Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 7

OHH7

 

Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 7

 

Author                       : Whindalee

Cast                            :

         Leeteuk as Cho Jung Soo / Leeteuk

         Donghae as Cho Donghae

         Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Support Cast            :

         Ajusshi Lee (OC)

         Siwon

         Ryewook as Kyuhyun’s Friend

         Han Hyu Ra & Cho Min Soo (OC) as Kyuhyun’ s eomma & appa.

Genre                        : Brothership, Tragedy, Angst, Family, Friendship, Hurt, & Sad.

Length                       : Continue

 

Sebelumnya…

 

“Aahhh.. Jebal! Berhentilah..!” Gumam Kyuhyun yang masih sibuk menyeka darah yang keluar dari hidungnya.

Luka dikepalanya juga semakin terasa sakit mungkin karena Kyuhyun menjadi panik.Dan sinar matahari sore yang sempat mengenainya saat ini, menghilang karena terhalang oleh seseorang.

Kini dihadapan Kyuhyun terdapat satu namja yang mengenakkan pakaian formal lengkap dengan jas abu-abunya.Tidak tinggal diam, dia meraih tissue dan menyodorkannya pada Kyuhyun yang diam terkejut karena tak percaya.

 

“Hyung……” Deru Kyuhyun diiringi tetesan air mata.

 

Selanjutnya…

 

Sosok itu tersenyum ramah sambil kembali menyodorkan tissue yang diambilnya.Kyuhyun pun menerimanya dengan senang hati dan membalas senyuman orang dihadapannya itu.

“Kau baik-baik saja, Kyuhyun-ah?”Tanyanya tenang sambil mengelus bahu kanan Kyuhyun.

“Ne, Siwon hyung.”Jawab Kyuhyun dengan matanya yang berbinar.

 

Siwon Pov

 

Ketika tengah berada didalam mobil menuju perjalanan pulang.Tak sengaja kulihat seseorang yang cukup lama tidak kujumpai. Baru beberapa minggu yang lalu kulihat ia dirumah sakit. Itupun dengan keadaannya yang tidak sadarkan diri. Demi menepati janji yang pernah kukatakan padanya, aku pun menepikan mobil dihalte bus ia berada. Saat kubuka pintu dan melangkah keluar dari mobil kulihat tingkahnya yang masih terlihat polos.

Sejak dulu hingga kini sifat cueknya masih saja melekat didirinya. Bagaimana tidak ia masih saja asik menyeka hidungnya yang mimisan ditengah-tengah keramaian seperti ini. Seharusnya ia mencari kamar mandi umum untuk menyeka darah itu. Tapi ia hanya membersihkan menggunakan helaian tissue.

Ada rasa cemas pula yang meliputi pikiranku.Setelah lama berpisah dan kemudian dipertemukan kembali, namun bukan trauma yang harus hadapi.Melainkan aku harus merawatnya karena penyakit yang mematikan itu. Ada kalanya seorang uisa merasa tak berguna sama sekali dan disaat seperti inilah yang kurasakan pada Kyuhyun.

Saat tiba tepat didepannya dan Kyuhyun yang belum menyadari kehadiranku, kuraih beberapa helaian tissue, lalu kuberikan padanya.Ia diam membeku dan kulihat air matanya menetes dari pelupuk mata ketika menyadari aku berada sangat dekat dengannya.

“Hyung….”

Aku tersenyum kecil sambil menawarkan tissue yang kupegang ini.

“Kau baik-baik saja, Kyuhyun-ah?”Tanyaku dengan tangan kiri mengelus bahu kanannya.

“Ne, Siwon hyung..”

Kemudian air mata yang lainnya pun ikut berjatuhan dari mata bulat Kyuhyun.

“Ah… Uljima..Aku sudah disini, Kyu.”

“Disaat seperti ini kau masih bisa berkata itu, hyung?Kemana saja kau selama ini?Kau membiarkanku dengan mereka selama bertahun-tahun.Ajusshi juga mengatakan kalau kau yang memeriksaku ketika berada di rumah sakit beberapa minggu yang lalu.Tapi kenapa kau tidak menemuiku?” Ujarnya sambil menyeka hidung dengan darah yang terlihat mulai berhenti ditambah lagi ia menyeka air matanya.

