I love you My neighbors (Part 5)

ILUMN5

Part5

Judul : I love you My neighbors

Cats :
Cho Kyuhyun
Song Hye Sun

Author : Oira Sie Twing Twing

Langsung saja yah……

Happy reading…

Next part
Malam ini nampak begitu sepi padal waktu baru menunjukkan pukul 10:00 KST. Tak seperti biasanya yang masih banyak orang yang berlalu lalang. Mungkin karena malam yang mendung hingga membuat orang-orang malas untuk keluar rumah.

Selain itu juga terlihat seorang yeoja yang berjalan sendiri denagan langkah yang terburu-buru ya yeoja itu adalah hye sun. “kenapa malam ini nampak begitu sepi.”gumamnya pada diri. Ia pun merinding ketakutan berjalan sendirian di tengah malam yang sunyi.

Hye sun anmpak begitu ketakutan, mengingat banyak sekali penguntit di korea. Ia pun mempercepat laju kakinya agar segera sampai ke apartemen. Namun langkahnya berhenti sebantar saat ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang, namun ia tak berani untuk berbalik melihat siapa yang mengikutinya. Hye sun memutuskan untuk berlari kecil agar lebih ccepat sampai namun sepertinya langkah kaki di belakangnya itu juga ikut berlari mengikutinya.

Namun ketika ia ingin berlari langkah kakinya terhenti saat ada sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya. Dengan segera ia pun mengayunkan tas yang ada di tangannya untuk memukul penguntit itu.

Namun ketika ia ingin berlari langkah kakinya terhenti saat ada sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya. Dengan segera ia pun mengayunkan tas yang ada di tangannya untuk memukul penguntit itu.

“awaww appoyo….berhenti ini aku” terdengar kyu yang kesakitan akibat pukulan hye sun yang bisa dibilang lumayan keras juga. Ya pria yang mengikuti hye sun itu adalah kyuhyun tetangganya. Namun hye sun tak menghentikan pukulannya sampai akhirnya tangan kyu memegang tangan hye sun. Mau tidak mau hye sun pun mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah priayang di pukulinya.

“mwo..ka ka kauuu” terdengar suara hye sun yang terbata-bata saat mendapati pria yang di pukulnya itu dan lebih terkejut lagi saata mendapati siapa pria yang ada di depannya saat ini. Pria itu adalah kyuhyun.

“ternyata pukulanmu lumayan sakit juga ya” sergah kyuhyun dengan memegang badanya yang terasa sakit akibat pukulan hye sun.

“yakkk.. habisnya kenapa kau mengendap-ngendap seperti penguntit eoh.” Elak hye sun

“mwo,, penguntit..” kata kyu yang tak terima dibilang penguntit. “lagian mana ada penguntit setampan aku dan sekeren aku eoh” lanjut kyu yang masih tak mau kalah dari hye sun.

“aisss PD sekali kau eoh. Kalu tidak menguntit kenapa kau berjalan mengedap-ngedap.”

“yakk enak saja. Tadi itu aku sudah memanggilmu tapi kau tak menghiraukan ku malah kau mempercepat langkah kaki mu dan saat aku meraih tangan mu kau malah memukulku ku dengan tas mu itu.” Kata kyu menjelaskan kronologi kejadian panjang lebar dengan memanyunkan bibirnya karena kesal ddengan hye sun.

“mianhae.. aku tak tau, ku kira kau penguntit. Jeongmal mianhae.” Sesal hye sun yang tak berani mengangkat kepalanya karena malu pada kyu akibat sikap bodohnya itu.

“ne gwenchana” balas kyu singkat

“jinjja,, apa tidak ada yang sakit. Tadi kau bilang pukulan ku lumayan keras. Eoh” terlihat kekhawatiran dari wajah hye sun. Hye sun merabah bagian tubuh kyu ia mencari-cari bagian mana yang sakit.
“apa yang kau lakukan eoh.” Ucapan kyu menghentikan aktifitas hye sun.

“memeriksa bagian mana yang sakit” jawabnya polos.

“sudah-sudah” kata kyu sambil menyingkirkan tangan hye sun dari tubunhya.

“memangnya kau tadi dari mana kok baru pulang.?” Tanya kyu yang melihat hye sun pulang cukup malam.

“eoh tadi ad urusan sebentar.”

“eoh.”

“Kau sendiri dari mana kyu-ssi”

“eoh aku baru saja dari rumah sepupuku.”

Tak ada jawaban dari hye sun hanya sebuah anggukan pertanda mengerti. Mereka pun kembali berjalan menuju apartemen setelah melalui perdebatan yang cukup lama. Kini hanya suara seranga-serangga malam yang terdengar tengah bersenandung dengan merdunya. Mereka masih dengan asyik dengan kesibukan fikirannya masing-masing. Langkah kaki mereka pun berhenti didepan pintu apartemen.

