LOVE CONTRACT (Part 5)

LC5

Judul        : LOVE CONTRACT

Cast        :    Lee Donghae
            Jang Nara
            Park Shinhye
            Kim Yoona
            Kim Sena
            Yoon Eunhee
            Member Super Junior lainnya..
            Other Cast ( imagine figure )

Genre        : Romance, friendship, family..(tambah sendiri kalo kurang..^^)


Annyeong chingudeul.. ini adalah ff chapter pertamaku yang akhirnya bisa sampai ending.. Soalnya dari kemarin bikin ff belum sampai ending udah nyerah di tengah jalan.. Jadi, mian jika ceritanya masih kelihatan amatiran banget dan juga maklumin klo banyak ejaan bakor yang salah dan tiba2 ketemu sama miss typo… (dia ngontrak di tulisanku soalnya.. hehehe..) And then.. Jangan lupa RCL, nde? Setiap kritik dan saran sangat berarti.. Jangan cuma jadi Silent Reader! Please.. Apresiasimu begitu ku harapkan… Now, let’s begin….
Happy reading…^^

……………………………………………………………………

“Ini kan.. Kenapa Donghae-ssi memiliki Jadwal lengkap konser Saphire Blue? Benar-benar aneh..”
Nara terus membuka2 isi buku agenda itu dan saat sampai di pertengahan, dia langsung terlihat shock dan tak percaya sampai-sampai dia menjatuhkan buku itu dan menutup mulutnya dengan tangan. Di lantai buku itu terbuka dengan halaman yang menunjukkan foto Donghae sebagai Aiden Lee dengan tulisan ‘Aku terlihat keren, bukan?’ di bawahnya.
Nara terduduk lemas di lantai.. Setelah beberapa saat dia akhirnya memungut buku itu lagi dan menatap foto Aiden Lee dalam2..
Saat dia menatap Apps-nya dia langsung teringat bahwa Donghae juga memiliki Apps yang serupa, warna kulitnya juga sama.. Putih dan terkesan pucat.
Kemudian dia menatap Mata Aiden Lee, dan ia teringat saat Donghae menatapnya dengan serius saat di pantai Jepang.. Bentuk tubuh dan tingginya juga serupa..
Dan saat di konser itu, ketika Aiden Lee menciumnya, dia seperti merasa Donghae-lah yang menciumnya dan langsung teringat malam katika Donghae mabuk dan menciumnya di depan kedua orangtua mereka..
“Sekarang aku mengerti.. Jadi, Lee Donghae adalah Aiden Lee..” ucap Nara dengan mata yang terus menerawang jauh entah kemana.
“Itu sudah menjelaskan banyak hal.. Donghae-ssi memang selalu menghilang ketika konser Saphire Blue digelar.. Di Jepang saat itu.. dan sekarang.. Tak salah lagi, Saphire Blue juga sedang melakukan live tour ke 7 kota.. jika satu kota mendapat waktu 2 hari maka… Oh, jadi dia benar2 Aiden Lee?” ucap Nara senang sampai2 meneteskan air matanya.
“Jadi bias-ku merupakan orang yang sama dengan yeobo-ku? haha..” ucap Nara lagi sambil tertawa gembira.