“Mianhae, Kyu. Aku baru saja tiba di Seoul sejak satu bulan yang lalu.Setelah kubekerja di rumah sakit Beijing beberapa tahun, aku baru bisa kembali kesini.Tapi disini pekerjaanku terlalu banyak untukku tinggalkan, maka dari itu aku belum sempat menemuimu. Mianhae..”Jelasku panjang lebar dan kemudian duduk disampingnya.

“Apa darahnya sudah berhenti?”Tanyaku sambil menoleh padanya. Dan lagi-lagi kudapati ia tidak memperdulikan dirinya sendiri ketika kulihat ada luka yang lumayan parah dikepala kanannya itu.

“Ye, hyung..Darah dihidungku sudah berhenti.”Sahutnya seraya tersenyum kecil.

“Darah dihidungmu memang sudah berhenti. Tapi coba kau lihat ini..”, segera kuambil satu helai tissue kemudian menekan pusat luka dikepalanya itu untuk menghentikan pendarahan.

“Aarrgghh… Ahhh… Appo, hyung.”Jerit Kyuhyun kesakitan.

“Dengan luka seperti ini kau masih bisa berjalan-jalan, Kyu?! Aigo… Chankhamman, tekan terus lukamu seperti ini biar kuambilkan obat dulu dimobilku.” Ujarku sambil menekan kembali lukanya hingga ia terperanjat kesakitan.

“AH! AH! BISAKAH KAU BERHENTI MENEKAN LUKAKU?” Bentaknya kesal saat aku mengambil tas obat didalam mobil.

Sebagai uisa aku memang selalu menyediakan alat-alat kedokteran ataupun obat setiap saat karena kupercaya benda-benda seperti ini tidak hanya dibutuhkan ketika aku berada dirumah sakit. Dan apa yang kupikirkan rasanya memang tak percuma saat ini.

 

“Basuh tanganmu dengan ini…” Ujarku sambil menyerahkan botol plastik berwarna biru muda. Tanpa berkata-kata lagi, ia pun segera mencuci tangannya menggunakan air dibotol tersebut. Selagi ia membasuh tangannya, aku juga menuangkan air dengan warna botol yang sama ke kapas yang terjepit pinset.

“Eoh, ige mwo ya? Kenapa airnya terasa dingin…” Ujarnya bingung sambil menatap kedua tangannya itu.

“Itu alkohol…” Sahutku sambil membersihkan lukanya dengan hati-hati.

“KYA! BERHENTI MENYENTUH LUKAKU, HYUNG!!”, suara Kyuhyun benar-benar memeking ditelingaku. Mungkin karena lukanya terasa sangat sakit saat kubersihkan dengan alkohol.

“Seharusnya kau tanyakan dulu dari awal, air apa yang ada didalam botol itu? Bagaimana kalau ada orang jahat yang ingin melukaimu?Jika isi botol itu air keras, maka hancurlah sudah tanganmu.”

“……..” Ia memejamkan matanya dengan kening yang bergernyit yang sepertinya masih menahan perih karena alkohol.

Selagi alkohol itu bereaksi, kuoleskan beberapa obat cair keatas kapas untuk mempercepat pengeringan luka.Lalu kutempelkan ke bagian luka dengan menekannya. Kyuhyun yang hendak terbangun dari duduknya seakan ingin kabur karena sakit yang ia rasakan saat ini, sudah kuantisipasi sebelumnya dengan segera menarik lengannya kembali untuk duduk.

“HYAA!!!! APPAYO!! AIGO…!!”Ucap Kyuhyun yang tidak bisa diam.

“Tidak seharusnya kau membiarkan luka ini begitu saja, Kyu.Bagaimana kalau terkena infeksi, huh? Cha..Coba kau pegang kapas ini.”Perintahku padanya untuk memegang kapas yang sudah diposisikan tepat di bagian luka.

“Shireo! Shireo! Itu pasti akan menyakitkan…”

“Eoh, jadi kau mau aku yang menekan luka ini?”Ujarku bermaksud memancingnya.

