-~-Memory Of Past-~-

 

Memory of past

》Author : Fkyu (fb: http://www.facebook.com/loveyume.fitgirl)
》Title : -~-Memory Of Past-~-
》Rating : PG 16
》Cast :
~Cho Kyuhyun
~Park Ae Young
~Par Ha Young
~And support Cast
》Lenght : Oneshoot
》Genre :。 Fantasy (Try to horror) + Familyship.
》Disclaimer : Semua cerita ini hanyalah fiktif belaka (?)*Ala sinetron* & It’s pure from my imagination*sok inggris* jika ada kesamaan tokoh, nama, tempat dll harap dimaklumi karena ini terinspirasi dari drama/film2 Korea yang pernah saya tonton.

 

 

Happy Reading \(^O^)/….. Jeongmal Mianhae, for tyhpho(s) ……& kegajeannya karena ini 1st FF yang saya publish secara umum (?) #bow

.

.

¤Seoul September, 2012¤

Semilir angin musim gugur telah datang. Menggantikan panasnya hawa pada musim panas yang baru saja dilalului kemarin. Pemandangan yang indah, deretan pepohonan itu tampak menjingga di sepanjang jalan menuju sekolah. Sesekali angin yang menyapa menggugurkan satu-persatu daun pada ranting yang mengering. Seorang yeoja tampak tengah terburu-buru berjalan ke arah sekolahnya, sesekali yeoja itu melirik jam tangan putih yang berada di pergelangan tangannya.

“Ae Young !!!”ia mendengar suara seseorang memanggilnya. Gadis itu pun menoleh, tapi tak mendapati apa-apa dibelakangnya.

Ae Young pun kembali memfocuskan langkah kakinya untuk menuju sekolah yang tinggal beberapa langkah lagi. Hari ini adalah ulangan tengah semester, ia tak ingin terlambat. Jarak dari rumah ke sekolah yang hanya sekitar seratus meteran, membuatnya lebih memilih jalan kaki untuk ke sekolah.

“Ae Young young young….”suara itu terdengar lagi saat ia baru saja tiba di depan pintu gerbang sekolah. Seperti suara gema yang semakin lama semakin menghilang.

Krik……

Suara decitan pintu gerbang saat dibuka oleh sang penjaga sekolah. Ajhussi paruh baya itu tersenyum ramah padanya. Namun senyum itu terasa mempunyai arti lain oleh Ae Young, senyuman yang merasuk hingga membuat saraf-sarafnya seolah melemah. Namun Ae Young mencoba menepis firasat-firasat buruk yang menggelayuti pikirannya.

“Annyeong Ajhussi !”sapanya pada Ajhhussi penjaga sekolah itu lalu berjalan menuju kelasnya.

Aneh. Adalah hal yang ia dapati saat pertama kali masuk ke dalam kelas, susana masih sepi padahal saat berangkat tadi ia takut sekali akan terlambat. Hanya ada seorang namja yang duduk di pojok ruangan, ia belum pernah melihat namja itu sebelumnya. “Apakah mungkin dia murid baru?,”pikir Ae Young.

“Chogiyo, Apakah kau murid baru?”ia menghampiri namja yang menunduk tersebut. Sebenarnya ia merasa agak takut, tapi entah kenapa kakinya tergerak begitu saja untuk menghampiri namja tersebut.

“Ah… Ye Cho Kyuhyun imnida”jawab namja itu sambil mengangkat wajahnya. Ia memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum ditanya oleh Ae Young.

“Bangabda… Joneun Ae Young, Park Ae Young”

Namja itu mampu membuat sesuatu dalam diri Ae Young berubah. Sesuatu berubah menjadi detak yang lebih kencang di dalam dadanya. Ae Young benar-benar gugup berada di dekat seorang Cho Kyuhyun. Rasa gugup yang hampir sama dengan rasa takut.

Zlapp….

