Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 4

OHH4

 

Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 4

Author                       : Whindalee

Cast                            :

         Leeteuk as Cho Jung Soo / Leeteuk

         Donghae as Cho Donghae

         Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Support Cast            :

         Ajusshi Lee (OC)

         Siwon

         Ryewook as Kyuhyun’s Friend

         Han Hyu Ra & Cho Min Soo (OC) as Kyuhyun’ s eomma & appa.

Genre                        : Brothership, Tragedy, Angst, Family, Friendship, Hurt, & Sad.

Length                       : Continue

 

Sebelumnya…

 

“Apa yang kau harapkan?” Tanya Wookie antusias.

“Itu rahasia…”

“Mwo?”

“Kalau kuberitahu apa harapanku, maka itu tidak akan terkabul. Lagipula harapanku tidak merugikanmu, Wookie! Нahahaha.. Oh ne, kau bilang mau berkencan dengan yeojachingumu tadi. Apa ia Ajusshi Lee?” Ujarku mencoba mengodanya.

“KYA! KAU BILANG APA?!”

“Ne, Ajusshi Lee itu yeojachingumu bukan? Sudahlah Wookie… Jujur saja padaku!” Ejekku hingga membuat wajahnya terlihat kesal.

“KYUHYUN-AH!!!” Bentar Ryewook kesal.

Akupun tertawa terbahak-bahak, tak lama Ajusshi Lee dan Ryewook pun pada akhirnya ikut tertawa. Sampai air mataku menetes sekali tanpa kusadari. Entah itu air mata kesedihan ataupun kebahagiaan. Sempat kuberpikir pula, apa aku bisa terus merasakan kebahagian seperti ini lebih lama…

 

Selanjutnya…

 

Leeteuk Pov

 

Dari dalam ruang kerja, kupandangi langit malam yang tak berbintang maupun berbulan lewat jendela kaca berukuran besar. Sejauh mataku memandang juga hanya awan hitam lekatlah yang menambah langit semakin terlihat gelap. Rintik-rintik hujanpun tak henti-hentinya turun sejak sore ini hingga membuatku selalu merasa sedikit gelisah ketika situasi seperti ini datang. Tak jarang pula cuaca buruk ini seringkali membuatku tak nyaman dan diliputi perasaan yang aneh disertai kalut.

Namun, ada kelegaan pula yang bisa kurasakan saat mengingat tingkah laku anak pembawa sial itu. Sebab, sejak pertengkaran kami beberapa hari yang lalu. Ia berhenti menggangguku, ia berhenti menyebutku dengan sebutan ‘hyung’, ia tak lagi makan bersama dengan kami disatu meja makan dan sepertinya ucapanku waktu itu benar-benar ia pahami. Hingga ia sadar sekaligus mengerti, perlu untuknya menjaga jarak antara kami.

Ahh… Entahlah pikiran buruk apa yang selalu meracuniku setiap kali melihat wajah anak itu. Jika kukatakan benci pun, kurasa lebih dari itu. Bahkan aku merasa tak ada lagi sedikitpun ruang dihatiku untuk memaafkannya.

 

PYARR!!!!

 

Kilat sambaran petir tertangkap oleh sepasang mataku meskipun tak mengeluarkan suara yang mengerikan, tapi itu berhasil membuyarkan lamunanku seketika. Kakiku juga menapak mundur kebelakang beberapa langkah menjauhi jendela kaca sebisanya.

 

KREB… KREB…

 

Lampu-lampu berkedip dan membuatku menatap kesekeliling ruang kerja. Menambah rasa kegelisahanku yang sempat menghilang tadi kembali muncul.

 

Ya… Apa yang sedang kau lakukan? Aku harap kau sedang memasang headphonemu, mendengarkan musik dengan volume yang tinggi sambil menutup matamu itu.

 

JDDERRRR!!!!

