LOVE CONTRACT (Part 3)

 

LC3

Judul        : LOVE CONTRACT

 

Cast        :    Lee Donghae
            Jang Nara
            Park Shinhye
            Kim Yoona
            Kim Sena
            Yoon Eunhee
            Member Super Junior lainnya..
            Other Cast ( imagine figure )

 

Genre        : Romance, friendship, family..(tambah sendiri kalo kurang..^^)

 


 

Annyeong chingudeul.. ini adalah ff chapter pertamaku yang akhirnya bisa sampai ending.. Soalnya dari kemarin bikin ff belum sampai ending udah nyerah di tengah jalan.. Jadi, mian jika ceritanya masih kelihatan amatiran banget dan juga maklumin klo banyak ejaan bakor yang salah dan tiba2 ketemu sama miss typo… (dia ngontrak di tulisanku soalnya.. hehehe..) And then.. Jangan lupa RCL, nde? Setiap kritik dan saran sangat berarti.. Jangan cuma jadi Silent Reader! Please.. Apresiasimu begitu ku harapkan… Now, let’s begin….
Happy reading…^^

……………………………………………………………………

…………………….
………………………
“MWO? Apa kau sedang ber–”
“Ssstt!! Sudah kukatakan tenanglah. Bersikaplah seakan tak ada yang mencurigakan..” ucap Donghae sambil terus merangkul Nara.
“Arraseo.. Apa kita perlu beracting sekarang?”
“Ide bagus, CHAGIA..” ucap Donghae keras.
“Nde, chagia…” ucap Nara manja sambil memeluk pinggang Donghae dan terus berjalan.

Donghae dan Nara berjalan semakin cepat dan ketika melewati gang sempit, mereka bersembunyi di antara tumpukan kardus yang tersusun rapi di samping sebuah bangunan. Mereka mengintip dari balik tumpukan kardus itu dan menyaksikan beberapa orang berpakaian hitam kebingungan mencari mereka dan tampak sibuk mengawasi setiap sudut jalanan malam itu.
“Donghae-ssi, apa kau mengenal mereka?” bisik Nara.
“Anni.” jawab Donghae singkat sambil terus mengawasi pergerakan mereka.
“Apa mereka orang suruhan orangtua kita? Apa mereka ditugaskan untuk memastikan bahwa kita benar2 berbulan madu disini?”
“Entahlah.. tapi itu mungkin saja..”
“Ahh… benar2 menjengkelkan..”

Tiba2 saja ponsel Nara berbunyi yang sontak membuatnya terkejut dan tanpa sengaja terjengkal ke samping yang membuatnya ketahuan. Semua mata orang2 itu mengarah padanya dengan pandangan tajam dan garang.
“Aishhh.. Dasar Nara-pabo!” ucap Donghae sambil keluar dari persembunyiannya dan membantu Nara bangun.
Orang2 berpakaian hitam itu mulai mendekati mereka, sekarang mereka hanya berjarak kurang dari 10 meter.
“Siapa kalian? dan apa mau kalian?” tanya Donghae dalam bahasa Jepang.
“TANGKAP MEREKA!” Ucap seorang diantaranya yang jelas membuat Donghae terkejut bukan main.
“Bersiaplah Nara-pabo.. cari sesuatu yang bisa kau jadikan senjata, dan jika tak bisa melawan cepat larilah dan pergi ke hotel..” ucap Donghae tenang.
“M-MWO?” ucap Nara panik.
“Ppali! lakukan yang kukatakan!”
“Ahh… ar-arraseo..” ucap Nara sambil melihat sekitar dan mengambil balok kayu yang dilihatnya di sudut jalan..

