SWEET LOVE LIKE A CAKE –> Part 1

 

sWEETLOVE

Cast :
@ taeyeon SNSD
@ gi kwang BEAST
@ lee jong suk
@ ji young KARA
@ jiyeon T-ARA
@ key SHINEE
@ leetuk SUJU
@ gyuri KARA

SWEET LOVE LIKE A CAKE  –> part 1  (Re Post)

 

Hai…ini fanfic pertamaku,semoga aja kalian semua suka..temanya sih g jauh-jauh dari masalah romantis dan tentang dua orang yang jatuh cinta,semua itu sudah terangkai lewat fanfic ini.

Aku berharap kalian semua suka,tapi tentu saja kritik dan saran kalian sangat bermanfaat buat ff ini. So,author mohon bantuan kalian semua untuk menyempurnakannya, jadi silahkan tinggalkan komentar atau saran kalian pada fanfic ini ya.

oh ya,biar lebih dekat dengan castnya,aku dah bikin posternya. Hehehe mian kalau jelek…^^

 

Author : OREN (FB : ulfa mutmainnah kissmelf)
Genre : romance
Length : continue
Rate : PG 17+
backsound : losing my mind(lee seung gi), just wind (park hyo sin)

disclamer : FF ini murni berasal dari isi otakku selama berhari-hari,tlg dihargai dengan meng-like atau coment. Dilarang meng-copy tanpa izin author!!!

 

-***-

‘Musim semi sudah tiba..Tidak terasa sudah satu tahun lebih dia meninggalkanku,apakah dia baik-baik saja disana?’ gumam taeyeon sembari tersenyum menengadahkan kepalanya memandang langit biru diatasnya. Dia merapatkan kembali mantelnya yang sedikit tersingkap karena angin dipantai itu sedikit kencang. Pandangannya menerawang melihat pemandangan laut yang indah didepannya. Ingatannya tentang setahun yang lalu,kembali muncul..

***

Taeyeon..taeyeon… suara itu terdengar sayup-sayup di telinga taeyeon yang masih tidur tapi perlahan-lahan suara itu mendekat.

Taeyeon merasakan seseorang mendekati tempat tidurnya. Dia adalah kakak taeyeon,leetuk. Seperti biasanya setiap pagi,dia akan membangunkan taeyeon karena jika tidak dibangunkan,taeyeon akan bangun kesiangan.

 

‘Taeyeon..ayo bangun,ini sudah jam berapa?nanti kau akan terlambat ke sekolah’ suara lembut leetuk terdengar sayup-sayup ditelinga taeyeon.

 

‘Ah,sebentar lagi kak..aku masih ngantuk..’ jawab taeyeon manja sembari menarik kembali selimutnya dan membalikkan tubuhnya membelakangi kakaknya.

 

Taeyeon,gadis yang masih bersekolah di salah satu SMA di Seoul dan tahun ini dia sudah memasuki tahun ketiganya di sekolah itu. Dia tinggal berdua saja dengan kakaknya yang bernama Leetuk. Karena taeyeon dan kakaknya sangat suka membuat kue,mereka kemudian mengelola sebuah toko kue disamping rumah mereka. Orang tua mereka sudah meninggal saat taeyeon masih berumur 10 tahun jadi,leetuk lah yang merawat adiknya taeyeon sampai sekarang.  Leetuk 7 tahun lebih tua dari taeyeon. Walaupun adiknya manja tapi dia sangat sayang pada adiknya.

 

‘bukankah hari ini hari pertamamu masuk sekolah lagi?’ leetuk terus membujuk adiknya,dia selalu bersabar jika menyangkut masalah adiknya,karena rasa sayangnya yang besar kepada taeyeon.

’kamu tidak mungkin kan membiarkan kakakmu ini tidak membuka toko hanya karena seharian membujuk adiknya untuk bangun?’goda leetuk.

‘iyya..iyya kak,aku bangun..’ Setelah dibujuk berkali-kali oleh kakaknya,akhirnya taeyeon menurut juga.

Sebenarnya dia masih tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya,tapi karena dia merasa kasihan melihat kakaknya yang selalu berusaha membangunkannya tiap pagi,akhirnya mau tidak mau dia harus menurut juga. Terkadang dia merasa kasian melihat kakaknya banting tulang demi membiayai sekolahnya apalagi kakaknya sudah susah payah merawatnya sendirian.

‘selesai mandi,kita sarapan bersama jadi jangan lama-lama ya..,kakak mau sekalian membuka toko.’leetuk tersenyum. Taeyeon hanya mengangguk malas.

‘itu baru adikku yang manis…’ leetuk mengacak-ngacak rambut adiknya sebelum pergi.

 

#music playing LOSING MY MIND#

 

Taeyeon mengayuh sepedanya menuju sekolah. Dia sangat menikmati perjalanannya sambil mendengarkan musik lewat earphonenya. Di depan sekolah dia bertemu dengan jiyeon yang sudah menunggunya. Dia adalah sahabat taeyeon.

Mereka berdua kemudian berjalan memasuki sekolah. Dari jauh terdengar suara teriakan siswa-siswi dan banyak kerumunan siswa dihalaman.

 

Kyaaaa……..gi kwang..!!!keyy..!!!teriak hampir semua siswi disitu.

Gi kwang..!!!gi kwang.. !!! kyaaaaa….!!!

Keeeyy..!!keyyyy..!!kyaaaa..key..!!!

 

Taeyeon hanya geleng-geleng kepala. Dia juga sebenarnya tidak tahu dan tidak peduli siapa yang sedang menjadi pusat perhatian siswa-siswi disitu. Taeyeon tidak menghentikan langkahnya dan tetap menuju ke kelas begitupun dengan jiyeon tanpa menghiraukan teriakan siswa-siswa yang memenuhi halaman pagi itu.

 

‘apa yang terjadi dihalaman sekolah kita hari ini?kenapa banyak kerumunan siswa?apa ada artis yang sedang berkunjung ?’tanya taeyeon sekenanya setelah mereka sampai didalam kelas.

‘apa kau benar-benar tidak tahu?’jiyeon balik bertanya

‘tahu apa?’ tanya taeyeon lagi

‘oh y..bukannya kemarin kau tidak datang kesekolah oleh sebab itu kau tidak tahu tentang mereka.kemarin di acara penerimaan siswa baru,ada 2 murid baru yang pindah ke sekolah kita,’jawab jiyeon.‘dari berita yang kudengar mereka pindahan dari amerika’,tambahnya

 

Kemarin  memang taeyeon tidak kesekolah karena dia sedang demam dan itu bertepatan dengan penerimaan siswa baru dan hari pertama taeyeon di tingkat tiga

‘ooo….,tapi kenapa siswa-siswa disekolah sangat antusias pada mereka?bukannya mereka hanya siswa pindahan?’

 

Jiyeon mulai menjelaskan panjang lebar tentang kedua siswa baru itu. mereka berdua merupakan pewaris tunggal semua bisnis ayah dan ibunya.Lee gi kwang nama siswa baru itu,Ayahnya  seorang pemilik perusahan besar dikorea dan sudah mempunyai cabang dimana-mana dan kini sudah merambah ke luar negeri. Ibunya juga memiliki beberapa perusahaan dan mengelola bisnis bersama ayahnya mulai dari bisnis perhotelan,resort,department store dan masih banyak lagi bisnis yang lainnya, begitupun dengan key siswa baru yang satunya.intinya,mereka berdua bukan orang biasa dan terlebih lagi mereka sangat populer sejak kemarin.

