Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 8

OHH8

 

Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 8

Author                       : Whindalee

Cast                            :

–         Leeteuk as Cho Jung Soo / Leeteuk

–         Donghae as Cho Donghae

–         Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Support Cast            :

–         Ajusshi Lee (OC)

–         Siwon

–         Ryewook as Kyuhyun’s Friend

–         Han Hyu Ra & Cho Min Soo (OC) as Kyuhyun’ s eomma & appa.

Genre                        : Brothership, Tragedy, Angst, Family, Friendship, Hurt, & Sad.

Length                       : Continue

 

Sebelumnya…

 

Saengilchukkhamnida…

 

Tanpa nama ataupun kata-kata yang lainnya, hanya itulah yang tertulis di kartu ucapan yang tergantung ditengah-tengah headphone saat ini. Aku terdiam… Dan merasa bahwa aku adalah hyung terkejam yang pernah ada. Bagaimana bias aku memperlakukannya seperti itu selama ini?

“Hae-ah…! Apa kau ada didalam?” ujar Leeteuk hyung membuyarkan lamunanku seketika dan dengan terburu-buru aku pun segera memasukkan kembali headphone itu kedalam kotak. Namun, sialnya… Belum sempat kusembunyikan kotak itu, ia sudah berada tepat didepan ku dan melihat kotak yang kupegang saat ini.

 

Selanjutnya…

 

“Eoh, apa itu, Hae?” tanyanya sumbringah sambil menunjuk kearah kotak yang kupegang dengan jari telunjuknya.

“Ah, hanya kiriman paket dari seseorang, hyung. Tapi entahlah siapa pengirimnya..” sahutku bohong sembari beranjak dari duduk, kemudian kuletakkan kotak itu dimeja dan segera menghampirinya dengan mengaitkan tangan kiriku kebahunya.

“Apa kau sudah lapar? Kau ingin makan apa, hyung? Biar hari ini aku yang traktir..” ajakku yang mulai melangkahkan kaki keluar ruangan.

“Yaaa… Kenapa tiba-tiba ingin mentraktirku? Apa ada sesuatu yang terjadi?” ujarnya setengah mengejek sambil menatapku dengan kedua matanya yang ia sipitkan.

“Kau tidak ingat ini hari apa?”

“Ini hari Rabu. Wae?”

“Owhh… Aniyo! Gwaenchanna..Kajja, kita makan sekarang!! Aku mau makan sushi saja.” Tutur kuberusaha ceria, padahal jauh dihatiku aku merasa begitu kecewa dengan sikapnya ini. Teuki hyung yang dekat denganku, justru malah Kyuhyunlah yang mengingat hari ulang tahunku.

 

Author Pov

 

Hari minggu memang tampaknya hari yang tepat untuk mereka yang tinggal di kediaman Cho untuklibur.Leeteuk yang berada diruang kerja Nampak asik membaca buku tebal dibantu dengan kacamatanya. Donghae yang juga berada didalam kamarnya benar-benar menikmati teknologi ponsel terbarunya. Sedangkan Kyuhyun yang sedang asik bermain PSP diruang tamu sambil duduk bersandardisofa panjang.

Kyuhyun pun sempat meningat kapan terakhir kalinya mereka bertiga berkumpul bersama diruang ini. Entah itu saat bersantai, bercanda gurau, bercakap-cakap, atau melakukan video call seperti yang mereka lakukan terakhir kalinya.

Kini pandangan Kyuhyun tak lepas dari layar 10 cm benda hitam tersebut. Ia benar-benar menikmati waktu liburnya dengan melakukan hal itu. Tak jarang pula ia tersenyum karena bisa melewati rintangan disetiap level dan tak lepas juga ocehan yang ia lontarkan ketika kalah.

“YA! YA! AISHHH…!!” umpatnya seraya mengacak-acak rambut.

 

Tes….

 

Sesuatu dari hidung Kyuhyun menetes dan terjatuh mengenai layar PSPnya. Cairan merah kental kali ini sangat mengganggu Kyuhyun yang tadinya asik bermain game.

“Aish.. Kenapa begini lagi?!” gumamnya kesal sambil menyeka darah dilayar PSP dan hidungnya itu.

