7 Years For Love (Chapter 4)

7YFL4

 

7 YEARS FOR LOVE

 

AUTHOR             : Me_cahyaa
CHAPTER                        ; 4 (FOUR)
GENRE                : SAD,COMEDY, LOVE, ROMANCE, DAN
TENTUKAN SENDIRI DEH^^
CAST                  : – PARK HYE JIN (OC)
– LEE DONGHAE (SUPER JUNIOR)
– CHO KYUHYUN (SUPER JUNIOR)
– IM YOONA (GIRLS’ GENERATION)

OTHER CAST        : – LEE HYUK JAE (SUPER JUNIOR) A.S. DONGHAE FRIENDS
– HYORIN (SISTAR) A.S. HYEJIN FRIENDS
– NICKHUN ( 2PM ) A.S. HYEJIN OPPA

CUAP CUAP AUTHOR..
ini fanfiction ga jelas, jadi ati ati kalo abis baca efeknya pengen muntah :D………. sorry typo betebaran dimana mana, mohon dimaklumi, masih amatir soalnya😀 dan ini pure!! Asli dari otak author sendiri, jadi jangan COPAS seenaknya oke😀 dan terima kasih banyak buat owner and admin KPDK yg udah mau ngepost FF abal ini😀

CHAPTER 4

# AUTHOR POV #

“ehem” eunhyuk sedikit berdeham.

“Ah, ne. Senang bertemu denganmu hyejin ah, namaku Lee donghae. Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik” seperti disiram air dari surga hati donghae saat ini, saat ia menatap bola mata hitam legam itu ia merasa menemukan kenyamanan disana.

 

“Ah, baiklah sepertinya harus segera kita mulai rapat hari ini. Cha, yang akan memimpin rapat kali ini adalah Direktur Ryeowook karna dialah yang bertanggung jawab atas proyek kita kali ini, jadi direktur ryeowook silahkan kemukakan pendapatmu tentang proyek iklan terbaru kita.” ucap donghae sembari membuka rapat pagi menjelang siang itu. Dan ia mempersilahkan ryeowook untuk mengumumkan ide proyeksi iklan terbarunya itu.

Sementara donghae duduk dikursinya yang berhadapan langsung dengan Hyejin. Entah mengapa hanya kursi itulah yang tersisa saat itu.

Sepanjang berjalannya rapat donghae sama sekali tak bisa terfokus sepenuhnya pada rapat kali ini, karna entah kenapa matanya itu selalu mencuri curi pandang kearah park hyejin partner kerjanya itu.

 Hal yang sama pun juga dirasakan oleh park hyejin bahkan tidak jarang mata mereka saling bertemu dan akhirnya hyejin selalu terlebih dahulu mengalihkan pandangannya.

“Untuk memangkas beban beban pengeluaran perusahaan dan juga sekaligus memberi warna baru untuk iklan terbaru kita, bagaimana jika yang menjadi model iklan tersebut adalah Dirut utama kita Lee Donghae ssi?” ucap ryeowook sambil memberikan senyuman mautnya itu.

“Ne, ide bagus”

“Ya. Briliant, sepertinya donghae sajangnim memang sangat cocok untuk iklan kita yang  bernuansa romantic ini”

Beberapa karyawan pun hampir semuanya menyetujui saran dari ryeowook.

“Nah, bagaimana donghae sajangnim? Kau setuju?” tanya ryeowook yang sukses membuat donghae mengalihkan pandangannya dari hyejin.

“Mwo? Haruskah? Ku pikir aku tidak berbakat menjadi model iklan” jawab donghae.

“kau tak bisa berkata seperti itu sebelum kau mencobanya sajangnim” sahut eunhyuk.

Donghae mengedarkan pandangannya, semuanya sama menandakan ekspresi ‘Menginginkan donghae sebagai model iklan’ akhirnya donghae pun menyetujui ide konyol bawahannya itu.