Taeyeon hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan jiyeon.

 

‘hei kenapa ekspresimu biasa-biasa saja ?’ jiyeon cemberut melihat ekspresi taeyeon yang biasa-biasa saja padahal dia sudah bersemangat menceritakan tentang kedua anak baru itu.

‘jadi aku harus berekspresi seperti apa?’ tanya taeyeon santai

‘apa kau sama sekali tidak merasa kedua siswa baru itu sangat hebat karena punya orang tua yang kaya raya?’

‘biasa saja…’ cuek taeyeon

‘bagaimana kalau suatu hari salah satu diantara mereka menyukaimu?’

‘tidak mungkin…itu takkan terjadi!’

‘kenapa?!’

‘karena aku sudah menyukai orang lain,’senyum taeyeon sambil melihat kearah pintu

Jiyeon juga ikut melihat kearah pintu,dari sana mereka melihat seorang laki-laki yang sedang berjalan menuju ketempat duduknya dengan gaya yang cuek sambil memakai earphone.

‘maksudmu lee jong suk?’ tanya jiyeon merendahkan sedikit nada suaranya.

Taeyeon hanya mengangguk tersenyum sambil tetap memperhatikan orang yang bernama lee jong  suk itu.

‘apa kamu masih menyukainya?bukankah dia orang yang sukar untuk didekati karena gayanya yang cuek seperti itu?

 

Taeyeon memang sudah menyukai lee jong suk sejak kelas 1 sma. Dia sudah sekelas dengan jong suk sejak itu. Lee jong suk adalah ketua kelas mereka,selain pintar dia juga jarang berbicara dan itu membuat banyak siswi-siswi semakin menyukainya termasuk taeyeon. Tapi taeyeon belum pernah sekalipun mengobrol dengannya jadi taeyeon hanya menyukainya diam-diam.

‘iyya…aku sangat menyukainya’. Jawab taeyeon sambil terus memandangi lee jong suk.

Jiyeon hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.

 

***

Hari ini taeyeon berangkat kesekolah tanpa jiyeon. Sahabatnya itu,tidak datang ke sekolah karena dia harus ke pemakaman ibunya. Ibu jiyeon sudah meninggal sejak dia berumur 10 tahun dan dia hanya tinggal bersama ayahnya. Dan hari ini tepat peringatan kematian ibunya oleh sebab itu dia tidak datang ke sekolah.

Taeyeon berjalan menuju ke perpustakaan sekolah untuk mencari bahan tugas. Taeyeon ingin cepat sampai diperpustakaan karena dia tahu lee jong suk pasti ada disana itulah sebabnya dia terburu-buru berharap bisa bertemu jong suk disana. dia hampir sampai di depan perpustakaan,tiba-tiba dari arah belakang terdengar seseorang sedang memanggilnya, diapun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang mencari orang yang memanggilnya itu.

 

‘hei…!’,panggil orang itu,yang tak lain adalah gi kwang. Dia tersenyum dan perlahan mendekati taeyeon. taeyeon hanya memandangnya dengan heran.

‘apa kau memanggilku?’ tanya taeyeon sembari menunjuk dirinya sendiri.

Dalam hatinya bergumam,’manis juga nih anak,sepertinya aku baru melihatnya disekolah ini’.

Tapi dia kembali teringat kalau dia sedang terburu-buru,’maaf ya,aku sedang terburu-buru dan sedang tidak ada waktu untuk berbicara denganmu sekarang.’

Taeyeon ingin segera masuk kedalam perpustakaan tapi dengan cepat dicegah gi kwang.

 

Gi kwang mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya dan menyodorkannya pada taeyeon ‘aku ingin mengembalikan ini,ini terjatuh dihalaman sekolah,apa ini milikmu?’

 

Taeyeon mengambil kartu tanda pengenal itu dari gi kwang yang memang adalah miliknya. Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada gi kwang.

Taeyeon teringat tadi pagi dia memang terburu-buru berangkat kesekolah dan dia hampir saja terlambat karena sebelum kesekolah dia harus merawat kakaknya. Kakak taeyeon sedang sakit jadi taeyeon yang mengurus segalanya termasuk memasakkan bubur untuk kakaknya. Sebenarnya dia berniat untuk tidak masuk sekolah hari ini,tapi karena kakaknya terus saja mendesaknya untuk tidak membolos.

 

Gi kwang hanya terdiam sambil sesekali mencuri pandang ke arah taeyeon. Jantungnya berdebar-debar. ‘ada apa dengan jantungku?dan kenapa gadis ini terlihat sangat manis?

 

Taeyeon melihat gi kwang yang terdiam dihadapannya,‘apa kau anak tingkat 1?sepertinya aku baru melihatmu..’

‘ya..?itu..aku baru tingkat 1,mungkin kau tidak datang saat upacara penerimaan siswa baru oleh sebab itu kau tidak mengenalku..’ jelasnya

‘ish..anak ini tahu apa dia kalau aku tidak datang saat upacara penerimaan siswa baru?memangnya siapa dia sehingga aku harus mengenalnya?cara bicaranya juga kurang sopan,apa dia tidak tahu kalau aku ini seniornya?huh..!’ gerutu taeyeon sambil memperhatikan gi kwang dengan sinis.

 

Gi kwang mengernyitkan dahinya melihat tatapan sinis taeyeon. dia tidak tahu kenapa taeyeon memandangnya seperti itu.

‘hei..adik kecil,berhentilah memanggilku dengan kata “kau”,aku ini lebih senior dibandingkan denganmu..! kesal taeyeon.

‘adik kecil?panggilan apa itu?’ gi kwang terlihat kesal mendengar taeyeon memanggilnya seperti itu.

‘memangnya kenapa dengan panggilan itu?’ taeyeon tidak kalah kesalnya.

’kamu kan memang adik kecil,aku lebih tua darimu jadi tidak masalah kalau aku memanggilmu seperti itu.’ tambahnya lagi dengan cuek.

‘jangan memanggilku seperti itu..!itu sangat kekanak-kanakan..!’ gi kwang meninggikan nada suaranya.

Taeyeon terkejut mendengar ucapan gi kwang. Ada apa dengannya?kenapa dia menjadi marah seperti itu?dasar anak yang aneh..!

 

Taeyeon tidak ingin berlama-lama berdebat dengan anak itu. dia langsung berlalu pergi meninggalkan gi kwang yang terlihat kesal karena dipanggil “adik kecil”. tapi dia kembali tersenyum,tidak menyangka dihari pertamanya menjadi siswa baru dia sudah berdebat dengan kakak senior. Sebenarnya,dia hanya sedikit kesal pada taeyeon karena memanggilnya adik kecil,itu panggilan yang sangat kekanak-kanakan. Dan mereka juga belum sempat berkenalan karena taeyeon keburu pergi meninggalkannya.

 

Brakkk!!  Taeyeon tidak sengaja menabrak pintu. Dia celingak-celinguk berharap tidak ada yang melihatnya saat bertabrakan dengan pintu tadi

‘aw..duh,sakit…’ ringisnya sambil memegang dahinya yang terkena tabrakan beruntun tadi.