Tiba2 saja ponselnya berdering, dan ketika dia melihatnya ternyata Donghae yang menelponnya.
“Nde. Yeobboseyo..” ucap Nara senang.
“Ahh.. Kenapa dengan suaramu? Apa kau benar2 senang karena aku tak di rumah?”
“Anni. WAE? Ada apa kau menelponku..?”
“Ahh, sebelum berangkat aku ingin bertanya padamu, apa rencanamu selama aku pergi?”
“Heum.. malam nanti aku akan menonton konser Saphire Blue dengan Shinhye dan Yoona, memangnya kenapa?” pancing Nara.
“Ahh.. Ehh.. tak ada apa2. Geurae, nikmati malammu!” ucap Donghae gugup dan hendak menutup teleponnya.
“Nde. Ehh, chakkaman..”
“WAE?”
“Donghae-ssi.. selama kau pergi ingat untuk makan makanan yang sehat dan teratur, jangan sampai telat makan, dan jaga kesehatanmu.. jangan terlalu lelah, dan cukuplah beristirahat, oh satu lagi.. jangan terlalu banyak minum, itu juga tak baik untuk kesehatan..”
Donghae yang mendengarnya hanya dapat terheran2 dengan ucapan Nara barusan.
“YAA, kenapa tiba2 saja kau mengatakan hal semacam itu hah? membuatku merinding saja..”
“Anni.. Aku hanya khawatir jika kita tak bisa bertemu lagi suatu saat nanti..” ucap Nara tanpa sadar,
“Ahh.. kau ini bicara apa hah? aku hanya pergi 2 minggu, dan aku akan segera pulang. Jadi tetaplah jadi anak baik di rumah dan jaga kesehatanmu, arra?”
“Arraseo, yeobonim.. hahaha..”
“MWO?” ucap Donghae yang tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya..
“Sudahlah… cepatlah bersiap2! bukankah kau berkata akan segera pergi? Ppali, ppali!!” ucap Nara sambil tersenyum.
“Ah, nde. Aku pergi dulu..”
“Heum.. bye..”
Sambungan pun diputus.

“Donghae-ssi.. kupikir selama ini aku menyukai 2 orang sekaligus, tapi ternyata kalian adalah satu orang yang sama.. Sekarang aku bisa lega. Aku tahu kau memiliki alasan untuk menyembunyikan semua ini terhadapku.. Aku akan menunggu sampai kau mempercayaiku dan memberitahuku sendiri. Sekarang aku benar2 senang.. Dan kemudian Nara terigat kembali semua peristiwa yang terjadi selama 2 bulan ini hidup bersama Donghae.. Saat dia hampir jatuh dari tangga dan Donghae yang menolongnya dan rela kesakitan menahan tubuhnya.. Di malam saat Nara sempat demam dan Donghae-lah yang juga merawatnya dan mengompresnya sampai pagi.. Dan semua kejadian manis yang tanpa sadar mereka lakukan… Semua itu membuat Nara tersenyum kembali..
Aku bahkan sudah tak peduli terhadap ucapan yeoja itu.. Aku akan menyukaimu Donghae-ssi..Dan tetap akan begitu..” ucap Nara yang masih terduduk di lantai.
Tiba2 ponselnya berdering lagi, kali ini sebuah pesan masuk.

‘KALI INI KAU AKAN MATI, JANG NARA!!’

Nara yang membacanya jelas sangat terkejut, sudah hampir dua bulan ini dia selalu mendapatkan teror dari orang tak dikenal yang selalu mengancamnya dan menyuruhnya untuk pergi meninggalkan Donghae.. Nara tahu bahwa itu dari seorang yeoja karena dia sempat mengirimkan pesan bertuliskan, ‘LEE DONGHAE HANYA MILIKKU!’ kepadanya. Selama ini dia tak memberitahukan hal itu kepada siapapun, karena takut semua orang akan mencemaskannya. Namun dia sadar, ancaman yeoja itu bukan hanya ungkapan kosong belaka. Suatu saat dia pasti benar2 akan membuatnya celaka jika dia tak menuruti perkataannya.
“Mianhae, tapi aku tak bisa meninggalkannya.. Arra.. Aku memang yeoja yang egois, kau pasti sangat sakit hati padaku karena mengambil namja yang sangat kau cintai, tapi aku tak mau kehilangan yeobo sekaligus bias yang sangat kucintai juga.. Terlebih dia……. Walau bagaimanapun aku akan tetap bertahan.” tekad Nara.

***

Malam harinya, Nara sudah bersiap2 akan berangkat menuju konser Saphire Blue. Sampai tiba2 ponselnya berdering..
“Yeobboseo..”
“Nara-ya… kau dimana? Cepat keluar! kami sudah ada di jalan samping rumahmu..” ucap Shinhye tak sabar,
“Ahh.. Nde! Aku akan segera keluar…” Nara segera menutup ponselnya dan mengambil tasnya lalu berlari keluar rumah.

