[4th Chapter] Destiny

 

Destiny4

Destiny

 

Author: Choi Eun Hee (@star1girl)

Genre: Romance

Casts:

  • Ulzzang Jung Roo as Kwon Eun Hye
  • T.O.P Big Bang as Choi Seung Hyun
  • G-Dragon as Kwon Ji Yong
  • Kim Yoo Jung as Kwon Eun Hye (Child)
  • Yeo Jin Goo as Kwon Ji Yong (Child)
  • Park Gun Tae as Choi Seung Hyun (Child)
  • Other Casts

FB: https://facebook.com/fionacaem

 

***

 

~Chapter 4~

.Kejadian Memilukan.

 

“Bagaimana? Apakah kalung ini cocok untukku?”Tanya Seung Hyun kepada Eun Hye. Ia begitu senang karena ada orang yang mengingat hari bersejarah dalam hidupnya. Eun Hye mengangguk seraya tersenyum.

 

“Sangat cocok untukmu kak” ucap Eun Hye.

“Kau juga harus pakai kalung ini.”

 

“Tapi, kenapa nama kakak? Seharusnya kalung yang kupakai berukirkan namaku?”

 

“Aku yakin, pasti ada saat dimana nanti kita akan berpisah. Jadi, kau memakai kalung yang berukirkan namaku agar saat kau melihat bandul kalung itu, kau dapat mengingatku” jelas Seung Hyun.

 

“A~ Arrayo!!” Eun Hye segera memakai kalung yang masih tersisa didalam kotak tersebut. Keduanya tampak bahagia dengan apa yang telah terjadi hari ini. Apa yang hari ini terjadi mungkin tak akan pernah bisa dilupakan oleh Seung Hyun. Termasuk kejadian tadi^^ (Lihat Chapter 3). Seung Hyun tiba tiba memeluk Eun Hye usai Eun Hye memakai kalungnya.

 

“Terima kasih sudah mengucapkannya. Aku kira tidak akan ada orang yang mengingat hari ulang tahunku.” Ucap Seung Hyun bahagia. Eun Hye mengukir senyumnya. Dan Kemudian ia membalas pelukan Seung Hyun.

 

“Sama-sama. Aku akan bahagia jika kakak bahagia” ucapnya tulus.

 

 

***

 

Yong menatap langit siang yang begitu menyilaukan itu. Ia bingung, saat ini ia berada di mana? Saat ini ia tidak bersama siapa siapa. Yong merasa kesepian. Dan merasa bersalah. Sudah hampir 1 minggu ia berada disini. Terlebih lagi, Perpisahannya dengan Eun Hye sangat memilukan baginya. Eun Hye, bagaimana keadaanmu sekarang? Aku merindukanmu Eun Hye. Ayah, Ibu.. Dimana kalian?  Gumam Yong dalam hatinya. Ia kini menumpahkan air mata-nya.

 

“Yong” panggil Seseorang dibelakangnya. Ketika ia menoleh, orang itu bukanlah ibunya. Tetapi pengurus panti asuhan tersebut. Yong kembali menatap kearah langit. Ia tidak menghiraukan panggilan pengurus panti tersebut. Wanita separuh baya itu kini mendekat kearah Yong.

 

“Yong” ucap wanita itu lagi seraya menyentuh pundak Yong. Namun Yong menepisnya.

 

“Ada apa” ucap Yong datar.

 

“Jangan bersikap seperti itu kepadaku. Ayahmu sedang menunggumu diluar” ucap wanita tersebut. Yong terkejut. Ayahnya? Jadi ayahnya sudah melunasi hutang hutangnya? Jadi Yong dapat pulang dan berkumpul lagi seperti dulu? Pikir Yong.

 

“Ibu tidak berbohongkan?”

 

“Untuk apa aku berbohong? Sekarang, Yong kemas barang barang yang Yong bawa, lalu Yong masuk kedalam mobil hitam yang terletak didekat pagar. Ayahmu sudah menunggu.” Ucap ibu Panti tersebut. Yong tampak bingung. Mengapa sang ayah tidak langsung memeluknya dipanti ini saja?

 

“Tetapi, kenapa ayah tidak menjemputku disini saja?” Tanya Yong.

 

“Mungkin ayahmu menjadikan ini sebagai kejutan. Ayo ikut ibu. Ibu akan membantumu berkemas. Jangan kecewakan ayahmu ya?” Wanita itu menggandeng tangan Yong menuju kamarnya. Kini perasaan Yong sangat bahagia. Ia kini bisa kembali kerumah bersama adik dan kedua orang tuanya. Usai Yong mengemas barang barangnya, iapun segera berlari keluar karena tidak sabar.

 

Yong memasuki mobil yang di maksud oleh ibu panti tersebut. Setelah memasukinya, ia dapat melihat seorang lelaki berpakaian rapi sedang membaca koran. Ia tiba tiba mengisyaratkan kepada sang supir untuk mengunci semua pintu mobil dengan tangannya.

 

“Ayah?” Panggil Yong. Laki laki itu Kemudian meletakkan Korannya hingga wajahnya terlihat.