“huh, baiklah aku menyetujuinya”

Mendengar jawaban donghae pun semua karyawan yang menghadiri meeting mengucapkan kalimat yang menandakan kesenangan. Namun tidak dengan hyejin, sejak tadi ia terus menampakkan ekspresi datarnya.

“Lalu? Siapa model wanitanya? Haruskah kita menyewa model terkenal?” tanya salah satu peserta meeting pada ryeowook.

“Tentu tidak, emm. Tapi sampai saat ini aku belum menemukan seorang wanita yang pas, bisakah kalian membantuku? Kira kira siapa menurut kalian?” tanya ryeowook yang sukses membuat semua karyawan mendiskusikannya.

“Bagaimana jika…. Nona Hyejin? Menurut kami Manager Park hyejin sangat cocok jika disandingkan dengan donghae sajangnim” ucap seorang karyawan yang langsung membuat hyejin dan donghae membulatkan matanya tak percaya.

“M..Mwo? ke..kenapa harus aku?” tanya hyejin sambil terus menunjukkan ekspressi kaget luar biasa.

“Karna kau cantik hyejin ah, dan donghae juga tampan bukan begitu?” ucap eunhyuk tiba tiba.

“neeee” jawab karyawan yang lainnya kompak.

“kurasa saranmu itu tepat sekali” jawab ryeowook.

“Mwo? Maaf, aku aku tidak bisa” ucap hyejin.

“Wae? Kau tak mau membantu kerjasama kita?” tanya ryeowook yang kaget atas jawaban hyejin.

“Ani! Ani! Bukan begitu, maksudku.. karna ini proyek besar aku takut jika nanti iklannya menjadi tidak bagus, karna bagaimana pun iklan sangat berpengaruh besar pada jumlah penjualan” Alasan yang bisa dinilai masuk akal itu langsung keluar begitu saja dari bibirnya, tapi sebenarnya jika model prianya bukanlah donghae, hyejin pasti akan langsung mengiyakan ide tersebut.

“Jika memang nantinya iklan kita gagal, kita bisa membuatnya lagi bukan? Lagi pula kita harus mencobanya terlebih dahulu” jawab ryeowook.

Hyejin terdiam, hatinya beku pikirannya kacau bagaimana bisa ini terjadi? Gerutunya dalam hati.

“Baiklah sepertinya, meeting kali ini cukup sampai disini. Dan ini jadwal syuting pembuatan iklannya, karna ini musim panas jadi kami mengambil lokasi pembuatan iklan di jeju. Sampai bertemu lusa nanti hyejin ah” ujar ryeowok.

“eh, em. Tap”

Ryeowook memotong perkataan hyejin.

“kalau begitu aku permisi dulu” ucap ryeowook dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan disusul pula dengan karyawan lainnya.

Sementara hyejin hanya meratapi nasibnya sembari mengemasi barang barangnya dan bergegas untuk pergi meninggalkan ruangan itu juga.

“Hyorin ah, palliwa” ucap hyejin dengan terburu buru karna sejak tadi ia cukup canggung dengan adanya donghae dirapat ini dan itu sebabnya ia tak banyak bicara dirapat tadi.

Bahkan sampai saat ini detak jantung hyejin masih bergemuruh, apalagi setelah mengetahui jika hanya tinggal mereka berempat diruangan ini.

“ah, ne changkaman” jawab hyorin.

Donghae tak bergeming dari posisinya sejak tadi, ia masih duduk manis dengan sejuta rasa kerinduan yang meluap luap didadanya. Ingin sekali ia memeluk atau sekedar menanyakan keadaan hyejin saat ini, tapi rasa canggung itu semakin tebal menyelimutinya.

“Donghae ssi, kami duluan ne” hyorin berpamitan dengan sang direktur utama Lee Corp.