Nara terlihat sedang berlari ke luar halaman rumahnya dan mengunci pintu gerbangnya dengan menekan kata sandi. Dia nampak sedang sibuk mengamati setiap sudut jalan mencari mobil Yoona, dan akhirnya menemukannya di pertigaan jalan 15 meter dari tempatnya berdiri. Dia melambai dan dibalas lambaian tangan Shinhye dari dalam mobil.
“Nara-ya… Ppali! konser akan dimulai 15 menit lagi! kita akan terlambat jika tak bergegas!” teriak Shinhye yang dibalas senyuman dari Nara.
“Nde!” teriak Nara sambil berlari menuju mobil Yoona.
Namun tanpa mereka sadari sejak tadi ada sebuah mobil hitam yang terus mengawasi mereka, ketika melihat Nara yang berlari, tiba2 saja mesin mobilnya berderum dengan keras, dan saat Nara hampir meyeberangi pertigaan, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak Nara dengan sangat keras yang membuat tubuhnya terlempar cukup jauh ke jalanan. Setelah menabraknya, mobil itu pun langsung pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan tubuh Nara yang tergeletak di aspal dengan berlumuran darah tak sadarkan diri.
“JANG NARA!!!” teriak Shinhye histeris melihat semua adegan itu terjadi tepat di depan matanya.

***

Pada saat yang sama, tiba2 saja kotak kaca yang berisi cincin pernikahan Donghae yang sengaja dilepas untuk konser terjatuh hingga kotak kaca itu pecah dengan suara yang keras. Membuat Donghae dan semuanya yang sejak tadi asyik bercanda terdiam seketika karena terkejut.
“Donghae-ssi… Bukankah ini cincinmu?” tanya Ryeowook yang melihat cincin itu menggelinding ke arahnya dan memungutnya.
“Ah.. Nde. Itu punyaku..” ucap Donghae dan mengambil cincinnya.
“Kenapa tiba2 bisa jatuh begitu? hah.. jagalah baik2 Donghae-ssi… Kau tak mau istrimu memarahimu jika kau sampai menghilangkannya bukan? hahaha..” goda Siwon yang sama sekali tak ditanggapi oleh Donghae.
Donghae hanya terdiam terpaku sambil terus menatap cincinnya, entah kenapa tiba2 saja perasaannya menjadi tak nyaman.
“YAA, kenapa dengan ekspresimu Donghae-ssi?” tanya Eunhyuk yang sedari tadi mengamati Donghae.
Donghae tetap terdiam dan mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Nara sampai tiba2….
“Geurae.. Inilah waktunya, konser dimulai sekarang, segera naik ke panggung! ppali! ppali!” ucap Manager mereka dari balik pintu ruang ganti.
Saat itu juga Donghae mengurungkan niatnya dan meletakkan ponselnya di atas meja bersamaan dengan ponsel member lainnya lalu bergegas menuju panggung bersama yang lainnya..