 

Suara gemuruh barusan sungguh menyakiti telingaku. Jantungku juga ikut berdetak cepat saking kagetnya dan langsung memadamkan listrik di rumah ini hanya dengan satu kedipan.

 

AARRRGGGHHHHH!!!!

Tedengar suara teriakan dari lantai atas dan bisa kuduga siapa yang berteriak itu. Saat seperti ini sudah cukup lama tidak kujumpai, maka dari itu hujan yang deras diiringi kilat petir sering membuatku was-was dan takut hal ini akan terjadi.

 

“Ajusshi Lee…. Ajusshi….” Panggilku dalam kegelapan yang melekat. Tak lama setelah kupanggil, ada sedikit cahaya yang tiba-tiba masuk lewat rongga bawah pintu hingga aku tak perlu lagi meraba-raba ketika berjalan.

Pintupun mulai terbuka dan kudapati Ajusshi Lee sedang membawa senter dengan wajah yang sama-sama gelisah denganku.

“Dimana dia?”

“Ada dikamarnya, Tuan Muda. Baru saja saya hendak menghampirinya, ketika mendengar teriakannya itu.”

“Geurrae, cepat lihat dia, ajusshi. Jangan sampai ia berteriak kembali, karena itu akan mengganggu.”

“Ne….”

 

Ia pun pergi meninggalkan kamar ini hingga keadaan benar-benar kembali gelap. Aku berjalan setapak demi setapak menghampiri jendela kaca karena hanya disanalah aku masih bisa melihat cahaya meskipun menakutkan.

 

PYARR!!!

 

Flashback

 

Author Pov

 

“Hyung, bukan kah sudah kukatakan, kalau aku ingin naik bus saja? Kenapa kau malah menyuruh penjaga untuk menjemputku?!” Oceh Kyuhyun muda dari dalam mobil sambil meletakkan ponselnya ditelinga.

“Ini sudah malam, Kyu. Lagipula hujan turun begitu deras, aku takut kau tidak bisa pulang dari rumah neneknya Ryewook.”

“Aish… Kalau aku tidak bisa pulang kan masih ada mereka, hyung. Padahal aku masih ingin berlibur ditempat itu. Kau selalu saja suka mengambil keputusan sendiri, hyung.”

“Untuk anak 14 tahun sepertimu, berbahaya jika masih diluar malam-malam. Sebaiknya kau dengarkan apa yang kumau.”

“Hajiman….”

“Ini demi kebaikanmu, Kyu. Setelah tiba dirumah nanti, sebaiknya kau harus segera menemuiku.”

“Ne, arrayo. Tapi, hyung…”

 

Tut… Tut… Tut…

“Ish….! Selalu begini….” Keluh Kyuhyun kesal.

Percakapan melalui ponselpun berakhir walaupun secara sepihak. Kyuhyun yang awalnya duduk ditengah-tengah kursi belakang, menyeret tubuhnya hingga mendekati jendela mobil. Ia menatap pemandangan keluar jendela mobil yang sangat menakutkan. Hujan yang sangat deras, ukiran cahaya petir dilangit dengan gemuruh yang mampu mengetarkan seisi bumi, ditambah lagi dengan kabut tebal yang menyelimuti sepanjang jalan menuruni bukit Daekbong ini. Jarak pandang yang mampu terlihatpun, mungkin hanya beberapa meter.

“Bisakah kau bawa mobil ini lebih pelan? Didepan berkabut bukan?” Ujar Kyuhyun takut-takut.

“Mianhamnida, Tuan Muda. Leeteuk-ssi yang menyuruhku untuk segera tiba dikediaman. Jebal, mianhamnida atas ketidaknyamanan ini..” Tutur penjaga tersebut.

Sekali-kali Kyuhyun memilin-milin jemarinya karena ia merasakan perasaan yang agak menganjal dan ketika melewati tikungan tajam dibukit tersebut dari arah berlawanan, sebuah mobil yang berusaha menyelip mobil didepannya. Spontan membuat mobil yang Kyuhyun tumpangi dengan naas harus membanting stirnya kekiri, memasuki jurang dijalan tersebut.

