Waiting for You_ // Twoshoot (End)

 

Waitingfy

 

Tittle: Waiting for u_

Author: Echa pamkinsparkyu

Genre: Mix-
(Tragedi,sad,romance,fantasy) pokonya tentukan sendiri.

Cast :
– sungmin sj
– kyuhyun sj
– jesicca snsd
– taeyon snsd
support cast : temukan sendiri

Anyeong chingudeul…
#lambai-lambai tangan ala miss Univers-))
Sebelumnya saya pernah share ff oneshoot yang masih abal-abal.
kali ini saya bawa ff yang agak panjang saya harap si lebih baik dari ff pertama saya.
tapi gak banyak partnya soalnya saya belum jago bikin ff, gak kaya Author2 senior yang ffnya daebak + alur ceritanya panjang.
Karna Saya masih belajar.
cukup twoshoot aja ne.. ??
Ff ini real dari ketikan tangan saya dan semua ide ff, saya search sendiri dari otak saya.
No bash
No copas.. !!!
Berbekal semangat + peluk cium dari namjachingu saya (kyumin)
#di bully pamkin-sparkyu))
Jadilah ff ini-

 

Link Part 1

Part 1

 

Ini Part 2 + Ending

Kyuhyun sejak tadi mencari sicca, ia terkejut saat melihat sicca menangis di bangku taman.

“Aiggo.. Kau menangis sicca, waeyo hmm.. ?tanyanya

Merasa tidak kuat menahan siksaan batin ini sendirian sicca pun memeluk tubuh kyuhyun dan menangis sejadi-jadinya.

“Dia belum kembali kyu.. Dia belum kembali. seharusnya dia sudah kembali tapi sudah hampir satu bulan aku belum menemukannya kyu.. Aku lelah terus menunggunya, aku lelah ” Ucap sicca mempererat pelukannya pada kyuhyun

Kyuhyun mengusap lembut punggung sicca memberi yeoja ini ketenangan hanya ini yang bisa ia lakukan.
walau sebenarnya sakit hati juga di rasakannya karna yeoja yang ia cintai menangis di pelukanya gara-gara namja lain.
tapi kyuhyun tidak ingin memperburuk keadaan dengan menyatakan perasaanya pada sicca.
Sicca sangat mencintai lee sungmin Ia tidak mau menjadi dinding penghalang kebahagiaan sicca.
“Sicca.. Jebal jangan seperti ini aku kembali bukan untuk melihat tangisanmu. Aku kembali untuk melihat keceriaan di wajahmu”
kyu berkata dalam hati.

“Uljima sicca, kau tau? Wajahmu tambah jelek saat kau menangis” ucap kyu meledek seraya melepaskan pelukan sicca

“Kyuuu.. ” Sicca hanya mendengus kesal namun perasaanya sudah lebih baik sekarang, itu semua berkat kyuhyun.

“Kita pulang saja ne?” Ajak kyuhyun.
Sicca hanya menganggukkan sedikit kepalanya.

Mereka berjalan meninggalkan sungmin yang masih terduduk di bangku taman.

Sungmin pov_

“Gomawo kyuhyun, karna kau selalu menjaga sicca dan membuatnya tersenyum.
Jika aku tidak bisa kembali dan tidak bisa berada di sisinya lagi.
Aku akan tenang karna sicca jatuh ke tangan yang tepat.
jaga dia kyu jangan biarkan dia menangis, jeballl .. ”
Ucap sungmin lirih di iringi dengan isakan, matanya masih menatap sicca dan kyuhyun.

(END… Pengennya si cukup sampe disini soalnya kasian sama bang umin yang terombang ambing gk jelas di antara idup dan mati. Hehe. Tp gk seru kalo belom happy. So.. Yesungminlah Lanjut)

Gangnam hospital-:)
Ji hyun masih sibuk merawat namja yang terbaring koma, setiap hari ji hyun membasuh wajah dan tubuh sungmin dengan handuk hangat.
“Heeiii tuan apa kau tidak bosan terus tertidur seperti ini, kau sudah seperti putri tidur saja, emm.. Bukan putri tapi pangeran tidur”
Ji hyun mengajak sungmin bicara namun tetap tidak ada respon.

Ji hyun tersenyum memandang wajah tampan sungmin.
“Aiiigoo.. wajahnya bagaikan bayi tidak berdosa jika sedang terlelap seperti itu. Heii tuan.. Jangan kau pasang tampang polosmu itu, kau tau, kau membuatku terpesona” Ucap ji hyun seraya tersenyum.