Seketika ada aura aneh yang menyelimuti hati Ae Young. Dalam sekejap saat ia menoleh pada bangku namja bernama Cho Kyuhyun tadi, sudah tidak ada apa-apa disana. Ini aneh !! Gadis itu terburu-buru ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Ia berharap keanehan yang dialaminya hari ini adalah sebuah ilusi karena ia terlalu banyak pikiran saja.

Kritt……

Suara deritan pintu toilet yang berderit saat dibuka oleh Ae Young. Dingin !! Ganggang pintu itu terasa lebih dingin dari biasanya.

“Kyaaaaa !!”teriaknya saat melihat ada sesuatu di bawah kakinya. Ia membelalakan matanya lalu berlari ketakutan ke arah kelas.

Ae Young sudah sampai di depan kelasnya. Sial !! Pintu ruangan itu sulit sekali terbuka. Makhluk mengerikan itu semakin mendekat, matanya terbelalak, dan wajahnya melepuh serta berlumuran darah. Lemas, sepertinya Ae Young merasa tak dapat bergerak sedikitpun saat ini. Lidahnya terasa sangat kelu untuk sekedar berkata sepatah kata sekali pun.

“Cheonyo gwisin??”gumamnya lemah. Ia benar-benar ketakutan saat ini.

“Khe Khe Khe Khe Khe…..”suara tawa makhluk itu semakin melengking. Membuat wajah Ae Young semakin pucat pasi. Keringat dingin telah membanjiri seluruh tubuh Ae Young.

Blam……

Tiba-tiba semuanya gelap. Mata Ae Young terpejam dan secara otomatis semuanya melemah, tubuhnya lunglai. Ia pingsan.

“Hah? tempat apa ini? Langit dimana aku?”serentetan pertanyaan itu begitu saja muncul saat ia pertama kali baru membuka mata. Tapi tak ada yang bisa menjawab pertanyannya itu.

Wush……

Suara angin yang bergemuruh secara tiba-tiba terasa sangat sejuk. Sampai kesejukan itu mampu meremangkan setiap helai bulu yang terdapat di lengan Ae Young. Kaki Ae Young melemas, seketika itu ia melihat seorang namja tampan tengah menangis sambil memegangi kedua lututnya. Ae Young mendekati namja yang duduk di bawah pohon itu.

“Chogiyo ~”entah siapa yang memberinya keberanian untuk mulai menyapa namja itu. Padahal tadi kakinya tak berani bergerak sedikitpun.

Jelederrrrrrrr

Tiba-tiba kilatan petir datang. Gadis itu meringkuk. Namun namja di bawah pohon itu malah tertawa. Heran. Adalah ekspresi yang ditunjukkan oleh Ae Young saat mendengar tawa itu, tawa yang sangat menggema. Perlahan namja itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Ae Young. Ia mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah kalung kepada Ae Young. Kalung dengan berlambang separuh hati. Tangannya gemetar, wajahnya pucat pasi, namun begitu saja terulur untuk menerima benda tersebut.

“Apa ini?”tanyanya sangat berhati-hati. Sementara namja di depannya malah hanya menampakkan sebuah senyuman manis. Senyuman yang menggelora ke seluruh sistem saraf Ae Young hingga terasa melemahkannya. Senyuman yang membuat ketakutan di dasar hatinya.

“Kyaaaaaaa !!!”ia terlonjak kaget seketika ada sebuah tangan yang mencengkeram lehernya. Tangan yang terlihat sangat pucat, dengan kuku hitam yang terlihat runcing dan tajam.

“Jebal, jangan sakiti dia !!!”teriak namja tampan itu. Suaranya terdengar sangat memohon pada makhluk yang sekarang sedang memegang leherku.

“Khe…Khe…Khe….”suara tawa makhluk itu terdengar melengking ditelinga Ae Young.

Grepp……, tanah yang berada di bawah kaki Ae Young berguncang, melembek, dan sudah menenggelamkan sebagian tubuh gadis itu. Makhluk itu memutar tubuh Ae Young hingga menghadapnya, dan ….