Darah yang keluar dari hidungnya saat ini lebih banyak dibandingkan saat pertama ia merasakan mimisan di universitas dan hal itu pula yang membuat Kyuhyun merasa agak pusing hingga iamenyandarkan kepalanya disofa.

“Ajusshi Lee… Ajusshi…”

Namun, tak ada sahutan dari orang yang ia panggil karena Kyuhyun lupa kalau Lee saat ini tidak berada didalam kediaman. Darah yang terus mengalir membuat Kyuhyun harus segera membersihkannya dan dengan tenaga yang ia miliki, Kyuhyun pun bangkit untuk segera mencari tissue terlebih dahulu. Setidaknya untuk menyumbat darah itu agar tidak terus mengalir. Rasa pusing sudah pasti Kyuhyun rasakan apa lagi disaat ia harus berjuang berjalan sendiri untuk menuju kamarnya.

Akan tetapi, saat Kyuhyun hendak melewati sebuah kamar, pintu tersebut terbuka dan keluarlah Donghae dari kamar tersebut. Hingga Kyuhyunpun terpaksa menghentikan langkahnya tepat dibelakang Donghae saat ini.

Donghae yang tidak tahu kalau Kyuhyun ada dibelakangnya, hampir-hampir saja menubruk Kyuhyun dan akan membuatnya terjatuh jika dia tidak sigap memegang bahu Kyuhyun.

Mata Donghae membulat saat mendapati wajah dan tangan dongsaengnya itu dilumuri oleh darah segar sehingga membuatnya statis mundur beberapa langkah karena terkejut.

“Aish… Sial! Kenapa dia harus melihatku seperti ini?” Batin Kyuhyun risau sambil membungkuk kemudian berlari meninggalkan Donghae yang masih diam terpaku.

 

***

 

Lee yang baru saja tiba dirumah segera berjalan menuju dapur dengan mengambil sebuah nampan berisikan segelas air putih dan 6 macam obat yang sudah tak asing lagi bagi Kyuhyun. Dengan pintu yang sedikit terbuka dan saat tak sengaja Lee menyentuh gagang pintu kamar Kyuhyun, ia menyadari bahwa lagi-lagi ia menemukan noda darah untuk kesekian kalinya. Entah itu dibajunya, selimut, atau seperti yang ia temukan digagang pintu saat ini.

“Tuan Muda…” Ujar Lee gelisah sambil melangkah kedalam kamar. Kyuhyun yang terbaring lemah, sudah tak ingin lagi menegur Lee karena selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Tuan Muda’.

“Ini waktunya minum vitaminmu, Tuan Muda.”

Lee meletakkan nampan tersebut tepat dimeja kecil sebelah ranjang Kyuhyun, sehingga dengan jelas ia bisa melihat obat-obatan itu. Karena Kyuhyun sudah merasa gerah dengan semuannya. Ia pun beranjak dari tidurnya kemudian duduk dikasurnya yang mewah itu sambil menyingkirkan selimut yang tadi sempat menutupi tubuhnya.

“Kau tidak ingin memberitahuku sesuatu, ajusshi?” Ucap Kyuhyun lemah sambil menoleh kearah Lee.

“Aku tidak mengerti maksudmu, Kyu. Wae?”

“Sungguh kau tidak ingin menceritakannya?”, tatapan Kyuhyun benar-benar tajam saat ini sampai Lee pun merasa ragu untuk menatap Kyuhyun kembali.

“Tak ada yang perlu ku ceritakan, Kyu. Jika ada memangnya apa?”

“Penyakitku…”

Seketika sebelah kaki Lee terasa begitu lemas dan hampir terjatuh jika tangan kirinya tidak ia gunakan untuk memegang kursi.

“Wae, ajusshi. Apa kau terkejut darimana aku bisa tahu tentang penyakitku? Dan bagaimana bisa aku mengetahuinya?”

“Kyu…”

“Kenapa kau justru menyembunyikannya, ajusshi? Jika Siwon hyung tidak memberitahukan ku hal ini, mungkin saja aku akan pergi tanpa tahu penyebabnya. Apa yang membuatmu menyembunyikan ini, ajusshi.”