Sudah hampir sebulan tepatnya sudah 3minggu sungmin belum sadarkan diri.
Namun ji hyun dan appanya tuan park masih bersedia merawat sungmin padahal diantara mereka tidak ada ikatan apa-apa.
Itu semua hanya karna kebaikan tuan park,
Mungkin juga karna tuan park pernah mempunyai seorang putra bernama park jung so yang meninggal akibat kecelakaan pesawat saat kembali dari jepang.
Sama seperti yang sungmin alami karna itulah tuan park tidak tega jika harus membiarkan hal yang sama menimpa sungmin.

Sungmin sudah merasa lelah dengan semua ini sudah hampir satu bulan ia terpisah dari raganya,
Sungmin mulai putus asa dengan keadaanya karena sampai sekarang sungmin belum tahu dimana tubuhnya keberada.
Akhirnya ia memutuskan untuk menemui taeyon untuk meminta bantuan bagaimana cara untuk bisa keluar dari masalah ini.
karna taeyon lah satu-satunya manusia yang bisa melihat dan berbicara dengannya.
Sungmin ingat bahwa taeyon juga bisa melihat masa depan seseorang.

Apartemen seoul_

Yeoja cantik dengan kacamata besarnya sedang asyik memainkan jari jemarinya di atas keyboard macbooknya matanya terus menghadap layar tanpa berkedip.
Ini lah yang dilakukan taeyon di waktu senggangnya mengetik dan terus mengetik.
Menulis sudah menjadi bagian dari hidupnya di saat teman2nya memilih untuk makan-makan atau sekedar untuk jalan-jalan taeyon lebih memilih menulis mencurahkan semua khayalan dan imajinasinya.
Taeyon terus saja mengetik tanpa ia sadari namja dengan keadaan yang sangat kacau duduk tidak jauh dari tempatnya menulis.
Namja itu terus memperhatikan taeyon tanpa bersuara sesekali ia hanya menghela nafas karna merasa di acuhkan.
taeyon merasa tenggorokanya kering ia berniat mengambil minuman di dapur apartmenya.
Saat tubuhnya berbalik ia terkejut melihat seorang namja yang tampangnya benar2 berantakan dengan kedua tangan menyangga dagunya.

“Aiigoo.. Kau, kau mau membuatku mati eoh? Sejak kapan kau berada di situ?”
Ucap taeyon dengan memegang dadanya karna terkejut.
“Kau saja yang terlalu fokus dengan benda itu” jawabnya cuek.
Taeyon hanya menghela nafas panjang dan melangkah menuju dapur.
Haus… Itulah yang saat ini taeyon rasakan

Taeyon segera mengambil minum dari lemari esnya.
“Emm… Segar” gumam taeyon
Namun wajah senang taeyon seketika lenyap karna terkejut sungmin sudah ada di hadapanya.
“Yaakk.. Kau benar-benar ingin membuatku mati eoh?” Teriak taeyon. Karena lagi-lagi sungmin mengejutkannya.

“Ah.. Anio, aku tidak bermaksud mengejutkanmu taeyon. Mianhe.. ” Ucap sungmin lirih

“huuft.. Baiklah, kau butuh bantuan? ” Pertanyaan taeyon langsung di balas sungmin dengan anggukan.

Skip-

Taeyon mulai mencari tubuh sungmin ke semua rumah sakit yang ada di kota seoul.
Tapi hasilnya tetap nihiL taeyon belum menemukan tubuh sungmin .
ia merasa lelah melakukan semua ini.
Tp ia tidak mau menyerah begitu saja entah kenapa taeyon sangat ingin membantu sungmin.
Mungkin ia merasa kasihan melihat sungmin terkatung-katung di antara hidup/mati.
Taeyon duduk di bangku taman kota seoul kaki nya terasa pegal.
Sungmin menghampiri taeyon yang sedang memijat-mijat kakinya sendiri.
“Mianhe telah menyusahkanmu”
Ucap sungmin secara tiba-tiba membuat taeyon sedikit terkejut
“Ahh.. Anio.. Jangan berfikir seperti itu” jawab taeyon mencoba menghibur sungmin agar sungmin tidak merasa bersalah.
Mereka terdiam sejenak
“Aku baru ingat, pesawat yang aku tumpangi mengalami gangguan di atas perairan gangnam” sungmin memecah keheningan dan mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya

“kemungkinan besar tubuhmu berada di salah satu rumah sakit yang ada di gangnam
Besok aku akan mencari disana, kau mau ikut?” ajakan taeyon langsung di sambut dengan anggukan dan senyuman khas lee sungmin.