Donghae bangkit dari duduknya dan menarik tangan hyejin yang sedang berjalan melewatinya. Sontak saja membuat hyejin menghentikan langkahnya dan menoleh menatapnya.

Sebenarnya hyejin sangat takut untuk menatap iris cokelat itu, karna ia takut jika perasaan yang coba ia buang selama tiga tahun belakangan ini menjadi semakin dalam. Dan itu tentu saja akan membuat hyejin semakin sulit untuk melepaskan donghae.

Kini hanya tinggal mereka berdua diruangan itu, karna hyorin dan hyuk jae sudah jalan terlebih dahulu tanpa mengetahui jika hyejin dan donghae masih tertinggal didalam.

“ada a..apa?” hyejin memulai pembicaraan karna sejak tadi mereka hanya saling bertatapan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Senang bisa bertemu denganmu lagi” jawab donghae sembari berusaha menetralkan detak jantungnya.

“Mwo?” tanya hyejin tak percaya.

“Hyejin ah, kau masih didalam?” suara teriakan hyorin dan suara deruan langkah kaki yang mendekat seakan menyadarkan donghae untuk bertindak normal dan segera melepaskan tangan hyejin.

“eoh, apa kami menggangu? Mianhae” ucap eunhyuk yang ternyata sudah berada dimulut pintu.

“ah, ani hyuk jae ssi” jawab hyejin dan hendak berjalan menghampiri eunhyuk dan hyorin.

“Hyejin ah, sampai bertemu lusa nanti” ucap donghae pelan, tapi hyejin mendengarnya.

Hyejin terus berjalan dan mengabaikan perkataan donghae barusan, ia harus tetap meyakinkan diri agar tetap melupakan donghae.

 

 

 

DUA HARI KEMUDIAN, DI JEJU ISLAND


# DONGHAE POV #

Syuting iklan sebentar lagi akan dimulai, aku sungguh terkejut dengan tema iklan untuk Parfum terbaru hasil kerjasama LC dan juga PC. Karna ini lebih tepat dengan tema ‘Honeymoon’ karna dipenuhi dengan bunga bunga berwarna warni diatas pasir putih pantai jeju ini.

Ini adalah Parfum keluaran pertama dari perusahaanku karna sebetulnya Lee Corp saat ini sedang gencar gencarnya membangun hotel dimana mana dan juga mengembangkan produksi Gadget tercanggih tahun ini. Tapi tidak bagi PC karna ia sudah sering meluncurkan Produk Parfum kelas atas karna memang sebagian sahamnya difokuskan untuk produk kecantikan, dan separuh sahamnya lagi digunakan memfocuskan pada produksi pembuatan Mobil mobil mewah.

“Donghae ssi, gomawo telah mengajakku kemari. Karna aku bisa liburan sekaligus bersama kekasihku heheh” ucap eunhyuk yang langsung membuyarkan lamunanku.

Kulihat hyorin sejak siang tadi saat kita sampai di jeju dengan setia merangkul lengan monyet itu hingga malam begini, segitu cintanya kah hyorin pada monyet mesum itu? Haaah, andai dia tau betapa mesumnya kau hyuk jae ku yakin hyorin akan segera menjaga jarak denganmu hahah.

“YAK!! Lee donghae, syuting akan dimulai. Kenapa kau melamun begitu eoh? Cepat duduk dibangku itu, aku tidak sabar ingin melihat acting mu!!” teriak monyet ini lagi.

“Arraseo” ucapku sambil berjalan menuju bangku dipinggir pantai yang sudah dipenuhi oleh para crew, tapi aku masih belum menemukan hyejin, kemana dia? Apa dia tiba tiba kabur eoh?

“donghae ah, kau masih ingat dengan pengarahkan yang kukatakan tadi?” tanya sutradara kim padaku.

“tentu ahjussi” jawabku.

“baiklah”

“eem, dimana hyejin.. ahjussi?” tanya ku yang sejak tadi gatal ingin bertemu dengan hyejin (?)