 

BRAK… BRAK… BRAK…

 

Berkali-kali mobil Kyuhyun terguling, semakin dalam dan semakin terperosok mobil itu kedalam jurang hingga tak lagi terlihat karena langit yang terlalu gelap.

 

***

 

“Eo…mma… Ap…ppa…” Igau Kyuhyun dalam kesakitan.

Ia berusaha bangkit dari duduknya, namun rasanya percuma karena mobil yang ditumpanginya telah terbalik dan menjepit kaki kanan Kyuhyun. Meskipun tak bisa melepaskan kakinya, ia mampu bersandar dan tak sengaja menyentuh keningnya. Ketika melihat telapak tangannya, ternyata ia mendapati darah yang berasal dari kepalanya itu. Ia menderu kesakitan saat sadar kepalanya terluka dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.

“Penjaga… Apa kau baik-baik saja?” Panggil Kyuhyun dengan suara pelan. Namun, penjaga tersebut tidak menyahut karena ia tewas seketika karna tubuhnya tertusuk ranting pohon yang menembus kaca jendela mobil.

Kyuhyun yang tidak menyerah untuk melepaskan kakinya dari himpitan tempat duduk, akhirnya berusaha bangkit untuk melihat keadaan penjaga yang terdiam itu. Akan tetapi ia langsung terhenyak kaget ketika mendapati kondisi sang penjaga yang naas itu.

Kyuhyun mulai menangis dan menangis. Semakin lama ia menangis, semakin terasa pula nafasnya menjadi sesak karena mobil yang ia tumpangi tertutup begitu rapat. Meskipun kaca mobil depan retak dan berlubang karena satu ranting pohon berhasil masuk kedalamnya, tetap saja tak ada udara yang mampu memasok pernafasan Kyuhyun. Rasa dinginpun telah dirasakan Kyuhyun sampai benar-benar merasuk kedalam tulang belulangnya, disertai pula kilatan cahaya petir dengan gemuruhnya yang menggelegar membuat Kyuhyun takut setengah mati.

“Hyu….unng tol….ongg…. Aku…..” Ujar Kyuhyun terputus-putus sambil menangis dan meremas baju didepan dadanya saking takut.

Kini udara yang ada didalam mobil benar-benar terbatas hingga Kyuhyun tak dapat mengatur nafasnya dengan baik. Dengan sisa tenaga yang Kyuhyun miliki, ia hanya mampu menangis sambil menggigil kedinginan.

Matanya pun mulai meredup, samar, hingga tertutup penuh tak sadarkan diri.

 

Flashback End

 

Kecelakaan tersebut hampir-hampir menghilangkan nyawanya dan sempat membuat Kyuhyun koma di rumah sakit selama 15 hari. Setelah ia sadarpun, ia belum bisa menjalani hari-harinya seperti biasa karena kecelakaan itu menyisakan trauma yang mendalam bagi Kyuhyun, sehingga ia perlu menjalani pengobatan psikis  beberapa bulan sampai kondisinya benar-benar pulih dan berangsur mulai melupakan ketakutannya.

 

***

 

Ajusshi Lee tampakberlari terbirit-birit menaiki anak tangga penuh kegelisahan. Dengan satu kali gertakan ia pun segera membuka pintu kamar Kyuhyun. Senter yang ia jadikan sumber cahayapun, terus ia sorot kesekeliling ruangan tersebut. Hingga ia terhenti ketika melihat sosok Kyuhyun yang duduk merapat disudut ruangan.

Dari kejauhan Ajusshi Lee melihat Kyuhyun menenggelamkan kepalanya dilipatan kedua tangan dan kaki. Tubuhnya yang bergetar hebat membuat Ajusshi Lee semakin menghawatirkan keadaan Kyuhyun yang sudah cukup lama tidak ia jumpai seperti saat ini. Ia menghampirinya sambil mencoba mendekati Kyuhyun yang ikut duduk berlutut didepan Kyuhyun.

