninggal 8 tahun yang lalu, saat aku berusia 22 tahun dan mulai saat itu aku harus menjalankan kewajibanku sebagai pewaris perusahaan. Aku hanya mempunyai seorang ‘noona’ Lee Junkyung namanya, dia menikah atas perjodohan orang tuaku dengan relasi bisnisnya. Eommaku meninggal setelah gagal menjalankan operasi pengangkatan tumor otak, itu menjadi pukulan berat bagiku walaupun beliau telah menorehkan kekecewaan di hatiku.

WELCOME TO SEOUL, Aku tersenyum lebar saat membaca tulisan itu. Kali ini tidak ada orang special
yang menyambut kedatanganku, aku memang sudah lama tidak berhubugan dengan keluargaku di
Korea.
“Annyeonghasimikka, neun jigeum eodie gaseyo songnim?” tanya sopir taksi ramah padaku.
“Park Hyatt Seoul Hotel.” Aku sengaja memilih hotel ini, ada ‘seseorang’ yang ingin aku temui. Seoul menunjukkan perubahan yang amat sangat luar biasa, gemerlap cahaya lampu warna-warni menghiasi seluruh pelosok kota ini.
##########

Author POV

Park Hyatt Seoul Hotel, 9.30 p.m KST

Minho keluar dari taksi setelah membayar ongkos. Penerbangan selama kuranglebih 12 jam dari New York ke Seoul ternyata begitu membuatnya lelah. Setelah chek-in dan memilih Park Deluxe King Room, dia bergegas untuk naik dan beristirahat. Tetapi saat memasuki lift , ia melihat sosok yang dia kenali keluar dari lift di sebelahnya. Minho hanya terpaku di tempat, jantungnya berdebar kencang dan pikirannya sibuk menerka jawaban.
“Songnim gwaenchanayo? Kita sudah sampai.” tegur Bell Boy itu menyadarkan lamunannya. “Ne,gwaencana. Mianhae.”

Lee Minho POV

Aku berjalan menuju kamar mandi setelah melepaskan semua pakaianku. Kunyalakan shower dan aku berdiri diam di bawahnya. Pikiranku melayang kemana-mana, untuk seketika lelahku menguap hilang begitu saja.
“Siapa dia? Apakah seseorang yang selalu membayangi hidupku selama 8 tahun ini? Dan siapakah orang yang berjalan menggandengnya tadi? Mengapa aku tidak mengenalinya?” Aku meremas kasar rambut basahku. Butiran cairan yang sewarna dengan air shower meluncur bebas dari pelupuk mataku, aku menangis.

Aku keluar berbalut handuk kimono, sepertinya aku sudah terlalu lama mandi. Kubuka gorden yang menutupi kaca jendela di depanku, pemandangan di Seoul semakin indah jika dilihat dari tempat yang lebih tinggi. Kulirik jam dinding di seberang tempatku berdiri sekarang, pukul 11 p.m. Aku memakai pakaianku setelah memutuskan untuk berjalan-jalan keluar. Sesekali pekerja hotel yang bertugas shift malam mengangguk dan tersenyum melihatku.
##########

The Timber House, 11 p.m KST

Aku memasuki The Timber House dan duduk di kursi bar paling ujung, walaupun ini sudah hampir tengah malam tapi suasana di sini masih ramai.
“Oso oshipshio songnim, apa yang ingin anda pesan?” bartender beranting bintang itu menyambut ramah kedatanganku. “Tolong berikan aku segelas cocktail,” Aku pernah membaca artikel bahwa cocktail di sini sangat enak, bahkan bartendernya memenangi penghargaan. “Ne, gidariseyo,” tukasnya.

“Apa dengan begini kita akan bersama selamanya? Kau tidak punya rencana untuk meninggalkanku kan? Jangan pernah melupakan janji kita!”
Kata-kataitu terngiang kembali di telingku, entah sudah berapa gelas cocktail yang aku minum bahkan aku memesan sebotol whiskey. Kepalaku begitu sakit meskipun aku sudah biasa minum setiap kali pikiranku kacau, itu cukup menenangkanku sebentar.
##########

Author POV

KRIIIINGGGGGGGGGGGGGGG, Jung Soomin menggeliat mengerjapkan matanya. “Pluukkkkkk” Sebuah handuk mendarat mulus di wajahnya.
“Yaa yeoja pabo! Apa kau tidak ingin bekerja hari ini?!” teriak Hwang Gina membangunkan Soomin. “Palli ireona! Aku akan meninggalkanmu jika terlalu lama! Dan matikan wekermu itu!”
KLIKKKK, “Yaa eonnie, kenapa kau begitu cerewet setiap pagi?” ujar Soomin. “Aku bosan melihatmu tergesa-gesa setiap bangun pagi! JADI CEPATLAH MANDI YEOJA PABO!!” sembur Gina.