“dia ada diruang ganti”

“oh~”

Sembari menunggunya, akupun mencoba mengingat alur cerita iklan ini. Hatiku ragu bisakah aku melakukan setiap adegan itu dengan baik? Hhh entahlah, ‘karna iklan ini bercerita tentang sepasang pengantin baru yang akan memulai honeymoon-nya, jadi kau harus bisa semesra mungkin dengannya’ kata kata sutradara kim tadi masih terngiang ngiang jelas ditelingaku, bisakah aku memeluknya nanti? Bahkan aku juga harus mencium pipinya? Aisssh! Aku benar benar gugup!

“kenapa dia lama sekali?” tanyaku lagi pada sutradara kim.

“aah, aku lupa dia sedang menjalankan acting solonya. Jadi sebelum bertemu denganmu disini ia harus beracting didepan cermin sembari menyemprotkan parfum itu ditubuhnya, persis seperti yang kau lakukan tadi donghae ah”

Aku hanya bisa menggangguk anggukan kepalaku, karna aku tau bagi pemula seperti kami pasti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beracting seperti aku tadi yang beberapa kali melakukan kesalahaan saat acting soloku sore tadi.

“Donghae ssi, rapihkan tuxedo mu itu. Hyejin sudah datang” suara monyet itu kembali mengganggu telingaku.

“Arraseo” jawabku sembari membetulkan tuxedo hitam yang kupakai ini.

Saat menoleh, aku begitu terkejut mendapati hyejin menggunakan dress mini berwarna putih susu tanpa lengan dan hanya sebatas paha itu, ditambah rambut gelombang cokelat tuanya itu yang diikat miring kesamping ditambah poni samping yang setia menutupi keningnya itu sungguh membuat mataku seakan tak rela untuk berkedip sekalipun.

Ingin sekali aku mengatakan..

Neomu Yeppo,

Jeongmal neomu neomu yeppo hyejin ah…………

“Cha, baiklah kita mulai syuting sekarang. Ayo bersiap keposisi masing masing” ucapan sutradara kim menyadarkanku kembali kedunia nyata.

 

 

# AUTHOR POV #

Hyejin menatap pria dihadapannya ini, ia sungguh terpesona dengan donghae malam ini. Lee donghae memang terlihat sangat menawan dengan setelan tuxedo hitam dan rambut yang ditata seperti biasa dengan poni menyamping ciri khasnya. Tetapi entah mengapa donghae terlihat sangat menarik malam ini.

“Cha, baiklah kita mulai syuting sekarang. Ayo bersiap keposisi masing masing”

Mendengar instruksi dari sutradara kim, donghae dan hyejin pun segera menuju posisinya masing masing. Dimana donghae harus berdiri agak jauh dari posisi hyejin yang sedang berdiri dipinggir pantai.

Perasaan canggung berusaha dibuang jauh jauh oleh mereka, karna ini saatnya mereka untuk bisa bekerja demi kesuksesan parfum dan juga perusahaan mereka masing masing.

“Camerra rolling”

“Action!!”

Perlahan namun pasti, donghae berjalan layaknya pangeran yang akan segera bertemu dengan gadisnya.
Akhirnya kini donghae sudah berdiri tepat dibelakang hyejin yang sedang memandangi indahnya langit malam ini.

“Peluk dia donghae ssi”  suara sutradara kim terdengar seperti berbisik, tapi sepertinya donghae mendengar suaranya dan melakukan sesuai dengan perintahnya.

Donghae memeluk tubuh hyejin dari belakang, DAG DIG DUG detak jantung mereka seakan sedang berlomba ingin menjadi yang tercepat. Mereka berdua mematung,seakan mereka lupa sekenario selanjutnya.

“CUT!”

Refleks, donghae segera melepaskan pelukannya.

“Hyejin ah, ketika donghae memelukmu kau harus menolehkan kepalamu itu mengadap wajahnya perlahan. Apa kau lupa?”

