LOVE CONTRACT (Part 1)

 

LC1..

 

Judul        : LOVE CONTRACT

Cast        :    Lee Donghae
            Jang Nara
            Park Shinhye
            Kim Yoona
            Kim Sena
            Yoon Eunhee
            Member Super Junior lainnya..
            Other Cast ( imagine figure )

Genre        : Romance, friendship, family..(tambah sendiri kalo kurang..^^)

Episode    : 6 Episodes (Ending)

Annyeong chingudeul.. ini adalah ff chapter pertamaku yang akhirnya bisa sampai ending.. Soalnya dari kemarin bikin ff belum sampai ending udah nyerah di tengah jalan.. Jadi, mian jika ceritanya masih kelihatan amatiran banget dan juga maklumin klo banyak ejaan bakor yang salah dan tiba2 ketemu sama miss typo… (dia ngontrak di tulisanku soalnya.. hehehe..) And then.. Jangan lupa RCL, nde? Setiap kritik dan saran sangat berarti.. Jangan cuma jadi Silent Reader! Please.. Apresiasimu begitu ku harapkan… Now, let’s begin….

 

 
Happy reading…^^

 

 

 

31-Dec-12pukul 9 p.m. KST di Namsan Tower, Seoul.

Kerumunan orang mulai memadati tempat ini untuk menyambut malam pergantian tahun dan menyaksikan pesta kembang api tengah malam nanti.

Terlihat 2 orang yeoja tengah berdiri sambil menggerutu menunggu seseorang. Berulang kali melihat jam tangan mereka sampai seorang yeoja cantik datang menghampiri mereka dengan terengah-engah..

 

“Mian,aku terlambat.. huh-huh-huh..” ucapnya ngos2an.

“Aissshhh!!!YAA, JANG NA RA!! Apa terlambat itu hobimu?! Kami sudah disini 1 jam lebih!”

“Yoona-ya…,Shin hye-ya… jeongmal mianhaeyo… ada incident tak terduga tadi…”

 

(JangNa Ra, Park Shin Hye, dan Lee Yoona merupakan sahabat sejak SMU. Mereka selalu bersama bahkan sampai kuliah sekalipun, walaupun mereka berbeda fakultas, namun mereka tetap sahabat yang tak terpisahkan..)

 

“Sudahlah..Shin hye-ya… seperti baru pertama kali saja.. aku bahkan sudah terbiasa..”

“Hehe..karena itulah aku sangat menyayangimu, Yoona…” ucap Nara sambil memeluk sahabatnya itu.

“dan karena itulah dia akan terus terlambat!” ucap Shin hye kesal.

“Shinhye-ya… jangan marah lagi… bagaimana jika malam ini aku traktir kalian makan,sepuasnya… bagaimana?” ucap Nara sambil merangkul kedua sahabatnya dan berjalan pergi menyusup di kerumunan..

 

 

@HotelHUGO Group, Seoul.

Sedang diadakan sebuah pesta pergantian tahun untuk para kolega bisnis perusahaan Retail itu,, terlihat semua orang tengah asyik bercengkrama di pesta yang terkesan mewah dan meriah itu..

Ditengah ruang itu nampak Nyonya dan Tuan Lee sedang menyambut para kolega bisnis mereka dengan ramah, walau sesekali terlihat gugup menanti seseorang..

Sampai akhirnya namja yang mereka tunggu2 datang menyusup melalui para tamu dan tersenyum pada mereka.

“mianhae,eommani.. aku sedikit terlambat.”

“Aigoo..bagaimana mungkin kau bisa terlambat? Kemana saja kau? Bukankah kau sudah berangkat lebih awal dari kami?”

“Ahh…itu.. karena ada sedikit masalah di jalan..”

“YAA,aegi, apakah kau ngebut dan membuat masalah di jalan?” Tanya Tuan Lee curiga.

