WE WERE IN LOVE (ONE SHOOT)

 

WEWEREINLOVE

Author : Veralita Devana / @zyra120299

Tittle : We Were In Love

Genre : Sad, Romance

Rated : General

Cast : ~ Kim Taeyeon ~ Kim Jongwoon ~ and other

Length : ONESHOOT

 

‘FF INI TERINSPIRASI DARI LAGU DAVICHI ft. T-ara WE WERE IN LOVE’

 

+++++

 

Seorang Yeoja terbangun dari tidur siangnya. Dengan keadaan setengah sadar ia mengambil jam Weeker yang terletak di meja kecil disamping tempat tidurnya.

“O-MO! Sudah jam enam sore?” Yeoja itu segera berlari mengambil Handuknya dan berlari kecil menuju kamarmandinya.

 

___ ‘

 

Cklekk’ Yeoja itu selesai dengan kegiatan mandinya. Yeoja itu menatap ke arah kalender sembari mengusap-usap rambutnya dengan Handuk kecil.

 

“15 Juni? Siapa yang menandai tanggal itu?” Gumam Yeoja itu. Ia melihat Ponselnya yang tergeletak dikasur dan segera mengambilnya.

 

“O-MO!” Setelah melihat Wallpaper ponselnya Yeoja itu teringat kalau hari ini ia ada sebuah Janji.

 

“Aigoo~ Jongwoon oppa..” Ucapnya sembari sibuk mengeringkan Rambutnya dengan Hairdryer dan segera memilih baju. ___ Yeoja itu telah sampai di Namsan Tower. Ia akan menemui seseorang yang penting di kehidupannya. Ia menemukan sebuah bangku,ia memutuskan untuk duduk dibangku panjang berwarna putih itu.

 

“Jongwoon Oppa.. eodigayo?” Tanya nya.

 

Ia mengambil Earphone nya di tasnya dan memakaikannya ditelinganya. Yeoja itu asyik mendengarkan music. Dengan mata dipejamkan, Kepala sedikit digoyangkan, dan kaki yang menghentak kecil ke bumi, yeoja itu menghayati music pop yang sedang ia dengarkan.

 

“Taeyeonnie~” panggil seseorang yang membuat Yeoja bernama Taeyeon itu melepas Earphone nya. Yeoja itu mendongakkan sedikit kepalanya dan membelalakkan matanya melihat sosok yang sangat ia sayangi kini ada dihadapannya.

 

“Jongwoon Oppa!!” Seru Taeyeon seraya terbangun dari duduk nya dan memeluk Jongwoon. Jongwoon tersenyum kearahnya dan ikut duduk disamping Taeyeon.

 

“Maaf aku telat. Apa kau menungguku?” Tanya Jongwoon. Taeyeon menggeleng dan tersenyum.

 

“Ah.. Syukurlah.. Kau mau makan?” Tanya Jongwoon dan mendapat anggukkan dari Taeyeon. Taeyeon dan Jongwoon pun berjalan menuju tempat Parkir.

 

*****

 

@kkeujang restaurant@

 

“Gomawoyo Jongwoon Oppa.. Aku harap kita bisa seperti ini terus” Ucap Taeyeon.

 

Jongwoon Tersentak dan terdiam seribu bahasa. Taeyeon melanjutkan makannya dengan lahap, sementara Jongwoon berusaha menahan air mata.

 

‘Gadis ini terlalu polos untuk aku tinggalkan’ Batin Jongwoon. Jongwoon menarik nafas Panjang dan berusaha tersenyum lebar. Kemudian Jongwoon melanjutkan makannya dengan Taeyeon bersama.

 

_____

 

“Gamshahamnida!!” Ucap seorang penjaga kasir. Taeyeon dan Jongwoon pun meninggalkan Restaurant dan segera menuju tempat Parkir untuk pulang.