 

“Kau bukan ayah!”

 

 

***

 

 

Eun Hye beristirahat di Sofa ketika mereka telah tiba dirumah. Seung Hyun baru saja usai memarkirkan sepedanya didepan. Eun Hye senang jika Seung Hyun bisa menerima hadiahnya itu. Ia jadi penasaran, Apakah Bang Geum juga akan memberikan hadiah untuk Seung Hyun? Eun Hye melirik ke jam dinding sesaat. Pukul 3 sore.

 

“Eun Hye” Seung Hyun memanggilnya. Dan kini Seung Hyun telah duduk disampingnya.

 

“Ya kakak?”

 

“Aku mau bertanya”

 

“Tanya apa?”

 

“Dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli kalung ini? Bukankah harga kalung ini mahal?” Eun Hye tersenyum mendengar pertanyaan Seung Hyun

 

“Aku bekerja selama 5 hari penuh untuk mendapatkan uang itu. 2 hari sekali paman memberiku uang 15 dollar.” Jawabnya

 

“Aigoo~ jadi kau bekerja seharian hanya untuk memberikan aku kalung seperti ini?” Eun Hye tersenyum lagi. Dan Kemudian mengangguk. Seung Hyun Kemudian menatap Eun Hye. Ia begitu kagum dengan usaha Eun Hye. 2 hari sekali ia mendapatkan uang 15 dollar dari ayahnya, jika 5 hari berarti ia sudah mengumpulkan 30 dollar dan sisanya berasal dari keringatnya. Mengagumkan! Seumur hidup, Seung Hyun belum pernah bisa melakukan apa yang Eun Hye lakukan. Dari ia bekerja mengantarkan Koran pun tidak seberapa.

 

“Kakak? Kenapa melamun?” Tanya Eun Hye dan itu membuat Seung Hyun tersadar dari lamunannya.

 

“Ah tidak apa apa. Karena kau sudah memberiku hadiah yang bagus ini, aku ingin mentraktirmu makan”

 

“Dimana?”

 

“Direstoran bibi Chung” ucapnya. Eun Hye berfikir sejenak. Jika mereka makan direstoran, harganya pasti mahal. Seung Hyun bersusah payah mengantarkan Koran dan mendapat upah untuk ditabung. Jika  habis dengan makan direstoran saja, itu namanya sia sia bukan? Pikir Eun Hye

 

“Ah tidak usah. Makan direstoran mahal. Lebih baik kita makan dirumah saja dan nikmati bersama paman” usul Eun Hye

 

“Ah, kau benar juga. Kalau begitu, ayo temani aku ke Restoran Sushi.”

 

“eeh tidak usah!! Maksudku, kita memasak dirumah dan memakannya dirumah juga, kak.”

 

“Tapi, aku tidak bisa memasak”

 

“Kita minta bantuan istri paman Ikimo saja. Paman bilang, istri paman ikimo itu sangat pandai jika memasak. Bagaimana?” Seung Hyun tampak menimbang nimbang sebentar. Sebenarnya ia setuju dengan usul Eun Hye tapi, bagaimana dengan bahan bahannya?

 

 

***

 

 

 

“Jadi, kalian ingin memasak makan malam untuk merayakan ulang tahun Seung Hyun?” tebak Mi Na, istri Ikimo yang kebetulan juga orang Korea. Eun Hye dan Seung Hyun mengangguk setelah tebakan Mi Na mereka anggap benar.

 

“Lalu kalian tidak memiliki bahannya?” Eun Hye dan Seung Hyun mengangguk lagi. Mi Na tersenyum manis. Dan Kemudian hendak mengatakan sesuatu.

 

“Baik, akan ku lakukan. Kalian tidak perlu membeli bahan apapun. Anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahun dariku untuk Seung Hyun ya?” ucapnya. Eun Hye dan Seung Hyun menatap satu sama lain, mereka tidak percaya jika Mi Na sebaik itu kepada mereka. Mi Na Kemudian masuk kedalam rumahnya. Sepertinya ia akan memulai kegiatannya didapur.

 

“Sementara bibi Min memasak, bagaimana jika kita kepasar?” ucap Seung Hyun.

 

“Memangnya kita akan membeli apa?”

 

“Kudengar, dipasar ada Sirkus. Mau tidak kau melihatnya?” Tawar Seung Hyun. Eun Hye akhirnya mengiyakan ajakannya. Setelah berpamitan dengan Mi Na, Seung Hyun Kemudian mengajak Eun Hye untuk pergi kesebuah pasar yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah mereka.

 

 

***

 

Dua orang preman sedang mengitari lokasi dimana Eun Hye mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu. Mereka tampak bertanya kepada warga sekitar tentang kecelakaan yang terjadi pada malam itu. Namun, banyak yang berkata tidak tahu. Karena kejadian itu terjadi tengah malam.

 

“Ah! Bagaimana ini! Bos pasti akan menamparku dengan pemukul lalat itu lagi!” rutuk salah seorang preman.