“Mianhae, Kyu. Aku hanya tidak ingin kau semakin merasa tertekan dengan keadaan kedua hyungmu itu dan sekarang ditambah lagi dengan penyakitmu itu. Jeongmal, Kyu… Aku tidak punya maksud untuk menyembunyikan semua ini. Aku hanya takut kau tidak bisa menerima kenyataan ini!”

“Ajusshi, apa kau telah melupakan sesuatu? Dalam kehidupanku hingga kini, 2x sudah aku melihat kematian seseorang tepat dengan mata kepalaku sendiri. Pertama, kecelakaan yang dialami eomma dan appa. Dan yang kedua, kecelakaan yang kualami sendiri, membuat pelayan kim tewas seketika. Jika sekarang memang waktunya untukku menyusul, aku sama sekali tidak takut, ajusshi.”

“Tidak akan ada yang menyusul mereka, Kyu!!” Ucap Lee mulai emosi.

“Kurasa kau tidak perlu menenangkanku, ajusshi. Bukankah sudah kukatakan kalau Siwon hyung telah menjelaskan semua kondisi yang akan kujalani.. Meskipun keadaanku akan menjadi lebih sulit setelah ini. Aku ingin kau terus ada disampingku karena kutakut tidak memiliki siapapun, bahkan dihari terakhirku.”

“………” Lee terdiam dengan kepalanya yang menunduk.

“Hajiman…. Aku merasa senang, ajusshi. Karena harapanku benar-benar akan terkabul dan aku tidak perlu menunggu hingga tua untuk bertemu dengan eomma dan appa. Bukankah itu bagus? Aku akan menemui mereka, ajusshi…”, Kyuhyun tersenyum, namun bukanlah senyuman kebahagian, melainkan senyuman kesedihan yang ia pancarkan.

“Kyuhyun-ah…..” Rintih Lee.

“Ah, aku akan meminum obat ini terus ya? Arraseo.. Ajusshi, bisakah kau tinggalkan kamar ini? Setelah meminum obat ini, aku ingin segera beristirahat kembali.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan memegang bungkusan obat.

“Tapi perban dikepalamu itu belum diganti hari ini, Kyu.” Imbuh Lee mencari alasan agar bisa tetap dikamar Kyuhyun lebih lama.

“Aku bisa mengantinya sendiri, ajusshi. Kau tidak perlu khawatir…”, deretan gigi yang putih ia perlihatkan pada Lee hingga Lee merasa sungguh menyesal dan bersalah telah menyembunyikan tentang penyakit Kyuhyun.

“Kyu….”

“Kau tenang saja, ajusshi. Bisakah kau keluar? Dan jebal.. Berhentilah mengasihaniku karena aku sangat membenci itu, ajusshi.” Ujar Kyuhyun penuh penekanan tanpa menatap Lee sedikit pun.

Hingga Lee keluar dan menutup pintu itu rapat-rapat. Kyuhyun masih terdiam dengan posisinya sejak awal. Tak lama barulah Kyuhyun membaringkan tubuhnya kembali keatas tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dibalik selimut itu Kyuhyun menangis, bahkan tangisannya sudah pecah dengan mulut yang ia tutup dengan kedua tangannya agar suara isak tangis tidak terdengar oleh siapapun.

 

Ryewook Pov

 

Sejauh yang kulihat saat ini, wajah daehaksaeng yang bosan, jenuh, mengantuk, dan kesal yang bisa tertangkap oleh kedua mataku ini. Kami semua memang merasa sangat bosan ketika kansanim Hyukjae yang mengajarkan kelas kami.

 

Kulihat sejenak kansanim yang menegok kearah jam tangannya, kemudian berkata,

“Eoh, kurasa pelajaran hari ini cukup!”

Yaa…. Kata-kata itulah yang kutunggu. Mungkin bukan hanya aku, tapi semua yang ada dikelas ini. ㅋㅋㅋㅋ

“Ye, gamshamnida, kansanim…”, kini wajah daehaksaeng berubah menjadi sumbringah dan lebih bersemangat. Beberapa ada yang merenggangkan otot-otot, ada pula yang langsung mengemasi barang-barangnya kedalam tas kemudian segera keluar dari kelas ini. Sehingga kelas berubah menjadi sepi dan tinggallah aku berdua dengan si namja tukang tidur itu.