Konser berjalan sukses, dan mereka semua berjalan ke backstage untuk merayakannya,.
Mereka masuk ke ruang ganti dan mengganti kostum mereka dengan pakaian kasual dan kemudian bersulang bersama merayakan kesuksesan konser mereka.
“Ahh.. kalian sudah bekerja keras hari ini… Aku sangat bangga pada kalian, kalian tahu? tiket terjual habis!! dan mereka bahkan menuntut untuk diadakan konser lagi! haha..” ucap sang manager gembira.
“Wuaa.. ini benar2 menyenangkan! haha.. kali ini penonton sangat meriah, membuatku betah di panggung.” ungkap Kyuhyun sambil meminum bir-nya.
“Ahh… tapi kenapa aku tak melihat mereka bertiga? mereka menonton dimana? huh, pasti mereka terlambat dan menonton di belakang..” ucap Yesung kesal.
“Siapa yang kau maksud?” tanya Sungmin penasaran.
“Tentu saja yeojachinguku, Leeteuk dan istri Donghae..” ungkap Yesung sambil tersenyum.
“Hah,,, wuah.. benar2 asyik sepertinya jika yeojachingu kita dikumpulkan menjadi satu dan menonton di barisan depan bersama2… haah.. membuat iri saja!” ucap Heechul.
“Ehh, ngomong2 sebenarnya ponsel kalian berdering terus sejak awal konser di mulai.. coba kalian periksa, sungguh berisik sekali.. kurasa lebih dari 1 ponsel yang berdering.” ungkap sang manager.
“Ahh.. jinnja? ponsel yang mana? Disini kan ponsel kami semua..” tanya Eunhyuk penasaran.
“Heum.. yang ini, ini, dan… ini.” ucap si manager sambil menunjuk ponsel Donghae, Yesung dan Leeteuk bergiliran.
“MWO? jadi sejak tadi ponsel kami berdering?!” ucap Donghae panik dan langsung mengambil ponselnya begitu pula Yesung dan Leeteuk.
“Ini dari Shinhye.. banyak sekali dia menelpon..” ucap Yesung sambil tersenyum.
“Ini dari Yoona.. ahh, dia juga banyak.. weekk.” ucap Leeteuk tak mau kalah,
“Hah! dan itu pasti dari Jang Nara! kalian ini benar2 berniat membuat kami iri kan?” ledek Eunhyuk yang kesal.
“Anni. Ini dari Shinhye dan Yoona.” ucap Donghae heran yang membuat semuanya terkejut.
“MWO?!” teriak Yesung dan Leeteuk berbarengan.
“Wuuuaahh.. skandal yang aneh..” ucap Shindong geli,
Tanpa menghiraukan yang lainnya Donghae langsung menghubungi Yoona,
“Ada apa Yoona-ssi? kenapa kau menghubungiku?” tanya Donghae,
“Donghae-ssi…” ucap Yoona sambil terus menangis yang langsung membuat Donghae panik,
“YAA, kenapa kau menangis Yoona-ssi? kau kenapa?” tanya Donghae khawatir dan langsung membuat Leeteuk cemas.
………………
……………..
“MWO?!” Donghae sangat terkejut sampai2 ponselnya langsung terjatuh dari genggamannya. Matanya mulai berkaca2 dan tiba2 langsung berlari meninggalkan ruangan itu, membuat yang lainnya bingung dan keheranan. Leeteuk yang melihatnya segera memungut ponsel Donghae dan berbicara dengan Yoona di telepon.
“Arraseo.. tunggu kami disana, ku mohon tenanglah chagi-ya… kami akan segera meyusulmu kesana. Donghae-ssi sudah berangkat duluan, dia akan tiba segera.” ucap Leeteuk kemudian menutup teleponnya.
“Ada apa?” tanya Yesung penasaran.
“Jang Nara.. dia mengalami kecelakaan. Yoona berkata ini tabrak lari, dan sekarang kondisinya kritis di rumah sakit. Kita harus segera kesana..” ucap Leeteuk sambil bergegas yang membuat semuanya terdiam karena menyesal sudah menggoda Donghae tadi.
“Chakkaman. sampaikan pemintaan maaf kami pada Donghae-ssi.. dan kami turut bersedih atas peristiwa ini..” ucap Kyuhyun tulus.
“Nde. akan kusampaikan.. ppali Yesung-ssi!” ucap leeteuk lalu berlari keluar ruangan..

***

Di rumah sakit, Donghae yang baru tiba langsung berlari menuju ruang ICU, dia melihat Yoona dan Shinhye yang menangis di kursi tunggu dan segera menghampiri mereka.
“Donghae-ssi!!” pekik Shinhye yang melihat kedatangan Donghae.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Donghae begitu cemas.

Tiba2 saja pintu ruang ICU terbuka dan Dokter keluar bersama seorang perawat.
“Dokter, sudah kami periksa, namun darah jenis itu tak tersedia.. Itu jenis golongan darah yang sangat langka, Dok..” ucap perawat itu.
“Apapun yang terjadi, carilah.. kita membutuhkannya sekarang! Pasien saat ini begitu lemah dan kehilangan begitu banyak darah..” ucap Dokter.
“Permisi Dokter, bagaimananya keadaan pasien saat ini? katakan padaku, jebal..” ucap Donghae yang menghampiri Dokter itu.
“Ahh, mianhamnida, apa hubungan anda dengan pasien, tuan?” tanya si Dokter.
“Aku suaminya! tolong katakan padaku bagaimana keadaan istriku sekarang!” ucap Donghae frustasi.
“Tenanglah tuan.. istri anda mengalami pendarahan hebat karena kecelakaan itu. Saat ini kami sedang mengusahakan untuk menyelamatkannya..”
“Lalu seberapa parah kondisinya?”
“Tulang belakangnya mengalami cedera, tulang kaki kirinya patah dan kepalanya mengalami benturan yang cukup keras, untuk saat ini kami sedang fokus menangani pendarahannya, tapi kami kekurangan darah, jenis darah istri anda merupakan golongan darah yang langka dan sulit sekali dicari tuan..” ungkap dokter itu yang langsung membuat Shinhye dan Yoona menangis histeris mendengarnya.
“Apa golongan darahnya?” tanya Donghae tiba2.
“AB resus negatif.”
“Ambil saja darahku! golongan darahku sama dengannya! Aku juga AB resus negatif! Cepat ambil darahku sebanyak yang kalian butuhkan! Dan sembuhkan istriku, jeball..” ucap Donghae memohon.
“Jinnja? baiklah.. suster, tolong bawa tuan ini ke ruang sterilisasi dan segera bawa dia kemari.” ucap Dokter lalu kembali ke ruang ICU.
“Geurae. Mari tuan ikut denganku.” ucap si perawat dan berjalan diikuti Donghae,.

