I love you My neighbors (Part 4)

ILUMN4

Part 4

Judul : I love you My neighbors

Cats :
Cho Kyuhyun
Song Hye Sun

 

Author : Oira Sie Twing Twing

Disclaimer :
Annyoeng haseyooooo
Jumpa lagi dengan epep GAJE buatan saya…
Epep ini terispirasi dari sebuah novel jadi harap dimaklumi kalo ada kata” yg hampir sama namun. Meskipun begitu yg lain adlah hasil pemikiran saya jadi Meskipun nich epep tak layak untuk dibaca tapi ini murni hasil kerjakeras otak saya…

Tanpa banyak cap cip cup kembang kuncup lagi..

Hapyyy reaadiiinggggg.

 

 

Hye sun yang kasihan dengan kyu pun akhirnya mengizinkan kyu untuk ikut dengannya. “kau memang tetangga yang paling baik sedunia” puji kyu pada hye sun yang sudah mengizinkannya untuk ikut.

“apa kau baru tau kalau aku ini memang tetangga paling baik seeeeeduuuniaa” sombong hye sun.

Entah mengapa ia begitu nyaman pada tetangga barunya ini. Padahal baru beberapa kali ia bertemu dengan kyu. Munkin karena sikap hye sun yang ramah pada semua orang sehingga membuatnya lebih cepat untuk beradaptasi.

“kajja”ucap kyu seraya meraih tangan hye sun. Hye sun terbelalak melihat perlakuan tetangga barunya itu. Kyu yang menyadari sikap hye sun berbalik menghaap ke arah hye sun.

“wae..” tanya kyu namun tak di jawab oleh hye sun. Mata hye sun pun beralih melihat tangnnya yang digenggam oleh kyu. Kyu yang menyadari sikapnya itu langsung melepas genggaman tangannya pada hye sun.

“mianhae aku tak bermaksud” sesal kyu.

“ne gwenchana kyuhyun-ssi,,, kajja kita berangkat” kini giliran hye sun yang mengajak kyu dan berjalan meninggalkan kyu dibelakang.

Kyu yang masih bengong menyesali kelakuan bodohnya. Hye sun yang tak melihat kyu akhirnya membalikkan badannya dan didapatinya kyu tengah bengong. “kyu kajja kita berangkat” seru hye sun sambil mengayunkan tangannya. Meminta kyu untuk mengikutinya.

“Makan apa ya malam ini” gumam hye sun saat ia tengah berdiri di depan Rak yang berisi bahan makanan. “makan kari saja” celetuk kyu yang kini tengah berada tepat di samping hye sun sambil mendorong trolli.

“aku ingin makan kari” kata kyu sambil mengulurkan tangannya untuk meraih sekotak bumbu kari. “bagaimana kalau kita makan kari malam ini” lanjut kyu.

Sedangkan hye sun masih bengong mencoba mencernak kata-kata yang di ucapkan kyu. “mwo KITA” kata hye sun sambil menekan kata kita dan menunjuk dirinya dan kyu. “memangnya aku mengajakmu makan malam,,eoh” hye sun balik bertanya.

“ne,,,kau maukan mengajakku makan malam lagian aku juga tidak bisa memasak,,dan sejak kemarin aku belum makan makanan yang sesungguhnya” bujuk kyu. Hye sun masih tak bergeming mendengrnucapan kyu.

“ya sudah begini saja” kyu mulai berbicara untuk memberikan penawaran pada hye sun. “sekarangkan aku menemanimu belanja, jika kau mau mentraktir ku makan malam di tempatmu maka sebagai gantinya kau akan ku ajak jalan-jalan ke namsan towr,,,ottokhe,,,cukup adilkan” jelas kyu panjang lebar.

Terlihat wajah hye sun yang kini tengah menimbang-nimbang tawaran kyu. “emmmm cukup adil juga,,baiklah kalau begitu kau akan ku traktir makan malam ditempatku” kata hye sun menerima tawaran kyu.

Kini seulas senyum tengah tersungging dibibir kyu, senyum yang membuat semua yeoja terpesona jika melihatnya. “keputusan yang bagus hye sun,, kau memang tetangga yang baaaaaaiiiiiikkkk sedunnnniiiia” ucap kyu yang melebih-lebihkan. Sedangkan hye sun hanya menanggapinya dengan seulas senyum.

Hye Sun merasa aneh,,kenapa dia bisa begitu akrab dengan tetangga barunya itu. Padahal baru beberapa hari mereka saling mengenal. Mungkin itu karena hye sun adalah tipe gadis yang ramah dan mudah bergaul sehingga mereka lebih cepat akrab.

“Sekarang kita mau kemana..?” tanya kyu saat mereka sudah ada di luar supermarket dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi persediaan makanan untuk satu minggu kedepan.

“molla” jawab hye sun denga mengangkat kedua bahunya.

“bagaimana kalau kita jalan-jalan ke namsa towr dulu” usul kyu dengan mimik yang sangan menawan,,siapapun yang melihat ekspresi kyu saat ini tak akan bisa menolak keinginanya. Begitu pula dengan hye sun yang tak kuasa untuk menolaknya.

“baiklah kalau begitu,, lagian ini juga masih sorre jadi tak ada salahnya kalau kita jalan-jalan dulu,” kata hye sun dengan berjalan menuju tempat yang mereka tuju.

Dalm perjalan suasana menjadi hening sesaat. Mereka masih sibuk dengan fikiran masing-masing. Sebelum akhirnya hye sun pun memberanikan untuk bertanya pada kyu. “kyu kenapa kau kembali ke korea lagi.??”

