LOVE CONTRACT (Part 2)

LC2

 

Judul        : LOVE CONTRACT

Cast        :    Lee Donghae
            Jang Nara
            Park Shinhye
            Kim Yoona
            Kim Sena
            Yoon Eunhee
            Member Super Junior lainnya..
            Other Cast ( imagine figure )

Genre        : Romance, friendship, family..(tambah sendiri kalo kurang..^^)


Annyeong chingudeul.. ini adalah ff chapter pertamaku yang akhirnya bisa sampai ending.. Soalnya dari kemarin bikin ff belum sampai ending udah nyerah di tengah jalan.. Jadi, mian jika ceritanya masih kelihatan amatiran banget dan juga maklumin klo banyak ejaan bakor yang salah dan tiba2 ketemu sama miss typo… (dia ngontrak di tulisanku soalnya.. hehehe..) And then.. Jangan lupa RCL, nde? Setiap kritik dan saran sangat berarti.. Jangan cuma jadi Silent Reader! Please.. Apresiasimu begitu ku harapkan… Now, let’s begin….
Happy reading…^^

……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
Setelah Nara pergi, Donghae memutuskan untuk menginap malam itu di dorm “Saphire Blue”. ya, benar.. Donghae merupakan salah satu personil dari boyband “Saphire Blue”, boyband yang sangat populer saat ini di korea selatan.

(Di kisah ini saya ungkapkan bahwa tidak ada boyband SUPER JUNIOR, namanya disini berubah menjadi SAPHIRE BLUE dengan personil yang sama dengan Super Junior, dan boyband ini memiliki popularitas yang begitu luar biasa dan memiliki ciri khas, yaitu mereka selalu menggunakan topeng dan nama panggung saat perform maupun dalam kegiatan roadshow, sehingga identitas dari masing2 personil benar2 menjadi rahasia yang membuat fans-nya pun semakin banyak dikarenakan karisma dan kemisteriusan boyband ini yang semakin hari semakin naik)

Selama ini Donghae atau Aiden Lee (nama panggungnya di SAPHIRE BLUE) memang tak memberitahukan apapun tentang sisi lain kehidupannya itu, bahkan kepada orangtuanya sekalipun. Yang tahu akan identitasnya hanya rekan2 grupnya dan Managementnya saja.. Oleh karena itu, orang tuanya selalu salah paham padanya yang sering pulang malam bahkan terkadang tak pulang (saat roadshow ke luar kota). Kesan anak berandalan sudah terlanjur melekat padanya. Itulah yang membuatnya jauh lebih tertutup dan dingin bahkan di kantor sekalipun.