“Kyaaaaa”Ae Young berteriak sekeras-kerasnya ketika melihat wajah itu. Wajah yang melepuh serta berlumuran darah dan mata yang terbelalak hampir keluar.

***

Petugas sekolah yang menemukan Ae Young pingsang di depan toilet merasa cemas. Satpam itu segera meminta bantuan kepada murid-murid lain untuk membawa Ae Young ke ruang UKS.

“Young-ah, irreonna !!”ucap Choi Hana, sahabat Ae Young. Gadis itu mengguncang-guncangkan tubuh Ae Young yang terbaring lemas. Di dunia nyata tubuh Ae Young begitu lemas dan pucat.

“Aaaaaaaaa”Ae Young terbangun dari alam bawah sadarnya. Keringat dingin membajiri seluruh tubuhnya. Ia heran melihat ada sebuah kalung berbentuk separuh hati ditangannya.

“Gwaenchanna?,”cemas Hana saat melihat ekspresi Ae Young. Karena selama ini sahabatnya itu tak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu.

“Nan, gwaenchanna kajja ke kelas !”

“Oh… Ne, tapi tadi kau tak mengikuti ulangan tengah semester dari Lee Songsaenim. ”

“Mwo?? Aku tak mengikuti ulangan hari ini?”

“Kau menghilang sejak jam pertama, dan ditemukan pingsan di depan toilet saat jam istirahat tadi.”

Ae Young termenung sendiri di bangku taman saat jam istirahat. Pikirannya masih kalut. Ia tak mengerti semua kejadian yang dialaminya dengan begitu fasih hari ini. Nalarnya belum mampu untuk menjabarkan semua deskripsi yang dapat menjelaskan semua hal ini.

“Namja? Kalung? Cheonyeo gwisin?,”batinnya. Hanya membayangkan itu saja sudah membuatnya bergidik ketakutan.

Prakkkk……

Bangku taman yang di dudukinya roboh. Bangku itu patah, sekali lagi ini kejadian ganjal yang dialaminya saat ini. Ia berniat berdiri dari tempat itu tapi seperti ada sesuatu yang menahan kakinya, terasa sangat berat. Seperti ada rantai-rantai yang mengikat dengan bola beton ratusan ton, mungkin. Yang jelas kaki Ae Young tak bisa digerakkan sama sekali.

“Aigoo !! Kau kenapa Young-ah”Hana menghampirinya. Gadis itu membantu Ae Young untuk berdiri.

“Entahlah ku rasa kayu yang dibuat untuk bangku ini sudah terlalu tua.”Ae Young mencoba tersenyum kepada Hana. Senyuman yang tak mampu mengubah hatinya yang sedang bergemuruh. Senyuman yang hambar.

Ae Young meninggalkan taman itu. Barisan pepohonan yang menjingga seolah-olah melambai-lambai tertiup angin. Satu persatu helai daun jatuh dari ranting yang telah mengering. Indah. Namun keindahan semua panorama itu tak jua mampu membuat kegelisahan di hati Ae Young menghilang.

***

¤Seoul, Oktober 2012

Keindahan musim gugur akan berlalu beberapa hari lagi. Mungkin setelah musim ini berakhir akan ada salju-salju yang menghujani negri gingseng ini. Menggantikan warna jingga menjadi warna putih tenang. Ketenangan yang teramat berbeda bagi Ae Young. Dingin itu sekali lagi mampu merasuk ke dalam persendiannya, ia merasa sesak dan ketakutan. Kejadian aneh yang dialaminya belum saja hilang. Entah apa yang membuat cheonyeo gwisin itu selalu mengganggunya, kalung, dan namja misterius itu. Semuanya membuat kepalanya seolah-olah mau pecah.

Tok…tok…tok….

Suara itu terdengar dari balik pintu kamarnya. Ia meringkuk dibalik selimutnya, takut jika yang datang adalah makhluk yang tidak diinginkannya.

Dok….dok…dok….

Kali ini sura ketukan pintu itu terdengar menggedor. Ae Young semakin ketakutan. Wajahnya berubah pucat pasi di balik selimutnya. Napasnya terdengar memburu dan keringat dingin telah membanjiri seluruh tubuhnya.

