Greatest desire (de javu) “To the last, Spesial Story” [part 2A end]

 

GD TTL2

Tittle     : Greatest desire (de javu) “To the last, Spesial Story” [part 2A end]

Author  : Midnight Fairy

  • Fb      : weny Zumariiya
  • TW    : @wenyZumariiya

Length  : Twoshoot

Genre    : Romance

Rating   : PG+15

Cast(s) :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sulli

Story Original of my mine ..

 

 

 

Back song >>  Maybe in Love – Super junior KRY ft Park SaeByul

 

 

HAPPY READING !

 

 

“ Temani aku tidur,” ucap Sulli malu-malu tanpa menghiraukan harga diri.

 

“ Ah ne, aku akan menjagamu saat kau tidur.” Tubuh Kyuhyun membalik dan tersenyum manis pada gadis yang masih tak ingin menegakkan kepalanya.

 

Ani, kau tidurlah di sampingku.”

 

MWO!” pekik Kyuhyun kaget. Matanya terbelalak sempurna. Tak pernah terbayang jika gadis itu melakukan hal-hal ajaib yang tak pernah sedikitpun ia bayangkan.

 

Palli, aku benar-benar mengantuk Kyu,” ajak Sulli manja. Terlihat mata gadis itu sedikit sayu menahan kantuk.

 

Shireo! Aku.. aku bisa di bunuh ahjumma! Sudahlah kau tidur saja, aku akan menunggumu,” tolak Kyuhyun seraya kembali membalikan wajahnya dari hadapan Sulli. Rona merah kedua pipi pria itu benar-benar tak bisa tertutup. Merasa gugup dan malu, Kyuhyun meraba kulit lembut pipinya.

 

Eomma akan pulang besok. Bukankah kau sakit Kyu? Kau menungguku hingga pingsan di depan rumah. Mana mungkin aku membiarkanmu tidur di sofa. Lagi pula ini kan bukan pertama kali kita tidur berdua, dan kau juga tak akan pernah melakukan hal macam-macam denganku.”

 

“ Aku tetap tidak mau!” elak Kyuhyun seraya berdiri menuju Sofa panjang di sudut kamar Sulli. Dalam hati, ia terus menenangkan gejolak-gejolak hebat yang bisa memakan kepercayaan dirinya.

 

“ Jangan bilang kau malu.”

 

SKAKMAT! Kyuhyun membatu di tempatnya. Benar! Kepercayaan diri yang dulu lebih tinggi dari Eiffel kini amblas meninggalkan serpihan tajam hanya karna kejutan gila dari Sulli. Kyuhyun terdiam, tak bisa membalas ucapan gadis itu. Ia mengigit gemas jari-jari tangan mencoba menetralkan suasana hati. Rongga dada terus mengembang dan mengempis meraup seluruh oksigen sekitar mereka.

 

“Siapa yang malu! Aku hanya ingin tidur di sofa. Disini lebih empuk. Lagipula tidurmu itu seperti kucing, tak bisa diam!” tolak Kyuhyun lagi seraya duduk merebahkan tubuhnya di sofa.

 

Kreeekk!

Terdengar suara ‘per’ sofa yang memang telah tua memekik keras saat Kyuhyun dengan sengaja menghempaskan tubuhnya pada benda itu untuk meyakinkan Sulli. Sedangkan Sulli, memincing geli mendapati kegugupan Kyuhyun. Gadis itu semakin lama menyukai wajah lugu Kyuhyun ketika digoda. Menggemaskan.

 

‘ Jinja! Sofa sial!’

 

            Tak ingin ambil pusing dan terlajur malu, Kyuhyun membalikan tubuh membelakangi Sulli dan menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan selimut tebal. Dalam hati, Kyuhyun tak berhenti menghujat bahkan jika bisa ia ingin mencekik lidahnya sendiri yang tak bisa bersikap normal didepan gadis yang masih tersenyum puas di tempat tidurnya.

 

“ Kalo begitu aku juga tidur di sofa,” ujar Sulli menghambur mendekati sosok pria yang di bungkus selimut tebal di sebelahnya. Gadis itu menghimpit tubuh Kyuhyun yang masih terdiam di sofa.

 

“ Yak Choi Sulli! Ada apa denganmu? Baik silakan, aku akan tidur dilantai!” eram Kyuhyun seraya melepas paksa selimut yang masih menaut di tubuh dengan tergesa.

 

“ Kalo begitu aku juga tidur di lantai.”

