Can You Love Me Like A Rainbow (1 of 3)

 

CYLM1

 

Title: Can You Love Me Like A Rainbow?

 

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Kang Rail

 

 

Author: Susan Arisanti

 

Genre: Romance

 

Rate: G

 

Disclaimer: This’s Susan’s fanfiction! RCL is loved, guys. Enjoy and happy reading!

 

 

 

            Can You Love Me Like A Rainbow?

 

 

Jatuh cinta itu…, adalah saat melihatmu dari kejauhan.

 

 

 

 

 

 

 

“Masih Kyuhyun?”

Aku menengok lalu menjumpai kerlingan mata Donghae yang amat lembut namun nakal. Aku mendesis kesal saat menemuinya dan lagi-lagi, ia memergokiku yang melihat Kyuhyun.

“Bagaimana Kyuhyun bisa melihatmu jika kau hanya duduk memandangnya dari sini?” Donghae menoleh sekitar, melihat beberapa mahasiswa yang tiduran atau duduk nyaman di rumput hijau yang teduh. Ada benarnya ucapan Donghae.

“Begini saja sudah cukup,” balasku seadanya, enggan menaikkan mimpiku agar dilihat Kyuhyun. Yah, siapapun itu, pasti ingin dekat dengan Kyuhyun, begitu pun aku. Hanya saja, aku tak mau berharap lebih, takut jika harapanku terlalu tinggi dan tak kunjung tercapai, hanya sakit yang kurasakan.

“Yakin?”

Aku hanya membalasnya dengan seuntai senyuman.

***

“Hai…” sapa seseorang membuatku mengalihkan perhatian. Kudongakkan wajahku dan seorang malaikat sedang menyapaku. Wajahnya bersinar layaknya prinsip pemantulan teratur dalam fisika, mengakibatkan mataku silau.

“Boleh duduk di sini?”

Sejenak, aku hanya mampu terbengong. Masih belum percaya jika dia adalah Kyuhyun.

“Silakan—ini tempat umum,” sial! Kenapa aku jadi grogi begini. Kuhela napasku berkali-kali lalu menghembuskannya dengan tak teratur. Kulirik Kyuhyun yang tengah menikmati senja di bukit kampus. Matanya menerawang, terlihat menelanjangi senja. Ia begitu menikmati sinar kemerahan dari ufuk barat.

“Kau suka?”

Ia mengangguk. “Kadang, aku ingin menghabiskan waktu di sini dengan temanku. Tapi, mereka tak mau. Katanya tempat ini terlalu kekanakan.” Adunya lalu mengamati mega jingga.

“Bukannya kalian kompak? Terutama saat bermain basket, tim kalian sangat hebat!”

“Karena itu, aku tak mau berbuat yang merusak kekompakan kami. Contohya, saat ini, aku lebih memilih datang ke sini sendiri.”

“Begitu susah ya mencari sahabat?” Kyuhyun diam. Entah mendengarku atau menikmati cahaya jingga.

“Aku butuh mereka. Kami adalah tim dan aku tak mau merusak kekompakan kami.”

“Kamu salah. Yang terpenting dalam persahabatan itu saling memahami. Baiklah, kalian memang kompak tapi tidak untuk hati. Dalam persahabatan itu bukan seberapa sering kamu menghabiskan waktu bersama agar terlihat kompak tapi seberapa kuat ikatan kepedulian kalian.”

Kyuhyun berdiri. Apa ia tersinggung dengan ucapanku?

“Kau Rail, kan? Boleh aku meminta nomer ponselmu?” Kyuhyun menunduk dan menatapku bersahabat. Demi apapun yang bernyawa, aku seperti mimpi mendengar kalimat Kyuhyun. Darimana Kyuhyun tahu namaku? Dia juga meminta nomer ponselku. Gosh, ini nyata, kan?

Aku mengangguk dan ia menyerahkan ponselnya. Kumasukkan digit nomer ponselku kemudian mengembalikan padanya.

“Senang mengenalmu. See you…”

Tanpa bisa kukendalikan, aku tersenyum. Kupandangi punggungnya yang makin menjauh dariku.

 

 

***

 

 

 

 

“Satu rahasia tentang cinta, ia tumbuh seiring dengan kebersamaan….”

 

 

 

 

Semenjak saat itu, kami sering berhubungan via ponsel. Kami sering berkirim pesan dan saling bertukar tentang aktivitas keseharian. Uniknya, walaupun Kyuhyun jarang berbicara saat menelpon, ia selalu mendengar ceritaku. Aku suka itu. Ia tak pernah menceritakan kesehariannya namun saat aku menanyainya, ia selalu menjawab seperlunya dan jawabannya mengobati rasa penasaranku terhadap kegiatannya sehari-hari.

Kau dimana? Kita bisa bertemu? Aku tunggu di taman kota sekarang.

Kubaca SMS Kyuhyun, berjingkrak lalu buru-buru memilih pakaian. Aku sempat bingung akan mengenakan pakaian seperti apa. Cha, apa aku sudah gila sekarang? Ya! Ini hanya bertemu Kyuhyun. Sialan, aku tak bisa membohongi hatiku jika sekarang jantungku meletup bahagia.