 

“Aish…. Anak ini!!!” Tukasku kesal karena sampai kelas sepipun, ia masih saja tertidur dengan dihalangi buku yang ia berdirikan dengan tegak.

“YA! KYUHYUN-AH!!” Teriakku didekat telinganya, tapi ia tak bergerak sedikitpun.

“Sudah waktunya pulang, Mr. Game. Kajja…!”, sama seperti sebelumnya ia masih belum juga terbangun dan mulai membuatku cemas.

“Kyuhyun-ah…” Ucapku sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya. Ketika jari telunjukku mengarah kehidungnya ragu, aku terkejut bukan main karena tak sedikitpun hembusan nafas yang kurasakan dari hidungnya itu.

“Ahh… Aigo…. Ottokheyo!? Kyuhyun-ah, irona!” Ujarku sekaligus menguncang-guncang kembali tubuhnya.

Dihari-hari sebelumnya aku juga sudah merasa kalau kondisi tubuh Kyuhyun terlihat kurang baik. Ia menjadi lebih lemas dan tidak bersemangat beberapa bulan ini, entah karena ujian akhir yang akan segera kami hadapi 3 bulan lagi atau karena perlakuan kedua hyungnya yang semakin menjadi. Terkadang aku juga sering mempergokinya berkeringat padahal ia tidak habis berlari atau melakukan hal-hal berat yang lainnya.

“Kyu….”, air mataku rasanya hampir tumpah karena panik.

“Irona.. Kyuhyun-ah!!”, saking panik dan cemasnya, akupun berniat meminta pertolongan pada daehaksaeng yang mungkin masih ada disekitar koridor ruang kelas ini. Namun, saat kakiku baru melangkah beberapa langkah…

 

ㅋㅋㅋㅋ. Kali ini kau tertipu, Wookie! Kau terkena jebakanku. Aaaahhh… Andai saja tadi aku boleh membuka mata, pasti aku akan tertawa terbahak-bahak hingga terpingkal-pingkal.”

“KYA!!! KAU PIKIR INI LUCU, HAH?! Teman mana yang tidak panik saat melihat temannya dengan kondisi seperti itu, bahkan kau tidak menghembuskan nafas sama sekali. PABO!! Ini sama sekali tidak lucu, Kyu!!!” Sahutku marah sambil berjalan menghampiri bangkunya.

“Tadi kutahan nafasku, ketika jarimu itu mendekati hidungku. ㅋㅋㅋㅋ

“Tertawalah sepuasmu, Kyuhyun-ah!”, berhasil meraih tas, akupun langsung hendak bergegas keluar ruang kelas.

“HYA! APA KAU MARAH? CHANKHAMMAN…” Ujar Kyuhyun terburu-buru sambil merapikan satu bukunya yang masih tertinggal. Tak lama ku dengar langkah kakinya yang sedang mengejarku.

“Wookie, chan…”

Karena ucapannya terputus, aku pun menoleh kearahnya. Kulihat ia menunduk sambil memegang dadanya. Sebenarnya aku ingin menghampirinya, tapi aku tahu ini mungkin saja tipuannya lagi.

“Kau mau menipuku untuk ke-2 kalinya? Cha.. Lakukanlah sesukamu!” Ucapku sambil tersenyum sinis kemudian terus berjalan menyusuri lorong kelas yang sepi.

“Woo…kiee… Aku… Ti…dak..ber…booh…oongg…”

Namun aku tidak memperdulikan kata-katanya itu dan terus berjalan sesukaku meninggalkannya yang terus berpura-pura itu.

 

BRUGKK!!

 

Kudengar suara hantaman keras yang terjatuh kelantai karena merasa cemas, akupun kembali ke lorong tersebut. Senyumku melebar, tanganku pun terlipat didepan dada saat melihat Kyuhyun tergeletak dilantai.

“YA! BERHENTILAH BERPURA-PURA! PALLI… APA KAU TIDAK INGIN PULANG?!”

Aku berjongkok didekat tubuhnya kemudian menyenggol-nyengolnya malas dengan jari telunjukku karena ia masih saja berakting seperti ini. Ketika berkali-kali kusentuh punggungnya, tubuhnya pun terlentang begitu saja hingga ia menampakkan wajahnya.