Kamar taeyon_

yeoja dengan piyama birunya bersiap untuk merentangkan tubuhnya di atas ranjang.
Namun setelah 30 menit ia berbaring matanya belum juga terpejam.
Ia masih menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba saja ia terbayang wajah namja yang belakangan ini dekat dengannya.
“Lee sungmin.. Mengapa aku terus memikirkannya dan mengapa jantungku berdetak cepat jika berada di dekatnya. Ahh ini tidak mungkin, aku tidak mungkin jatuh cinta pada namja itu dia sudah mempunyai yeojachingu.”
Taeyon mencoba membuang jauh-jauh pikirannya itu

Author pov-:)

Gangnam hospital_
Satu2nya rumah sakit di seoul yang belum taeyon datangi.
ia berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit begitu juga dengan sungmin yang terus mengikuti langkah kaki taeyon.
hingga sampailah ia di sebuah ruangan yang baru saja di beritahu oleh salah satu suster yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Flash back-
“Kau yakin tubuhku ada dirumah sakit sini?aku sendiri tidak yakin”Tanya sungmin pada taeyon sambil terus berjalan

“Yaakk.. Lee sungmin, kau tidak boleh putus asa. Kau harus optimis” jawab taeyon mempercepat langkahnya

Taeyon menghampiri suster yng baru keluar dari salah satu ruangan.
“Permisi suster apa di sini ada pasien bernama lee sungmin dia salah satu korban kecelakaan pesawat”

“Tunggu sebentar saya cek di daftar pasien” ucap suster sambil membalik lembar demi lembar daftar pasien.
Taeyon hanya menatap dengan wajah penasaran dan penuh harap.

” Sepertinya tidak ada nona, tapi ada salah satu pasien tanpa nama yang di rawat di sini. ”
Ucap suster

“Baiklah.. Dimana pasien itu dirawat..?” Sahut taeyon antusias

“Namja itu di rawat di ruang D no 01, di lantai 2”

“Oh ne.. Kamsahamnida suster” ucap taeyon sedikit membungkuk

“Kajja… ” Ajak taeyon pada sungmin

Suster menatap taeyon dengan tatapan penuh tanda tanya karna melihat taeyon bicara sendiri.
“Dia bicara dengan siapa? Aneh.. ”
Ucap suster sambil menggeleng2kan kepalanya dan terus menatap taeyon hingga tubuh taeyon mengilang di balik pintu lift.

Flash back end-:)

D 01
Langkah taeyon terhenti sejanak ia menatap pintu kamar rumah sakit meyakinkan bahwa ini lah kamar yang ia cari.
Taeyon membuka pintu kamar dengan perlahan nampaklah seorang yeoja cantik yang sedang merapatkan selimut ke tubuh seorang namja yang tengah terbaring lemah.
Selangkah demi selangkah taeyon mendekati yeoja itu,
Sementara sungmin sudah terpaku di samping ranjang dengan tatapan sendu.
ia menatap tubuhnya sendiri yang tengah terbaring tak berdaya.

“Mianhe.. Kau mencari siapa eoni.. ??” Ucap ji hyun yang menyadari kedatangan taeyon.

Taeyon hanya terdiam dan terus berjalan mendekati tubuh sungmin tanpa menjawab pertanyaan ji hyun.
Taeyon membungkam mulutnya seakan tidak percaya bahwa yang ada di hadapanya adalah sungmin yang asli.
Tanpa ia sadari air mata keluar dari sudut mata kirinya karna terharu. sesekali ia menatap sungmin yang sedang menatap tubuhnya sendiri dengan sungmin yang sedang terbaring secara bergantian.

“Eoni..kau belum menjawab pertanyaanku” Suara ji hyun membuyarkan lamunan taeyon

“Ohh.. Ne, aku mencarinya” ucap taeyon menunjuk kearah sungmin
“Dia sepupuku yang menghilang sebulan yang lalu, apa kau yang merawatnya selama ini?”

“Ne .. Appaku menemukanya di laut dan membawanya ke sini tapi sayangnya sampai sekarang dia masih koma, kami tidak bisa menghubungi siapa-siapa karna tidak menemukan satupun tanda pengenal di tubuhnya”

“Gomawo.. Aku sangat berterima kasih karna kau telah bersedia merawat dan membiayai semuanya”

“Apa kau ingin membawanya pindah dari rumah sakit ini?” ucap ji hyun

Taeyon terdiam karna ia belum tau apa yang akan ia lakukan setelah menemukan tubuh sungmin.