 

Taeyeon lupa kalau disitu memang ada sebuah pintu kaca otomatis yang bisa terbuka dan tertutup dengan sendirinya. Karena ingin cepat menghindari gi kwang,dia terburu-buru sehingga tidak menyadari kalau pintu otomatis itu sudah tertutup sebelum dia sempat masuk kedalamnya.

 

‘dasar pintu jelek,aduh…sakit sekali,sssh..ini sangat memalukan…duh…’ taeyeon masih meringis kesakitan sambil terus memarahi pintu itu. beruntung disitu sedang tidak ada orang. Tapi dia tidak menyadari kalau sepasang mata sudah melihatnya dari jauh. Dia adalah gi kwang,yang awalnya ingin mengikuti taeyeon dari jauh tapi tidak sengaja melihat kejadian tadi. Dan gi kwang,antara rasa kasihan dan geli melihat tingkah taeyeon yang masih menendang-nendang pintu sambil meringis kesakitan. Dia ingin membantu tapi mengingat perdebatannya dengan taeyeon tadi,akhirnya dia membatalkan niatnya.

gadis yang manis dan lucu,sangat menarik’ gumamnya sambil berlalu pergi

 

Sepanjang jalan Gi kwang selalu senyum-senyum sendiri dan sahabatnya key hanya memandangnya keheranan dengan penuh tanda tanya.

Key menghentikan langkahnya dan bertanya ‘ada apa?apa ada yang menyenangkan hatimu hari ini?

Gi kwang hanya mengangguk dan tersenyum misterius ke arah key tanpa menghentikan langkahnya. Dia masih teringat dengan taeyeon itulah mengapa dia selalu saja tersenyum sampai sekarang.

Key semakin penasaran,karena tidak biasanya sahabatnya sesenang ini. ‘hei..beritahukan padaku,apa yang terjadi padamu?’

‘aku bertemu dengan seorang gadis.. Dia sangat manis dan juga lucu’

‘gadis?manis dan lucu?’,key makin penasaran

‘yup,manis dan lucu’ mengulang jawabannya.

‘dimana?apa aku mengenalnya?’

‘depan perpustakaan. Aku yakin kau belum mengenalnya. Sepertinya dia senior kita,kulihat dari tanda pengenalnya..’ Gi kwang menjelaskan.

‘eh…apa kau sekarang tertarik dengan kakak senior kita?’

‘tertarik?sepertinya begitu..’

‘ceritakan padaku tentangnya..tidak seperti biasanya kau tertarik pada seorang gadis jadi,aku harus tahu seperti apa dia..’

‘hm,dia sangat menarik,ada sesuatu dalam dirinya yang membuat jantung berdebar-debar saat berhadapan dengannya’ ujar gi kwang sambil membayangkan pertemuannya dengan taeyeon tepatnya perdebatannya tadi.

‘hei,jangan-jangan kau sedang jatuh cinta.’goda key

‘hm,entahlah..’

 

***

Taeyeon menggantikan kakaknya leetuk menjaga toko kue, karena kakaknya masih kurang enak badan. Kebetulan hari libur sekolah jadi taeyeon bisa santai dan punya banyak waktu untuk mengurus toko kue itu sekaligus merawat kakaknya. Taeyeon harus mengantarkan kue pesanan pelanggan. Toko kue mereka juga menerima pesan antar,karena hanya mereka berdua jadi taeyeon lah yang sering mengantar kue-kue itu ke pelanggan dengan memakai sepeda.

‘aku pergi kak..’ pamit taeyeon pada kakaknya

‘hati-hati’ senyum leetuk

‘kakak istrahat saja dirumah,biarkan aku yang mengurus semuanya..’ ujarnya sebelum pergi.

Leetuk hanya mengangguk tersenyum

 

Taeyeon mengayuh sepedanya sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaannya lewat earphonenya. Tapi,tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil sport mewah berwarna merah hampir menyerempet  sepedanya sehingga mau tidak mau taeyeon harus menghentikan sepedanya. Mobil itu berhenti di depannya. Seorang laki-laki keluar dari mobil itu. Taeyeon kaget tidak menyangka orang yang keluar dari mobil itu adalah orang yang bertemu dengannya di depan perpustakaan dan orang yang juga berdebat dengannya. Orang itu adalah gi kwang. ‘Mau apa lagi anak itu?’ tanya taeyeon dalam hati sambil memandang kesal kearah gi kwang.

Gi kwang datang menghampiri taeyeon sambil tersenyum,belum sempat dia ingin menyapa, taeyeon sudah memasang tampang menakutkan.

 

‘hei..!!apa kau sengaja ingin menabrakku?’ teriak taeyeon marah bercampur kesal karena hampir saja dia jatuh dari sepedanya karena sepedanya sempat oleng saat menghindari mobil itu.

‘maaf,maafkan aku..aku benar-benar tidak sengaja. Aku hanya ingin menyapamu makanya aku berusaha menghentikan sepedamu dengan cara seperti tadi..’ Gi kwang menjelaskan dengan perasaan bersalah.

‘apa maksudmu dengan berusaha menghentikan sepedaku?apa kau tidak melihat kalau aku sedang terburu-buru?Aku harus mengantarkan kue pesanan secepatnya dan karenamu aku hampir saja merusak kuenya..’ taeyeon kesal,dia langsung memeriksa kuenya itu,apa semua dalam keadaan baik atau tidak.

 

Taeyeon ingin cepat selesai mengantar pesanan kue ke pelanggannya,dia ingin cepat sampai dirumah karena kakaknya sendirian dan lagipula kakaknya sedang sakit oleh sebab itu dia tidak ingin berlama-lama diluar.

‘maafkan aku..aku memanggilmu dari tadi tapi kau tidak mendengarkanku,aku juga sudah mengKlakson beberapa kali tapi kau tetap tidak dengar’. Gi kwang masih berusaha menjelaskan.

‘dari tadi?apa kau mengikutiku dari tadi?’

 

Flash Back

Gi kwang menunggu taeyeon tidak jauh dari gerbang sekolah. Dia sengaja menyuruh key untuk pulang lebih dulu.  Setelah taeyeon keluar dari gerbang itu,dia pun mengikutinya sampai ke rumah. Dia menunggu berjam-jam sampai akhirnya taeyeon keluar dari toko itu untuk mengantarkan pesanan ke pelanggannya. Gi kwang tetap mengikutinya,sampai akhirnya ada kejadian mobil gi kwang hampir menyambar sepeda yang dikendarai taeyeon.

 

Gi kwang mengangguk,’maaf,aku sengaja menunggumu tidak jauh dari tokomu agar bisa bertemu denganmu..maafkan aku karena sudah membuatmu kesal’

 

Sebenarnya dia tidak ingin marah pada gi kwang karena gi kwang tidak sepenuhnya salah. Tapi karena dia sedang terburu-buru dan lagi ia masih kesal pada pertemuan pertamanya dengan gi kwang itulah yang membuatnya tetap tidak peduli pada penjelasan gi kwang tadi.

 

‘sudahlah..aku harus pergi sekarang…’ taeyeon mengambil sepedanya dan menuntunnya untuk pergi dari hadapan gi kwang.

Lagi-lagi gi kwang mencegahnya,’apa kau tidak mau memaafkanku?’