 

@Mobil@

 

“Oppa.. Do you know? Aku sangat merindukanmu.. Jeongmal bogoshipeoyo Jongwoon Oppa” Ucap Taeyeon. Jongwoon tersenyum manis . Sedangkan dalam Hati Jongwoon, ia menyesal telah mengenal Taeyeon.

 

++++

 

“Kamshahabnida oppa.. Kau mau mengantarkanku sampai kerumah..” Ucap Taeyeon seraya memberikan senyuman termanisnya.

 

“Cheonmayo Taeyeonnie~ kau tidak boleh menangis. Dan, kau sudah tau kan rumahku? Kau bisa datang kapanpun yang kau mau.” Ucap Jongwoon.

 

“Jaljjayo~” Lanjutnya seraya memasukki mobilnya.

 

Taeyeon melambaikan tangannya kearah Jongwoon dan dibalas oleh Jongwoon dari dalam mobil sana. Taeyeon berjalan menuju rumahnya dengan perasaan senang.

 

@taeyeon’s bedroom

 

Taeyeon membantingkan Tubuhnya Ke tempat tidur Bigsize nya. Perasaannya berbunga-bunga hari ini. Ia merogoh ponsel yang ada didalam tas nya dan memandang Wallpaper Ponselnya.

 

“Oppa.. Aku tak akan lupa saat pertama kita bertemu” Gumamnya . Ia mencoba mengingat dimana ia pertama bertemu dengan Jongwoon.

 

FLASHBACK

 

Seorang gadis kecil terlihat menangis di sebuah taman.

 

“Waeyeo?” Tanya Seorang bocah laki-laki. Gadis kecil itu menoleh kearah bocah laki-laki itu.

 

“Balonku terbang” ucap gadis kecil itu. Bocah laki-laki tadi tersenyum dan memberikan balon yang ia pegang.

 

“Ini balon ku. Untukmu saja. Kau jangan menangis lagi ne?” Ucap bocah laki-laki itu seraya mengulurkan tangannya yang memegang benang dari balon miliknya. Gadis kecil itu menerima pemberian bocah laki-laki tadi dan menyeka air matanya.

 

“Gomawo” ucap gadis kecil itu. Bocah laki-laki tadi tersenyum dan memberikan tangannya.

 

“Aku Jongwoon. Oh ya berapa umurmu?” Tanya bocah laki-laki itu.

 

“Aku Taeyeon. Umurku 6 Tahun” Jawab gadis kecil itu seraya menjabat tangan bocah laki-laki tadi

 

“Oh.. Berarti kau harus memanggilku Oppa karena umurku 8 tahun.” Ucap bocah laki-laki itu seraya memberikan senyuman manisnya.

 

“Ne Jongwoon Oppa..” Seru gadis kecil itu membalas senyuman Bocah Laki-laki tadi.

 

“Aku harus pergi ne? Rumahku ada dijalan Kkeuhee No.15 ..” Ucap bocah laki-laki itu seraya menghilang dari pandangan gadis kecil tadi.

 

FLASHBACK OFF

 

Taeyeon terus memandangi Wallpaper Ponselnya sambil tersenyum. tiba-tiba layar ponselnya berubah menjadi gambar pemanggil dimana nama ‘Jongwoon’ tertera disana. Dengan cepat, Taeyeon menekan Tombol hijau dilayar ponselnya.

 

“Yeoboseyo..”

 

“Ne yeoboseyyo..”

 

“Taeyeonnie?”

 

“Ne? Waeyo oppa?”

 

“Besok aku menjemputmu ne?” “Ah tidak usah oppa.. Itu terlalu merepotkan.”

 

“Aniiyoo.. Demimu Taeyeonnie~” “Ne oppa”

 

“Jika kau membutuhkan bantuan , jemputan, dan semacamnya, kau telepon saja aku”

 

“Apa itu tidak merepotkanmu dan menyita waktumu?”

