*.*Be My Love*.* (Part 2)

BML2

*–*Be My Love*–*

Part2

Author: Meliza Caterin (Tan Mei Li)
Lenght: twoshoot.
Genre : Sad, romance.
Cast: Lee Sungmin (super junior)
Amber liu (fx)
Choi siwon (super junior)
Jessica jung (girl genration)
And all other cast

Anyeong haseo, maknae yang kece bawa FF baru mudah-mudahan reader suka, jangan lupa saran dan kritikan nya ya!!
Baiklah jangan berlama-lama kita ke TKP nya aja okeee……!!!!!

(*_*)happy reading…….!!!!!

Author POV.

Setelah Sungmin dan Amber menikah seusai resepsi mereka langsung tinggal di apartemen yang sudah di belikan oleh orang tua Sungmin untuk mereka tempati.

Sesampai nya di apartemen Amber langsung membagi tugas apa saja yang harus di kerjakan Sungmin, di karenakan kamar itu hanya ada satu jadi Amber menyuruh Sungmin untuk tidur di sofa sementara dia tidur di kamar.

Sungmin hanya menurut saja, dia tidak mau berdebat dengan Amber karena walau bagaimana pun dia sadar bahwa Amber sudah sah menjadi istri nya.

“Baiklah, aku ada urusan aku pergi dulu,” kata Amber sambil berlalu menuju pintu. “Chankaman! tapi ini kan hari pertama kita menikah memangnya kau mau kemana?” Tanya Sungmin bermaksud melarang Amber pergi.

“Memangnya kenapa kalau ini hari pernikahan kita? resepsi nya sudah selesai lagi pula aku menikah dengan mu bukan karena cinta, tapi karena terpaksa,” jawab Amber sarkarstis tanpa memperdulikan perasaan Sungmin.

Sungmin yang bermaksud melarang Amber untuk pergi dia pun mengurung kan niatnya, dia lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan wanita yang baru saja resmi di persuntingnya.

“Satu lagi jangan menungguku pulang! kemungkinan aku akan pulang sangat larut,” kata Amber sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu.

Sungmin tidak menjawab dia hanya diam karena tidak habis pikir dengan sikap Amber yang tidak menghargai nya sama sekali.

Karena merasa suntuk Sungmin pun membereskan barang-barang Amber yang masih berantakan, ketika dia sedang merapikan barang-barang Amber yang ada di koper tiba-tiba matanya melihat sebuah surat usang, yang tulisan nya acak-acakan, sepertinya surat itu di tulis oleh anak kecil, sungmin pun membuka dan membaca isinya, nampak Sungmin mengerutkan kening nya dan membolak balik kertas usang itu.

setelah seharian merapikan barang-barang, Sungmin pun tertidur di sofa hingga tengah malam.

Ckleeeek……..!!!!! Suara pintu terbuka dan itu sontak membuat Sungmin terbangun dari tidur nya. Di lihat nya Amber yang pulang bersama seorang pria yang mengantarmya pulang.

Sungmin yang berniat menolong Amber seketika dia diam membeku di tempat, karena dia melihat pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat.

“Chagia, cepat istirahat kau terlalu banyak minum wine,” pinta pria itu kepada Amber. “Ne, Oppa aku mau istirahat Oppa pulang saja tapi jangan pergi ke luar negri lagi ya!!” Racau Amber di sela-sela sesegukan nya.

Pria itupun berlalu setelah mengecup kening Amber singkat. Setelah pria itu pergi, Amber masuk ke kamar nya, terdengar ada air yang mengalir dari wastafel kamar mandi dan seperti nya Amber muntah.

Sungmin yang mendengar suara Amber muntah akhirnya dia masuk ke kamar dan membantu Amber berbaring di tempat tidur nya.

“Sungmin-ah, kenapa kau harus menjadi suami ku, aku benci padamu kenapa kau harus datang di saat seperti ini eoh?” Ucap Amber sambil cegukan.