Tubuhku langsung tersungkur kebelakang, karena kudapati wajah Kyuhyun yang sudah dipenuhi darah.

“Kyu… Ini sama sekali tidak lucu! Irona… Darimana kau dapat mengotori hidungmu itu? Apa kau menggunakan obat merah? Arraseo, aku tidak marah padamu. Palli, irona!”

“Kyu… Kyuhyun-ah!”

Darah yang keluar dari hidung Kyuhyun pun terasa semakin banyak dan membuatku begitu panik dan takut.

“HYA! JEOGIYO! ADAKAH YANG BISA MENOLONGKU!!! JEONGMAL JEBAL…!” Teriakku akhirnya.

 

***

 

Siwon hyung tampak sibuk memeriksa Kyuhyun dengan stetoskop miliknya. Dengan memberi perintah ‘tolong tarik nafasmu dan keluarkan’, Kyuhyun pun menuruti yang diperintahkan Siwon hyung.

Setelah menjalani masa sulitnya selama 2 hari di ruang ICU, akhirnya Kyuhyun tersadar juga dan membuat kami bisa merasa sedikit lega. Sejak saat itu juga aku tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat terbaikku ini. Ajusshi Lee menjelaskan bahwa Kyuhyun menderita penyakit pneumatoraks traumatik, awalnya aku tidak tahu penyakit apa itu. Tapi ajusshi mengatakan tak ada yang bisa menolong Kyuhyun apapun itu. Saat mendengar penjelasan ajusshi secara mendetail tak ada yang mampu kulakukan selain menangis.

Sama seperti saat ini pun, aku hanya bisa menatapnya tak percaya. Merasa bahwa Kyuhyun bahkan tak pernah merasakan kebahagiaan secara utuh dalam hidupnya. Satu-satunya sahabat terbaikku ini bisa saja meninggalkanku sewaktu-waktu dan mungkin saja akan pergi tanpa mengatakan kata perpisahaan padaku.

 

“Coba buka mulutmu, Kyu. Aaaa…”

“AAAAA…”

“Geurraseo.. Kembalilah beristirahat! Hingga kau kuizinkan untuk pulang.” Ujar Siwon hyung setelah selesai memeriksa Kyuhyun.

“Ne?! Apa hari ini aku harus tidur disini lagi?” Protes Kyuhyun.

“Ne, kau keberatan?! Luka dikepalamu saja belum sembuh. Aku harus mengobati itu terlebih dahulu.” Sahut Siwon hyung santai.

“Luka ku sudah sembuh, hyung. Aku hanya ingin pulang!” Renggek Kyuhyun.

“Eoh, kau mau pulang?” Ucap Siwon hyung sambil menyentuh kepala Kyuhyun yang diperban.

“ARGH! YA!! Kenapa kau menekan lukaku, hyung?”

Saat Siwon hyung melakukan hal itu pada Kyuhyun membuatku sedikit meringgis sakit seakan aku juga bisa merasakan itu. Tapi aku tersenyum kecil saat melihat sikap mereka.

“Masih sakitkah?”

“Apa itu sebuah pertanyaan? Hyung… Kau itu seorang uisa, tapi kenapa kau tidak memperlakukan pasienmu dengan baik?”

“Aku hanya ingin memastikan kalau lukamu itu benar-benar sudah sembuh atau belum. Karena kau bilang masih sakit, itu berarti lukanya belum sembuh total. Dan lagi luka itu seharusnya sudah lebih baik karena hampir satu bulan. Kau mengobati luka itu sesuai yang pernah kutunjukkan bukan?” Ujarnya khawatir.

“Tentu, hyung.” Jawab Kyuhyun langsung.

“Nah, seharusnya luka mu itu sudah sembuh. Kau pasti melewatkan satu cara yang kuajarkan.”

“Aigo… Mencuci tangan dengan alkohol, membersihkan luka dengan alkohol, melumuri obat diatas kapas, kemudian merekatkan perban dengan benar. Apa itu ada yang kurang menurutmu, hyung?” Umpat Kyuhyun emosi sambil berkacak pinggang.

