Your Real Girlfriend

 

YourReal

Author : Ki Aile. (Admin KPDK )

Cast :

  • Jung HaNa AS you.
  • Song JoongKi

Gengre : Romantic, Schoolife.

Rating : Oneshoot

Soundtrack :

  • BoA- Stand By.
  • SHINEE – Stand By Me
  • Tiffany SNSD – Because It’s You.
  • Jay Park – Girlfriend.
  • Sunye WG – Maybe.

Declimer : NO BASH, RCL VERY ALLOWED,FF INI TERINSPIRASI DARI KOMIK dan pernah di publish dengan cast yang berbeda, ID ke-authoran(?) aku itu sbnarnya HaeNa tapi karna aku pake ID di page KPDK jadinya Ki Aile. Tapi tetap adalah karyaku, SO I’M NOT A PLAGIATOR~ ARRASO?  Thank’s to my Beloved comic author , Aikawa Saki for giving me many inspiration and Thank’s to my Beloved reader, who always read and giving advice for my FanFiction~ (?)

***

Permulaan dari semua ini adalah..

 

HaNa POV

 

“JoongKi-Sunbae benar-benar kerenn!!”

 

“aku beruntung bisa satu sekolah dengannya selama 3 tahun”

 

“Seperti dari dunia yang berbeda, sunbae sangat sulit didekati”

 

“katanya pada upacara kelulusan kali ini dia akan  berpidato lohh~”

Aku hanya berdiri terpaku dibelakang kerumunan para yeoja yang sangat mengagumi lelaki yang bernama‘Song Joong Ki’  itu, siswa kelas 3 yang dijuluki memiliki aura yang berbeda dari lelaki lain~

Aku sendiri tidak membantah akan julukan itu, sesuai kenyataan, ia memang pantas menjadi pangeran dari negeri dongeng~

Taukah kalian lelaki itu adalah seseorang yang kusebut sebagai namjachingu ? kalian terkejut? Sudahlah, sudah biasa.. orang sepertiku berpasangan dengannya sama sekali tidak cocok? Benar kan?

“JoongKi sunbaenim~ , berjuanglah untuk pidatomu nanti!” teriak seorang siswi perempuan yang sepertinya sangat mengaguminya.

“Gomawo”

Aku heran kenapa yeoja itu melompat tak karuan hanya dengan satu kata yang menurutku sangat dingin “Kyaa!! Kau lihat? Dia merespon pembicaraanku!! Jeongmal, dia benar-benar seorang cool guy, Dia sangat bersinar!!”

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku pelan melihat mereka, fiuhh~ rasanya mustahil aku bisa menjadi pacarnya, yeah~ walaupun ada alasan kenapa ia ingin berpacaran denganku .

***

Karna hanya aku yang tau RAHASIA itu..

 

 

#FLASHBACK~ (ala afterschool #ppllakk)

Musim semi tahun lalu, saat tahun ajaran baru dimulai ..

“Aigooo!! Jeongmal, Melelahkan sekali, baru masuk sekolah sudah disuruh tugas membuang sampah, aku juga tidak tau tong sampah utama dimana” frustasiku sendiri sambil terus memegang tong besar berisi sampah kelas baruku.

 

 

“Ah! Tanya saja sama orang itu, jinjja!”

Langkahku terhenti begitu melihatnya tidak sedang sendiri, woahh~ ternyata ada wanita yang menyatakan perasaannya!! Ah, itu kan namja paling keren disekolah ini! Apa salah aku mengintip? Tapi aku benar-benar penasaran dengan jawabannya (?)

“Maaf, aku tidak bisa pacaran denganmu”

Woahh~ dia terlalu to-the-point-  yeoja itu berlari menjauh sepertinya ia menangis.. kasian sekali.

“Ukkh, tidak bisa, aku tidak bisa pacaran dengan yeoja manapun” aku yang tadinya hendak pergi langkahku terhenti begitu mendengar suara itu.

‘sunbae kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini’ benakku

Aku menyadari seseorang terkejut melihatku, aigoo.. aku bodoh sekali!!

“Ah, jeoseonghaeyo sunbaenim~ aku hanya le..wat”

“Tunggu!! Kau mendengar rahasiaku kan? Iya kan?” aku takut menjawab pertanyaannya, tapi wajahnya terlalu frustasi (?)

“N..ne,”

“aigoo..hancur sudah imagekuu!! , dengar ya, bukannya aku benci pada gadis tadi, aku juga bukan penyuka laki-laki atau lelaki tak berperasaan!!”