 

“ Ya Tuhan! Aku bisa gila! Aku pulang saja.” Kyuhyun kembali menegak dan berjalan menuju pintu. Jujur, Kyuhyun tak munafik bila sangat menyukai didekat gadis itu apalagi bisa merasakan harum tubuh Sulli dari jarak beberapa centi. Tapi, ia juga pria dewasa yang memiliki emosi dan hasrat. Jika hal gila itu terjadi pada Sulli, gadis yang sangat ia cintai melebih dirinya sendiri, Kyuhyun tak akan bisa  hidup tenang didunia ini lagi.

 

Andwae! Aku… aku tak bisa kalau kau pergi lagi. Aku mohon Kyu. Aku benar-benar takut. Jangan pergi, jangan tinggalkan aku lagi,” mohon Sulli pilu. Terdengar jelas getaran suara Sulli. Ia melemah dan terduduk perlahan. Sekelebat peristiwa-peristiwa menyakitkan yang sukses membombardirkan jiwanya masih melekat sempurna. Ya, rasa takut akan mimpi ataupun nyata kejadiaan itu, masih saja menghujam tanpa ampun perasaannya.

 

Lagi? Kyuhyun yang mendengar permohonan Sulli hanya bisa bertanya-tanya dalam hati dan tak bisa berbuat banyak. Menyerah dan membiarkan segalanya berjalan sesuai kehendak Tuhan. Ia menghela nafas berat sebelum kembali pada gadis itu. Tidak mungkin Kyuhyun membiarkan gadisnya ketakutan apalagi terluka.

 

Uljimma, aku tidak akan pergi. Jangan takut lagi ne,” ucap Kyuhyun lembut. Ia mengusap halus kepala Sulli seakan memberikan kekuatan lebih untuk gadis tersebut.

 

____

 

–          Dia kembali!

Benar, Aku tidak akan pernah melepasnya meski sejengkal jaripun..

Jika ini hanya khayalan gila, aku rela terus hidup terdampar di dunia tak bernyawa bila bersamanya..

Dan jika ini nyata, Bisakah hentikan waktu ini untukku Tuhan?

Hukum aku tapi tolong jangan ambil lagi senyum itu..

Keinginan terbesarku hanya bersamanya, tidak lebih..

Merasakan hangat genggaman, meresap harum tubuhnya, bernafas bersamanya, dan berdebar untuknya…

Tuhan, Terima kasih..

Terima kasih, telah melukiskan keindahan makhluk sesempurna ia melalui kuas-kuas keagungan-Mu  –

 

 

_______

 

Detakan lantang organ ‘pemimpin’ utama tubuh mendominasi ruangan dengan pancar cahaya redup.  Cahaya kecil bulan yang menelusup melalui celah – celah sempit jendela artistik. Siul serta nyanyian lucu para serangga penjaga malam menjadi saksi bisu, betapa sangat berharganya nafas cinta yang di hembuskan Tuhan tanpa pamrih. Memberi kutipan-kutipan doa pada Makhluk tersempurna-Nya.

 

Nampak Sulli dan Kyuhyun masih terdiam hikmat tanpa gerakan sedikitpun. Menatap lekat langit-lakit kamar mencoba mengurangi kegugupan karna situasi yang terasa amat canggung. Ini kali pertama sejak bertahun-tahun persahabatan mereka terangkai dan sejak cinta itu jatuh pada hati keduanya.

 

“ Kyu.” Sulli memecah keheningan memanggil pelan nama pria yang merebah mematung di tempat tidur. Beda halnya dengan Kyuhyun yang mencoba mengalihkan kecangungan dengan mendongak ke langit kamar, Sulli lebih suka menatap lekat setiap inci wajah sempurna Kyuhyun. Terlihat senyumnya menggaris manis tatkala menyadari betapa indah sosok pria itu.

 

“ Huum?”

 

“ Berbaliklah.”

 

Hening. Tak ada respon barang sedikit saja dari Kyuhyun. Ia menghela nafas panjang sebelum menuruti perintah yang terdengar bak diktator di telinganya.

 

“ Bukan berbalik ke arahku tapi membelakangiku,” sanggah Sulli saat Kyuhyun membalikan tubuh menghadapnya. Kyuhyun yang mendapati itu, hanya bisa mengerutkan dahinya kesal tanpa bisa berucap sepatah katapun. Dan angkat tangan menyerah pada perintah Sulli.

 

Mianhae Kyu. Gomawo sudah kembali.” Sulli berucap lembut seraya memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang. Sedangkan Kyuhyun, merespon terkejut tindakan spontan Sulli.