“hanya untuk mencari inspirasi baru” kata kyu enteng sambil mengacungkan tangannya yang menjinjing kamera. “selain itu ini kan negara ku,, jadi ya wajar kalau aku ingin kembali ke negara yang sudah lama aku tinggalkan.” Jelas kyu panjang lebar dengan sekali-kali mengambil beberapa objek.

“emmm…jinjja..?? apa kau yakin hanya itu kau kembalil ke sini” tanya hye sun yang kurang percaya dengan jawaban kyu.

“selain itu aku juga ingin menikmati suasana yang tak akan ada di jepang” balas kyu dengan sedikit ragu-ragu. Krena sebenarnya bukan karena itu dia pindah ke korea.

Mereka pun berjalan dengan mengobrol panjang lebar. Hingga langkah kakinya terhenti tepat dibawah lampu merah. Hye sun mencari sosok kyu yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Sampai ia tak sadar kini lampu merah itu telah berubah warna menjadi hijau.
Buugggg

Tiba-tiba tubuh hye sun oleng ke belakang karena kehilangan keseimbangan saat ada sesuatu yang menabraknya dari samping. “aaaaaa…….” teriak hye sun, Yang membuat tubuhnya tersungkur kebalakang. Ia merasa aneh saat merasakan tubuhnya tak menyentuh tanah.

Dengan takut-takut hye sun pun mencoba membuka matanya secara perlahan-lahan. Benar saja betapa terkejutnya hye sun saat mendapati seseorang yang menopang tubuhnya. Sosok yang dicarinya dari tadi. Hye sun termenung melihat wajah kyu yang sangat dekat dengan jarak hanya beberapa senti. Ia juga bisa merasakan aroma tubuh kyu. “ternyata dia tampan juga jika dilihat dari dekat” batin hye sun yang masih menikmati pemandangan yang ada di depannya ini.

“hye sun-ssi, gwenchanayo..??” sebuah suara yang berhasil menyadarkan hye sun dari lamunanya. Dengan cepat hye sun pun berdiri dari posisinya saat ini. “eoh,,gwenchanayo kyu-sssi” balas hye sun dengan salah tingkah.

“makanya kalau jalan itu perhatikan jalan”

“tadi aku itu mencari mu”

“aku kan tidak kemana-mana”

“apanya… orang tadi aku mencari mu yang tiba-tiba menghilang begitu saja seperti jaelangkung”

“mwo…apa kata mu” kata kyu yang tak terima dengan ucapan hye sun.
Terlihat hye sun yang kelelahan membawa barang belanjaannya yang sejak dari tadi di jinjingnya.

“wae..??” tanya kyu yang meliahat raut wajah hye sun yang kelelahan.

“seharusnya tadi kita tak belanja terlebih dahulu. Sekarang lihat kita harus membawanya kemana-mana” keluh hye sun ddengan memanyunkan bibirnya kedepan.

“wah,,, indah sekali..” kagum hye sun saat mereka sudah sampai ke namsa towr. Lampu yang kerlap kerlip dengan kembang api yang begitu indah meluncur dengan gesitnya ke permukaan langit.

Tanpa sadar sebuah senyuman terukir dengan indah di bibir kyu saat melihat ekspresi hye sun yang dianggapnya lucu. Kyu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah hye sun.

“ne..pemandangannya memang indah” balas kyu singakat. Pandangannya pun mengikuti arah kembang api. Tak henti-hentinya mereka mengagumi suasan yang jarang-jarang terjadi di namsa towr.

“kyu Kajja masuk” perintah hye sun sesampainya mereka ke apartemen mereka. Hye sun pun segera masuk ke dapur untuk meletakkan barang belanjaanya di lemari pendingin dan membuat kari untuk kyu sebbagai imbalan karena telah mengajaknya jalan-jalan.

“apa perlu bantuan hye sun-ssi” tubuh hye sun terlonjak kaget saat tiba-tiba terdengar suara kyu yang sudah ada di dapur tepat di belakang hye sun. “aissss,,kau mengagetkanku saja kyuhyun-ssi. Untung saja aku tak punya riwayat penyakit jantung” umpat hye sun kesal dengan memanyunkan bibirnya.

Kyu hanya terkekeh melihat raut wajah hye sun yang tiba-tiba menegang. Hye sun yang kesal pun menjitak kepala kyu dengan sendok yang ada di tangannya. “appoyoo hye sun-ssi” ritihnya kesakitan dengan memegang bagian kepalanya yang terkena jitakan hye sun.

“salah siapa kau menertawakan ku.. rasakan itu” kata hye sun dengan senyum evilnya [pinjem bentar ya bang kyu..keke] #abaikan.

“ne..ne mianhe… jadi apa yang bisa aku bantu eoh..?” balas kyu dengan raut kesal sambil menuju dimana hye sun berdiri.

“kau ambillah sayuran yang ada di kulkas dan potong-potong setelah itu cuci yang bersih,, arraso,” jelas hye sun panjang lebar yang di sambut anggukan dari kyu.

Mereka pun sibuk denagn tugas masing-masing sampai beberapa menit yang di tunggu-tunggu pun akhirnya siap untuk di santap. “taaaraaaaaaaa” teriak hye hun dengan membawa mangkuk yang berisi kari di tangannya dengan berjalan menghampiri kyu.

“kajja kita makannn….”seru hye sun dengan suara yang lumayan brisik.

“emmm masithaaa..”kata kyu dengan makanan yang masih penuh di mulut.

“pelan-pelan makannya nanti kau biasa tersedak tau..” nasehat hye sun yang melihat kyu makan dengan begitu antusias.

***

TBC

RCL Ne🙂

2 thoughts on “I love you My neighbors (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s