GOOD LOVE | Ficlet

 

GOODLOVE

Author : Kim Myshwa (Admin KPDK)

Main cast: – Lee Joon

Cho Ahra

Other cast: – Hee Jin as Joon’s noona.

Genre : Sad, romance, gaje.hehe…

 

 

Sebelumnya ff ini sudah di share di page lain. Mianhae untuk tulisan yang masih ada typo atau kurang bisa di pahami.

happy reading. (^o^)

 

 

“Matamu adl busur panah yg beracun yg tlh mengenaiku & senyummu adl penawarnya.lalu bagaimana aku bisa menjauh darimu? 

kau spt mawar yg dipenuhi duri dan aku harus terluka sebelum memilikimu..kau juga adl mutiara ditengah samudra yg aku harus menyelam sebelum mendapatkanmu.namun kuyakin kau bukanlah bintang dilangit yg tak mungkin kuraih 

 

Yang pasti kau adalah mentari yang menghangatkan siangku dan kau bulan yg menerangi gelap malamku..aku bahagia karna hadirmu”

 

Entah bagaimana mestinya membuat dia jatuh hati kepada ku. Telah ku tuliskan beratus-ratus puisi untuknya dan itu adalah puisiku yang entah yang keberapa  kalinya kutuliskan utk menyakin dia membalas cintaku, aku sudah tak menghitungnya lagi karna terlalu sibuk memikirkan kata-kata untuk meyakinkan dia pada ketulusanku.

Namun ia tak pernah menanggapinya sedikitpun tapi aku takkan menyerah justru karna sikap dinginnya lah yang membuatku semakin penasaran.

Dari sekian mantan pacarku hanya dia yang sungguh sulit kutaklukan.

Tapi aku bukanlah pengecut yang hanya bisa mengungkapkan perasaanku lewat sehelai kertas, aku hanya ingin dia merasa nyaman membacanya tanpa ada aku dan dia bisa membacanya kapanpun ia mau. Memang terlihat kampungan tapi aku tak peduli itu.

Namun begitulah dia, sama sekali tak peduli dengan surat-surat itu bahkan dia mengacuhkanku.

Apa haruskah kumati karnanya? Atau haruskah kurelakan hidupku hanya utk mengejar cintanya,hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku?

Hentikan saja denyut nadi jantungku agar dia tahu betapa suci hatiku utk memilikinya.

Entah sekeras apakah hatinya hingga tak bisa aku luluhkan.

##||##

 

“Joon-ah, harus berapa kali aku mengtakan kalau tak perlu memberi aku puisi-puisi tak jelas ini karna hanya akan kubuang ke tong sampah”bentak Ahra dengan menunjukan wajah ketidaksenangannya  “Aku tak akan berhenti sebelum kamu menerima aku, kamu yang sudah membuat aku begini” jawabku penuh ketegasan walau ada rasa sakit ketika ia mengatakan semua puisi yg telah susah payah kubuat hanya menjadi sampah.

“Lalu apa maumu, malhwae!”

“Cho Ahra, nan neoreul wihae , nae mameul arajwo ” sahutku tenang.

“ Aku tak akan mungkin jd pacar kamu, pabo! mimpi buat kamu dapatkan aku” Yaa, lagi-lagi dia melukaiku dengan kata-katanya itu, memang lidah tak bertulang.

Aku memang tak sebanding dengan nya.dia adalah anak paling genius dikampus yang banyak mendapatkn tawaran beasiswa keluar negeri sedangkan aku hanya bisa masuk kekampus ini karna ayahku ketua yayasannya.

Dalam hal IQ kami memang bagai langit dan bumi, tapi tak pantaskah aku mencintainya?

“Hei,kenapa diam?”bentaknya lagi yg membuat aku tersadar dari lamunan.

“Tiadakah ruang dihatimu utk ku yang mungkin bisa utk kusinggahi,walau hanya sekedar penyejuk disaat ku layu?”tanyaku serius seraya menatap matanya.

“Tak ada,sampai kapanpun kamu gak akan bisa”jawabnya namun berusaha menghindari tatapanku.

“Tapi sampai kapanpun aku akan setia menunggumu hingga akhir masa”tegasku lalu meninggalkannya tanpa membiarkan ia berkomentar.

Tak adakah keikhlasan dalam palung hatinya yg bisa mengetuknya? mengajarkannya tentang bahasa perasaan,mengajarkannya tentang pengorbanan? agar ia tahu betapa susah payahnya aku berusaha mencairkan hatinya.

##||##

 

Matanya mengalirkan butiran bening,ia memandangku sementara aku cuek saja.sekarang giliranku utk mengacuhkannya.

“Kenapa kau diam,heh? Ppalli, jawabku aku!”serunya dengan nada tinggi.

