*—* HONEY MOON (Part 3) *—*

HM3

*.*Honey moon part3*.*

(Squel of memories)

Author: meliza caterin (tan mei li)
Genre: comedy, yadong
Rating: warning, NC17
Cast :Yoon Eun Hye (aktris)
Lee Dong Hae (super junior)
Lee hyuk jae (super junior)
And other cast

”Anyeong, author maknae aka istri nye leeteuk maknae, dateng bawa squel nya memories, rencana nya mau di bikin comedy tapi author gak tau dapet ada enggak fell comedy nya”
Dan mianhae kalau masih banyak typo bertebaran dan mian kalau habis baca bisa bikin ayan, jangan salahkan author ya!!!
Dari pada author banyak bicara langsung aja ke TKP nya!!!

(*_*)happy reading…….!!!!!

Author POV.

Setelah 1 jam berkeliling, akhir nya Donghae pun menemukan pohon mangga yang sedang berbuah lebat, dia pun segera meminta ijin kepada si empunya pohon mangga, dan dengan cepat dia sudah mendapatkan 1 kantong buah mangga.

Donghae segera melajukan mobil nya, dia sempat berhenti di super market untuk membeli roti karena tadi setelah pulang bekerja belum sempat makan apapun, dikarenakan dia langsung pergi mencari buah mangga yang membuat nya pusing ini.

*.*Donghye home’s*.*

”Chagia, ini buah mangga nya, cepat di makan!” kata Donghae sambil menyodorkan kantung plastik yang berisi mangga yang di bawanya.
Namun kembali Eun hye hanya mngendu-ngendus (?) nya saja.

”Oppaaaaaaaa, aku bilaaang mangga dari pohon nya langsung,” kata Eun hye sambil berteriak, dan sontak membuat Donghae loncat dari tempat duduk nya.
”Itu mangga dari pohon nya langsung chagia,” jawab Donghae masih dalam keadaan sedikit shock karena dia kaget mendengar Eun hye yang berteriak secara tiba-tiba.

”Tapi Oppa tidak memanjat pohon nya kan??” Tanya Eun hye seperti mafia yang sedang mengintrogasi sanderanya.
”Aish, tadi Oppa mau memanjatnya tapi pohon nya terlalu tinggi, jadi Oppa putuskan untuk meminta bantuan ahjussi nya saja.” Donghae berkata sambil berharap Eun hye tidak menyuruh nya lagi.

Namun sayangnya Donghae salah, karena anak yang dalam kandungan Eun hye tidak dapat di ajak kompromi, Eun hye pun menyuruh suami nya i†u untuk kembali mengambil mangga dari pohon nya.

”Ingat Oppa aku mau Oppa yang memanjat pohon nya, ARRASEO?” Kata Eun hye penuh penekanan dalam kata-kata nya.
”Ne, arraseo Oppa akan mengambilkan nya untukmu,” Donghae berkata sambil berlalu, dan pergi ke rumah yang mempunyai pohon mangga tadi.

@30 Menit kemudian.

”Chagia ini mangga nya.” Lalu Donghae menyerahkan kantung bawaan nya.
Namu Eun hye hanya membuka nya, dan wajah nya kembali berubah masam.

”Waeyo melihat Oppa seperti itu, Oppa sudah memanjat pohon nya seperti keinginanmu, lihat saja celana Oppa sampai robek seperti ini karena tersangkut dahan pohon,” kata Donghae sambil menunjukan celana bagian belakang nya yang robek.

”Annio, Oppa aku kan minta nya mangga muda, kenapa Oppa membawa mangga yang sudah tua,” kata Eun hye buka suara dari wajah cemberut nya.
”Mwo??” Jawab Donghae setengah frustasi dan menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal, karna usaha nya tidak membuahkan hasil yang memuaskan juga.

”Aku mau nya mangga muda, Oppa kembali kesana dan ambil kan untuku!” Kata Eun hye sambil medorong tubuh Donghae ke arah pintu.
”Aigo, matilah aku.” Donghae berkata dalam hati, karna dia tidak mungkin menolak keinginan istri nya, walaupun sekarang pantat nya sakit karna tadi terjatuh, sekalipun tidak jatuh dari tempat terlalu tinggi namun itu cukup untuk membuat nya kesakitan.

“Orang ngidam itu benar-benar menyusahkan,” Donghae menggerutu sepanjang perjalanan.

@satu minggu kemudian.