Hanya dalam waktu 30 menit Soomin sudah rapi dan siap untuk berangkat. Dia selalu memoles make up minimalis di wajah manisnya, tidak seperti eonninya yang sedikit menor itu. Jung Soomin dan Hwang Gina adalah teman sekamar yang sudah bekerja selama 3 tahun di Park Hyatt Seoul Hotel sebagai housekeeper. Soomin lebih muda 2 tahun dari Gina, mereka begitu dekat seperti kakak-beradik dan keluarga.

Membutuhkan waktu 10 menit untuk berjalan menuju hotel dari asrama pekerja, jadi mereka masih punya waktu 20 menit untuk berganti seragam. Tidak lupa dengan kebiasaannya Soomin selalu memakan sandwich tuna buatan Gina sepanjang jalan.
Setelah berganti seragam seperti biasanya mereka akan berkumpul dengan pekerja lain untuk melakukan briefing.

“PELAYANAN SEPENUH HATI KEPADA PELANGGAN ADALAH KEBANGGAAN KAMI”
semua pekerja menyorakkan motto itu sebelum bekerja.
Setiap pekerja bagian haousekeeping wajib membersihkan 4 kamar sesuai dengan daftar yang mereka terima.
##########

Jung Soomin POV

Lantai 13, 7 a.m KST

Aku dan Jang Nari keluar dari lift berpisah dengan Gina eonnie yang bertugas dilantai 15. Bagianku membersihkan kamar No. 101-104 dan Nari membersihkan kamar No. 105-108, setiap kamar mendapatkan jatah waktu 30 menit untuk dibersihkan…Setelah selesai membersihkan kamar 101, aku bergegas menuju kamar di sebelahnya.
Aku berdiri di depan pintu dan mengetuknya, “Tok Tok Tok!” tidak ada yang membuka bahkan sekedar untuk menjawab, “Tok Tok Tok! Sillyehamnida songnim/aggashi, apa ada orang di dalam?” Kunaikkan sedikit volume suaraku agar pemilik kamar ini bisa mendengarku.
“Waktunya housekeeping di pagi hari tuan/nyonya, silahkan membuka pintu!” masih tidak ada jawaban…

“Joheun achiemieyo song…” Aku tidak melanjutkan kata-kataku saat pintu terbuka karena aku memutar handle pintunya.
Perlahan tanpa suara aku mencoba masuk untuk melihat keadaan di dalam, otakku mulai parno, “Apa terjadi sesuatu pada penghuni kamar ini? Bagaimana kalau dia mati? Kenapa dia tidak mengunci pintu??”, “Aissshhhhhhhhh! Bagaimana bisa aku berfikir seperti itu, paboya!” rutukku.

JEDAAAAARRRRRRRRR,hanya ada ranjang berantakan di depanku. Aku berfikir mungkin penghuni kamar ini kesiangan dan tergesa-gesa saat keluar sehingga lupa mengunci pintu, simpulku.
Aku memasang tanda bahwa kamar ini sedang dibersihkan pada handle pintu luar. Mulai kulepas sarung bantal-guling, seprai, dan selimut untuk menukarnya dengan yang baru. Kemudian aku memvacum seluruh ruangan ini.

Tok Tok Tok! Aku menghentikan aktivitasku saat mendengar suara ketukan dan segera beranjak melihat
siapa yang datang. Kim Donghyun dari bagian restoran datang untuk mengantar sarapan pagi.
“Joheun achiemieyo Soomin-ssi.”sapanya ramah ketika melihatku. “Joheun achiemieyo Donghyun-ssi.”balasku. Aku melirik menu yang ada di balik tutup kaca itu, egg white omelet, house smoked salmon, segelas espresso dan orange juice.
“Apa kau sedang membersihkan kamar ini Soomin-ssi? Bisakah kau membantuku?”, “Waeyo Donghyun-ssi??”
“Aku sedang tergesa-gesa sekarang, ada hal yang harus aku uruskan. Apa kau bisa menyampaikan sarapan pagi ini pada tuan?” pintanya memelas. “Tentu saja Donghyun-ssi, aku akan menolongmu.”, “Jeongmalyo? Ahh, gamsahamnida Soomin-ssi.”, “Ne, cheonmaneyo.”
##########

Lee Minho POV

Sinar matahari masuk menerobos kaca jendela kamar ini, cahayanya begitu menyilaukan mataku hingga memaksaku untuk bangun. Kepalaku terasa begitu berat dan pusing, kulirik jam tangan yang bahkan tidak sempat aku lepas, pukul 6.40 a.m. Rasa mual menyelimutiku, rupanya aku terlalu banyak minum semalam. Cepat-cepat aku berdiri dan berlari ke kamar mandi.