“Aaaaaaaaaa”teriaknya saat ada sebuah tangan menarik selimutnya. Ia masih memejamkan matanya. Ketakutan.

“Hey… Kau ini kenapa? Ini Eomma dasar pemalas bangun kau !!”sura yang terdengar itu sedikit melegakannya, setidaknya itu sang Eomma. Bukan Cheonyeo gwisin.

“Baiklah,”jawab Ae Young singkat. Wanita yang dipanggilnya -Eomma- itu tersenyum.

Ae Young masih mencoba mencerna arti senyuman yang diberikan oleh sang Eomma. Senyuman yang terlihat begitu tulus, namun ketulusan itu mampu menggetarkan seluruh sarafnya. Senyuman yang benar-benar berbeda dari keseharian wanita paruh baya yang merawatnya sejak kecil itu. Gincu merah itu !! Padahal sebelumnya eommanya sangat membenci warna merah, tapi hari ini sang eomma memakainya. Hanbok. Kenapa hari ini sang eomma memakai hanbok?, Apakah ada acara resmi hari ini?.

“Eomma, kenapa hari ini memakai hanbok?”tanya Ae Young. Rasa penasarannya telah mengalahkan segala rasa takutnya yang berkecamuk dengan firasat-firasat buruk.

“Kenapa? Ada masalah? Eomma hanya ingin memakainya saja,”jawab sang eomma masih sambil tersenyum.

“Ah… Ne aku mandi dulu !”kata Ae Young terburu-buru. Ia segera keluar dari kamarnya, menuruni staircase rumahnya untuk menuju kamar mandi.

Sieng…..sieng…..

Suara orang memasak itu terdengar dari dapur rumahnya. Aneh ! Siapa yang memasak?, bukankah Eommanya tadi berada di kamar untuk membangunkannya. Ia terus saja menuruni staircase di rumahnya, karena memang kamar mandinya berada di lantai bawah. Bersebelahan dengan dapurnya.

“Eomma !!”kaget Ae Young setelah sampai di dapur.

“Chagiya, kenapa kaget seperti itu?”tanya Eommanya tersenyum ramah. Senyuman yang tak asing bagi Ae Young, tidak seperti senyuman -Eomma- yang tadi membangunkannya.

“Ah… Anio,”bohongnya. Ia segera masuk kedalam kamar mandi. Menepis ilusi-ilusi aneh yang yang mengepung seluruh otaknya.

Tes…tes…Tes….

Buliran-buliran air shower itu mengguyur kepalanya. Sedikit memberikan kesejukan kepada otaknya yang memanas. Ae Young memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam bath-up yang telah diisi oleh minyak aroma terapi.

“Astaga !! Bau apa ini?”kagetnya setelah mencium bau anyir yang menyeruak. Air yang ditempatinya masih saja bewarna putih, tak berubah !! Tapi bau ini seperti bau darah.

Prang……

Kaca yang ada dihadapannya tiba-tiba pecah. Ruangan itu melebur, ada ratusan binatang melata disana. Ae Young ketakutan, segera membungkus tubuhnya dengan handuk kimono yang tergantung disampingnya. Ia buru-buru ingin keluar dari ruangan itu.

“Kyaaaaaa”teriaknya setelah berhasil membuka pintu kamar mandi.

“Kau kenapa chagi?,”tanya Eommanya cemas. Raut wajah Ae Young benar-benar terlihat pucat pasi.

“Gwaenchanna,”bohongnya. Ia tak ingin membuat sang eomma cemas.

“Oh… Ya sudah, cepat ganti pakaianmu kita sarapan bersama!”

“Ye, joseumnida”

***

Tik…tok…tik…tok…..

Suara jam dinding itu terdengar sangat keras. Ae Young terus mendekat pada pintu kamarnya. Kaki gadis itu masih sangat gemetar, tubuhnya terasa sangat dingin dengan wajah yang telah memucat. Ini benar-benar kejadian yang sangat mempengaruhi seluruh sel saraf tubuhnya yang tiba-tiba melemas. Kejadian yang membuatnya linglung.