 

“Kau juga salah. Kenapa kau biarkan anak itu tertabrak waktu itu? Seharusnya kau biarkan dirimu tertabrak asalkan anak itu selamat, Matsuyama-san” ujar seorang lagi.

 

“Kau kira aku mau menyerahkan nyawaku begitu saja? Istri dan anakku mau makan apa nanti?”

 

“Mereka bisa mengambil bagian tubuhmu dan memakannya hahaha” mereka bercanda seraya berjalan menuju sebuah pasar. Pasar itu kini sedang ramai karena ada pertunjukan sirkus di sana.

 

***

 

 

PROK!!

 

PROK!!

PROK!!

 

Eun Hye dan Seung Hyun menepukkan tangannya berulang kali karena terkagum akan kelihaian kelompok sirkus tersebut. Ini pertama kalinya bagi Eun Hye (yang hilang ingatan). Eun Hye Kemudian melihat didepannya ada dua orang bertubuh kekar yang sepertinya ia kenal. Memori masa lalu Eun Hye kini terputar kembali.

 

“Dengar ya, Eun Hye, kau kemas semua barang barangmu, lalu kita akan kabur!”

“Tapi.. Bagaimana dengan ayah dan ibu kak?”

“Sudah, kau cepat kemasi barang barangmu! Kita akan lapor polisi!!”

“Aku akan menyusulmu. Kau duluan saja.”

 

Eun Hye tiba tiba memegangi kepalanya. Ia merasa pusing karena tiba tiba memori itu kembali terputar diotaknya. Seung Hyun menyadari jika Eun Hye terjatuh. Ia segera melihat Eun Hye dengan membelakangi Preman itu.

 

“Eun Hye? Kau kenapa?” ucapnya disela sela suara penonton sirkus yang ramai. Eun Hye menggeleng, seolah ingin berkata jika ia tidak apa apa. Namun ketika mata-nya menangkap bayangan seorang pria yang hampir melihat kearahnya, Eun Hye merasa gemetar. Tangannya mencengkram tangan Seung Hyun dengan erat seolah ia takut Seung Hyun meninggalkannya.

 

“Lepaskan aku!! Lepppaas!!”

“Kakak!!”

 

Sebagian memori lagi teringat oleh Eun Hye. Wajahnya memucat. Ia benar benar takut jika Preman itu melihatnya. Karena Eun Hye merasa jika preman itu membahayakan hidupnya dimasa lampau –sebelum ia hilang ingatan–

 

“Eun Hye! Kau kenapa? Kau sakit? Wajahmu pucat!” ucap Seung Hyun khawatir. Eun Hye tidak menjawabnya. Ia terus mencengkram lengan Seung Hyun dengan erat.

 

“Ka–––ka–––kakak––––pulang––––a–––ayo kita pulang!” ucap Eun Hye. Seung Hyun yang tidak tahu apa yang terjadi kepada Eun Hye pun hanya mengikuti perkataannya. Kemudian mereka pulang. Eun Hye tampak gemetar ketika mencengkram lengannya. Bahkan ia hampir tak dapat berdiri ketika akan pulang.

 

Sesampainya mereka dirumah, Eun Hye masih tampak ketakutan. Seung Hyun segera membawanya masuk. Kemudian ia memberikan Eun Hye air minum. Setelah merasa tenang, Eun Hye menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya secara perlahan.

 

“Eun Hye-ah, apa yang terjadi?” Tanya Seung Hyun dengan raut wajah Khawatir.

 

“Aku merasa, dua orang lelaki didepanmu tadi berbahaya. Tadi aku mengingat sesuatu yang berhubungan dengan mereka dan–––dan entah kenapa aku merasa sangat ketakutan ketika melihat mereka kak” jelas Eun Hye. Seung Hyun merasa bersalah karena Ia yang mengajak Eun Hye ketempat itu dan bertemu dengan orang yang berbahaya.

 

“Kakak? Kakak kenapa?”

 

“Aku minta maaf. Jika bukan karena aku, kau pasti tidak akan seperti ini.” Ucap Seung Hyun lesu.

 

“Ah tidak, aku justru berterima kasih kepada kakak. Karena ingatanku Semakin datang. Tapi tidak semuanya” Seung Hyun terkejut. Ia tidak menginginkan ingatan itu kembali. Ia tidak menginginkan Eun Hye sembuh dari amnesianya.

 

“Kakak? Kakak kenapa lagi? Apakah aku begitu cantik dimata kakak  hingga kakak terpaku menatapku seperti itu?”Tanya Eun Hye setengah menggoda. Menyadarkan Seung Hyun dari lamunannya.

 

“Ah, ani’ Gwaenchanayo”

 

“Kakak bohong, aku tahu kakak sedang memikirkan sesuatu. Ayo katakan padaku.” ucap Eun Hye. Seung Hyun memang tidak pandai berbohong kepada orang yang ia sukai. Dan dengan terpaksa, akhirnya ia mengakuinya.

 

“Aku ingin bertanya. Jika ingatanmu sudah pulih nanti, Apakah kau akan meninggalkanku?” Tanya Seung Hyun.