“Sudah lah cepat istirahat! aku akan buat kan kau air lemon,” kata Sungmin sambil berlalu dan membuat air lemon untuk Amber.

Sungmin masih terngiang apa yang di katakan Amber barusan. “Kenapa kau harus datang di saat seperti ini?”
“Apa maksud perkataannya? aku benar-benar tidak mengerti, aku merasa sikap nya lebih baik seperti dua minggu yang lalu, sekarang dia berubah sangat drastis sepertinya untuk bicara saja dia enggan untuk melihatku, apakah dia sangat membenciku? tapi kenapa waktu itu dia setuju dengan usul pernikahan ini.”

Begitu banyak pertanyaan yang berkutat di kepala Sungmin, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Amber.

Setelah Sungmin selesai membuat kan air lemon untuk Amber dia segera menyuruh Amber meminumnya sampai habis, agar kepalanya tidak terlalu pusing.

Setelah dia melihat Amber tertidur dengan pulas, Sungmin segera kembali ke ruang tamu, dia tidak dapat melanjutkan tidurnya setelah melihat adegan di pintu tadi.

“Hari pertama menikah istriku pergi, lalu pulang malam dalam keadaan mabuk, di antarkan oleh seorang pria pula, benar-benar membuat harga diri ku merasa terluka,” Sungmin bersandar di sofa sambil mengurut kepalanya.

Karena semenjak tahu dua minggu lagi akan menikah, dia berusaha belajar bagaimana menjadi kepala keluarga yang baik, meskipun pernikahan ini hanya pura-pura tetapi dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, bagaimanapun juga mereka sudah tua dan menginginkan cucu, maka selama dua minggu ini Sungmin banyak belajar cara menjadi suami dan belajar mengatasi rasa gugup jika sedang bersama wanita, walaupun saat di altar dia shock karena Amber mencium nya secara tiba-tiba.

Author POV end.

*_* Amber POV *_*

cahaya mentari yang masuk melalui jendela kamar ku membuatku terbangun dari mimpi indah yang sedang aku rasakan.

“Aigo, sudah pagi tapi di mana aku?” Tanyaku pada diri sendiri. Aku mengingat-ngingat kejadian semalem.

FLASHBACK ON.

“Ne, Oppa nanti kita bertemu agak sore,” kata ku pada seseorang yang sedang bicara lewat telpon denganku.

“………”

“Ne, Oppa sampai nanti sore.”

Rasa nya aku bahagia karena satu minggu terkahir ini Siwon Oppa sudah kembali ke Korea dan dia bilang akan menetap di sini, karena studynya telah selesai, walaupun ini hari pernikahan ku tapi aku tidak berniat untuk memberitahukannya pada Siwon Oppa.

Setelah acara pernikahan selesai aku pun segera pamit pada Sungmin yang secara hukum telah sah menjadi suamiku.

Aku tidak mau tahu dan tidak perduli tentang apa yang dia pikirkan, walaupun hatiku sedikit kasihan melihatnya, karena selama persiapan aku tidak pernah bersikap baik padanya, lagipula selama persiapan pernikahan aku selalu sibuk dengan Siwon Oppa, hingga semua hal Sungmin yang mempersiapkannya.

Hingga aku sampai di tempat yang aku janjikan pada Siwon Oppa.

“Chagia, mau kah kau kembali pada Oppa?” Tanyanya padaku yang langsung membuatku senang bercampur sedih.

“Oppa, apa tidak terlalu cepat? lagi pula aku sudah tidak secantik dulu, sekarang aku tomboy dan nampak seperti namja,” kata ku pada nya, karena jujur aku kurang percaya diri.

“Aku tetap menyukai mu, justru karena kau berdandan seperti ini di mataku kau sangat sexy,” jawab Siwon dengan senyum manis nya.

“Mianhae, aku tidak bisa jawab sekarang,” kata ku berusaha untuk menjernihkan pikiran ku yang kacau.
Di satu sisi aku sangat ingin kembali padanya, tapi di sisi lain aku sudah menikah dan tidak mungkin memutuskan pernikahan itu begitu saja.