“Ah, ne.. aku lupa. Mianhae, mianhae” ucap hyejin.

“Ah, gwenchana. Aku tau ini pengalaman kalian yang pertama, dan kau donghae ah ketika kau memeluk hyejin kau harus menunjukkan ekspressi sedang menghirup aroma parfum itu dari pundaknya arraseo?” Sekali lagi dengan sabar sutradara kim membimbing model iklan amatir itu.

“Arraseo”

“Cha, kembali keposisi semula”

Mereka kembali keposisi semula, terlihat jelas jika mereka berdua sangatlah nervous.

“CAMERA ROLLING”

“AAAAND. ACTION!!”

 

Donghae pun mengulangi adegan tadi untuk yang kedua kalinya,

Greep.
Donghae sudah memeluk tubuh hyejin dan menunjukkan ekspressinya sebagaimana yang diarahkan oleh sutradara kim (coba bayangin muka Haeppa deh, hahaha kocak #plaak)

Hyejin berusaha mengeluarkan ekspresinya, ia memejamkan matanya saat donghae memeluk dan mengirup udara disekitar pundaknya. Hyejin tersenyum, lalu membuka matanya menuntun wajahnya itu agar bertemu dengan iris coklat itu.

“yaaa, daebak!” gumam eunhyuk yang sedari tadi mengamati acting mereka. Dan hyorin sesekali melirik scrip.

“Hyejin setuh wajahnya, sentuh wajahnya” hyorin berusaha memberi tahu sahabatnya itu dengan berbisik tapi suara hyorin yang sangat pelan langsung tertelan desiran ombak.

 

# HYE JIN POV #

DEG!
bagaimana ini? Setelah aku bertatapan dengannya kenapa tiba tiba semua sekenario itu hilang begitu saja dari otakku?.

Arrghhh, apa yang harus ku lakukan. Tuhaaaan bantu aku, kumohon jangan sampai aku harus mengulanginya lagi. Aku sudah cukup lelah hari ini,

Aku terus berdoa dalam hati sambil terus memberikan ekspresi bahagia didepan kamera, dan wajah donghae pun sama. Kutatap iris coklat itu lekat lekat berharap dapat mengembalikan semua isi sekenario itu kembali masuk dikepalaku…

Dan BINGO! Aku ingat
Perlahan kuputar tubuhku agar sepenuhnya menghadap donghae, lalu kuletakkan kedua lenganku dipundaknya mata kami sama sekali tak berpindah posisi tetap sama seperti tadi.

“peluk dia hyejin ah” kudengar suara sutradara kim dan segera kuikuti perintahnya.

Donghae mengeratkan pelukan kami, lalu kini giliranku yang harus beracting seolah olah sedang jatuh cinta dengan wangi parfum yang disemprotkan donghae pada tuxedo nya. Kupejamkan mataku saat mencoba beracting menghirup aroma maskulin disana.

 

“YAK! CUT!!”

Suara sutradara kim terdengar lagi, dan kini perintahnya agar kami segera menghentikan acting kami ini. Kenapa ia harus menyebutkan kata CUT itu disaat yang sangat berharga ini bagiku? Oh! Aigoo sadar hyejin ah, lupakan pria ini.

“Great!! Sekarang kita keadegan terakhir, donghae setelah itu kau harus mencium pipi hyejin lalu menggendongnya ala Bridal Style menyusuri jalanan berbunga yang mengarah kearah hotel, arraseo?”

Adegan apalagi ini? Huh! Menyebalkan, aku sudah lelah bisakah ditunda sampai besok eoh?

“Ayo, keposisi seperti tadi. Palli berpelukan”

Sekarang puncaknya hyejin ah, hwaitting!!!!!
Kami sudah berpelukan seperti tadi sebagai mana instruktur dari sutradara kim.