 

“Tentu saja tidak. Kau adalah kakak yang paling kusayangi🙂 Sepanjang hidupku, apa yang telah kita lakukan bersama sama saat ini, tidak akan kulupakan! Aku berjanji padamu!” Jawab Eun Hye penuh semangat yang membara dan berapi api. Seung Hyun tertawa melihat Ekspresi Eun Hye. Ia percaya Eun Hye tidak akan melupakannya. Ia percaya.

 

“Seung Hyuuuuun!! Eun Hyeeeeee!!! Bantu aku membawakan makanan ini kerumah kalian!” Teriakan Mi Na menggema dari dalam rumahnya. Seung Hyun dan Eun Hye yang mendengar teriakan Mi Na  bergegas menghampiri Mi Na diiringi dengan canda dan tawa seperti biasanya.

 

 

***

 

 

 

“Kakak, Jangan memaksakan diri seperti itu. Kakak masih lemah. Beristirahat saja dulu didalam” ucap Yui. Ia tak tega melihat Yuki bekerja sekeras ini didapurnya. Yui memiliki banyak karyawan dan sebenarnya Yuki tidak perlu membantunya seperti ini.

 

“Tidak Yui, aku tidak bisa berdiam diri saja di sini. Anak anakku kedinginan dan kelaparan diluar sana, sementara aku hanya menyia nyiakan waktuku untuk beristirahat disini. Aku akan membantumu semampuku.” Ujar Yuki. Ia tetap tidak mengiraukan larangan Yui. Ia terus mengangkat piring piring kotor itu kedapur. Ketika Yuki akan kembali ke meja pelanggan untuk mengambil piring, ia kaget karena melihat Preman preman yang hendak memperkosa dirinya waktu itu berada di Restoran Yui.

 

PRANG!!!

 

Semua piring berjatuhan dan pecah.  Semua pelanggan serta Yuipun kaget. Yui berlari menghampiri Yuki. Yuki tampak jatuh terduduk dan itu mengakibatkan lututnya berdarah akibat terkena serpihan piring.

 

“Kakak! Kakak kenapa?” Tanya Yui. Yuki tampak ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetar. Wajahnya pucat dan dingin.

 

“Pria… Pria yang baru saja masuk.. i… itu… mereka yang membawa anakku” ucap Yuki gemetar.

 

“Ya sudah, kakak tunggu disini, aku akan ambilkan obat” Yui hendak pergi meninggalkan Yuki. Namun tiba tiba tangan Yuki mencegat Yui yang hendak pergi.

 

“Pastikan mereka tidak melihatku! Kumohon.” Mohon Yuki. Yui mengiyakan permohonan Yuki. Ia Kemudian menutup dan mengunci pintu kamar mandi tersebut dan bergegas mengambil obat.

 

 

***

 

 

 

Bang Geum pulang dengan sejuta penat di hatinya. Ia begitu lelah. Banyaknya pekerjaan di Kantor Polisi menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa Penat. Hari pergantian pos memang melelahkan. Gumam Bang Geum dalam hatinya. Ia bahkan lupa jika hari ini Seung Hyun berulang tahun.

 

Sesampainya ia dirumah, ia mendengar 5 suara gaduh. Apa yang terjadi didalam sana? Gumam Bang Geum. Ia akhirnya berjalan kesumber suara. Didapur. Dan, alangkah terkejutnya Bang Geum ketika melihat Ikimo, Mi Na, dan Ikuta berada dirumahnya.

 

“Hey, ada acara apa ini?” Tanya Bang Geum.

 

“Dasar kau, Choi Bang Geum, anakmu berulang tahun hari ini. Kau lupa?” tegur Ikimo. Bang Geum yang tampak kusut itupun terkejut. Astaga! Aku benar benar lupa! Gumam Bang Geum.

 

“Tentu saja aku tidak lupa. Saengil Chukkahamnida Seung Hyun-ah.” Ucapnya. Ia tidak ingin Seung Hyun bersedih karena ayah kandungnya ini sempat melupakan ulang tahun putra kesayangannya.

 

“Paman, mana hadiah untuk kakak?” Tanya Eun Hye. Bang Geum merutuki dirinya yang pelupa itu. Sekarang aku harus bagaimana? Tanya Bang Geum pada dirinya sendiri.

 

“Hadiah itu tertinggal di Kantor. Seung Hyun-ah. Mianhaeyo. Tapi aku berjanji akan membawakan hadiahmu besok, Gwaenchana?” Tanya Bang Geum. Seung Hyun mengukir senyum di bibirnya.

 

“Gwaenchana, aku sudah merasa senang jika ayah mengingat hari bersejarah dalam hidupku” ucap Seung Hyun.

 

“Nah, kalau begitu, ayo kita makan! Aku sudah benar benar lapar!” ajak Ikimo. Seolah mencairkan suasana.

 

“Yak! Ikimo-san, pantas saja kau bertambah gemuk, melihat makanan seperti ini saja kau tidak kuat menahannya”

 

 

***

 

 

 

Eun Hye merapikan semua piring piring yang dipakai untuk makan malam tadi. Ia begitu bahagia. Ia merasa, keluarga Seung Hyun adalah keluarganya. Perasaan Eun Hye sangat bahagia. Terlebih lagi karena Seung Hyun merasa senang dengan hadiah pemberiannya.

