*.*Be My Love*.* (Part 1)

BML1

 

*.*Be My Love*.* Part 1

 

Author: meliza caterin (tan mei li)
Lenght: twoshoot.
Genre : Sad, romance, Comedy.
Cast: Lee Sungmin (super junior)
Amber liu (fx)
Choi siwon (super junior)
Jessica jung (girl genration)
And all other cast

Anyeong haseo, FF ini pernah di publish di page pribadi Author bagi yang suka membaca FF berbagai genre ini link nya.

Http://www.facebook.com/ pages/Summer-Fiction/464912556931465

 

 

(*_*)happy reading…….!!!!!

*___*Amber POV*___*

Tidak bisakah mereka membiarkan diriku untuk memilih jalan hidupku sendiri?
aku benci dengan semua ini, aku benci jika harus di nikahkan dengan orang yang tidak aku cintai, bahkan dirku belum siap untuk menerima kehadiran seseorang dalam hidupku, kejadian itu masih terlalu jelas di dalam ingatanku.

Flash back on.

“Oppa, ada apa tidak biasa nya kau mengajaku makan malam?” Tanyaku pada namja yang selama ini selalu menghiasi hari-hari dan hidupku.
“Gwaenchana, Oppa hanya ingin menghabiskan malam ini bersamamu, mungkin sebagai malam perpisahan,” jawab nya di iringi senyuman.

DEG…
Apa maksud perkataan nya, sungguh aku tidak mengerti.

“Maksud Oppa apa?” Tanyaku mencari suatu kejelasan.
“Mianhae chagi seperti Oppa tidak bisa melanjutkan hubungan kita,” kata Siwon Oppa dengan santai nya bahkan seperti nya dia sama sekali tidak memperdulikan perasaanku yang hancur berkeping-keping.

“Alasan nya apa?” Sungguh aku benar-benar tidak mengerti dengan semua hal yang tiba-tiba ini.

“Sebenar nya Oppa akan melanjutkan kuliah di Australia,” jawab nya.


“Tapi kenapa kita harus berpisah, bukankah kita masih bisa longdistance bagiku jarak tidak

akan jadi masalah.”

“Mianhae chagi, tapi aku tidak bisa, aku ingin fokus dengan kuliah ku saja.”
“Oppa, itu alasan yang tidak masuk akal hanya karena longsdistance Oppa memilih untuk mengakhiri semua yang telah kita jalani selama ini,” jawab ku dengan berurai air mata.

“Mianhae jeongmal mianhae, aku benar-benar tidak sanggup jika harus mejalin suatu hubungan jarak jauh,” jawab nya dengan penuh keyakinan bahwa dia lebih memilih mengakhiri kebersamaan kami dengan cara seperti ini.

“Oppa, apa sebegitu tidak berharganya kah diriku di dalam hatimu?” Tanyaku dengan suara bergetar menahan semua luapan emosi yang menyesakan ini.
“Semua yang telah kita lewati selama Dua tahun ini akan selalu tertanam di hati, dan terekam di memori ingatanku chagi,” kata nya meyakinkanku.

“Oppa kenapa kau tega sekali, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu, bahkan setelah semua usaha selama ini apa belum cukup untuk membuat hati Oppa luluh sepenuhnya,” jawabku sambil terisak karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk menahan butiran-butiran bening yang sedari tadi meminta untuk keluar dari suduh mataku.

“Mianhae, lanjutkan hidupmu chagi jangan terus memikirkan aku, besok aku akan berangkat.”

“OPPAAAA, JANGAAAN PERGIII AKU MOHOOON.”

Sebisa ku berteriak di sela isak tangisku, berharap dia kembali dan merengkuhku kedalam pelukan nya.

Tapi semua nya sia-sia dia telah beranjak pergi meninggalkanku dengan semua rasa sakit yang dia tanamkan di sini, di relung hati terdalam bahkan dia tidak memperdulikan diriku yang terlihat sangat menyedihkan, karena berharap cinta pertamaku tidak mencampakan ku seperti ini

Flash back off

ARRRHHH….., setiap teringat kejadian itu selalu membuatku frustasi, bahkan semenjak kejadian itu aku merubah penampilanku menjadi seperti namja tidak ada lagi rambut panjang terurai, mini dress, high hills, semua nya aku sudah tidak menyukai nya.

Aku yang sekarang lebih menyukai dandanan seperti namja entak mengapa itu membuatku sangat nyaman.