“oke, CAMERA ROLING…………AND ACTION”

~CUP~
Donghae mengecup pipiku, kalian tau bagaimana rasanya? Rasanya itu seperti ingin mati! Kenapa? Karna sepertinya pria ini sudah benar benar membunuhku secara perlahan.. bahkan kurasa kini rasa sayangku padanya sudah bertambah 1 ton lagi untuknya.

“Saranghae~”

MWO? Apa aku tidak salah dengar eoh? Donghae mengatakan itu tepat didepan telingaku, dan itu tidaklah pelan! Dia mengatakan itu sambil seperti setengah berteriak. OMG! Dan kini perasaanku padanya sudah bertambah kira kira 100 ton untuknya.

Aku masih diam tak percaya dengan apa yang kudengar barusan, karna seingatku tak ada yang berbicara didalam scrip tadi. Bahkan kini aku sudah tak sadar jika donghae sudah menggendongku menyusuri jalanan yang ditaburi bunga berwarna warni itu, sungguh! Kuyakin pipiku sudah memerah layaknya tomat yang siap dipanen. Tapi aku harus tetap memasang wajah ceria didepan kamera.

# AUTHOR POV #

“Saranghae~”

Donghae mengucapkan suatu kalimat sakral yang seharusnya tidak ia katakan pada scene kali ini, namun tak ada raut wajah kecewa yang terpampang diwajah sutradara kim dan para crew, justru senyum kemenanganlah yang kini sedang bertengger indah diwajah mereka.

Tapi tidak pada pasangan kekasih yang satu ini,

“Hyukkie~ tak ada kata kata saranghae didalam scrip ini. Ottokhe?” tanya hyorin sedikit frustasi membaca dan terus mencari kata saranghae didalam scrip yang hanya terdiri dari satu lembar kertas saja.

“Entahlah~ sepertinya ikan itu terlalu bodoh! Tak seharusnya ia mengucapkan itu, karna seharusnya dia tau jika itu hanya akan membuat hyejin terluka isssh babo!” jawab eunhyuk sama frustasinya dengan hyorin.

 

PROK PROK PROK
saat syuting selesai, semua crew memberi applause untuk kedua model iklan amatir itu. Sepertinya semua crew sangat puas atas kerja mereka.

Hyukjae dan hyorin berjalan menghampiri hyejin dan juga donghae yang sedang berbicara dengan sutradara kim.

“Great! Acting kalian natural sekali, dan idemu tadi sangatlah briliant donghae ssi. Sepertinya kau cocok menjadi seorang actor” ucap sutradara kim sambil tersenyum lebar.

“Ah, jangan terlalu memujiku ahjussi” jawab donghae malu malu

“hehehe, baiklah semuanya cepat bereskan barang barangnya dan beristirahatlah karna besok pagi kita harus segera memulai pemotretan arra?” setelah memberi arahan pada semua crew termasuk dua model iklan amatir itu sutradara kim pergi menuju hotel yang terletak hanya beberapa meter dari lokasi syuting.

“Acting kalian memang sangat bagus” puji eunhyuk.

“aah~ monyet kau tau apa heum? Hahah” jawab donghae meledek.

Donghae eunhyuk dan juga hyorin sedang asik berbincang membicarakan hasil acting dari kedua model amatir itu, tapi sepertinya hyejin tidak berniat untuk bergabung bersama mereka, buktinya ia berjalan meninggalkan lokasi syuting itu tanpa memberi tahu hyorin. Hyejin sudah benar benar tak memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya tadi, karna menurutnya rasa lelahnya itu jauuh lebih penting dibandingkan harus memikirkan hal yang membuatnya semakin tak bisa melupakan donghae.

Rasa lelah sungguh sudah menggerogoti seluruh tubuh hyejin karna ketika baru sampai disini ia harus segera memulai syuting sampai pukul delapan malam, tapi menurut hyejin hatinya kini jauh lebih lelah karna harus berpura pura tersenyum bahagia.