“Kyu… Tenanglah… Ada aku disini.” Ujar Lee sambil mengulurkan tangan kanannya hendak menyentuh bahu Kyuhyun.

Namun, belum tersentuh Kyuhyun mulai mengangkat kepalanya hingga ia menampakkan wajahnya yang sudah dibasahi derai air mata. Namun, tatapannya kosong seakan tak mengenal siapa orang yang kini berada dihadapannya itu.

“Kyuhyun-ah…”

“Neo, nuguya?” sahutnya lemah sambil menangis.

“Ini aku, Kyu. Ajusshi Lee..”

Kali ini Lee berusaha untuk menyentuhnya, akan tetapi dengan cepat Kyuhyun semakin merapat kesudut ruangan. Ia sungguh bukan Kyuhyun yang ceria, senang tersenyum, ataupun lainnya. Sikapnya sangat berbeda dari seperti biasanya, sampai membuat Lee bingung harus melakukan apa.

“Jeogiyo.. Bisakah kalian lebih cepat menyalakan listriknya?!” Ujarnya dengan nada yang tinggi. Tapi rasanya percuma untuk Lee berteriak seperti itu didalam rumah yang begitu megah ini.

“Kyu, kau tidak perlu takut. Ada aku disini.”

“…….” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian kembali menenggelamkan kepalanya seperti semula. Ia menangis dan terus menangis hingga terlihat punggungnya yang bergetar hebat dan tak disangka punggungnya bergetar bukan karena tangisannya, melainkan nafasnya yang telah sesak.

“Kyuhyun-ah.. Kyu…” ucap Lee semakin panik. Karena merasa tidak tega melihat Kyuhyun terus seperti itu, akhirnya Lee memegang kedua bahu Kyuhyun. Dan tak disangka Kyuhyun malah berteriak sejadi-jadinya.

“KELUARKAN AKU DARI SINI!! JEBAL…. BAWA AKU KETEMPAT YANG TERANG!!” teriak Kyuhyun seperti orang yang telah kehilangan akal.

“Tenang, Kyu. listrik dirumah ini akan segera menyala. Jadi kumohon tenanglah, ada aku.” Ucap Lee sambil memeluk Kyuhyun begitu erat. Kemudian Kyuhyun pun meremas pundak Lee begitu kencang seakan tak ingin lepas dari pelukan Lee. Ia benar-benar takut sosok dihadapannya ini menghilang tiba-tiba.

“Ja…ngan.. ting…ggalkann.. aku! To… long… k…u… kelu…arkan… ak..u dari si…ni.. mes…kipun aku tak…. meng..enalmuu. jeb…alll…”

Belum sempat Lee menjawab, akan tetapi Kyuhyun sudah tak sadarkan diri dengan mudahnya.

“Irona, Kyu… Kyuhyun-ah..” panggil Lee sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun yang mendingin perlahan-lahan.

 

***

 

3 hari kemudian

 

Kyuhyun Pov

 

Kubuka mataku perlahan dan  samar-samar kulihat kesekeliling ruangan berwarna putih ini. Sekaligus bisa kutebak pula kalau saat ini aku sedang tidak berada di dalam kamarku.

Saat kukerjap-kerjapkan mata sambil mengusapnya, kudengar seseorang memanggilku dengan suara yang bergetar.

“Eoh, Kyuhyun-ah! Kau sudah sadar?”

“…………” aku hanya diam karena belum bisa melihat wajahnya dengan jelas, meskipun suaranya kukenal.

“Ini aku, Kyu.. Wookie..”

“Ah, ternyata memang benar itu kau?” ujarku sambil mencoba bangun untuk duduk bersandar. Lalu Ryewook pun membantuku dengan meletakkan beberapa bantal dibelakang badanku agar nyaman.