 

“ Kau tau, rasanya benar-benar lelah jika tidak ada dirimu. Aku merindukan punggung ini. Punggung yang selalu ada ketika aku tumbang karna sakit. Punggung yang selalu setia jika aku bahagia,” ujar Sulli seraya menutup mata dan menikmati wangi candu pria di dekapannya. Wangi khas yang melebihi harum bunga bila diresap.

 

“ Sejak tadi kau bilang jangan pergi, kembali, aku benar – benar tidak mengerti.”

 

“ Lebih bagus jika kau tidak mengerti,” kekeh Sulli mendengar kebingungan Kyuhyun.

 

“ Aissh! Ini aku yang bodoh atau kau yang gila?” racau Kyuhyun kesal. Ia seolah menjadi orang bodoh sejak beberapa jam tadi. Bodoh karna menjadi gila karna menunggu gadis itu pulang dari kencan menjijikkan bersama si sunbae. Gila karna mendapatkan kecupan manis dari Sulli untuk pertama kalinya. Mengingat itu, Kyuhyun selalu tersenyum diam-diam seraya menyentuh lembut bibirnya. Tak percaya bila hal yang paling ia inginkan terwujud.

 

“ Kyu.”

 

“ Kau ini berisik sekali. Bukankah kau ingin tidur?”

 

“ Heem. Tapi yang berisik itu jantungmu. Ternyata sangat merdu eoh! Dug dug dag dug dug dag. Akh! Jangan-jangan kau suka bermain drum ketika dalam kandungan,” seloroh Sulli menggoda Kyuhyun.

 

Kyuhyun terperanjat malu mendengar penuturan polos Sulli. Ia ingin lari, tapi Sulli tak membiarkan sedikitpun jarak eratan tangannya. Yang terjadi, pria itu hanya bisa memukul frustasi wajah yang telah sukses menjadi idiot dalam beberapa jam.

 

“ Diamlah Choi Sulli! Atau aku akan pulang,” ancam Kyuhyun dingin. Entahlah, sedikit ancaman itu sisa-sisa kepercayaan diri Kyuhyun.

 

“ Ck ck! Kau kira aku akan termakan oleh ancaman itu? Ngomong-ngomong aku harus berterima kasih pada Changmin Oppa karna telah sukarela membawamu yang pingsan tadi. Apa aku harus membuatkannya sesuatu ya?” Kyuhyun mendengar nama si ‘pesaingnya’ sontak kesal. Ubun-ubunnya kembali panas tiap kali nama itu disebut oleh Sulli. Apalagi Sulli memanggilnya dengan sebutan menjijikkan.

 

“ Sudahlah! Kalau kau tidak mau tidur dan membicarakan orang itu, aku benar-benar akan pulang,” protes Kyuhyun seraya melepaskan pelukan Sulli. Ia beranjak dari tempat tidur dengan wajah datar.

 

Andwae! Mianhae. Arasseo aku akan mengunci bibirku dan tidur,” sergah Sulli menarik lengan Kyuhyun untuk kembali menamaninya tidur.

 

“ Jika terjadi apa-apa padamu jangan salahkan aku.”

 

“ Jika terjadi apa-apa aku yang akan bertanggung jawab.”

 

“ Bagaimana jika terjadi apa-apa denganku? Siapa yang akan bertanggung jawab eoh?”

 

“ Aku! Aku yang akan menanggung semua. Hahaha,” kekeh Sulli membayangkan hal-hal aneh karna ucapan Kyuhyun. Gila! Pria itu menanyakan hal gila yang tak akan pernah terjadi.

 

Jinja! Aku benar-benar  bisa gila. Apa kau ini maniak hah?” umpat Kyuhyun seraya kembali merebah cepat tubuhnya, membelakangi Sulli. Melihat itu, sentak Sulli secepat kilat  melingkarkan tangannya lagi pada punggung Kyuhyun.

 

“ Aku benar-benar merindukanmu Kyu,” ucap Sulli dengan memeluk Kyuhyun lebih erat dari tadi. Seolah gadis itu tak ingin direnggut orang lain tubuh itu.

 

“ Ck ck! Kau hari ini lucu Choi Sulli. Ada apa denganmu eoh? Kau tidak sakit kan? Atau kau belum makan?” tanya Kyuhyun panjang lebar. Ia membalik tubuhnya perlahan kearah Sulli dan menatapnya dalam. Seulas senyum teduh tergaris jelas dibibir pria ‘malaikat’ bagi Sulli.