“Aku mohon jangan, biarkan aku merawatnya sampai dia siuman aku sudah menganggapnya sebagai oppaku” tambah ji hyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca

Taeyon memeluk ji hyun karna tidak tega melihatnya menangis.
“Uljima.. Oh ya siapa namamu?
“Ji hyun imnida” jawab ji hyun
-skip..))

sicca berjalan menyusuri taman kota seperti biasa sungmin masih setia mengiringi langkah sicca walau tidak terlihat oleh sicca.
Di temani juga dengan bunga sakura yang berguguran menambah suasana romantis diantara mereka tapi sayang sicca tidak pernah menyadari kehadiran sungmin.
Sicca duduk di bangku taman seraya memejamkan kedua matanya menghirup udara hari ini menghela nafas membiarkan semua penat berhambur bersama nafasnya.
sungmin menatapnya lekat-lekat seakan tidak membiarkan sicca hilang dari pandanganya namun tubuh sungmin tiba-tiba saja memudar dan menghilang.

1 minggu kemudian- gangnam hospital _:)

Taeyon dan jihyun saling bertukar cerita sambil menjaga sungmin.
Sudah 1 minggu ini taeyon tidak bertemu dengan sungmin ia menghawatirkan keadaan sungmin karna biasanya setiap hari sungmin menemuinya dan bercerita tentang semua yang dilakukan sicca setelah ia mengikuti sicca.
tapi sudah 1 minggu ini ia tidak bertemu dengan sungmin.
“Kau di mana sungmin.. ” Ucap taeyon dalam hati sambil memegang tangan kanan sungmin yang terasa dingin.

Perlahan sungmin membuka matanya yang terasa amat berat sedikit demi sedikit ia berusaha membuka matanya.
mengedarkan pandanganya ke segala arah.
“Taeyon..ji hyun” Kata2 pertama yang keluar dari bibirnya setelah ia sadar dari koma.
Mereka terkejut melihat sungmin yang terbangun dari tidur lelapnya selama ini.
“Sungmin..”
“Oppa..”
Ucap taeyon dan ji hyun bersamaan.
Mereka saling memandang dan saling melempar senyum.
“Ji hyun.. Bisa kau panggilkan dokter” perintah taeyon
“Ne eon.. ” Sahutnya segera berlari keluar kamar di mana sungmin di rawat.
“Taeyon.. Gomawo” ucap sungmin yang di balas dengan senyum manis taeyon.

Hari demi hari kesehatan sungmin mulai membaik.
Taeyon dan ji hyun selalu menemani sungmin sampai ia benar2 sehat kembali.
Hari ini sungmin sudah bebas dari semua alat2 medis yang selama 2 bulan menemaninya.

“Ji hyun, jaga ajushi ne.. Gomawo telah merawat oppa selama ini.”
Ucap sungmin seraya memegang kedua pundak ji hyun
“Ajushi.. Kamsahamnida sudah menolongku”
Tuan park hanya tersenyum dan memberi sungmin sedikit pelukan

“oppa, sering2lah mengunjungi kami”

“Ne.. Saeng, Uljima ji hyun”

Ji hyun menganggukan kepalanya.

“Oppa pergi dulu ne” sungmin melambaikan tangan ke arah ji hyun dan tuan park.
Mereka membalas lambaian tangan sungmin.

-skip

Sungai han-
Tidak ada bosanya sicca menunggu dan terus menunggu walau kekecewaan yang selalu ia dapatkan.
Sore ini… Seperti biasa ia duduk menyilangkan kedua kaki jenjangnya di atas rerumputan yang tumbuh subur memandang lurus kedepan dan tidak perduli dengan hiruk pikuk di sekitarnya ia terus saja menghadap kedepan tanpa mengalihkn pandanganya dari aliran sungai han.
Sampai akhirnya seorang namja tampan berdiri di dekat sicca dan berkata “apa kau menungguku”

Sicca tersentak mendengar suara namja itu dan menoleh kearah suara tadi.
Sicca berdiri dan menatap lekat2 namja yang ada di hadapanya kedua tanganya menyentuh pipi namja itu
Seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Namja itu hanya tersenyum
“Oppa..” Ucap sicca lirih dan langsung menghambur kepelukan sungmin
“Ne chagi”
“Kau kemana saja kenapa baru kembali hah..??oppa.. setiap hari aku selalu menunggumu setelah tau kau akan kembali ke korea. Tapi setelah 2bulan aku menunggu kau baru menampakan wujudmu hari ini, keterlaluan. Kau mau membuatku mati karna menahan rindu hah?”
Cerocos sicca panjang lebar dan tentu saja itu membuat sungmin terkekeh.