Taeyeon menghentikan langkahnya dan memandang gi kwang sambil tersenyum,’aku sudah memaafkanmu..sekarang pergilah,aku sedang buru-buru tidak ada waktu untuk berbicara denganmu sekarang..’ taeyeon mulai bisa mengendalikan kekesalannya.

Gi kwang juga tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan berkata,‘aku gi kwang..lee gi kwang’,

Taeyeon terlihat ragu-ragu,tapi akhirnya dia mengulurkan tangannya juga,‘taeyeon..kim taeyeon’.

‘apa boleh aku mengantarmu?kau bilang kau sedang terburu-buru,kelihatannya kau sudah terlambat,biar aku membantumu untuk menebus rasa bersalahku tadi.’

Taeyeon berfikir sebentar kemudian mengangguk tanda setuju. Sepedanya dititip di toko dekat situ.

Dia lalu masuk kedalam mobil gi kwang sambil memangku kue yang telah terbungkus rapi itu.

 

‘kudengar kau baru pindah dari amerika, mengapa tidak sekolah saja disana?’ tanya taeyeon memulai percakapan

Gi kwang hanya tersenyum sambil melihat ke arah taeyeon. ‘ternyata kau sudah mendengar semua tentangku ya?’.

‘mungkin saja.’jawab taeyeon cuek. ‘sudahlah,konsentrasi lah melihat kedepan’.perintahnya,dia terlihat gugup melihat gi kwang memandangnya seperti itu. ‘huh,mengapa anak ini selalu saja tersenyum,jantungku hampir copot karenanya?

‘aku hanya sementara…’ ucapnya pelan

‘kenapa?’ taeyeon melihat heran ke arah gi kwang. Dia tidak tahu apa maksud perkataan gi kwang tadi.

 

Gi kwang hanya tersenyum simpul sambil tetap mengendarai mobilnya tanpa menjawab pertanyaan taeyeon. Taeyeon terdiam dan tidak berniat bertanya lagi.

’apa toko kue itu milikmu..?’tanya gi kwang tiba-tiba

‘yah begitulah…aku dan kakakku mengelolanya bersama-sama’.

‘orang tuamu?’

‘aku sudah tidak punya orang tua..mereka meninggal saat aku masih kecil.aku juga sudah tidak ingat  bagaimana wajah mereka’. Tutur taeyeon yang membuat gi kwang terdiam.

Gi kwang merasa menyesal karena telah bertanya tentang orang tua taeyeon.

‘maafkan aku karena telah bertanya begitu..’

Taeyeon tersenyum,’tidak apa-apa,aku sudah terbiasa’

 

Akhirnya mereka berdua diam sepanjang perjalanan

 

***

Didalam kelas, jiyeon baru saja ingin menginterogasi taeyeon tapi tiba-tiba gi kwang muncul di hadapan  mereka membuat keduanya terkejut.

Gi kwang tersenyum manis kepada mereka,kemudian dia menatap taeyeon sambil tersenyum dan berkata dengan tegas,‘jadilah pacarku..!’

 

Sontak saja semua yang ada diruangan itu kaget termasuk taeyeon. Semua melihat ke arah taeyeon. Siswa-siswa yang mengidolakan gi kwang memandang taeyeon dengan penuh amarah. Ada juga yang sampai teriak-teriak memanggil nama gi kwang. Key yang sejak tadi menunggu gi kwang diluar kelas,hanya tersenyum-senyum melihat tingkah sahabatnya. Bagaimana tidak,wajah gi kwang terlihat malu-malu saat berkata seperti itu pada taeyeon tapi dia berusaha tidak menampakkannya,itulah yang membuat key tersenyum.

 

Gi kwang tidak peduli kalau dia sedang jadi pusat perhatian, dia hanya menantikan jawaban taeyeon. Sedangkan taeyeon terlihat sangat terkejut tidak bisa berkata-kata. Dia terlihat bingung dan wajahnya bersemu merah. Dia tidak menyangka kalau gi kwang akan mengatakan hal itu didepan teman-temannya. Sahabatnya jiyeon,juga ikut terkejut. Saking kagetnya,jiyeon tidak sadar kalau mulutnya sudah terbuka lebar karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

 

Ada apa dengan anak itu?apa dia tidak sadar kalau dia sudah membuatku malu didepan teman-temanku?habislah aku..!gumam taeyeon

 

‘a-apa maksudmu..?’ taeyeon gugup

‘sudah jelas kan,aku ingin kau menjadi pacarku..’ tegas gi kwang sambil tetap tersenyum

Taeyeon tidak tahu harus berkata apa,dia juga tidak berani menatap wajah gi kwang hingga akhirnya,dia memutuskan untuk lari dari tempat itu dan dia menarik jiyeon bersamanya yang sedari berdiri mematung disampingnya. Jiyeon yang diseret paksa oleh taeyeon hanya  menurut saja.

Gi kwang hanya tersenyum melihat tingkah taeyeon yang lari begitu saja. Dia merasa taeyeon semakin terlihat menarik baginya.

 

Sementara itu siswa-siswa yang fans berat sama gi kwang tidak terima jika gi kwang mempunyai hubungan dengan taeyeon bahkan sampai menyukainya. Seorang gadis yang ada berada diantara kerumunan siswa-siswa itu menatap gi kwang dengan perasaan sedih. Gadis itu adalah ji young,dia sudah lama menyukai gi kwang. Dia juga akrab dengan gikwang dan key. Key tidak sengaja melihatnya dan ingin menghampirinya tapi ji young bergegas pergi dari tempat itu. key hanya bisa melihatnya pergi,dia tahu kalau ji young menyukai gi kwang.

 

‘hei..aku tidak salah dengar kan tentang pernyataan cinta gi kwang tadi?’ bisik jiyeon pada taeyeon setelah mereka berada ditempat yang aman alias perpustakaan

Taeyeon tidak menjawab pertanyaan jiyeon,dia hanya memegang dadanya dan merasakan jantungnya berdebar kencang. Dia tidak tahu kalau debaran itu karena dia lari atau karena pernyataan gi kwang tadi.

 

‘dasar bodoh,kenapa aku harus berlari seperti itu..seperti orang bodoh saja..?aku bahkan tidak berani lagi bertemu dengannya,uh…kenapa sih dia harus berkata seperti itu?jantungku hampir copot karenanya..’gumam taeyeon dalam hati.

 

Jiyeon melihat sahabatnya yang terdiam kemudian dia bertanya lagi dengan suara agak ditinggikan sedikit supaya taeyeon mendengarnya ’apa benar kau mempunyai hubungan khusus dengan gi kwang?’

Taeyeon terkejut,‘ssstt..pelankan sedikit suaramu..kita sedang diperpustakaan,bagaimana kalau ada yang mendengar dan menjadi salah paham..’

taeyeon berusaha mengontrol debaran hatinya.

Jiyeon merubah suaranya menjadi pelan kembali,’tapi aku hanya ingin tahu..kemarin aku juga melihatmu masuk kedalam mobilnya dan hari ini terjadi kejadian seperti tadi’.

‘aku juga tidak tahu..sepertinya anak itu sedang bercanda denganku..mungkin ini hanya salah paham’ taeyeon berusaha menepiskan apa yang ada dipikirannya.

‘tapi sepertinya dia tidak bercanda,tadi dia berkata dengan nada yang jelas’ jiyeon bersikeras

‘entahlah..’ taeyeon tidak bisa lagi berpikir apapun,pikirannya dipenuhi tentang kejadian tadi.