“Hya, andwe! Andwe! Biar aku saja yang pegang, hyung. Biar aku saja…”, Kyuhyun pun segera menuruti perintahku. Kemudian dengan hati-hati, aku pun mulai melilitkan perban ke kepalanya dengan rapi hingga benar-benar terpasang dengan baik.

“Oh! Aku pulang dengan kepala seperti ini, hyung? Ini pasti akan membuat mereka khawatir..Bisakah kita melepaskannya lagi?”Imbuhnya sambil menunjuk kearah kepalanya.

“Kau mau kepalamu hilang!?”

“MWO??!!”

“Jika itu dilepas sekarang, maka debu-debu yang ada dijalan ini akan menempel dilukamu. Kemudian kau akan mengalami infeksi parah. Dimana lukamu yang sebesar kuku kelingking itu akan menembus ketulang otak. Mengeluarkan nanah, sakit yang bukan main, lalu yang terakhir kematian… Sebenarnya ada cara untuk mencegahnya, yaitu amputasi. Tapi coba saja kau pikirkan, apa kepala bisa diamputasi jika seperti itu? Kau mau itu terjadi padamu?”Jelasku panjang lebar bermaksud menakut-nakutinya.

“……..” Kyuhyun hanya terdiam dengan mulutnya yang sedikit mengangga dan ekspresi wajahnya yang terkejut namun datar.

“Irrokhe, ottokhe?Kau masih mau melepaskan perban ini? Kajja… Biar kubantu melepaskannya lagi…” Godaku sambil mengulurkan tangan untuk membuatnya semakin takut. Lalu ia pun mencondongkan tubuhnya kebelakang seakan menghindar dari jangkauan tanganku ini seraya menggelengkan kepala.

“Aku tahu kau hanya menakutiku, hyung. Tapi kau berhasil membuatku takut…!”

ㅋㅋㅋㅋ… Jika tidak begitu kau akan segera melepas kembali perban itu. Lagipula ini hanya pengobatan sementara dan sebaiknya kuantarkan kau kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih.”

“Ne?!Rumah sakit, hyung? Aish, shireo..!”

“Luka mu itu perlu jahitan, Kyuhyun-ah.”

“Anni, luka ini tidak separah yang kau bayangkan, hyung.Tidak perlu dijahit kupikir akan mengering sendirinya.”

“Kau memang keras kepala, Kyuhyun-ah.Arraseo, gantilah perban dan kapas sendiri besok sore.Kau perlu menggantinya sehari sekali dan mintalah bantuan pada Ajusshi Lee.”, akupun menyerahkan alkohol, kapas, perban, dan obat cair dalam jumlah yang banyak untuknya.Tapi dia malah menatapku sambil memproutkan bibirnya.

“Kenapa bukan kau saja yang mengganti perbannya, hyung? Kau kan bisa datang kerumah…”

“Mianhae, Kyu. Aku belum siap menampakkan wajahku ini didepan mereka.Janjiku untuk tidak berada dihadapan mereka dan tidak menginjakkan kaki dirumah itu, masih teringat jelas olehku.”

“Jadi sampai kapan harus seperti ini?”Ujarnya kecewa.

“Mollayo, Kyu. Aahhhh… Langit sudah mulai gelap! Kajja..Akan kuantar kau pulang.”Tuturku sambil sedikit merenggangkan otot.Ia pun mengangguk dan beranjak dari duduknya mengikutiku menuju mobil. Saat kubuka pintu mobil, tiba-tiba saja aku teringat akan satu hal. Setelah kami berdua berada didalam, akupun bertanya,

“Oh ne, apa kau meminum obatnya dengan rutin?”

“Obat?Mungkin maksudmu itu vitamin yang Ajusshi Lee berikan setiap hari padaku, hyung.”

“Eoh, vitamin?Jumlahnya ada 6 jenis.Apa ia mengatakan itu?”

“Ne…” Jawabnya sambil mengangguk kecil.

“Lalu apa kau….” Ujarku terputus.

“Hyung, sebenarnya ada yang ingin kutanyakan saat pertama kali melihatmu tadi.Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku jadi merasa mudah lelah, sesak, kemudian mengalami mimisan?”