Di ruangan ICU, Donghae sedang berbaring di samping Nara yang tergeletak tak sadarkan diri dengan berbagai selang infus dan alat bantu yang dipasang di tubuhnya.
Donghae terus menatap Nara, saat transfusi darah berlangsung. Dokter begitu sibuk merawat luka Nara. Dan akhirnya air mata Donghae menetes dari sudut matanya,

‘Aku akan menyelamatkanmu Jang Nara.. Kau harus tetap hidup, seberapapun darah yang kau butuhkan, maka akan kuberikan. Asalkan kau tetap hidup, untuk hal itu akan kupertaruhkan nyawaku. Ku mohon ya Tuhan.. selamatkanlah dia.. jebal..’ ucap Donghae di dalam hati sambil terus menatap Nara yang terpejam.

***

(dua hari kemudian..)

Donghae dengan setia menunggui Nara sambil terus menggenggam tangannya di samping tempat tidurnya. Ya, sampai sekarang Nara belum juga sadar. Sekalipun Dokter mengatakan bahwa kondisinya telah membaik dan pulih dengan cepat setelah proses transfusi itu. Namun Nara masih terus tergeletak lemah dengan memar di sekujur tubuhnya karena kecelakaan itu.
“Donghae-ya… makanlah dulu.. kau akan sakit jika terus begini..” ucap nyonya Jang yang juga selalu menunggui Nara.
“Anni, eomma.. kwaenchana..” ucap Donghae kalem.
“Haahh… Kau ingin tahu sebuah rahasia?” ucap nyonya Jang tiba2 yang membuat Donghae penasaran dan berbalik menghadapnya.
“Rahasia??”
“Nde. Sebenarnya kau dan Nara sudah berteman sejak kecil, apa kau sama sekali tak ingat?”
“MWO? anni, aku tak ingat apapun..” ucap Donghae terkejut,
“YAA, itu wajar.. saat itu usiamu 7 tahun dan Nara masih 3 tahun..”
“Jinnja?”
“Nde. kalian sangat dekat, namun saat usiamu menginjak 9 tahun kau mengalami sebuah kecelakaan ketika menyeberang jalan, saat itu Nara masih 5 tahun.. kau kritis dan mengalami pendarahan hebat, semua orang begitu mencemaskanmu.. Sampai tiba2 saja Dokter keluar dari ruang ICU dan berkata bahwa mungkin kau tak bisa tertolong lagi, karena rumah sakit tak bisa mendapatkan golongan darah yang sama dengamu, AB (-), ya..itu darah yang paling langka di dunia.. Ibumu langsung berteriak histeris, namun tiba2 saja Nara maju dan berkata, ‘ambil saja punyaku! darahku juga AB kan eomma? tolong ambil darahku dan selamatkan oppa-ku..’ anak sekecil itu.. Dokter sedikit ragu pada awalnya karena Nara masih terlalu kecil untuk bisa memberikan transfusi darah, namun dengan lantang Nara kecil kami berkata, ‘akan kuberikan sebanyak apapun! asalkan oppa-ku bisa hidup! aku tak apa2 Dokter.. Aku rela dan bahagia memberikannya..’ membuat Dokter itupun yakin dan mengijinkan Nara menjadi pendonormu..”