“YAA,Aboji! Bukan seperti itu kejadiannya.. ah, sudahlah.. tak perlu khawatir, aku bukanlah tipe orang yang pergi tanpa menyelesaikan masalah..”

“kuharapkau benar, atau aku akan sangat kecewa padamu!”

 

Beberapa saat kemudian, pesta kembang api-pun dimulai.. suasana riuh mulai tercipta..dan suara terompet membahana menghiasi suasana.

 

“Direktur,apa yang terjadi? Kenapa tadi kau memutuskan teleponm—“ belum sempat namja itubertanya pada Donghae, tiba2 dia membkapnya dan merangkulnya pergi.”

“Sssstt!!Jangan keras2! Orangtuaku akan curiga!”

“mianhamnida direktur, aku hanya sedikit khawatir saja..”

“Ahh!!Gara2 yeoja itu aku hampir saja dibunuh orangtuaku karena terlambat, dia benar2 membuatku hampir mati karena malu! Kalau bukan karena aku sedang terburu2, akan kubalas dia!” ucapnya begitu kesal.

 

 

 

Donghae mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun tiba2 saja ponselnya bordering, dengan tanpa mengurangi kecepatannya dia meraih ponsel di dasbor mobilnya, dan menerima panggilan itu..

“Nde,ada apa Sekretaris Cho? Aku sedang dalam perjalanan..”

“######….”

Dan tanpa disadari Donghae hampir saja menabrak seorang anak yang menyeberang di tengah jalan, anak itu sontak berteriak, namun dengan sigap seorang yeoja meraih anak itu sehingga ia tak tertabrak oleh mobil Donghae. Donghae yang begitu terkejut langsung menghentikan mobilnya dan menutup ponselnya,, dengan menyesal ia turun dari mobil dan menghampiri anak kecil dan yeoja yang hampir saja ditabraknya itu.

“Apakah kau baik2 saja??” ucap Donghae khawatir

Yeoja itu berbalik ke arahnya dan menatap dengan mata coklat kehijauannya yang tajam dan rambut panjang yang terurai diterpa angin.. membuatnya terlihat menakutkan yang sontak membuat Donghae terkejut sampai terjengkal di jalanan.

Melihathai itu, si yeoja malah terlihat bingung, namun beberapa saat kemudian dia  tak bisa menahan tawanya..

“Aisshh..kenapa dengan namja itu?” ucapnya di sela tawanya..

si anak yang sejak tadi diam juga tertawa melihat tingkah Donghae yang ketakutan, beberapa saat kemudian orangtua si anak datang dan langsung memeluk anak itu..

“chagi-ya…apa kau baik2 saja?” ucap eommanya khawatir..

“dia baik2 saja nyonya… karena ada orang yang begitu menghibur saat ini..hahahaha..” ucap yeoja itu sambil terus tertawa yang menyadarkan Donghae atas tingkah memalukannya sendiri.

“oohh.. khamsahamnida nona… mianhae merepotkanmu..”

“anni, sama sekali tak merepotkan nyonya..”

“oh,ya… kau.. bukankah kau Jang Nara? Kau pelayan restoran itu kan? Aku sempat melihatmu kemarin saat aku pergi makan siang disana.. sungguh aku sangat berterimakasih.. anakku memang sangat ceroboh, dia sudah sangat sering mendapat masalah di jalanan..”

“kurasa anda harus lebih mengawasinya nyonya… apalagi dari pengemudi seperti itu..” ucap Nara sambil melirik Donghae yang sudah bangkit dari jalan.

“oh. Mianhamnida tuan, kau pasti sangat terkejut..”

 

Belum sempat Donghae menjawab, Nara sudah mendahului,

“tak perlu meminta maaf nyonya… itu bukan semata kesalahan anak ini.. kulihat namja itu juga naik mobil dengan tak hati2, kurasa dia juga pantas disalahkan..”

“MWO?!” ucap Donghae akhirnya,

“ahh.. kalau begitu kami permisi dulu… kami harus segera pulang..” ucap eomma anak itu sambil menggandeng anaknya pergi.