Selama satu minggu itu Eun hye selalu saja ada permintaan yang aneh-aneh, hingga akhir nya Donghae mengajak Eun hye ke Dokter, untuk memeriksa usia kandungannya, karena setelah kejadian mangga malam itu Donghae menyuruh Eun hye untuk melakukan test kehamilan dan hasil nya dua garis.

”Chagia, cepat kita harus segera berangkat, kita sudah buat janji dengan Dokter nya pagi ini,” Donghae mengingatkan istri nya yang masih berdandan, di kamar nya.
”Ne, Oppa chankaman, aku sedikit mual,” sahut Eun hye dari dalam kamar mandi.

Setelah Eun hye merasa baikan, merekapun segera berangkat menuju rumah sakit, namun tiba-tiba di tengah perjalanan Eun hye meminta Donghae untuk berhenti.
Karena Eun hye melihat sesuatu yang menarik perhatian nya, dan membuat dia ingin melihat Donghae untuk memegang hal yang menarik perhatian nya i†u.

”Oppa coba lihat itu!” kata Eun hye sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang membaca koran dan duduk di bangku pinggir jalan.
”waeyo, memang nya ada apa, Oppa tidak melihat sesuatu yang menarik di sana?” Tanya Donghae karena dia sedikit bingung dengan apa yang di maksud Eun hye.

”Oppa coba lihat namja yang sedang membaca koran itu?” Suruh Eun hye kepada suami nya.
”Ne, maksud mu orang yang kepala nya botak itu,” sahut Donghae sambil melihat namja botak yang sedang asik membaca koran.

”Ne, benar namja itu, Oppa aku ingin sekali melihat Oppa menyentuh kepala nya!” kata Eun hye sambil memasang wajah aegyo nya.
”Mwo?, chagia tapi apa kau tidak lihat badan nya besar seperti itu, namja itu sudah seperti siwon super junior bahkan Oppa yakin kalau dia tidak pakai baju pasti ABS mereka sama persis,” Donghae berbicara dengan sedikit sewot .

”Oppa, ayolah bagaimana kalau calon anak kita nanti air liur nya terus keluar (ngeces), apa Oppa tidak kasian eoh, bagaimana kalau sampai tua terus-terusan begitu, apa Oppa tidak kasihan pada nya, bisa-bisa dia jadi bahan tertawaan oleh teman-teman sekolah nya, dan dia juga pasti akan di jadikan bahan ledekan, apalagi setelah dia sudah dewasa aku yakin pasti tidak akan ada orang yang mau menjadi pasangan hidupnya.”

”Ne, baiklah Oppa akan menyentuh kepala orang itu, kau di mobil saja dan jangan matikan mesin mobilnya!” Kata Donghae mengingatkan agar Eun hye tidak turun dan tidak mematikan mesin mobil.

”Ne, siap laksanakan.” Eun hye menjawab ala prajurit pada atasan nya.
”Aish, kau ini jangan meledek suamimu yang tampan ini,” kata Donghae, diapun keluar mobil dan berjalan menuju namja yang sedang mereka bicarakan tadi.

”Anyeong hasimnika,” sapa Donghae mengawali percakapn, walaupun sebenarnya detak jantung nya sangat tidak beraturan.
”Ne, anyeong hasimnika.” jawab namja itu.
”Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya namja i†u heran karna melihat Donghae yang tiba-tiba menghampiri nya.

”Tuan itu……., emm…., itu…,” Donghae tidak sanggup melanjutkan kata-kata nya, karena melihat namja itu dari dekat amat sangat menyeramkan, otot-otot nya begitu besar.
”Ada apa tuan cepat katakan, anda sudah mengganggu waktu membaca saya.” Namja itu berkata dengan ketus karna merasa waktu nya yang sangat berharga untuk membaca berita terganggu oleh Donghae yang tidak jelas apa tujuan nya.

”Emm, baiklah tuan apa boleh saya memgang kepala tuan,” ahir nya Donghae memberanikan diri meminta ijin.
”Mwo, anda kira kepala saya ini apa?” namja i†u mulai berdiri dan sedikit sewot (?), karna dia paling tidak suka bila ada orang lain yang menyentuh kepala nya.

”Ayolah tuan, istri saya sedang hamil dan dia ingin sekali melihat saya menyentuh kepala anda,” Donghae berkata dengan wajah memelas dan memohon.
”Annio, saya bilang tidak boleh ya tidak boleh.” namja itu semakin kesal karna Donghae terus merengek.