 

“Aniyo Taeyeonnie”

 

“Oh baiklah.. Oppa? Apa kau tidak tidur?” “belum ada niat ingin tidur. Kau sendiri?”

 

“Ah.. Ini belum waktunya aku tidur. Kau bisa lihat saja, sekarang baru pukul setengah delapan malam”

 

“Kekeke~ tapi kau harus tidur.. Aku tahu, pasti besok kau ada kuliah pagi”

 

“Oppa mengetahuinya? Oppa punya Six Sence?”

 

“Kekeke~ aku hanya asal tebak. Baiklah, my Angel harus tidur. Jaljjayo!”

 

“Jaljjayo Jongwoon Oppa.”

 

‘Pip’ Taeyeon mematikan percakapannya dengan Jongwoon. Hatinya sangat bahagia. Ia mulai memejamkan matanya perlahan. Berharap ia bisa cepat masuk kealam mimpi dan memimpikan Jongwoon.

 

+++

 

Sudah 4 hari Taeyeon sering berinteraksi dengan Jongwoon. Bahkan kemanapun ia selalu bersama Jongwoon. Itu bukan permintaannya, melainkan permintaan Jongwoon sendiri. Hingga suatu Hari Taeyeon tidak mendapat kabar dari Jongwoon. Ia khawatir. Ditelepon, Tidak aktif. Di SMS, tidak dibalas. Hingga akhirnya Taeyeon geram dan mengunjungi kediaman Jongwoon.

 

@kediamanJongwoon

 

“Annyeong.. Apakah Tuan Jongwoon ada dirumah?” Tanya Taeyeon pada Satpam yang berjaga.

 

“Maaf, dia sedang tidak bisa diganggu dan sedang pergi.” Jawab Satpam itu.

 

“Maaf, tapi kemana? Bisakah saya tau?” Tanya Taeyeon lagi yang mulai penasaran.

 

“Ah.. Maaf, tuan Kim tidak memperbolehkan saya memberitahukan keberadaannya” ‘Jegg’ Hati Taeyeon sakit. Sebenarnya ada apa dengan Jongwoon? Apakah ia membenci Taeyeon? Taeyeon yang masih penasaran terus bertanya pada Satpam itu.

 

“Jeballyo.. Aku punya urusan penting dengannya” Taeyeon memohon kepada Satpam itu. Dan kebetulan Satpam itu mengangguk. Taeyeon tersenyum Bahagia.

 

“Tuan Kim sedang berada di Rumah sakit International Seoul Hospital dengan Kamar Rawat 11-3A.” Ucap Satpam itu.

 

Taeyeon tersontak kaget. Jongwoon sakit? Jadi selama ini tidak ada kabar darinya dikarenakan ia sakit. Tanpa basa basi, Taeyeon langsung berlari menuju mobilnya. Sepanjang Jalan Taeyeon menangis. Ia menangisi Jongwoon yang tak memberi kabar kalau ia sakit, menangisi Keadaan Jongwoon, dan menangisi hal tentang Jongwoon yang ia ingat.

 

@International Seoul Hospital@

 

Taeyeon berlari mengelilingi Koridor untuk mencari Kamar Nomor 11-3A.

 

“Itu dia!” Umpatnya kemudian berlari menuju pintu kamar 11-3A.

 

Taeyeon membuka perlahan Pintu Ruangan itu. Terlihat Sosok Jongwoon menoleh dengan muka pucatnya dan dengan keadaan berbaring lemah di Ranjang rumah sakit. Jongwoon Tersenyum miris kearah Taeyeon. Taeyeon berusaha menahan air matanya. Ia kasihan melihat Keadaan Jongwoon.

 

“Jongwoon Oppa..” Ucap Taeyeon bergetar karena menahan Tangisnya. Taeyeon segera berlari menuju Jongwoon yang malah tersenyum padanya.

 

“Ne Taeyeonnie?” Ucap Jongwoon Lirih.