Seperti aku harus mencari cara agar aku bisa lepas dari perjodohan ini, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bila aku harus di jodohkan dengan namja yang sama sekali aku tidak mengenalnya.

*___*Amber POV end*___*

Author POV

Karena merasa pusing dengan perjodohan yang di bicarakan orang tua nya, Amber pun memutuskan untuk menenangkan pikiran nya dia memilih berjalan-jalan ke taman, karena di sana lah biasanya dia menenangkan pikiran bila sedang ada masalah.

dia memilih duduk di salah satu bangku sambil memandangi bunga-bunga yang Iηϑαh bermekaran, sambil sesekali dia melihat sepasang kekasih yang lalu lalang bergandengan tangan.

“Aish, apa mereka tidak malu bermesraan di depan umum,” gumam nya karena dia merasa sedikit risih terlalu banyak pasangan kekasih di taman sore ini.

Sedang asik-asik nya menikmati pemandangan tiba-tiba saja seseorang mengagetkan nya karena duduk tiba-tiba disamping nya dengan sedikit tersungkur.

Hossh,, Hossh….

“Untunglah aku selamat,” gumam orang itu.
“Hey noona tidak bisakah kau pelan sedikit bila ingin duduk, tempat duduk nya kan masih banyak kenapa datang-datang langsung membuat orang jantungan eoh,” tanya Amber sambil melotot ke arah orang yang membuat nya sport jantung tersebut.

“Mianhae tuan, tapi janga panggil aku noona karena aku bukan yeoja,” jawab nya sedikit gugup karena melihat Amber meloto kepada nya.
“Aish, mana ada namja sepertimu, lihat saja dari ujung kaki sampai ujung rambut semua yang kau kenakan berwarna pink,” jawab Amber sambil melihat orang di samping nya dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“Kyaaaa, tuan apa tidak boleh kalau namja menyukai warna pink,” jawab namja imut itu.
“Aish, yang benar saja mana aja namja di dunia ini sampai memakai kutek berwarna pink pula,” jawab Amber di iringi tawa.

“Kyaaa, tuan aku ini benar-benar namja hanya saja aku memang menyukai warna merah muda.”
“Huffh, baiklah lagi pula apa urusan nya denganku aku tidak perduli kau namja atau yeoja, kecuali kalau kau adalah calon tunanganku, baru itu menjadi akan masalah besar untuku,” jawab Amber datar.

“Ne, harus nya tuan bersikap seperti itu dari tadi, bukan nya terus-terusan menanyai aku yeoja atau bukan,” jawab namja imut itu dengan polos nya.
“Aish ya sudah anggap saja tadi aku tidak bicara apa-apa padamu, tapi ngomong-ngomong kenapa kau tadi seperti sedang di kejar-kejar orang,” tanya Amber penasaran.

“Ne, aku tadi di kejar-kejar pengawal Appa ku.”
“Memang nya kenapa sampai kau di kejara-kejar seperti tadi apa kau ingin menjadi yeoja lalu di larang Appa mu ya?” Tanya Amber di iringi tawa.
“Aish, bukan karena hal itu tapi karena aku tidak mau di jodohkan.”

“Mwo?” Amber tersentak mendengar jawaban namja itu.
“Waeyo, tuan kenapa apa ada yang salah dengan perkataanku?”
“Anio, hanya saja saat ini masalah yang kita hadapi sama,” jawab Amber sambil tersenyum getir (?).

“Hmmm, kenapa bisa sama ya kebetulan sekali, oh iya tuan perkenalkan Lee Sungmin imnida,” pria itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan nya.
“oh iya kita sudah mengobrol lama tapi belum sempat berkenalan, naneun Amber imnida,” Amber menyambut uluran tangan Sungmin.

“Baiklah seperti sudah senja aku pamit pulang,” kata Amber sambil berdiri.
“Hmmm, aku tidak tau harus pulang kemana,” Sungmin berkata dengan wajah melasnya.

“kenapa kau tidak pulang kerumah?” Tanya Amber heran.
“Aish, tuan apa kau lupa aku kan sedang kabur menghindari perjodohan itu,” jawab Sungmin mengingatkan keberadaan nya saat ini ada lah sedang menghindari rencana orang tua nya.

“Ya sudah jangan pasang wajah seperti itu, aku tidak suka melihatnya, kau seperti yeoja saja cengeng sekali,”Amber mencibir Sungmin yang sedang memelas.
“bagaimana kalau kau menginap di apartemen ku saja?” Amber menawarkan bantuan.

