Because Habibie Dan Ainun

 

BecauseHabibie&Ainun

Title: Because Habibie dan Ainun

Rate: G

Author: Susan Arisanti (Admin KPDK)

Genre: Sweet Romance

Disclaimer: this is Susan’s ff, hehee RCL is loved, guys! Hahaa. And, happy reading! J 

 

 

 

Gwanghwamun, Gwangjin, Seoul. 30 Januari 2012. 19.00 PM KST

 

 

Seorang gadis berhenti didepan pagar bioskop. Matanya menatap nanar poster film yang di pasang di pagar. Film yang terkenal di dunia dan meraih penghargaan sebagai film terbaik Asia. Film yang menceritakan tentang kisah cinta presiden Republik Indonesia, B.J Habibie dengan almarhum istrinya. Film yang diangkat dari kisah nyata, Habibie Dan Ainun. Senyum gadis itu tambah lebar dan ia segera melangkah menuju pagar bioskop ternama di Korea Selatan, Cinecube.

Cinecube adalah nama sebuah bioskop yang berada di daerah Gwanghwamun. Salah satu keunikan bioskop ini karena terletak di bawah tanah. Cinecube pertama kali dibuka tahun 2000 oleh Korea Film Art Centre Baekdu-Daegan. Walaupun usianya masih baru, bioskop itu merupakan lima besar bioskop Korea Selatan yang selalu update dalam dunia hiburan khususnya perfilman.

Usai antri untuk mendapatkan tiket, Rail segera masuk ke ruang bioskop. Lampunya menyala terang karena film akan diputar 3 menit lagi.

Film sudah diputar, di menit-menit awal, Rail sudah senyum sendiri kadang ia terkikik kecil melihat akting aktor Indonesia yang memukau. Secara Fisik, aktor itu tak seperti fisik Habibie tapi caranya berjalan dan berkata sama persis dengan presiden Indonesia ketiga itu. Rail seolah melihat negaranya lagi setelah hampir dua  tahun 4 bulan, ia tak pulang ke tanah air.

“Indonesia, apakah kau masih memiliki dua musim?” Desah Rail lalu terkekeh senang.

Seorang lelaki yang duduk di samping Rail menoleh dan menatap Rail dengan tajam. Ia terganggu dengan suara yang dikeluarkan gadis itu.

“Nona, bisakah anda diam?” Ucap pemuda itu dingin lalu kembali menoleh ke layar. Rail merengut lalu fokus ke layar. Sebenarnya, ia mendumel dalam hati dengan lelaki asing yang menegurnya dengan kalimat dingin. Cih, menyebalkan!

Mendekati menit terakhir film—terutama saat kematian Ainun— Rail menyeka airmatanya dengan syal yang ia kenakan. Airmata yang ia tahan sedari tadi akhirnya mengalir. Entah kenapa melihat film itu seolah ia merasakan kesedihan dari Habibie. Kehilangan orang yang sangat dicintainya. Rail sesenggukan. Airmatanya merebak dan isakannya terdengar pemuda yang duduk di sampingnya. Pemuda itu tersenyum keki.

‘Tadi cekikikan, sekarang menangis. Aneh,’ bisik hati pemuda itu lalu tersenyum geli. Beberapa penonton sudah keluar saat lampu dinyalakan kembali. Film sudah habis. Kyuhyun masih duduk menunggu si gadis aneh tapi rupanya gadis itu masih menangis.

“Sudahlah! Hanya film. Jangan terlalu difikirkan.”

“Tapi, itu kisah cinta presidenku,” Gadis itu terisak, terlihat kekanakan, “Bagiku, ini bukan sekedar film. Ini adalah kisah romantis historis sang teknokrat.”

Kyuhyun mengerti. Ia pernah membaca profil Habibie. Ia juga bangga mendengar cerita tentang Habibie. Untuk itulah, ia menyempatkan menonton film itu di sela-sela jadwalnya yang padat.

“Aku mengerti, seorang teknokrat yang banting stir menjadi politikus. Seorang istri yang setia mendukung suaminya.” Balas Kyuhyun. Kini, Rail menatap Kyuhyun tak percaya, “Kisah cinta seperti ini begitu indah.”Sambung Kyuhyun sembari menoleh. Mata keduanya bertemu. Rail merasa ada hal yang aneh dari sorot mata itu. Ada ketenangan, kelembutan dan melindungi. Rail mengerjapkan matanya berulang kali. Kyuhyun hanya menarik ujung bibir sebelah kanannya, mengelurkan senyum separonya.