Belum sempat Nara dengan keterkejutannya, mereka sudah saling menyerang. Nara mengayunkan balok kayunya pada orang2 yang berusaha menyerangnya dengan setiap keberaniannya. Sedapat mungkin dia melawan. Berbeda halnya dengan Donghae yang seakan sudah sangat mahir berkelahi.. Dia meninju, menendang, menangkis dan membanting lawan yang berusaha menyerangnya, seakan2 dia memang sudah sering melakukannya. Berulang kali Donghae bersalto dan menghujamkan tinjunya untuk melindungi Nara yang seakan2 merupakan target dari penyerangan ini. Sampai pada akhirnya semua lawannya terkapar dan merintih kesakitan karena perlawanan Donghae. Donghae beranjak mengambil tasnya yang sejak tadi tergeletak di tepi gang.
“Donghae-ssi.. kwaenchanayo?” tanya Nara yang terlihat shock dan masih menggenggam balok kayu dengan gemetar di tangannya.
Donghae hanya tersenyum, namun senyumnya hilang seketika saat dia melihat seorang diantara mereka sempat bangkit dan mengeluarkan pisau lipat tepat di belakang Nara. Donghae segera berlari menyelamatkan Nara namun…
JLEEP!!
Darah mengucur dan menetes ke aspal yang hitam..
Donghae masih terus memeluk Nara dan menahan pisau dengan tangan kirinya yang membuat tangannya mengucurkan darah. Donghae menghempaskan pisau itu dan langsung memukul dada orang itu dengan tangannya yang bebas dan membuatnya tersungkur di sudut gang serta memuntahkan darah. Orang2 yang menyerang mereka segera kabur tanpa berkata apapun. Yang jelas saja membuat Donghae kesal dan marah.

“YAA, tak usah memikirkanku.. lihat wajahmu! kau seperti seekor anak kucing yang ketakutan.. Kwaenchanayo?” tanya Donghae kalem.

Nara yang masih shock tak dapat berkata apapun dan hanya terdiam dengan wajah yang semakin pucat..
“YAA, Jang Nara! Kwanchanayo?!” tanya Donghae khawatir sambil mengankat wajah Nara ke arahnya.
“N-n-nde..” ucap Nara terbata2 dengan tubuh yang masih gemetar.
“Hah..” desah Donghae sambil mengambil balok kayu yang sejak tadi dipegangnya dan membuangnya ke sudut gang.
“Kajja, kita pergi sekarang..” ucap Donghae yang masih mengkhawatirkan Nara.
“Chakkaman. Anniyo! lihat tanganmu!” pekik Nara panik saat melihat darah yang terus mengucur dari tangan Donghae.
“Kwaenchana.. tak perlu khawatir, ini hanya luka kecil, kajja..” ucap Donghae menenangkan.
“Luka kecil katamu?! ini sangat parah! lukamu pasti sangat dalam!” ucap Nara makin panik sambil mencari sesuatu dari tasnya.
“Anniyo–..”
“DIAM!!” bentak Nara tanpa sadar terus meneteskan air mata dari pelupuk mata indahnya.

Donghae begitu tertegun melihat Nara yang menangis di hadapannya untuk yang pertama kali. Tanpa suara Nara membalut telapak tangan Donghae dengan saputangannya dengan hati2 dan terus menangis.
“Kajja, kita harus ke rumah sakit sekarang..” ucap Nara dengan wajah yang masih memerah dipenuhi air mata padanya yang masih tertegun menatap Nara.
“Ppali!” isak Nara yang tak kuasa menahan tangisnya.

Donghae langsung menarik Nara ke dalam pelukannya dan mengusap rambutnya dengan tangannya yang bebas, berusaha menenangkannya..
“Kwaenchana.. jinnja..” bisik Donghae di sela2 pelukannya yang justru membuat Nara menangis sejadi2nya.

***

Di kamar Donghae dan Nara hotel World, Jepang.