Perasaanku saat ini benar-benar sangat bingung, hingga akhir nya aku dan siwon Oppa minum bersama, kerena terlalu banyak minum akhirnya aku mabuk, aku sedikit ingat Siwon Oppa yang mengantarku pulang.

FLASHBACK OFF.

perlahan ku langkahkan kaki ku keluar kamar, aku terpaku melihat Sungmin yang sudah mengenakan pakai rapi, sepertinya dia akan pergi.

“Kau sudah bangun? Apa kepalamu masih sakit?” Tanya nya padaku.
“Ne, lumayan masih pusing,” jawabku lemas.

“Aku sudah menyiapkan makanan, sepertinya semalam kau banyak memuntahkan isi perutmu jadi sebaiknya makan dulu!”
“Tapi kau mau kemana, pagi-pagi sudah rapi?” Tanyaku pada nya.

“Ne, aku ada janji dengan seseorang maaf aku tidak mau membuatnya menunggu, jadi aku pamit berangkat sekarang,” jawab nya tanpa menghiraukan ku yang masih terpaku.

“Aish, memang nya dia ada janji dengan siapa sampai-sampai tidak mau membuat orang itu menunggu.”

Setelah aku mandi, aku putuskan untuk makan dulu sebelum pergi dengan Siwon Oppa, karena tadi dia sudah mengirim pesan dan mengajaku jalan-jalan.

Drrt..!!! Drrrrt…!!!

Kulihat ponsel ku bergetar, dan ada pesan yang masuk.

From : my prince.

“Chagia, Oppa tunggu di tempat biasa kita bertemu ya! setengah jam lagi aku sampai.”

Aku bahagia bisa dekat lagi dengannya, tapi setiap mengingat status ku saat ini rasa nya hatiku kacau dan tidak bisa berpikir jernih, entahlah apa yang aku lakukan ini benar atau salah.

Aku segera mengetik pesan untuk orang yang selama ini telah membuat hidupku tidak pernah lepas dari bayanganya walaupun dia sudah menyakitiku.

To : my prince.

“Ne, aku akan segera kesana!”

Setelah aku selesai berdandan aku pun segera menuju cafe tempat favorite kami dulu.

Tentu saja aku tidak berdandan seperti biasa nya, kali ini aku memakai pakaian wanita pada umum nya bahkan aku memberikan sedikit riasan di wajahku, karena aku tidak ingin tampil jelek.

*-* CAFE *-*

Sesampi nya di cafe aku langsung menghampiri Siwon Oppa yang sudah menungguku di depan pintu, dia begitu tampan mengenakan stelan jas, dia benar-benar sempurna di mataku, tapi ingatan ku kembali teringat pada Sungmin yang pergi menggunakan baju pink, dan sedikit kelonggaran di badan.

“Aish, kenapa aku memikir namja gemulai itu?” refleks aku mentoyor (?) Kepalaku. “Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Siwon Oppa.
“Ne, gwaenchana kajja kita masuk!”

Sesampai nya di dalam kami mencari tempat duduk karena pengunjungnya lumayan ramai, ketika aku sedang sibuk mencari tempat kosong tiba-tiba mataku beradu dengan tatapan mata seorang namja yang sangat aku kenal.

Tanpa sadar aku berjalan ke arahnya, dan aku melihat seorang yeoja yang sedang makan bersamanya.

“Sedang apa kau di sini?” Dia bertanya padaku.
“Aku ingin makan siang memang nya kenapa, tidak boleh?” Tanyaku.

“Jessica-ah senang bertemu denganmu lagi, apa kami boleh bergabung dengan kalian?” Suara Siwon Oppa meminta ijin untuk duduk bersama mereka. “kenapa siwon Oppa bisa mengetahui nama yeoja yang sedang bersama Sungmin sekarang?” Tanyaku dalam hati.