Setelah mengganti pakaiannya ia pun segera merebahkan tubuhnya pada kasur ukurang king size itu, dengan cepat ia memejamkan matanya tanpa menunggu hyorin untuk tidur bersamanya.

***

Kreeek…
Hyejin membuka pintu kamarnya, ia berjalan keluar hotel dan melangkahkan kakinya menuju pantai yang tersebar luas didepan pintu hotelnya itu. Ia berjalan seorang diri meninggalkan hyorin yang sedang tertidur lelap dikasurnya.

Langit masih tampak gelap karna memang ini masih sangat pagi yaitu pukul setengah lima pagi, dan pastinya keadaan pantai pun sangat sepi karna semua orang dijamin masih tertidur lelap dikasur masing masing.

Hyejin menggerakkan tubuhnya melakukan pemanasan ringan setelah bangun tidur yang biasa ia lakukan dipagi hari. Tak sampai sepuluh menit, kini kakinya sedang berjalan menuju bangku kayu yang ada dipinggir pantai.

Matanya terpejam merasakan angin laut dipagi hari, beruntung karna ini adalah musim panas jadi suhu tidak terlalu menusuk tulang.

“Kau sudah bangun?” Suara berat itu menggema ditelinga hyejin, ia tau itu suara siapa. Seketika juga ia membuka matanya saat merasakan ada seseorang yang duduk disebelahnya.

Hyejin menoleh kesumber suara dugaannya tepat dan tak meleset, donghae sudah duduk manis disamping hyejin sembari menatap lurus kedepan menyaksikan desiran ombak pagi hari.

Jantungnya kembali berdegub tak berirama, menyadari itu hyejin kembali mengalihkan pandangannya pada ombak ombak dilautan itu. Hyejin tak menjawab pertanyaan donghae itu, dia lebih fokus untuk mengkontrol jantungnya kini.

“Mianhae” suara donghae kembali terdengar ditelinganya, bahkan kini ia dapat merasakan ada sesuatu yang menyentuh tangannya. Hyejin tak bergeming, sampai akhirnya tangan donghae itu menggenggam tangannya.

“Untuk apa?” jawab hyejin tanpa menatap donghae sedikit pun, karna ia tau kini donghae tengah menatapnya.

“Seharusnya aku tak mengucapkan kata itu tadi”

Seakan mengerti arti dari kata kata donghae, hyejin pun akhirnya memberanikan diri menatap wajah tampan itu. Hyejin tersenyum sembari melepaskan genggaman tangan donghae.

“Gwenchana” balasnya, hyejin kembali menatap lautan.

“Bogosipoyo, Hyejin ah” seperti tersengat listrik tegangan tinggi, tubuh hyejin menegang mendengar ucapan donghae barusan. Hyejin berusaha untuk tidak terpancing ia masih diam tak bergeming dan berusaha meyakinkan hatinya untuk tidak menyukai pria ini lagi.

 

 

 

TBC…

RCL SANGAT DIBUTUHKAN^^

40 thoughts on “7 Years For Love (Chapter 4)

  1. Bayangin DongHae jadi bintang iklan parfum, keren dan tampan pasti. Huaaaaaaaa
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  2. apanie knp mereka harus jg model iklan produk perusahaan mereka??
    Ujian berat deh wat hyejin.
    Trs waktu syuting bnyak bgt skinshipnya,wat dag dig dug g karuan jantung hyejin.
    P lg tu donghae utarain langsung perasaanya sm hyejin.
    kata”saranghae”yg d ucapin donghae tu murni kn?d luar scrip kn???
    Tambah galau j nie hyejin

  3. salut sma hyejin yg bisa nyembunyiin perasaannya… and donfhae yg pendiam knpa jd konyol… mpe teriak dia suka(tpi saya suka) hehehehe
    Penasaran sma kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s