Ceklek….

Pintu kamarnya terbuka. Ia melihat ada sesuatu di atas tempat tidrurnya. Itu adalah kalung berbentuk separuh hati yang diberikan oleh namja misterius kemarin. Ae Young mendekati benda yang tergeletak di nakas tempat tidurnya tersebut.

“Awwww,”ucapnya ketika memegang benda tersebut. Benda itu bersinar mengeluarkan sebuah cahaya yang cukup menyilaukan.

“Ae Young-ssi ,”ucap seorang namja tampan yang keluar dari benda tersebut.

“Ka-ka-Kauu??,”Ae Young merasa sangat terkejut melihat siapa namja dihadapannya sekarang. Namja yang ditemuinya sebagai murid baru kemarin.

“Ne… ini aku,”Kyuhyun tersenyum. Membuat Ae Young semakin bergidik ngeri.

“Kau mau apa?”

“Ada urusan yang harus kita selesaikan, kajja ikut aku,”tegas Kyuhyun sambil menarik tangan Ae Young. Dalam sekejap kedua makhluk itu tengah lenyap entah ke alam antah berantah mana.

***

Saat ini Ae Young sedang makan malam bersama kedua orangtuanya. Sejak tadi gadis itu hanya diam dan tak bisa fokus pada makanan yang telah tersedia dihadpannya. Kimchi, bulgogi, dan bahkan Sanajki yangtelah repot-repot dimasakkan oleh Eommanya menganggur begitu saja. Padahal makanan yang berupa gurita hidup itu adalah makanan favoritnya.

“Chagiya, kenapa tak makan?”tanya Eommanya khawatir.

“Emm…sebenarnya…..”ada sesuatu yang ingin dipastikan Ae Young kepada kedua orangtuanya, namun ketakutan yang lebih besar mendorongnya untuk tetap diam.

“Kau kenapa Youngie?”tambah sang Appa.

“Apa Eomma dan Appa mengenal kalung ini?,”tanyanya kepada Appa Eommanya. Ia sungguh sudah tak kuat menahan semua terror ini.

Zlap…..

Makhluk cheonyeo gwisin yang menyeramkan itu tiba-tiba melintas di depannya. Agaknya sikap Ae Young sudah sedikit tidak ketakutan dengan kehadiran makhluk menyeramkan itu. Wajah melepuh, berlumuran darah, dan mata yang hampir keluar sudah sering dilihatnya beberapa hari ini.

“Dari mana kau tau tentang kalung itu? Dari siapa chagiya?”kaget sang Eomma. Sementara tuan Park yang merupakan Ayah Ae Young hanya diam dengan gigi yang gemeletuk.

“Itu adalah kalung saudara kembarmu, Ha Young. Dulu kekasihnya yang memberikan kalung itu waktu ia masih SD, mungkin dia adalah cinta monyet Ha Young. Tapi Ha Young sangat menyayangi kekasihnya tersebut.”jelas Tuan Park kemudian.

“Saudara kembar? Tapi aku tak pernah melihatnya,”heran Ae Young.

“Ya, kami memang orangtua yang sangat jahat. Kami menelantarkannya sejak kecil. Saat itu kami membuangnya ke panti asuhan karena dokter memberitahukan bahwa kau menderita sakit parah setelah kecelakaan, kau tertabrak bus dan koma selama beberapa hari. Kami takut kehilanganmu, hingga mengorbankan Eonnimu Ha Young,”sesal tuan Park. Mata tua itu tampak berair, begitu juga nyonya Park ia merasa begitu menjadi orangtua yang sangat kejam.

***

Flash Back….

“Ada urusan yang harus kita selesaikan, kajja ikut aku,”Kyuhyun menarik tangan Ae Young secara paksa. Mengajak Ae Young berpetualang kesebuah dunia yang sulit dinalar melalui logika.