Donghae sedang duduk di sofa dengan menyalakan TV sambil terus-menerus menghubungi seseorang.
Lukanya sudah diperban dan mendapatkan perawatan di rumah sakit sehingga dia diijinkan kembali ke hotel malam itu juga.
“Apa kau sudah bisa menghubungi mereka, Donghae-ssi?” tanya Nara yang datang dengan membawa dua cangkir coklat panas di tangannya.
“Anni. Bahkan orangtuamu-pun tak bisa dihubungi..” ucap Donghae frustasi.
“Jika ini benar ulah mereka, maka ini sudah benar2 keterlaluan!” ucap Nara geram.
“Anni. Aku yakin ini bukanlah rencana mereka,kau lihat sendiri kan tadi? mereka ingin membunuhm–, emm.. maksudku kita, nde, membunuh kita” ralat Donghae.
“Arra.. Wajah mereka..” ucap Nara yang masih terbayang ekspresi orang2 yang tadi menyerangnya.
“Ahh… Sudahlah! Tak perlu takut, kau lihat sendiri kan? aku bisa menghajar mereka sampai babak belur! mereka tak akan berani menyerang kita lagi..” ucap Donghae menenangkan.
“Tapi tetap saja… apa motif mereka? Aku bahkan juga tak merasa punya masalah dengan mereka! Anni! Aku bahkan baru pertama kali datang ke Jepang!”
“Aku tak tahu.. Tapi kau tenang saja, aku akan melindungimu..” ucap Donghae sungguh2 yang membuat Nara bisa sedikit tersenyum lega.
“Gumawo..” ucap Nara tulus.
“Ahh.. kau lupa? Di contract dijelaskan bahwa sebagai istriku, hakmu adalah mendapat perlindungan. Aku tak akan melanggarnya..” ucap Donghae yang langsung membuat ekspresi Nara berubah seketika.

‘Ahh.. ternyata dia menolongku karena masih bagian dari contract! kupikir dia tulus, huuh… menyebalkan! Percuma saja aku mengkhawatirkannya setengah mati!’ omel Nara dalam hati..

“YAA, kenapa ekspresimu berubah begitu hah?” tanya Donghae yang heran sambil menyeruput coklat panasnya.
“Anni. Bukan apa2.” jawab Nara datar dan langsung bangkit meninggalkan Donghae menuju kamar..
Donghae hanya bisa terheran2 dengan perubahan sikap Nara yang tiba2 itu..
“Apa aku mengucapkan sesuatu yang salah? Kenapa dia seperti itu? Dasar yeoja aneh..” ucap Donghae sambil meneruskan menonton acara TV dan menyeruput coklat panasnya lagi..

#Pukul 2.00 a.m Japanese Time.
Nara merasa haus dan terbangun dari tidurnya, dia berjalan menuju dapur kecil di kamar hotelnya untuk mengambil minum. Saat melewati ruang tengah dia melihat Donghae yang tertidur  pulas di sofa dengan TV yang masih menyala. Nara kembali ke kamar dan mengambil selimut lalu menyelimutkannya pada Donghae yang benar2 terlelap itu..
Untuk sesaat Nara menatap wajah Donghae yang tertidur,
‘YAA, kenapa saat tidur dia terlihat manis sekali? Dia terlihat seperti bayi.. Huuh! Pabo! Apa yang sedang kupikirkan? Sadar Jang Nara! Ingat siapa dia! Jangan terpancing dengan wajah polosnya!’ rutuk Nara dalam hati..
Nara bangkit dan mematikan TV lalu mengambil segelas air putih serta membawanya ke kamar.