 

 

 

TOK TOK TOK

 

 

Seseorang mengetuk pintu rumah. Eun Hye telah usai merapikan piring piring tersebut hendak membuka pintunya. Namun Bang Geum terlebih dahulu memegang knop pintu. Saat membukanya, Eun Hye terkejut ketika melihat siapa yang datang. Preman preman yang saat itu dilihatnya di pertunjukkan Sirkus. Eun Hye berjalan dengan cepat kekamarnya. Ia hendak membangunkan Seung Hyun.

 

“Kakak, kakak! Kakak!” panggil Eun Hye.

 

“Ada apa Eun Hye? Kau tidak tidur?”

 

“Kak, orang yang kulihat dipertunjukkan Sirkus itu… ada disini” ucapnya. Seung Hyun terbelalak. Apa yang akan terjadi di hari bahagianya ini?

 

“Ja..Jadi kita harus bagaimana?” Tanya Seung Hyun. Eun Hye hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga tidak tahu karena ingatannyapun belum terlalu baik.

 

“Mau apa kalian?” Tanya Bang Geum. Pria pria ini Kemudian tertawa. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tengah malam. Ini sama persis ketika kejadian itu terjadi.

 

“Kami menginginkan Kwon Eun Hye” ucap mereka. Bang Geum mengingat wajah pria ini sejenak. Ia tahu wajah pria ini. Pria ini adalah orang yang mengejar Eun Hye dan kakaknya. Mereka hendak membunuh Eun Hye dan kakaknya.

 

“Tidak akan! Kalian pembunuh!” ucap Bang Geum. Namun preman yang bertubuh agak besar dari yang lainnya meraih kerah baju Bang Geum. Dan menghujami Bang Geum dengan tinjunya.

 

BUGH!!

 

 

Bibir Bang Geum berdarah dibuatnya. Namun Bang Geum mengandalkan kemampuan bela dirinya untuk melawan pria ini. Memang beberapa pria berhasil dikalahkan oleh Bang Geum. Seung Hyun yang melihat kejadian itu merasa takut.

 

“Dengar ya, Eun Hye, kau kemas semua barang barangmu, lalu kita akan kabur!” ucap Seung Hyun. Eun Hye mendengar perintah itu. Namun dalam otaknya, yang berbicara itu bukanlah Seung Hyun. Tetapi seorang anak kecil yang lebih besar darinya. Anak kecil itu mirip dengan dirinya. Memori lama Eun Hye kembali datang menghujam system sarafnya. Eun Hye berusaha menahan sakit kepala itu.

 

“Bagaimana dengan paman?”

 

“Sudah, kemas saja barang barangmu! Kita akan lapor polisi!” ucap Seung Hyun. Eun Hye lagi lagi mengenali kata kata itu. Namun, ini bukanlah saatnya untuk mengingat ingat. Ia segera mengemas barang barangnya.

 

“Hey kau polisi lemah!! Cepat serahkan Eun Hye kepada kami!” bentak seorang preman kepadanya. Bang Geum tetap tidak ingin menyerah. Ia terus melawan preman preman itu dengan keahlian yang dimilikinya. Seorang preman menerobos masuk kekamar Seung Hyun dan Eun Hye. Ia dengan cepat menarik Eun Hye dengan paksa.

 

“Leppaskan aku!! LEPPPASS!!” ronta Eun Hye. Namun pria ini tidak menghiraukannya.

 

“Lepaskan Eun Hye! Yak!! Preman bodoh! Lepaskan Eun Hye!” Seung Hyun berusaha agar Pria itu tidak membawa Eun Hye pergi.

 

“Kakaaaaaak!!!” teriak Eun Hye. Ia memanggil Seung Hyun. Seung Hyun ingin mengejarnya. Namun, ia tak tega melihat ayahnya yang sudah dipenuhi luka dan darah disekujur tubuhnya.

 

“Ayah!” Seung Hyun menghampiri sang ayah yang sudah lemas.

 

“Seung Hyun-ah….. Kejar… Kejar Eun Hye” titahnya. Air mata Seung Hyun mengalir. Ia tidak bisa mengejar Eun Hye jika melihat keadaan ayahnya yang seperti ini. Seung Hyun Kemudian memukul seorang preman yang masih berada dirumahnya. Ia menarik kalung preman itu hingga terlepas. Preman itu mendorong kuat tubuh Seung Hyun hingga dirinya terjatuh.

 

“Kau patut mati! Dasar anak kecil!” ucap Preman itu. Preman itu mengarahkan pistolnya kearah Seung Hyun. Dan tiba tiba…

 

 

DOR!!!

 

Semburan darah segar memancar dari tubuhnya. Peluru pistol tersebut berhasil menembus kedadanya. Seung Hyun membuka mata. Ia tidak terkena peluru. Dan ketika ia lihat didepannya, Sang ayahlah yang terkena tembakan itu.