 

Nara terus menatap kepergian anak itu sampai di tepi jalan, kemudian hendak berjalan pergi.

“YAA,apa maksud ucapanmu tadi hah?! Apa salahku? Aku mengemudi di jalanan, apa itu sebuah pelanggaran?” ucap Donghae membela diri.

 

Mendengar hal itu, Nara langsung berbalik dan menatapnya lagi, itu membuat Donghae gugup dan mengalihkan pandangannya ke sisi lain jalan.

“kau ingin tahu kesalahanmu? Kau, kemarilah.” Ucap Nara sambil menunjuk donghae

Dengan ragu donghae menurut dan maju beberapa langkah, setelah cukup dekat dia berhenti. Nara maju  selangkah dan kemudian melompat sehingga kepala mereka saling berbenturan.

 

DUKK!!

 

“Ahhh!! Appo!!! YAA!! Apa yang kau lakukan, hah?!” ucap donghae sambil mengelus jidatnya yang memerah karena sakit,

“kau ingin tahu kesalahanmu, hah?! Akan kukatakan, kau baru saja hampir menabrak seorang anak kecil dan mengemudi dengan kecepatan seperti itu di malam tahun baru menurutmu tak bebahaya, hah?! Kau pikir jalanan ini di bangun untuk dirimu sendiri apa?! Aku saksi matanya, apa kau mau membantah lagi hah?!” setelah mengatakan hal itu Nara segera pergi tanpa menghiraukan donghae yang masih terlihat begitu kesal..

 

 

 

Pagi harinya di Perusahaan HUGO Group.

 

Seperti biasa, kesibukan pekerjaan berlangsung seperti hari2 biasa.. semua staff tampak sibuk dengan pekerjaan awal tahun yang sudah menumpuk untuk diselesaikan.

Saat itu sebuah mobil Ferrari sport biru sapphire keluaran terbaru berhenti tepat didepan kantor besar itu. Ya, itu Donghae.. dia berjalan dengan tenang dan tanpa ekspresi masuk ke dalam kantor yang membat beberapa staff yeoja berdecak kagum,ya.. hanya mengagumi. Mereka tidak berani menyapanya karena sikap dingin yg begitu melekat padanya ketika dia berada di kantor, membuat para staff begitu segan padanya.

 

Tiba2 seorang yeoja mendekati dan menyapanya dengan ramah,

“Annyeong, Donghae-ssi.. kau terlihat cerah hari ini..” ucapnya basa-basi.

“Benarkah? Kurasa kau sedang mengalami gangguan pengelihatan. Karena pagi ini aku sama sekali tak dalam keadaan CERAH.” Ucap donghae dingin yang membuat yeoja itu terdiam dan bingung.

“apa yang kau lakukan pagi2 begini, Kim Sena? Bukankah rapat pemegang saham baru akan diadakan siang nanti?” ucap Donghae tanpa menatapnya.

“uummm…itu Karen–..”

“ahh..sudahlah, itu juga bukan urusanku. Sampai jumpa nanti siang Kim Sena. Masih banyak yg harus kulakukan.” Ucap Donghae sambil melangkah pergi tanpa menghiraukan Sena sedikit pun.

 

Tanpa mereka sadari sejak tadi Tuan Lee dan istrinya memperhatikan mereka dari lantai dua koridor kantor itu. Mereka terlihat begitu kecewa dengan sikap Donghae yang begitu dingin, apalagi kaitannya dengan perempuan,..

 

“yeobo..apa yg harus kita lakukan? Bahkan Sena yang jelas2 selalu mengejarnya tak pernah sekalipun dia hiraukan, bisa2 Sena juga mundur seperti yeoja2 lainnya karena tak tahan dengan sikap dingin uri aegi…” ucap nyonya Lee sedih.

“aku juga tak tahu, kenapa dia sulit sekali menjalin hubungan dengan perempuan,terkadang aku sering bertanya2, apakah dia normal?” ucap Tuan Lee.