Setelah mereka berdebat lumayan lama, Akan tetapi namja itu sama sekali tidak ingin kepala nya di sentuh, dan terlihat namja itu kini semakin kesal, Donghae yang ingat dia harus segera kerumah sakit, dan teringat istri nya yang sedang menunggu di dalam mobil dan memperhatikan dirinya.

”Mianhae tuan tapi seperti aku tidak punya jalan lain,” kata Donghae dalam hati.
Dan dengan cekatan tangan Donghae segera memegang kepala namja yang ada di hadapannya itu, karena perlakuan Donghae barusan sontak membuat namja itu marah dan berniat memukul Donghae dengan tinju nya yang super besar.

Tapi sayang namja itu kalah cepat, Donghae telah berlari ke arah mobil nya dan berteriak, ”Tuan mianhae.”
”Hoss, hoss, hooss, Akhirnya aku selamat,” kata Donghae dalam hati.
Donghae pun segera melajukan mobil dengan kecepatn tinggi, karena dia takut namja itu akan mengejarnya lagi.

Author POV end.

**********(((Eun hye POV)))**********

Aku tertawa senang karna melihat suamiku berhasil menyentuh kepala namja yang botak itu, rasa nya aku sangat bahagia, walaupun aku lihat suamiku lari terbirit-birit (?), menghindari namja tadi.

”Oppa memang daebak,” puji ku kepada nya.
”Aish, chagia kenapa keinginanmu aneh sekali eoh, apa tidak ada keinginan lain yang mudah untuk di lakukan, misal nya ingin bercinta setiap hari?” kata Donghae tanpa meoleh kearahku, dan dia hanya fokus kepada jalan yang ada di depan nya.

”Molla, keinginan itu tiba-tiba saja muncul nya,” jawabku apa adanya.
”Baiklah chagi tidak apa-apa yang penting aegy yang ada dalam perutmu ini merasa senang, walaupun dia harus membuat Appa nya tersiksa,” kata Donghae Oppa sambil terkekeh.

Dan tanpa terasa akhir nya kami telah sampai di rumah sakit, kami pun segera menuju ruangan Dokter, karena kami sudah telat sangat telat, tapi tiba-tiba Donghae Oppa meminta ijin untuk ke kamar kecil sebentar, jadi aku di suruh masuk duluan saja.

”Anyeong haseo Dokter lee,” sapaku pada dokter yang akan menangani perkembangan janinku selama sembilan bulan ini.
”Anyeong Ny. Lee, langsung saja ya, sudah berapa lama anda tidak menstruasi?”

”Sudah telat sekitar dua minggu ini,” jawabku, karena memang seingatku aku sudah telat selama dua minggu.
”Apa anda sering merasa mual di pagi hari, atau ada gejala-gejala lain?”
”Saya tidak bisa makan nasi Dok, setiap mencium bau nya saya tidak tahan dan selalu ingin muntah,” Jawabku.

”Baiklah nanti saya akan berikan resep obat supaya janin anda tetap mendapat asupan gizi yang cukup, dan satu lagi walaupun anda tidak bisa makan nasi usahan anda selalu memakan buah-buahan atau sayur-sayuran dan minum susu untuk ibu hamil juga,” Dokter menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh banyak di makan ketika sedang hamil.

Ketika Dokter sedang menjelaskan tiba-tiba kami mendengar suara pintu terbuka.

Ckleeek,, (anggap aja suara pintu)
”Anyeong haseo Dok….” Sapa Donghae Oppa, namun entah kenapa tiba-tiba perkataan nya terhenti.
Sekarang ruangan hening, Dokter lee hyuk jae dan Donghae Oppa saling memandang, sampai akhir nya Donghae Oppa buka suara.

”Aigo, siapa ini aku tidak bermimpi kan, apa benar ini Lee hyuk jae yang dulu suka membawa majalah yadong ke kampus,” kata Donghae Oppa sambil tertawa mungkin dia mengingat masa-masa kuliahnya.

”Aish, kau ini tidak berubah juga masih saja suka mengungkit masalah itu, kau ini chingu macam apa, tidak bisakah sekali saja bila bertemu denganku mengatakan hal yang baik-baik tentangku atau memujiku?” Kata Dokter Lee dan Seperti nya dia sedikit kesal, karna kata-kata Donghae barusan membuat perawat yang sedang berada di ruangan menahan tawanya.