 

“AYAAAAH!!!” teriak Seung Hyun. Bang Geum kini terkapar didepannya dengan darah yang mengalir deras. Air mata Seung Hyun tak dapat dibendung lagi. Setelah kakaknya, kini ia kehilangan Seseorang yang sangat berarti baginya.

 

“AYAAAAHH!!!! AYAH BANGUN!!!” Ucap Seung Hyun. Bang Geum setengah sadar. Ia menggenggam tangan anaknya itu dengan gemetar

 

“Se..Se..Seung Hyun-ahh..” ucap Bang Geum

 

“Ayah!! Ayah!! Bertahanlah! Aku akan panggilkan paman ikimo untuk membawa ayah kerumah sakit!” ucapnya. Namun Bang Geum menahan tangan Seung Hyun.

 

“De..De..Dengarkan ayah… k…kau..harus.. te..temukan…Eun..Eun.. Hye… Jang…J..Jangan… Biarkan… Preman… i… itu… menangkapnyahh…” ucap Bang Geum dengan susah payah.

 

“Lalu bagaimana dengan ayah!! Aku tidak ingin ayah pergi!!!” tangis Seung Hyun.

 

“Ayah…harus…me…menyusul…Hee…Yoon…Ja…Jangan lu…lupakandhh…pesan… ayah…” Bang Geum menarik nafasnya dalam dalam. Dan Kemudian, Genggamannya pada tangan Seung Hyun perlahan lahan terlepas. Mata Bang Geum kini terpejam.

 

“AYAAAH!!!” Tangis Seung Hyun Semakin menjadi jadi. Ia tidak rela kehilangan ayahnya. Seung Hyun menangis seraya memeluk sang ayah. Ia Kemudian melihat sebuah kalung yang digunakan preman itu. Kalung itu terlepas dalam genggamannya tadi.

 

“Kwon Corp”

 

“Akan kucari kau!!! AKAN KUCARI KAU!!!” Emosi Seung Hyun meninggi. Disimpannya kalung itu dan Kemudian ia berganti pakaian. Setelah berganti pakaian iapun berlari keluar untuk mengejar Eun Hye.

 

***

 

“Lepaskan aku!!” Ronta Eun Hye ketika mereka hendak berjalan kemobil. Pria ini terus menarik tangannya dengan kuat agar Eun Hye mau mengikuti langkahnya. Mereka terus berjalan menuju sebuah mobil.

 

“KYAAAAAA!!!” Pria itu mengaduh kesakitan ketika Eun Hye menggigit tangannya. Eun Hye Kemudian berlari dengan kencang.

 

“Yak! Anak itu kabur lagi! Hey kau!! Kejar dia!! Cepat!!!”

 

 

Eun Hye berlari sekuat tenaga, menghindari kejaran preman itu. Ia Kemudian melihat bayangan seorang anak lelaki yang dikenalinya. Bayangan itu, entah siapa namanya. Yang jelas, Eun Hye mengenalinya. Eun Hye terus berlari kearah bayangan itu. Namun bayangan itu kini menghilang.Eun Hye terus berlari. Ia melihat bayangan preman itu Semakin dekat kearahnya.

 

“Eun Hye!! Naiklah!!” ucap sebuah suara. Ia melihatnya. Itu Seung Hyun!! Eun Hye segera berlari menghampiri Seung Hyun dan Kemudian naik ke sepeda Seung Hyun. Sepeda itu kini diayunnya hingga dengan cepat meninggalkan Gerombolan preman yang sedang mengejarnya.

 

“Arrggh!! Shit!! Kita kehilangan anak itu lagi!” gerutu salah seorang preman

 

“Sudahlah! Biarkan saja. Lagipula bos sudah mendapatkan anaknya yang laki laki. Kita kembali ke Desa Nagasaki. Kita cari istrinya. Ayo cepat!”

 

 

***

 

 

Sepeda itu terus melaju kencang ditengah kegelapan malam di Nagasaki. Hingga akhirnya mereka berhenti disalah satu gereja yang di belakangnya terdapat sebuah panti asuhan. Hanya saja, panti asuhan itu sudah termakan oleh gelapnya malam. Gereja itu masih bersinar terang. Seung Hyun memutuskan untuk berhenti dan beristirahat di sana.

 

“Kakak, kenapa kakak mengejarku? Bagaimana dengan paman?” Tanya Eun Hye. Mendengar Eun Hye menanyakan tentang Ayahnya, Seung Hyun tertunduk.

 

“Kakak, kenapa? Apa ada yang salah?”

 

“Ayahku tewas tertembak” ucapnya. Eun Hye terkejut. Bang Geum tewas? Air mata Eun Hye serasa akan keluar. Ia sangat menyayangi Bang Geum. Dan ia tidak percaya jika pria itu telah pergi.

 

“Kakak bercandakan?” Tanya Eun Hye. Namun Seung Hyun menggeleng. Tiba tiba ada seorang ibu menghampiri mereka.

 

“Nak, sedang apa kalian disini?” Tanya ibu tersebut ramah. Eun Hye dan Seung Hyun melihat kearah ibu tersebut.