“YEOBO!”

“Geurae…geurae… mianhae, aku tak akan mengatakannya lagi..”

“memang seharusnya begitu! Walau bagaimanapun dia kan tetap putramu..”

“ahh,arraseo.. oh, hari ini kita akan makan malam dengan Jang Yun Ho-ssi dan Kim Na Young-ssi.. kau tidak lupa kan?”

“ahh…tentu saja aku tak akan lupa! Mereka kan sahabat baik kita, mana mungkin aku lupa.. apalagi mereka baru kembali dari luar negeri.. kita harus menyambut mereka dengan baik, semua sudah ku persiapkan..” ucap nyonya Lee bersemangat.

“bagus sekali… aku benar2 rindu dengan Yun Ho.. kami harus pergi memancing bersama2 lagi kelak…”

“begitu juga denganku yeobo… oh, ya… bagaimana dengan Nara? Dia pasti sudah berubah menjadi yeoja yang dewasa sekarang.. aku tak sabar ingin melihatnya…”

Ucap nyonya Lee sambil melangkah pergi bersama suaminya.

 

 

Sore itu Donghae yang baru saja menyelesaikan rapat dengan para pemegang saham sedang berjalan dengan Sekretarisnya, Cho Kyuhyun. Mereka terlihat cukup gembira dengan keputusan yang dibuat dalam rapat tadi. Tiba2 saja Donghae berhenti,

“3jam rapat membuatku ingin ke toilet. Aku pergi dulu..”

“chakkaman,direktur.. aku juga ingin ke toilet, kita pergi bersama.” Ucap Kyuhyun sambil mengimbangi langkah Donghae,

 

Mereka ke toilet dan masuk ke ruang toilet sendiri2. Saat sudah selesai dan hendak keluar tiba2 langkahnya terhenti dan tak jadi membuka pintu. Donghae mendengar beberapa staff namja sedang mengobrol di kamar mandi dan sedang membicarakannya. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi dan memutuskan untuk tetap mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

 

“YAA,memangnya kau tidak tahu?”

“tahu apa?”

“kau sungguh2 tak tahu tentang ini ya?”

“YAA! Jangan buat aku penasaran seperti ini!”

“Ini tentang Direktur Lee Donghae, berita ini sudah banyak dibicarakan.. apa kau benar2 belum mendengarnya?”

“sungguh, aku tidak tahu!”

“ini benar2 memalukan, kau lihat sikap dingin direktur kan? Dia sama sekali tak pernah terlihat akrab dengan yeoja, ternyata dia tidak normal! Oh, kasihan sekali..”

“MWO?! YAA! Jangan bicara sembarangan! Kalau sampai Direktur mendengarnya, kau pasti akan dipecat!”

“aku tidak bicara sembarangan! Presdir sendiri yang mengatakannya, Yoon Si Yuk secara tak sengaja mendengar percakapan Presdir dengan istrinya tadi pagi.. dan menurutnya, dia memang begitu..”

“jinnja? Oh, pantas saja.. kau tahu Nona Kim Sena, bukan? Dia yeoja yang sangat cantik,berpendidikan, ramah dan juga cerdas, tapi Direktur sama sekali tak tertarik padanya, padahal selama ini dia selalu mengejarnya.. tak heran kalau memang seperti itu kondisi Direktur..”

“Nde..aku juga kasihan pada yeoja yg membuang waktunya untuk namja yg bahkan tak memiliki ketertarikan pada lawan jenis…”

“MWO?! Maksudmu… direktur….”

“nde! Kau lihat sendiri bukan? Dia bisa tertawa lepas jika bersama Sekretaris Cho,aku curiga mereka memiliki hubungan special..”

“ahh…benar2 menyedihkan…”

 

Mendengar hal itu. Donghae langsung terduduk di toilet. Dia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya..

‘bahkan aboji sendiri tak mempercayaiku! Dan menganggapku tak normal! Apakah itu yang membuat mereka selalu marah padaku?’