 

“ Aku bermimpi. Mimpi yang sangat menyakitkan. Kau pergi jauh meninggalkan aku. Semua salahku. Karna kebodohanku kau pergi,” ujar Sulli pilu. Ketakutan itu serta merta tak ingin lari barang sedikit saja dari sisi Sulli. Ia merunduk dan mencengkram erat bed linen merah muda yang menutupi tempat tidur. Mengumpulkan kekuatan serta membunuh ketakutan itu. Kyuhyun yang melihat perubahan miris wajah Sulli serta jari-jari yang gemetar , sontak menggenggam lembut tangan gadis itu. Memeluk dan menyandarkan kepala Sulli pada dada bidangnya. Terserah akan deguban jantung yang tak terkontrol. Ia hanya ingin Sulli tenang dan menghilangkan mimpi buruk itu.

 

“ Jangan takut. Aku disini dan tak akan pernah meninggalkanmu,” balas Kyuhyun lembut seraya mengusap pelan rambut gadis yang telah tenang dalam dekapannya. Sahabat? Dan kata itu menghilang, terbang dari fikiran mereka.

 

Aniya Kyu. Entah aku atau kau, kita pasti akan pergi. Tapi, sebelum itu terjadi jangan lepaskan genggamanmu. Jangan membohongi dirimu seperti orang bodoh lagi. Jangan pernah merelakan hidupmu demi aku.”

 

“ Kau mulai berbicara aneh lagi. Cha! Tidurlah. Ngomong-ngomong kau memakai sampo apa? Benar-benar wangi.”

 

Sulli mendongak pelan dan mendapati wajah Kyuhyun yang tersenyum menghirup wangi sekitar tubuhnya.

 

“ Aku bahkan tidak bersampo hari ini. Tadi, Changmin oppa menghubungiku jadi aku harus bergegas dan aku lupa jika dari kemarin tidak keramas. Apa begitu wangi eoh?” tanggap Sulli polos. Ia memintir dan mencium salah satu ujung rambut hitamnya.

 

“ Yak! Kau… kau ini –” dengus Kyuhyun seraya menjauh dari Sulli.

 

“ Apa? Apa? Kau kan bertanya! Ini jujur. Apa yang salah dengan itu?!”

 

“ Iss! Satu hal lagi. Aku sudah bilang jangan bawa-bawa nama namja itu! Aku benci orang sok tampan seperti dia.”

 

“ Dia memang tampan. Ah, dan berwibawa.” Sulli tersenyum geli menggoda Kyuhyun yang menampakkan wajah asam.

 

“ Terserah!” Kyuhyun mengatup matanya kasar dan memunggungi Sulli yang masih terkekeh geli.

 

            ‘ Gadis paboo! Selalu saja mengucapkan nama itu. Apa dia tidak mengerti? Bahkan tadi kita sudah berciuman. Ciuman?! Arggggh! Ini melukai harga diriku! Bagaimana bisa wanita  yang memulai. Kau bodoh Cho Kyuhyun, kau bodoh!’’  runtuk Kyuhyun dalam hati. Batinnya tak lelah menampar kebodohan yang melukai harga diri sebagai pria.

 

“ Kau cemburu ohk? Hahahahah! Cho Kyuhyun cemburu. Heii namja paboo! Aku kan sudah pernah bilang, jika kau namja terbaik di hidupku,” ucap Sulli seraya menarik lembut baju Kyuhyun. Tapi tak ada jawaban. Terdengar suara desisan kecil dari arah Kyuhyun. Sulli turun dari tempat tidur dan berjalan hati – hati kesisi Kyuhyun. Mendekatkan wajahnya pada rona polos Kyuhyun saat tertidur.

 

“ Jadi seperti ini wajahmu saat tidur. Menakjubkan,” gumam Sulli senang tatkala memandangi keindahan wajah Kyuhyun.

 

“ Jangan melihatku nafsu seperti itu, atau akan terjadi hal-hal yang tak bisa kau bayangkan Choi Sulli.” Sentak Sulli kalang kabut mengetahui Kyuhyun yang belum benar-benar tertidur. Ia seketika memalingkan muka dan berjalan kembali kearah sisi berbeda Kyuhyun dengan pelan.

 

“ Tidurlah.” Kyuhyun menarik pergelangan Sulli sehingga terpental kearahnya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang terlajur dibuat, Kyuhyun menyeringai nakal. Tatapan mematikan yang bisa membuat gadis manapun lumpuh. Sedangkan Sulli, membalas tatapan itu dengan bingung. Bingo! Keadaan berbalik arah. Boomerang berbalik menyerang tuannya.

 

CUP!