 

“Gereja ini akan saya tutup. Dimana rumah kalian?” Tanya ibu ini lagi. Eun Hye tidak tega membiarkan Seung Hyun yang bicara. Dan akhirnya ia angkat bicara.

 

“Kami menghindari penjahat bu. Dan kami tidak punya rumah. Kami yatim piatu” ucap Eun Hye.

 

“Kalau begitu, maukah kalian tinggal di Panti saja? Tidak baik jika anak anak masih berkeliaran ditengah malam seperti ini. Bagaimana?” tawar ibu tersebut. Dan akhirnya Eun Hye mengiyakan tawaran tersebut.

 

 

***

 

 

Pagi ini, seisi panti asuhan di kejutkan dengan kedatangan 2 teman baru. Tentu saja itu adalah Eun Hye dan Seung Hyun. Banyak anak perempuan yang berdatangan ingin berkenalan dengan sosok setampan Seung Hyun. Tiba tiba datang 3 orang anak seumuran Seung Hyun menghampiri Eun Hye.

 

“Ooh jadi ini, 2 orang Korea itu? Huh, tampangnya sungguh biasa biasa saja!” ucap seorang anak perempuan.

 

“Memangnya kenapa jika aku orang korea?” Tanya Eun Hye.

 

“Huhhu, kenapa?? Aku sangat membenci orang Korea!! Jangan harap kau akan senang di Panti ini!” ancam anak perempuan itu lagi. Tiba tiba datang seorang anak perempuan berwajah polos menghampiri Eun Hye.

 

“Hey kau, jika ingin membuat keributan, pergi saja sana!” ucapnya.

 

“Ini dia, satu lagi bocah Korea yang datang membantu sekutunya. Hahaha” ucap Perempuan itu lagi.

 

“Pergi atau aku akan mengadukanmu kepada ibu panti!” Ancamnya. Dan akhirnya ketiga wanita kecil inipun pergi meninggalkan Eun Hye dan gadis mungil tersebut.

 

“Kau tidak apa apakan?” ucap anak kecil itu lagi. Eun Hye tersenyum dan Kemudian menggeleng.

 

“Kudengar kau orang korea? Annyeong Hassimnikka. Joneun, Lee Moon Ah imnida.” Ucap anak yang ternyata bernama Moon Ah.

 

“Ah, ne, Annyeong Hassimnikka. Joneun Kwon Eun Hye imnida” ucap Eun Hye. Mereka berjabat tangan. Sepertinya mereka berdua akan menjadi teman yang serasi.

 

 

***

 

sudah satu minggu Eun Hye dan Seung Hyun tinggal di Panti Asuhan ini. Eun Hye Semakin akrab dengan teman temannya di sana. Terutama pada Moon Ah. Mereka sudah seperti Sahabat dekat sekarang. Berbeda dengan Seung Hyun, ia menjadi anak yang pendiam. Dan setiap ada orang tua yang ingin mengadopsinya, ia selalu berkata tidak. Seung Hyun selalu menanyakan pekerjaan mereka. Dan Seung Hyun kurang merasa puas, karena kebanyakan yang akan mengasuhnya berprofesi sebagai seorang polisi. Dan itu akan mengingatkan Seung Hyun pada mendiang ayahnya.

 

“Kakak” panggil Eun Hye. Seung Hyun yang sedang duduk sendirian ditaman itupun melirik seorang yang disukainya itu.

 

“Ada apa?” Tanya Seung Hyun.

 

“Tidak ada apa apa. Tidak biasanya kakak disini sendirian?”

 

“Aku sedang memikirkan sesuatu.”

 

“Memikirkan apa?”

 

“Sesuatu yang sebentar lagi akan kau ketahui”

 

Eun Hye terdiam. Ia sering kali mendengar jawaban ini dari Seung Hyun. Seung Hyun yang sekarang sangat berbeda dengan Seung Hyun yang dahulu. Seung Hyun sekarang sering kali berdiam diri dan menyimpan kesedihannya seorang diri. Eun Hye terduduk disebelah Seung Hyun tanpa berkata apapun.

 

“Seung Hyun, Eun Hye, kemari. Ada orang tua yang ingin mengadopsi kalian” ucap ibu Panti.  Seung Hyun berjalan memasuki ruangan tanpa mengajak Eun Hye. Eun Hye berjalan dibelakang Seung Hyun.

 

 

Semua anak panti asuhan kini berbaris dengan senyuman khas mereka masing masing. Berbeda dengan Seung Hyun. Ekspresinya datar. Sedangkan Eun Hye gelisah. Ia tidak mau jika kakaknya terpilih untuk diadopsi kali ini.

 

“Perkenalkan. Namaku Choi Dong Won. Aku seorang pengusaha Real Estate ternama di sini. Ini istriku yang bernama Jung Hi Yan. Senang bertemu dengan adik adik semuanya” sapa pria itu ramah. Seung Hyun tertarik mendengar nama pria itu adalah Choi. Seperti dirinya. Hi Yan berjalan mengelilingi anak anak itu. Dan bertanya kepada setiap anak. Apakah anak itu mau menjadi anak angkatnya. Hampir semuanya menjawab tidak. Hi Yan sedikit putus asa. Hingga Eun Hyepun berkata tidak. Kali ini, anak yang terakhir yang ditanyai Hi Yan adalah Seung Hyun.