‘bagaimana kalau kata-katanya tadi benar-benar ingin kau menjadi pacarnya?’

‘sudahlah,jangan membahasnya lagi..’

 

Jiyeon mengerti dengan ucapan taeyeon kemudia diapun berkata,’sepertinya mulai sekarang kau harus lebih hati-hati,karena banyak yang tidak suka kau dekat-dekat dengan gi kwang,banyak siswa-siswa yang mengidolakannya..’

‘hhh…ini semua gara-gara anak itu..sepertinya hari ini aku harus membolos.aku tidak ingin bertemu anak itu lagi’ gerutu taeyeon

‘kau ini…,apa benar kau ingin membolos?’ jiyeon kurang setuju jika sahabatnya membolos hanya untuk menghindari gi kwang

Taeyeon hanya mengangguk pelan.

‘tapi….,

Belum sempat jiyeon menyelesaikan kata-katanya,lee jong suk sudah ada dibelakang mereka dan berkata dengan nada dingin,‘jika kalian ingin mengobrol,lebih baik kalian keluar dari tempat ini..’

 

Taeyeon dan jiyeon terkejut,mereka tidak menyangka kalau lee jong suk sudah ada disitu. Usai berkata seperti itu,lee jong suk lalu meninggalkan taeyeon dan jiyeon tanpa berkata-kata lagi. Taeyeon memandangi lee jong suk yang sudah duduk membaca bukunya sambil memasang earphone di telinganya. Seperti biasa,jong suk tetap dingin.

 

‘apa dia mendengar pembicaraan kita tadi?’ bisik jiyeon

‘entahlah…ini semua karenamu,aku kan tadi sudah mengingatkan untuk berbicara pelan-pelan’ taeyeon terlihat cemberut,dia khawatir jika jong suk benar-benar mendengarkan pembicaraan mereka tadi.

Jiyeon hanya tersenyum melihat wajah taeyeon yang tiba-tiba berubah cemberut,dia tahu kalau sahabatnya itu khawatir jika jong suk tahu apa yang mereka perbincangkan tadi.

‘maaf…bagaimana kalau kita pergi makan,aku akan mentraktirmu..’ jiyeon langsung menggandeng lengan taeyeon dan tersenyum menggoda taeyeon. Walaupun sempat kesal,akhirnya taeyeon tidak bisa menolak ajakan sahabatnya itu dan diapun ikut tersenyum. Mereka pun meninggalkan perpustakaan itu. Lee jong suk sempat melihat kearah mereka sambil tersenyum.

 

Taeyeon pulang lebih cepat dari biasanya,usai makan bersama jiyeon dia langsung pulang kerumah. Dia berusaha melupakan perkataan gi kwang tadi pagi. Leetuk,kakaknya heran melihat adiknya pulang lebih cepat hari itu.

 

‘apa kau sudah tidak ada pelajaran lagi?ini kan belum waktunya jam pulang’ tanya leetuk

Taeyeon mengambil air minum dan meminumnya,’aku sedang membolos kak..’ jawabnya santai

‘membolos?kenapa adik kakak tiba-tiba suka membolos seperti ini?’ leetuk menggoda taeyon,dia menghampiri adiknya dan mengacak-ngacak rambutnya seperti yang biasa dilakukannya.

Taeyeon merapikan kembali rambutnya,’ish..kakak ini,rambutku jadi kusut kak..’ taeyeon memasang tampang cemberut.

Leetuk hanya tersenyum kemudian berkata.’ceritakan padaku,kenapa kau sampai membolos hari ini?’

 

Taeyeon terdiam sebentar dan kemudian diapun menceritakan kejadian disekolahnya tadi pagi. Tidak ketinggalan cerita tentang gi kwang dan pertemuan-pertemuannya dengan gi kwang.semuanya dia ceritakan pada kakaknya,leetuk hanya manggut-manggut tersenyum mendengarkan penjelasan taeyeon.

 

‘oh..ternyata semua karena anak laki-laki yang bernama gi kwang itu ya..?’ leetuk mulai mengerti kenapa adiknya tiba-tiba membolos hari ini.

Taeyeon hanya menggangguk malas,’kak..aku disini saja ya membantu kakak..’ pintanya

Leetuk mengangguk tersenyum. Taeyeon bersorak senang. Leetuk hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya.

 

***

Di sebuah rumah besar yang mewah,gi kwang sedang duduk santai sambil memandang keluar lewat jendela. Dia seperti sedang berpikir,entah apa yang sedang dipikirkannya sehingga membuatnya senyum-senyum sendiri. Tingkahnya ini sudah lama diperhatikan key,sahabatnya. Akhir-akhir ini sahabatnya memang selalu bertingkah seperti ini.

 

‘hei,kau masih memikirkan gadis itu?’ key memegang bahu gi kwang sehingga membuatnya sedikit terkejut.

Gi kwang tidak menjawab,dia hanya tersenyum penuh arti dan key mengerti apa maksud dari sikap gi kwang.

‘Lalu bagaimana dengan ji young?’ tanya key tiba-tiba. ‘bukankah dia sudah menyukaimu dari dulu?’

Gi kwang hanya terdiam kemudian berkata,’dia hanya ku anggap sebagai adik.tidak lebih dari itu’ tegasnya.

Key tidak bertanya lagi. Dia tidak ingin membuat mood sahabatnya hilang karena dia mengungkit masalah ji young.

 

***

Di sekolah,taeyeon tidak sengaja melihat gi kwang sedang bersama key di taman sekolah. Awalnya dia dan jiyeon ingin ke taman itu,tapi begitu dia melihat gi kwang,dia membatalkan keinginannya. Taeyeon langsung berbalik dan membuat jiyeon heran melihat sikap sahabatnya itu.

 

‘bukannya kita akan makan siang di taman hari ini?ada apa?’ tanya jiyeon menghentikan langkah taeyeon

Taeyeon tidak menjawab dan melihat ke arah gi kwang yang ada di taman itu. jiyeon mengikuti pandangan taeyeon. Ketika melihat gi kwang,dia mulai mengerti kenapa taeyeon tidak mau ke tempat itu.

‘ini sudah 3 hari,sampai kapan kau terus menghindarinya?’

‘aku tidak tahu..aku tidak berani melihat wajahnya’ ucapnya pelan

 

Mereka berdua pun meninggalkan tempat itu.

Gi kwang yang sedang bersama key,tidak sengaja melihat taeyeon dan jiyeon. Dia tahu kalau taeyeon sengaja menghindarinya. Sudah satu minggu,setiap bertemu dengannya,taeyeon selalu menghindar. Walaupun gi kwang tahu kalau taeyeon melihatnya,dia sengaja tidak melihat gi kwang.

Key mendapati sahabatnya terdiam,’ada apa denganmu?’

Gi kwang tidak menjawab,dia hanya tersenyum. Key tahu apa yang sedang dipikirkan gi kwang. Siapa lagi kalau bukan taeyeon.

