“Miss Boy and Mr Girls” (Part 1)

MBMG1

 

“Miss Boy and Mr Girls”

part 1

Author: Nellykyu

Fb: nelly oniel Sshisparkyuhyunbin

Editor: *tya (numpang tenar^^)

Genre: Romance, Sad, Gaje

Rating: PG 15+

 

Cast ;

– Amber Liu of F(x)

– Lee sungmin of SUJU

– Kim Ryeo Wook of SUJU

– Shin Dong Hae of SUJU

– Krystal Jung of F(x)

– Choi Si Won of SUJU

dll

 

Ost :

» Ryeowook – One Fine Spring Day

» Kim Hyun Joong – Kiss Kiss

» Super Junior – Haru

»Super Junior – My Love, My Kiss, My Heart

» Super Junior – S.E.O.U.L

» Secret – Starlight Moonlight

» Seouhyun SNSD – I’ll Be Waiting

(Ost.-nya bisa berubah kapanpun^^)

 

 

[Kebahagian tidak bisa dibeli dengan uang]

PLAAK

            Tamparan  seorang Suami pada sang Istri didalam sebuah rumah sederhana. Tamparan itu adalah sebuah badai yang sangat besar, badai besar yang menimpa kebahagiaan keluarga itu. Sang Istri terus menangis dan memegangi kedua kaki Suaminya untuk menahannya agar tidak pergi. Tapi, sang Suami tetap pergi dan meninggalkan sang Istri yang menangis memohon padanya.

“Suamiku, kajjima! Jebal!”            

Suaranya hampir habis mengucapkan kalimat yang sama dengan suara yang bisa dibilang adalah sebuah teriakan. Tapi semua itu percuma, orang yang ia teriaki tetap pergi hingga tak terlihat oleh kedua bingkai matanya yang kini penuh dengan bulir air mata. Lututnya lemas, hingga tak bisa menopang tubuhnya untuk tetap berdiri tegak. Ia duduk bersandar disamping pintu istana kecilnya yang kini ia rasakan bagai sebuah bangunan kosong yang tiada arti lagi.

            “Eomma…!” Panggil gadis kecil yang berlari menghampirinya. Gadis kecil itu memeluknya dengan erat.

“Appa-mu sudah pergi, dia tidak mencintai Eomma lagi.” Ucapnya.

“Sudahlah, Eomma. Jangan pikirkan Appa lagi! Aku tidak ingin memiliki Appa sepertinya! Aku tidak butuh Appa sepertinya, yang aku cintai dan kubutuhkan hanya Eomma.” Ucap gadis kecil itu sambil menangis.

Ia memeluk anaknya dengan sayang dan penuh penyesalan. Entahlah, apa yang harus ia lakukan. Baginya, kini ia hanya tinggal memiliki separuh nyawa. Suami yang sangat ia cintai, kini telah pergi dengan membawa setengah nyawanya. Yang tersisa kini hanya tinggal putrinya, setengah dari nyawanya yang lain. Ia memeluk putrinya itu lebih erat.

* * *

Malam itu, dingin begitu mereka rasakan. Mereka sudah mencoba berhenti menangisi kepergian lelaki satu-satunya dirumah itu, tapi tetaplah dingin itu masih menyelimuti. Menyelimuti relung hati mereka yang kini api didalamnya telah padam. Sekarang, mereka tengah diatas tempat tidur mencoba untuk tidur. Gadis kecil itu sudah terlelap dalam dekapannya. Ia membelai lembut wajah putrinya yang tengah tidur dengan lembut dan penuh kasih sayang .

“Jangan benci Appa-mu, ne?” Ucapnya pada Liu, putrinya.

‘Amber Liu’, itulah nama putrinya. Putrinya itu tak ingin lagi menggunakan marga Appa-nya, ia lebih memilih menggunakan marga Eomma-nya. Kang Sora Liu. Liu, putrinya itu menggunakan namanya. Seharusnya, putrinya menggunakan marga Appa-nya. Amber Park, karena Appa-nya bermarga Park. Park Jung Soo. Jika ditanya, “Mengapa?”. Alasannya tak lain karena Liu tak ingin lagi memiliki hubungan dengan Appa-nya yang telah pergi meninggalkannya dan Eommanya hanya demi seorang janda kaya daripada Eommanya yang hanya memiliki kehidupan yang sangat sederhana.

“Maafkan, Eomma. Eomma telah membuatmu berpikir dewasa sebelum waktunya.” Ia membelai lembut wajah putrinya dan mengecup lembut kening putrinya sebelum ia memejamkan matanya untuk tidur.       