“Apa tidak merepotkan, lalu bagaimana dengan orang tua mu tuan?” Tanya Sungmin.

“Tenang saja di apartemen ku ada dua kamar, jadi tidak akan ada masalah, lagi pula di apartemen aku hanya tinggal sendiri, Eomma dan Appa tinggal di rumah, kebetulan aku sedang malas pulang kerumah,” jawab Amber dan dia berpikir tidak da salahnya membantu namja yang sedang kesusahan ini.

“Baiklah tuan aku ikut ke apartemen mu saja,” ucap Sungmin.
“Ne, kajja kita pulang.”

Entah mengapa Amber merasa biasa saja dia tidak merasa risih walaupun tau Sungmin adalah namja, tapi di mata Amber dia tetap nampak seperti yeoja.

“Lumayan namja ini bisa membuatku sedikit melupakan kesedihanku,” gumam Amber dalam hati.

Tidak berapa lama merekapun sampai di apartemen Amber yang lumayan luas mempunyai dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dan pantry.

ketika mereka sudah masuk, tiba-tiba suara pintu terbuka dari arah kamar mandi.

“Omo, Eomma sedang apa di sini?” Tanya Amber gugup.
“Tentu saja Eomma mencarimu, karena Eomma tau kamu pasti tidak akan pulang kerumah bila ada masalah.”
“Aish, wajar kalau aku tidak betah di rumah siapa suruh kalian menjodohkan ku dengan namja yang tidak jelas itu,” Amber berkata sambil bersungut-sungut.

“Aigo, nuguya?” tanya Amber Eomma kaget karena melihat seseorang yang tidak di kenal ternyata ada di ruangan itu dan sedang memperhatikan perdebatan kecil mereka.

“Perkenal dia Sungmin, dia sahabatku,” jawab Amber sambil memperkenal kan sahabat baru nya itu.

“Naneun Sungmin imnida,” Sungmin memperkenalkan diri nya.
Amber Eomma melihat Sungmin dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu dia tersenyum simpul.
“Ya sudah mungkin kalian capek mau istirahat, Eomma pamit pulang saja, tolong jaga Amber dan bersabarlah dalam menghadapi sikapnya!” kata Amber Eomma kepada Sungmin.

“Aish, Eomma ini kenapa tidak biasanya bersikap seperti itu kepada orang yang baru di kenal, menyebalkan,” gerutu Amber.

“Chagia, Eomma pulang jangan nakal pada namja manis itu, dia seperti nya terlalu lembut untuk di sandingkan dengan sikapmu yang sedikit kasar,” kata Amber Eomma sambil mencium pipi anak nya itu.
“Aish Eomma apa-apan membandingkan sikapku denga namja pink itu, sudah lah Eomma cepat pulang, satu lagi kapan kunci motorku akan Eomma kembalikan?” Tanya Amber.
Karena semenjak dia menolak perjodohan itu semua barang-barang kesayangan nya di sita Eomma nya, termasuk motor harley davidson miliknya tidak luput dari sanderaan Eomma dan Appa nya.

“Eomma akan mengembalikan semua nya sehari setelah kalian menikah,” jawab Amber Eomma sambil berlalu dan tersenyum penuh arti.
“Aish, apa-apan ini, tunggu tadi Eomma bilang setelah kalian menikah, kapan aku menyetujui perjodohan itu, benar-benar membuatku pusing saja,” gerutu Amber sambil mengacak-ngacak rambut pendeknya.

“Sungmin ssi, kau tidur di kamar sebelah sana, di lemari ada pakaian dan handuk kau pakai saja,” suruh Amber kepada Sungmin yang duduk manis di sofa dari tadi.

“Ne, khamsa hamnida aku mau mandi rasanya badanku sudah gatal sekali,” jawab Sungmin sambil berlalu ke arah kamar dan meninggalkan Amber yang masih kesal kepada Eomma nya.

*.*keesokan hari nya*.*

Ting tong….!!!! ting tong….!!!!
Suara bel apartemen Amber bunyi.

“Aish, siapa sih yang pagi-pagi datang kesini?” Gerutu Amber sambil berjalan menuju pintu.

Tapi sebelum dia sampai di ruang tamu dia melihat seseorang dari arah dapur yang sedang sibuk menghidangkan makanan di meja makan.