Kami makan bersama dan mengobrol, seperti nya Siwon Oppa sangat akrab dengan yeoja itu bahkan dia sedikit mengabaikan keberadaanku.

Aku dan Sungmin kami berdua mengaku pada mereka bahwa kami hanya teman biasa, dan hanya saling mengenal saja.

Hingga akhir nya acara makan kami pun selesai, tiba-tiba saja Siwon Oppa bilang tidak bisa mengantarku pulang.

Dia lebih memilih yeoja yang bernama Jessica itu untuk pulang bersama nya.
Aku hanya bisa pasrah dan mengangguk saja ketika dia menyuruhku untuk pulang bersama Sungmin.

Kami pun pulang menggunakan mobilku, karena Sungmin tidak mempunyai SIM dan dia juga belum lancar dalam mengendarain kendaraan roda empat.

Selama dalam perjalanan pulang kami saling terdiam dan larut pada pikiran masing-masing.

“Dia itu siapa?” Tanya Sungmin memecah keheningan di dalam mobil.
“Dia mantan pacarku,” jawabku Singkat.

“Jadi dia yang meninggalkanmu hanya karena alasan sepele?” Pertanyaannya kali ini benar-benar membuatku kaget dan mengerem mendadak.

“Dari mana kau tau itu?” Tanya ku kasar.
“Itu tidak penting, yang penting aku mengetahui semua nya,” jawab nya cuek.

Entahlah aku tidak mengerti apa maksud perkataannya, dan aku juga tidak mengerti apa maksudnya kalau dia sudah mengetahui semua nya.

*-* Amber POV end *-*

Author POV.

Setelah sampai di rumah Amber langsung menuju kamarnya, karena dia sedang malas untuk mengobrol.
Begitu pula dengan Sungmin dia mebaringkan tubuh nya di sofa dan pikiran nya melayang entah kemana.

*S*K*I*P

Semenjak kejadian hari ini Amber jarang sekali berbicara pada Sungmin, bahkan tidak jarang dia pulang malam dalam keadaan mabuk berat, bahkan semua pekerjaan rumah tangga semua itu Sungmin yang melakukan semuanya, sebelum dia berangkat ke kantor.

Sungmin sudah bekerja di kantor ayahnya sebagai kepala desainger, sedang kan Jessica ada lah wanita yang selama ini membuat Sungmin nyaman dia sudah seperti kaka untuknya, hingga Sungminpun akhirnya menceritakan tentang masalah pribadi nya, dan dia sudah jujur bahwa wanita yang makan di cafe waktu itu adalah istrinya.

“Sungmin-ah, apa kau tau istri mu kemana saja setiap hari nya?” Tanya Jessica pelan. “Molla, karena aku tidak pernah berniat mengikuti nya,” jawab Sungmin datar menyembunyikan kesedihan yang teramat dalam.

“Sebenar nya dia sudah tidak pernah jalan bersama Siwon Oppa lagi,” kata Jessica. “Mwo, bukankah mereka selalu bersama selama ini?” Sungmin terkejut karena dia tidak menyangka Jessica bisa tau kalau Amber sudah tidak pergi dengan Siwon lagi.

“Annio, Siwon Oppa sudah kembali padaku, Amber sangat marah dan terluka, sayang sekali dia menyia-nyiakan suami sebaik dirimu,” Jessica berkata sambil membelai rambut Sungmin.

Dia merasa kasihan pada namja yang sudah di anggap namdongsaeng nya ini.

“Gomawo, Noona sudah memberitahuku masalah ini,” kata Sungmin sambil berdiri dan bermaksud untuk pergi.
“Ne, cepat pulang dan cegah dia agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan! karena aku tau kau menyayanginya bukan?”

“Ne, gomawo Noona,” jawab Sungmin lalu berlari menuju parkiran.

Sungmin segera berlari menuju apartemen nya bersama Amber, sesampai di dalam dia melihat Amber yang sedang menangis.