Pagi harinya, Donghae terbangun ketika mendengar dering dari ponselnya..
“Yeoboseo..” ucap Donghae malas.
“YAA, pengantin baru!! Apa yang kau lakukan semalam dengan istri pura2mu itu hah? kenapa sudah sesiang ini balum bangun juga? Hahaha..” goda Leeteuk di ujung sana.
“YAA!! Bukan seperti itu! Huuhh… ada apa, hyung? tumben sekali kau menelponku pagi2 begini..”
“Hahaha… itulah dirimu! selalu to the point, tak bisakah kau berbasa-basi sedikit, hah? Geurae.. Aku punya info untukmu.. Aku tahu jika kau mengambil libur dari aktivitas Saphire Blue untuk beberapa hari ke depan, tapi aku ingin mengatakan bahwa sekarang kami sedang menuju ke Jepang juga untuk perform di Tokyo, karena kupikir itu pasti tak akan menyita banyak harimu jadi aku mengajakmu.. Apa kau mau ikut bergabung?”
“Ahh… jinnja? Tentu saja aku mau!! Kau beritahu saja tempatnya, nanti akan kupastikan bahwa aku tiba sebelum konser diadakan..” ucap Donghae begitu antusias.
“Haha… sudah kuduga. Ehh, bagaimana dengan Jang Nara? Dia tak tahu hal ini kan?”
“Kau tak perlu khawatir, aku akan mengurus hal itu, gumawo hyung.. karena telah mengajakku..”
“Ahh,, nde. Sampai bertemu nanti.”
TUUTT.. sambungan diputus.

Saat ini Donghae dan Nara sedang menikmati sarapan di restoran hotel dengan diam tanpa pembicaraan apapun.
“YAA, sampai kapan kau akan menggunakan modus hening-mu itu hah?” ucap Donghae yang tak tahan terus diabaikan seperti itu.
“Ehh… kau juga diam saja, jadi kenapa harus aku yang memulai pembicaraan?” ucap Nara datar sambil terus memakan sarapannya.
“Aishh… kau benar2 menyebalkan!” ucap Donghae sambil memasukkan roti isi berukuran besar ke dalam mulutnya dengan tampang kesal.
“Donghae-ssi… apa yang akan kita lakukan 3 hari selama kita disini?” tanya Nara setelah selesai dengan sarapannya.
“Ahh.. terserah. Aku sudah hafal dengan Jepang, jadi kuberikan kesempatan padamu untuk memilih apapun yang ingin kau lakukan.”
“Jinnja? Hmmt.. aku ingin mengunjungi tempat2 disini..” ucap Nara antusias dengan menunjukkan buku yang berisi panduan wisata di Jepang.
“Ahh… sudah ku katakan terserah apa maumu.. tapi kau harus pergi sendiri hari ini.. karena aku ingin pergi ke tempat seorang temanku yang tinggal di luar kota hari ini. Mian.” ucap Donghae datar yang langsung membuat Nara mengerucutkan bibirnya karena kecewa.
“Apa kau sedih tak bisa pergi denganku?”
“YAA, Anni! Aku akan pergi sendiri dan menikmati setiap waktu yang kumiliki tanpa ada pengganggu di sekitarku!” ucap Nara kesal sambil bangkit dan meninggalkan Donghae sendiri di mejanya.
“Mianhae… Jebal… Aku tahu kau pasti sangat kecewa… Tapi aku tetap tak bisa memberitahumu apa yang sebenarnya aku kerjakan.. Jadi nikmatilah liburanmu Jang Nara..” ucap Donghae pelan sambil melihat Nara yang sudah berjalan pergi meninggalkannya.

Pukul 10.00 a.m. di sebuah aula konser kota Tokyo.
Donghae masuk ke dalam ruang ganti untuk artist dan disambut dengan pelukan teman2 satu grupnya.. Mereka tampak sangat menyesal karena tak bisa menghadiri pernikahan Donghae dua hari yang lalu.
“Tak apa.. Sungguh. Itu kan bukan pernikahan  sungguhan.. tak perlu merasa tak enak hati padaku seperti itu..” ucap Donghae kalem pada teman2nya.
“Wuaa… tapi ku dengar dari Leeteuk, istri pura2mu sangat cantik.. benar begitu? aku harus berkenalan dengannya suatu saat nanti..” goda Sungmin yang hanya dibalas senyuman oleh Donghae.
“Menurutku dia biasa saja.. tak secantik Song Hye Kyo..” ucap Donghae datar.
“Wuaa.. dia pasti sangat cantik! ini kali pertama kau membandingkan seorang yeoja dengan Song Hye Kyo, idolamu.. Wuaa.. membuat penasaran saja.. Hahaha…” goda Ryeowook yang sukses membuat Donghae kesal dan membuat semua yang melihatnya tertawa..