“Oh, berarti daya ingat mu cukup bagus, Kyu… Geurae, aku harus memeriksa pasien yang lainnya. Wookie, tolong jaga temanmu ini. Arra?” Siwon hyung berujar sambil mengusap-usap kepala Kyuhyun, hingga leher ia kerutkan untuk menahan sakit.

“YA! APPO, HYUNG!!! Apa kau tidak tahu apa yang namanya sakit?” Tukas Kyuhyun yang sudah benar-benar kesal. Sedangkan Siwon hyung hanya tersenyum kecil kemudian berlalu melewatiku keluar kamar rawat.

 

“Apa benar-benar sakit?” Tanyaku polos seraya mendekatinya.

“Kya! Menurutmu bagaimana? Aigo…”

“Ah, mianhae.. Tapi aku sangat menghawatirkanmu. Apalagi ketika kulihat kau pingsan dengan darah yang keluar dari hidung itu. Aku benar-benar berharap hal ini tidak terjadi lagi, Kyu.”

Wajah Kyuhyun yang tadinya kesal berubah begitu saja seakan ia merasa menyesal dengan apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi wajah sedihnya itu tidak berlangsung lama, karena langsung tergantikan dengan senyum lebarnya yang membuatku rasanya ingin menangis.

“Mianhae… Karena aku kau jadi menghawatirkanku. Aku pasti sudah merepotkanmu.”

“Aniyo… Jangan katakan itu, Kyu. Apa gunanya teman jika tidak bisa membantu.”

“Gomawo!”

“Cheonma, Kyu. Hajiman, apa kau tidak takut?”

“Ne? Takut akan apa?” Tanya Kyuhyun dengan memiringkan sedikit kepalanya.

“Kau tidak takut menghadapi penyakit itu?”

 

Deg… Entah dari mana asalnya keberanian itu hingga kubisa mengatakan ucapan barusan. Aku sendiripun tidak menyadari kata-kata yang keluar dari mulutku ini.

“Oh, mianhae, Kyu. Sama sekali tak ada maksudku untuk menanyakan hal itu.”, Kyuhyun yang terdiam sejenak, kemudian menatapku lekat.

“Gwaenchanna… Ah, jadi kau sudah tahu ya, Wookie? Mian, karena kabar ini juga pasti sudah mengganggu pikiranmu. Apa Ajusshi Lee yang memberitahumu?”

“Ne…”

“Owh, jadi begitu.. Arraseo, aku lega… Setidaknya saat ini tak ada satu pun orang yang menyayangiku yang tidak tahu tentang kondisiku. Mianhae, Wookie.. Bebanmu kini bertambah satu lagi.”

“Aish, apa kau temanku?”

“Mwo?!”

“Untuk apa kau meminta maaf, jika kau tidak melakukan kesalahan apapun? Kyu, kau tidak perlu sungkan. Aku akan terus ada untukmu. Aku yang akan menopang tubuhmu saat kau tidak bisa berjalan. Aku yang akan menjadi tanganmu ketika tak bisa meraih sesuatu dan aku yang akan membantu menyeka air matamu saat kau menangisi kepedihan hidupmu. Jadi, jebal… Jangan ucapkan kata maaf padaku, Kyuhyun-ah. Aku siap melakukan segalanya untukmu dan tak ada satupun yang memaksakan kehendakku ini.”

“Gomapta…”, Kyuhyun tersenyum padaku dengan matanya yang berair, kemudian akupun membalas senyumnya itu sambil memegang bahu kanannya yang terasa begitu lelah menopang beban yang selama ini harus ia jalani bertahun-tahun.

“Wookie-ah, bolehkah aku meminta satu permintaan?” gumamnya pelan.

“Katakan apa itu?” jawabku antusias.

“Hemmm…..”, Kyuhyun menahan ucapannya sambil menggigit sedikit bibirnya.

 

 

 

 

 

Tbc

 

 

 

9 thoughts on “Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 8

  1. Kasihan Kyuhyun oppa😥
    pasti dia sngatt tersiksa dgn penyakit’y itu😥
    penasaran apa permintaan Kyu oppa ne?

  2. miris banget sech baca bagian pertama part ini. jadi sebenernya Donghae udah sering liat Kyu di depan kantornya. nah kan, di rawat juga. tapi donghae dan teuk belum tahu. sedih banget ceritanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s