Sungmin memberanikan diri untuk masuk dan menenangkan istri nya itu.

“Amber-ah, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Sungmin lembut.
“Ne, gwaenchana kenapa kau masih perduli padaku? padahal selama ini aku selalu mengabaikan dirimu, selalu tidak pernah menganggap mu ada,” Amber berkata di sela isak tangis nya.

“Kau kenapa seperti ini?” Tanya Sungmin. “Mianhae, aku memang yeoja paboe sudah mempunyai suami sebaik dan sesabar dirimu tapi aku malah mengejar cinta yang pernah menyakitiku, bahkan dengan bodohnya aku berharap ingin kembali padanya, mata hatiku buta ketika dia memintaku kembali, ternyata aku hanya pelarian saja karena dia baru putus dari pacarnya, dan setelah dia bertemu dengan pacarnya lagi, aku kembali di campakan olehnya begitu saja.”

“Sudah jangan menangis! walaupun aku akui hatiku sangat sakit ketika kau tidak mau menatapku saat bicara, kau mengacuhkan ku, bahkan di rumah pun kau tidak pernah mau bicara padaku.”

“Maaf atas semua kesalahan ku selama ini yang tidak pernah melihatmu sebagai suamiku,” sesal Amber.
“Ne, kalau boleh tau selain karena Siwon apa ada hal lain yang membuatmu tidak bisa membuka hati kepada namja lain?” Tanya Sungmin mencari kebenaran yang selama ini dia cari.

“Mianhae, sebenar nya ketika aku masuk SMP aku mempunyai sahabat kecil yang aku beri nama namja boneka, dia sahabatku satu-satu nya yang selalu ada di saat aku sedih karena di tinggal oleh Eomma dan Appa, waktu aku kecil mereka sangat sibuk bekerja, kadang mereka sering lupa keberadaanku.”

“Lalu apa sampai saat ini dia masih ada di pikiran mu?” Tanya Sungmin.
“Ne, dia masih selalu saja menghantui hidupku, aku pernah berjanji suatu saat aku akan menikahinya agar dia tidak di ganggu oleh anak-anak nakal lagi, kedengaran nya memang konyol tapi waktu itu aku bersungguh-sungguh, karena dia cinta pertamaku.”

Sementara itu Sungmin mulai menahan air mata yang mulai menggenang di ujung mata nya.

“Tapi dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pesan atupun ucapan perpisahan aku benar-benar sangat terpukul, karena dia temanku satu-satunya dan hanya dia yang bisa mengerti perasaanku, hingga akhirnya aku bertemu Siwon Oppa aku selalu mengikutinyanya kemana-mana, ketika beranjak dewasa kami berpacaran, sungguh aku sangat mencintainya, namun sayang lagi-lagi aku di tinggalkan dan di campakan,” Amber mulai menangis lagi dan semakin menjadi.

Sungmin yang melihat itu semua dia sudah tidak tahan untuk menyimpan semua rahasia yang dia simpan sejak hari pernikahan mereka.

“Mianhae aku membuatmu terluka, mianhae karena aku menyakitimu hingga seperti ini,” Sungmin berkata sambil terisak dan memeluk Amber.

Amber yang mendengar penuturan Sungmin barusan dia tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.

“Apa maksud dari perkataan mu?” Tanya Amber penasaran.
“Sebenar nya aku adalah namja barbie yang telah menyakitimu selama ini, aku benar-benar minta maaf karena tidak sempat berpamitan padamu, waktu itu keputusan ayah untuk meneriwa tawaran kerja di New York sangat mendadak dan tiba-tiba, sehingga aku tidak bisa berbuat apa-apa, setiap hari aku memikirkanmu, hingga aku bertemu Jessica noona yang sudah seperki Noona sendiri, dia yang selalu menyemangatiku selama ini.”

Amber masih shock dengan penuturan Sungmin, perlahan-lahan dia mencerna apa yang di katakan Suami nya.