Aku yang telah menginjak pedal gas dengan terpaksa harus mengerem karena terkejut dengan ucapannya barusan.

 

CKITTT….

 

“YA, HYUNG!! KAU MAU MEMBUNUHKU?” Ujarnya keras karena ia hampir saja terpelanting jika tidak menggunakan sabuk pengaman.

Kutatap lekat wajahnya yang kesal itu, kemudian aku pun kembali mengatur kopling dan menginjak pedal gas.

 

Ternyata Kyuhyun sendiri belum tahu mengenai penyakitnya dan Ajusshi Lee pasti sudah menyembunyikan masalah ini pada Kyuhyun. Pantas saja, ia tidak mau mengambil hasil pemeriksaan dan tidak menjawab telepon ku. Jadi ini sebabnya….

 

“Jadi, apa yang terjadi padaku, hyung?”Tanyanya lagi.

“Tapi kau meminum obat itu dengan baik, kan?”

Ia pun mengangguk hingga beberapa saat suasana menjadi hening dan kaku. Aku yang sedang mengendarai mobil, memasang konsentrasi penuh kearah jalan kota dengan lampu-lampu yang mulai menyala.

 

***

 

Kyuhyun Pov

 

Saat mobil Siwon hyung menepi tepat didepan gerbang rumah, kakiku langsung melangkah keluar mobil sambil membawa kotak hadiah dan obat-obatan untuk kepalaku ini. Karena ia melihat kotak putih selalu kupegang, akhirnya ia pun bertanya,

“Ige mwo ya?”

“Oh, ini hadiah ulang tahun untuk Donghae hyung.”

“Mwo?”

“Ne! Gamshamnida, hyung… Kapan-kapan kau masuklah kerumah ini!”Ujarku dengan siratan senyum ceria bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan.

“Ne… Lihat saja nanti, Kyu. Annyeong..”

 

Mobil Siwon hyung pun memutar balik.Kemudian mulai berjalan perlahan dengan tangan kanan yang kulihat melambai-lambai kearahku lewat kaca mobilnya. Aku pun membalas lambaiannya hingga tak lagi melihat mobilnya ditikungan jalan depan.

 

Pintu gerbang terbuka otomatis dan kudapati satu penjaga yang baru lagi seraya membungkuk padaku.Aku tersenyum padanya sambil menganggukkan kepala.Langkah kakiku pun berlanjut memasuki teras rumah.

“Aku pulang…” Teriakku dan berharap ada seseorang yang menyahut ucapanku barusan selain Ajusshi Lee.

“Eoh, Tuan Muda! Kenapa kau terlambat untuk pulang?”, ternyata memang harus dia yang selalu menyambutku saat tiba dirumah ini hingga aku hanya bisa mendengus kesal.

“Mianhae, ajusshi… Aku baru saja mencari sesuatu bersama Wookie.”Sahutku bohong.

“Ohh..! Lalu kenapa kepala mu itu?” Ujarnya dengan panik dan sudah kuduga kalau ia akan seperti ini.

“Hanya terkena benturan dan ini tidak terlalu parah. Oh ya, ini untuk menganti perbannya besok, ajusshi. Kau bisa kan membantuku mengantinya?”Imbuhku sambil menyerahkan alat-alat kesehatan yang diberikan Siwon hyung tadi.

“Hanya kau bilang? Kepalamu diperban, itu berarti cukup serius! Hajiman, dari mana kau dapatkan ini? Tidak mungkin kan kau yang membelinya sendiri. Sebab jika ada luka kau selalu membiarkannya saja.”

“Siwon hyung….”

Seketika wajah Ajusshi Lee berubah kaget dan menjadi agak kikuk.Wajahnya yang seperti ini juga sudah bisa kuduga sebelumnya.Aku pun tersenyum kecil sambil berjalan melewatinya menuju anak tangga.

“Aku lelah, ajusshi.Aku akan kekamar sekarang.”

“………” Tidak kudengar sedikitpun suara yang keluar dari mulutnya hingga aku terus berjalan menuju lantai atas.