Mendengar semua hal itu, tak terasa air mata Donghae mulai menetes dengan sendirinya..

“Setelah mendapatkan transfusi darah, kondisimu semakin membaik, walaupun tidak dengan Nara. Tubuhnya mengalami Drop hingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari, tapi dia selalu ceria dan berkata, ‘Aku baik2 saja.. Asalkan Oppa-ku juga baik2 saja..’, karena semangatnya dia bisa pulih dengan cepat. Namun satu hal yang membuatnya sangat terpukul, yaitu saat kau sadar dan kau sama sekali tak mengenalinya.. Ya, saat itu kau mengalami amnesia permanen karena benturan keras di kepalamu.. Semua memory-mu hilang, bahkan kau tak bisa mengenali orangtuamu sendiri.. Dan Nara.. Ya, Oppa yang sangat dicintainya tak mengenalinya dan menganggapnya orang asing jelas membuatnya sedih dan menangis sepanjang waktu.. Maka, sejak hari itu kami memutuskan untuk pindah ke Inggris untuk sementara waktu, sampai dia bisa melupakan kesedihannya dan bisa ceria kembali.. Ya, dia memang bisa ceria.. tapi butuh waktu yang sangat panjang untuknya dapat bangkit seperti sekarang, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Korea dan membeli rumah di luar kota tempatmu tinggal dengan tujuan agar kalian tak bertemu dan membuat Nara sedih kembali..”

“Ke-kenapa baru sekarang aku tahu?” ucap Donghae di sela tangisnya.
“Mianhae. Kami memang sengaja tak memberitahu kalian, apalagi Nara.. dia bisa kecewa lagi dan terpuruk seperti saat itu. Kami berusaha tidak menyinggungnya sampai dia dewasa seperti sekarang..”
“Jadi karena itu kalian menjodohkan kami?”
“Dari mana kau tahu tentang hal itu?” ucap nyonya Jang terkejut,
“Tak sengaja kudengar dari eomma suatu hari.. tapi aku tetap tak paham.. jika sampai Nara tahu siapa aku maka..”
“Donghae-ya… Ini bukan karena masalah hutang nyawa. Sama sekali bukan karena itu. Nara tulus membantumu saat itu.. Dan kenapa kami menjodohkan kalian, itu untuk semakin mempererat hubungan kami sebagai satu keluarga.. Seperti saat kau belum mengalami kecelakaan itu. Kau selalu melindungi Nara. Dan kami ingin mewujudkan kembali hari itu.. kali ini kalian sebagai orang dewasa.. yaitu dengan jalan pernikahan. Ini tak akan sulit, karena kalian sejak kecil memiliki sifat dan karakter yang hampir sama dan cocok satu sama lain, itulah alasan kami menjodohkan kalian.. Selain itu, ini juga akan mengantisipasi jika salah seorang diantara kalian mengalami kejadian tak terduga seperti sekarang ini.. Maka kami berharap kalian dapat saling membantu dan menyelamatkan seperti yang kalian lakukan di masa lalu.. itu harapan kami….” ungkap nyonya Jang dengan mata yang berkaca2..

Donghae tak tahan lagi menahan air matanya dan sekarang dia benar2 menangis sambil memeluk Nara.
“Nara-ya… bangunlah… jebal.. Oppa sudah datang, bangunlah..” isaknya masih dengan memeluk Nara yang terbaring di ranjangnya..

(2 minggu berlalu…)