* * *

Siapa yang menyangka jika ternyata gadis kecil itu tak terlelap tidur. Ia benar-benar telah tumbuh menjadi dewasa sebelum waktunya karena badai yang telah menimpa keluarganya. Bagaimana mungkin ia bisa terlelap, jika ia harus melihat mata Eommanya yang dulu begitu terpancar cahaya cinta tetapi kini redup. Liu hanya berpura-pura tidur tadi, jadi saat Eommanya bicara, dia masih dapat mendengarnya. Semua ucapan Eommanya, ia mendengarnya.

“Mianhae, Eomma. Aku tidak bisa untuk tidak membencinya. Aku akan terus membencinya, Eomma. Akan terus membencinya sampai dia meminta maaf padamu.” Ucap Liu dengan suara yang nyaris tak terdengar.

* * *

“Liu, bangun. Chagi, cepat sudah siang nanti kau terlambat ke sekolah!” Ucap seseorang padaku.

Samar-samar aku dapat mendengarnya. Ah, ternyata Eomma. Aku bangun dengan malasnya. Aku masih terduduk diatas tempat tidur sambil menggosok-gosok mataku dengan punggung tanganku. Kini, mataku bisa menangkap sosok yang tengah menyiapkan pakaian sekolahku. Aku tersenyum kearahnya. Dia membalas senyumku, matanya berisyarat agar aku segera mandi. Syukurlah, Eomma sudah bisa tersenyum lagi dan tak menangisi Appa lagi. Akupun segera menuju kamar mandi untuk mandi .

Tiga puluh menit kemudian, aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Eomma sudah menyiapkan bekal untukku. Eomma-ku ini memang sangat baik. Ia mengantarku sampai depan rumah.

“Eomma, aku berangkat.” Ucapku sambil berjalan dan melambaikan tangan padanya. Ia membalasnya sambil tersenyum.

“Teruslah tersenyum seperti itu, Eomma. Jangan menangisi lelaki itu lagi!”

***

Hari ini sangat cerah. Aku mengayuh sepedaku dengan riang menuju sekolah. Ditengah jalan aku melihat seorang gadis yang sangat kukenal. Dia adalah sahabatku, satu sahabatku yang lain selain Shin Dong. Aku mengayuh sepedaku mendekatinya.

“Amber! Kemana sepedamu?” Ucapku tepat disampingnya.

            Ia menghentikan langkahnya. “Wookie!” Ucapnya berteriak.

Hah, dasar anak ini selalu saja berteriak. “Hey, kemana sepedamu?” Ucapku mengulangi pertanyaanku.

“Ah, ban sepedaku kempes. Jadi, terpaksa hari ini aku berjalan kaki.” Jawabnya.

“Oh, ya sudah. Ayo berangkat bersama! Kajja!” Ajakku padanya. Dia menganggukan kepalanya. Iapun mulai menaiki sepedaku.

“Kajja, Wookie!” Ia berteriak dan membuat telingaku sakit.

“Ne.” Aku mengayuh sepedaku cepat agar tak terlambat sampai disekolah.

***

[Ost. Secret – Starlight Moonlight ON]

tubidubabababa lalalala lala lala

 

Untung saja ada Wookie, kalau tidak ada dia pasti aku sudah terlambat sekarang. Dia dan Shin Dong memang selalu ada untukku. Dua sahabat baikku ini, merekalah badut-badut penghiburku.

“Hoah, kenapa pelajaran matematika sangat membosankan seperti ini?” Gumamku pelan.

Seperti biasa aku tidak mendengarkan Seonsaengnim menjelaskan pelajaran dan aku malah berencana untuk mengajak Wookie dan Shin Dong bermain. Aku menendang pelan kursi mereka yang duduk didepanku. Seketika mereka menoleh kebelakang dan memandangku.

“Sangat membosankan! Kita bermain ‘Batu Kertas Gunting’ saja, ne?” Ucapku berbisik.

“Baiklah.” Ucap mereka serempak.

“Yang kalah harus dijitak, ne?” Ucapku memberi peraturan.

“Arraso.” Ucap mereka pelan. “Ayo kita mulai!”

“Batu, kertas, gunting!” Ucapku sambil mengayunkan tanganku.

Ryeowook kertas , Shin Dong kertas, dan aku batu sendiri. Hah, aku kalah dan harus rela mendapat jitakan dari mereka.