“Aigo, Sungmin-ah apa kau yang memasak semua hidangan ini?” Tanya Amber kagum sekaligus lapar karena dia melihat banyak makanan enak yang tersaji di meja.

“Ne, aku yang memasak nya, seperti nya ada tamu, mianhae aku tidak bisa membukakan pintu nya karena masih ada masakan yang belum matang, tapi kenapa kau tidak membuka pintu nya?” Tanya Sungmin heran karena Amber tidak membuka pintu padahal bel apartemen nya sudah berbunyi dari tadi.

“Aigo, aku lupa tadi aku mau membuka pintu nya, tapi aku mencium bau makanan jadi aku berjalan ke arah dapur,” jawab Amber jujur.

“Cepatlah buka kasihan seperti nya ada tamu penting,” suruh Sungmin.
“Ne.”

Amber pun segera menuju pintu apartemen nya, dia mengintip lewat interkom karena penasaran siapa yang pagi-pagi datang bertamu ke tempat nya.

“Aigo, itu kan Eomma tapi siapa wanita yang di samping nya,” Amber bertanya dalam hati dan membuka pintu apartemen nya.

Ckleeeek…!!!!

“Eomma, ada apa pagi-pagi sudah kesini?” Amber To the poin mengintrogasi Eomma nya.
“Aish, gadis nakal kenapa Eomma dan teman Eomma tidak di suruh duduk dulu baru berta nya!”
“Mianhae,” jawab Amber singkat, lalu dia mempersilahkan Eomma dan teman nya untuk duduk di ruang tamu.

“Chagia, kenalkan ini Ny. Lee dia adalah ibu dari namja yang akan menjadi suamimu,”
“Mwo?” Jawab Amber kaget.
“Anyeong Amber, aku adalah calon mertuamu jangan sungkan panggil saja aku Eommanim!” Ny. Lee buka suara.

“Amber-ah, makanan nya sudah siap, apa kau mau makan sekar….”

Tiba-tiba Sungmin datang dari dapur bermaksud untuk mengajak Amber sarapan, tapi sebelum dia menyelesaikan kalimat nya, dia sudah shock karena melihat Eomma nya sedang sibuk ngobrol dengan Amber Eomma.

“Aigo, chagia bagaimana calon istrimu baik kan?, kalian memang pasangan serasi dan sangat cocok sekali,” kata Sungmin Eomma.
“Mwo, calon istri? Siapa yang Eomma maksud dengan calon istri?” Tanya Sungmin heran.

“Tentu saja Amber, dia kan yeoja yang sudah Eomma dan Appa pilihkan untumu,” Sungmin Eomma berkata sambil mengusap-ngusap rambut Sungmin yang sudah duduk di samping nya.

Amber dan Sungmin saling pandang lalu mereka sama-sama terdiam, dan berkata dalam hati masing-masing.

“Sudah jangan seperti itu, kemarin Eomma lihat kamu dan Sungmin akrab sekali, tidak usah malu-malu chagia bukti nya Sungmin semalam menginap di sini kan?” Amber Eomma memecah keheningan antara dua insan yang telah di jodohkan itu.

“Aigo, dia memang menginap. Di sini tapi kami tidak melakukan apa-apa, lagi pula kenapa kemarin Eomma tidak memberitahukan ku kalau dia adalah calon suamiku?” Amber bertanya dengan nada sedikit marah dan kesal pada Eomma nya.

“Eomma baru tau tadi malam, saat kesini tadi nya Eomma bermaksud untuk memperlihat photo yang di kirimkan keluarga Lee, tetapi Eomma malah melihat orang yang ada di photo nya langsung, jadi Eomma putuskan untuk membiarkan kalian pendekatan saja,” jawab Amber Eomma memberikan penjelasan.

“Lalu kenapa Eomma tidak memberitahukan nya padaku?” Amber mulai kesal.
“Mianhae, Eomma sengaja tidak ingin merusak suasana calon pengantin baru,” jawab Amber Eomma sambil terkekeh dan di ikutin oleh senyuman manis Ny. Lee.

“Lalu dari mana Eomma tau kalau aku di sini?” Tanya Sungmin kepada Eomma nya.
“Tentu saja semalam Amber Eomma langsung menelpon kerumah bahwa kamu ada bersama calon istri nya.”

“Aish, aku kabur ke tempat yang salah,” gerutu Sungmin dalam hati.