Di tempat lain di Tokyo, Nara sedang berjalan2 seorang diri dengan sesekali melihat buku panduannya agar dia tak tersesat. Sampai di persimpangan jalan dia tak sengaja melihat poster besar yang isinya tentang konser Saphire Blue di Tokyo. Nara yang kegirangan langsung mengeluarkan poselnya dan menghubungi seseorang.

Di konser Saphire Blue.

Penonton yang tak sabar meneriakkan kata “SAPHIRE BLUE” dengan keras dan bersemangat menyambut idolanya yang akan segera naik ke panggung. Di backstage, Donghae sedang gelisah dan berulang kali berusaha mnghubungi ponsel Nara tapi tak juga diangkat.
“Apa dia masih marah padaku? kenapa tak mau mangangkat teleponku?” ucap Donghae gelisah.

Sedangkan Nara sendiri sedang asyik mengayunkan lightstick birunya sambil meneriakkan “SAPHIRE BLUE” bersamaan dengan penonton lainnya sehingga tidak mendengar ponselnya yang sedari tadi berdering. Ya, Nara memang memutuskan menonton Saphire Blue untuk menghabiskan waktunya hari ini. Karena sebenarnya dia dan kedua sahabatnya merupakan fangirl dari boyband ini..

“Donghae-ssi apa yang kau lakukan? sudah saatnya kita perform. Kajja!” ucap Leeteuk sambil menghampiri Donghae..
“Huuhh… nde..” ucap Donghae pasrah sambil memakai topeng khas-nya dan berjalan mengikuti Leeteuk ke balik layar panggung.

Saphire Blue membuka konser dengan membawakan lagu HIT-nya yang berjudul “Baby, You Make Me Crazy” yang sukses membuat para fans yang rata2 yeoja itu berteriak histeris memanggil nama mereka.
“Aiden Lee!! Saranghae!” teriak Nara diantara kerumunan meneriakkan bias-nya.

Saat sesi konser berikutnya, para personil mulai memperkenalkan diri mereka dengan nama panggungnya masing2, membuat para fans semakin histeris setiap nama biasnya disebut di atas panggung.. Konser berdurasi 4 jam itu berjalan dengan meriah dan mengesankan, sampai di sesi terakhir, si pembawa acara memberikan kejutan pada para fans yang sungguh tak diduga.
“Pada konser Saphire Blue kali ini, kami akan memberikan kesempatan pada seseorang yang beruntung untuk maju dan mendapatkan ciuman dari Steve Choi (Siwon)..”
kontan saja perkataan Host itu membuat para fans, utamanya yeoja berteriak histeris dan sangat antusias! (Siapa juga yang nolak? gw juga mau kalee!! haha^^)
“Baiklah… aku akan melempar boneka teddy kecil ini.. dan siapa yang mendapatkannya bisa maju untuk mendapatkan kado special dari Steve Choi! kalian mengerti?”
Boneka itupun di lempar dan…… Ya! Nara dengan sigap menangkapnya dan langsung memeluknya dengan girang.
“Aku dapat! Aku dapat!” teriak Nara kegirangan di antara penonton yang lain.
“Baiklah.. kau.. nona berbaju cokelat, tolong maju sekarang untuk menerima hadiahmu..!!” teriak sang Host bersemangat yang dibalas teriakan histeris dari ratusan penonton lain.