Aku melangkah setapak kebelakang mendengar perjelasannya yang ber-api-api, bukannya katanya sunbae ini sangat pendiam, tapi kenapa ia jadi seperti ini “—

“Ukh.. sebetulnya gara-gara ketiga kakakku aku jadi takut perempuan, begitu didekati perempuan, aku langsung pusing dan tidak berani menatap mata mereka..”

“hmfh.. Puauahahahahahaaaa” aku tertawa terbahak-bahak karna melihat ekspresinya .

Apa ini kenyataan? Joongki sunbae yang keren ini takut perempuan! Hahaha, itu sebabnya dia tidak pernah pacaran?! Kalau begini terus aku yakin dia akan menjomblo seumur hidup -_-)

“Arraseo sunbaenim”

“mwoya? Kau mengerti apa? Mau menyebarkan rahasiaku? Silahkan,”

“Aku tidak akan menyebarkan rahasia sunbae kok, biar aku jadi Yeojachingu sunbae sebagai terapi!!, eotte?”

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang barusan ku katakan, Pabboya!!

“ne?! Kau serius ? -_-)”

Aku mengangguk.

“sunbae tidak mau ketauan takut sama yeoja kan?”

 

 

#FLASHBACK_END  (dor~)

***

 

 

Apa ini masih bisa berjalan lancar?

Begitulah ceritanya kenapa kami sampai pacaran..

“Kalau dipikir-pikir sudah setahun ya.. hmm” pikirku sambil duduk ditangga –menunggu sunbae-

“kau telah menunggu lama?” aku tersadar dari lamunanku begitu melihatnya ..

“Ya!! Sunbaenim terlalu lama , aku lama menunggu disini sampai kedinginan”

“ah, mianhae aku ada urusan lain”

“makanya, Sunbae, gandeng tanganku ya?” ucapku sambil mengulurkan tanganku.

“MWO?!”  Hahaha, aku ingin tertawa terbahak-bahak karna melihat ekspresi terkejutnya xD

“Ma..mana bisa aku melakukannya” aku terkikik geli sekarang wajahnya telah bersemu merah.

“sunbaenim, ini bagian dari terapi loh” ujarku.

“Baiklah” ujarnya pasrah, aku pun mengulurkan tanganku sekali lagi.

GREP.

Perlahan-lahan ia menyentuh dan menggandeng tanganku, apa hanya aku yang merasa tersengat listrik dan perasaan yang berdebar-debar seperti ini?

“Tuhkan, sunbae bisa, hehehe”

 

Genggamannya kuat..

 

Semua orang yang melihat pasti mengira kami sepasang kekasih, benar kan? Kami berjalan dengan bergandengan tangan, Rasanya aku benar-benar ingin menjadi pacarnya, bukan hanya sebagai terapi.. fiiuhh~

“Sudah setahun, tapi sunbae tetap masih takut sama yeoja , ya?” tanyaku heran.

“aigoo.. Akan kuperlihatkan padamu kalau aku sudah sembuh! Lihat saja”

Aku terkikik sekali lagi melihat ekspresinya..

“oh, Kyuhyun kau sudah mau pulang?”

Kami berhenti begitu melihat dua orang namja, sepertinya temannya sunbae.

“woah~ kalian akrab sekali ya? Nama-mu siapa?” tanya salah seorang namja padaku.

“Hm, Jung Hana imnida, panggil saja Hana, kelas 2A” ucapku sambil menunduk.

“ah, adik kelas ternyata, kalian mau pulang berdua lagi?”

Tiba-tiba sunbae merangkulku kedalam pelukannya.

DEG!!

“Yaa, begitulah” ujarnya sambil terkekeh.

Sun..sunbaenim.. apa yang kau lakukan ? mengapa jantung tidak berhenti berdetak seperti ini.

“ah, menyebalkan! Ya sudah, sampai besok ne? Joongki, Hana-ssi” aku hanya tersenyum polos.

“mereka sudah pergi kan?” ucapku menyadarkan lamunan sunbae.

“ya! Neo gwenchana? Aku berhasilkan?” katanya dengan heboh sambil mengguncang-guncangkan bahuku.

“ne, kau melakukannya dengan sempurna sunbaenim” ucapku linglung(?) karna pusing akan guncangannya

“bagus! Perasaanku tidak sekacau dulu, mungkin aku sudah sembuh hana-ssi!!”

Aku terkekeh geli melihatnya “syukurlah”

“ya, aku berterima kasih padamu! Hehee” aku hanya tersenyum.

‘Aku memang membantu terapinya, kalau sunbae sudah tidak takut lagi pada perempuan, dia pasti tidak membutuhkanku lagi, benarkan Sunbaenim?’ benakku.

***

 

 

Bagaimana jika perasaan itu benar-benar ada?