“YAA, Donghae-ssi.. kau dapat masalah lagi?” tanya Yesung yang melihat Donghae tiba dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa.
“Nde. biarkan aku tidur disini malam ini.. ngomong2.. dimana yang lainnya?”
“Siapa maksudmu? yang tinggal di dorm ini kan hanya aku, Ryeowook, Sungmin dan Leeteuk.. karena hanya kami-lah yang memiliki rumah di luar kota, jadi kalau kau tanya yang lainnya, maka carilah di rumah atau kantor mereka masing2..”
“Ahh… ya, mereka bertiga dimana?”
“Leeteuk masih ada meeting di kantornya, dia bilang dia akan lembur.. Ryeowook mungkin sedang dalam perjalanan dari hotel (pekerjaan Ryeowook yaitu Chef di salah satu hotel bintang lima di Seoul^^), dan Sungmin baru saja tidur, dia baru saja pulang dari Incheon untuk pembukaan Cafe barunya.. Huh, semua sedang sangat sibuk saat ini. aku khawatir kita tak bisa perform dengan baik untuk konser lusa..”
“Huuhh, sepertinya memang begitu, lalu kau sendiri?”
“Aku? kau kan tahu siapa aku.. aku tak perlu bekerja lembur seperti mereka, pekerjaanku hanya mengarang lagu dan membuat website kita semakin menarik setiap hari.. hahaha… dengan itupun aku sudah kaya…”
“Huuhh.. tidakkah kau berfikir hidup seperti ini sangat melelahkan?”
“Anni, bagiku ini sangat menyenangkan dan menantang.. haha..”
“Itu karena kau tak perlu berdebat dengan orangtuamu setiap hari seperti aku… kau tinggal mengirim uang kepada orangtuamu setiap bulan dan mereka tidak akan curiga dengan apa yang kau lakukan setiap harinya..”
“YAA… apa kali ini terasa begitu berat?” tanya Yesung sambil mematikan TV dan menghadap sepenuhnya pada Donghae.
“Huuuhh… Akan kuberitahu kau satu hal.. Mungkin aku akan segera menikah.”
“MWO??!”
“Ssssttt!! Diamlah! Apa kau berniat membuat Sungmin terbangun dan mendengarnya?”
“Ahh… kau serius??”
“Nde, mungkin saja… Kalau yeoja itu setuju untuk membantuku..”
“Yeoja? Sejak kapan kau punya yeojachingu?”
“YAA, dia bukanlah yeojachinguku..”
“Lalu kenapa kau mau menikah dengannya?”
“Huuhh… ceritanya panjang..”
“Apakah ini ada kaitannya dengan gosip yang mengatakan bahwa kau yang punya kelainan seksual? Kudengar dari Kyuhyun bahwa di Kantormu hampir semua staff membicarakannya.. Apa kau khawatir dengan semua rumor itu dan memilih menikah dengan seorang yeoja untuk menghilangkan semua anggapan itu??”
“Kyuhyun sudah tahu?! dan dia bahkan diam saja?!”
“YAA, jangan marah padanya.. dia juga baru tahu hal itu, kau tahu kan bahwa namanya ikut terlibat dengan rumor gila itu.. dia bilang dia sudah sejak tadi menghubungimu, tapi ponselmu selalu tak aktif, dia khawatir padamu..”
“Kenapa dia bisa setenang itu?? bukankah nama baiknya juga ternoda gara2 masalah itu?”
“Kau tahu sendiri siapa dia… Dia mana peduli pada hal2 semacam itu?? Di kepalanya hal2 seperti itu pasti tak pernah dijadikan masalah..”
“Hmm,, aku harus benar2 belajar darinya.. Ketenangannya menghadapi masalah benar2 harus dipuji..”
“Ehh… ngomong2 apakah yeoja itu cantik?”
“YAA, kenapa kau tiba2 tertarik dengannya?”
“Haha… tak usah cemburu begitu.. aku kan hanya bertanya..”
“Kau jangan salah paham dulu, aku hanya akan menikah contract dengannya. Dia adalah putri dari sahabat orangtuaku. Awalnya aku tak tahu hal itu, tapi kurasa itu malah justru menguntungkan.. Dengan menikah dengannya, orangtuaku tidak akan mengatur hidupku lagi bukan?”
“Jadi itu tujuannya.. hhmmm… bisa juga. tapi apakah dia benar2 mau menikah denganmu?”
“Entahlah.. tapi aku yakin dia akan menyetujuinya,.. karena dia mirip denganku..”
“Mirip?”
“Ahh… yang pasti kau akan ku undang ke pernikahanku jika rencanaku berjalan lancar.. sekarang biarkan aku tidur, arraseo?”
Setelah mengatakannya Donghae langsung berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.

Sebenarnya malam ini Donghae dan Nara sama2 tak bisa tidur memikirkan apa yang tela terjadi tadi.. Di saat yang sama mereka meraba bibir mereka ketika mengingat akan ciuman tadi, kemudian tersenyum sendiri.. Dan akhirnya sama2 tertidur setelah berfikir cukup lama..

***

Keesokan harinya saat cahaya matahari mulai masuk dari kaca jendela menghangatkan udara, Donghae terbangun dengan malas ketika tiba2 saja ponselnya berdering..
“Yeoboseo.”
“Annyeong Donghae-ssi.”
Mendengar suara yeoja yang menelpon di seberang sana membuat matanya sepenuhnya terbangun..
“Nara-ssi?”
“YAA, kau tampak sangat menunggu telepon dariku Donghae-ssi.. Hahaha..”
“YAA! Kau benar2 sangat percaya diri!”
“..hmm, ayo kita bertemu, aku ingin membahas isi contract pernikahan denganmu.. bagaimana?”
“MWO?! Jadi kau menyetujuinya??” ucap Donghae girang namun seperti sadar dengan tingkahnya diapun menunjukkan suara datarnya lagi.
“Nde. Oleh karena itu, mari kita susun Contractnya. Eomma dan Appa-ku selalu menanyakan hubungan kita. Apa kau belum pulang? Kalau kau pulang orangtuamu pasti juga akan melakukan hal yang sama..”
“Jinnja?”
“Nde. Appa-ku bahkan bertanya tentang keseriusan kita.. Dia berkata tak akan mencampuri urusanku lagi jika kita benar2 menikah..”
“Arraseo.. kalau begitu kita bertemu di Cafe Panda jam 9 a.m nanti.”
“Nde. Aku setuju. sampai jumpa nanti Donghae-ssi.. hhmm, oh ya… kau harus segera menghapus liurmu itu.. ini sudah siang..”