 

 

 

Di restoran seefood tempat Nara bekerja paruh waktu.

Malam itu restoran sudah mulai sepi, hari ini ia bertugas mengantarkan pesanan ke pelanggan, dan setelah pesanan terakhir diantar dia berniat segera kembali ke apartemennya.

“Eonnie…,aku sudah selesai mengantar pesanan, aku pulang ya…” ucap Nara yg masih memakai helm scootermatic-nya.

“Ahh…arra… kau boleh pulang, istirahatlah.” Ucap si pemilik restoran tanpa memperhatikannya.

“apa yg sedang kau lihat eonnie?” Tanya Nara penasaran dan mencari objek yg sejak tadi dilihat bos-nya.

“namja itu… kasihan sekali.. sepertinya dia sedang banyak masalah.. sejak tadi sore dia minum terus.. dia terlihat begitu frustasi… kurasa dia benar2 mabuk.. apa yg harus kita lakukan? Restoran kita akan segera tutup juga…”

 

Nara segera melihat namja yg dimaksud, begitu terkejutnya dia ketika melihat wajah Donghae,

“Dia…ohh, benar2 pencari masalah..!”

“Kau mengenalnya?”

“Anni! Aku hanya pernah melihatnya saja.”

“Geurae! Kalau begitu antar dia pulang.. arraseo?”

“MWO?? Kenapa harus aku? Aku tidak mengenalnya! Sungguh eonnie,,..”

“Oh, ayolahh… kasihanilah dia.. dia benar2 terlihat frustasi saat datang kemari..setidaknya, sebagai sesama manusia kita harus saling membantu..”

“Eonnie….”

“Ayolah…antarkan dia dengan taxi, kalau tidak, maka kau juga tak boleh pulang!”

“Arraseo! Arraseo!! Huuh, benar2 merepotkan!”

 

Dengan hati2 Nara membalik tubuh Donghae yg tak sadarkan diri di meja. Pelan2 dia mencari dompetnya dan mengambil kartu namanya.

“Cheongdamdong. Kenapa harus di daerah itu dia tinggal.. aisshh!!”

 

Setelah dengan susah payah Nara dan Bosnya memapah Donghae ke dalam taxi, Nara pun mengantarnya pulang.

Ditengah perjalanan, Donghae yg setengah sadar mulai terbangun, tapi tetap saja,mabuk membuatnya mengucapkan kata2 yg tak jelas yg hanya dibalas gelengan kepala dari Nara..

“YAA, kau… si yeoja menyebalkan! Kenapa aku harus betemu lagi denganmu, hah? Sungguhsi-si-siaaalll..”

“Aisshhh! Dasar, kau pikir aku juga mau apa bertemu denganmu? Aku juga sial, oleh karena itu kelak jangan pernah muncul di hadapanku lagi, arra?”

“memangnya kenapa? Ini hidupku! Aku bebas bertemu siapapun!! Memangnya siapa kau? Kenapa mengatur hidupku!! Apa kau berpikir aku tidak normal juga? Seperti orangtuaku,hah?! Hahaha,..”

 

Mendengar ucapan donghae membuat Nara terdiam.

 

‘kenapa dengan namja ini? Dia sama denganku? Kupikir kami sedikit mirip, kelihatannya orangtuanya sama dengan appa dan eomma-ku, terlalu mencampuri urusan kami.Sekarang aku benar2 bisa bersimpati padanya…’

 

“YAA..kau.. k-k-kau! Kenapa tiba2 diam hah? Apa kau tak mau berbicara denganku juga? Kau menganggapku tak waras? Hahaha,…”

“aku tahu sedikit perasaanmu.. Donghae-ssi.. hidup dalam sangkar yang dibuat orangtuamu pasti sangat menyedihkan, hidup seperti itu memang tak pernah nyaman untuk dijalani.. tapi bukankah kau harus tetap bertahan? Karena walau bagaimanapun mereka tetaplah orangtuamu yang sangat kau cintai, sekalipun tindakan mereka terkadang malah mendeskriminasikanmu.. bukankah dalam hatimu kauterus berkata, walaupun aku berbeda tapi aku tetaplah anak mereka? Suatu hari nanti mereka akan menyadari hal itu lebih baik dari kita sendiri karena mereka orangtuamu?” ucap Nara tanpa sadar mencurahkan isi hatinya pada Donghae.