 

“Siapa namamu adik manis?” Tanya Hi Yan.

 

“Choi Seung Hyun”

 

“Kau orang korea seperti kami?”

 

“Ya.”

 

“Apakah kau mau menjadi anak angkat kami?” Seung Hyun tampak berfikir dengan pertanyaan itu. Apakah ia harus meninggalkan Eun Hye demi hidupnya sendiri? Ah, ia begitu egois. Tetapi, jika ia hanya tinggal di panti ini saja, ia tidak akan bisa mencari orang yang telah membunuh ayahnya. Dan inilah jawaban Seung Hyun.

 

“Aku mau” Jawaban Seung Hyun membuat Eun Hye terkejut dan seolah ingin menangis. Jadi ia akan berada disini sendirian tanpa orang yang ia sayangi ?

 

“Kakak..” lirihnya. Seung Hyun mendengar lirihan itu. Ia hanya diam.

 

“Sayang, bagaimana jika kita adopsi anak ini? Namanya Seung Hyun dan sepertinya ia anak yang pintar” ucap Hi Yan.

 

“Terserah kepadamu saja” ucap Suaminya. Ibu panti Kemudian mengajak Seung Hyun untuk mengemas barangnya. Eun Hye merasa bersedih karena tingkah Seung Hyun ini. Seung Hyun akan meninggalkannya? Eun Hye mengikuti Seung Hyun menuju kamarnya.

 

 

“Kakak.. Benarkah kakak akan pergi?” Tanya Eun Hye. Seung Hyun berbalik menatapnya. Setetes air mata menetes dari mata Seung Hyun.

 

“Mianhamnida, aku egois”

 

“Apa alasan kakak meninggalkanku? Aku akan sendiri disini, kak! Aku… Aku ingin ikut bersamamu kak” ucap Eun Hye. Kini Eun Hye menangis. Seperti Seung Hyun. Seung Hyun memeluk Eun Hye. Ini mungkin pelukan terakhir mereka berdua.

 

“Dengar, aku tidak akan lama. Aku melakukan ini untukmu, dan ayahku. Aku berjanji akan kembali.Nan yaksokhaeyo,  Neil dasi Olge (Aku berjanji, besok aku akan kembali lagi)” ucapnya.

 

“Aku tidak bisa !! Aku mau ikut!!” ucap Eun Hye penuh tangis.

 

“Kumohon mengerti. Aku akan kembali lagi. Saat aku kembali, aku ingin melihatmu menjadi gadis yang cantik. Selalu pakai kalung ini untukku. Ya?” ucap Seung Hyun. Seung Hyun berusaha meyakinkan Eun Hye.

 

“Kakak akan kembali?” Tanya Eun Hye. Dan Seung Hyun menganggukkan kepalanya.

 

“Bersediakah kau menungguku? Disini?” Tanya Seung Hyun.

 

“Aku… Aku akan menunggu kakak.” Putusnya. Itu semua terasa berat. Eun Hye terus memeluk Seung Hyun. Hingga tiba saatnya Seung Hyun untuk pergi. Saat akan pergi, Moon Ah terus memeluk Eun Hye. Ia tahu, sahabatnya itu tidak bisa membiarkan Seung Hyun pergi.

 

“Kakak!!” Eun Hye menangis lagi. Seung Hyun mendengar kata kata itu. Ia memejamkan mata-nya sejenak. Ia tidak ingin menangis. Ia harus bisa! Ia harus kuat! Aku akan kembali untukmu Eun Hye. Gumamnya dalam hati. Sesaat Kemudian mobil itupun berjalan meninggalkan panti asuhan. Eun Hye masih menangis. Mungkin inilah awal dari kehidupan Eun Hye yang sebenarnya. Ia akan menunggu Seung Hyun, meski ia harus menangis karena merindukannya.

 

 

TBC

 

RCL is need! DUPLICATE IS PROHIBITION! Seri ke 4 dari Destiny🙂

5 thoughts on “[4th Chapter] Destiny

  1. Emang nya siapa sih komplotan itu ? Komplotan yg udah ngancurin keluarga eun hye.. komplotan yg udah ngebunuh Bang Geum..
    eun hye, seung hyun.. sabar ya..
    lanjut thor..

  2. Annyeong author-ssi ^^
    dari awal cerita ini sudah menarik minatku untuk selalu membacanya.
    Sampai disini ceritanya semakin bagus dan menarik.
    Penulisannya juga bagus, tapi sepertinya tadi ada sedikit typo.
    Ditunggu lanjutannya.

    Salam kenal^^

  3. waaa,, makin rame aja.. + tambah bikin geregetan!
    sedih banget ya.. mereka pada terpisah2 semua.. semoga segera berkumpul kembali..
    ditunggu kelanjutannya thor🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s