Mendengar hal itu, reflek Donghae membersihkan tepi2 bibirnya.
“YAA!! siapa yang berliur, hah?!”
“hahahaha…. arraseo, arraseo… aku hanya bercanda! Jangan2 kau sekarang sedang membersihkan bibirmu hah?”
“YAA!! JANG NARA!!”
“Hahaha… sampai bertemu nanti Donghae-ssi.”
Dan sambunganpun diputus.

“Yeoja ini… benar2..” namun walau kesal sekalipun, dia tetap tersenyum dan bangkit dari tempat tidur.

***

Semetara itu, di kator ternyata orangtua Donghae dan Nara sedang menghadiri rapat pemegang saham tanpa kehadiran Donghae, kali ini rapat membahas tentang calon Direktur Utama yang akan menggantikan Tuan Jang. Dahulu semua mengira pasti Donghae-lah yang akan menggantikan ayahnya karena kinerjanya selama ini, tapi setelah rumor itu menyebar, para pemegang saham  jadi ragu untuk memilih Donghae sebagai Direktur Utama, hal itu jelas membuat Tuan Lee marah dan menyesal,,.

“Asal kalian tahu, putraku adalah seorang namja sejati! Dia juga sudah memiliki yeojachingu, jadi mulai sekarang aku tak mau mendengar hal2 semacam ini lagi, kalian mengerti?!”
“Presdir mengatakannya karena ingin menutupi hal itu bukan?” ucap Kim Sena yang tak percaya
“Anni! itu benar! karena yeojachingu-nya adalah putriku sendiri. Jang Nara. Hanya kami-lah yang tak tahu selama ini.. Jadi jangan meragukan Direktur Lee Donghae,.” ucap Tuan Jang membenarkan.

Semua pemegang saham akhirnya percaya dan memberi kesempatan kepada Donghae untuk menghadiri rapat pemegang saham berikutnya sebagai calon Direktur Utama. Tanpa mereka sadari sejak tadi ada seorang yeoja yang begitu terkejut dan merasa kecewa terus terdiam sampai rapat berakhir. Ya, itu Kim Sena yang merasa begitu kecewa pada Donghae yang tak pernah menganggapnya ada, namun tetap menyukainya dan mengaguminya.
“Jadi karena ini dia tak pernah menganggapku? karena dia sudah memiliki yeojachingu? kenapa tak mengatakannya saja, itu akan jauh lebih mudah bagiku daripada harus kecewa seperti ini..” ratap Sena dalam hati.

***

Di Cafe Panda pukul 9 a.m. KST

Donghae dan Nara sedang membahas detail contract pra nikah yang akan mereka jalani. Segalanya mereka atur mulai dari tugas yang harus mereka kerjakan jika nanti telah menikah dan menempati rumah sendiri, hak masing2, dan untuk tidak saling mencampuri urusan pribadi masing2 sudah mereka tulis dalam sebuah contract. Sebagai pegesahan mereka bertandatangan di atas materai di kertas perjanjian itu dan kemudian saling berjabat tangan.
“Geurae Donghae-ssi… sekarang kita rekan.”
“Geurae.. Mari kita bekerjasama dengan baik Nara-ssi..”
Tiba2 saja ponsel Donghae dan Nara berdering bersamaan, mereka pun mengangkat ponselnya masing2.. Setelah beberapa menit, mereka menutup ponselnya hampir dalam waktu yang bersamaan pula.
“Aboji ingin aku segera ke kantor sekarang.. ”
“MWO? Appa-ku juga memintaku untuk datang ke kantormu sekarang..”
“Aisshh… ada apa lagi ini?”
“Sudahlah. Lebih baik kita turuti saja apa mau mereka.”
“Haah.. Geurae.. Kajja!”

Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di depan kantor Donghae, mereka berhenti sebentar sebelum berjalan masuk ke dalam kantor itu.
“Nara-ssi… Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan jika mereka meragukan kita?”
“Ahh… Nde, tak perlu mengingatkanku terus, aku bukanlah yeoja pabo..”
Mereka mulai masuk ke lobby kantor yang cukup luas, dan saat itu juga mereka saling bergandengan tangan dan berjalan dengan mesra seperti sepasang kekasih yang sukses membuat seluruh staff yang melihatnya terkejut dan tak percaya..
“Ahh… siapa yeoja yang bersama Direktur itu? wuaahh… dia cantik sekali..” gumam seorang staff yang kagum.
“Mereka tampak sangat mesra, apakah mungkin itu yeojachingu-nya?” ucap seorang staff lagi.
“Wuaa… kalau benar demikian, berarti semua rumor yang tersebar akhir2 ini sama sekali tak benar?”
“Wuah… mereka tampak serasi…”
“Sudah kuduga, Direktur bukanlah orang semacam itu, lihat sendiri kan… yeojachingu-nya sangat cantik..”

Semua staff mulai berbisik2 ketika melihat Donghae yang menggandeng Nara dengan mesra memasuki kantor.. Bukannya tak mendengar, tapi Donghae sengaja tak menghiraukan apa yang mereka ucapkan. Saat ini yang satu masalahnya mungkin telah teratasi, sekarang tinggal orangtuanya saja yang harus mereka hadapi.
“YAA, Donghae-ssi… Nampaknya semua pemberitaan buruk yang menimpamu akhir2 ini sudah benar2 hilang..” bisik Nara masih sambil berjalan,
“Aku tak peduli.. Sekarang yang sedang kupikirkan adalah orangtua kita..”
“Kau tak menghiraukan masalah ini? jinnja? lalu siapa orang yang saking frustasinya kemudian minum sampai tak sadarkan diri kemarin itu?” goda Nara sambil sedikit tertawa..
“Arraseo.. arraseo.. kalau itu memang lelucon, maka aku akan berusaha tertawa..haha..” ucap Donghae sambil tertawa yang kelihatan dipaksakan.
“YAA!! actingmu benar2 parah… jangan tertawa lagi..” ucap Nara kesal yang justru membuat Donghae tertawa lepas dan kemudian masuk ke dalam lift bersama Nara.

***

22 April 2013 di sebuah gedung resepsi mewah kota Seoul.

Hari pernikahan Donghae dan Nara. Ya, setelah pertemuan mereka dengan masing2 orangtua mereka seminggu yang lalu di kantornya, saat itu juga mereka mengungkapkan rencana pernikahan mereka, yang jelas saja membuat kedua orangtua mereka terkejut sekaligus bahagia. Dan tak tanggung2, orangtua mereka sendiri yang langsung menyiapkan upacara pernikahan super mewah dalam waktu kurang dari seminggu untuk Donghae dan Nara.
“Apa kau siap?” tanya Donghae pada Nara disampingnya yang terlihat begitu cantik dengan gaun putih pernikahannya.
“Huuh… pegangi aku jika aku sampai tersandung gaunku sendiri dan terjatuh..” ucap Nara menutupi kegugupannya.
“Nde. salah sendiri kenapa mau memakai itu? kau kan bisa pilih yang lain.. yang jauh lebih nyaman dan simple..”
“Eomma-mu yang memilihkannya..”

Donghae terpaku mendengar jawabannya dan akhirnya mengulurkan tangannya pada Nara.
“Pegang tanganku. akan kupastikan kau aman selama bersamaku. tak akan kubiarkan kau terjatuh.” ucap Donghae sungguh2..
“Gumawo..” ucap Nara lalu meraih tangan Donghae.
“Tahanlah sebentar.. dan gumawo.. kau sudah mewujudkan obsesi eomma-ku tentang calon menantu idamannya dan pernikahan impian putranya.. jeongmal gumawo..” ucap Donghae sambil terus menatap ke depan.
“Inilah saatnya.. ayo kita mulai Nara-ssi..”