“Kenapa kau katakan itu, Kyu? memangnya kau tidak bisa melihatku?”

“Penglihatanku masih buyar… Jadi aku hanya bisa menebak kalau itu kau dari suaramu.”

Saat penglihatanku kembali normal, kulihat raut wajah Ryewook yang begitu khawatir. Ia terus menatapku hingga aku merasa sedikit tidak nyaman dengan sikapnya ini.

“Kau sungguh mengenalku, bukan?” tanyanya dengan wajah yang ia dekatkan dengan wajahku.

“KYA!! Pertanyaan macam apa itu?”

“Eoh, kau bisa marah-marah, itu berarti kau baik-baik saja.”

“Neo…” aku tercekat, dada ku tiba-tiba saja kembali sakit. Nafasku juga terasa agak sesak, tapi aku tidak mau Wookie tahu kalau apa yang sedang kurasakan saat ini. Sebisa mungkin aku pun menyembunyikan sakit ini dengan tersenyum sinis padanya.

“Disaat senang ataupun susah kau selalu membuatku kesal.”

“Ha… Ha… Ha… Mianhae. Tapi kau yakin baik-baik saja?”

Aku mengangguk dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyentuh dadaku. Lagi pula sesak yang kurasakan juga berangsur menghilang sedikit demi sedikit.

 

“Tuan Muda…”

Mendengar suara itu, akupun segera menoleh dan kudapati Ajusshi Lee yang baru tiba diruangan ini. Hadir ditengah-tengah kami dengan raut wajahnya yang lega sambil tersnyum tipis.

Lain halnya denganku, saat ia berada lebih dekat jaraknya kami. Kedua tanganku pun langsung kuletakan dipinggang.

“CHO KYUHYUN, AJUSSHi….” kulontarkan kata-kata itu penuh dengan penekanan.

“Mwo? Tuan Muda? Aish, sejak kapan ajusshi memanggilmu seperti itu?” ujar Ryewook sambil terkekeh dan menunjuk kedekat hidungku. Dengan sigap, aku segera menggigit jari telunjuknya itu dengan kuat.

“Aaahhhhh! KYA! Appooo….” ucapnya yang kesakitan sambil sekali-kali meniupi jari telunjuknya yang mungkin terluka itu.

“Salahmu sendiri. Kenapa terus menerus mengejekku?”

“Ah.. Untung saja jari telunjukku ini tidak putus.”

“Ishhh.. Oh ya, Ajusshi. Kenapa aku bisa disini?”

“Kau tidak mengingatnya?”

“Mollayo.. Mungkin aku lupa, bisakah kau menceritakannya padaku, ajusshi?”

“Kau pingsan dikamarmudan telah dirawat di rumah sakit ini selama 3 hari.” Sambung Ryewook yang malah menyahut ucapanku.

“Mwo ya? Selama itukah?”

“Apa kau benar-benar tidak mengingat saat hujan besar turun? Saat itu juga listrik dirumah padam. Selang beberapa waktu kemudian ku dengar kau berteriak dan menemukanmu duduk disudut kamar. Terlebih lagi Kyu, kau bahkan seperti tidak mengenaliku saat ini. Kau tahu, Kyu? Aku takut kau kembali seperti dulu. Aku takut traumamu itu kembali mengganggumu.” Jelas ajusshi panjang lebar. Aku terdiam sambil menatap wajahnya yang cemas itu, lalu kukembangkan senyum yang terbilang dipaksakan ini.

“Aku baik-baik saja, ajusshi. Lagipula kejadian itu sudah terjadi 8 tahun yang lalu. Aku sudah mulai melupakannya. Tenanglah….”

“Seperti itu kau bilang sudah mulai melupakannya?” timpal Ryewook.

“Aigo.. Sudahlah yang pentingkan aku baik-baik saja.” Celetukku kesal.