 

Mendengar ucapan Nara, Donghae hanya bisa terdiam, tingkat kesadarannya sudah mulai memulih, dia mulai meresapi setiap ucapan Nara dan memang itulah yg selama ini dia rasakan..

 

“Kau. Kenapa kau tahu hal itu?”

“WAE? Bukan hanya kau seorang yg merasakannya di dunia ini.. jadi kau tak perlu mendramatisir seakan2 kau-lah orang yang paling menderita di seluruh jagad raya..”

 

Donghae hanya terdiam cukup lama, sambil sesekali menatap Nara dari sudut matanya.

“Kau. Siapa namamu?”

“JangNara. Namaku Jang Nara.. kau Lee Donghae, benar kan?”

“Nde.tapi darimana kau–..“

“jangan salah paham, aku tadi memeriksa dompetmu untuk mencari kartu namamu, mian karena tak meminta ijinmu terlebih dahulu.. tapi salah sendiri, kenapa minum sendiri sampai mabuk berat sepeti itu, hah? Merepotkan saja.”

“Oh,tidak apa2. Mianhae. Dan gumawo,,”

“ah,sudahlah.. tak perlu dipikirkan.. sekarang tunjukkan yg mana rumahmu, arra? Aku harus segera pulang karena ini sudah larut malam..”

 

Akhirnya mereka sampai di rumah Donghae, karena masih sempoyongan akhirnya Nara memapahnya sampai ke depan gerbang rumahnya.

Saat Nara hendak memencet bell, tiba2 saja ia dikejutkan dengan suara pintu gerbang yang terbuka. Sebuah mobil yg tak asing membuat wajah Nara memucat,

“Omo!! Oh, tidak!” pekik Nara tak percaya.

“NARA?!!” teriak seorang yeoja dari dalam mobil yang mebuat Nara reflek berbalik menghindari tatapan mereka.

Mendengar teriakan itu, Tuan dan Nyonya Lee ikut keluar gerbang dan begitu terkejutnya mereka melihat Donghae yg dipapah Nara (saat posisi seperti itu, Nara yg menyembunyikan wajahnya ke belakang, terkesan seakan2 mereka sedang berpelukan).

Sedangkan itu, kedua orangtua Nara juga keluar dari mobil dan menghampiri Tuan dan NyonyaLee.

 

“Jang Nara! Jawab aku!” ucap tuan Jang

“Nde, appa..” ucap Nara akhirnya dan berbalik menghadap mereka sambil menunduk.

“Kemana saja kau selama ini,hah? Tak bisa dihubungi! Apa kau tak tahu kami sangat mengkhawatiranmu?!”

“mianhae,..” ucap Nara smbil terus menunduk.

 

“Donghae! Apa yg kau lakukan, hah?! Setelah kabur dari perusahaan dan tidak mau pulang untuk makan malam bersama! Dan sekarang kau pulang dalam kondisi mabuk seperti itu, hah?! Sungguh mengecewakan!” ucap Tuan Lee.

 

Donghae yg memang sudah sangat emosi dan masih dalam kondisi mabuk jelas tak terima dengan ucapan aboji-nya.

“nde! Kau benar aboji! Aku adalah anak yg mengecewakan! Karena itulah kau mengatakan pada semua orang bahwa aku tidak normal! Seperti itu?!”

“MWO?!”

“semua staff menganggapku gay! Mereka berkata aku tak normal!”

“MWO??A-a-apa maksudm–..”