Tirai dibuka dan suara alunan musik pernikahan serta tepuk tangan mengiringi langkah mereka ke pelaminan..
Upacara berlangsung dengan lancar, semua terlihat begitu gembira, terutama kedua  orangtua Donghae dan Nara.. Banyak yang menyalami dan mengucapkan selamat pada mereka..
“Nara-ya…. Chukkae!! semoga kau selalu bahagia dimanapun kau berada..” ucap Shinhye sambil memeluk sahabatnya itu.
“Shinhye-ya… kau tak usah khawatir padaku.. aku akan baik2 saja…”
“Nara-ya… tak kusangka kau menikah secepat ini… dan bahkan kami tak tahu bahwa kau punya namjachingu!” ucap Yoona yang sedikit kesal merasa dibohongi.
“Hehe… mianhae Yoona-ya… kita akan tetap jadi sahabat kan?” ucap Nara memohon.
“Bicara apa kau ini? tentu saja kita akan tetap jadi sahabat! kita bertiga sahabat selamanya!” ucap Yoona giliran memeluk Nara..
“Donghae-ssi… tolong jaga Nara-kami dengan baik..” ucap Shinhye pada Donghae yang dibalas dengan senyuman olehnya.

Dan saat mereka berdua berbalik ingin pergi mereka berpapasan dengan Yesung dan Leeteuk yang juga ingin mengucapkan selamat pada Donghae dan Nara.. Selama beberapa detik mereka saling menatap dan terpesona satu sama lain, sampai akhirnya berlalu meneruskan langkah mereka.
“Donghae-ssi!!! Chukkae!!” ucap Leeteuk yang langsung memeluk Donghae.
“Gumawo, hyung…”
“Ini terlihat benar2 nyata… aku ragu ada yang meragukan keaslian pernikahanmu..” bisik Leeteuk pada Donghae.
“Bukankah itu yang diharapkan..?” balas Donghae sambil tersenyum.
“Nara-ssi… perkenalkan, aku Leeteuk, Donghae-hyung…” sapa Leeteuk ramah sambil menyalami Nara.
“Ahh… nde, Jang Nara imnida, bangapseumnida..” ucap Nara memperkenalkan diri.
“Dia beruntung, kau sangat cantik..” puji Leeteuk yang membuat wajah Nara merona.
“Gumapsimnida..”
“Chukae Donghae-ssi..” ucap Yesung yang diabaikan Donghae karena sedang memperhatikan keakraban Leeteuk dan Nara.
“YAA,DONGHAE-SSI!”
“Ahh!! Arra! Gumawo..” ucap Donghae kikuk.
“Aku mengira ini hanya sebuah contract, tapi kau terlihat over protective seakan2 dia benar2 istrimu..” bisik Yesung pada Donghae yang makin terlihat kikuk.
“Anni! aku hanya sedang mengawasi saja, ahh… sudahlah.. dimana yang lainnya?”
“Mereka minta maaf karena tidak bisa datang, kau tahu sendiri bukan? kami baru saja menyelesaikan tour ke Jepang, mereka kelelahan.. kau sih enak karena absen kemarin..”
“Ahh… Arraseo… katakan pada mereka bahwa aku merasa baik2 saja.. dan jangan merasa tak enak hati, aku juga minta maaf pada semuanya..”
“Arraseo… akan kusampaikan. oh ya, sungguh… istri pura2mu benar2 mempesona..” goda Yesung sambil berbisik pada Donghae.
“YAA!!”
“Hahaha….” Yesung tertawa dan kemudian menjabat tangan Nara sambil mengedipkan matanya yang membuat Donghae kesal setengah mati.

***

Di dalam sebuah ruangan gelap, beberapa orang bertampang garang mulai masuk dan memberi hormat kepada seseorang yang duduk dengan membelakangi mereka menatap ke jendela kecil.
“Kami sudah tahu kemana mereka akan pergi, nona..” ucap salah seorang dari mereka.
“Bagus. ikuti mereka, dan buat moment yang tak akan pernah mereka lupakan selamanya..”
“Geurae nona.. kami mengerti.”
“Chakkaman. Kau bisa bunuh yeoja sok cantik itu, tapi jangan sampai kau menyederai namja itu.. Arra?”
“Arraseo nona.. Kami akan melakukannya dengan baik.”
“Geurae.. kalian boleh pergi.”
Setelah mendengarnya, mereka semua meninggalkan ruangan gelap itu.. si yeoja yang sejak tadi bicara terus saja menatap jendela,
“Sayang sekali… jika aku tak bisa memilikimu.. maka aku juga tak rela ada yeoja lain yang mendapatkanmu..”