Saat tak sadarkan diri, semua orang yang menyayanginya datang menjenguknya.. bahkan semua member Saphire Blue pun datang untuk menyemangatinya.
“Donghae-ssi.. kurasa kau harus tahu hal ini..” ucap Yoona tiba2 saat semua anggota Saphire Blue datang menjenguk.
“Tahu apa?” tanya Donghae tak semangat.
“Ini.” ucap Yoona sambil menyerahkan ponsel Nara pada Donghae.
“Apa ini?!” tanya Donghae begitu terkejut.
“Kami tak tahu, tapi di ponselnya banyak sekali ancaman mengerikan seperti itu tertanggal sejak kalian menikah.. puluhan pesan itu berisi sama, ancaman agar Nara meninggalkanmu, atau dia akan membunuh Nara..” terang Yoona.
“Sialan! Siapa yang melakukan ini hah?!” ucap Donghae murka.
“Dan kurasa.. kecelakaan itu bukan hanya kecelakaan biasa.. Aku melihatnya sendiri, itu seperti memang disengaja dan pelakunya langsung pergi begitu saja tanpa rasa bersalah setelah menabrak Nara..” ucap Shinhye menerawang ke masa itu yang membuatnya kembali terisak dan langsung dipeluk Yesung.
Donghae yang geram langsung mengepalkan jari2nya.
“Biarkan aku menyelidikinya..” ucap Shindong tiba2. (Yakk, disini profesi Shindong yaitu Seorang polisi di bagian inteligent. Jadi jangan heran klo dia mengajukan diri untuk menyediki kasus ini..)
“Akan kupastikan aku menangkap pelakunya kurang dari satu bulan! percayakan masalah ini padaku..” ucap Shindong sungguh2,
“Dan aku juga akan membantu, akan kukirim anak buahku untuk menyelidiki kasus ini dan menghajar pelakunya sampai dia mengaku!” ucap eunhyuk (Dia disini sebagai ketua Sebuah organisasi ternama yang memiliki banyak mata2 dan juga relasi dengan jaringan mafia..)
“Geurae.. Kuserahkan masalah ini pada kalian.. Bawa pelakunya ke hadapanku, jika harus mati, aku ingin menjadi orang yang membunuhnya dengan tanganku sendiri!” ucap Donghae geram sambil menatap tubuh Nara yang terdiam tak bergerak.

***

Di sebuah bangunan yang terbengkalai, beberapa orang saling baku hantam sampai akhirnya satu pihak kalah dan tersungkur di hadapan mereka.
Dan akhirnya Eunhyuk dan Shindong berjalan menghapiri mereka..
“Katakan, siapa kalian dan apa motif kalian sebenarnya hah?!” teriak Shindong pada mereka.
“Kami tak tahu apapun..” ucap seorang namja di antara mereka yang sudah babak belur karena dihajar habis2an oleh anak buah Eunhyuk.
“Haahh.. belum mau mengaku juga rupanya..” ucap Eunhyuk datar dan langsung menjentikkan jarinya.
Seketika itu anak buahnya segera menghajar namja itu lagi sampai ia mmuntahkan darah.
“Sekali lagi aku bertanya. Jawab dengan jujur jika kau masih ingin hidup, siapa kau dan apa motifmu menabrak Jang Nara pada malam itu?!” bentak Shindong yang membuat namja itu ketakutan.
“Geurae.. aku sungguh tak tahu apapun. aku hanya disuruh menabrak namja itu oleh seseorang.. aku sama sekali tak tahu apa motifnya.. ku mohon jangan bunuh aku..” ungkap namja itu ketakutan.
Ucapannya jelas membuat mereka terkejut dan saling bertatapan..
“Siapa yang menyuruhmu?” tanya Shindong lagi..
Namja itu hanya terdiam lama tak menjawab sepatah katapun. Eunhyuk yang kesal menghampirinya dan meninju wajahnya hingga dia perjerembab ke belakang.
“Siapa orang itu hah?! apa kau tahu akibat ulahmu kau hampir membuat seorang yeoja tak bersalah mati! dan sekarang dia masih tak sadarkan diri di rumah sakit! Apa kau sama sekali tak memiliki hati nurani hah?!” teriak Eunhyuk dengan lantang.
“Arra.. Arraseo.. aku akan mengatakannya.. orang itu adalah……….”