Nara berjalan maju ke atas panggung dengan dibantu petugas keamanan. Begitu terkejutnya Donghae ketika melihat Nara-lah yang beruntung mendapatkan hadiah dari Siwon, yang berarti Nara-lah yang akan dicium Siwon! Leeteuk dan Yesung yang mengenali Nara langsung saling berpandangan karena terkejut, dan melirik Donghae yang terlihat begitu kesal namun tetap diam tak bisa berbuat apa2.

“baiklah Nona… siapa namamu?” tanya si Host.
“Jang Nara.. namaku Jang Nara..” ucap Nara yang terlihat sangat senang.

Mendengar nama itu sontak membuat personil lain terkejut, mereka memang belum pernah bertemu dengan Nara, tapi di Jepang, nama Jang Nara pasti hanya Nara, yang tak lain istri pura2 Donghae! yang lainnya mulai melakukan hal yang sama seperti Leeteuk dan Yesung, menatap Donghae yang sejak tadi diam menahan kekesalan.

“Baiklah.. Steve Choi, sekarang berikan hadiahmu untuk gadis cantik ini…” ucap si Host begitu bersemangat.

Dengan ragu Siwon maju ke depan menghampiri Nara. Sesekali dia menatap Donghae dan terlihat tak enak hati. Sekalipun penikahan Donghae hanya pura2, tapi tetap saja.. Jang Nara adalah istri Donghae.. Bagaimana bisa dia mencium istri sahabatnya sendiri di hadapannya pula!
Tapi mereka sama sekali tak punya pilihan! Jika Donghae mencegahnya maka identitasnya akan terbongkar! Donghae memilih memalingkan wajahnya ke sisi lain panggung agar tak menyaksikan adegan itu. Siwon sudah berhadapan dengan Nara, mereka sudah sangat dekat dan……
“Tunggu!” ucap Nara tiba2 yang membuat Siwon terkejut dan menjauhkan wajahnya dari Nara.

“Iya, nona… ada apa?” tanya si Host penasaran.
“Hmmmt.. bolehkan aku memilih dengan siapa aku ingin diberi hadiah?” tanya Nara tiba2 yang membuat semua orang bingung..
“Ahh… apa maksudmu, nona?” tanya si Host yang tak mengerti.
“Ahh… begini, sebenarnya aku sudah menikah. Tapi karena aku sangat mengidolakan Aiden Lee, bolehkah dia saja yang memberiku hadiah? Aku hanya minta dia memelukku saja kok… Kupikir suamiku juga tak akan suka jika ada laki2 lain yang menciumku..Kalau hanya sebuah pelukan kurasa dia tak apa2..” ungkap Nara di depan panggung yang membuat semua fans terkejut sekaligus gembira.

Ucapan Nara jelas membuat Donghae terkejut bukan main, dia menatap Nara tanpa berpaling sedikitpun. Sedangkan member lain terlihat tersenyum lega mendengar permintaan Nara.

“Ahh… jadi begitu rupanya, oh… baiklah kalau memang itu maumu.. Aiden Lee… tolong berikan pelukan hangat untuk fans kita yang manis ini..” ucap si Host dengan semangat yang disambut riuh sorak para penonton.

Siwon mundur dan menepuk pundak Donghae ketika mereka berpapasan,
“Kau beruntung.. Dia ternyata sangat mempedulikanmu..” bisik Siwon yang hanya dibalas senyuman oleh Donghae.
Donghae terus berjalan ke depan panggung menghadap ke arah Nara. Nara yang sangat gembira terus-menerus memamerkan lesung pipitnya pada Donghae.
“Kau yakin hanya ingin pelukan?” tanya Donghae tiba2.
“Ya,..” ucap Nara gembira.
“Seberapa besar kau menyukaiku?” tanya Donghae lagi.
“Sejak awal debutmu di Saphire Blue aku sudah menjadi fans-mu.. tapi aku tak tahu seberapa besar itu.” ungkap Nara.