“Besok upacara kelulusan!! Kyaa~ , aku mau foto bersama sunbae yang kusukai dan minta dasinya!” ucap Sora padaku.

“Ah, ternyata sudah tidak lama lagi” ujarku pelan..

‘Sudah tidak lama lagi aku akan berpisah dengan sunbae’ bathinku

“Aku akan minta dasi Minho sunbae! Kalau kau? Kau pasti akan minta dasi Joongki sunbae ne?” tanya Sora lalu bergegas pergi.

Aku hanya tertunduk diam.

“haruskah aku minta dasi JoongKi sunbae?” tanyaku sendiri.

Tanpa berpikir panjang akupun langsung berlari ke kelas 3A , -kelas Joongki-

***

 

 

 

Apa ini akan benar-benar berakhir?

“JoongKi? Ia sedang pergi barusan”

“Wah, kau pacarnya Kyuhyun? Neomu kyeopta!”

“murid kelas 2 , ternyata manis-manis ya”

Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi mengapa aku seperti dikepung oleh kakak kelas -_-)

“hei, kau tidak mengucapkan selamat pada kami?”

“eh..ehm.. iya.. se..lamat ya  sunbaenim” ujarku berkeringat dingin, eotteoke? Aku gugup.

“Ya! Kalian apakan pacarku?”

Aku menoleh kebelakang, oh, ternyata itu dia.. tapi apa yang barusan ia katakan?! Pacarku?!

Ia menarik tanganku paksa “kajja, seohyun-ah”

Ige mwoya? Dia biasa saja berjalan sambil menggandeng tanganku?! Padahal sebelumnya kan akulah yang memaksa terlebih dahulu..

“Sun..sunbaenim, berhenti!”

“Waeyo? Ada apa?” tanyanya menoleh kebelakang.

“Tadi sunbae menggandeng tanganku dengan sikap biasa saja.” Ucapku.

“Jinjja? Wah! Berarti aku sudah sembuh!!” ucapnya semangat, aku hanya terkekeh.

 

 

Sunbae, benar-benar sudah sembuh ya.. hmm.

.

“ada perlu apa kau mencariku?” ucapnya

“oh iya, hm-“

“Hana-ssi..” ia memotong perkataanku.

“Ne? Waeyo?” tanyaku

“Aku sudah sembuh, jadi harus berterima kasih kepadamu, Hana-ssi” ujarnya sambil menatap mataku dalam.

Terima kasih?

“Nah, kau ada perlu apa?” ucapannya menyadarkanku dari lamunanku.

“Aniyo, akupun sudah lupa untuk apa aku mencari sunbae~” aku berbohong lagi.

“Oh, begitu ya, hmm.. kau sudah selama setahun menemaniku, terimakasih telah mendampingiku selama itu.”

DEG!!

 

 

Ucapannya, mengapa seperti ucapan perpisahan? Rasanya aku ingin menangis.. Mengapa aku merasa tidak rela berpisah dengannya?

“Sunbaenim..”

“Ne?”

“Ini terapi terakhir.. peluklah aku sekarang, disini” ujarku

“Tapi.. disini kan banyak orang..” ucapnya

“Bukannya alergi sunbae sudah sembuh? Buktikan sekarang, kalau tidak bisa berarti terapinya belum bisa dibilang berhasil”

“baiklah, aku mengerti”

GREP!! ,  tangan kekar itu menarikku ke pelukannya..

 

 

Perih rasanya, sakit..tapi aku senang, aku sungguh bodoh! Seharusnya aku tidak boleh senang kan? Karena sunbae memelukku hanya sebagai bagian dari terapi.. tapi aku hanyut dalam pelukannya, sedangkan bagi sunbae, aku hanyalah bagian dari terapinya, bodoh..

Aku melepaskan pelukan itu duluan.. semakin lama aku berada dalam pelukannya bisa-bisa aku menangis..

“Sepertinya sunbae memang sudah sembuh” ucapku datar.

“Ini semua karnamu” ia menatapku dalam,

 

 

sudah cukup, aku harus membendung airmata ini, tahan hana-yah!!

 

“Aku senang bisa membantu sunbae” ucapku sambil tersenyum riang.

 

 

Jangan sampai ia melihatku menangis!

“Aku senang, telah menemani sunbae selama setahun” aku membungkuk sopan.

“Hana—“

“Nah, sunbae sudah tidak butuh terapi lagi kan? Selamat berjuang dengan pidatomu besok!” ucapku lalu bergegas berlari, hilang dari hadapannya.

 

 

 

Selesailah sampai disini,

aku tau diri.. bagaimana harus menempatkan posisi diriku dalam kehidupannya..

 

***

Is there any chance to say ‘i love you’ ?