 

***

Taeyeon berusaha mengambil buku yang ada di atas rak buku. Karena tempatnya sangat tinggi,dia harus berjingjit untuk meraihnya. Dia tidak berhasil mengambilnya,hampir saja dia terjatuh karena terlalu lama berjingjit. Tiba-tiba sebuah tangan meraih buku itu dan memberikannya pada taeyeon. Taeyeon senang sekali dan dia menengadahkan kepalanya untuk mengucapkan terima kasih tapi dia kemudian terkejut karena orang yang mengambilkan buku itu adalah lee jong suk.

Taeyeon terlihat gugup,jaraknya sudah sangat dekat dengan lee jong suk. Lee jong suk menatap taeyeon kemudian mendekatkan wajahnya ke arah taeyeon,taeyeon sontak saja kaget dan menunduk tidak berani melihat wajah jong suk.

 

‘kau itu pendek,jadi jangan memaksakan diri untuk meraih tempat yang tinggi..’ ucapnya dingin membuat  taeyeon salah tingkah,wajahnya merah karena dia sempat berpikiran macam-macam pada lee jong suk.

 

Usai berkata seperti itu,lee jong suk memasang earphone dan meninggalkan taeyeon yang masih terus memandangnya. Seperti biasanya,jong suk cuek saja. Dia menuju kursi dan duduk sambil membaca bukunya. Taeyeon sadar kalau dia belum mengucapkan terima kasih pada jong suk,dia pun berjalan menghampiri meja jong suk dan duduk didepannya. Jong suk tidak bereaksi sedikit pun,dia tetap saja cuek sambil terus membaca buku. Taeyeon hanya memperhatikan jong suk sampai dia selesai membaca buku dan kemudian jong suk melirik taeyeon sekilas. Taeyeon memperbaiki posisi duduknya,kemudian dia mengatur kata-kata yang harus dia ucapkan pada jong suk dalam hati.

 

‘apa kau ingin membicarakan sesuatu?’ tanya jong suk tetap cuek sambil terus membaca bukunya.

Deg!rupanya jong suk sudah bisa membaca pikirannya,’itu…mm..aku..aku hanya ingin berterima kasih padamu..’ taeyeon masih saja gugup.

Lee jong suk hanya diam. Taeyeon kemudian memberikan sebuah bungkusan yang berisi sepotong kue cake rasa vanila kepada lee jong suk. Sambil tersenyum diapun berkata,’ini untukmu…aku yang membuatnya sendiri..’

 

Lee jong suk melirik kue itu,kemudian dia langsung memakannya tanpa berkata apapun pada taeyeon. Itu membuat taeyeon sangat senang meskipun lee jong suk hanya diam sambil memakan kue buatannya.

Taeyeon pun beranjak dari tempat duduknya,dia ingin pergi dari tempat itu tapi,lee jong suk tiba-tiba berkata,’akhir-akhir ini aku sering melihatmu di sini..’ ujar lee jong suk masih membaca bukunya.

 

Taeyeon menoleh ke arah jong suk.

’apa..?itu karena…, taeyeon terdiam sebentar,dia tidak mungkin mengatakan kalau selama ini dia ke perpustakaan hanya untuk menghindari gi kwang dan menghindari omongan teman-teman yang tidak suka padanya karena gi kwang.

Lee jong suk melirik taeyeon yang terdiam,diapun melepaskan earphonenya kemudian menutup bukunya dan berkata pada taeyeon,’apa karena anak baru itu..?’ tebaknya.

Taeyeon sedikit terkejut,tidak menyangka kalau jong suk tahu tentang dia dan gi kwang.

Lee jong suk tersenyum melihat ekspresi heran taeyeon.’seluruh siswa sudah tahu,jadi bagaimana aku sampai tidak tahu?’

 

Taeyeon hanya tersenyum perih,dia merasa malu karena berita itu sudah tersebar keseluruh sekolah. Belum lagi cerita itu  ada yang ditambah dan ada juga yang dikurangi. Pernah jiyeon memberitahu taeyeon kalau dia mendengar siswa-siswa sedang bergosip kalau taeyeon lah yang menggoda gi kwang lebih dulu. Karena tidak suka sahabatnya di fitnah seperti itu,jiyeon langsung melabrak siswa-siswa itu.

Apalagi berita itu sampai terdengar oleh orang yang ia sukai,itu membuatnya tambah kesal. ‘Ini semua karena anak itu’ rutuk taeyeon dalam hati

 

***

‘taeyeon…kemarilah’ panggil leetuk pada taeyeon usai dia mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.

‘ada apa kak?’

Leetuk berkata sambil memandang keluar,’sepertinya anak itu sedang menunggumu..’

Taeyeon pun ikut memandang keluar kaca tokonya,dia terkejut melihat siapa yang sedang menunggunya diluar.

Leetuk melihat wajah taeyeon berubah,dia melihat adiknya dengan heran,’apa kau mengenalnya?’

Taeyeon mengangguk,’itu anak yang pernah aku ceritakan ke kakak..’

Leetuk tersenyum,’sebaiknya kau menemuinya..sepertinya dia dari tadi menunggumu disitu’

 

Sementara gi kwang sesekali melihat taeyeon dari luar. Dia berharap taeyeon melihatnya.

Taeyeon mengikuti saran kakaknya,dia menghampiri gi kwang,meskipun dia sedang tidak ingin bertemu dengan gi kwang,tapi tidak selamanya  dia menghindar terus.

‘ada apa kau kemari..?’ tanya taeyeon setelah berhadapan dengan gi kwang

Gi kwang tersenyum,’akhirnya kau datang..aku sudah menunggumu disini kurang lebih 30 menit yang lalu’

Taeyeon hanya diam mendengar perkataan gi kwang,dia sedikit merasa bersalah

‘kenapa kau sering menghindariku?apa aku punya salah padamu?’ tanyanya pada taeyeon. ‘di sekolah pun begitu,kau seakan tidak mau melihatku..bahkan ini sudah tiga hari..’ tambahnya

Taeyeon menatap tajam ke arah gi kwang,’apa kau tidak menyadarinya?’ tanyanya kesal

‘aku benar-benar tidak mengerti..’

‘karena kau,aku tidak bisa bebas kesekolah karena semua teman-teman yang mengidolakanmu menjadi membenciku dan kau juga sudah membuatku terlihat seperti orang bodoh..’

 

Taeyeon teringat,saat dia hendak makan siang bersama jiyeon tadi,sekelompok siswa datang padanya dan memarahinya serta menuduhnya kalau dia telah menggoda gi kwang. Taeyeon sampai kesal dibuatnya,sehingga selera makannya menjadi hilang.

‘jangan pedulikan mereka..dan jadilah pacarku..!’ tegasnya.

Taeyeon terkejut mendengar perkataan gi kwang yang langsung to the point,anak ini..apa dia tidak bisa berbasa basi sedikit?’membuat orang kaget saja.

Taeyeon melemparkan pandangannya ke tempat lain,dia tidak sanggup bertatapan dengan gi kwang.

‘jadilah pacarku,agar aku bisa melindungimu..’ gi kwang berkata dengan nada meyakinkan.

 

Taeyeon tetap diam,dia tidak tahu harus berkata apa. Ini terlalu tiba-tiba baginya. Kenapa gi kwang tiba-tiba memintanya untuk menjadi pacarnya,padahal gi kwang hanyalah anak tingkat 1 dan baru mengenalnya.

Gi kwang melihat taeyeon yang diam saja,’kau tidak perlu menjawabku sekarang..aku akan menunggumu..’ setelah berkata begitu,gi kwang pun pamit dan meninggalkan taeyeon yang terpaku dihadapannya.