“selamat malam kyuhyun-ssi” pamit hye sun yang membuka pintu sembari masuk kedalam. Belum sempat kyu membalasnya namun hye sun sudah terlebih dulu menutup pintunya. Kyu hanya tersenyum tipis dan juga ikut masuk kedalam.

Sesampainya di dalam apartemen dengan segera hye sun masuk ke kamarnya dan menghempaskan badannya dengan keras diatas kasur. Ia nampak begitu lelah dan memutuskan untuk memejamkan matanya. Baru saja ia akan memejamkan matanya terdengar suara yang begitu nyaring hingga membuatnya mengurungkan niatnya untuk tidur.

Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo
Tsunagatte iru kokoroto kokorokara
Promise you tsunataetainowa
Tada aishiteru
Chikauyo eien no kakera o

Chiinsana kenkamo nandomo sitane
Surechigai hanreta hibimo asushi
Sono tabini itsumo kimiga hitsuyou tthe wakattanda

Dicarinya dimana sumber suara yang merusak kedamaiaannya. “benda sialan dimana kau eoh.” Rutunya hye sun kesal sambil merogoh tas yang tadi diletakkannya di sofa. Tanpa melihat nama si penelpon hye sun langsung menjawabnya dengan nada sedikit kesal.

“yeobso”

“apa kau sedang sibuk.?” Terdengar suara dari sebrang sana. Hye sun yang merasa tak asing dengan pemilik suara itu pun melihat nama yang terpampang di ponselnya hanya untuk memastikan dan memang tebakannya tak salah. ‘perasaan baru saja kita berjumpa tapi kenapa dia menelponku.?’ Batin hye sun yang masih menatap layar ponselnya.

“yeobso” terdengar suara dari sebrang sana yang membuat hye sun tersadar dari lamunannya.

“eoh ne kyu-ssi.”

“apa kau sibuk.?” Kyu kembali bertanya karena tak mendapat jawaban dari hye sun.

“anniiii.. wae..?”

“temani aku jalan-jalan.”

“kapan”

“besok”

“ok.” Ditutupnya sambungan telepon.

Hye sun masih berdiri membeku ditempatnya. Ia masih berfikir kenapa kyu mengajaknya keluar besok. Apakah ada sesuatu yang penting sehingga mengharuskan mereka untuk bertemu.

Karena merasa lelah dan rasa kantuk sudah menyelimuti hye sun ia pun tak terlalu memikirkannya dan memutuskan untuk kembali ke temapt tidurnya dan menghempaskan tubuhnya kembali. Sesaat kedua matanya sudah tertutup dengan sempurna pertanda ia sudah tidur.

***

Pagi ini nampak begitu cerah. Terlihat sang surya yang tersenyum dengan indahnya. Burung-burung pun saling berkicauan dengan merdunya dan pepohonan hijau yang dengan asyiknya tengah menari-nari dengan indahnya.

Namun didalam sebuah apartemen terdapat seorrang yeoja yang masih terjaga dari tudurnya. Ia enggan bangun mengingat kalau hari ini ia tak ada kuliah. Ia nampak begitu menikmati tidurnya dengan nyenyak.

Hye sun mengerjapkan matanya secara perlahan-lahan. Diliriknya jam yang tergeletak di atas meja. Hye sun menyipitkan matanya saat mendapati jam yang bertengger. Ia pun segera bangun dari tempat tidur dan langsung bergegas masuk kekamar dengan buru-buru.

Andai tak ada janji dengan kyu mungkin saat ini hye sun masih menikmati tidurnya. Hye sunmelakukan semuanya dengan cepat bak kereta ekspres. Ia pun bergegas keluar dan menstop taksi.

“ahjissi bisakah lebih cepat sedikit.” Perintah hye sun pada sopir taksi/

“ne agassi.” Jawab sopir taksi dengan patuh dan lansung menancap gas kecepatan.

Akhirnya taksi yang dinaiki hye sun pun berhenti di sebuah restoran yang cukup terkenal. Hye sun pun melangkahkan kakinya masuk kedalammouse & rabbit. Restoran ini tak pernah sepi pengunjung mengingat pemiliknya adalah seorang bintang idol k-pop yang cukup bersinar.

Hostt hosttt

Terdengar derap nafah hye sun yang memburu akibat ia berlari untuk segera masuk ke dalam restoran. Hye sun berdiri tepat di depan meja yang didapati kyu tengah duduk sambil memandang hye sun.

“ap apa ka kau sudah lama.” Tanya hye sun yang terbata-bata karena nafassnya belum stabil.