”Mianhae setiap ingat kejadian itu selalu membuatku sakit perut,” jawab Donghae Oppa sambil menahan tawa.
”Sudah-sudah silahkan kau keluarkan semua hal yang jelek tentangku,” jawab Dokter lee dengan nada kesalnya.

”Lalu apakah kau yang akan menangani kehamilan istriku?” Tanya Donghae, karna dia tidak merasa yakin bahwa lee hyuk jae yang dulu dia kenal dengan julukan king of yadong dan terkenal nakal di kampus bisa menjadi seorang Dokter yang lumayan terkenal di korea.

”Sungguh aku tidak menyangka bahwa dia adalah istrimu, dia terlalu cantik untukmu,” kata Dokter Lee sambil tersenyum kepadaku.
”Waeyo, aku juga tampan jadi wajar kalau aku mendapatkan istri secantik dia, lalu kenapa pada saat hari pernikahanku kau sama sekali tidak bisa di hubungi?” Tanya Donghae.

”Oh, mianhae setelah terakhir kau bilang akan bertunangan tiba-tiba aku mendapat beasiswa untuk kuliah di amerika dan setelah itu aku tidak bisa menghubungimu, aku telpon kerumahmu katanya kau tidak jadi bertunangan.” Jawab Dokter Lee panjang lebar.

”Oh, itu iya awalnya kami tidak jadi bertunangan,” jawab Donghae Oppa dan raut wajahnya berubah.
”Waeyo, apa ada masalah antara kalian?”
Tanya Dokte Lee mungkin dia penasaran dengan kisah perjalanan cinta kami.

Donghae Oppa menceritakan semua kejadian yang menimpaku sebelum hari pertunangan, hingga aku hilang ingatan dan dua tahun kemudian ingatanku pulih hingga akhirnya kami menikah walaupun banyak rintangan yang kami lalui untuk mecapai saat seperti ini.

”Oh begitu sunguh benar-benar mengharukan,” jawab nya dengan wajah sedikit merah sepertinya dia terharu mendengar kisah cinta kami. (Hyukpa cengeng#dicekekhyuki).

”Ny. Lee apa anda tidak salah. Menyukai namja playboy ini, dia itu dulu terkenal dengan namja yang mempunyai banyak kekasih,” kata Dokter Lee setengah berbisik padaku, dan mencairkan suasana yang tadi sempat mengharukan.

”Setiap manusia pasti mempunyai masa lalu, namun yang terpenting adalah masa kini dan masa depan, tidak akan ada gunanya bila kita hidup selalu berkubang Dengan masa lalu, karena itu hanya akan membuat kita sulit untuk melangkah, yang dulu biarlah berlalu dan menjadi kenangan,” jawabku lalu aku menoleh ke arah suamiku dengan senyuman penuh arti.

”Ikan kau memang beruntung, karna mempunyai istri sebijak dia, jadilah suami yang baik!!” Kata Dokter Lee sambil tertawa karna dia senang bisa mengeluarkan panggilan masa kuliah mereka.

”Kyaaa, dasaar monyet kenapa kau memakai panggilan itu,” kata Donghae sewot.
”Hahahahaha, aku rindu saat-saat seperti ini, oh iya Ny. lee panggil aku Oppa saja karena aku adalah sahabat karib suamimu,” Kata Dokter Lee padaku.

”Ne arraseo Oppa, kalau begitu Oppa panggil aku Eun hye saja, eottohkae?” Tanya ku padanya,
‘Ne baiklah kalau itu maumu, dan rasanya juga lebih nyaman karna kita merasa lebih akrab dan dekat,” jawab nya sambil tersenyum.

”Baiklah karna kalian pasien terakhir dan kebetulan sudah jam makan siang bagaimana kalau kita makan siang bersama?” Ajak Hyuk jae pada kami.

”Baiklah kita makan bersama, aku juga rindu padamu monyet jelek,” jawab Donghae Oppa sambil terkekeh.

Akhirnya kami pun makan siang bersama, tapi aku tidak bisa berlama-lama karna aku ada urusan jadi aku putuskan untuk pulang naik taxi saja, aku juga tidak ingin mengganggu dua sahabat yang sudah lama tidak berjumpa.

**********((Eun hye POV end))**********

***********((Hyuk jae POV))*************

Rasanya senang sekali bisa berjumpa dengan sahabat yang sudah lama tidak berjumpa, dan aku ikut bahagia karena dia akan segera menjadi seorang ayah.