Apa dia sedang mempermainkanku?’ tanya taeyeon dalam hati

 

Taeyeon kembali ke dalam tokonya dengan wajah yang murung. Leetuk tersenyum memperhatikan adiknya sejak tadi. Dia tidak mau bertanya pada adiknya tentang gi kwang,karena dia tahu adiknya pasti tidak ingin membahasnya.

 

Malamnya,taeyeon sedang memandang keluar jendela kamarnya,sambil memikirkan perkataan gi kwang tadi padanya. ‘jadilah pacarku,agar aku bisa melindungimu..’.

Sebenarnya apa yang ada dalam pikiran anak itu..?kenapa dia berkata seperti itu padaku?gumam taeyeon. Tapi kemudian,dia memukul-mukul kepalanya,’tidak.tidak.tidak mungkin..tidak mungkin dia benar-benar menyukaiku..!taeyeon..sadarlah..!’ taeyeon berusaha meyakinkan dirinya kalau gi kwang tidak mungkin menyukainya.

Sementara itu kakaknya,leetuk hanya tersenyum melihat adiknya bertingkah seperti itu dari balik pintu.

 

***

Di dekat bangku taman,gi kwang sedang menunggu seseorang. Sesekali dia melirik jam tangannya kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh taman seakan mencari seseorang. Tapi orang yang ditunggunya belum muncul-muncul juga. Kemarin ji young memintanya untuk bertemu di taman ini. entah apa yang ingin dikatakannya sehingga membuat gi kwang ke tempat itu. ‘padahal..dia bisa saja langsung datang kerumah,kenapa harus bertemu disini..?’gi kwang berkata dalam hatinya.

 

Tidak berapa lama kemudian,ji young datang. Dia berpakaian rapi,dress pink yang dipakainya serta pita pada rambutnya membuatnya tampak cantik.

 

‘maaf aku terlambat kak..,aku harus menjenguk ayah dulu di rumah sakit.kakak pasti lama menungguku..’ ujar ji young dengan perasaan bersalah.

Gi kwang tersenyum,‘tidak apa-apa,bagaimana dengan paman?apa dia baik-baik saja?’

‘iyya,kondisinya sudah membaik,minggu depan ayah bisa pulang’

‘apa tidak sebaiknya kita sama-sama menjenguk paman?’

’tidak usah kak..ibu sudah menjaganya’ Tolak ji young cepat.

Gi kwang heran belum sempat dia bertanya lagi,ji young langsung menggandeng lengannya,’ayo pergi kak..’ajaknya

‘kita mau kemana?’ tanya gi kwang ingin tahu. Dia juga ingin tahu kenapa ji young memintanya bertemu disini.

‘kita pergi kencan..!’seru ji young sambil tersenyum manis,dia tetap menggandeng lengan gi kwang.

 

Mendengar perkataan ji young,gi kwang langsung melepas gandengan tangan ji young hingga membuat ji young kaget.

‘apa maksudmu kita pergi kencan?’tanya gi kwang sambil menatap ji young dengan tatapan penuh tanda tanya. Dia tidak menyangka kalau ji young akan berkata seperti itu.

‘kakak…,’

‘bukankah sudah kubilang padamu kalau aku hanya menganggapmu sebagai adik,tidak lebih dari itu!’ tegasnya pada ji young.

‘tapi kak..orang tua kita telah..

Belum sempat ji young menyelesaikan kata-katanya,gi kwang langsung memotongnya,’walaupun mereka telah menjodohkan kita,tapi aku tidak akan setuju..!’

 

Ji young hampir menangis. Gi kwang menjadi merasa bersalah,dia berpikir mungkin dia terlalu keras pada ji young. Diapun lalu mendekati ji young dan memegang wajah gadis itu,’mengertilah ji young,aku hanya menganggapmu sebagai adik.perasaan untukmu hanya sebatas kakak dan adik.itu tidak akan berubah..’

‘tapi kak..,aku sudah menunggumu selama 2 tahun dan sekarang setelah kakak kembali…’ ji young tidak bisa melanjutkan kata-katanya,air matanya sudah jatuh.

‘sudah ada gadis yang aku sukai…’ ucapnya pelan

Ji young terkejut,’apa gadis yang bernama taeyeon itu?’ tebaknya

Gi kwang hanya mengangguk sambil memandang ji young. Ji young menghapus air matanya kemudian berkata,’apa dia sudah tahu tentang kakak…?dan apa dia juga menyukai kakak?’

Gi kwang menggeleng pelan dan berkata,’aku belum berkata apa-apa padanya dan aku tidak tahu apa dia juga menyukaiku atau tidak’

‘baiklah kak,aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku tapi aku tidak akan menyerah’.

Usai berkata begitu,Ji young bergegas meninggalkan gi kwang dengan perasaan hati yang sakit,dan tidak menyangka sampai sekarang gi kwang menolaknya padahal dia sudah menunggu selama 2 tahun sejak gi kwang meninggalkan korea.

 

Gi kwang merasa bersalah karena telah menyakiti hati ji young,tiba-tiba dia teringat sesuatu dan kemudian dia pun mengejar ji young yang belum terlalu jauh.

Ji young terkejut melihat gi kwang mengejarnya,dia sempat merasa khawatir.

Sesampainya dihadapan ji young,dengan nafas yang masih terengah-engah gi kwang berkata,’tolong..jangan ceritakan apapun pada taeyeon..’ pintanya pada ji young.

 

Ji young tidak berkata apa-apa,dia langsung masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan gi kwang. Gi kwang hanya memandang mobil ji young dari jauh sampai hilang dari pandangannya. Dia memegang dadanya seperti menahan sakit,tapi kemudian dia tersenyum kembali.

 

***

Seperti biasaanya,taeyeon berangkat ke sekolah dengan memakai sepeda. Tapi pagi ini,dia hanya berjalan kaki menuju halte bus. Sepedanya sedang diperbaiki oleh kakaknya karena saat akan mengantarkan pesanan ke pelanggan kemarin,ban sepedanya tiba-tiba bocor sehingga dia harus naik bus.

 

Setelah dia berpamitan pada kakaknya,taeyeon pun mulai berjalan dengan santai menuju halte bus. Di ujung jalan,sebuah mobil yang sudah tak asing bagi taeyeon terparkir di pinggir jalan. Taeyeon tahu,Itu mobil gi kwang. Gi kwang keluar dari dalam mobil kemudian menyapa taeyeon sambil tersenyum. Taeyeon tidak menghentikan langkahnya,dia terlihat gugup tapi dia mencoba berpura-pura bersikap cuek. Ini membuat gi kwang kesal sehingga dia menghalangi jalannya dengan merentangkan kedua tangannya didepan taeyeon. Dan itu cukup membuat taeyeon menghentikan langkahnya walaupun dia terlihat kesal pada gi kwang.

 

‘ada apa lagi sekarang?’tanyanya kesal

‘apa kau ingin menghindariku lagi…?’ tanya gi kwang menggodanya sembari tersenyum manis.

Wajah taeyeon tiba-tiba memerah melihat senyum gi kwang. Dia sebenarnya ingin tersenyum,tapi dia berusaha berpura-pura cuek.