*Seoul, March 1998

Deretan pohon yang sangat indah. Cherry blossom sedang menyapa negri Korea saat ini. Itulah pemandangan indah yang terlihat dari kaca jendela yang besar. Ae Young meraasa asing dengan tempat ini. Ini adalah salah satu rumah sakit yang berada di Seoul. Mungkin. Ia melihat ada dua orang yang sedang gelisah menunggu di depan ruang operasi. Ia mengenali kedua orang itu. Eomma dan Appanya.

“Kyuhyun-ssi apakah maksud semua ini?,”tanyanya pada Kyuhyun yang sejak tadi berada di belakangnya.

“Kau hanya cukup mengikutiku, ini adalah rahasia dari misteri yang menerormu selama ini.”

Ae Young begitu saja menurut kepada Kyuhyun. Ia terus memperhatikan Eomma dan Appanya.

“Bagaimana dokter apa Ae Young baik-baik saja?,”tanya tuan Park begitu dokter itu keluar dari kamar operasi.

“Benturan di kepalanya yang dialami saat kecelakaan cukup keras. Mungkin selama hidupnya ia akan menjadi lemah dan kehilangan sebagian memorinya. Segala sesuatu yang membuatnya tertekan harus disingkirkan”Jelas dokter itu. Terlihat raut kegelisahan yang tertera di wajah Tn.Park dan istrinya.

“Appa Eomma kapan kita pulang?,”terlihat ada anak kecil yang sedang merajuk kedua orang itu.

“Siapa anak kecil itu? Kenapa dari tadi aku tak melihatnya”tanya Ae Young kepada Kyuhyun.

“Dialah Ha Young. Kakakmu. Saat itu kau tak bisa mengingatnya, dan merasa ketakutan saat dia menjengukmu kau berteriak-teriak dan mengamuk untuk itulah kemudian orangtuamu mengirimkannya ke sebuah panti asuhan. Aku sangat menyayanginya, dulu aku memberikannya kenang-kenangan sebuah kalung dan habok saat kami berpisah, saat itu aku merasa sangat kehilangan Ha Young.”

“Dari mana kau tau semua cerita itu?”

“Kakakmu yang bercerita padaku sebelum orangtuamu, mengantarkannya ke panti asuhan.”

“Kalung? Hanbok?,”tanya Ae Young sekali lagi.

“Ya benar. Kakakmu sangat menginginkan hal itu, dia sangat tergila-gila pada adat tradisional korea dari masa joseon itu. Untuk itu aku memberinya sebagai hadiah perpisahan.”

“Apa kau tau? Kemana Eonni sekarang?,”tanya Ae Young penasaran. Ada sedikit rasa bersalah yang menyesak di dadanya.

Cling…..

Tiba-tiba tempatnya sudah berubah. Ia berada disebuah puncak gedung sekarang. Ada anak kecil yang menangis sambil menekuk lututnya disana. Gadis kecil itu terlihat sangat murung.

“Siapa dia? Eonnikah?,”tanya Ae Young pada Kyuhyun. Sementara namja itu hanya mengangguk.

“Appa dan Eomma sudah tak sayang lagi kepadaku. Mereka telah menelantarkanku. Kenapa mereka menaruhku ke panti asuhan? Ini tidak adil !! di panti asuhan setiap hari aku hanya dibentak-bentak, hiks….”gadis kecil itu bergumam lirih.

“Heh…. Kau Ha Young anak orang kaya itu?,”terlihat segerombolan anak laki-laki mendatanginya.

“Ye, kalian ada perlu apa?”jawab Ha Young ketakutan.

“Kau harus memberi kami uang !!,”bentak salah satu anak yang berbadan gemuk.

“Shirheo, aku tak punya uang.”

“Kau….”salah satu dari mereka mendorong Ha Young hingga terjatuh.

Brakkkk……..

“Eomma, Appa, Saeng….. Kalian semua egois…!!”gumam Ha Young lemah. Darah segar menyeruak dari bagian kepalanya. Tubuhnya terasa remuk.