 

Tanpa disadari setetes demi setetes buliran bening air mataku terjatuh melewati pipi, ketika kulangkahkan kaki menaiki anak tangga satu persatu.Luka dikepala ku ini memang terasa sakit, tapi didalam hatiku jauh lebih sakit dibandingkan dengan luka tersebut.

Pintu kamarku berdenyit ketika kubuka dan kembali berdenyit ketika ku kembali menutupnya.Tubuhku yang sejak awal memang terasa lemas dan sangat lelah, duduk bersandar dibelakang pintu. Aku menangis….. Begitu sulit rasanya agar air mataku ini tidak tumpah begitu saja.Saat ini aku hanya bisa menangis dan terus menangis sambil memeluk hadiah ulang tahun untuk Donghae hyung.Tangisanku pecah, tapi aku tetap berusaha agar yang lainnya tidak mendengar suara yang mengganggu ini.

 

***

 

Matahari tampaknya memang telah mengganggu hidupku. Sebab, setiap kali sinarnya mengenai mataku maka rasa pusing akan muncul begitu saja dikepalaku. Kakiku terhenti ketika berada tepat didepan perusahaan Teuki hyung dan Donghae hyung.Satu tanganku menyentuh kepala dan satu tangannya lagi juga menyentuh kepala tapi agak sedikit sulit karena aku memegang kotak hadiah. Kemudian akupun berteriak,

“SARANGHAE!”

 

Akupun mulai melangkah maju mendekati perusahaan itu dan mengendap-endap saat berada tepat didepannya.Kulihat Teuki hyung dan Donghae hyung berada dilantai dasar dengan banyaknya karyawan yang membungkuk pada mereka.Sayang, aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan saat ini.Terakhir kali yang kuingat saat berumur 18 tahun kuinjakkan kakiku kedalam ruang kerja mereka.Akan tetapi tiba-tiba saja ada yang menepuk bahuku dari belakang.

“Ooohh!!OMO!”Ucapku kaget sambil mengelus-elus dada.

“Apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun-ssi?”Tanya sekertaris Sungmin ramah.

“Aigo, ternyata kau hyung… Aish, kukira petugas keamanan digedung ini.Oh ne, kau masih mengenalku dengan baik?”

“Pertanyaan apa itu?Setiap pagi aku selalu melihatmu didepan perusahaan ini dari ruang kerja Donghae-ssi.”

“MWO?Apa hyung juga melihatnya?”Sahutku kaget.

“Kurasa tidak… Karena yang selalu tiba diruang kerja itu aku.”

“Huuh..Baguslah!”Gumamku lega.

“Ya, apa yang kau lakukan disini?”Ulangnya kembali.

“Tolong berikan kotak ini pada Donghae hyung, hyung! Jebal…” Kusodorkan kotak putih ini sambil sedikit membungkuk.

“Mwo ya?”

“Ini hadiah ulang tahun untuknya.Jebal, berikan hadiah ini, hyung.”

“Kenapa tidak memberi langsung saja padanya?”

“Aish, jika hadiah ini aku yang menyerahkannya sendiri maka habislah aku… Kau seperti tidak tahu saja apa yang telah terjadi diantara kami!”Ocehku kesal.

“Ah, geurraseo..Akan kuberikan padanya.”Sahutnya sekertaris Sungmin sambil meraih hadiah yang kupegang.

“Gamshamnida, hyung. Tapi jangan katakan hadiah ini dariku..”

“Ne, arrayo…. Aku kedalam dulu ya, Kyu.”Ujarnya sambil berlalu.

“Ye..! Gamshamnida…”

“Cheonmaneyo..”, Sungmin hyung pun melambai-lambaikan tangan yang terdapat hadiah untuk Donghae hyung, kemudian ia langsung menghampiri kedua hyungdeulku yang masih tampak sibuk mengatur perusahaannya.Sedangkan aku kembali berjalan menuju halte bus, karena aku masih harus melanjutkan waktu kuliahku.

 

Donghae Pov

 

Masih tersisa sedikit ingatan tentang kejadian dihalte bus kemarin sore.Tangan kananku kini digunakan untuk memangku dagu seorang diri didalam ruangan kerjaku yang megah ini.Cahaya matahari yang masuk keruangan ini pun terbilang tak sedikit karena untuk pagi hari seperti ini tidak memerlukan lampu untuk menerangi ruangan ini.