 

 

 

-UPACARA KELULUSAN-

 

“ya!! Kenapa hanya murid kelas 2 yang tidak ikut upacara?!” teriak Sora frustasi, aku hanya diam sambil memandang dari jendela.

“Upacara sudah selesai, para sunbae sudah keluar ruangan” ujarku sedikit membesarkan suara agar seluruh murid dengar.

“kya!! Aku kita minta dasi mereka! Kajja!” teriak seluruh yeoja di kelasku sambil berbondong-bondong berlari keluar kelas kecuali aku.

 

 

Dengan ini, aku tidak bisa bertemu sunbae lagi, apa aku rela semuanya berakhir seperti ini?

Aku membulatkan tekadku lalu berlari menuju lapangan utama, tempat seluruh sunbae berkumpul ..

 

 

Aku harus mendapatkan dasinya! Bukti bahwa aku pernah menjadi pacar sunbae! Walaupun hanya pura-pura..

“Sunbaenim!!” teriakku agar ia bisa mendengar karna dia dikelilingi oleh siswi perempuan yang aku yakin juga ingin meminta dasinya.

“Hana-yah—“  seluruh kumpulan yeoja itu melonggar mendengar sunbae memanggil namaku.

Aku sama sekali tidak berani mendekat, tapi jarakku sangat jauh membuatku harus berteriak jika harus mengatakannya, lupakan. Aku harus mengatakannya!

Aku terdiam sejenak, aku melihat kerah bajunya.. dasinya.. dasinya sudah tidak ada lagi..

Andwe!!

“Aku tidak mau berakhir seperti ini..” aku sadar aku sedang menangis, sungguh memalukan.

“aku benar-benar menyukai sunbae..” seluruh siswi memandangiku , aku menunduk sambil terus menangis, aku takut akan jawabannya.

Tidak ada yang kudengar.. kecuali langkah kaki yang mendekat kearahku.

“Hana-ssi, kemarin ada yang ingin kukatakan padamu, sebelum kau pergi begitu saja” ucapnya, aku mendongakkan kepalaku.

“apa yang ingin kau katakan?”

“terimakasih telah menemaniku selama ini dan..”

Ia memegang wajahku dan menghapus airmataku dengan kedua jempolnya.

“Aku ingin kau sungguh-sungguh menjadi Yeojachingu-ku, itu yang ingin kukatakan kemarin”

Seluruh siswi yang menyaksikan kami teriak tidak karuan, tidak terkecuali Sora yang berada disana.

Ia merongoh sakunya, ia mengeluarkan dasinya, dasi yang ia simpan disakunya .

“aku menyimpan dasi ini, karna kupikir aku akan hanya memberikan ini sendiri untukmu” ucapnya sambil mengulurkan tangan dan memberikan dasi itu kepadaku.

Aku mengambil dasi itu perlahan..

“jadi jawabanmu?” ucapnya sambil menggaruk rambutnya yang aku yakin tak gatal sama sekali.  aku terkekeh melihat semburat merah di wajahnya.

“Chhuu~” aku mencium pipinya. aku terkekeh melihat semburat merah di wajahnya

“Itu tes terakhir, tentu saja aku mau, ahahha” ujarku sambil menjulurkan lidahku padanya.

Ia memelukku hangat.

Hari ini kau lulus..

Dan aku pun lulus from YOUR FAKE GIRLFRIEND ..

To be YOUR REAL GIRLFRIEND~

*** END ***

Fiuhhh~ akhirnya selese juga FF pertamaku di page ini, mian kalo memberikan kesan yang ga baik sama kalian ato alurnya kecepatan ato apalah(?) smoga kalian bisa mengerti yah ~ ^^

Jujur baru kali ini aku buat FF sebegitu santainya (?) , jarang banget biasanya aku buat tokoh cowok kea JoongKi di FF, tapi sepertinya sesuai dengan tokoh Hana😄 aku juga suka sama tokoh pemberani Hana , tapi kasian banget si JoongKi disini -_- emang dia diapain ya sama kakaknya sampe trauma gitu (?) #ppllakkk.

Aku minta maaf banget kalo kalian engga dapet feel nya ato rada ga nyambung gitu.

NO BASH ya sekali lagi, aku tau FF aku jelek, tapi ga usah segitunya dong beb (?), kaga suka ya kaga usah ngebash ^^

Okesipp^^ terus nanti FF-ku selanjutnya yah!

U give Kritik & Saran?

I love it ^^

5 thoughts on “Your Real Girlfriend

  1. Wah keren!!!

    cuma berharap juga sih cewenya di ganti jadi suzy atau krystal

    buat fic lagi dong thor, castnya song joon ki X suzy atau song joon ki X krystal please jaebal (puppy eyes)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s