***

Di rumah sakit Donghae masih terus menunggui Nara, dia terus menggenggam tangannya dan mengajaknya berbicara.. Ya, dia berharap Nara tiba2 tersadar dan merespon ucapannya..
“YAA, Jang Nara… kenapa kau tak bangun2 juga? apa kau masih marah padaku? mian.. aku bahkan tak pernah tahu tentang teror yang kau terima setiap hari.. Aku juga tak menyadari bahwa kau sangat menderita karena diriku selama ini.. Aku benar2 tak layak untuk disebut sebagai suami, dan bahkan aku juga tak bisa melindungimu.. Mianhae,, jeongmal mianhae..” ucap Donghae yang tak bisa menahan air matanya..
“Nara-ya.. kau pasti akan sangat terkejut jika kau tahu bahwa kita sebenarnya sudah dijodohkan selama ini.. Awalnya aku juga terkejut..  Tapi sekarang aku tahu.. kenapa aku memang harus bersamamu.. sejak awal kita memang sudah terhubung.. sejak aku belum menyadari arti cinta, sebenarnya pada saat itu aku sudah menyerahkan seluruh hatiku padamu.. yeoja yang dengan tulus mengorbankan nyawanya untuk menolongku… semenjak itu aku tak bisa mencintai yeoja lain.. dan kontrak,, aku sebenarnya sama sekali tak mempedulikannya. Aku selalu gembira setiap kali aku pulang dan kau sudah ada di rumah menyambutku dan menyiapkanku makan malam,, aku selalu senang setiap kali menggodamu dan kemudian membuatmu kesal, itu semua bukan karena kontrak pernikahan itu! Itu semua karena sejak awal aku memang sudah jatuh cinta padamu! Karena sejak awal aku memang ditakdirkan untuk hanya mencintaimu.. dan–” ucapan Donghae terhenti saat ia tak bisa menahan tangisnya dan terisak di samping Nara..

Tiba2 saja jari2 Nara bergerak, dan kelopak matanya mulai membuka sedikit demi sedikit.. Donghae yang masih terisak tak menyadari hal itu.. Sampai tiba2 Nara mengangkat tangan kirinya yang bebas dan menyentuh wajah Donghae..
Donghae yang terkejut langsung menatap Nara tak percaya.
“Ke-kenapa k-kau me-menangis??” ucap Nara lemah terbata2 yang membuat Donghae tak mampu berkata2..

to be continue…….

Admin KPDK : Aiden Lee, Nama Inggris dr Lee Donghae,,,,hahahahha

39 thoughts on “LOVE CONTRACT (Part 5)

  1. Akhirnya pengakuan (?) cinta dari seorang ikan (?) termanis di dunia terjadi juga. Wkwkwkwk…

    Hyuk disini serem banget, jaringan Mafia tapi bersahabat dengan Shindong yang seorang polisi?? tidak apa-apalah, yang penting dia mafia baik hari. Hahahaha…

  2. crtanya bgus min, saya suka dgn alur tp saya krg puas di panjang ceritanya.
    telah terungkapnya jati diri donghea oppa

  3. crtanya bgus min, saya suka dgn alur crtanya tp saya krg puas dgn panjang ceritanya min.
    telah terungkapnya jati diri donghea oppa

  4. annyeong chingu,
    mian klo ceritanya msi kurang memuaskan.. klo dpkir2 sbenrnya kisah ini terlalu singkat, jd endingnyalah yg aku bkin sdikit agak panjang..
    smoga ja para reader ga kcewa dgn endingnya.. ^_^

  5. Min sdih bnget liat mreka
    jebal min

    horeeee nara eonnie sdh sdar. Ayo oppa ungkapkn prasaan mu
    lnjut ya min buat hati ini happy
    saranghae…

  6. ya min pantes aja aku nyari” end love contrac gak ketemu ternyata di proteksi toh

    jebal min password nya apa??
    aku penasaran bgt ni ma kelanjutannya,, please

  7. W.O.W.. Ceritanya seru min,, aku sukaaa bgt.. mau lanjut,, eh,, chapter 6 diprotek ya?? bleh minta PWnya gk min??? jebal??

  8. akhirnya nara sadar juga.. sapa yeoja itu, salah satu anak buahnya mau mengatakan sapa yang sebenarnya tp terputus dgn scene yang lain…waaah makin bikin penasaran aja nieh.

  9. dari 5 part…bagus ceritanya,seru😀
    penasaran yang ke-6 tapi malah di protect😦
    btw…ini part paling menegangkan loh😀

  10. Baca ff ini tuh rasanya campur aduk. Nice story… suka sama karakter Nara disini.. baru nemu ff ini tadi, hadeuhh selama ini gue kmna aja yakk..
    Keep writing and fighting..

  11. wah….,seru bnget tho
    part 1 – 5 keren ceritanya,tpi part 6nya d protect☹

    klo bleh sya minta pwnya part 6 dong thor
    biar pool bacanya☻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s