“Baiklah… cepat peluk dia Aiden Lee…” ucap si Host tak sabar.

Donghae terus menatap Nara, sampai tiba2 saja dia meraih wajah Nara dan memciumnya dengan sungguh2 di atas panggung yang jelas saja membuat semua orang terkesiap dan terkejut! Nara yang masih terkejut tak dapat berbuat apapun dan hanya terdiam. Donghae menciumnya semakin dalam dan tiba2 saja Nara teringat akan ciuman Donghae pada malam saat dia mabuk, dan adegan2 itu mulai muncul lagi dalam pikirannya. Seketika itu Nara tersadar dan berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuh Donghae ke belakang. Donghae yang terkejut hanya menatap Nara bigung.. Nara terus terdiam shock, matanya masih menerawang entah kemana. Dan tiba2 saja air matanya menetes dengan sendirinya.. Donghae yang sadar dengan perbuatannya berusaha mendekati Nara, namun Nara malah semakin menjauh darinya. Nara menangis dan berlari keluar dari panggung yang membuat semua orang terdiam tak tahu harus berkata apa..

Setelah sesi itu, konser pun ditutup, di backstage berulang kali Donghae menyalahkan dirinya sendiri karena apa yang telah dilakukannya.
“Dasar Pabo!! Apa yang baru saja kulakukan?!” ucap Donghae sambil memukul-mukul kepalanya.
“YAA, dia pasti sangat shock sekarang… kau seharusnya tak melakukan itu, sekarang kau kan Aiden Lee, bukan Lee Donghae…” ucap Leeteuk yang sejak tadi berada di sampingnya.
“Apa yang harus aku lakukan?” ucap Donghae frustasi.
“Telepon dia, tanyakan keadaannya.. kali ini sebagai Lee Donghae..” saran Leeteuk.
Tanpa menjawab apapun, Donghae langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Nara, tapi tak diangkat. Saat ini Nara sedang menangis di dalam taxi dan menyadari ponselnya berdering, saat dia melihatnya dan nama “Lee Donghae” yang muncul malah membuatnya semakin kencang menangis. 3 kali Donghae berusaha menghubungi Nara namun selalu tak diangkat. Dan akhirnya dia memutuskan untuk segera kembali ke Hotel.
“Hyung, aku pergi sekarang..” jawab Donghae lalu meninggalkan Leeteuk yang hanya tersenyum geli menatap kepergian Donghae.
“Katakan padaku, dia benar2 menyukai yeoja itu kan?” tanya Sungmin yang sedari tadi memperhatikan Donghae.
“Menurutmu bagaimana?” jawab Leeteuk singkat dan langsung pergi ke ruang ganti.

Nara menatap ponselnya dan membukanya, 14 panggilan tak terjawab atas nama Lee Donghae.. Membuat Nara mendesah sedih dan tanpa sadar meneteskan air matanya lagi.
“Kenapa aku seperti ini? dia hanya suami pura2ku, kami tak memiliki hubungan apapun selain kontrak kerja! kenapa aku merasa sakit saat orang lain menciumku? padahal dia adalah bias-ku yang sangat aku dambakan! Aku pasti benar2 sudah gila!”

Donghae berlari menuju kamar hotel dan membuka pintu dengan terengah2. Dia berulang kali memanggil nama Nara dan memriksa seluruh ruangan namun tak ada jawaban. Dia berhenti tepat di pintu kamar tidur ketika dia melihat Nara yang meringkuk tertidur di atas ranjang.
“Oh… syukurlah… kau baik2 saja ternyata.. Dasar pabo, kenapa tak mengangkat telepon dariku dan membuatku panik seharian ini?” ucap Donghae pelan sambil mengusap kepala Nara yang tertidur.
“Mianhae.. haahh.. lupakan semuanya dan tidurlah..” sesal Donghae setelah cukup lama menatap Nara dan menyelimutinya lalu pergi meninggalkan kamar.
Tanpa dia sadari air mata Nara kembali mengalir dengan deras dari pelupuk matanya yang terpejam, beberapa saat kemudian Nara mulai terisak dan mengerubutkan selimut ke atas kepalanya agar suara tangisnya tak didengar Donghae.