“akan kubuktikan bahwa aku bukanlah seorang gay!!”

 

Setelah mengucapkan hal itu, donghae langsung menarik Nara ke dalam pelukannya dan menciumnya dengan penuh gairah. Ciuman yang dalam dan lama.. Nara jelas begitu terkejut! Dia awalnya berusaha melepaskan diri, namun tenaga Donghae jauh lebihbesar dibandingkan dengannya, diapun akhirnya menyerah, dan membiarkan Donghae melumat bibirnya. Semakin lama ciuman itu terasa semakin panas, dan entah sejak kapan, Nara mulai menikmati dan membalas ciuman Donghae. Merasakan respon dari bibir Nara, Donghae malah semakin mempererat pelukannya.. dan Nara mulai mengalungkan tangannya pada leher Donghae,.. lama mereka berciuman, sampai akhirnya Orangtua mereka bedehem menyadarkan mereka.

Dengan lembut Donghae melepaskan ciumannya, Nara hanya bisa menunduk malu.. menyembunyikan wajahnya yang memerah. Dan Donghae hanya tersenyum kecil dan menggenggam erat tangannya.

 

“kau lihat sendiri kan, aboji!! Aku bukan gay! Dan aku sangat normal!”

Setelah mengatakan hal itu, Donghae langsung menggandeng tangan Nara dan membawanya pergi.

 

Semua kejadian itu jelas membuat kedua orangtua mereka sangat terkejut!

“Yeobo…benarkah itu Donghae? Uri aegi?” ucap Nyonya Lee tak percaya.

“Nde. Sepertinya begitu..”

“bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengatakan hal yang bukan2 tentang Donghae?! Sekarang seluruh staff jadi salah paham padanya! Jelas dia sangat frustasi saat  ini! Siapa yg tak marah jika dia dikatakan gay dan tak normal, hah?” ucap nyonya Lee marah.

“arra…arra..!! ini semua salahku! Besok akan segera kuluruskan semua kesalahpahaman ini.. tapi yg jelas aku sangat bahagia sekali sekarang! Hahaha.. kau lihat tadi? Dia benar2 namja sejati! Hahaha..”

“Nara…sekarang dia benar2 sudah tumbuh dewasa, yeobo…” ucap nyonya jang.

“Nde..uri-Nara, gadis kecil kita telah memahami arti cinta sekarang.. dan yang mengejutkan adalah.. sejak kapan dia mulai mengenal Donghae?”

“itulah yg dinamakan jodoh, Yun Ho… bahkan mereka tak tahu jika sejak kecil mereka telah kita jodohkan… sekarang mereka betemu di jalan mereka sendiri..” ucap tuan Lee gembira..

“ne, hyung…”

 

 

 

Setelah menggandeng Nara pergi, mereka terus berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah taman di pinggir jalan, mereka berhenti. Donghae berbalik menghadap Nara dan melepaskan genggamannya.

“Mianhae, Nara-ssi… kau pasti sangat terkejut..”

“Ahh..nde, tak apa..” ucap Nara masih sambil menunduk,

“YAA! Kenapa kau menunduk terus hah? Jangan bilang itu tadi ciuman pertamamu..” goda Donghae sambil sedikit tertawa.

“A-a-anniyo!!!” elak Nara dengan wajah yg makin merah karena malu..

“wuaahh…jadi benar itu ciuman pertamamu?! Oh, aku tekejut, kau tampak sangat–…”

“Hentikan!! Sudah cukup! Tetap saja, kenapa kau menciumku, hah?! Kau pikir aku yeoja murahan?! Apa kau pikir aku sama sekali tak memiliki harga diri?”

 

Mendengar hal itu membuat Donghae terdiam cukup lama…

Sampai tiba2 dia mengatakan,

“Jang Nara, ayo kita menikah.”

 

“MWO??” teriak Nara tak percaya dengan apa yang didengarnya.

 

“Aku sungguh2, ayo kita menikah..”