“Aku seperti mengenalmu. Apa kita pernah bertemu?”

Kyuhyun mendesah khawatir. Ia tak mau penyamarannya diketahui, “Mungkin, wajahku terlalu memukau nona, begitu maksudmu? Kalaupun begitu, terima kasih.”

Rail mengernyitkan keningnya, ia beranjak dari duduknya, “Lain kali, aku ingin bicara banyak tentang Habibie dan Ainun. Saya sangat tertarik dengan anda. Terima kasih sudah menemaniku. Saya permisi,” Usai berkata dengan kalimat formal, Rail menunduk lalu berjalan menuju pintu keluar.

Kyuhyun mengamati punggung gadis aneh itu, “gadis yang menarik, ” Nafasnya pelan dan teratur, “kenapa tidak bertanya namanya?”

*

Yongsang, Seoul 3 Februari 2013.

Setiap ELF atau penggemar Super Junior pasti tahu betapa pentingnya tanggal itu. Ya, 3 Februari. 25 tahun lalu seseorang lahir dan kini bayi itu telah menjadi lelaki dewasa. Hari ini, seluruh ELF mengadakan pesta perayaan ulang tahun bersama super junior bahkan ELF Internasional pun datang. Tak hanya dihibur dengan suara, dance dan kekonyolan masing-masing member. Diakhir acara, fans akan mendapatkan tanda tangan idolanya.

“Terima kasih atas ide kalian dengan acara ini. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membalas kalian. Aku mencintai kalian dan Terima kasih.” Kyuhyun menutup acara dengan suara tercekat, Super Junior membungkukkan badannya bersama-sama setelah diberi aba-aba oleh Eunhyuk. Mereka amat terharu dengan fansnya. Bagaimana tidak? Fansnya menyiapkan acara seperti ini, sungguh hatinya sangat tersentuh. Apalagi yang dibanggakan seorang idola jika bukan perhatian dan cinta dari fans?

Sekarang, para ELF sudah antri didepan meja berdasarkan idola mereka masing-masing. Kebahagian benar-benar memancar dari mereka semua. Sebenarnya, Kyuhyun sudah capek berdiri. Tapi antriannya masih banyak.

“Siapa namamu?”

“Rail.”

Mendengar nama yang aneh itu, Kyuhyun mendongak. Gadis yang ia temui saat menonton film Habibie dan Ainun muncul lagi di hadapannya sebagai fansnya. Pantas saja, meski ia memakai penyamaran hadis itu pernah bertanya apa mereka bertemu. Kyuhyun tersenyum lalu menulis lagi di sampul DVD Promise You milik Rail.

“Nama yang aneh.”

“Tapi menarik.”

Kyuhyun menahan senyumnya, “Huum, apa arti namamu?”

“Apa itu penting?”Rail balas bertanya, “Kudengar IQmu 135, jadi menurutmu apa?”

“Menurutku kau gadis yang labil. Suka tersenyum tapi beberapa detik kemudian, bisa menangis.”

“Ya! Aku sparkyu. Kenapa kau jahat sekali?”Gerutu Rail kesal.

“Selesai, nona.”Kyuhyun berhenti tak mempedulikan gerutuan Rail. Ia memandang gadis di depannya yang menatapnya dengan pandangan sebal.

Rail menerima DVDnya lagi, “Jangan salahkan aku jika aku berpindah ke Yesung.”

“Oh ya?”Kyuhyun tersenyum kecil. Puas sekali ia bisa menggoda gadis berambut sepinggang itu, “Apa kau bisa? Setahuku, gadis yang sudah terpesona denganku tak ada jalan kembali.”

Rail hanya mencibir lalu tersenyum geli. Sepertinya kalimat Kyuhyun ada benarnya tapi ia tak mau terlihat betapa ia mengagumi dan mencintai namja itu. Ia membungkuk lalu meninggalkan antrian dan pulang.

“Oppa, kau kenal gadis itu?”Tanya fans selanjutnya.

Kyuhyun mengernyit, heran. Ia menggeleng pelan.

“Dia orang Indonesia pertama yang membuat geger dunia fanfiction di Korea. FF tentangmu.”

“Nde[1]?”

“Setahuku, dia bukan penulis seperti Rowling atau blogger aktif lainnya yang menyuguhkan fanfiction tentangmu. Dia biasa sekali hingga dua Fanfiction(FF)nya membuat kami iri karena karektermu ditulis kuat disana.”