***

Di sebuah ruangan gelap, seorang yeoja tampak murka dan menendang anak buahnya hingga mereka tersungkur di sudut ruangan.
“PABO!! SUDAH KUKATAKAN, AKU TAK INGIN KEGAGALAN!” teriak si yeoja.
“Mi-mi-mianhamnida, nona… tapi namja itu ternyata sangat ahli berkelahi, dia menghajar kami tanpa ampun.. kami bahkan tak bisa menyentuh yeoja itu..” terang seorang di antara mereka.
“MWO?? apa ini hanya alasan kalian saja, hah?! Dia bukanlah tipe orang yang suka berkelahi, kurasa dia bahkan tak bisa berkelahi! Jadi jangan berbicara yang tidak2!!”
“Sungguh nona… kami tak sedang mencari alasan.. itulah yang terjadi..” ucap namja itu sungguh2.
“Haah, pergi sekarang dari hadapanku! Aku tak ingin melihat kalian saat ini!”
“N-n-nde, nona..” jawab namja itu patuh dan langsung keluar dari ruangan gelap itu diikuti rekan2nya yang lain.
“Siapa sebenarnya dirimu Lee Donghae?? kenapa kau bisa melakukan yang bahkan tak pernah kubayangkan bisa kau lakukan?” ucap Yeoja itu sambil menatap jendela kecil yang biasa dipandanginya.

***

Hari ke-2 honeymoon time..

Pagi harinya Donghae dan Nara menghabiskan sarapan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Beberapa kali Donghae mencuri pandang ke arah Nara dari sudut matanya. Karena tak tahan akhirnya dia berdehem untuk mencairkan suasana.
“Hari ini apa yang ingin kau lakukan?” tanya Donghae membuka percakapan.
“Aku tak ingin kemana2.” ucap Nara datar tanpa menatap Donghae.
“YAA! Apa kau masih marah dengan ci—– eum, maksudku karena kemarin aku tak menemanimu?” ralat Donghae.
“Anni. Aku baik2 saja. Dan aku tak sedang marah padamu donghae-ssi… jadi tak perlu merasa bersalah padaku.. Arraseo?” ucap Nara tanpa ekspresi yang membuat Donghae kesal.
“YAA! Kalau kau tidak marah, kenapa bersikap seperti itu padaku, hah?”
“YAA! memangnya bagaimana seharusnya aku bersikap? aku memang seperti ini!” ucap Nara kesal.
“Sebenarnya kau kenapa? Kau bisa menceritakan masalahmu padaku, bukannya menyimpannya sendiri dan membuat orang kesal sepanjang hari seperi ini!”
“Kau ini kenapa sih? Apa kau merasa bisa memahami perasaanku, hah? kau tak tahu apapun, jadi jangan ikut campur! urus urusanmu sendiri, seperti isi contract itu!” ucap Nara emosi lalu meninggalkan Donghae di mejanya.

Nara berjalan dengan kesal meninggalkan restoran, namun tiba2 saja seseorang dengan cepat meraih tangannya dan menariknya pergi…

to be continue…

Silahkan Komentarnya ^^

28 thoughts on “LOVE CONTRACT (Part 3)

  1. waaa makin ke re ennnn..
    si donghae sih kgk sabaran main kiss sgala..tuh kkan jd nya begitu lah..wkwkw
    lnjut baca thor+ coment. xD

  2. Itu siapa seh eon yg jhat sm nara?? Kyk nya donghae udh mulai suka sm nara “ƪ(˘⌣˘)┐”ƪ(˘⌣˘)ʃ”┌(˘⌣˘)ʃ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s