‘ada apa kau kemari?’ tanyanya acuh sambil memalingkan wajahnya. Entah kenapa hatinya selalu deg-degan jika bersama gi kwang ataupun bertatapan langsung dengan gi kwang.

‘satu hari tidak bertemu denganmu,itu membuatku merindukanmu..’ ucapnya sambil memandang taeyeon tidak berkedip.

 

Taeyeon terkejut mendengar kata-kata gi kwang,dia seakan tidak percaya apa yang didengarnya,tapi gi kwang terlihat serius dengan ucapannya dan itu membuat taeyeon menjadi salah tingkah.

Dia tertunduk malu,tidak tahu apa yang harus dikatakan pada gi kwang. Dia berusaha menyembunyikan kalau jantungnya selalu berdegup kencang jika gi kwang menatapnya. Takut jika gi kwang mengetahuinya.

Gi kwang kesal melihat sikap taeyeon padanya,dia pun langsung menarik tangan taeyeon,’ikutlah bersamaku..’ ajaknya sambil membukakan pintu mobilnya pada taeyeon.

 

Taeyeon berusaha melepaskan tangannya dari gi kwang tapi,gi kwang tidak menyerah. Dia langsung menarik tangan taeyeon lagi dan kali ini,taeyeon hanya pasrah. Gi kwang hanya tersenyum melihat muka cemberut taeyeon karena dipaksa masuk kedalam mobilnya.

‘aku tidak mungkin membiarkanmu pergi sendiri..’ ujarnya,setelah mereka sudah ada didalam mobil

Taeyeon hanya terdiam. Kenapa hatiku tidak mau berhenti berdegup kencang?ada apa denganku?’ gumam taeyeon dalam hati sambil meletakkan tangannya di dadanya.

Gi kwang melihat taeyeon tetap diam. Diapun berkata,’mulai sekarang aku akan mengantarmu kesekolah tiap hari..’

’tidak perlu,kita bisa bertemu disekolah..’ tolak taeyeon tanpa melihat gi kwang.

‘baiklah..,hm…tentang perasaanku padamu…

‘ya?’ taeyeon memotong kata-kata gi kwang,jantungnya berdebar-debar lagi.

‘maksudku,perasaanku padamu sampai sekarang masih tetap sama dan aku masih menunggu jawabanmu’.

Taeyeon terkejut mendengar perkataan gi kwang.

Gi kwang hanya  tersenyum melihat ekspresi taeyeon.

 

Dan akhirnya,mereka berdua telah sampai didepan sekolah. Sebelum turun,taeyeon memberikan sebuah bungkusan yang berisi sepotong cake untuk gi kwang.

‘ini untukmu..’ seraya memberikan bungkusan itu pada gi kwang.

Gi kwang memandangnya heran,’ini apa?’ dia lalu menerima bungkusan itu.

‘lihatlah sendiri..itu buatanku sendiri’ ucap taeyeon sambil meninggalkan gi kwang.

 

Semua siswa yang ada disitu,memandang mereka sejak tadi. Ada juga yang masih terlihat marah tapi ada juga sebagian yang sudah tidak peduli.

Gi kwang memandangi bungkusan itu lekat-lekat kemudian tersenyum. dia terlihat seperti anak kecil yang habis menerima hadiah. Sangat kekanak-kanakan. Key menghampiri gi kwang yang masih tersenyum-senyum sendiri.

‘bukankah itu taeyeon..?’ tanyanya pada gi kwang sambil menunjuk ke arah taeyeon yang hampir menghilang dari pandangan mereka.

Gi kwang hanya mengangguk dan masih memandangi bungkusan kecil itu.

 

Key yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala,’itu apa?’ tanyanya

Gi kwang menggeleng,dia juga tidak tahu apa isi dalam bungkusan itu. perlahan-lahan dibukanya bungkusan itu. matanya berbinar-binar saking senangnya melihat apa yang ada didalam bungkusan yang telah dibukanya. Sebuah cake coklat kecil. dia memang sangat menyukai kue yang manis.

Key hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang seperti anak-anak yang senang mendapat mainan baru.

 

Sepanjang jalan,taeyeon tidak berhenti memikirkan perkataan gi kwang padanya.

 

***

‘Ini untukmu’ taeyeon menyodorkan botol air minum pada lee jong suk. Lee jong suk menerimanya kemudian langsung meminumnya. Taeyeon hanya memperhatikannya. Sepertinya lee jong suk tidak pernah jauh dari earphonenya karena dia terus memakainya.

 

Taeyeon sedang bersama lee jong suk di taman sekolah. Akhir-akhir ini hubungannya dengan lee jong suk sudah mengalami kemajuan. Walaupun masih hanya sebatas teman,tapi taeyeon senang karena dia bisa bebas berbicara dengan akrab dengan jong suk.

 

Lee jong suk merasa diperhatikan oleh taeyeon,diapun berbalik melihat taeyeon dan melepaskan earphonenya,’ada apa?’

Pertanyaan jong suk membuat taeyeon salah tingkah,’eh..tidak apa-apa..’

‘dari tadi kau terus memandangku,apa kau terpesona padaku?’ Tanya lee jong suk sembari tersenyum sekilas kemudian bersikap cuek seperti biasanya.

‘apa?aa-aku..?ah..tidak..’ taeyeon tambah salah tingkah ditanya seperti itu,tapi dia mencoba bersikap sesantai mungkin,agar lee jong suk tidak mengetahui perasaannya. ‘apa kau selalu seperti ini?selalu bersikap dingin pada orang?’

Lee jong suk memandang taeyeon dan berkata dengan sekenanya ‘aku memang selalu seperti ini’.

 

Taeyeon terdiam mendengar perkataan lee jong suk. Seperti biasanya,dia selalu saja menjawab dengan santai,seperti tidak terjadi apa-apa. Taeyeon kemudian memalingkan pandangannya,Dia tidak sengaja melihat gi kwang sedang melihat ke arahnya. Mereka pun saling bertatapan dari jauh,taeyeon tahu,gi kwang pasti kecewa dan sedih melihatnya bersama jong suk. Taeyeon menjadi merasa bersalah. Dia pun berpura-pura tidak melihat gi kwang dengan mengalihkan pandangannya ke tempat lain agar tidak bertatapan dengan gi kwang. Ketika dia melihat kembali ketempat gi kwang tadi,gi kwang sudah tidak ada ditempat itu.

Taeyeon menghela nafas lega. Dia tidak menyadari kalau lee jong suk dari tadi memperhatikannya.

Dia menjadi salah tingkah ketika tahu kalau lee jong suk sedang memperhatikannya. Taeyeon tertunduk malu.

‘apa kau membawanya..?’ tanya jong suk tiba-tiba

Taeyeon memandang heran ke arah jong suk,dia tidak mengerti apa maksud pertanyaan jon suk.

Jong suk hanya tersenyum dan berkata,’sepotong cake buatanmu…aku menginginkannya..’

Taeyeon sedikit terkejut mendengar jong suk menginginkan cake buatannya. Diapun memeriksa tasnya dan mengeluarkan bungkusan yang berisi kue cake buatannya itu sembari tersenyum,’ini cake rasa strawberry…’ ucapnya sambil memberikan cake itu pada jong suk.

Lee jong suk langsung memakannya.

 

=TBC…=

 

Part 2 KLIK Disini  

2 thoughts on “SWEET LOVE LIKE A CAKE –> Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s