“YAA!! Kau benar2 sudah mabuk berat, apa kau sadar apa yang kau ucapkan barusan?”

“YAA, dengarkan aku dulu.. ayo kita membuat contract nikah, kau lihat sendiri tadi kan? Orangtuaku begitu mengekangku! Bukankah kau sendiri yang mengatakan, bahwa kau juga sebenarnya tak ingin hidup seperti itu? Kau ingin hidup bebas kan?”

 

Mendengarnya, Nara terdiam cukup lama, sampai akhirnya menjawab,

“tapi tetap saja? Kenapa harus menikah? Aku masih kuliah saat ini.. dan lagi pula aku–…”

“memangnya kenapa kalau kau masih kuliah? Secara umur kau sudah dewasa sekarang kan? Dans oal uang untuk biaya hidupmu, kau tak perlu khawatir, aku akan tetap membiayaikebutuhanmu selama kita menikah, dan kita juga tak perlu tidur dalam satu ranjang, semua bisa kita atur dalam contract..”

 

Nara terus terdiam memikirkan ucapan Donghae..

“Bagaimana? Apa kau setuju?”

“Berikan aku waktu untuk memikirkannya.. Aku tak bisa memberikan jawaban padamu sekarang..”

“Geurae..aku mengerti. Ambil saja kartu namaku tadi, dan hubungi aku setelah kau mengambil keputusan. Aku akan menunggu.”

“Ah,arra..hmmm.. boleh aku bertanya sesuatu? Kenapa orangtuamu mengira kau gay? Apakau benar2–…”

“itu bukanlah urusanmu, yang perlu kau tahu aku benar2 bukanlah seorang gay.. aku bersumpah. Hanya saja aku tak suka berhubungan terlalu dekat dengan seorang yeoja, itu membuatku tiba2 merasa gugup dan langsung marah.. tapi itu bukan karena aku gay! Aku tidak pecinta sesama jenis! Arra?!”

“intinya, kau ingin aku membantumu agar perspektif orang yang menganggapmu gay dapat terpatahkan, begitu kan? Kalau kau menikah, setidaknya orang tak akan menganggapmu gay lagi bukan? Itulah keuntunganmu..”

“Nde.Itu salah satu keuntungan yang ku peroleh dari pernikahan ini.. jadi mari kita menikah seperti menjalin contract bisnis.. dengan kesepakatan dan keuntungan.,”

“tapi kenapa harus denganku? Apa tak ada yeoja lain yang dapat kau ajak menikah hah?”

“itu karena kau sama denganku! Dasar pabo! Bukankah sejak awal kau sudah menasehatiku?”

“Arraseo..akan kupikirkan.. kalau begitu aku pulang dulu.. kau. Apa kau tak akan pulang malam ini?”

“Anni.Aku akan menginap di tempat hyung-ku, kau pulanglah..”

“Oh.Geurae.. kalau begitu, annyeonghi jumuseyo.. aku pergi sekarang.”

“Nde. Jaljayo..”

 

***

 

To be continue…

28 thoughts on “LOVE CONTRACT (Part 1)

  1. bgs kok thor ceritanya. Tp menurutku seharusnya judulnya jgn itu, kan ceritanya tentang kawin kontrak. Tp gak perlu di permasalahkan thor, saya suka kok sama jalan ceritanya. next nya d tunggu nih thor.

  2. FF tentang pernikahan kontrak lagi yh. Aku siCh suka jalan cerita dan penggunaan bahasanya yg baku, apalagi main cast-nya ikan termanis di dunia *ApaSich
    Tapi Z harap akan ada sesuatu yg berbeda dari ff nikah kontrak yg lain yg sudah ada.

    Keep writing^^

  3. gumapta yg udah mo mampir baca, mianhae jika ceritanya tuh masih keliatan amatiran,, maklumin, author-nya kan jg msi amatiran..
    semoga chingudeul ga bosen & tetep mau RCL sampai part terakhir…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s