Kyuhyun mencium lembut dahi gadis yang sesak karna dipenuhi emosi bermacam-macam malam ini. Memeluk Sulli hangat seolah mengumandangkan jika ia tak akan pergi dari sisi gadisnya.

 

“ Tutup matamu atau aku yang akan menutupnya.” Hening. Sulli masih tak sadar akan ucapan Kyuhyun. Kyuhyun mencium kasih kedua kelopak mata Sulli yang mengerjap pelan. Dan kecupan itu sukses membungkam mata Sulli menjadi anak baik. Hingga keduanya tertidur dengan seulas senyum bahagia.

 

( Sarangingayo, i want you feel just like me)

Apakah ini cinta? Aku ingin kau merasakannya seperti diriku

(Inyeoningayo, i want you feel the same about me)

Apakah ini takdir? Aku ingin kau merasakan yang sama denganku

(hokshi chajaon seolleimie keujeo pangaungayo)

Apakah kau juga bermimpi yang sama denganku?

 (uri hamkke sumswineun oneulgwa)

Hari ini dimana kita bernafas bersama  

(tagaol naeil keu modeun geosi)

Hari esok yang mendekat dan semuanya

(geudaewa hamkke bitnaneun geoseul anayo)

Menjadi bersinar karena aku ada bersamamu

(do you know how much i think about you)

 

Tahukah kau berapa banyak aku memikirkan dirimu?

(do you know how much i love you)

Tahukah kau berapa banyak aku mencintaimu?

 

 

****

 

Drrrt.. drrrtt..

            Dari sudut kamar terdengar dering ponsel yang sedikit mengganggu aktivitas Sulli. Mendapati benda tersebut tak berhenti memekik, ia meraih malas tanpa melihat nama yang tertera di screen ponsel berlatar fotonya bersama Kyuhyun. Entahlah, sejak malam itu gadis ini selalu ingin bersama Kyuhyun dimulai dari hal kecil.

 

“ Yeoboseyo..”

 

“ Ah aniya Oppa. Tidak usah repot-repot menjemputku.”

 

Mwo? Arraseo jika kau sudah di depan rumah. Kau tunggu ne,” ucap Sulli bergegas berlari kecil dan meraih cepat tas jinjing mungilnya. Menemui sunbae yang pernah membuat gumpalan jantunganya sedikit berdesir aneh. Tapi itu dulu. Sekarang, hanya Kyuhyun dan untuk Kyuhyun emosi itu  bersarang.

 

 

@Kyunghee University

 

            Tampak dari salah satu arah parkiran sepasang pria dan wanita berjalan santai menapaki jalanan sebuah universitas ternama di Korea. Sosok pria tampan tersebut tak henti mengguratkan senyuman cerah menatap gadis manis disisi kanannya.

 

Waeyo Sulli-ya?” Changmin memincing bingung tatkala Sulli berhenti mendadak menatap satu arah disebelahnya. Kyuhyun dan Eunjung berpelukan seolah pasangan kekasih yang baru membina hubungan spesial.

 

            ‘ Dan ini benar-benar terjadi lagi. Rasa sakit itu bahkan tak berubah sedikitpun. Eunjung eonnie. Itu yeoja pertama yang bisa membuatmu tersenyum setelah aku. Punggung itu. Kehangatan punggung namja itu milikku. Ini lucu!  Sekarang aku baru menyadari jika cemburu itu menyesakkan.’ Tatapan intens Sulli tak henti melihat tingkah Kyuhyun dan Eunjung dengan leluasanya bercanda gurau di atas motor sport kesayangan pria itu. Gurat merah marah wajah Sulli perlahan meluntur menahan emosi kesal akan kejadian yang terasa terulang 2 kali dihidupnya. Entah ini kekuasaan Tuhan atau misteri Rahmat-Nya. Satu hal yang pasti Sulli bersyukur bisa kembali mengulang kisah ini.

 

“ Sulli-ya,” tanya Changmin lagi seraya menggenggam tangan Sulli. Sentak Sulli merespon terkejut akan kontak fisik pria itu. Ekor mata Sulli tak lelah mengintai Kyuhyun yang masih nyaman bersama Eunjung.

 

 

TBC ke Ending B ..

 

RCL ne ^^biasakan hargai kerja keras kita, meskipun tulisan itu ambriadul😄 *nunjuk muka sendiri*

 

Ngmng” ane ENVY ama adegan ranjang itu

Aissh jinjja ! selingkuhanKyu kau mencabik-cabik hatiku !

*nelen kipas angin*

One thought on “Greatest desire (de javu) “To the last, Spesial Story” [part 2A end]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s