”Apa istrimu sudah mulai meminta permintaan aneh?” Tanya ku padanya.
”Aish, bukan hanya sudah tapi sering, aku pernah di suruh memanjat pohon mangga sampai terjatuh, dan yang lebih parah tadi sebelum kesini aku di suruh menyentuh kepala namja yang badan nya besar dan kekar,” kata Donghae bercerita panjang lebar tentang keinginan istrinya.

”Itu sudah biasa, terkadang wanita hamil banyak juga yang meminta permintaan-permintaan aneh, istrimu masih tidak seberapa di bandingkan dengan suami dari pasienku pernah bercerita bahwa istrinya ngidam, meminta dia untuk menjilat kereta,” aku menceritakan salah satu pasienku yang ngidam nya memang mengherankan.

”Mwo, tapi tidak apa-apa kan tinggal jilat saja apa susahnya, tidak seperti memanjat pohon,” jawabnya.
”Ne tidak susah, tapi dia meminta suaminya mengejar kereta yang baru melaju itu lalu menjilatnya.”

”Uhuuk, uhuuuk, yang benar saja bagaimana cara nya?” Tanya Donghae setelah membersihkan air yang tadi tersedak Dan tumpah ke bajunya.

”Molla, mungkin pandai-pandai suaminya mencari cara,” jawablu sambil terkekeh karna membayangkan bagaimana kalau Eun hye yang ngidam seperti itu.

Pikiranku langsung membayang Donghae sedang mengejar kereta dan berusaha untuk menjilatnya, tanpa aku sadari aku tersenyum-senyum sendiri.

”Wae, kau pasti sedang memikirkan hal yang tidak-tidak kan?” tanya Donghae padaku.
”Anio, hanya saja kadang aku heran jika memikirkan permintaan wanita yang sedang hamil.”

”Aigo, kenapa harus seperti itu,” kata Donghae sambil menghela napas.
”Aku tidak bisa membayangkan bila kau yang mengejar kereta itu,” kataku sambil tertawa tanpa menghiraukan ekspresi wajahnya.
”Aish, sudah jangan membuatku takut seperti ini!” Jawabnya ketus.
Aku hanya tertawa mendengar jawaban nya.

”Masih ada hal yang ingin aku beritahukan padamu, karna usia kehamilan nya masih sangat rentan hingga usia empat bulan, usahakan jangan sering melakukan hubungan intim, arraseo!” kataku memberitahu nya.

”Aigo, apa itu juga harus di kurangi?” Tanya nya sperti meminta kejelasan.
”Ne, tentu saja jangan terlalu sering karna itu tidak baik untuk janin yang ada dalam kandungan istrimu,” jawabku meyakinkan bahwa aku tidak sedang bercanda.

”Aish, tapi kau kan seorang Dokter dan kau juga terkenal dengan julukan king of yadong waktu kuliah, aku yakin kau pasti tau kan cara-cara berhubungan intim yang baik dan aman ketika pasangan kita sedang hamil,” kata Donghae padaku.

”Aigo, kenapa kau yakin sekali aku mengetahuinya?” Tanyaku penasaran.
”Tentu saja aku tau, semuanya terlihat jelas dari wajahmu yang mesum itu,” jawabnya lalu tertawa.

”Aish, dasar ikan,” aku hanya bisa mendengus (?) Kesal.
”sudah nanti kau beri tahu aku saja, aku tidak mau kalau di suruh puasa selama sembilan bulan,” jawabnya.
”Ne baiklah aku mengalah,” jawabku pasrah daripada melihat dia menderita selama itu.

Akhir nya jam makan siangpun berakhir, Donghae pamit pulang dan aku melanjutkan jadwal praktek ku hari ini.

**********((Hyuk jae POV end))**********

S
K
I
P

”Oppa, apa setelah perutku semakin membuncit Oppa masih aka tetap menyayangiku?” Tanya Eun hye karena dia merasa tidak percaya diri dengan keadaan nya saat ini.

”Waeyo, chagia kenapa kau bertanya seperti itu eoh??” Tanya Donghae heran.
”Tubuhku kan jadi gemuk, dan perutku menjadi buncit, aku takut Oppa tidak sayang lagi padaku,” jawab Eun hye dengan wajah sedih.