“Heii jesicca.. Satu tahun tidak bertemu denganmu kau tidak berubah masih saja cerewet” sungmin mulai meledek sicca

“Aiiisshh oppa..” Rengek sicca manja

“Heii.. Kau membuat oppa sesak nafas dengan pelukanmu itu”
Mendengar perkataan sungmin sicca justru mempererat pelukanya

“Itu akibatnya karna sudah membuatku rindu padamu oppa” ujar sicca
Sungmin tersenyum mendengar perkataan sicca dan membalas pelukan sicca karna ia juga sangat merindukan yeoja yang sekarang berada di pelukanya.
“Inilah siccaku, yeoja periang cerewet dan manja.” Ucap sungmin dalam hati

Langkah kyuhyun terhenti melihat pemandangan yang membuat tubuhnya mematung membiarkan 2 cup es cream terlepas dari genggaman tangannya.
Sakit memang… Namun kyuhyun berusaha berteman dengan rasa sakit itu.
Seulas senyum terlukis di wajah tampanya melihat sahabatnya bahagia.

Wajah taeyon memancarkan kebahagiaan melihat namja yang ia sayangi menemukan kehidupannya kembali.
Taeyon hanya berani memandang dari kejauhan ia takut tidak bisa menahan air mata di hadapan sungmin.
Tiba-tiba terlintas bayangan-bayangan yang sedang bermain di dalam pikiranya, bayangan yang sama sekali tidak pernah ia alami sebelumnya.

play» (taeyon)
Yeoja kecil dengan rambut kuncir kuda mencoba meraih tangan appanya.
Sambil tertatih ia terus mencoba mendekati dan meraih lolipop yang berada di tangan appanya.
Eomma muda yang melepaskan yeoja kecilnya hanya memberi semangat kepada yeoja kecilnya agar bisa menggapai tangan appanya.
Mereka sedang melatih yeoja kecilnya berjalan.
Sungguh keluarga kecil yang bahagia

“Mereka terlihat bahagia ne chagi, kapan kita bisa seperti itu” ucap seorang namja yang berbaring di sampingku.
Sementara aku hanya menatap layar macbook ku tanpa menjawab pertanyaanya.
“Chagii.. Aku ingin seperti itu” rengeknya
Aku tidak menghiraukanya karna aku sedang fokus dengan novel yang sedang aku garap saat ini.
“Yaaakk… Kau mengacuhkanku eoh?” Bentaknya sambil menutup layar macbook ku.
“Oppa apa yang kau lakukan aku sedang menyelesaikan novelku,
ini bagian akhir oppa,”

“Jadi Kau lebih mementingkan benda bodoh itu dari pada aku, namjachingumu”

“Apa.. Benda bodoh? Benda yang ada di tanganmu jauh lebih bodoh oppa” sahutku sambil menunjuk Psp di tangannya

Namja itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaanku.
Dan berganti posisi menjadi duduk sejajar denganku.

“Chagiii… ” Rengeknya tepat di telingaku

“Emm.. Wae oppa?”

“Bagaimana kalo akhir ceritanya seperti ini”
*chuupp*…
Namja itu mencium lembut bibirku.

#off-

Author-

Saat taeyon sadar bahwa yang ia lihat hanya halusinasi semata ia membalikkan tubuh mungilnya.
Betapa terkejutnya taeyon karna ia mendapati namja yang baru saja ada dalam bayangannya.
Taeyon membisu menatap namja bertubuh tinggi di hadapanya.
Menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Taeyon teringat bayangan yang baru saja berputar dalam otaknya seketika itu pula taeyon berteriak…
“Kyaaaa.. Namja psp”…
Dan langsung berlari menjauh dari namja psp / kyuhyun

Kyuhyun merasa aneh karna yeoja di depanya tiba-tiba berteriak dan menyebutnya namja psp.
“Namja psp”.. Fikirnya sambil terus memandang yeoja itu

END-

Akhirnya selesai juga.
Karna saya bikinya agak2 lelet. Hehe
Mianhe kalo endingnya terkesan terburu-buru.
Mianhe kalo bahasanya/ketikanya ambrul adul
karna setelah selesai, saya gk ngecek lagi.
itulah kekurangan saya.

Karna author ngetik di Hp jadi mian kalo typo ngikut eksis + kata2 yang di singkat.
Mian.. Mian.. Mian..
sampai ketemu di ff ku selanjutnya ya chingu…
pai_pai

Gimana Readers.. ??
Ayo RCL.. (Wajib)

One thought on “Waiting for You_ // Twoshoot (End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s