“Jadi kau namja barbie yang selalu menghiburku itu?” Tanya Amber sambil memegangi wajah Sungmin yang menurut dia memang ada sedikit kemiripan dengan wajah Sungmin ketika masih kecil, walau bagaimanapun Amber menyimpan photo masa kecil mereka, jadi dia tidak akan pernah lupa bagaimana wajah cinta pertamanya.

“Ne, dan aku sudah menyukai mu, sejak aku melihat mu di altar menggunakan baju pengantin itu membuatku mulai menyayangimu, dan aku mengetahui bahwa kau ada lah gadis super hero yang selalu menjagaku ketika aku sedang di bully oleh anak-anak lain,” Sungmin mengeluarkan semua hal yang dia pendam selama ini.

“Dari mana kau tau kalau aku gadis masa kecil mu?” Tanya Amber penasaran.
“Kau ingat di hari kita menikah kau pergi, aku di rumah membereskan semua barang-barang mu, tanpa sengaja aku melihat surat usang yang kau simpan di dalam kopermu, aku membaca nya dan aku ingat itu semua adalah tulisan tangan ku di masa kecil.”

Amber terpaku mendengar penjelasan Sungmin. “kenapa kau tidak memberitahukan nya padaku?”

“Mianhae, aku telah membuatmu terluka untuk kedua kalinya,” jawab Sungmin.
“Namja paboe harusnya aku yang meminta maaf padamu, sebagai istri aku tidak pernah bersikap baik sedikit pun kepadamu, terlebih lagi aku menyakiti cinta pertamaku,” Amber berkata di iringin tangisan bahagia nya.

“Sudah lah aku tidak pernah marah atau membencimu, bagaimana kalau kita mulai dari awal membangun rumah tangga yang baik?” Tanya Sungmin.

“Ne, Oppa aku mau,” jawab Amber, dan kini mata mereka sudah saling bertemu menimbulkan getaran-getaran aneh yang membuat mereka sendiri sulit untuk mengartikan nya dan

Chuuuu……

Amber kembali mencium Sungmin, sama seperti saat di altar namun kali ini Amber melakukan nya dengan pelan, Amber perlahan menjauh kan bibir nya dari bibir Sungmin, karena dia takut Sungmin akan pingsan lagi.

“Mianhae, Oppa aku….” Ucapan Amber terpotong karena Sungmin mengecup bibir nya. “Mianhae chagi, ijinkan aku untuk belajar pelan-pelan bersamamu,” pinta Sungmin lembut.

Amber tersenyum senang karena Sungmin tidak pingsan lagi sperti waktu itu.

“Ne, Oppa aku akan mengajari mu pelan-pelan, aku juga tidak akan memintanya sekarang, aku akan menunggumu sampai kau siap,” Amber berkata Sambil memgang pipi Sungmin dengan kedua tangan nya.

Jangan di tanya wajah Sungmin sudah merah merona menerima perlakuan dari Amber yang seperti itu.

“Ne, chagi kajja kita bangun rumah tangga kita, walaupun sedikit terlambat tapi tidak ada salah nya untuk memperbaiki semua nya,” kata Sungmin sambil menunduk malu.

“Sudah lah Oppa jangan malu-malu begitu! aku ini kan istrimu,” jawab Amber, dia sangat senang melihat eksperesi wajah Sungmin yang seperti itu.

“Mari kita buat keluarga kita bangga dan bahagia karena melihat pernikahan kita yang harmonis,” jawab Sungmin.

Amber tersenyum dan mengangguk tanda setuju, dan mereka sudah sepakat akan memperbaiki semua nya, mereka akan sama-sama memulai semua dan segala sesuatunya dari awal.

@.@ THE END @.@

Mianhae kalau gaje, soal nya author bingung gara2 lagi sedih akut! and mianhae kalau alur nya kecepetan.
Buat yang udah baca dan RCL ya!!! gomawo
.

4 thoughts on “*.*Be My Love*.* (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s