“Sepertinya bagus. Aku jadi ingin membacanya.”

“Kau memang harus membacanya. Aku sempat menanyakan padanya, apa dia penulis tapi kau tahu apa jawabannya Oppa[2]? Kyuhyun adalah salah satu alasan dan inspirasiku dalam menulis. Dia sangat mengagumimu.”

Kyuhyun tertegun. ‘Aku adalah inspirasinya? Sebegitu kuatkah pengaruhku dalam dunia imajinasinya?’

Usai acara ulang tahunnya dengan fans, Kyuhyun langsung pulang dan masuk ke kamarnya. Ia mengaktifkan laptopnya dan mulai mengetik nama yang mengganjal di otaknya selama perayaan ulang tahunnya. Kyuhyun berdecak kagum bahkan wikipedia pun menyimpan profil tentangnya. Kyuhyun segera membaca berita dari beberapa website yang menampilkan berita tentang Rail.

Setelah sukses dengan dua buah Fanfiction, penulis muda berbakat Rail Rahardian kini digandeng MBC sebagai penulis naskah drama Korea-Indonesia berjudul Jayaprana In Korea. Sebuah drama dua Negara yang bergenre historis, komedi, fantasi dan romance.

“Dia menempuh S.3 diusianya yang masih 23 tahun?” Ada rasa kagum yang menyeruak dalam dada Kyuhyun. ia meng-klik foto rail, membesarkannya dan mengamati wajah gadis berkening indah itu. Bibir Kyuhyun tertarik, ia tersenyum. Ia tak tahu kenapa hanya dengan memandang wajah itu bisa membuatnya merasa bahagia.

“Siapa gadis itu?” Suara berat di sisi kanan Kyuhyun menyadarkan Kyuhyun. Appa[3]nya duduk dan melihat foto gadis yang ada di layar laptop Kyuhyun.

“Eh, Appa. Aku hanya penasaran saja.”

“Cantik juga tipemu. Kapan kau mengenalkannya pada Appa?”

“Bu—kan, Appa.”

“Kalau bukan kenapa kau grogi? Ah, itu urusanmu. Jika kau sudah yakin, kenalkan pada Appamu ini.” Appa Kyuhyun tersenyum, “Oh ya, sahabatmu menunggumu di ruang tamu. Ia mengajakmu ikut festival lilin di sungai Cheonggyeocheon. Ikutlah.”

“Kajja[4]!” Ajak Appanya, Kyuhyun mematikan laptopnya lalu menemui hyung-hyungnya yang sudah menunggu di ruang tamu.

*

Seorang gadis, ia berdiri disisi sungai. Ia tersenyum cukup lama, sepertinya akalnya menguar. Ia memandangi sampul DVD yang tadi siang ditandatangani Kyuhyun. disitu tak hanya namanya dan nama Kyuhyun yang ditulis tapi ada sebuah ucapan yang membuat Rail penasaran. Kalimat yang membuatnya melayang hingga ke surga. Kalau perlu, ia tak perlu kembali lagi ke bumi. Di sampul DVD itu tertulis begini,

Because I’m Habibie and You’re Ainun.

Rail ♥ Kyuhyun

Dan baru dibawahnya ditandatangani Kyuhyun. Rail tersenyum. Setidaknya, idolanya menuliskan kalimat yang manis meski tadi sikap Kyuhyun amat menyebalkan. Tapi yang membuatnya heran darimana Kyuhyun tahu Habibie dan Ainun. Jika Kyuhyun manusia biasa sepertinya, ingin sekali Rail datang kerumahnya dan meminta penjelasan tentang tulisannya. Ia mungkin juga akan meminta Kyuhyun agar tak mengombang-ambingkan hatinya agar ia tetap mencintai Kyuhyun sebagai idola, bukan sebagai lelaki yang membuatnya berharap lebih.

“Astaga!”Rail tercengang. Upacara lampion akan segera dimulai. Ia ikut berdesakan di pinggir sungai agar bisa menghanyutkan lampionnya dan berdoa.

“Apa doamu? Lama sekali?”Tanya seseorang membuat Rail mengakhiri doanya. Ia memincingkan mata. Pria berkumis ujung meruncing itu tersenyum lalu menghanyutkan lampionnya setelah memejamkan matanya sebentar.

“Kau sendiri?”