 

Taeyeon semakin ingin menangis melihat sosok Namja yang ia cintai terbaring lemah dengan senyuman yang menggambarkan Rasa sakit dan suara yang menggambarkan kelelahan akan hidup.

 

“Oppa..” Taeyeon memeluk Jongwoon. Dapat dirasakan Airmatanya kini mengalir membasahi pipi nya. Taeyeon melepas pelukannya dan menatap sejenak Namja yang ia sukai.

 

“Oppa..” Ucap Taeyeon. Jongwoon juga sebenarnya tidak tega. Tapi takdir berkata, mereka tidak cocok.

 

“Maaf mengganggu.. Tapi Tuan Kim harus diperiksa. Silahkan tunggu didepan.” Ucap sang Uisa.

 

Taeyeon pun keluar dan menunggu nya di bangku tunggu didepan Ruangan Jongwoon dirawat. Akhirnya Uisa keluar dari ruangan Jongwoon. Terlihat Senyuman terpampang diwajah Taeyeon. Saat Taeyeon hendak masuk ia melihat sesosok Yeoja lewat dan hendak memegang gagang pintu tempat Jongwoon Dirawat.

 

“Heh! Nuguseyo?” Taeyeon menyingkirkan Tangan Yeoja itu dari gagang pintu.

 

“Hah? Neo nugu sseyo?” Tanya nya balik.

 

“Aku? Aku sahabat dekatnya Jongwoon” jawab Taeyeon.

 

“Oh.. Permisi Noona. Aku adalah Yeojachingunya. Aku hendak melihat kondisinya..” Ucap Yeoja itu.

 

‘Deg’ ‘Jleb’ Dada Taeyeon sesaak. Rasanya seperti tertusuk duri yang sangat sangat tajam. Taeyeon berlari menuju tempat parkir. Dengan perasaan Kacau, Taeyeon berjalan sambil sesekali menangis.ia benar benar kecewa pada Jongwoon.

 

“Kau kejam Oppa” batin Taeyeon. Ia membuka kasar pintu mobilnya dan menutup kasar pintu mobilnya, kemudian ia mulai menjalankan Mobilnya.

 

+++

 

‘Brukk’ Taeyeon membanting Pintu kamarnya dan menangis sejadi jadinya. Ia memerosotkan tubuhnya dan melonjorkan Kakinya. Melempar semua barang yang ada dihadapannya.

 

“Kau kejam kejam kejam kejam!! Kau kejam Jongwoon oppa!” Ucapnya seraya menjambaki Rambutnya.

 

“Mengapa kau tak bilang kalau kau sudah mempunyai Yeojachingu?” Lanjutnya. Ia benar benar merasa tersakiti dan merasa terkhianati.

 

+++++

 

Pagi pun tiba. Taeyeon perlahan membuka matanya, setelah ia sudah bisa mengontrol kadar sinar matahari yang masuk ke retina nya, ia mengambil ponselnya dan mengaktifkan ponselnya. Terlihat disana 20 panggilan tak terjawab dan 15 pesan masuk. Semuanya dari Jongwoon. Taeyeon melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mencuci mukanya di wastafle kamar mandinya.

 

Drrtt drrtt.. Ponselnya bergetar. Ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari.. Tak ada nama!

 

“Yeoboseyo..”

 

“Ne yeoboseyo”

 

“Ini Kim Taeyeon?”

 

“Ne..”

 

“Taeyeon. Ini aku,Choi Aira. Yeoja yang kau temui di rumah sakit itu.”

 

“Oh.. Ada apa kau meneleponku?”

 

“Jeballyo.. Datang ke Namsan Park. Aku akan menunggumu..”

 

“…”

 

“Penting! Ini tentang Jongwoon..kau harus datang jika kau benar-benar mencintainya!”