Setelah sempat mengalami disfungsi otak, akhirnya, aku memilih sebuah dress pemberian Donghae berwarna pink soft dengan motif bunga dan girly. Ini bukan gayaku. Donghae memberiku ini saat aku ulang tahun dan ia berharap aku bisa merubah penampilan agar terlihat feminism. Oh, Donghae… gumawo.

 

 

***

 

 

 

“Jika aku mencintaimu, maka aku pun harus siap sakit karenamu.”

 

 

 

 

 

Dari jauh, aku bisa melihat Kyuhyun yang bersandar di mobilnya. Ia sedikit mendongak dan memejamkan matanya. Kuamati lekuk wajahnya. Sempurna! Kugelengkan kepalaku agar kembali normal, berdehem dan Kyuhyun membuka mata dengan pelan.

“Rail? Kau beda.”

“Hanya itu?”

“Apa kurang? Ayo, masuk!”

Baiklah, mungkin aku agak kekanakkan. Tapi seharusnya, dia memujiku untuk semua usahaku. Memakai pakaian seperti ini, berdandan hingga memakai sepatu highheel. Namun Kyuhyun tidak ternganga takjub. Ia berekspresi dingin seperti biasa, hanya berkerut sedikit. Please, jangan terlalu cuek begitu!

 

 

***

 

 

 

 

“Silakan,” Kyuhyun membuka pintu mobil untukku. Aku turun dengan hati-hati dan kami masuk ke sebuah café. Ia memilih sebuah tempat di sudut ruangan.

“Mau pesan apa?”

Aku membaca buku menu. “Dak Gang Jung dan lemon tea saja.”

“Baiklah, dua Dak Gang Jung dan dua lemon tea.” Ucap Kyuhyun pada waitress.

Usai pelayan pergi, aku mencibir Kyuhyun. “Uh, tak kreatif. Menyamakan menu.”

“Loh, memang salah? Aku juga ingin makan daging ayam dan potongan kentang. Yah, kalau sama seperti ini, mungkin saja kita sehati.” Kyuhyun berkata dengan enteng.

God! Apa maksud Kyuhyun? Apa ini tandanya bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Astaga, perutku jadi sakit! Dammit!

“Aku ke toilet dulu ya?”

Kyuhyun mengangguk. Segera aku bergegas menuju toilet. Sesampainya di sana, aku hanya mengamati bayangan wajahku yang memerah. Bibirku tersenyum dan mataku berbinar. Perutku tak lagi sakit. Gila, apa jatuh cinta seperti ini? Mirip orang gila. Oh, aku harus buru-buru kembali. Kyuhyun pasti sudah menungguku.

Di sudut café, kulihat Kyuhyun dengan teman-temannya. Apa Kyuhyun juga mengundang temannya? Aneh.

“Maaf tadi di toiletnya lama,”

“Iye, kamu siapa?” kata namja bernama Kangin. “Kyu, kau kencan dengannya?”

“Eh—tentu saja tidak. Mianhae, mungkin kau salah tempat. Ini mejaku.”

Sumpah, kalimat Kyuhyun benar-benar menyakitkan. Tanpa menunggu lama, aku pergi. Rasa sesak di dadaku makin bertambah manakala kuingat ekspresi Kyuhyun yang seolah tak mengenalku dan kalimat yang ia lontarkan sangat mengecewakan. Benarkah tadi Kyuhyun? Ya Tuhan…

Kupencet dial call.

“Donghae, kau dimana?”

 

 

 

***

 

 

“Mungkin, kau pernah mengalami hal ini, orang yang mencintaimu dengan tulus kadang kala terabaikan oleh obsesimu.”

 

 

“Kau di sini? Hash….”

Donghae berkacak pinggang. Aku hanya memandangnya tanpa ekspresi. Melihat gelagatku yang aneh, Donghae duduk di sampingku. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan memiringkan kepalanya, menghadapku.

 

“Ada apa?”

 

Aku diam.

 

“Pasti Kyuhyun.” tuduhnya tepat. Aku hela napasku dalam-dalam dan menerawang ke atas. Rasanya aku ingin menangis, tapi sulit. Hanya dadaku yang sesak dan kerongkonganku tersumbat sesuatu.

 

“Kenapa dia hanya mempermainkanku, Donghae-ya?” kugenggam tanganku sendiri dengan kuat, menahan nyeri.

 

“Aku tahu, aku hanya gadis biasa. Tidak pintar, tidak cantik, tidak menonjol. Tapi dia tak punya hak untuk mempermainkanku seperti ini,” aduku dengan suara bergetar. Donghae meraih kedua jemariku, meremasnya dan menatapku dengan hangat. Sekarang, airmataku benar-benar jatuh. Sesak yang kutahan kini kutumpahkan. Mengabaikan Donghae yang menatapku dengan miris.

 

Dengan lembut, jemari Donghae menghapus airmataku.

 

Kualihkan pandanganku.

 

“Lihat aku.” Pintanya. Aku menatapnya, memandang mata beningnya yang hangat.  “Jika kamu menyukainya dan akhirnya kamu hanya mendapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu.”

 

 

 

 

 

END

 

2 thoughts on “Can You Love Me Like A Rainbow (1 of 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s