Setelah hampir satu jam mereka berbincang, namu kedua orang tua mereka tetap sibuk melanjutkan memilih tanggal pernikahan, hingga akhir nya Amber meminta ijin untuk mengobrol hanya berdua dengan Sungmin.

Mereka berdua pun cepat-cepat masuk ke kamar untuk membahas perjodohan ini.

“Bagaimana menurutmu apa kita benar-benar akan menikah?” Sungmin memulai pembicaraan.
“Lalu mau bagaimana lagi, semua barang-barang kesayanganku di sita Eomma,” jawab Amber ketus.

“Aku juga sama boneka barbie dan semua barang-barang warna pink kesayanganku sudah hampir dua minggu di sandera oleh Eomma, bahkan aku tidak tau apa boneka barbie ku ada ganti baju atau tidak,” Sungmin berkata dengan wajah yang mulai memerah, seperti nya dia akan menangis.

“Aish, aku tidak yakin kau bisa menjadi seorang suami seutuhnya, hanya karena boneka saja kau cengeng seperti ini,” Amber meremehkan Sungmin.

“Jangan mencelaku!, setidak nya aku namja baik-baik, sedangkan kau yeoja macam apa urakan sekali, bahkan tidak terlihat seperti yeoja sedikitpun,” jawab Sungmin sakartis.

“Kau berani mencelaku eoh?” Amber mulai emosi mendengar perkataan Sungmin dan bemaksud mencekik leher Sungmin, tapi Sungmin hanya memejam kan mata dan diam saja.

“Aish, kalau aku tidak ingat kau calon suami ku sudah ku bunuh kau.”

“Simpan tenaga mu untuk berpikir jangan marah-marah seperti itu, lebih baik pikirkan jalan keluar nya, eottohkae?” Tanya Sungmin.

“Molla, aku pusing jika aku menolak perjodohan itu motor kesayangan ku pasti tidak akan pernah kembali,” Amber menjawab sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya.

“Ya sudah kita terima saja perjodohan nya, agar barang-barang kesayangan kita bisa kembali lagi,” ucap Sungmin seraya menatap Amber, mananti jawaban dari wanita yang setengah pria menurut nya.

“Ya sudah baiklah, lebih baik kita terima saja daripada semua barang kesayangku tidak kembali,” jawab Amber pasrah menerima.

Setelah selesai berdiskusi mereka pun kembali ke ruang tamu untuk memberitahu kepada orang tua mereka, bahwa mereka sudah menerima perjodohan ini.

Para Eomma yang sedang berbincang sambil menunggu, wajah mereka tampak sumringah setelah mendengar kabar bahwa kedua pasangan muda itu sudah menerima perjodohan yang sudah mereka rencanakan.

“Baiklah kalau begitu dua minggu lagi kalian akan segera resmi menjadi sepasang suami istri,” kata Amber Eomma yang di iringi anggukan Sungmin Eomma.

“Mwo?” Jawab Sungmin dan Amber bersamaan.

“Tapi kan Eomma aku belum siap, aku hanya bilang menerima perjodohan ini,” seru Amber.
“Ne, Eomma menikah nya tahun depan saja biarkan kami pacaran dulu,” pinta Sungmin kepada Eomma nya.

“Kalian pacaran nya setelah menikah saja, bukankah akan lebih menyenangkan dan kami para orang tua tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” jawab Amber Eomma.

“Aigo, apa-apan ini aku harus menikah dengan namja setengah yeoja itu,” gerutu Amber dalam hati.
“Aish, apa benar aku harus menikah dengan yeoja jadi-jadian ini, andweee,” Sungmin mengumpat dalam hatinya, karena dia tidak bisa membayangkan jika mempunyai istri seperti Amber dia yakin pasti Amber tidak akan pernah bisa mengurus nya.

Tentu saja mata Amber dan Sungmin saling mendelik, karena dalam hati masing-masing mereka menyalahkan keputusan hasil diskusi di kamar tadi.

“Baiklah chagia kajja kita pulang!, karena malam ini kau tidak boleh menginap di sini lagi,” Sungmin Eomma mengajak anak nya pulang.

“Ne, lagi pula aku kan tidak tau kalau dia calon istriku, kalau tau aku juga tidak akan mau menginap di sini,” jawab Sungmin asal.
“Mwo, kau sudah di tolong bukan nya berterima kasih, dasar tidak tau sopan santun,” gerutu Amber.