“Aku berdoa untuk kebahagianku.”

“Aku seperti mengenalmu.”Rail menelusuri lekuk wajah pria disampingnya dengan cermat. Ia mulai curiga dan otaknya mengatakan jika pria ini Kyuhyun. Oh, tidak! Mungkin otaknya sedang bermasalah dan tidak benar. Pasti gara-gara DVD itu, ia sekarang berimajinasi tentang Kyuhyun.

“Apa doamu?” Ulang pria itu ingin tahu.

“Aku berdoa semoga aku bertemu pria yang menandatangani DVDku siang tadi.”

“Sepertinya doamu terkabul.” Kyuhyun menarik kumis palsunya dan tersenyum. Rail menutup mulutnya, kaget. Detik berikutnya, ia mencoba menetralisir jantungnya dan berharap ia bersikap normal di depan Kyuhyun.

“Festival Lampion ini indah,” Rail mengalihkan perhatian. Matanya menatap lilin yang menyala dalam lampion. Ada yang warnanya merah, biru, dan putih.

“Tidak. Aku tidak akan mengatakan lampion itu indah. Tidak, jika ada kamu disampingku.” Kyuhyun tersenyum puas dalam hati. Semoga gadis labil itu paham maksud kalimatnya bahwa Rail lebih indah daripada lampion yang membanjiri sungai Cheonggyecheon.

“Hahaa. Kalimatmu begitu manis, Kyunnie.”

“Kyunnie?” Kyuhyun menatap heran pada gadis itu. Seumur hidup, ia melanglang buana kemanapun tak ada yang memanggilnya Kyunnie.

“Itu~ mianhae. Aku terlalu terbawa dunia imajinasiku.”

“Maksudmu?”Kyuhyun pura-pura tak mengerti padahal ia tahu jika Rail adalah penulis fanfiction.

“Aku membuat ff tentangmu dan di ff itu aku memanggilmu Kyunnie. Mianhae[5] jika panggilanku itu membuatmu tak nyaman. Maafkan ak____.”

Kyuhyun menarik tubuh Rail dalam dadanya. Memeluknya erat seakan takut kehilangan, “Mungkin menurutmu ini terlalu cepat. Tapi pertemuan pertama kita di film Habibie dan Ainun membuatku penasaran dan kau datang dalam acara ulang tahunku. Aku disini bukan sebagai Kyuhyun Super Junior tapi sebagai Cho Kyuhyun, lelaki biasa yang membutuhkan cinta.”

Rail mendengarkan kalimat Kyuhyun dengan baik. Kepalanya rebah di dada pemuda itu dan membuatnya nyaman. Kyuhyun mengusap lembut rambut gadis itu.

“Bolehkah aku memintamu sebagaimana Habibie meminta Ainun dari Ayahnya?”

Rail masih terdiam, “Kau jangan berakting, Kyunnie-ya.” Entah kenapa, Setitik airmata Rail jatuh, “Aktingmu sama sekali tak bagus. Aku ini hanya fansmu.”

“Kalau begitu bolehkan aku meminta padamu untuk mencintaiku layaknya Presidenmu itu mencintai istrinya? Aku mohon. Bukan cinta seorang fans kepada idolanya. Tetapi cinta seorang pecinta pada kekasihnya.”

Rail mendongak dan pandangan mereka bersiborok pada satu garis lurus. Kyuhyun mengecup kening Rail penuh sayang, “Rail, mungkin ini tak seperti kisah romantis historis milik sang teknokrat pada gadis dokter. Tapi ini adalah cinta antara Cho Kyuhyun kepada Rail Rahardian. Saat aku jatuh cinta aku akan mencintainya hingga habis masa hidupku. Maukah kau menerima kepercayaanku?”

Rail tersenyum. Rasanya hatinya berbulu-bulu karena bahagia menggelitik hingga gelas jiwanya. Ia mengangguk mantap lalu menghambur ke dada prianya, Cho Kyuhyun.

 

 

 

END  

 

 

 

 

[1] Iya?

 

[2] Kakak

 

[3] Ayah

 

[4] Ayo

 

[5] Maafkan aku

5 thoughts on “Because Habibie Dan Ainun

  1. Wah.. Wah.. Ga nyangka aku bisa baca ini lagi. Waktu itu baca di fb nya Kak Susan :3
    Kali ini di blog nya.. =D

    Dan mau bagimana pun ceritanya yg di buat Kak Susan, aku tetep suka. (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s