HOOOEEKKKKSSSSSSSS! Semua isi perutku tumpah ke dalam wastafel, bau ini benar-benar sangat menjijikkan! Aku mengambil i-phone5ku kemudian menelepon untuk memesan sarapan pagi, aku selalu membutuhkan asupan kopi…

Pancuran air dari shower membasahi seluruh tubuhku, rasanya begitu menyegarkan untukku yang habis mabuk semalaman…

“Aaaaaaaaaawwwwwwwwwwww!!”
Kami berdua sama-sama berteriak. “Yaa! Nuguya? Bagaimana kau bisa masuk kesini??”, dengan kasar yeoja itu menutup pintu tanpa menjawab kebingunganku.
“Ha…Hahahahahaha!”Aku tertawa kecut mengingat keteledoranku!

(((((Flashback)))))

“Joesonghamnida songnim, kami akan tutup. Gwaenchanayo?Apa anda ingin kami antar sampai ke kamar?” suara bartender tadi membangunkanku. “Gamsahamnida, naegah gwaenchana.” tolakku dengan suara parau.
Setelah membayar, aku berjalan terhuyung-huyung meninggalkan bar. Seperti dihantam batu besar, saat ini kepalaku benar-benar sakit. Sesekali aku berhenti dan bersandar sejenak di dinding. Ketika sampai di lobi aku berpapasan dengan Bell Boy yang membawakan koperku tadi, dia menolong dan memapahku berjalan. Aku tidak bisa menolaknya kali ini, aku memang sedang membutuhkan bantuan.

“Apa kau tahu, aku benar-benar tersiksa dan menderita selama ini! Gaseumi appado, jeongmal bogoshipeo, apa kau tahu?? Mianhae, aku bersalah…” Aku berceloteh tidak karuan sepanjang jalan, pengaruh alkohol menghilangkan urat maluku. Bell Boy itu mengantarkanku sampai di depan pintu kamar sesuai permintaanku. Aku memberikan uang tip dan berterima kasih, kemudian masuk dan langsung ambruk di tempat tidur.
=====Flashback End=====

Jadi itu sebabnya mengapa yeoja itu bisa masuk kemari, baru aku ingat kalau aku tidur tanpa mengunci pintu. Keadaan tubuhku saat ini hanya terlilit selembar handuk di bagian pinggang, itu berarti aku sedang topless dengan ABSku.

Author POV

Soomin gelagapan dan salah tingkah ketika mendapati pemandangan tadi, walau tidak sampai telanjang tapi melihat namja topless secara langsung adalah pertama baginya. Selang beberapa menit namja itu keluar mengenakan handuk kimono. Minho berjalan dan duduk di tepi ranjang, “bicaralah!” … “Jeongmal joesonghamnida songnim, maaf atas atas ketidaksopananku. Aku tidak bermaksud untuk…” dia tidak melanjutkan kata-katanya karena namja itu berjalan mendekat kearahnya, pikirannya mulai berkecamuk menerka apa yang akan terjadi.
“Kenapa tidak melanjutkan kata-katamu aggashi?Mengapa harus tertunduk, bukankah kau sudah melihat semuanya aggashi?Apa kau malu?”
Minho semakin mendekati Soomin, dekat… lebih dekat … dan semakin dekat… Sehingga Soomin bisa mencium aroma tubuh namja itu. “Apa kau bisa membantuku aggashi? Sepertinya kali ini aku benar-benar membutuhkanmu, eottokhe?”
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Soomin, dia hanya semakin menunduk saat namja itu kini berada 10cm dari tempatnya berdiri. Minho lebih mendekat hingga hanya tinggal 5cm.

“Kau harus menolongku, tidak ada yang aku kenal di sini! Jadi anggap saja ini untuk menebus kesalahanmu karena sudah menerobos masuk kamar mandiku.” Tapi sebelumnya aku ingin menolongmu….

BYURRRRRRRRRR!!!AAAA…ARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH!! “NAAAGAAAAAAA! Yaa, yeoja michiseyo apa yang sedang kau lakukan!! NAGAAAAAAAAAAA!”

TBC…
*jangan lupa tinggalkan jejak^^

6 thoughts on “//Baby Comeback to Me// (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s