Para Eomma hanya tertawa melihat kelakuan anak-anak mereka.

Setelah Sungmin dan Eomma nya pulang, Amber Eomma pun pulang karena ada urusan yang harus di selesaikan, sementara Amber masih menolak pulang kerumah sebelum motor kesayangan nya di kembalikan.

Karena orang tua Amber menyembunyikan motor nya di tempat yang di rahasiakan.

“Hufffh, rasa nya lapar sekali,” kata Amber sambil berjalan ke arah dapur.

“Aigo, aku sampai lupa tadi namja gemulai itu kan sudah masak,” girang Amber setelah berada di depan meja makan yang berisi beberapa macam makanan yang di masak Sungmin.

“Hebat juga dia bisa masak sebanyak ini, dia pasti belanja ke super market di bawah yang buka 24 jam,” kata Amber sambil mencicipi satu persatu masakan Sungmin.

“Hmmm, mashita,” Amber makan dengan lahap nya.

Author POV end.

*-* Sungmin POV *-*

“Eomma, kenapa pernikahan nya cepat sekali, Apa tidak bisa di undur sampai kami benar-benar saling mengenal dan siap?” Aku berusaha membujuk Eomma ketika sudah dalam perjalanan pulang.

“Sudah kau ikuti saja apa kata Eomma, kalian pacaran nya setelah menikah saja!”

Aku hanya bisa diam karena aku memang tidak terlalu pandai jika harus berdebat, apa lagi aku harus melawan orang tua ku sendiri, kemarin saja aku kabur itu karena aku tidak tahan boneka barbie kesayanganku di sita oleh Appa.

Aku masih tidak habis pikir dengan calon istriku yang urakan seperti preman.

Aku begidik ngeri, karena di otaku tiba-tiba saja terlintas bahwa malam pertamaku pasti aku akan di perlakukan kasar oleh nya, itu benar-benar membuatku ketakutan, selama ini kan aku belum pernah pacaran sama sekali.

Jangan kan berpacaran di dekati wanita saja biasa nya aku bisa ngompol di celana, hanya satu wanita yang bisa membuatku nyaman di samping nya dan aku berencana untuk menelpon nya setelah nanti sampai di rumah.

*-*Sungmin POV end*-*

S
K
I
P

Waktu yang di tetapkan sebagai hari pernikahan Sungmin dan Amber pun tiba, Amber sudah mengenakan gaun pengantin dan dia sangat cantik dengan polesan make up yang sesuai untuk wajah nya.

Akhirnya acara pemberkatan nikah pun tiba, sungmin yang sudah terpana sejak melihat Amber masuk keruangan menggunakan gaun pengantin dia sangat terlihat cantik beda dengan Amber yang dia temui dua minggu lalu, setelah melihat calon istrinya berdandan seperti ini Sungmin baru percaya kalau Amber itu benar-benar yeoja seutuh nya.

Hingga tiba pada sesi terakhir dari pemberkatan nikah, yaitu mempelai pria harus mencium pengantin wanitanya.

“Sungmin ssi, silahkan cium mempelai wanitamu!” Suruh pastur yang telah menikahkan mereka.
Sungmin mematung, badan nya gemetaran dia benar-benar sangat gugup di tambah semua orang yang ada di pernikahan itu mata nya terfokus kepada dia dan Amber.

Dengan perlahan Sungmin mulai membukan kain tipis yang menutup wajah Amber.

Gleekk…!! Sungmin menelan ludah nya sendiri setelah melihat wajah Amber yang jauh lebih cantik dan terlihat jelas setelah kain transparan yang menutupi wajah nya dia buka.

Tubuh Sungmin gemetaran luar biasa, ini pertama kali nya dia harus mencium yeoja di tambah semua mata di ruangan itu tertuju kepada dia dan Amber.

Sementara Amber yang kesal menunggu Sungmin untuk mencium nya dia mulai geram, dia ingin acara ini cepat selesai karena Amber sudah tidak tahan dengan baju yang dia gunakan.

“Aish, namja ini kenapa lama sekali, apa dia tidak malu di perhatikan orang sebanyak ini,” gerutu Amber dalam hati.

Karena terlalu lama akhir nya Amber pun mencium bibir Sungmin dengan cepat nya.

Bruuuuk……!!!!
Sungmin pun pingsan seketika sehingga membuat orang tua dan tamu undangan panik.

*TBC*

4 thoughts on “*.*Be My Love*.* (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s