***

Di kota Tokyo, Jepang malam hari.

Ya, Donghae dan Nara sedang menikmati paket honeymoon yang diberikan oleh orangtuanya selesai upacara pernikahan itu. Mereka sedang menaiki taxi menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya, namun taxi mereka berhenti karena kerumunan orang yang memadati alun2 kota saat itu.
“Ojisan, apa yang sedang terjadi?” tanya Donghae pada supir taxi itu dalam bahasa Jepang.
“Oh, sekarang ini sedang berlangsung parade kembang api tahunan, ini sangat meriah Tuan..”
“Wuaaa… lihat itu… indah sekali!” ucap Nara kagum sambil menatap keluar jendela.
“Apa kau ingin melihatnya?” tanya Donghae sambil tersenyum.
“Bolehkah? jinnja?” tanya Nara begitu antusias.
“Ojisan, bisakah kau mengantar barang2 kami ke Hotel WORLD? kami ingin turun disini..”
“Hai, nikmati malam kalian.. sayonara..”
“Kajja, bukankah kau ingin melihatnya?” ajak Donghae sambil keluar dari taxi.
“Omo! kita benar2 bisa melihatnya?” tanya Nara sambil membawa tas selempangnya dan turun mengikuti Donghae dengan penuh semangat.
“Wuaahh, Jepang memang punya caranya sendiri dalam menikmati hidup.. ini bahkan jauh lebih meriah dari tahun lalu..” ucap Donghae kagum.
“Apa itu maksudnya kau kemari juga tahun lalu?”
“Nde. Setiap tahun kami akan menggelar kons–” tiba2 saja Donghae menghentikan ucapannya.
“Menggelar apa?” tanya Nara yang penasaran.
“Ahh.. bukan apa2. aku sering kemari untuk urusan bisnis.. dan untungnya selalu bertepatan dengan perayaan seperti ini.” kilah Donghae.
“Oh..” jawab Nara datar.
“Bukankah ini sangat indah? Kembang api Jepang merupakan salah satu yang terbaik di Asia, kau beruntung bisa melihatnya.. apalagi bersama namja setampan aku..”
“YAA, kau benar tentang kembang apinya, tapi tolong mengertilah, aku terjebak denganmu disini.. huuh.,,” ucap Nara sambil sedikit tertawa.
“Haha.. akan kutunjukkan yang lebih indah.. kajja!” ucap Donghae sambil menarik tangan Nara menjauhi kerumunan.
“YAA, kita mau kemana? aku masih ingin melihatnya..” rengek Nara.
“Arraseo, makanya diam saja dan ikut denganku.” ucapnya sambil terus menggandeng Nara menjauhi kerumunan.

“Nara-ssi… bukankah ini sangat menakjubkan?” ucap Donghae sambil melihat kembang api dari atas bukit kecil di tepi alun2.
“Nde. sangat indah…” ucap Nara takjub.
“Arra. Kau pasti menyukainya. Siapapun yang melihatnya akan menyukainya..” ucap Donghae sambil tersenyum menatap Kilapan kembang api di udara.

‘Donghae-ssi.. ternyata kau punya sisi yang seperti ini..’ ucap Nara dalam hati sambil menatap Donghae.

“WAE? Arra, aku memang sangat tampan, bukan?” ucap Donghae sambil tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari kembang api.
“M-MWO?? Aisshh.. kau ini benar2..” ucap Nara kikuk.
“Aku tampan, kaya, cerdas, dan banyak yang mengatakan kalau aku begitu manis. Kau sangat beruntung bisa menikah denganku..”
“YAA! Apa kau sedang menyombongkan diri hah? sayang sekali.. sekalipun kau memiliki semua itu tetap saja tak ada yang mau menjadi yeojachingu-mu.. Bukankah itu menyedihkan?” sindir Nara.
“YAA! siapa yag berkata begitu? banyak yang mengejarku, arraseo?”
“Lalu… kenapa tak menikah dengan salah satu diantara mereka? kenapa malah terjebak disini bersamaku saat ini, hah?”
“Karena aku tak menyukai mereka. Karena aku tahu, tak ada yang bisa kupercaya dari mereka. Apa itu cukup?”
“WAE? Apa kau takut mereka hanya menginginkan hartamu saja?”
“Haahh… Asal kau tahu, bukan cuma itu yang kumiliki.. Kau akan terkejut ketika tahu siapa diriku yang sebenarnya..”
“WAE??”
“YAA, lihatlah aku.. Dasar pabo! Sudah kukatakan bahwa aku ini tampan, kaya, cerdas, dan kharismatik.. Aku akan banyak diperebutkan yeoja, bersiap2lah.. hahaha…” canda Donghae.
“Aigoo.. Penyakit sombongmu itu benar2 sudah akut ternyata..” ucap Nara sambil tersenyum mengejek lalu ikut tertawa juga.