Gelap….

Setelah itu matanya terpejam dan tak dapat merasakan apa-apa lagi. Polisi segera mengamankan lokasi kejadian. Tak ada yang menemukan pelaku semua ini. Dugaan bunuh diri adalah hal yang terkuat yang mereka percayai.

“Eonniiiiiiiii~~~”teriak Ae Young histeris. Ia merasa benar-benar bersalah atas kejadian ini.

Flash Back End

***

Saat ini Ae Young sedang termenung di kamarnya setelah mengetahui semua kejadian ini. Ia merasa benar-benar bersalah.

“Eonni, mianhae !!!”ucapan itu. Entah sudah berapa kali keluar dari mulutnya.

“Youngie… Youngie….”suara itu terdengar lagi. Ia menengok ke arah belakang. Ya Cheonyeo Gwisin itu berada di atas mejanya.

“Eonni mianhae…!!”ucapnya sekali lagi.

“Eonni memaafkan kalian semua. Eonni lelah terus-terusan mendendam dan menjadi makhluk jelek seperti ini, Eonni ingin segera ke surga.”jawab cheonyeo gwisin itu. Seketika itu pula wajah cheonyeo gwisin itu berubah menjadi yeoja yang sangat cantik. Yeoja yang benar-benar mirip dengan Ae Young, hanya saja yoeja itu mempunyai kulit yang lebih putih dari Ae Young. Rambutnya yang bergelombang tegerai rapi.

“Chagiya kajja !,”Kyuhyun mengulurkan tangannya kepada Ha Young -Cheonyeo gwisin- yang telah berubah itu.

“Ae Young-ssi kami pamit,”ucap Kyuhyun tersenyum pada Ae Young.

“Apa maksud semua ini?,”Ae Young menahan tangan Kyuhyun. Ia sungguh tak mengerti dengan semua ini.

“Sejak kematian Kakakmu, aku selalu memikirkannya. Hingga aku menyusulnya dengan kejadian yang tak pernah aku inginkan, aku mengalami kecelakaan hingga meninggal. Aku bertemu dengan Kakakmu dan berjanji akan selalu menemaninya, termasuk menemaninya untuk mengganggumu beberapa hari lalu. Tapi kini semuanya telah mereda, kami lelah dan ingin kembali ke alam kami yang sesungguhnya.”jelas Kyuhyun panjang lebar. Setelah itu kedua orang itu menghilang tak berbekas.

***

¤Seoul, December 2012

Salju telah datang menyapa Negri Korea. Ini adalah pertama kalinya Ae Young diajak oleh kedua orangtuanya mengunjungi sebuah tempat. Sebuah tempat yang sama sekali tak diketahui oleh Ae Young sebelumnya. Sebuah gundukan tanah, yang merupakan rumah lama bagi Eonninya. Kehidupan Ae Young telah berjalan normal sekarang. Ia sudah tidak pernah merasakan hal-hal aneh lagi.

“Eonni, mianhae semoga kau selalu tenang disana,”ucap Ae Young sambil memeluk sebuah papan yang menjadi tanda alamat rumah Eonninya.

“Maafkan Appa Eommamu ini,”ucap tuan Park. Sementara nyonya Park hanya bisa menangis.

“Ae Young, maafkan kami telah merahasiakan ini selama belasan tahun.”

Mereka berdoa bersama. Berharap kedamaian akan selalu hadir setelah ini. Catatan masa lalu yang kelam harus segera ditutup. Lembaran-lembaran baru kertas putih masih kosong, menanti pena-pena kebahagiaan yang akan menggoresnya.

***

End.

Huaaaaa *elap keringet..
Gimana FF.nya hancurkah? Feel gak dapet kah? Absurd atau apapun itu…beri tanggapan kalian ne…!! Tapi No bash ya, soalnya ini pertama kalinya bikin genre ginian, & pertama kalinya juga berani publish FF secara umum (?)

Gomawo buat admin yang mau share…

One thought on “-~-Memory Of Past-~-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s