“ah anniii aku juga baru sampai.” Balas kyu enteng dan mempersilahkan hye sun untuk duduk.

“eoh ne.” Balas hye sun singkat dan segera duduk untuk mengatur nafasnya agar segera kembali stabil.

Mereka pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan. Sepeninggalan sang pelayan suasana menjadi diam. Sebelum akhirnya suara hye sun berhasil memecahkan suasana hening diantara mereka. “kenapa kau ingin bertemuku. Apa ada yang penting.? Tanya hye sun.

“tak ada apa-apa.” Jawabnya cuek sambil melihat kamera di tangannya.

“mwo.. lalu kenapa kau mengajak ku untuk bertemu.?”

“hanya ingin.”

“mmmwo.. apa kata mu hanya ingin. Aisssss.” Kesal hye sun saat mendengar ajakan jawaban kyu kenapa ia mengajaknya bertemu direstoran.

“wae..apa tidak boleh”

“bukannya tidak boleh. Hanya saja kau merusak liburanku”

“jadi apa sekarang kau….” belum sempat kyu melanjutkan ucapannya tiba-tiba datang seorang pelayan sambil menyajikan pesanan yang telah mereka pesan tadi. “ini pesanan anda agassi.” Kata si pelayan sambil menyodorkan mangkuk yang berisi makanan. “selamat menikmata.” Lanjut si pelayan yang sembari berlalu pergi meninggalkan mereka.

Segeralah diambilnya sumpit dan memasukkannya kedalm mangkuk yang berisi ramyun. Dengan lahapnya hye sun menyantap ramyun yang ada di depannya. Hye sun tak memperdulikan tatapan kyu. Padahal sebenarnya ia merasa gugup apabila ditatap seperti itu. Namun ia berusaha untuk bersikap biasa dan cuek.

Tak henti-hentinya kyu menatap sosok yeoja yang ada di depannya kini. Entah kenapa ia begitu menikmati pemandangan didepannya ini. Kyu merasa cara makan hye sun itu unik dan lucu tanpa menghiraukan orang-orang disekelilingnya. Dan amat sayang jika dilewatkan.

Kyu pun mengambil kameranya dan membidikkannya ke arah hye sun. Hye sun yang merasa ada yang aneh pun mendongakkan kepalanya menatap kyu. “apa yang kau lakukan eoh.” Katanya dengan makanan yang masih penuh di mulutnya.

Kyu hanya cengengesan tak menjawab perkataan hye sun. “kyuhyun-ssi hentikan.” Teriak hye sun yang membuat makan yang ada di mulutnya berhamburan keluar.

“hehe mianhae.” Sesal kyu dan meletakkan kembali kameranya di atas meja. Ia pun memulai memakan makanannya. Sesekali ia melirik hye sun tanpa ia sadari terukir sebuah senyum yang indah.

“wae.. berhentilah menatap ku seperti itu.” Tanya hye sun yang tak nyaman bila dipandang seperti itu.

“aku hanya heran saja padamu. Kau inni sebenarnya lapar atau doyan sih.?” Goda kyu dengan melambai-lambaikan sumpit yang dipegagnya.

“memangnya kenapa.? Apa ada yang salah eoh.?” Tanya hye sun yang tak terima ddengan ucapan kyu.

“anniii. Hanya saja kau makan seperti oarang yang tak makan berhari-hari.” Kyu kembali menggodanya dengan menahan senyum.

“mwo,,. Apa katamu,,,,”kesal hye sun dengan suara yang meninggi.

Ya beginilah jika dua anak adam ini bertemu. Pasti ada saja yang di perdebatkan mulai dari hal-hal yang sepele sekalipun. Namun itu lah yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain dan karena hal-hal yang tak penting itu juga hubungan mereka menjadi lebih dekat.

“sekarang kita mau keman kyu.?” Tanya hye sun setelah mereka keluar dari restoran. Kyu tak menjawab pertannyaan hye sun. Ia langsung menarik lengan hye sun untuk kesuatu tempat. Hye sun yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam menatap sikap kyu dan mengikuti keman kyu akan membawanya pergi. Kyu yang seolah bisa membaca fikiran hye sun pun segera memberi tahuanya. “sudahlah kau ikut saja nanti kau juga akan tau sendiri.” Kata kyu yang masih menggenggam tangan hye sun.

TBC

Yakkkk yakkk Gimana-gima nich makin lama kok makin jelek dan GAJE kayak gini…..
Yak mohon dimaklumilah saya kan belum pernah bikin epep dan ini jg epep pertma saya…. jadi kalo jelek bikin diare, muntah-muntah…… ya mohon dimaklumilah…
Mohon RCL nya yah..

One thought on “I love you My neighbors (Part 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s