Rose (oneshoot) – Ficlet

 

Rose

Author : Kim MysHwa

Cast : Lee Dong Ho, Chae Rin, Lee Tae Song

Genre : Romance, sad

Songfic : Rose – Lee Hi

Disclaimer : This story original is mine.

 

Maaap, sumpeee deh ini geje, soalnya kemarin setelah baca trans Indo lagu Rose milik Lee Hi langsung kepikiran bkin ini dan maap jika feel nya kurang apalagi kalau adegan kiss, miannn saya gak bisa bikin biar feel nya dapet.haha…XD *sensor*

Maap yaa kalau kurang berkenan dihati readers aka pembaca*ceilaaah*hehe..

 

Satu lagi, lirik yang diselipin dalam “cerita” itu ceritanya perasaan Chae Rin,

Okay, happy reading.🙂

 

(Cintaku seperti mawar merah Meskipun itu cantik tapi.. Duri tajamku akan menyakitimu Cintaku seperti mawar merah Semakin kau dekat, semakin aku akan menyakitimu)

 

Dengan penuh semangat Dong Ho bergegas menuju Chae Rin yang telah keluar dari kantornya.  Ia ingin menjadi orang pertama yang menyapa yeoja itu.

Noona, ayo kita makan diluar, kamu pasti belum makan” ujar Dong Ho dengan senyum cerah.

Aniyo, kita makan di apertemenku saja” ajak Chae Rin balik.

Jinjja?? Kalau begitu cepat kita ketempat noona”  balas Dong Ho riang.

Kajja”  sahut Chae Rin. Dong Ho segera membukakan pintu mobilnya untuk sang noona  dan memasangkan sabuk pengaman setelahnya ia pun segera masuk ke mobil untuk mengemudi.

“ Mau masak apa nanti noona?? Pastikan yang enak” ucap Dong Ho seraya menyetir, sekilas dia melirik wajah Chae Rin. Wajah teduh yang menenangkan baginya. Wajah cantik itu tak pernah ia bosan melihatnya, wajah itu sudah bagaikan candu baginya, tak bisa setiap hari tanpa melihat wajah itu.

“ Seperti biasa, ada banyak ramen ditempatku” jawab Chae Rin dengan senyum manisnya yang semakin membuat Dong Ho terhipnotis. Dengan hati-hati Dong Ho menggenggam tangan Chae Rin di sebelah kirinya.

“Kenapa dengan tanganmu??” Tanya Chae Rin tiba-tiba setelah menyadari perban di lengan Dong Ho.

“ Ahh, gweanchana. Bukan apa-apa” jawab DongHo santai. Ia segera menarik tangannya dari tangan Chae Rin.

“ Kau melakukan itu lagi??” Tanya Chae Rin serius dan terdengar nada khawatir dari perkataannya.

 

(Jangan menatapku dengan pandangan bersinar Jangan berbicara tentang cinta dengan mudahnya)

 

“ Ini bukan apa-apa,  cukup kau terus di sampingku maka aku tidak akan mati karna kau hidupku” jawab Dong Ho dengan percaya diri, ia menatap Chae Rin dengan pandangan bersinar, seperti dia telah menemukan surganya, dialah satu-satunya yeoja di mata Dong Ho, ia buta pada wanita lain. Begitu pun Chae Rin dimatanya hanya ada Dong Ho, ia tak peduli dengan gunjingan orang tentang mengencani namja yang lebih muda darinya. Di samping sikap kekanak-kanakan Dong Ho, ia sangat dewasa dan bertanggung jawab.

Dong Ho menghentikan mobil, pandangan mereka bertemu cukup lama, dan semakin dekat, nafas mereka terasa satu sama lain, bibir mereka pun bertemu, ciuman ringan pun terjadi.

 

(Jika kau ingin hatiku, kau perlu mengambil rasa sakitku juga Karena kau akan tertusuk oleh duriku suatu hari nanti)

***###***

 

(Jangan terlalu percaya dengan diriku Kau belum begitu tahu tentang diriku  Jadi lari saja lari

Aku berkata ooh ooh ooh Jangan mencintaiku)

 

Chae Rin keluar kantor dengan wajah berseri seraya bercakap-cakap dengan namja disebelahnya, dari kejauhan  Dong Ho mengamati, ia sengaja hanya menunggu di parkiran karna merasa tak nyaman dengan namja disebelah Chae Rin itu.

“ Siapa laki-laki itu?? Aku tidak masalah kalian berteman tapi akhir-akhir ini kulihat noona selalu dengan dia”  protes Dong Ho dengan nada kesal.