 

Siwon hyung…..

 

Entah kenapa aku juga teringat dengan sosok itu.Cukup lama bagiku setelah beberapa tahun tidak menjumpainya dan barulah kemarin aku melihatnya saat hampir menolong Kyuhyun. Untuk apa ia menemui Kyuhyun? Ia bahkan tak terkejut sama sekali ketika melihat Kyuhyun seperti itu.

Satu hal lagi, apa yang terjadi pada Kyuhyun kemarin sore? Kulihat kepalanya terluka? Ditambah lagi dengan ia mimisan seperti itu..

 

Tok… Tok… Tok…

 

“Donghae-ssi.Boleh kumasuk?”Terdengar suara Sungmin, sekertarisku dari luar ruangan diiringi ketukkan pintu.

“Ne..Masuklah!”

 

Setelah kuperintahkan padanya untuk segera masuk, kulihat ia berjalan mendekatiku sambil membawa sebuah kotak berwarna putih dengan kedua tangannya. Kemudian ditaruhnya kotak itu tepat diatas meja sehingga aku bisa melihat benda itu secara utuh.

“Mwo ya?”

“Mollayo, Donghae-ssi.Aku hanya menerima kotak ini dari jasa pengantar paket.”Sahutnya yakin.

“Eoh, jadi begitu… Arraseo, hanya ini?” ujarku sambil menunjuk kearah kotak dihadapanku.

“Ye, sajangnim.”

“Geurrae..Kau bisa keluar sekarang!”

“Ne.. Permisi, sajangnim..”, Sungmin pun langsung keluar ruangan dan tinggallah aku sendiri lagi diruangan ini.

Sejenak saat melihat kotak putih beludru dengan hiasan pita berwarna coklat, sempat kuberpikir karena sepertinya aku pernah melihat benda ini.Hajiman, oddieyo?

Kedua tanganku ini pun segera meraih kotak dihadapanku tersebut.Ketika kotak itu sudah berada dipangkuanku, aku terkejut karena teringat dimana kotak ini pernah kulihat sebelumnya.Apalagi ketika kulihat ada noda darah dibagian atas tutup kotak ini, meyakinkanku bahwa ini adalah pemberian darinya.

Pita yang mengikat disekeliling kotak itu, kutarik perlahan hingga benar-benar terlepas dan saat terbuka air mataku terasa berkumpul dipelupuk seakan siap untuk mengalir.Sungguh tak kusangka dongsaeng yang selama ini selalu kubenci, justru ialah yang mengingat hari ulang tahunku dan memberiku benda yang begitu kuharapkan ini sebagai hadiahnya.

 

Saengil chukkhamnida…

 

Tanpa nama ataupun kata-kata yang lainnya, hanya itulah yang tertulis di kartu ucapan yang tergantung ditengah-tengah headphone saat ini. Aku terdiam… Dan merasa bahwa aku adalah hyung terkejam yang pernah ada.Bagaimana bisa aku memperlakukannya seperti itu selama ini?Teringat juga disetiap pagi ia selalu berdiri didepan perusahaan dengan kedua tangan yang ia naikkan kekepala. Meskipun aku tidak tahu apa yang ia ucapkan, tapi kami pernah melakukan itu saat terakhir kali melihat eomma dan appa tersenyum bahagia.

 

“Hae-ah…! Apa kau ada didalam?” ujar Leeteuk hyung membuyarkan lamunanku seketika dan dengan terburu-buru aku pun segera memasukkan kembali headphone itu kedalam kotak. Namun, sialnya… Belum sempat kusembunyikan kotak itu, ia sudah berada tepat didepanku dan melihat kotak yang kupegang saat ini.

 

 

 

 

 

Tbc

8 thoughts on “Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 7

  1. Cinta kyu kpda hyung’y ga prnh luntur, wlau hyung ‘y bgtu kejam trhadap dia😥
    kaya’y donghae udh mulai luluh oleh kyu🙂
    lnjut thor cerita’y bgus😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s