Tidak,aku tidak akan menjawabnya.kini dia harus merasakan bagaimana tak enaknya diacuhkan dan bagaimana sakitnya tak dianggap.

Bukan maksud balas dendam tapi hanya ingin mengajarkannya tentang itu.

“Hei,kau tak tuli kan? kenapa kau tetap diam? ayo jawab aku! kenapa kau lakukan itu?”lagi-lagi ia membentakku.Pelankan suaramu nona!sebenarnya aku tak suka dibentak.

Sekarang siapa yg bodoh?

“Heii nona,bagaimana aku bisa menjawabmu? rohku sudah keluar dari raga.bagaimana aku bisa menggerakkan jasadku itu?”gerutuku ditengah banyaknya orang yg tengah menangisiku tanpa seorangpun yg bisa mendengarnya terkecuali Tuhan.

“Lihat Joon-ah, ini semua puisi-puisi yang kamu beri untukku, aku berbohong sebenarnya aku menyimpan rapi semua suratmu”

“ Neol saranghae, mianhae untuk semua kebohonganku”ujar Ahra lagi dengan tangisnya yg semakin memecah.

Sungguh,aku tak mau melihatnya seperti itu.

Tapi satu sisi aku bahagia karna disaat aku pergi orang yg kucintai menangisiku dan dia mengatakan yg sejujurnya kalau dia mencintaiku.

“Ini surat dari Joon sebelum dia masuk ruang operasi” kata Hee Jin,kakaku.

Ahra pun segera mengambilnya dan membacanya.

Sungguh,baru kali ini aku melihatnya membaca suratku.Aku sungguh bahagia walau itu adl surat terakhirku.

 

Aku hanya ingin menjadi udara untukmu,yg kau butuhkan meski tak kau sadari aku berharga.

Aku ingin menjadi daun yg menyediakan oksigen utkmu walau kau tak pernah berpikir seperti itu….. 

  

..aku hanya ingin menjadi pelangi yg mewarnai hidupmu.. 

Aku ingin mjd tetesan hujan yg menyebalkan bagimu yg tanpa kau sadari tlh menyejukanmu…

 

Aku hanya ingin kau tahu..aku ingin menjadi Kejora untukmu..setia menemani malammu dengan sinar kecilku meski tak nampak bagimu…

 

Cukup kau tau aku mengenalmu dengan keterbatasanku tapi aku menyayangimu melebihi batas kemampuanku…karna kau seperti Mona Lisa yang sulit untuk aku mengerti,tatapan kosongmu itu yang tak bisa kuartikan.

Aku hanya minta jaga hati ini jangan biarkan terluka lagi karna airmatamu..

Maap selama ini telah menganggumu..

Semoga kau dapatkan lelaki yang kau cintai dan benar-benar mencintaimu.

 

                                                                   Lee Joon

 

Tangisnya semakin kencang setelah membaca surat itu,mungkin ia amat sangat menyesal. Tapi aku berharap setelah ini ia bisa tertawa lebar.

 

Cinta memang harus rela berkorban,begitulah kata orang.

Dan pengorbananku tak sia-sia utknya,aku bahagia karna sudah mendonorkan hatiku utknya walau harus mengakhiri hidupku.

Tanpa sepengetahuannya seminggu yg lalu aku kerumahnya dan ternyata ia sedang terbaring koma dirumah sakit,dari kedua orang tuanya aku mengetahui kalau dia menderita penyakit liver karna kelainan hati sejak lahir.

Dan ibunya menyerahkan sebuah buku harian kecil yg didalamnya terdapat fotoku.

Disitulah aku mengetahui semuanya,ia menyukaiku tapi ia tak ingin aku menderita karna penyakitnya itu.maka dari itu ia menolakku.sungguh alasan yg tak beralasan karna cinta adalah saling berbagi.

Aku bahagia saat itu tapi dokter mematahkan kebahagianku karna menurut dokter hidupnya takkan lama lagi kalau tak ada pendonor untuknya.

Tak perlu aku berpikir panjang lagi,setelah mendapat izin dari keluargaku utk mjd pendonornya karna aku sudah cek dan ternyata aku memenuhi syarat-syaratnya. Walau keluargaku berat melepaskanku tapi aku menyakinkan mereka bahwa hatiku akan terus hidup dg orang yg kucintai dan sebaliknya,merekapun rela karna itu pilihanku.

 

“Jika dulu aku bertanya haruskah kumati karnanya maka jawabnya adalah ‘yaa’,tapi aku mati utk hidup dgn nya”

“Dan jawaban utk pertanyaannya ‘mengapa kamu melakukan itu?’jawabnya simple hanya karna aku menyayangimu”

 

 

END

RCL ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s