 

“…”

 

“Ah baiklah.. Sampai bertemu nanti” Taeyeon mengakhiri percakapan itu dan segera mandi. Selesai mandi Taeyeon mengambil tas selempangnya dan segera pergi menunu Namsan Park walau belum sarapan.

 

@Namsan Park@

 

Taeyeon menghampiri Aira yang sedang duduk menantinya.

 

“Syukur kau datang.. Jadi begini.. Sebenarnya aku tidak boleh menceritakan hal ini padamu, tapi karena aku tau kau mencintainya..jadi yasudah. Jongwoon sudah lama mengidap Penyakit Leukimia. Kau tau Leukimia? Ya, dan itu sudah Stadium akhir. Uisa bilang, hidupnya tidak akan lama lagi. Dan ia tidak tega untuk meninggalkanmu. Maka dari itu dia menyuruhku untuk berpura-pura menjadi Yeojachingunya. Aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Hal itu ia lakukan agar kau bisa dengan cepat melupakannya. Jika kau cinta padanya, malam ini datangi Rumahnya atau kau tidak akan pernah melihatnya lagi!” Ucap Aira kemudian meninggalkan Taeyeon yang Terpaku berdiam disana. Tak terasa Air mata Taeyeon mengalir dengan derasnya. Ia menangis meratapi nasib Jongwoon.

 

++++

 

Taeyeon mengunjungi rumah Jongwoon. Ia diperbolehkan masuk oleh Maidnya Jongwoon. Taeyeon berlari menuju halaman belakang Rumah Jongwoon. Terlihat disana Jongwoon duduk mengampar tikar sedang menatapi Langit-langit. kemudian Taeyeon menghampiri Jongwoon.

 

“Jongwoon Oppa..” Panggil Taeyeon pelan.

 

“Hmm?” Jongwoon menoleh. Ternyata ia mendapati sesosok Taeyeon berada bersamanya.

 

“Ah oppa.. Biar ku ambilkan segelas susu cokelat hangat dan selimut ne? Disini dingin sekali” Ucap Taeyeon dan mendapat anggukan dari Jongwoon.

 

Beberapa menit kemudian Taeyeon kembali dengan segelas susu cokelat Hangat dan selimut. Jongwoon terbangun dari tidurnya dan duduk menyambut Taeyeon.

 

“Ini oppa..” Ucap Taeyeon seraya memberikan Susu Cokelat Hangat pada Jongwoon.

 

“Ah ne..” Jongwoon mengambil segelas susu cokelat hangat pemberian Taeyeon dan tersenyum kearahnya. Taeyeon menyelimuti Jongwoon dan duduk disamping Jongwoon. kemudian ia melonjorkan kakinya sambil menatap kearah langit.

 

“Boleh aku tidur di paha mu?” Tanya Jongwoon dan dibalas anggukkan Taeyeon.

 

“Oppa.. Kau lihat, bintang yang itu bersinar sangat terang” ucap Taeyeon seraya menunjuk salah satu bintang.

 

“Ne.. Itu tandanya Orang yang kau sayang sedang memperhatikanmu” Jawab Jongwoon seraya menggenggam Tangan Taeyeon.gadis itu menoleh kearah Jongwoon dan menatap Jongwoon miris.

 

“Jika kau merindukanku, kau bisa lihat bintang yang bersinar paling terang. Maka kau bisa melihat aku bahagia disana.” Lanjut Jongwoon.

 

Taeyeon menatap bintang itu dengan airmata yang membasahi pipinya. Perlahan genggaman Jongwoon makin merenggang dan Tangannya pun mendingin. yeoja itu terkaget dan menatap sosok Jongwoon dipangkuannya. Ia melihat Jongwoon sudah terpejam. Mungkin untuk selama lamanya.

 

“Gomawo Oppa ..” Taeyeon menangis bersama Jasad Jongwoon yang berada dipangkuannya.

 

THE END

 

post by: ` Young Ra`

2 thoughts on “WE WERE IN LOVE (ONE SHOOT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s