“ Ohh dia, dia manajer baru diperusahaan, tenang saja aku takkan selingkuh dengan dia” ujar Chae Rin menenangkan Dong Ho, menepis semua kecemasan hati namja itu.

Gomawo, noona” balas Dong Ho lalu memeluk erat Chae Rin seakan ia tak akan melepasnya. Yaa, memang namja itu takkan pernah membiarkan yeoja nya itu berpaling darinya.

“ Yaak, hajima..kita sekarang di parkiran kantorku. ” kata Chae Rin tiba-tiba dan langsung melepaskan pelukan Dong Ho.

“Hehe..mian noona”  jawab Dong Ho cengengesan .

“Aku juga percaya noona tidak akan meninggalkanku” ucap Dong Ho lagi seraya mengenggam erat tangan Chae Rin, tangan yang selalu hangat yang memberi ketengan untuk hidupnya yang dingin dan beku.

(Kau terlihat percaya diri Membuatku merasa begitu buruk untukmu Jejak percaya dirimu ke arahku  Terlihat begitu menyedihkan hari ini

Cinta, Itu teman terbaik dari sebuah obsesi)

***##***

 

(Jadi lari saja lari Karena kau dan aku harus berakhir Setiap mawar ada durinya)

 

IGE MWOYA???” ujar Dong Ho dengan penuh amarah, dengan segera ia menarik yeoja  nya itu yang tengah asyik berciuman dengan seorang namja yang ia lihat akhir-akhir ini  sering bersama dengan Chae Rin, yaitu manajer baru Chae Rin.

“ Kau yang kenapa?? Kami sepasang kekasih yang bermesraan apa itu salah?”  jawab namja itu yang bernama Lee Tae Song seakan tak takut akan kemarahan Dong Ho.

Mworago???” kata Dong Ho tercengang, ia menatap Chae Rin yang masih diam seakan meminta jawaban dan kepastian atas ucapan namja itu.

Sementara Chae Rin hanya diam, bibirnya bergetar, ia terlihat sangat takut.

Noona, ige mwoya” ujar Dong Ho dengan suara yang melemah, ia meminta jawaban langsung  pada sang noona. “ Mianhae” balas Chae Rin pelan, mata-nya berkaca-kaca. Ia menundukkan wajahnya tak mampu menatap mata polos Dong Ho.

Noona………” seru Dong Ho tertahan, ia tak bisa berkata-kata lagi, ia ingin tak mempercayainya, ia berharap itu mimpi di siang bolong tapi kenyataan telah di depan mata. “Mianhae” perkataan yang diucapkan yeoja itu berarti “maap ini memang benar, maap aku tak seperti yang kau pikirkan”. Yeoja satu-satunya dalam hidupnya telah menghianatinya, perasaannya tak karuan, hancur dan putus asa tentu saja ia rasakan.

Dengan langkah lunglai perlahan Dong Ho menjauhi tempat itu, ia tak ingin melihat wajah sang noona  lagi, pergi dari tempat itu sejauh mungkin menurutnya adalah solusi yang paling tepat.

 

Gomawo” ujar Chae Rin membuka pembicaraan pada Tae Song setelah Dong Ho telah menghilang dari tempat itu.

“Aku merasa kasian pada dia, dia saat ini pasti sedang merasa sangat hancur dan ingin mati” balas Tae Song iba.

“ Ini lebih baik daripada dia selalu melukai dirinya sendiri karna duri tajamku, semakin dia dekat denganku semakin aku akan menyakitinya, aku tak bisa melihatnya terus seperti itu” jelas Chae Rin pandangannya kosong, mengarah kejalan yang Dong Ho lalui tadi.

“ Sebulan kemudian kuharap dia akan melupakanku dan menemukan wanita yang lebih pantas. Cintanya padaku hanya lah sebuah obsesi” tutur Chae Rin pelan, sebenarnya ia tak ingin melakukan ini, bersandiwara untuk mengusir Dong Ho meninggalkannya secara paksa, tapi ia tak punya pilihan lain.

“ Sekarang kau mau kemana??” Tanya Tae Song.

“Entahlah, mungkin ke Jepang, Cina, ahkk atau Amerika???” balas Chae Rin dengan senyum  hambar, terlihat ada luka yang sangat dalam terbias dari senyumnya itu. Ia mencoba menutupinya dengan senyuman palsu itu agar tak menangis, yaa dia nappeun yeoja jadi tak pantas untuknya menangisi yang telah ia lakukan.