“Sejak malam itu pula aku kembali melihatmu seperti saat itu. Jebal, Kyu… Jangan seperti itu lagi. Arraseo? Pakailah headset atau headphone untuk menyumbat telingamu ketika ada gemuruh petir.” ucapnya penuh harapan sambil mengenggam telapak tanganku.

“Tanpa perlu kau suruh, bertahun-tahun aku selalu melakukannya hingga kini, ajusshi. Karena hanya itulah yang mampu kulakukan ketika hujan turun. Ah, tapi mau bagaimana lagi kalau kemarin baterai mp4 dan ponselku habis? Aku benar-benar tak menyangka hal seperti ini bisa terjadi. Mianhae, karena membuat kalian terus menghawatirkanku.”

“Anni, Kyu. gwaenchanna…” sahut Wookie.

“Oh ya, bolehkah aku pulang?” ujarku semangat agar tidak terus berlarut dalam rasa bersalah.

“Mwo? Kau baru saja sadar dan keadaanmu itu juga belum benar-benar pulih. Uisa sekalipun akan langsung melarangpun untuk pulang.” Jawab ajusshi sigap.

“Tapi aku tidak suka disni! Aromanya mengingatkan kudengan  kejadian eomma, appa, dan kecelakaan yang kualami, ajusshi.. Oh ne, makanan disini juga tidak enak. Aish, kesehatanku akan semakin memburuk jika terlalu lama disini.” Renggekku mencari segudang alasan.

“Itu hanya alasanmu agar cepat pulang kerumah, bukan?” tukas Ryewook berterus terang.

“KYA!! SEBENARNYA KAU ITU TEMANKU ATAU BUKAN SIH? KENAPA KAU TIDAK PERNAH MEMBELAKU SEDIKITPUN..” bentakku kesal tanpa memikirkan kalau aku sedang sakit.

“Bukankah memang itu hanya alasanmu? Hingga makanan dirumah sakit ini saja, kau jadikan alasan. Katakan saja padaku apa yang ingin kau makan biar aku yang membelikannya untukmu!”

“Aku mau jajangmyun, daeboki, kimchi, dan arak beras.” Pintaku bertubi-tubi.

“Ternyata pingsan selama tiga hari membuatmu begitu kelaparan ya? Geurrae, akan kubelikan semua itu untukmu. Chankhammaneyo…” tuturnya sambil berlalu keluar kamar.

“Jangan terlalu lama, Wookie-ah. Jika tidak, maka maag ku akan kambuh!!”

“AISHH!! CEREWET..!” bentaknya dari luar kamar rawat.

 

Saat ini, tinggallah aku dan Ajusshi Lee didalam kamar rawat ini. Sejenak kulihat wajahnya yang sedih sambil terus menatap wajahku.

“Ajusshi….”

“Oh, ne!” Sahutnya kikuk.

“Jadi kapan aku boleh pulang?”

“Tunggulah beberapa hari lagi, Kyu. Hasil pemeriksaanmu saja belum keluar. Jebal… Sedikitlah bersabar!”

“Eoh, hasil pemeriksaan, ajusshi? Apa sakitku ini cukup serius, sampai-sampai aku harus menjalani pemeriksaan?” Imbuhku dengan kening yang berkerut karena benar-benar tak menyangka sudah menjalani pemeriksaan. Dan untuk kesekian kalinya juga aku mempergoki ia melamun sambil menatap wajahku dengan menunjukkan wajah sedihnya yang begitu kubenci.

“…….” Ia terus terdiam hingga membuatku merasa begitu kesal.

 

 

 

 

 

Tbc

12 thoughts on “Ohae Hajimaseyo, Hyung! Jebal… Part 4

  1. Bacanya baru mpe part 4, tp udh sedih gt bacanya.
    Oh y, Min. aku baca FF “Married with Mr. Bad boy” mpe part 11, aku pnasaran sama endingnya. kira2 blh gak kl aku mnta password’y spy aku bs baca last part’y. sblm & stlh’y makasih y. aku tggu scpt’y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s