”Aigo, chagia kenapa kau berpikiran seperti itu?, Oppa mencintaimu bukan melihat dari tubuh atau kecantikanmu, (Donghae lagi ngegombal*plakabaikan*)
Tapi Oppa mencintai tulus dan dari sini,” kata Donghae sambil menunjuk dada nya.

”Jinjja, apa Oppa tidak akan melirik yeoja lain jika tubuhku semakin gemuk dan tidak sexy lagi?” Tanya Eun hye mencari kebohongan di mata suaminya.

”Ne Oppa tidak akan pernah melihat yeoja lain selain dirimu, arraseo!” Kata Donghae meyakinkan istrinya.
”Gomawo Oppa karena sudah menjadi suami yang baik dan pengertian untuku.”
Kata Eun hye dan mata nya mulai berkaca-kaca karna terharu mendengan penuturan suaminya.

”Sarang haleyo chagia,” bisik Donghae di telinga Eun hye.
”Nado Oppa,” jawab Ein hye sambil tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi.

Chuuuuuu,,,,
Donghae mencium bibir istrinya dengan lembut dan Eun hye pun membalasnya, perlahan-lahan ciuman itu semakin lama semakin panas dan semakin menuntut, perlahan-lahan ciuman Donghae beralih Turun ke leher, dan tangan nya pun sibuk membuka kemeja Eun hye.

”Aaaaah, Oppa hentikan.” rengek Eun hye karna dia merasa service yang di berikan suaminya mulai membuatnya melayang.
”Hmmmm, chagia kita lanjutkan saja Oppa sedang ingin menjenguk uri aegy,” jawab Donghae di sela-sela aktivitas tangan dan mulut nya yang sama-sama tidak bisa diam.

”Oooh, Oppaaa, taappii aakkuuu seeeddang haaamil.”
jawab nya Eun hye sambil setengah menahan suara nya.
”Tenang chagia Oppa sudah tau cara-cara melakukan nya dengan aman,” jawab Donghae, sambil membuka melanjutkan kegiatan nya.

Saat mereka sedang asik-asiknya pemanasan, tiba-tiba Eun hye mendorong suaminya.
”Oppa, malam ini aku sedang tidak mau, lain kali saja ya!” Kata Eun hye sambil memakai pakaian nya.
”Chagia, ayolah kan sudah lama kita tidak bercinta Oppa janji akan melakukan nya pelan-pelan,” Donghae merayu Eun hye berharap hatinya luluh.

”Mianhae Oppa, aku sedang tidak ada mood, Oppa ke kamar mandi saja!” Suruh Eun hye.
”Untuk apa Oppa ke kamar mandi, memang nya disana ada yeoja?” Tanya Donghae polos yang sukses membuat dia mendapatkan satu pukulan di pantatnya.

”Aish, apakah Oppa berniat bercinta dengan yeoja lain eoh?” Tanya Eun hye sedikit emosi.
”Auuu appo, Mianhae chagia Oppa hanya bercanda, tapi kenapa kamu menyuruh Oppa untuk ke kamar mandi?” Kata Donghae sambil memegangi pantatnya yang terasa sakit.

”Oppa main sabun saja seperti waktu i†u.” Kata Eun hye dengan kejamnya membiarkan suaminya dalam keadaan tegangan tinggi.
”Mwo, kapan Oppa main sabun?” Donghae bertanya dengan tampang watados nya.

”Sudahlah Oppa waktu itu aku melihatmu sedang main sabun di toilet,”
Kata Eun hye menjelaskan bahwa dia mengetahui kalau suaminya pernah melakukan perkerjaan yang harus nya di lakukan berdua ini dia bisa melakukan nya sendiri.

”Aigo chagia jadi kau mengetahuinya, tapi seperti nya sabun nya habis,” kata Donghae beralasan.
”Kalau sabun nya habis shampo kan masih ada.” Jawab Eun hye sambil menarik selimut nya.

”Mwo shampo? Kalau sudah begini eottohkae??”

(Selanjutnya mianhae author gak tau coz gak ikut ke kamar mandinya *authorditoyorhaepa*).

TBC

Mianhae kalu masih banyak typo dan kekurangan dan mian juga kalau comedy nya gak dapet, author pegel ngedit ujung nya dari versi asli yang di simpen di data author, buat Donghae Oppa maaf aku membuatmu susah Oppa (author di jitak Donghae) yang baca jangan lupa koment n like ya!!

7 thoughts on “*—* HONEY MOON (Part 3) *—*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s