 

Chae Rin adalah gadis biasa yang dilahirkan dari keluarga miskin dan ia anak  yatim, ibunya merupakan pembantu dirumah bangsawan yaitu orang tua dari Dong Ho. Itulah sebabnya mengapa Chae Rin dan Dong Ho bisa menjalin hubungan cinta yang berbeda usia itu karna sejak kecil mereka terbiasa bersama dan waktunya hampir ia habiskan bersama Chae Rin karna orang tuanya sibuk bekerja, hingga bagi Dong Ho kecil Chae Rin lah wanita pertamanya dan ia berharap ingin seperti itu selamanya.

Dong Ho sekarang 19 tahun sedang Chae Rin 26 tahun, usia mereka terpaut 7 tahun, itulah salah satu alasan mengapa orang tua Dong Ho tidak menyetujui hubungan mereka, selain perbedaan status social mereka juga karna Chae Rin hanya seorang sarjana manajement.

Karena orang tuanya menentang keras hubungan mereka itulah Dong Ho malah melawan balik kedua orang tuanya sendiri, ia selalu menyayat nadinya jika keinginannya yang berhubungan dengan Chae Rin di tentang oleh orang tuanya, tentu saja orang tuanya tak bisa lagi melarang Dong Ho jika sudah melakukan itu, orang tua mana yang takkan sakit melihat anaknya seperti itu apalagi Dong Ho adalah anak tunggal. Sudah beberapa kali Dong Ho melakukan itu,  terakhir kali Dong Ho menyayat pergelangan tangannya karna orang tuanya melarang dirinya membelikan apartemen untuk Chae Rin setelah ibunya Chae Rin meninggal 5 bulan yang lalu. Di samping itu Chae Rin juga merasa sakit setiap kali Dong Ho melakukan itu, ia seakan tak bisa benafas melihat pergelangan Dong Ho selalu terbalut perban, ia juga ikut merasakan betapa pedih dan sakitnya yang harus di alami Dong Ho untuk bisa bersama dirinya. Setelah beberapa hari yang lalu ia tahu Dong Ho mencoba menyayat nadinya lagi karna orang tuanya kembali melarang Dong Ho untuk bertemu dirinya, ia pun merasa tak bisa menahan rasa sakit itu, ia tak bisa lagi membiarkan Dong Ho melakukan itu. Bagaimana jika Dong Ho tak ditemukan segera setelah ia mencoba bunuh diri?? Ia juga merasa Dong Ho adalah setengah dari nyawanya, ia tak bisa membayangkan jika Dong Ho mati karnanya mungkin juga dia memilih untuk ikut bunuh diri, maka dari itu dia berakting dengan Tae Song sebagai sepasang kekasih agar dia dan Dong Ho sama-sama bisa terus hidup. Ia berharap Dong Ho menemukan wanita yang ia cintai dan direstui oleh keluarganya, bukan seperti dia yang hanya menjadi bunga mawar untuk Dong Ho.

(Cintaku seperti mawar merah Meskipun itu cantik tapi.. Duri tajamku akan menyakitimu Cintaku seperti mawar merah Ya, aku mungkin harum, tapi.. Semakin kau dekat, semakin aku akan menyakitimu Jangan menatapku dengan pandangan bersinar Jangan berbicara tentang cinta dengan mudahnya Jika kau ingin hatiku, kau perlu mengambil rasa sakitku juga Karena kau akan tertusuk oleh duriku suatu hari nanti Jangan terlalu percaya dengan diriku Kau belum begitu tahu tentang diriku  Jadi lari saja lari Aku berkata ooh ooh ooh Jangan mencintaiku Kau belum begitu tahu tentang diriku  Jadi lari saja lari Jangan datang kepadaku Cintaku seperti mawar merah Meskipun itu cantik tapi.. Duri tajamku akan menyakitimu Cintaku seperti mawar merah

Ya, aku mungkin harum, tapi.. Semakin kau dekat, semakin aku akan menyakitimu Kau terlihat percaya diri Membuatku merasa begitu buruk untukmu Jejak percaya dirimu ke arahku  Terlihat begitu menyedihkan hari ini Emosi? Itu merupakan pemborosan bagiku Cinta? Itu teman terbaik dari sebuah obsesi Jadi lari saja lari Karena kau dan aku harus berakhir Setiap mawar ada durinya Setiap mawar ada durinya Setiap mawar ada durinya Jangan terlalu percaya dengan diriku Kau belum begitu tahu tentang diriku  Jadi lari saja lari Aku berkata ooh ooh ooh Jangan mencintaiku Kau belum begitu tahu tentang diriku Aku berkata lari saja lari Jangan datang kepadaku Cintaku seperti mawar merah Meskipun itu cantik tapi.. Duri tajamku akan menyakitimu Cintaku seperti mawar merah Ya, aku mungkin harum, tapi.. Semakin kau dekat, semakin aku akan menyakitimu)

INDO TRANS ROSE- LEE HI

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s