“Aw, appo!” Teriakku kesakitan saat Shin Dong menjitakku. Dia sepertinya balas dendam karena kemarin dia kalah dan ku jitak kepalanya keras. Aku berteriak agak keras, semua teman-teman memandang kearahku dan tak luput juga Seonsaengnim. Matanya berkilat-kilat, sepertinya sebentar lagi akan terjadi bencana besar.

“Kalian bertiga keluar!” Ucap Seonsaengnim sambil menunjuk kearahku, Wookie dan Shin Dong.

Kami tersenyum kikuk kearahnya. Kilatan amarahnya kini telah sampai tepat diretina kami. Akhirnya, kami keluar dengan lesunya. Tapi, sesaat setelah sampai diluar kelas, kami justru melompat bersama dan bersorak.

“Yeah, kita bebas!” Kami bersorak kegirangan.

***

Kami bertiga sangat menikmati hukuman dari Seonsaengnim. Lihatlah betapa bahagianya kami bermain kejar-kejaran kesana-kemari ditaman belakang sekolah yang menjadi tempat nongkrong favorit kami.

“Hah, berhenti aku lelah!” Keluh Amber sambil menjatuhkan tubuhnya kerumput. Ryeo Wook dan Shin Dong pun ikut tiduran disamping kanan kiriku.

“Masa kecil memang sangat indah. Kita hanya perlu bermain dan tidak usah memikirkan hal lainnya. Betapa enaknya jika kita tetap menjadi anak kecil.” Ucap Shin Dong berandai-andai.

“Tapi, kita tidak mungkin kecil terus. Kita pasti akan tumbuh dewasa nantinya.” Ucap Wookie kemudian.

“Wookie benar. Kita pasti akan tumbuh dewasa nantinya. Emm, jika nanti kita tumbuh dewasa apa kita akan terus bersama dan bersahabat seperti ini?” Tanyaku mulai serius.

“Tentu saja. Kita akan bersama dan bersahabat selamanya.” Ucap Shin Dong riang dan mulai berdiri. Ryeo Wook dan aku mengikuti apa yang Shin Dong lakukan.

Kami saling menggenggam tangan masing-masing dan mulai berjanji.

“SHINWOOA  selamanya BEST FRIENDS!” Ucap kami bersama-sama sambil mengangkat tangan yang saling menggenggam keatas.

* * *

“Eoma, aku pulang.” Ucapku saat memasuki rumah.

Didalam rumah benar-benar sepi karena hanya ada aku dan Eomma yang menempatinya. Tapi, kini rumah ini memang benar-benar sepi. Dimana Eomma? Aku mencari Eomma keberbagai sudut ruangan rumah, tapi aku tidak menemukan Eomma dimanapun. Aku kemudian berlari kebelakang rumah untuk mencari Eomma.

“Eomma, kau dimana? Eomma? Eomma! Eomma…!” Berulang-ulang aku memanggilnya dan mencari sosoknya, tapi tetap aku tidak menemukan Eomma.

Aku merasa ketakutan. Aku takut, jika Eomma juga meninggalkanku seperti Appa. Aku berjongkok dan mulai menangis.

[Ost. Seohyeon – I’ll Be Waiting On]

 

“Eomma? Eomma, kau dimana? Eomma! Eomma, jangan tinggalkan aku! Aku takut sendirian.” Ucapku dalam tangisku.

Aku terlalu lelah. Terlalu lama aku terisak, menangis sendirian disini. Mataku tanpa permisi langsung terpejam dan aku mulai tak sadarkan diri karena tertidur.

Mungkinkah ini mimpi? Aku merasakan ada sebuah tangan yang membelai wajahku lembut. Eomma? Tangan itu mengangkat tubuhku dan membawaku pergi.

“Jalankan mobilnya!”

Suara itu? Ah, bukankah ini hanya mimpi? Bukankah ini Eomma? Ataukah, aku sedang diculik?

*** to be continued ***

 

penasaran siapa orang tersebut ???

lalu dimana Eomma Amber berada ???

dan apa yang akan terjadi pada Amber kecil selanjutnya dan kisahnya saat tumbuh dewasa ???

tetap nantikan epep gaje ini ne^^

disarankan RCL terlebih dahulu^^

 

 

Sekalian Leader KPDK Ngucapin terima kasih buat TYA SITI Yang udah mau jadi Editor FF di KPDK😀 .

13 thoughts on ““Miss Boy and Mr Girls” (Part 1)

  1. Penasaran banget, thor..
    mungkin eomma nya Amber udah diculik duluan kalii.. emangnya itu suara siapa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s