Nara masih duduk sendirian di atas bukit sekalipun parade kembang api sudah berakhir 15 menit yang lalu, sampai akhirya Donghae datang dengan membawa beberapa bungkusan yang berisi makanan dan minuman.
“Kenapa lama sekali?”
“Mianhae.. aku baru saja menghubungi Hotel tempat kita menginap.. aku minta mereka memasukkan barang2 kita ke kamar.. Ini, makanlah..” ucap Donghae sambil memberikan bungkusan yang dibawanya.
“Ini bukan sushi kan?”
“Anniyo… Apakah sushi bisa dibungkus seperti ini?” ejek Donghae.
“Ahh… Kau benar.”
“WAE?”
“Hmmt?”
“WAE? Kau tidak suka sushi?”
“Bukannya tidak suka, Aku alergi dengan beberapa jenis ikan mentah..”
“Alergi?”
“Nde. Kau tahu alergi, bukan?”
“Arraseo. memangnya jika kau memakannya maka apa yang akan terjadi padamu?”
“WAE? Kau tak perlu tahu, Ingat! jangan coba2 mengerjaiku dengan memberiku itu! atau kau akan menyesal!” ancam Nara sambil membuka bungkusannya.
“Aku benar2 penasaran… hmmm.. mungkin bisa sedikit kutaburkan ikan mentah ke sarapanmu nanti… hahaha…”
“MWO? kau benar2 cari mati ya?!” ucapnya sambil memukul lengan Donghae.
“Ahhh!! Appo! Arra! Arraseo! Apa kau pikir aku setega itu? Apa untungnya bagiku bila kau sakit?”
“Ingat! jangan coba2! Arraseo?”
“Geurae.. Arraseo! sekarang makan saja makananmu.. aku jamin itu aman!”
“Geurae.. Tadaimasu..” ucap Nara sambil menyatukan telapak tangannya dan mulai makan.
“Haha… Tadaimasu..” ucap Donghae sambil meniru Nara dan mulai makan juga.

Nara dan Donghae menyusuri alun-alun Tokyo yang mulai terlihat sepi karena sudah larut malam. Sampai akhirnya Donghae sadar bahwa sejak tadi ada yang membuntutinya, namun dia tetap bersikap tenang dan mulai merapat pada Nara.
“YAA, kenapa kau berjalan sedekat itu denganku? jalanan ini kan begitu luas..” ucap Nara risih.
Donghae merangkul pundak Nara dan berbisik padanya,
“Tenanglah.. Ada yang sedang mengikuti kita.” kata Donghae sambil terus berjalan seakan tak ada satupun yang ganjil.
“MWO? Apa kau sedang ber–”
“Ssstt!! Sudah kukatakan tenanglah. Bersikaplah seakan tak ada yang mencurigakan..” ucap Donghae sambil terus merangkul Nara.
“Arraseo.. Apa kita perlu beracting sekarang?”
“Ide bagus, CHAGIA..” ucap Donghae keras.
“Nde, chagia…” ucap Nara manja sambil memeluk pinggang Donghae dan terus berjalan.

to be continue…

28 thoughts on “LOVE CONTRACT (Part 2)

  1. kyaaa hong sena kok jahat banget -_-
    btw di part 1 aku udh komen tp gk bisa2 dan dipart 2 ini baru bisa mian ya thor *bow*
    next part gak pkek lama *todongpkekegolok ;D

    keep hwaiting ^^

  2. waaaa aku br nemu ini ff..
    waaaaa suka banget ini sm ff nya, cerita nya juga..
    aku suka ff tntnag pernikahan xD. wkwkwk
    waaaa author daebaaakkkk lnjut lg baca thor xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s